facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Mau lihat Singapura lebih dekat dan hemat? Banyak cara untuk mengelilingi Singapura tapi yang tidak membuat dompet menangis, apa donk solusinya? Kebanyakan traveler yang ke Singapura langsung mengandalkan MRT, tapi coba sekali saja naik bus umum yang ternyata gampang banget lho. Transportasi yang santai buat nikmati suasana kota solusinya naik bus umum saja di Singapura.

cara naik bus di singapura untuk turis hemat

Mengingat perjalanan pertama kali ke Singapura sekitar tahun 2017 lalu, kalau mendengar transportasi umum di Singapura, kebanyakan orang pasti langsung teringat MRT. Memang benar, MRT di Singapura terkenal cepat dan nyaman. Tapi ternyata, ada pilihan transportasi lain yang tidak kalah praktis sekaligus lebih hemat untuk menikmati suasana kota, yaitu bus umum.

Saya sendiri saat pertama kali traveling ke Singapura mau naik bus terdengar membingungkan. Padahal setelah dicoba, transportasi ini justru jadi salah satu cara paling menyenangkan untuk keliling kota sambil menikmati pemandangan khas Singapura dari jendela.

Dulu masih mencoba naik MRT saja karena hanya membayangkan mau naik transportasi modern saja. Tapi, begitu liburan terakhir ke Singapura bersama teman-teman diajakin coba naik bus maka ini menjadi pengalaman pertama untuk gunakan bus.

Sebagai traveler yang suka jalan-jalan ke negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, Saya merasa bus di Singapura cocok banget untuk solo traveler maupun backpacker yang ingin perjalanan lebih santai dan hemat. Maybe next trip, Saya bakalan tetap coba naik bus aja deh keliling Singapura mengingat lebih mudah dan asik lihat sekeliling kota.


Kenapa Naik Bus di Singapura Lebih Menarik?


Salah satu alasan suka naik bus di Singapura adalah karena kita bisa menikmati suasana kota lebih dekat. Kalau naik MRT, kita lebih banyak berada di bawah tanah. Sedangkan bus membawa kita melewati jalan-jalan cantik, gedung modern, kawasan perumahan, sampai sudut kota yang jarang terlihat turis.

Selain itu, halte bus di Singapura juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan beberapa tempat wisata justru lebih dekat dijangkau menggunakan bus dibanding MRT. Bus di Singapura juga terkenal bersih, nyaman, ber-AC, dan tepat waktu. Jadi meskipun menggunakan transportasi umum, rasanya tetap nyaman untuk turis.

Ternyata enggak sia-sia deh nyobain bus di Singapura pertama kali, awalnya sempat ragu saat diajakin kawan ngetrip. Eh, malah kepikiran bakalan coba lagi di next trip biar nyobain rute lainnya biar makin seru dan nambah pengalamannya.

Cara Bayar Bus di Singapura

Hal paling penting sebelum naik bus di Singapura adalah menyiapkan kartu pembayaran transportasi. Biasanya turis menggunakan EZ-Link Card, Singapore Tourist Pass maupun kartu debit atau kredit contactless.

Saya pun mengingat dulu pertama kali ke Singapura beli EZ-Link yang kalo dirupiahkan bisa sampai 200 ribuan, ya ampun kenapa dulu boros banget ya saat liburan di Singapura. Memang pada saat itu belum punya CC (Credit Card) sih dan syukurnya saat naik bus pada liburan terakhir itu uda bisa pakai CC BCA, yeayy akhirnya punya CC.

Cara penggunaannya sangat mudah lho jadi saat naik bus, cukup tap kartu di mesin dekat pintu masuk depan. Lalu saat turun, jangan lupa tap lagi di mesin dekat pintu keluar. Banyak turis pemula lupa tap saat turun dan akhirnya saldo terpotong lebih mahal. Jadi pastikan jangan lupa bagian ini ya, gaes.

Cara Mengetahui Rute Bus

Awalnya sempat bingung membaca rute bus di Singapura. Tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah karena ada aplikasi. Saat itu cuma ngandalin teman sih, kami berempat dan salah satunya yang sibuk dengan urusan cek rute ini.

Oh ya, kawan melalak cantik yang mau cobain bisa banget lah buka aplikasi yang paling membantu seperti Google Maps, Citymapper maupun Moovit. Mudahnya cukup masukkan tujuan, lalu aplikasi akan menunjukkan nomor bus, halte keberangkatan, sampai estimasi waktu perjalanan. Menurut Saya sih memang Google Maps sudah cukup membantu untuk traveler pemula.

Tips Naik Bus di Singapura untuk Pertama Kali

Para traveler yang naik bus pertama kali di Singapura tetap harus perhatikan beberapa poin di bawah ini, tau sendiri kan kalo Singapura itu sangat tertib maka jagalah hal tersebut, misalnya seperti ini:

1. Antre dengan Tertib

Warga Singapura sangat tertib saat naik bus. Jadi pastikan ikut antre dan jangan menyerobot.

2. Masuk dari Pintu Depan

Penumpang masuk lewat pintu depan dan keluar dari pintu belakang atau tengah.

3. Tekan Tombol Stop

Kalau halte tujuan sudah dekat, tekan tombol stop yang tersedia di dalam bus agar sopir tahu kita ingin turun.

4. Hindari Jam Sibuk

Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari jam kerja pagi dan sore karena bus bisa sangat ramai.

Lebih Hemat untuk Traveler Budget


Buat traveler yang ingin hemat, bus di Singapura bisa jadi solusi terbaik. Tarifnya cukup terjangkau dan banyak rute wisata yang bisa dijangkau tanpa harus sering pindah transportasi. Saya berkeinginan next trip memilih naik bus dari kawasan Bugis menuju Orchard hanya untuk menikmati suasana kota sambil duduk santai di dekat jendela.

Rasanya pasti berbeda dibanding buru-buru naik MRT, mekipun saat itu Saya dan teman-teman naik bus sekitar China Town, Bugis dan melihat sekitaran Orchard juga tapi masih belum puas sih. Tau sendiri kan bahkan kadang perjalanan dengan bus justru terasa seperti city tour murah versi backpacker. Jadi gak harus booking naik bus hop on atau hop off tetap bisa happy keliling kota.




Pengalaman yang Lebih Seru


Menurut Saya, naik bus di Singapura bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan. Kita bisa melihat kehidupan lokal lebih dekat, memperhatikan aktivitas warga, sampai menemukan sudut kota yang tidak ada di itinerary wisata biasa.

Hal-hal sederhana seperti melihat deretan rumah, taman kota yang rapi, atau suasana sore di jalanan Singapura justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Bayangin deh, bisa berada dalam satu bus dengan warga lokal dan lihat apa yang dilakukan selama di dalamnya.

Oh ya, busnya kan double dekker tuh, pilihlah di bagian lantai atas biar puas lihat sekeliling ya. Kalian ada yang punya pengalaman naik bus di Singapura gak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.



 Mengingat perjalanan tidak selalu sama bahkan bisa transit cukup lama, kepikiran gak sih buat beli makanan selama di bandara? Pernah niat awal cuma mau coba beli air mineral doank di mini market eh tergoda juga beli makanannya yang ternyata itu mahal.

beli makanan di bandara yeay or nay


Traveler on Budget Beli Makanan di Bandara

Kalo cuma beli makanan atau minuman doank di mini market sih masih bisa diatasi kantong meskipun sudah termasuk kategori lebih mahal dari harga normal biasanya. Tapi, ketika nongkrong alias duduk di outletnya maka akan terasa sekali harganya tidak sewajarnya.

Sstt, tentu saja ini bukan menjadi masalah bagi traveler yang punya duit, berlibur dengan kondisi keuangan berlebih. Tapi akan kepikiran si pejalan hemat jika harus keluarkan duit buat makan hingga ratusan ribu sekali doank di bandara.

Saya pernah mengalami saat berlibur di Turki, niat awal mau ambil minum gratisan tapi apalah daya sedang masa pandemi maka tidak ada tersedia air yang free. Jadilah beli air kemasan ukuran kecil yang ternyata ketika dirupiahkan menjadi 30 ribuan padahal cuma 3000 ribuan di Indonesia.

Well, tidak hanya cerita itu saja, berhubung sedang lapar saat transit di Doha, Qatar maka beli makanan cepat saji berisi burger dan kentang goreng. Ketika memesan hanya bayangkan seperti biasa makan di Indonesia, lengkaplah pesan dengan minumannya hingga pas bayar sudah sampai 200 ribuan. Biasanya untuk paket lengkap gitu cuma 50 ribuan lebih dikit aja sih.

So, Beli Makan di Bandara Yeay or Nay?

Sebenarnya kembali ke kebutuhan sih atau sekedar ingin punya pengalaman bisa makan sambil ambil tempat duduk nyaman di dalam outlet. Ketika berlibur sendiri sudah pernah coba di berbagai negara dan niatnya memang cuma mau isi perut tapi bisa boncos juga.

Setelah itu, terakhir coba makan di bandara juga saat berlibur dengan suami karena penerbangan malam dan perut sudah keroncongan. Awalnya mau jajan santai ternyata melebihi budget bisa makan buat 5 orang di luar bandara. So, sebenarnya beli makan di bandara ini yeay or nay sih?

Beberapa kawan melalak cantik mungkin bertanya kenapa sih para pelancong mau beli makanan di bandara. Tetap saja ramai semua outlet dengan beragam pilihan menu meskipun makanan maupun minuman mahal. Well, tentu saja ada alasan-alasan berikut ini:

1. Takut Lapar di Pesawat


Memang ada maskapai yang juga menawarkan untuk beli makanan di pesawat tetapi tidak semua penumpang cocok dengan makanan yang tersedia. Nah, itulah kenapa lebih pilih beli makanan terlebih dahulu daripada nantinya lapar di pesawat terutama jika punya penerbangan yang cukup lama.

2. Delay Penerbangan

Biasanya jika sudah kena delay penerbangan maka traveler akan mencari makanan di bandara terutama apabila maskapai tidak mengganti rugi dengan beri makanan gratis. Mau gak mau beli makanan karena tentu saja sudah menunggu lama membuat lapar.

3. Makanan Pesawat Mahal atau Tidak Dapat Makan


Seperti yang sudah Saya tuliskan di atas bahwa beberapa penumpang takut lapar di pesawat tapi mau beli makanan terasa mahal dengan rasa yang bisa saja tidak cocok di lidah. Bisa juga karena tidak dapat makan makanya mikir lagi mau beli di pesawat. Tapi tetap bisa kok naik maskapai yang sedia makanan dan minuman juga dalam tiket pesawat namun tentu saja mahal.

4. Ingin Healing Sebelum Boarding


Ini memang tipikal owner melalak cantik sih, niatnya cuma inign healing sebelum boarding. Berkeinginan cuma pengen punya pengalaman duduk manis di outlet resto yang hits dan ramai di bandara. Mau coba lihat kegiatan orang lain ketika duduk di dalam resto maupun cafe bandara.

5. Airport Vibes Memang Menggoda


Kenapa bisa dibilang begitu? Karena memang nuansa maupun suasana bandara itu berbeda dari lainnya. Selalu ada hal menarik yang disukai sehingga bisa betah berlama-lama duduk di bandara sambil melihat sekitarnya. Seketika teringat saat pengen minum coklat Fore padahal terlalu sering beli di luar bandara tapi begitu tergoda dengan airport vibes makanya langsung duduk singgah disana.

Harga Makanan di Bandara Memang Bikin Kaget

Sebenarnya tidak akan kaget kalau ada duitnya sih, terlihat banyaknya traveler yang tampak biasa saja nikmati momen duduk di dalam outlet resto maupun cafe bandara. Bagi Saya yang masih mengandalkan tabungan ketika mau traveling maka harga air minum dalam kemasan di luar masuk akal akan terasa mahal.

Pernah juga beli kopi yang kenaikan harganya hampir dua kali lipat dari normal luar bandara. Bahkan nasi biasa pun bisa menjadi sultan saat masuk bandara, Saya pun teringat beli gorengan seperti curry puff yang untuk 1 pcs seharga 50 ribuan.

Tidak ada yang salah dengan harga makanan di bandara bikin kaget karena memang suasana itu yang premium, pajak pun pasti lebih mahal donk. Kita pun yang nikmati makanan maupun minuman di bandara pasti merasakan sensasi atau vibes yang beda maka jangan salahkan harganya.



Point of View Melalak Cantik 

Sebenarnya bisa yeay kalo meliputi poin-poin berikut ini:

1. Transit lama
2. Berangkat traveling pagi banget
3. Belum sempat makan
4. Penerbangan lebih 3 jam
5. Butuh recharge mood sebelum terbang
6. Pengen coba makanan khas di airport tertentu
7. Ngekonten



Terus nay saat kapan donk? Intinya jangan kalap beli makanan sih kalo kamu ngalamin ini:

1. Udah makan sebelumnya
2. Penerbangan singkat
3. Cuma lapar mata
4. Tergoda estetik semata
5. Lagi on budget

Tips Buat Traveler Hemat di Bandara

Beberapa kawan melalak cantik mungkin sedang memasuki fase liburan hemat atau tujuan utama berkelana memang untuk pengalaman bukan sekedar beli hal-hal mahal. So, beberapa tips ini bisa banget deh buat traveler bisa hemat di bandara:

1. Bawa tumbler kosong, sebagai pelancong hemat memang sudah menjadi kebiasaan Saya buat bawa tumbler sih bahkan saat naik maskapai dengan full service lho. Rasanya ada yang kurang jika kelupaan bawa tumbler gitu.

2. Makan berat sebelum ke airport, entah lah semua orang suka makan terlebih dahulu atau tidak. Saya sendiri bukan termasuk pelancong yang suka makan tapi ini tips cocok buat kawan-kawan yang sering lapar.

3. Cek lounge promo, nah ini pun pernah juga Saya lakukan ketika melihat ada promo lounge di bandara atau dari maskapai tertentu, lumayan bisa santai dapat makan juga dengan lebih terjangkau.

4. Beli snack di luar bandara, pasti banyak yang juga melakukan ini karena lebih hemat dan terjangkau. Saya pun beberapa kali lakukan hal tersebut mengingat harga di luar lebih murah dan variasi lebih banyak sih.

5. Cari food court, Saya sih pernah mencoba makan di resto dan food court bandara, memang perbedaan harga tidak terlalu signifikan tapi setidaknya ada harga yang lebih murah sedikit masih boleh dicoba.

6. Manfaatkan promo kartu debit atau kredit, Saya sendiri belum pernah memanfaatkan promo dari debit maupun CC tapi jika ada tentu tidak salah untuk mencoba, lumayan dapat potongan harga kan.

Jadi, kalo kawan melalak cantik nanyak lagi apakah yeay or nay untuk beli makanan di bandara tentu jawaban Saya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya traveling masing-masing deh. Bisa jadi terkadang dikatakan pemborosan tapi bisa pula menjadi bagian kecil dalam perjalanan yang terasa menyenangkan.

Well, kalo kamu termasuk yang mana? Memilih makan terlebih dahulu sebelum ke bandara atau lebih pilih mau jajan aja deh di airport?




















Katanya kalau mau traveling itu harus siap ‘kucel' dengan kulit kusam, rambut seadanya, dan outfit yang penting nyaman aja gitu Tapi entah kenapa, Saya nggak pernah benar-benar percaya dengan anggapan itu karena meskipun berlibur tetap harus on point.

cara tetap glow up saat traveling



Kalimat seperti itu sempat terlintas di kepala saat pertama kali memutuskan untuk solo trip dengan budget terbatas pada tahun 2017 akhir. Waktu itu, Saya terlalu fokus menekan pengeluaran sampai lupa satu hal penting: perasaan nyaman dengan diri sendiri.

Hasilnya? Memang hemat, tapi setiap bercermin rasanya kurang percaya diri apalagi blog ini sejak awal dibangun punya citra melalak cantik yang mana saat traveling harus tetap terlihat on point. Di sisi lain, pernah juga terlalu sibuk ingin terlihat “sempurna” saat traveling tapi tentu saja ujung-ujungnya dompet yang menjerit pelan.

Dari dua pengalaman yang bertolak belakang itu, Saya akhirnya belajar satu hal sederhana: traveling itu bukan soal memilih antara hemat atau tetap cantik. Keduanya bisa berjalan beriringan, asal tahu caranya sih.

Buat Saya sekarang, definisi “cantik saat traveling” sudah berubah yang mana bukan lagi tentang makeup lengkap atau outfit yang selalu on point, tapi lebih ke bagaimana bisa tetap merasa segar, rapi, dan nyaman di setiap langkah perjalanan. Cantik versi ini terasa lebih ringan, lebih jujur, dan justru lebih memancarkan percaya diri serta tentu saja budget lebih bersahabat.

Gimana Cantik Saat Traveling?


Salah satu kunci utamanya ternyata ada di cara kita packing. Dulu Saya sering membawa terlalu banyak produk, dengan alasan “jaga-jaga”. Padahal kenyataannya, setengah dari isi tas itu tidak terpakai. Bahkan pernah kelebihan bagasi sehingga harus membayar lebih hanya untuk barang bawaan saja.

Sekarang, Saya lebih memilih membawa skincare ukuran travel size dengan fungsi dasar: pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen. Sesederhana itu, tapi efeknya luar biasa. Kulit tetap terjaga, tas lebih ringan, dan nggak perlu repot setiap kali harus pindah tempat.

Hal yang sama juga berlaku untuk makeup. Sekarang lebih mulai mengandalkan produk multifungsi saja seperti lip tint yang bisa dipakai untuk bibir sekaligus blush on. Praktis, hemat tempat, dan tetap bikin wajah terlihat fresh untuk foto-foto kecil yang seringkali jadi kenangan paling berharga.

Lalu soal outfit, ini bagian yang dulu cukup tricky apalagi sudah punya branding si paling kece gaya saat liburan. Ingin terlihat stylish, tapi juga nggak mau over budget lagi deh terutama sayang untuk bayar bagasi pulang dan pergi.

Solusinya ternyata sederhana: pilih warna-warna netral dan model yang mudah dipadupadankan. Dengan beberapa potong pakaian saja, bisa menciptakan berbagai look yang berbeda. Selain itu, outfit yang nyaman juga memberi efek besar pada aura kita. Karena jujur saja, rasa percaya diri itu seringkali datang dari kenyamanan serta terkadang beli aja di kota yang dituju sehingga pergi ringan tapi pulang bisa bawa pakaian dari tempat berbeda.

Rahasia Cantik Dari Dalam


Selain penampilan luar, Saya juga mulai lebih memperhatikan self-care kecil selama perjalanan. Minum air putih yang cukup, istirahat yang terjaga, dan memberi waktu untuk diri sendiri meskipun hanya duduk santai di sudut kafe atau menikmati pemandangan tanpa terburu-buru. Hal-hal sederhana seperti ini ternyata sangat berpengaruh pada bagaimana kita terlihat dan merasa.

Seketika kembali memori ke satu momen saat duduk di sebuah kafe kecil setelah seharian berjalan kaki. Wajah Saya mungkin tidak sempurna, jilbab sudah tidak terlalu on point karena angin, tapi ada rasa tenang yang sulit dijelaskan. Di sekeliling, banyak orang dengan gaya mereka masing-masing, simple, santai, tapi tetap menarik dengan cara yang unik. Di situlah Saya sadar, cantik itu bukan tentang seberapa banyak usaha yang terlihat, tapi tentang bagaimana kita membawa diri.







































Pernah nggak sih, kamu booking penginapan cuma karena “yang penting murah dan strategis” tapi ternyata malah jadi salah satu bagian paling berkesan dari perjalananmu? Well, itu persis seperti yang Saya rasakan bersama suami waktu pertama kali menginap di Swing & Pillows Georgetown Penang.

review swing and pillows penang


Review Swing and Pillows Penang


Ini merupakan sebuah hostel yang diam-diam punya cara sendiri untuk bikin tamunya jatuh hati sih. Awalnya, kami nggak berekspektasi banyak karena saat berlibur di akhir tahun tidak mudah menemukan penginapan murah dan nyaman.

Sebagai pejalan yang lebih suka menghabiskan budget untuk kuliner dan eksplorasi kota, penginapan buat Saya tentu saja sekadar tempat untuk istirahat setelah seharian lakukan penjelajahan. Sebelum menikah pun lebih sering menginap di apartemen yang sudah lengkap fasilitas dengan harga terjangkau tapi lokasi memang kebanyakan di Bayan Lepas, cukup jauh ke kawasan wisata di George Town.

Hal yang paling penting lainnya juga tidak menyeramkan karena tidak sedikit hostel di Penang yang haunted. Bagi Saya untuk cari hostel yang penting bersih, aman, nyaman dan lokasinya strategis sih. Tapi begitu sampai di kawasan George Town, semua terasa sedikit berbeda. Jalanan yang penuh warna, mural di setiap sudut, dan aroma makanan yang menggoda seolah menyambut perjalanan ini dengan hangat.

First Impression Hostel Murah Gak Murahan


Kesan pertama menginjakkan kaki di Swing and Pillows sempat kebingungan karena ternyata ada dua hostel dengan nama yang sama di lorong yang sama pula. Saya pun memastikan kembali bahwa yang kami tuju sudah tepat meskipun tampak sepi dan seperti tak nampak ada kehidupan dari luar.




Memang sejak awal sudah tahu bahwa proses check-in dilakukan sendiri, hanya perlu menghubungi via WhatssApp ke admin. Kemudian, akan diberikan kode untuk bisa masuk ke pintu utama dan kamar. Tentu saja semuanya sudah disiapkan oleh pihak hostel termasuk kamar dan kebutuhan lainnya.

Proses check-in di hostel ini terbilang cepat dan tanpa ribet. Nggak ada kesan mewah memang, tapi justru itu yang bikin suasananya terasa santai. Interiornya minimalis dengan dominasi warna netral, dipadukan dengan pencahayaan hangat yang bikin suasana terasa nyaman. Bukan tipe tempat yang langsung bikin “wow” di awal, tapi perlahan bikin betah sih.




Begitu masuk ke ruangan utama tampak memang kesedarhanaan itu, tapi ketika naik ke lantai atas mulai terlihat interior yang memiliki nilai seni. Syukur saja tidak merasakan horor walaupun lampu remang-remang sedikit menakutkan karena memang suasana sangat sepi.

Ketika masuk ke kamar, kesan pertama yang muncul adalah: simple, tapi cukup buat berdua bersama suami. Tempat tidurnya empuk, sprei bersih, dan yang paling penting ada AC-nya dingin (trust me, ini penyelamat di Penang yang cuacanya bisa cukup terik).

Apa yang Buat Betah di Swing and Pillows?


Ada banyak hal yang buat betah di hostel murah tapi gak murahan ini bahkan Kami yang awalnya hanya 3 malam bisa extend 2 malam lagi lho.  Buat kamu yang seperti Saya, yang kadang masih harus update blog atau upload konten selama traveling, koneksi WiFi di sini juga cukup stabil. Jadi nggak perlu drama cari sinyal ke sana-sini deh, mau di kamar atau ruang komunal bahkan dapur tetap bisa kok.

Yang aku suka dari Swing & Pillows adalah konsepnya yang “nggak berlebihan, tapi ngena” banget. Mereka tahu kebutuhan traveler masa kini: tempat istirahat yang nyaman, lokasi strategis, dan harga yang bersahabat. Nggak ada fasilitas super fancy, tapi semua yang ada terasa cukup dan fungsional sih.

Traveler yang menghemat juga cocok disini, bayangin aja Penang dengan cuaca panas itu tentu butuh minum air putih yang banyak. Jika selalu beli air di supermarket tentu bisa menghabiskan banyak anggaran donk. Bersyukur deh bisa isi air dingin, mau air hangat juga bisa di dapur sehingga tiap keluar bisa penuhi semua botol minum terlebih dahulu sebelum keluar untuk jalan-jalan.

Fasilitas lainnya tentu saja bisa cuci kain karena ada jemuran kecil, tempat menggantungkan baju di kamar seperti lemari kecil, ada pula meja kecil dan bangku untuk kerja serta lampu kamar yang bisa diganti-ganti warna sehingga suasana makin romantis bersama suami.

Dan soal lokasi, ini salah satu nilai plus terbesar sih. Dari hostel, Saya dan suami bisa jalan kaki ke berbagai spot menarik di George Town. Mau cari street art ikonik? Tinggal jalan santai. Mau kulineran? Pilihannya banyak banget, dari makanan kaki lima sampai hidden gem yang sering direkomendasikan warga lokal. Rasanya seperti tinggal di tengah cerita, bukan sekadar jadi turis yang lewat gitu aja.

Momen Menarik Untuk Diingat

Ada satu momen yang cukup buat Saya mengingatnya dimana saat pagi hari Saya dan suami keluar hostel untuk mencari sarapan masih sekitar pukul 7 pagi. Udara masih segar, jalanan belum terlalu ramai, dan suasana kota terasa lebih “hidup” dengan cara yang tenang. 




Rasanya memang ini dinamakan slow living sih, kenyamanan yang hadir membuat hubungan makin romantis. Di momen itu, Saya pun sadar bahwa pengalaman menginap bukan cuma soal tempat tidur, tapi juga bagaimana sebuah tempat bisa membuat kita merasa lebih dekat dengan kota yang kita kunjungi.

Swing & Pillows juga cocok banget untuk berbagai tipe traveler sih. Seketika kepikiran juga kenapa dulu belum menemukan hostel ini saat masih suka liburan sendirian. Buat solo traveler, tempat ini terasa aman dan nyaman.

Buat backpacker, jelas ramah di kantong. Bahkan buat content creator yang butuh spot estetik sederhana, beberapa sudut di hostel ini masih cukup “Instagramable” dengan gaya minimalisnya. Saya pun melihat ada banyak wisatawan mancanegara yang menginap disini, terlihat saat mereka berkumpul di ruang komunal maupun ketika makan di dapur.




So, menurut Saya dan sudah bertanya pula ke suami bahwa tempat ini direkomendasikan deh untuk yang cari penginapan murah tapi gak murahan. Ada yang sudah punya pengalaman menginap disini? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.
Pertama kali Saya jalani solo trip di Indonesia, rasanya deg-degan tapi masih ‘aman’ yang dalam artian bisa dilalui dengan hati sedikit tenang. Tentu ada hal berbeda saat pertama kali keluar negeri sendirian, semuanya berubah mulai dari cara pesan makanan sampai cara percaya diri ngomong sama orang asing.

Mengingat perjalanan solo di dalam negeri itu dilakukan pertama kali saat mengikuti kegiatan Model United Nation (MUN) di Universitas Diponegoro tahun 2012. Akhirnya malah ngetrip keliling Pulau Jawa karena pengen ngerasain pindah antar provinsi naik kereta api.

Sejak sudah senang mencoba liburan sendiri di Indonesia, rasa penasaran bertambah hingga mau solo trip ke luar negeri. Itulah dimulai pada tahun 2017 setelah liburan ke luar negeri pertama bersama kawan-kawan pada tahun sebelumnya.

Apa Sih Serunya Liburan Sendiri?

Tentu saja ini belum tentu cocok bagi semua orang, bepergian sendirian membutuhkan mental yang kuat dan keberanian yang tidak biasa. Jika kebanyakan orang lebih memilih ngetrip dengan travel agent atau bersama teman-teman tapi Saya lebih prefer untuk solo trip saja.




Keseruan yang dirasakan berbeda dan ada pengalaman tersendiri yang tidak biasa. Bisa berinteraksi dengan orang baru dimulai dari komunikasi yang disampaikan dari pertemuan singkat. Menantang diri untuk mencari destinasi yang mau dituju sambil lihat peta dan bertanya ke warga sekitar.

Setelah perjalanan sendiri ini ada kenangan yang membuat diri menjadi semakin kuat menghadapi tantangan kehidupan. Bisa bertahan sendiri di negeri orang yang tentu saja harus bisa mengatur keuangan dan kemampuan diri untuk beradaptasi.

Ririn Wandes mulai dikenal dengan melalak cantik sejak awal suka menulis artikel perjalanan dan membagikan foto maupun video di media sosial mengenai hang out maupun info cafe serta wisata terbaru. Kemudian sejak lakukan solo trip ke luar negeri makin dikenal dan banyak mendapat tawaran job serta diundang jadi pembicara.

Kenapa Akhirnya Mau Solo Trip?

Pertanyaan yang tidak sedikit ditanyakan oleh teman maupun para pembaca serta pengikut di media sosial. Berhubung pada masa itu belum terlalu banyak perempuan yang melakukan perjalanan sendirian. Apalagi memang informasi pun tidak begitu mudah didapatkan seperti saat ini.

Jika dulu hanya sedikit wanita yang mau lakukan solo trip, sekarang tentu saja semakin meningkat terutama untuk trip keliling ASEAN. Postingan yang dibagikan melalui konten foto dan video di media sosial semakin berserakan, dengan mudah bisa ditonton dan dapatkan informasinya.




Akhirnya mau solo trip ini memang ternyata lebih fleksibel saja sih, bisa dilakukan tanpa menunggu jadwal liburan yang sama dengan orang lain. Jika harus nunggu bisa bersamaan tentu tidak sesuai dengan keinginan.

Perrnah janjian mau liburan, jadwal libur kerja berbeda. Sekalinya bisa libur tapi duit yang terkumpul tidak sama. Saya pun harus menyesuaikan jadwal bisa cuti dari tempat kerja dengan uang simpanan yang dimiliki. Itulah sebabnya memang akhirnya memutuskan mau solo trip saja dan ternyata seru hingga keberlanjutan.

Apa Sih Perbedaan Solo Trip di Indonesia dan Luar Negeri?

Berani bepergian sendirian di Indonesia dan luar negeri tentu saja ada perbedaan yang dirasakan dari perjalanan di lingkungan yang berbeda. Jika kawan melalak cantik bertanya apa sih perbedaannya, mari simak selengkapnya di bawah ini:

1. Rasa Aman dan Nyaman

Di Indonesia, Saya sih masih bisa ‘nekat’ karena tahu kalau tersesat pun masih bisa nanya dengan nyaman. Aura warganya masih sedikit dikenali apalagi bisa pakai bahasa yang satu sama lain masih saling ngerti. Tapi di luar negeri, harus bisa belajar lebih prepare, mulai dari save map offline sampai catat alamat hotel karena khawatir tersesat dan tidak mudah bertanya jika tidak semua bisa berbahasa Inggris.

2. Bahasa dan Komunikasi

Bisa saja dari bahasa yang berbeda dan gaya komunikasi menimbulkan kesalahpahaman. Jika di dalam negeri bisa gunakan bahasa sama pun tetap perhatikan intonasi. Begitu pula di luar negeri, harus bisa cari yang punya pemahaman Bahasa Inggris. Kejadian saat di Turki, tidak sedikit pula yang kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris sehingga sulit mau bertanya tentang informasi tertentu.

3. Budget dan Pengelolaan Uang

Berlibur di dalam negeri tidak khawatir nilai tukar mata uang berubah, pembayaran bisa lebih fleksibel dan tidak berubah. Cukup gunakan mata uang yang sama, bisa transaksi tunai dan non tunai dengan lebih mudah pula. Sedangkan saat di luar negeri harus prepare bawa duit tunai yang sudah ditukar tapi juga perlu siapkan kartu yang bisa digunakan untuk pembayaran di luar negeri.

Itulah perbedaan yang perlu dipahami dan dilakukan saat bepergian seorang diri baik di dalam dan luar negeri. Perlu diketahui agar tidak kebingungan nantinya ketika mua coba solo trip pertama kali.





























Mengingat perjalanan awal pertama kali dulu, traveling ke luar negeri terasa seperti mimpi yang terlalu tinggi. Hanya bisa melihat dari layar telepon genggam, ada foto teman, vlog YouTube, atau postingan Instagram yang terlihat “wah”.

Sampai akhirnya, ada jalanya juga tanpa rencana yang terlalu sempurna, Saya memberanikan diri untuk mengambil langkah pertama ikut bersama beberapa teman lakukan perjalanan ke luar negeri pertama kali. Dan ternyata, semua yang dibayangkan jauh lebih luar biasa saat benar-benar dijalani dan mengalami langsung momen itu.

cerita menginspirasi pengalaman ke luar negeri


Dari Mimpi, Obrolan di KFC Hingga Jadilah Perjalanan Ini


Semua berawal dari keinginan sederhana tapi untuk meraihnya tentu butuh usaha. Berkeinginan bisa melanjutkan kuliah S2 di luar negeri khususnya Amerika. Sejak kuliah sering menghadiri pameran pendidikan luar negeri dan selalu terbayang rasanya terbang jauh sampai ke negeri baru yang belum terjelajahi.

Ada keinginan melihat dunia lebih luas dan merasakan pengalaman yang sudah dialami orang lainnya. Sebagai seseorang yang awalnya hanya traveling dalam negeri dan itu pun dalam rangka mengikuti program kampus, keputusan untuk ke luar negeri terasa besar.




Awalnya berkumpul dengan seorang teman dalam satu organisasi yang kemudian bertemu dengan temannya hingga obrolan menjalar ke trip singkat. Berhubung kami bertiga memang pekerja tentu tidak bisa mengambil banyak jatah liburan.

Cerita ini seperti ngalur ngidul biasa, bahkan sekedar untuk ke negeri jiran yang dekat belum masuk dalam rencana perjalanan hingga bertemu teman-teman ini. Dilanjutkan obrolan serius agar menjadi kenyataan semua rencana, itulah mulai dari bikin paspor terlebih dahulu.

Salah seorang teman ada yang memang terbiasa bertransaksi jual beli tiket pesawat dan hotel, hingga akhirnya ia pun cari tiket murah. Setelah paspor selesai dan ada info tiket promo maka pemesanan akan segera dimulai.

Saya memang tidak ada kepikiran yang menakutkan tapi rasa bahagia yang hadir karena pertama kalinya akan punya cap di passport. Negara pertama yang dipilih bersama teman adalah yang dekat dan ramah untuk pemula, yaitu Malaysia.

Selain jaraknya dekat, banyak cerita bilang ini adalah “starter pack” untuk first timer traveler. Meskipun tidak sendirian tapi ini jadi momen paling berkesan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di bandara luar negeri. Rasanya campur aduk, ada deg-degan, excited, dan sedikit nggak percaya sih.

Traveling Pertama Itu Gak Harus Sempurna

Perjalanan pertama itu jauh dari kata sempurna apalagi traveling beramai-ramai. Ada saja hal yang gak sesuai keinginan apalagi jika punya gaya ngetrip yang berbeda. Seketika pun mengingat momen saat Saya pertama kali melakukan perjalanan solo.

Tentu saja ada hal-hal di luar dugaan seperti salah naik transportasi umum, bingung baca peta hingga nyasar dan harus bertanya sana sini hingga harus ada overbudget yang ternyata harus keluar dari perencanaan dana yang sudah disiapkan pada itinerary.

Pertama kali ngetrip sendiri itu sekitar tahun 2017 akhir menuju pergantian tahun ke 2018. Memberanikan diri menjadi solo traveler langsung memasuki 3 negara ASEAN yatiu Malaysia, Singapura dan Thailand dengan jalur bercampur mulai dari udara, darat hingga laut.

Tapi justru di situlah letak cerita serunya, ada sinyal dalam diri yang langsung keluar dimana harus bisa belajar beradaptasi, berani bertanya, dan mulai percaya diri untuk menjelajah sendiri. Cari tahu cara menuju tempat yang diinginkan tanpa ketakutan. Dari momen ngetrip ke luar negeri pertama kali bersama teman hingga pernah jalani sendiri juga, disitulah Saya sadar traveling bukan soal itinerary yang rapi, tapi tentang pengalaman yang kita rasakan.

liburan ke turki murah



Momen Kecil Mengubah Cara Pandang


Ada satu momen sederhana yang sampai sekarang masih diingat dimana bisa duduk di sudut kota, menikmati makanan lokal sambil melihat orang-orang berlalu lalang. Cuma sendirian mengunyah di tempat makan sambil melihat sekitar sambil berfikir beragam hal.

Di situ Saya mulai sadar bahwa dunia ini luas dan setiap orang punya cerita serta momen yang akan dilalui masing-masing. Traveling membuka perspektif baru dimana bisa menghargai perbedaan budaya dan kebiasaan berbeda, tentu saja jadi belajar mandiri dan lebih bersyukur dengan kehidupan yang dialami saat ini. Dan yang paling penting, dari momen perjalanan ke luar negeri ini pertama kali, Saya jadi lebih berani bermimpi lebih besar.

Cerita Trip Sendiri Menjadi Inspirasi Banyak Orang

Pengalaman pertama kali ngetrip ke luar negeri ini ternyata menjadi awal untuk bisa semakin terbuka peluang perjalanan lainnya dan bahkan penghasilan yang lebih luas. Saya pikir bahwa sekedar lakukan trip dan punya pengalaman untuk diri sendiri doank. Hingga banyak diundang menjadi pembicara yang menginspirasi menceritakan momen sebagai perempuan lakukan trip sendiri ke berbagai negara.




Sejak solo traveling itu, Saya pun mulai lanjut ngetrip sendiri ke beberapa negara yang ternyata memang seru. Bahkan ikut umroh pun gabung travel yang memang tidak ada orang dikenal sebelumnya. Jalan rejeki memang ada saja, diundang menjadi pembicara dan menginspirasi banyak orang pula untuk bisa bepergian ke luar negeri.




Kalau kamu masih ragu untuk traveling ke luar negeri pertama kali, Saya cuma mau bilang bahwa enggak perlu nunggu kaya, enggak perlu nunggu sempurna, semua cukup mulai dari niat dan langkah kecil saja. Karena pengalaman pertama itu bukan soal jauh atau dekat, tapi soal keberanian untuk mencoba. Setelah dicoba maka ternyata akan ketagihan dan terus ingin lakukan perjalanan selanjutnya.

Adakah kawan melalak cantik yang punya cerita pengalaman ngetrip pertama kali ke luar negeri? Yuk berbagi kisahnya di kolom komentar,





















Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates