Mentang-Mentang Medan, Teros Harus Cerita Medan?

August 29, 2016

Haloha kawan melalak
Apa cerita kita?
Yok Cerita Medan

Well, Saya ingin ngajakin kawan melalak cantik bercerita, yok kita mulai ngobrolin dari beberapa sudut pandang yang unik dari kota Medan. Kawan melalak yang besar dan tumbuh kembang di kota Medan pasti memiliki kenangan tersendiri dengan kota ini. Saya sebagai blogger dari melalakcantik.com yang sering melalak di kota Medan banyak menemukan cerita unik, lucu dan khas dari kota Medan. 

Kawan melalak tentunya sudah tahu bahwa kota Medan yang merupakan salah satu dari beberapa kota besar yang ada di Indonesia memiliki ciri khas khusus yang tidak sama dengan kota besar lainnya. Dengan segala keberagaman yang ada, kota Medan mampu menjadi kota yang penuh kedamaian dalam keberagaman baik dari segi keagamaan, ras, suku, keyakinan, gaya hidup dan masih banyak keberagaman lainnya.

Kota Medan yang dikenal dengan kelezatan bika ambon maupun rasa nikmat durian Medan bukan hanya dari sekedar kelezatan maupun keunikan kuliner namun kreativitas dan solidaritas anak muda kota Medan serta bahasa-bahasa Medan yang sudah khas dikenal hingga seluruh Indonesia.

Saya memiliki beberapa teman dari beberapa provinsi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ketika Saya mengajak mereka berbicara, ada ciri khas bahasa yang selalu dikenang oleh mereka dan melekat hingga teman Saya tersebut mencoba mengucapkan kembali kata-kata tersebut, contohnya saja ketika Saya mengucapkan kereta, teman-teman Saya akan berfikir bahwa kereta itu adalah kereta api ,padahal itu sebutan untuk sepeda motor. Nah, mentang-mentang anak Medan teros kawan melalak kreak?

Cerita Medan

Mentang-mentang Medan, Teros Harus Cerita Medan?
Iya lah pulak.

Medan itu sangat penuh kedamaian, ketenangan dan solidaritas beragama sangat dijunjung tinggi. Jika kawan melalak yang dari luar Medan berkunjung pasti bisa merasakan langsung perbedaan dengan keberagaman yang hangat ada disini. Meskipun ada banyak suku di kota Medan namun satu sama lain tetap bersahabat, saling memiliki rasa kekeluargaan dan sense of belonging berasa lebih aja disini. Pokoknya kalo anak Medan,yah harus cerita Medan. Ada banyak kisah, sejarah yang terus dikenang sama anak Medan makanya akan terus ada itu cerita Medan.

Pemberitaan yang sedang berkembang saat ini mengenai terorisme di kota Medan sebenarnya seperti ada unsur-unsur kesengajaan yang ingin memecahkan keharmonisan umat beragama di kota Medan. Kawan melalak yang berada di Medan pasti sudah tahu bagaimana kekompakan warga Medan meskipun dari latar belakang agama serta keyakinan yang berbeda. Dengan adanya kejadian yang baru terjadi kemaren di salah satu gereja di kota Medan, Saya merasakan kesedihan karena ketika Saya melihat sosial media, ada banyak penggiat sosial media yang menghujat, seolah menyalahkan satu agama padahal mereka mungkin sudah lama di kota Medan tetapi kenapa lah ikut menghujat seolah pelaku dari salah satu agama tertentu. Tanya Kenapa?

Wisata Religi

Kawan melalak yang berasal dari pulau Jawa, Bali, Sulawesi atau mungkin anak Medan sendiri bisa mencoba wisata religi di Kota Medan. Cobalah mulai mengunjungi beberapa tempat ibadah yang ada, bisa saja ingin mengenal suatu agama seperti apa, ingin melihat suasana tempat beribadahnya namun tidak mengganggu aktifitas yang sedang berlangsung di dalamnya. Kawan melalak juga bisa hadir ketika tidak ada aktifitas beribadah sehingga bisa saling berkenalan satu sama lain dan mengobrol dengan penuh keakraban.

Nah, Saya sendiri  pernah melakukan aktifitas berkeliling dari satu tempat ibadah ke tempat ibadah lainnya. Bukan bermaksud untuk berubah keyakinan, hanya ingin mengenal dan mengetahui seperti apa tempat ibadah agama lain maupun suasana seperti apa yang adab. Saya juga mengajak beberapa pengelola tempat ibadah untuk berbicara mengenai situasi tempat ibadah, kebanyakan mereka sangat terbuka dan mau berbagi informasi. Itulah sedikit cerita Medan yang pernah Saya alami mengenai keberagaman di kota Medan.

Ada beberapa pilihan tempat wisata religi yang bisa kawan melalak kunjungi ketika datang ke kota Medan. Let's see guys.

Mesjid Raya Al Mahsun Medan, Sumatera Utara

Kawan melalak sudah pernah ke Mesjid Raya Al Mahsun?
Nah, kawan melalak yang berkunjung ke kota Medan,bisa mencoba untuk masuk ke mesjid raya namun tetap berpakaian rapi dan sopan. Di mesjid raya, kawan melalak juga akan bertemu dengan beberapa turis yang sedang berlibur di kota Medan. Mesjid Raya Al Mahsun sendiri berada di Jl.Sisingamaraja,tepatnya di depan Yuki Simpang Raya, dan posisinya juga tidak jauh dari Hotel Maidani.

Graha Santa Maria Annai Velangkanni

Selain mesjid raya, kawan melalak juga bisa berkunjung ke Graha Santa Maria Annai Velangkanni. Disana kawan melalak bisa melihat ciri khas keunikan gereja yang berarsitektur ala kuil India dengan bentuk desain seperti tempat beribadah orang India. Maria Velangkani ini berada di daerah Pajak Melati Medan.


Pura Agung Raksa Bhuana

Selanjutnya, untuk kawan melalak yang belum pernah ke Bali namun ingin melihat proses ibadah orang Bali dengan desain pura yang unik maka kawan melalak bisa datang ke pura yang berada di daerah Polonia Medan. Kawan melalak bisa masuk dari Jl. Mongosidi, nanti posisi pura berada di sebelah kanan.




Masih kurang info tempat ibadahnya?
Ada lagi sih.
Tapi kita sambung next time aja yah

kawan melalak yang butuh informasi lebih bisa bermain ke ceritamedan.com
Kawan melalak, sudah pernah mendengar cerita Medan?
Yups, siapa yang tidak tahu kiblatnya informasi anak muda kota Medan.
Ceritamedan.com merupakan website informasi yang paling ter up to date dan hits di kota Medan.
Sudah pernah tau ada apa aja di dalamnya?
Yeah, namanya website kekinian pasti banyak informasi lengkap untuk siapa saja yang mengakses halaman dari website tersebut.
Kawan melalak mau melalak ke kantor cerita Medan?
Langsung datang aja ke Komplek Bumi Asri

Photo by Yoga


Kawan melalak bisa banyak tahu event Medan yang terbaru sehingga gak bakalan jadi kuper karena ada banyak jadwal event Medan yang bisa diikuti oleh kawan melalak.
Gimana?
Masih mau kreak di Medan?
Bosan dengan cerita Medan?
Namanya pulak di Medan ya kan
Mentang-mentang Medan, teros harus cerita Medan yah betol lah itu.

Well, finally selamat untuk cerita Medan yang sudah berusia 5 tahun. Mulai beranjak masuk PAUD nih, belajar perlahan-lahan hingga berlari kencang. Semakin sukses dan selalu bermanfaat untuk orang banyak dengan segala informasi yang disajikan.


You Might Also Like

14 komentar

  1. Sippp, Miss Wandes. Postingannya keren! Bangga jadi anak Medan yang penuh warna!

    ReplyDelete
  2. yups,
    bener banget.
    Kita sebagai anak Medan harus bangga karena Medan selalu punya cerita ya itu cerita Medan.hehehe

    ReplyDelete
  3. Trus, harus jodohnya anak Medan? Hahahahaha. Paten lah tulisannya tentang Medan, review ceritamedannya juga pas. Ok, mantaab..

    ReplyDelete
  4. Wuih kalo jodoh sebenarnya ngeri ngeri sedap awak tpi kalo anak medan juga mau kali lah,apalagi yang uda jadi gebetan sebelumnya.hahaha
    makasih komentar nya abang :)

    ReplyDelete
  5. Ke Cemara Asri juga Rin...slain arsitekturnya yg unik, juga pusat peribadatan umat budha😀

    ReplyDelete
  6. iya wi,
    kemaren mau dimasukkan juga,fotonya juga uda ada.
    Makasih masukkannya wi :)

    ReplyDelete
  7. kalau mau tau banyak tempat wisata, jangan lupa singgah ke MedanWisata.com *nebeng promosi,, hahaha

    ReplyDelete
  8. jadi rindu kata pulak lah :D

    ReplyDelete
  9. baru tahu kereta itu sepeda motor di medan 😂😂😂

    ooia kemarin sempet kaget tuuh kak pemberitaan pembakaran rumah ibadah di medan. pasti ada dalangnya yang mau merusak toleransi beragama 😈😠😬

    ReplyDelete
  10. Iya
    di Medan ada tambal ban kereta di pinggir pasar.aahhaha..

    Iya ada dalang nya itu
    medan itu toleransi nya tinggi
    saling kompak semuanya di medan
    maen donk ke medan

    ReplyDelete
  11. blog kakak ini bikin rindu Medan la... :D

    ReplyDelete
  12. Isshhh ke Medan lah pulak
    biar melalak cantik dulu kita
    heehehe

    ReplyDelete

Hai, silahkan tinggalkan kesan saat berkunjung ke melalak cantik.