"Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan".
- Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia-


Penyakit kritis bisa terjadi kepada siapa saja, baik yang masih muda maupun sudah tua. Gaya hidup masa kini yang merupakan salah penyebab terjadinya penyakit kritis tersebut. Menurut World Health Organization (WHO) bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan menjadi penyebab 73% kematian di Indonesia.

Beberapa hari yang lalu tepatnya hari rabu 16 Januari 2019, aku mengikuti kegiatan media gathering peluncuran produk terbaru dari Prudential Indonesia di Gedung Selecta, Medan. Dari kegiatan tersebut, aku mengetahui informasi tentang penyakit kritis tidak menular yang mana bisa menyebabkan kesulitan keuangan. 



Dalam kegiatan media gathering dihadiri oleh beberapa pembicara diantaranya Bapak Rusli Chan selaku Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia, Ibu Sheila Widya Nanda selaku Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia dan dr. Tri Adi Mylano, Sp. JP(K), FIHA dari Siloam Hospital Dhirga Surya Medan.




Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, prevalensi berbagai PTM seperti kanker, stroke penyakit ginjal kronis dan hipertensi mengalami kenaikan. Hipertensi naik dari 25,8 % menjadi 34,1%, prevalansi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%, penyakit ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8%, dan prevalansi kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8%.

Ada faktor-faktor risiko utama penyebab PTM diantaranya seperti kebiasaan merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur. Yeah, kesibukan dan tuntutan pekerjaan merupakan tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Kita sebagai masyarakat harus mulai peduli terhadap hal tersebut karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit dan biaya hidup.

Well, sebelum aku menginformasikan lebih lanjut tentang produk terbaru dari Prudential Indonesia. Aku ingin mengajak kawan melalak cantik untuk mengenal terlebih dahulu tentang Prudential Indonesia tersebut.

Prudential Indonesia

Kawan melalak cantik sekalian, aku mau memberitahukan bahwa PT Prudential Indonesia Life Assurance ( Prudential Indonesia) ini didirikan pada tahun 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, London-Inggris. Di Asia, Prudential Inidonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong.

Nah, dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Sampai dengan 31 Desember 2017, Prudential Indonesia sudah memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 6 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Batam serta 408 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. Sampai akhir tahun 2017 Prudential Indonesia melayani lebih dari 2,3 juta nasabah yang didukung oleh lebih dari 277.000 Tenaga Pemasar Berlisensi. 

PRUCritical Benefit 88

Dari berbagai PTM yang sudah disebutkan di atas, Prudential Indonesia ingin melindungi pasien dan keluarganya dari dampak keuangan akibat penyakit kritis dengan meluncurkan PRUCritical Benefit 88. Pada kegiatan media gathering di Medan, Bapak Rusli Chan selaku Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia mengatakan bahwa berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan.




PRUCritical Benefit 88 memiliki slogan "Proteksi Terjamin, Uang Pasti Kembali". Nah, melalui slogan tersebut, PRUCritical Benefit 88 ini memiliki beragam manfaat diantaranya:

a. Proteksi Terjamin

1. Perlindungan komprehensif untuk meninggal atau 60 kondisi kritis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup (survival period).

2. 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty tanpa mengurangi UP PRUCritical Benefit 88 dengan maksimal Rp.200.000.000.

3. 200% tambahan UP akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun.

4. Perlindungan sampai dengan usia 88 tahun dengna jangkan waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau premi tunggal.

b. Uang Pasti Kembali

1. 100% Uang Pertanggungan akan dibayarkan bila Tertanggung Utama masih hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun.

2. Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun Polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir.

Oh yeah, dengan adanya kehadiran PRUCritical Benefit 88 ini sejalan juga dengan komitmen brand baru dari Prudential yaitu "Listening, Understanding, Delivering" serta fokus "We Do Health". Bapak Rusli Chan menyebutkan beberapa We Do diantaranya We Do Health, We Do Wealth, We Do Techonology, We Do Good.

Setelah memahami beberapa manfat proteksi seperti ini maka saatnya jalanin bareng dalam segala kondisi bersama keluarga, Apakah kamu sudah memulai untuk melakukan perlindungan diri?




3 Komentar

  1. Acaranya samaan ya harinya sama di Bandung. Setelah ikutan acara prudential ini saya juga jadi sadar akan bahanyanya penyakit kritis mengancam jiwa dan finansial. Tapi semoga kita mah dijauhkan ya. PRUCritical Benefit 88 ini Top banget solusi untuk penyakit kritis.

    BalasHapus
  2. terima kasih infonya semoga ini jadi bahan pertimbangan buat saya memilih asuransi yg cocok
    mbak mau tanya avengers yang mati dibunuh thanos itu kira2 keluarganya dapat asuransi gk mbak?

    BalasHapus
  3. Jaminan uang kembali itu bikin yakin ya kak.

    BalasHapus

Hai, Silahkan Berkomentar Yah