facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Mau lihat Singapura lebih dekat dan hemat? Banyak cara untuk mengelilingi Singapura tapi yang tidak membuat dompet menangis, apa donk solusinya? Kebanyakan traveler yang ke Singapura langsung mengandalkan MRT, tapi coba sekali saja naik bus umum yang ternyata gampang banget lho. Transportasi yang santai buat nikmati suasana kota solusinya naik bus umum saja di Singapura.

cara naik bus di singapura untuk turis hemat

Mengingat perjalanan pertama kali ke Singapura sekitar tahun 2017 lalu, kalau mendengar transportasi umum di Singapura, kebanyakan orang pasti langsung teringat MRT. Memang benar, MRT di Singapura terkenal cepat dan nyaman. Tapi ternyata, ada pilihan transportasi lain yang tidak kalah praktis sekaligus lebih hemat untuk menikmati suasana kota, yaitu bus umum.

Saya sendiri saat pertama kali traveling ke Singapura mau naik bus terdengar membingungkan. Padahal setelah dicoba, transportasi ini justru jadi salah satu cara paling menyenangkan untuk keliling kota sambil menikmati pemandangan khas Singapura dari jendela.

Dulu masih mencoba naik MRT saja karena hanya membayangkan mau naik transportasi modern saja. Tapi, begitu liburan terakhir ke Singapura bersama teman-teman diajakin coba naik bus maka ini menjadi pengalaman pertama untuk gunakan bus.

Sebagai traveler yang suka jalan-jalan ke negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, Saya merasa bus di Singapura cocok banget untuk solo traveler maupun backpacker yang ingin perjalanan lebih santai dan hemat. Maybe next trip, Saya bakalan tetap coba naik bus aja deh keliling Singapura mengingat lebih mudah dan asik lihat sekeliling kota.


Kenapa Naik Bus di Singapura Lebih Menarik?


Salah satu alasan suka naik bus di Singapura adalah karena kita bisa menikmati suasana kota lebih dekat. Kalau naik MRT, kita lebih banyak berada di bawah tanah. Sedangkan bus membawa kita melewati jalan-jalan cantik, gedung modern, kawasan perumahan, sampai sudut kota yang jarang terlihat turis.

Selain itu, halte bus di Singapura juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan beberapa tempat wisata justru lebih dekat dijangkau menggunakan bus dibanding MRT. Bus di Singapura juga terkenal bersih, nyaman, ber-AC, dan tepat waktu. Jadi meskipun menggunakan transportasi umum, rasanya tetap nyaman untuk turis.

Ternyata enggak sia-sia deh nyobain bus di Singapura pertama kali, awalnya sempat ragu saat diajakin kawan ngetrip. Eh, malah kepikiran bakalan coba lagi di next trip biar nyobain rute lainnya biar makin seru dan nambah pengalamannya.

Cara Bayar Bus di Singapura

Hal paling penting sebelum naik bus di Singapura adalah menyiapkan kartu pembayaran transportasi. Biasanya turis menggunakan EZ-Link Card, Singapore Tourist Pass maupun kartu debit atau kredit contactless.

Saya pun mengingat dulu pertama kali ke Singapura beli EZ-Link yang kalo dirupiahkan bisa sampai 200 ribuan, ya ampun kenapa dulu boros banget ya saat liburan di Singapura. Memang pada saat itu belum punya CC (Credit Card) sih dan syukurnya saat naik bus pada liburan terakhir itu uda bisa pakai CC BCA, yeayy akhirnya punya CC.

Cara penggunaannya sangat mudah lho jadi saat naik bus, cukup tap kartu di mesin dekat pintu masuk depan. Lalu saat turun, jangan lupa tap lagi di mesin dekat pintu keluar. Banyak turis pemula lupa tap saat turun dan akhirnya saldo terpotong lebih mahal. Jadi pastikan jangan lupa bagian ini ya, gaes.

Cara Mengetahui Rute Bus

Awalnya sempat bingung membaca rute bus di Singapura. Tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah karena ada aplikasi. Saat itu cuma ngandalin teman sih, kami berempat dan salah satunya yang sibuk dengan urusan cek rute ini.

Oh ya, kawan melalak cantik yang mau cobain bisa banget lah buka aplikasi yang paling membantu seperti Google Maps, Citymapper maupun Moovit. Mudahnya cukup masukkan tujuan, lalu aplikasi akan menunjukkan nomor bus, halte keberangkatan, sampai estimasi waktu perjalanan. Menurut Saya sih memang Google Maps sudah cukup membantu untuk traveler pemula.

Tips Naik Bus di Singapura untuk Pertama Kali

Para traveler yang naik bus pertama kali di Singapura tetap harus perhatikan beberapa poin di bawah ini, tau sendiri kan kalo Singapura itu sangat tertib maka jagalah hal tersebut, misalnya seperti ini:

1. Antre dengan Tertib

Warga Singapura sangat tertib saat naik bus. Jadi pastikan ikut antre dan jangan menyerobot.

2. Masuk dari Pintu Depan

Penumpang masuk lewat pintu depan dan keluar dari pintu belakang atau tengah.

3. Tekan Tombol Stop

Kalau halte tujuan sudah dekat, tekan tombol stop yang tersedia di dalam bus agar sopir tahu kita ingin turun.

4. Hindari Jam Sibuk

Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari jam kerja pagi dan sore karena bus bisa sangat ramai.

Lebih Hemat untuk Traveler Budget


Buat traveler yang ingin hemat, bus di Singapura bisa jadi solusi terbaik. Tarifnya cukup terjangkau dan banyak rute wisata yang bisa dijangkau tanpa harus sering pindah transportasi. Saya berkeinginan next trip memilih naik bus dari kawasan Bugis menuju Orchard hanya untuk menikmati suasana kota sambil duduk santai di dekat jendela.

Rasanya pasti berbeda dibanding buru-buru naik MRT, mekipun saat itu Saya dan teman-teman naik bus sekitar China Town, Bugis dan melihat sekitaran Orchard juga tapi masih belum puas sih. Tau sendiri kan bahkan kadang perjalanan dengan bus justru terasa seperti city tour murah versi backpacker. Jadi gak harus booking naik bus hop on atau hop off tetap bisa happy keliling kota.




Pengalaman yang Lebih Seru


Menurut Saya, naik bus di Singapura bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan. Kita bisa melihat kehidupan lokal lebih dekat, memperhatikan aktivitas warga, sampai menemukan sudut kota yang tidak ada di itinerary wisata biasa.

Hal-hal sederhana seperti melihat deretan rumah, taman kota yang rapi, atau suasana sore di jalanan Singapura justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Bayangin deh, bisa berada dalam satu bus dengan warga lokal dan lihat apa yang dilakukan selama di dalamnya.

Oh ya, busnya kan double dekker tuh, pilihlah di bagian lantai atas biar puas lihat sekeliling ya. Kalian ada yang punya pengalaman naik bus di Singapura gak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.



Menikmati senja bersama tersayang akan selalu berbeda rasanya, momennya dan kenikmatan tersendiri cuma diri sendiri yang pahami. Jika dulu harus duduk seorang diri melihat pemandangan indah senja di Chew Jetty Penang, kali ini dengan nuansa baru bersama suami.




Menghabiskan waktu bersama tentu begitu bahagia, meskipun ada alokasi dana tambahan yang harus dikeluarkan saat menjadi suami dan istri. Ketika menikah ini, budget liburan menjadi bertambah, sebelumnya mungkin untuk keperluan diri namun kini harus menyiapkan anggaran berdua.

Setelah kami melakukan perjalanan panjang beberapa hari di Penang, tentu Saya tidak ingin melewatkan momen bisa duduk di tepi laut. Melihat beragam orang yang juga menikmati masa bersama keluarga tersayang.

Suasana Indah Chew Jetty

Suasana sore Chew Jetty membuat Saya sungguh paham bahwa menikmati perjalanan tak selalu harus mahal. Terletak di kawasan Weld Quay, bagian dari area bersejarah George Town, tempat ini adalah perkampungan tradisional Tionghoa di atas laut yang masih dihuni warga lokal.

Rumah-rumah kayu berdiri di atas tiang, lorongnya memanjang ke arah air, dan suasananya terasa hangat sekaligus autentik. Kanan dan kiri tampak para penjual yang menjajakan barang dagangan di teras rumah. Aneka hal pun dijual mulai souvenir, goodie bag, kaos hingga makanan dan minuman yang unik dan bisa menghilangkan dahaga.

Waktu Tepat ke Jetty


Datanglah sekitar pukul 17.30 agar bisa menikmati perubahan warna langit secara perlahan. Saat matahari mulai turun, cahaya keemasan memantul di permukaan laut, menciptakan siluet rumah-rumah panggung yang cantik untuk difoto.

Duduk santai di ujung dermaga adalah aktivitas paling sederhana sekaligus paling berkesan. Tidak ada tiket masuk untuk berjalan di area utama jetty, jadi kita bisa menikmati suasana tanpa biaya. Ini termasuk cara liburan hemat juga, bisa bepergian jauh dari rumah tetapi tetap murah.

Kenapa Harus ke Chew Jetty?

Beberapa kawan melalak cantik menanyakan alasan kenapa harus menginjakkan kaki ke Chew Jetty saat ke Penang? Saya pun memberikan beberapa alasan berikut ini:

1. Menikmati Sunset Tanpa Biaya


Hal pertama yang wajib dilakukan tentu saja berburu senja. Cari spot duduk yang tidak mengganggu aktivitas warga. Biasanya ada bangku kayu atau ruang terbuka di ujung jetty. Berhubung untuk menghemat budget maka bisa membawa minuman sendiri.

Saya dan suami sudah menyiapkan tumbler berisi air dan ketika habis pun akan membeli saja dari minimarket sekitar agar lebih hemat. Jika membeli di area jetty, harga minuman dingin rata-rata sekitar RM5–RM8. Dengan kurang dari RM10, kamu sudah bisa duduk tenang menikmati golden hour lho.

Bagi pecinta fotografi, momen ini adalah waktu terbaik untuk mengambil gambar dengan cahaya alami yang lembut. Siluet perahu nelayan dan warna langit yang dramatis akan membuat hasil foto terlihat estetik tanpa perlu filter berlebihan.

2. Mencicipi Jajanan Lokal yang Terjangkau


Di sepanjang jalan masuk Chew Jetty, terdapat kios kecil yang menjual camilan dan minuman ringan. Jika berminat bisa saja mencoba es krim lokal, jus buah segar, atau snack tradisional dengan harga rata-rata RM5–RM15.

Mau makan lebih kenyang dengan harga tetap ramah kantong? Bisa donk berjalan kaki sekitar 5–10 menit menuju area kuliner di sekitar George Town. Saya dan suami pun sempat membeli char kway teow yang murah di sekitar pintu luar jetty.

Penang terkenal dengan street food yang lezat dan murah. Dengan budget sekitar RM15–RM25 per orang, sebagai pelancong tentu sudah bisa menikmati nasi kandar, char kway teow, atau laksa Penang di kedai lokal. Makan sederhana setelah menikmati senja terasa jauh lebih bermakna dibandingkan makan di restoran mahal sih.

3. Berburu Foto dan Konten Estetik


Bagi traveler yang juga content creator, Chew Jetty adalah lokasi yang sangat instagrammable. Rumah kayu berwarna-warni, jembatan panjang, dan latar laut menciptakan komposisi visual yang unik. Selain itu, tidak jauh dari sini kamu bisa berjalan kaki menyusuri mural dan street art khas George Town yang sudah mendunia.

Banyak spot foto di area ini gratis. Cukup manfaatkan pencahayaan alami senja. Jika ingin hasil maksimal, gunakan outfit dengan warna netral agar kontras dengan langit jingga. Tanpa perlu biaya tambahan, kamu bisa mendapatkan banyak konten untuk media sosial.

Saya pun bersyukur liburan kali ini bersama suami sehingga bisa meminta untuk abadikan momen berkali-kali. Beberapa titik spot menjadi incaran yang memang ramai ditunggu para pelancong untuk mengantri. Harus ikut sabar nunggu orang lain foto jika mau ikutan eksis dan dapat konten estetik tapi jika tidak hobi, ya bisa saja tetap nikmati senja saja.

4. Naik Perahu Singkat 


Jika ingin pengalaman berbeda dan memiliki sedikit tambahan budget, terkadang ada warga lokal yang menawarkan perjalanan singkat dengan perahu kecil di sekitar perairan jetty. Biayanya berkisar RM20–RM30 per orang untuk durasi pendek.

Kami pun melihat ada banyak pengunjung yang mencoba naik perahu tersebut, cukuplah untuk berkeliling singkat. Dari atas perahu, bisa melihat garis pantai George Town dan suasana pelabuhan saat matahari terbenam. Meski opsional, pengalaman ini cukup berkesan sih sepertinya, mungkin saat kunjungan berikutnya, akan dicoba bersama suami.

Cara Hemat Menuju Chew Jetty


Untuk menuju Chew Jetty dari pusat kota, kamu bisa berjalan kaki jika menginap di area George Town. Alternatif lainnya adalah menggunakan bus Rapid Penang dengan tarif sekitar RM1–RM4 tergantung jarak. Transportasi online juga relatif terjangkau jika bepergian bersama teman atau pasangan.

Berhubung Saya dan suami memang sedang berjalan-jalan dan baru saja turun dari kapal ferry maka kami langsung jalan kaki saja menuju jetty. Kemudian, pulang ke hotel dengan berjalan kaki saja, meskipun melelahkan namun buat bahagia karena bersama pasangan yang disayang.

Chew Jetty bukan tentang atraksi modern atau hiburan mewah. Tempat ini menawarkan ketenangan, sentuhan sejarah, dan suasana lokal yang autentik. Duduk santai menyaksikan matahari tenggelam, berbagi camilan sederhana, lalu berjalan menyusuri jalanan heritage George Town adalah kombinasi yang sempurna untuk sore yang berkesan.

Kadang, perjalanan terbaik bukan yang paling mahal, melainkan yang memberi ruang untuk berhenti sejenak dan benar-benar menikmati waktu. Dan di Chew Jetty, senja selalu tahu cara membuat kita ingin tinggal sedikit lebih lama.

Saya dan suami pun akhirnya kembali ke hotel ketika sudah mulai gelap dikarenakan tubuh juga lelah setelah berkeliling seharian ke banyak spot asik di Penang. Kawan melalak cantik bisa baca aneka artikel lainnya seputar Penang di blog ini, ya.

Cara ke Penang Hill tentu saja banyak cara terutama jika memang punya budget besar. Namun bagaimana para pelancong hemat yang mau mengalokasikan budget agar bisa liburan sesuai keinginan? Tentu penghematan bisa dimulai dari biaya transportasi.

Sejak awal mengelilingi Penang pertama kali memang sudah mencoba bus yaitu Rapid Penang. Biaya yang murah menjadi pilihan utama meskipun harus siap dengan perjalanan lebih lama. Dari kawasan George Town menuju Penang Hill memang tidak dekat makanya akan dikenakan biaya mahal untuk naik taksi online.



Sebagai traveler yang menhemat budget, tentu naik bus sangat membantu apalagi tidak terlalu terburu-buru dalam liburan ini. Meskipun pertama kali tahun 2016 lalu, Saya pergi ke Penang Hill naik taksi online bersama seorang rekan perempuan.

Terakhir pada Desember 2025 lalu, Saya bepergian menuju Penang Hill bersama suami dan tentu saja kami memilih naik bus rapid. Bukankah memakan waktu lama? Memang sih tetapi itulah yang kami cari, ingin ada sensasi momen di perjalanan berduaan.

Oh ya, tentu saja kawan melalak cantik bisa mengmbil dua destinasi sekaligus lho, kok gitu? Yah, saat berkeinginan pergi ke Penang Hill, jangan lewatkan Kek Lok Si Temple juga karena masih searah dan mudah ditemukan lokasinya.

Awal Cara Naik Bus Rapid

Saya akan menceritakan berdasarkan pengalaman terlebih dahulu, perjalanan dimulai dari kawasan George Town lebih tepatnya Lebuh Chulia. Ada banyak pilihan bus dengan destinasi beragam namun kami memilih nomor 201. 

Oh ya, tidak perlu merasa kesulitan menemukan nomor bus karena sistemnya di Penang sudah sangat rapi. Cukup cari di Google Maps saja, ketik destinasi dan titik awal keberangkatan. Nantinya akan ada beragam pilihan nomor bus yang ditampilkan dan pilihlah sesuai tujuan.

Jika kawan-kawan melalak cantik tinggal di daerah lain pun selama masih ada bus rapid maka bisa cek nomornya, bahkan bisa pula menyambung dengan naik beberapa bus. Tentu saja itu lebih repot donk tetapi  bagi traveler yang tinggal di kawasan George Town akan lebih mudah karena pilihan bus beragam.

Cara Bayar Ongkos Bus Rapid


Setelah menemukan nomor bus maka harus menunggu di bus stop atau perhentian bus yang ada di beberapa sudut jalan. Tidak semua menyediakan tempat duduk maka harus sabar menanti bus dengan berdiri.

Jika mau cari tempat duduk, bisa pula menemukan bus stop yang ada bangku tapi hendaklah jalan ke beberapa titik. Lagi pula, biasakan utamakan beri kepada ibu hamil maupun orang tua sehingga sebagai anak muda masih bisa berdiri saja.

Biasanya saat bus sudah datang dari kejauhan, orang-orang yang sudah menunggu akan langsung segera berdiri dan menghentikan bus tersebut dengan lambaian tangan. Penumpang pun akan dengan sabar antri untuk naik, pintu masuk dan keluar dipisahkan sehingga tidak terjadi tabrakan satu sama lain.

Ketika sudah di dalam bus, langsung sebutkan nama destinasi yang dituju kepada supir sehingga saat itu pula akan diberi tahu harga ongkosnya. Biasakan sedia uang recehan atau uang kecil karena tidak akan ada kembalian, supir akan menyebutkan nominal ongkos dan penumpang langsung masukkan uang ke baki yang tersedia.

Biaya sekali jalan untuk menuju Penang Hill pun hanya sekitar lebih kurang RM3 tetapi berhubung kami mengawali perjalanan ke Kek Lok Si Temple maka biaya menjadi double. Ongkos awal sekitar RM2 lebih dan dari Kek Lok Si hanya sekitar RM1 lebih saja.

Oh ya, jika kalian malas naik bus dari Kek Lok Si bisa pula naik taksi online kok dan harga juga tidak semahal dari kawasan George Town karena lingkungan lokasinya masih sama di Air Itam. Tetapi bagi penikmat pengalaman naik bus maka lebih seru aja sih.

Cara Henti di Destinasi


Saat sudah tiba di tujuan, mungkin akan kebingungan cara meminta supir menghentikan bus. Tetapi jangan sampai terburu-buru berteriak karena ada tombol yang siap ditekan di sekitar bangku bus maupun di tiang pegangan dalam bus.

Jika kalian mendapatkan bangku untuk duduk maka bisa langsung pencet saja ketika bus sudah mau mendekat di perhentian bus. Biasanya sih untuk destinasi wisata, ada beberapa penumpang lain yang juga turun di tempat tersebut maka jarang sekali Saya pencet tombol untuk berhenti.

Pastikan turun ketika sudah terbuka pintunya dan segeralah turun apabila memang sudah sampai di bus stop. Jika tidak ada lagi yang turun maka pintu bus segera akan ditutup otomatis oleh driver. Pernah kejadian pada Saya yang masih ragu mau turun di bus stop yang mana sehingga harus turun di perhentian berikutnya karena pintu bus sudah ditutup.

Tiba di Penang Hill

 
Kawan-kawan yang ingin langsung mendapatkan dua destinasi bisa mulai perhentian di Kek Lok Si Temple dan lanjut naik bus ke Penang Hill. Jika sudah sampai di perhentian bus Penang Hill, bisa langsung turun dan tentu saja harus tetap jalan menuju pintu masuknya.




Ketika mau pulang pun, bisa cari gambar perhentian bus dan pilih tujuan ke kawasan George Town, pada saat itu, Saya dan suami berjalan ke depan sampai bus stop dan memang tidak begitu dekat tetapi sekalian olahraga tentu tidak ada salahnya deh.

Itulah cerita perjalanan cara menuju Penang Hill naik Bus Rapid sehingga biaya traveling bisa lebih hemat. Alokasi dana bisa untuk bayar penginapan maupun makan serta oleh-oleh. Tungguin cerita perjalanan melalak cantik lainnya selama liburan di Malaysia, ya.























Berbicara mengenai dunia tulis menulis memang selalu memiliki perkembangan. Sejak suka menulis hingga saat ini, terus ada saja inovasi yang dilakukan. Pembelajaran terus berkembang, beragam keterampilan baru serta kreatifitas bisa dikembangkan seiring perkembangan teknologi juga.

Dunia literasi kini berkembang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Jika dulu menulis dianggap sebagai hobi sunyi di balik meja kerja, kini aktivitas ini bisa menjadi sumber penghasilan yang nyata. Salah satu peluang terbesar datang dari aplikasi novel digital, platform yang mempertemukan para penulis dengan jutaan pembaca daring.

berpenghasilan dari novel digital


Berpenghasilan dari Menulis Konten


Melalui acara bertema Menulis dan Berpenghasilan di Novel Digital yang dihadiri oleh para penulis dari Komunitas Bisa Menulis (KBM) seperti Bunga BTP, Dwiindra, dan Ciayo Indah, para peserta diajak memahami langkah-langkah teknis untuk memulai karier sebagai penulis digital profesional serta mereka membagikan pendapatan yang sudah diraih hingga milyaran. Serunya lagi bahkan diajak berjalan-jalan ke luar negeri sebagai penulis yang sudah mencapai tingkatan tertentu di KBM..

Acara ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Badan Ekonomi Kreatif, Ibu Yuana Rochma Astuti, S.E., M.Si. yang menekankan bahwa industri kreatif—terutama literasi digital—mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Penegasan ini diperkuat oleh kehadiran Isa Alamsyah, Founder dan CEO KBM, yang dikenal sebagai sosok penggerak ekosistem kepenulisan modern di Indonesia. Dalam sambutannya, Isa menyampaikan bahwa peluang berpenghasilan dari menulis kini semakin terbuka, asalkan penulis memahami teknis, konsistensi, dan pasar pembaca.



Teknis Menulis di Aplikasi Novel Digital


Sesi utama acara ini membahas bagaimana cara menulis cerita yang tidak hanya menarik, tetapi juga layak diterbitkan di aplikasi novel digital. Bunga BTP, penulis yang dikenal dengan gaya penceritaan emosional, menjelaskan pentingnya memahami struktur cerita. Mulai dari menciptakan premis yang kuat, membangun konflik, hingga membuat karakter yang hidup. Ia menekankan bahwa pembaca digital menyukai cerita yang mengalir, mudah dipahami, tetapi tetap memancing rasa penasaran.

Bahkan saat sesi Bunga BTP menceritakan juga pengalamannya menulis sambil mengurus anak spesial yang hebat. Itulah menariknya dengan menulis digital ini bisa dilakukan saat mengerjakan urusan rumah tangga juga sehingga para ibu bisa berpenghasilan dari rumah. Bahkan ia sudah mendapatkan banyak perjalanan ke luar negeri bersama KBM.

Sementara itu, Dwiindra mengungkapkan bahwa konsistensi adalah kunci utama. Di platform novel digital, penulis dituntut untuk update rutin—bisa mingguan atau bahkan harian. Menurutnya, konsistensi bukan hanya menjaga interaksi dengan pembaca, tetapi juga memengaruhi algoritma platform yang dapat meningkatkan jangkauan cerita. Ia juga menceritakan pengalamannya sudah berangkat umroh bersama KBM.

Ciayo Indah, yang menulis genre romance dan horror, berbagi tentang pentingnya memahami selera pasar. Di dunia novel digital, genre populer seperti romansa, thriller, dan fantasi memiliki pembaca yang sangat loyal. Ia mendorong para penulis untuk melakukan riset kecil sebelum mulai menulis, seperti membaca karya penulis lain, melihat top-chart di aplikasi, dan mempelajari gaya penulisan yang digemari saat ini.

Peluang Penghasilan di Novel Digital


Salah satu bagian yang paling ditunggu peserta adalah penjelasan mengenai skema penghasilan. Aplikasi novel digital umumnya memberikan pendapatan melalui sistem pembelian chapter, bonus eksklusif, hingga kontrak penulis. Penulis yang tulisannya berhasil menarik banyak pembaca dapat memperoleh pendapatan yang cukup menjanjikan, bahkan menjadi pekerjaan penuh waktu.




Isa Alamsyah menegaskan bahwa selama penulis mampu memberikan karya yang berkualitas, profesional, dan konsisten, peluang untuk mendapatkan kontrak eksklusif dari platform sangat terbuka. Di sinilah komunitas seperti KBM berperan penting—mereka menyediakan ruang belajar, mentoring, dan dukungan sesama penulis agar bisa berkembang bersama.




Para peserta pun sangat antusias mendengarkan semua penjelasan dari para penulis dan Bapak Isa Alamsyah, tampak banyaknya pertanyaan diajukan kepada para penulis dan semangat mendapatkan hadiah yang diberikan bagi para peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari narasumber.













 Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai menjadi lokasi kampung berseri pertama yang Saya kunjungi beberapa tahun lalu. Ketertarikan melihat sesuatu yang berbeda menjadikan perjalanan itu begitu berkesan.

Mengawali perjalanan dari pagi hari dari kota Medan dimana jarak menuju Binjai hanya sekitar sejam saja. Pada masa itu belum kepikiran untuk naik kereta api karena memikirkan transportasi lanjutan menuju lokasi Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi.

Kampung Berseri Astra


Saya berangkat dengan beberapa teman sesama penggiat aktifitas sosial yang juga ingin tahu tentang kampung tersebut. Selain itu, kami juga ingin lakukan penjelajahan untuk beberapa spot lainnya di Binjai sehingga perjalanan ini bisa dilalui seharian penuh.

Apa Itu Kampung Berseri?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai KBA Cengkeh Turi maka akan menarik untuk ketahui terlebih dahulu apa sih kampung berseri.

Kampung Berseri Astra (KBA) adalah salah satu program tanggung jawab sosial (CSR) dari PT Astra International Tbk yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa atau kelurahan agar menjadi kampung yang mandiri, bersih, sehat, dan produktif.

Program ini menjadi bagian dari visi Astra untuk “Sejahtera Bersama Bangsa”, di mana perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga ikut membangun kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Hingga saat ini, program KBA telah tersebar di lebih dari 130 lokasi di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Masing-masing kampung memiliki keunggulan khas — misalnya, ada yang unggul dalam kerajinan tangan, wisata edukasi, pengolahan sampah, atau pertanian modern

Tujuan utama KBA adalah untuk membantu masyarakat lokal meningkatkan kualitas hidup melalui empat pilar utama yaitu yang pertama adalah pendidikan, Astra membantu meningkatkan mutu pendidikan dengan menyediakan fasilitas belajar, pelatihan guru, pojok baca, dan kegiatan literasi bagi anak-anak.

Selanjutnya adalah pilar kesehatan, program ini mendorong masyarakat untuk hidup sehat, misalnya dengan mendirikan posyandu, memberikan pelatihan kader kesehatan, dan kampanye pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kemudian lingkungan yang mana fokus pada menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan — seperti pengelolaan sampah, penghijauan, taman hijau, serta daur ulang. dan yang terakhir adalah kewirausahaan, Astra mendampingi UMKM dan pelaku usaha lokal agar bisa berkembang lewat pelatihan manajemen usaha, produksi, dan pemasaran agar ekonomi warga meningkat.

Mengenal KBA Cengkeh Turi


Dari sekian banyak Kampung Berseri Astra, salah satunya yang sudah Saya kunjungi adalah Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi di Binjai, Sumatera Utara. Saya juga sudah pernah mengunjungi yang  di Desa Lingga dan Pantai Cermin.
 
Nah, KBA Cengkeh Turi ini sendiri sudah banyak melakukan kegiatan dan mencapai keberhasilan, tentu saja Kampung Bereri ini berhasil berkembang melalui beberapa hal di antaranya: UMKM kerajinan akrilik yang sudah menembus pasar internasional, lingkungan hijau dengan tanaman hidroponik, gerobak literasi untuk anak-anak sekolah, dan aktivitas masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial.

KBA Cengkeh Turi



Saat ngobrol dengan para penggiat di KBA Cengkeh Turi ini, dikatakan bahwa suasana kampung terasa lebih hidup saat ini. Jika dilihat jalan-jalan lingkungan dihiasi tanaman hias dan pot bunga yang dirawat bersama. Dinding rumah dan pagar warga diberi sentuhan warna lembut yang membuat kampung terlihat bersih dan nyaman. Lebih dari itu, masyarakatnya kini aktif berinovasi dan bekerja sama untuk membangun kampung yang berkelanjutan.

Tentu saja keberhasilan Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi tidak terjadi begitu saja. Semuanya berawal dari komitmen warga dan pendampingan berkelanjutan dari Astra. Dengan adanya pelatihan, pembimbingan, dan kegiatan gotong royong menjadikan warga lebih percaya diri untuk menciptakan perubahan.

Kini, Cengkeh Turi dikenal sebagai kampung percontohan di Kota Binjai, tempat di mana semangat kolaborasi dan kepedulian tumbuh bersama. Banyak pengunjung datang untuk belajar langsung bagaimana kampung ini bisa bertransformasi dari lingkungan biasa menjadi kampung yang hidup dan produktif.

Konsep KBA Cengkeh Turi Dari 4 Pilar

Sebagaimana tujuan Kampung Berseri untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal melalui empat pilar, maka bisa dilihat pula aktifitas yang dilakukan KBA Cengkeh Turi dari pilar-pilar yang ada seperti:

1. Pilar Pendidikan: Menumbuhkan Generasi Cerdas dan Peduli

Di tengah kampung, SD Negeri 028067 Cengkeh Turi menjadi simbol kemajuan pendidikan. Sekolah ini mendapat dukungan penuh dari Astra untuk mengembangkan konsep sekolah hijau dan ramah lingkungan.
Anak-anak diajak belajar sambil bercocok tanam di taman mini dan kebun hidroponik sekolah. Selain itu, tersedia gerobak literasi yang membawa buku bacaan ke rumah-rumah warga—mendorong budaya membaca sejak dini.

Guru-guru juga rutin mengikuti pelatihan agar lebih kreatif dan adaptif dalam mengajar. Hasilnya, semangat belajar anak-anak meningkat dan mereka tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas sekaligus peduli pada lingkungan sekitar.

2. Pilar Kewirausahaan: UMKM yang Menembus Pasar Internasional

Pilar kewirausahaan di Cengkeh Turi menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Sekitar 70 persen warga kini aktif mengembangkan usaha kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu yang paling sukses adalah Siti Nurbaya Sianturi, pelaku usaha kerajinan akrilik yang membuat vas bunga, tempat tisu, dan berbagai hiasan rumah. Produk buatannya bahkan sudah diekspor ke Malaysia, membuka jalan baru bagi UMKM lokal untuk naik kelas.

aktifis kba cengkeh turi
Sumber foto: Intipos



Selain itu, warga lain juga mengembangkan usaha kuliner rumahan, keripik, hingga hasil olahan tanaman hidroponik. Semua ini tidak terlepas dari dukungan Astra melalui pelatihan kewirausahaan, pembukuan, dan pemasaran digital.

Kehadiran Astra membuat warga memiliki keyakinan baru: bahwa kemandirian ekonomi bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.

3. Pilar Lingkungan: Kampung yang Bersih dan Hijau

Salah satu hal yang paling terasa ketika memasuki Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi adalah kebersihannya. Hampir tidak terlihat sampah berserakan. Warga kini terbiasa mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos, serta memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran dan tanaman obat.

Pekarangan rumah menjadi hijau dan produktif, menciptakan suasana sejuk dan asri. Program Bank Sampah dan Taman Hidup Sehat juga berjalan aktif. Anak-anak dilibatkan dalam kegiatan daur ulang dan edukasi lingkungan, membuat kesadaran menjaga bumi tumbuh sejak dini.

4. Pilar Kesehatan: Hidup Bersih dan Sehat

Dalam bidang kesehatan, masyarakat Cengkeh Turi kini semakin sadar pentingnya pola hidup bersih. Kegiatan Posyandu rutin dijalankan oleh kader kesehatan dengan dukungan alat pemeriksaan sederhana seperti tensimeter dan timbangan bayi.

Selain itu, warga juga dilatih untuk mengenali tanda-tanda penyakit ringan dan melakukan pencegahan dini. Astra turut membantu menyediakan pelatihan kader kesehatan dan penyuluhan gizi seimbang. Upaya ini membuat angka kesehatan warga meningkat dan kesadaran hidup sehat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Begitulah KBA Cengkeh Turi bisa terus berhasil dan berkembang serta menjadi wajah baru yang menginspirasi untuk lingkungan sekitar dan tentunya Kampung Berseri Astra lainnya. Kawan-kawan melalak cantik yang mau kesana bisa langsung saja cari alamatnya dan bisa lihat langsung aneka kegiatan-kegiatan disana.




























Sebagai traveler yang banyak melakukan aktifitas outdoor, penggunaan sunscreen tentu menjadi bagian tak terlupakan. Saat ini, penggunaan sunscreen bukan lagi pilihan tambahan dalam rutinitas skincare, melainkan sebuah keharusan.

Kenapa Anessa Sunscreen Menjadi Favorit?

Traveling mengunjungi negara-negara favorit sudah menjadi hobi, tentu tidak ingin aktifitas terhambat karena takut terpapar sinar matahari. Itu sebabnya, selalu bawa sunscreen favorit agar dimana pun beraktifitas bisa tetap terlindungi.

kenapa anessa sunscreen


Salah satu produk sunscreen yang banyak dibicarakan adalah Anessa Sunscreen dari Shiseido, brand asal Jepang yang sudah dikenal secara global. Tidak hanya menawarkan perlindungan dari sinar UV, sunscreen ini juga dirancang dengan formula inovatif sehingga menjadi favorit banyak beauty enthusiast.

Mengapa Harus Memakai Sunscreen?

Beberapa kawan melalak cantik masih ada yang suka bertanya mengenai penggunaan sunscreen. Alasan harus memakai sunscreen tentu saja dikarenakan paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti penuaan dini, munculnya flek hitam, kulit kusam, bahkan risiko kanker kulit.

Oleh karena itu, memilih sunscreen terbaik yang mampu melindungi kulit secara optimal adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit. Beragam pilihan sunscreen memang bisa dipilih namun disesuaikan dengan kebutuhan kulit tentunya.

Penggunaan skincare pun harus tepat agar manfaatnya bisa didapatkan sesuai keinginan. Urutan skincare pemula pun harus dipahami sehingga kawan melalak cantik tahu apa saja yang perlu dilakukan. Ketika urutan skincare sudah tepat maka hasil bisa lebih maksimal.

sunscreen terbaik aktifitas outdoor


Kenapa Anessa sunscreen jadi favorit aktifitas outdoor? Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat dan kelebihan yang dimiliki oleh Anessa sunscreen, terlebih dahulu mari mengenal tentang Anessa.

Tentang Anessa Sunscreen

Anessa merupakan brand milik Shiseido yang berfokus pada perlindungan kulit dari sinar UV. Produk unggulannya, Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk SPF50+ PA++++, dikenal sebagai sunscreen nomor 1 se-Asia dan di Jepang selama lebih dari 22 tahun berturut turut.

keunggulan anessa sunscreen


Sunscreen ini menggunakan teknologi Auto Booster Technology yang membuat perlindungan semakin kuat saat terkena air, keringat, dan kelembapan. Tidak heran jika produk ini sangat populer bagi mereka yang aktif di luar ruangan maupun yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

UV sunscreen berbahan gel dilengkapi dengan SPF50+ dan PA++++ (broad spectrum) untuk melindungi kulit dari sinar UV serta polusi yang tahan kelembapan, air, dan keringat. Mencegah penuaan dini dengan formula skincare dan dilengkapi dengan inovasi SUNstainable yang ramah lingkungan. Memberikan hasil akhir yang dewy dan glowing pada kulit.

Sebanyak 99% pengguna setuju bahwa ANESSA Perfect UV Skincare Gel memiliki tekstur dewy dan nyaman digunakan di kulit.* Cocok digunakan oleh pemilik kulit kering untuk berikan tampilan fresh pada wajah.

Keunggulan Anessa Sunscreen

1. SPF50+ PA++++ 
Memberikan perlindungan maksimal dari sinar UVA dan UVB

2. Teknologi Aqua Booster EX
Perlindungan semakin kuat saat kulit terkena keringat atau air. Cocok untuk olahraga dan aktivitas outdoor.

3. Formula Ringan & Tidak Lengket
Teksturnya cair seperti susu, cepat meresap, dan tidak meninggalkan white cast.

4. Mengandung Skincare Ingredients
Diperkaya dengan hyaluronic acid dan collagen yang membantu melembapkan kulit sekaligus menjaga elastisitasnya.

5. Non-Comedogenic & Dermatologically Tested
Aman digunakan untuk kulit berminyak maupun sensitif, tidak mudah menyumbat pori-pori.

Keunggulan Teknologi Terbaru Auto Veil Technology

Auto Veil Technology atau Auto Repair merupakan teknologi terbaru dari ANESSA yang bekerja merapatkan kembali pertahanan sunscreen akibat meregangnya otot-otot wajah seperti tersenyum, berkedip, mengernyit, tertawa, dan kegiatan lainnya yang bergesekan langsung dengan kulit.

teknologi anessa sunscreen


Sebagai informasi, riset menyebutkan manusia berkedip sebanyak 1200 kali per jam, secara alami area kulit mata akan cenderung berkurang elastisitasnya terutama di daerah kelopak yang memiliki kulit sangat tipis. Belum lagi tersenyum, tertawa dan segala pergerakan wajah tersebut mengikis kemerataan sunscreen sedikit demi sedikit, itu juga yang menjadi penyebab riasan menjadi lebih mudah crack. 

Dengan Auto Veil Technology, segala bentuk ekspresi wajah ataupun terjadi gesekan pada kulit, sunscreen mampu merapatkan dan meratakan kembali perlindungan dalam waktu 5 menit.

Cara Pemakaian Anessa Sunscreen

Untuk hasil maksimal, gunakan sunscreen ini sebagai langkah terakhir setelah skincare dan sebelum makeup. Kocok botol terlebih dahulu, lalu aplikasikan secukupnya ke wajah dan leher. Ulangi pemakaian setiap 2–3 jam sekali, terutama setelah berenang atau berkeringat.

Varian Anessa Sunscreen

Selain Perfect UV Skincare Milk, Anessa juga memiliki beberapa varian lain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan yaitu Anessa Perfect UV Skincare Gel: tekstur gel ringan, cocok untuk kulit kering. Anessa Whitening UV Sunscreen Gel: memiliki tambahan kandungan untuk membantu mencerahkan kulit. Anessa Moisture UV Sunscreen Mild Milk: diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan anak-anak.

Harga dan Ketersediaan

Harga Anessa Sunscreen di Indonesia berkisar antara Rp350.000 – Rp450.000 untuk ukuran 60 ml, tergantung varian dan tempat pembelian. Produk ini bisa ditemukan di berbagai e-commerce resmi, counter Shiseido, maupun toko kosmetik terpercaya.

Review Pemakaian Anessa Sunscreen

Berdasarkan pengalaman banyak pengguna, sunscreen ini memang terasa sangat ringan di kulit, cepat meresap, dan tidak meninggalkan rasa lengket. Perlindungannya juga terbukti tahan lama, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan. Meskipun harganya tergolong premium dibandingkan sunscreen lokal, kualitas yang ditawarkan sebanding dengan hasilnya.

Sebagai pemilik kulit kering merasa sudah menemukan kecocokan penggunaan Anessa Perfect UV Skincare Gel. Saya sendiri sudah pakai lebih dari 4 minggu dan mulai tampak perubahan terutama untuk wajah lebih glow dan flek makin menipis.

review anessa sunscreen



Ini tentu rekomendasi sunscreen terbaik untuk kulit kering dan kemasan yang kecil cocok dibawa untuk traveling serta memudahkan pengaplikasian kembali selesai shalat. Itulah kenapa Anessa sunscreen jadi favorit aktifitas outdoor.
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates