facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Kalau ada satu hal yang selalu saya cari saat traveling atau menjelajahi sudut kota, itu adalah cafe yang bukan hanya menyajikan makanan enak tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan.

Saat berkunjung ke Chez Cafe Medan, saya langsung mengerti kenapa banyak orang menjadikan tempat ini sebagai salah satu cafe favorit untuk menghabiskan waktu santai.

review chez cafe medan



Review Chez Cafe Medan


Beragam tempat hang out mulai membanjiri kawasan Pancing, begitu pula dengan cafe yang semakin menjamur dengan ciri khas masing-masing. Calon customer bisa memilih sesuai selera, mau bergaya anak muda, makan untuk bersama keluarga, atau sedikit premium.

Sepertinya kawan melalak cantik mulai penasaran, mari kita ulas satu persatu dari setiap bagian Chez Cafe sehingga bisa dapat gambaran untuk coba berkunjung kesana.

First Impression


Chez Cafe ini hadir dengan sentuhan estetik cafe rumahan, tersedia beragam bakery yang masih terjangkau dan cocok menjadi tempat menghabiskan senja sendiri maupun bersama teman.

Jika biasanya kawan melalak cantik terbiasa di cafe yang besar, cobalah nikmati aneka minuman dan pastry di Chez ini. Ruangan minimalis yang tidak bisa menampung begitu banyak pengunjung tapi bisa memberi kesan nyaman.

Begitu memasuki area cafe, saya langsung menyukai konsep interiornya yang modern namun tetap hangat. Perpaduan warna netral, pencahayaan alami, dan dekorasi minimalis membuat tempat ini terasa nyaman untuk berbagai aktivitas.

Alasan Mengunjungi Chez Cafe

Kita semua punya selera yang berbeda terutama saat ingin santai di sebuah cafe, preferensi pun beragam pula. Inilah kenapa saya mau memberi tahu kawan melalak cantik alasan untuk mengunjungi Chez Cafe agar merasakan apa sih tujuan kesana.

Pertama, bisa diinfokan bahwa Chez ini estetik minimalis yang cocok bagi saya ingin working from cafe, tidak terlalu ramai sehingga bisa fokus bekerja. Kemudian, tersedia beragam minuman termasuk kopi yang tentu saja menjadi kawan kerja.

Spot foto instagrammable masihkah perlu dijadikan alasan juga? Tentu saja karena in this economy, banyak yang berpenghasilan dari jualan konten. Nah, punya foto bagus bisa dibagikan di sosial media dan cuan tentu menjadi banyak tujuan orang saat ini.

cafe chez pancing



Oya, jika kalian lapar tentu tidak cocok melalak cantik di cafe ini karena memang lebih tepat untuk hang out cantik saja. Jajan aneka pastry lalu seruput minuman hangat maupun dingin yang menjadi teman santai kawan-kawan.

Siapapun Cocok Nongkrong di Chez Cafe

Bisa saya katakan bahwa Chez Cafe ini cocok buat siapapun, kalian mau sekedar duduk baca buku ditemani kopi pun boleh. Bagi pekerja digital yang mau working from cafe pun asik aja karena tanpa keributan.

chez cafe medan pancing



Kamu mahasiswa mau belajar atau sambil kerjakan tugas, jangan khawatir karena ini bisa menjadi tempat habiskan waktu bersama kawan-kawan. Sstt, sekedar ngedate santai akhir pekan bersama pasangan pun masih cocok kok apalagi ambil posisi bangku di teras bakalan buat senjamu menjadi hangat dan romantis.

So, Jika kamu sedang mencari cafe di Medan yang menawarkan kombinasi suasana nyaman, desain estetik, dan pengalaman nongkrong yang menyenangkan, Chez Cafe bisa menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjunganmu berikutnya.










Menjadi guru yang bekerja di sekolah full day tentu ada tantangan tersendiri. Dulu, mungkin biasa saja sebelum menikah karena setiap hari bisa saja beli makan untuk sarapan, makan siang hingga makan malam.




Miyako, Alat Masak Nasi Praktis Untuk Ibu Bekerja


Saat sudah menjalani pekerjaan seharian di luar rumah tentu membutuhkan alat masak nasi yang praktis. Sebagai seorang ibu bekerja, saya sering merasa waktu berjalan terlalu cepat. Pagi hari dimulai dengan rutinitas menyiapkan sarapan, lalu bergegas ke sekolah, dan sore hari kembali disibukkan dengan urusan rumah.

Meskipun setiap hari pulang dan pergi bersama suami ke tempat kerja tapi tentu saja butuh menyiapkan makanan untuk keluarga. Jika dulu masih sendiri, suami sebagai anak kos bisa beli saja. Namun setelah menikah, kami ingin selalu ada momen untuk bisa makan bersama baik sarapan hingga makan malam.

Di tengah semua kesibukan rutinitas sebagai ibu bekerja, memasak nasi yang sempurna kadang terasa seperti tantangan kecil yang menyita waktu. Sampai akhirnya saya mencoba menggunakan Miyako, dan pengalaman saya berubah cukup signifikan.

Kenapa Ibu Bekerja Butuh yang Praktis?


Bagi ibu bekerja, efisiensi adalah segalanya. Dengan segala kesibukan, rutinitas yang dimulai dari matahari belum terbit sampai terbenam kembali tentu kita tidak selalu punya waktu untuk memasak dari awal, apalagi mengawasi prosesnya sepanjang waktu.

Inilah beberapa alasan kenapa penanak nasi jadi alat wajib:

- Menghemat waktu memasak
- Praktis tanpa perlu pengawasan
- Bisa digunakan untuk berbagai menu
- Menjaga nasi tetap hangat lebih lama

Tentu saja dengan menggunakan produk penanak nasi yang tepat, rutinitas harian jadi lebih ringan dan teratur. Beragam to do list harian lainnya pun bisa terlaksana sesuai perencanaan donk. Yah, meskipun awalnya, saya tidak terlalu berekspektasi tinggi.

Saya hanya butuh alat yang praktis dan tidak ribet. Namun sejak pertama kali menggunakan dari brand ini, saya mulai menyadari bahwa alat sederhana ini bisa memberikan kenyamanan yang besar dalam keseharian.

Pengalaman Pertama Menggunakan Produk Miyako

Pertama kali mencoba Rice Cooker ini, saya langsung merasa cocok. Proses penggunaannya sangat sederhana dan ternyata ini pun Kesayangan Nikita Willy lho.




Langkah yang biasa saya lakukan:

1. Cuci beras secukupnya
2. Tambahkan air sesuai takaran
3. Colokkan penanak nasi Miyako
4. Tekan tombol memasak
5. Bisa ditinggal mengerjakan hal lain deh

Sebagai ibu bekerja, ini sangat membantu karena saya bisa multitasking. Sebagaimana cerita momen sebelum berangkat kerja dimana pagi itu, seperti biasa Saya bangun lebih awal. Sambil menyiapkan bekal untuk Saya dan suami yang akan dibawa ke sekolah, diawali dengan Saya mencuci beras dan memasukkannya ke dalam rice cooker.

Hal yang saya suka adalah prosesnya sangat cepat dan tidak perlu banyak pengaturan. Cukup tekan satu tombol, dan saya bisa langsung beralih ke aktivitas lain. Tidak perlu khawatir nasi gosong atau kurang matang.

Salah satu hal yang membuat saya betah menggunakan rice cooker ini adalah hasil nasinya yang konsisten. Teksturnya pulen, tidak terlalu lembek, dan tetap hangat hingga beberapa jam. Buat Saya yang sering pulang kerja menjelang malam, ini sangat membantu. Tidak perlu memasak ulang atau memanaskan nasi berkali-kali. Suami pun tenang bisa makan kapan saja yang penting lauknya ada.

Selain itu, desainnya juga cukup simpel dan tidak memakan banyak tempat di dapur. Sebagai ibu bekerja, saya sangat menghargai peralatan yang tidak hanya fungsional tapi juga praktis. Produk dari Miyako ini awet sejak dulu dan hemat ramah di kantong serta tentu saja mudah dibersihkan, yang menurut saya adalah nilai plus besar. 

Kelebihan Rice Cooker Miyako yang Dirasakan


Setelah pemakaian rutin, ada beberapa keunggulan yang benar-benar terasa:

1. Nasi Pulen dan Matang Sempurna

Hasil nasi dari rice cooker ini konsisten. Tidak lembek dan tidak kering, pas untuk keluarga.

2. Fitur Keep Warm yang Awet

Nasi tetap hangat hingga berjam-jam. Ini sangat penting saat saya pulang kerja lebih malam.

3. Hemat Listrik

Sebagai pengguna harian, saya tidak melihat lonjakan besar pada tagihan listrik. Rice cooker ini cukup efisien.

4. Desain Simpel dan Tidak Makan Tempat

Cocok untuk dapur minimalis. Tidak ribet dan mudah dipindahkan.

5. Mudah Dibersihkan

Inner pot-nya tidak lengket, jadi mencuci jadi lebih cepat dan praktis.

Pada akhirnya, Saya merasa bahwa memiliki rice cooker yang tepat bukan sekadar soal memasak nasi, tapi tentang bagaimana kita mengelola waktu dan energi. Dalam keseharian yang padat, hal-hal kecil seperti ini bisa memberikan dampak besar.

Jadi, untuk para ibu bekerja di luar sana yang sedang mencari solusi praktis di dapur, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan rice cooker sebagai teman setia di rumah. Karena dari pengalaman, alat sederhana ini bisa membuat hari terasa sedikit lebih ringan dan lebih teratur.

Kapan nih kawan melalak cantik mulai pakai Miyako juga? Yuk dimulai dari sekarang gunakan rice cooker Miyako.

 Mau lihat Singapura lebih dekat dan hemat? Banyak cara untuk mengelilingi Singapura tapi yang tidak membuat dompet menangis, apa donk solusinya? Kebanyakan traveler yang ke Singapura langsung mengandalkan MRT, tapi coba sekali saja naik bus umum yang ternyata gampang banget lho. Transportasi yang santai buat nikmati suasana kota solusinya naik bus umum saja di Singapura.

cara naik bus di singapura untuk turis hemat

Mengingat perjalanan pertama kali ke Singapura sekitar tahun 2017 lalu, kalau mendengar transportasi umum di Singapura, kebanyakan orang pasti langsung teringat MRT. Memang benar, MRT di Singapura terkenal cepat dan nyaman. Tapi ternyata, ada pilihan transportasi lain yang tidak kalah praktis sekaligus lebih hemat untuk menikmati suasana kota, yaitu bus umum.

Saya sendiri saat pertama kali traveling ke Singapura mau naik bus terdengar membingungkan. Padahal setelah dicoba, transportasi ini justru jadi salah satu cara paling menyenangkan untuk keliling kota sambil menikmati pemandangan khas Singapura dari jendela.

Dulu masih mencoba naik MRT saja karena hanya membayangkan mau naik transportasi modern saja. Tapi, begitu liburan terakhir ke Singapura bersama teman-teman diajakin coba naik bus maka ini menjadi pengalaman pertama untuk gunakan bus.

Sebagai traveler yang suka jalan-jalan ke negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, Saya merasa bus di Singapura cocok banget untuk solo traveler maupun backpacker yang ingin perjalanan lebih santai dan hemat. Maybe next trip, Saya bakalan tetap coba naik bus aja deh keliling Singapura mengingat lebih mudah dan asik lihat sekeliling kota.


Kenapa Naik Bus di Singapura Lebih Menarik?


Salah satu alasan suka naik bus di Singapura adalah karena kita bisa menikmati suasana kota lebih dekat. Kalau naik MRT, kita lebih banyak berada di bawah tanah. Sedangkan bus membawa kita melewati jalan-jalan cantik, gedung modern, kawasan perumahan, sampai sudut kota yang jarang terlihat turis.

Selain itu, halte bus di Singapura juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan beberapa tempat wisata justru lebih dekat dijangkau menggunakan bus dibanding MRT. Bus di Singapura juga terkenal bersih, nyaman, ber-AC, dan tepat waktu. Jadi meskipun menggunakan transportasi umum, rasanya tetap nyaman untuk turis.

Ternyata enggak sia-sia deh nyobain bus di Singapura pertama kali, awalnya sempat ragu saat diajakin kawan ngetrip. Eh, malah kepikiran bakalan coba lagi di next trip biar nyobain rute lainnya biar makin seru dan nambah pengalamannya.

Cara Bayar Bus di Singapura

Hal paling penting sebelum naik bus di Singapura adalah menyiapkan kartu pembayaran transportasi. Biasanya turis menggunakan EZ-Link Card, Singapore Tourist Pass maupun kartu debit atau kredit contactless.

Saya pun mengingat dulu pertama kali ke Singapura beli EZ-Link yang kalo dirupiahkan bisa sampai 200 ribuan, ya ampun kenapa dulu boros banget ya saat liburan di Singapura. Memang pada saat itu belum punya CC (Credit Card) sih dan syukurnya saat naik bus pada liburan terakhir itu uda bisa pakai CC BCA, yeayy akhirnya punya CC.

Cara penggunaannya sangat mudah lho jadi saat naik bus, cukup tap kartu di mesin dekat pintu masuk depan. Lalu saat turun, jangan lupa tap lagi di mesin dekat pintu keluar. Banyak turis pemula lupa tap saat turun dan akhirnya saldo terpotong lebih mahal. Jadi pastikan jangan lupa bagian ini ya, gaes.

Cara Mengetahui Rute Bus

Awalnya sempat bingung membaca rute bus di Singapura. Tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah karena ada aplikasi. Saat itu cuma ngandalin teman sih, kami berempat dan salah satunya yang sibuk dengan urusan cek rute ini.

Oh ya, kawan melalak cantik yang mau cobain bisa banget lah buka aplikasi yang paling membantu seperti Google Maps, Citymapper maupun Moovit. Mudahnya cukup masukkan tujuan, lalu aplikasi akan menunjukkan nomor bus, halte keberangkatan, sampai estimasi waktu perjalanan. Menurut Saya sih memang Google Maps sudah cukup membantu untuk traveler pemula.

Tips Naik Bus di Singapura untuk Pertama Kali

Para traveler yang naik bus pertama kali di Singapura tetap harus perhatikan beberapa poin di bawah ini, tau sendiri kan kalo Singapura itu sangat tertib maka jagalah hal tersebut, misalnya seperti ini:

1. Antre dengan Tertib

Warga Singapura sangat tertib saat naik bus. Jadi pastikan ikut antre dan jangan menyerobot.

2. Masuk dari Pintu Depan

Penumpang masuk lewat pintu depan dan keluar dari pintu belakang atau tengah.

3. Tekan Tombol Stop

Kalau halte tujuan sudah dekat, tekan tombol stop yang tersedia di dalam bus agar sopir tahu kita ingin turun.

4. Hindari Jam Sibuk

Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari jam kerja pagi dan sore karena bus bisa sangat ramai.

Lebih Hemat untuk Traveler Budget


Buat traveler yang ingin hemat, bus di Singapura bisa jadi solusi terbaik. Tarifnya cukup terjangkau dan banyak rute wisata yang bisa dijangkau tanpa harus sering pindah transportasi. Saya berkeinginan next trip memilih naik bus dari kawasan Bugis menuju Orchard hanya untuk menikmati suasana kota sambil duduk santai di dekat jendela.

Rasanya pasti berbeda dibanding buru-buru naik MRT, mekipun saat itu Saya dan teman-teman naik bus sekitar China Town, Bugis dan melihat sekitaran Orchard juga tapi masih belum puas sih. Tau sendiri kan bahkan kadang perjalanan dengan bus justru terasa seperti city tour murah versi backpacker. Jadi gak harus booking naik bus hop on atau hop off tetap bisa happy keliling kota.




Pengalaman yang Lebih Seru


Menurut Saya, naik bus di Singapura bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan. Kita bisa melihat kehidupan lokal lebih dekat, memperhatikan aktivitas warga, sampai menemukan sudut kota yang tidak ada di itinerary wisata biasa.

Hal-hal sederhana seperti melihat deretan rumah, taman kota yang rapi, atau suasana sore di jalanan Singapura justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Bayangin deh, bisa berada dalam satu bus dengan warga lokal dan lihat apa yang dilakukan selama di dalamnya.

Oh ya, busnya kan double dekker tuh, pilihlah di bagian lantai atas biar puas lihat sekeliling ya. Kalian ada yang punya pengalaman naik bus di Singapura gak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.



 Mengingat perjalanan tidak selalu sama bahkan bisa transit cukup lama, kepikiran gak sih buat beli makanan selama di bandara? Pernah niat awal cuma mau coba beli air mineral doank di mini market eh tergoda juga beli makanannya yang ternyata itu mahal.

beli makanan di bandara yeay or nay


Traveler on Budget Beli Makanan di Bandara

Kalo cuma beli makanan atau minuman doank di mini market sih masih bisa diatasi kantong meskipun sudah termasuk kategori lebih mahal dari harga normal biasanya. Tapi, ketika nongkrong alias duduk di outletnya maka akan terasa sekali harganya tidak sewajarnya.

Sstt, tentu saja ini bukan menjadi masalah bagi traveler yang punya duit, berlibur dengan kondisi keuangan berlebih. Tapi akan kepikiran si pejalan hemat jika harus keluarkan duit buat makan hingga ratusan ribu sekali doank di bandara.

Saya pernah mengalami saat berlibur di Turki, niat awal mau ambil minum gratisan tapi apalah daya sedang masa pandemi maka tidak ada tersedia air yang free. Jadilah beli air kemasan ukuran kecil yang ternyata ketika dirupiahkan menjadi 30 ribuan padahal cuma 3000 ribuan di Indonesia.

Well, tidak hanya cerita itu saja, berhubung sedang lapar saat transit di Doha, Qatar maka beli makanan cepat saji berisi burger dan kentang goreng. Ketika memesan hanya bayangkan seperti biasa makan di Indonesia, lengkaplah pesan dengan minumannya hingga pas bayar sudah sampai 200 ribuan. Biasanya untuk paket lengkap gitu cuma 50 ribuan lebih dikit aja sih.

So, Beli Makan di Bandara Yeay or Nay?

Sebenarnya kembali ke kebutuhan sih atau sekedar ingin punya pengalaman bisa makan sambil ambil tempat duduk nyaman di dalam outlet. Ketika berlibur sendiri sudah pernah coba di berbagai negara dan niatnya memang cuma mau isi perut tapi bisa boncos juga.

Setelah itu, terakhir coba makan di bandara juga saat berlibur dengan suami karena penerbangan malam dan perut sudah keroncongan. Awalnya mau jajan santai ternyata melebihi budget bisa makan buat 5 orang di luar bandara. So, sebenarnya beli makan di bandara ini yeay or nay sih?

Beberapa kawan melalak cantik mungkin bertanya kenapa sih para pelancong mau beli makanan di bandara. Tetap saja ramai semua outlet dengan beragam pilihan menu meskipun makanan maupun minuman mahal. Well, tentu saja ada alasan-alasan berikut ini:

1. Takut Lapar di Pesawat


Memang ada maskapai yang juga menawarkan untuk beli makanan di pesawat tetapi tidak semua penumpang cocok dengan makanan yang tersedia. Nah, itulah kenapa lebih pilih beli makanan terlebih dahulu daripada nantinya lapar di pesawat terutama jika punya penerbangan yang cukup lama.

2. Delay Penerbangan

Biasanya jika sudah kena delay penerbangan maka traveler akan mencari makanan di bandara terutama apabila maskapai tidak mengganti rugi dengan beri makanan gratis. Mau gak mau beli makanan karena tentu saja sudah menunggu lama membuat lapar.

3. Makanan Pesawat Mahal atau Tidak Dapat Makan


Seperti yang sudah Saya tuliskan di atas bahwa beberapa penumpang takut lapar di pesawat tapi mau beli makanan terasa mahal dengan rasa yang bisa saja tidak cocok di lidah. Bisa juga karena tidak dapat makan makanya mikir lagi mau beli di pesawat. Tapi tetap bisa kok naik maskapai yang sedia makanan dan minuman juga dalam tiket pesawat namun tentu saja mahal.

4. Ingin Healing Sebelum Boarding


Ini memang tipikal owner melalak cantik sih, niatnya cuma inign healing sebelum boarding. Berkeinginan cuma pengen punya pengalaman duduk manis di outlet resto yang hits dan ramai di bandara. Mau coba lihat kegiatan orang lain ketika duduk di dalam resto maupun cafe bandara.

5. Airport Vibes Memang Menggoda


Kenapa bisa dibilang begitu? Karena memang nuansa maupun suasana bandara itu berbeda dari lainnya. Selalu ada hal menarik yang disukai sehingga bisa betah berlama-lama duduk di bandara sambil melihat sekitarnya. Seketika teringat saat pengen minum coklat Fore padahal terlalu sering beli di luar bandara tapi begitu tergoda dengan airport vibes makanya langsung duduk singgah disana.

Harga Makanan di Bandara Memang Bikin Kaget

Sebenarnya tidak akan kaget kalau ada duitnya sih, terlihat banyaknya traveler yang tampak biasa saja nikmati momen duduk di dalam outlet resto maupun cafe bandara. Bagi Saya yang masih mengandalkan tabungan ketika mau traveling maka harga air minum dalam kemasan di luar masuk akal akan terasa mahal.

Pernah juga beli kopi yang kenaikan harganya hampir dua kali lipat dari normal luar bandara. Bahkan nasi biasa pun bisa menjadi sultan saat masuk bandara, Saya pun teringat beli gorengan seperti curry puff yang untuk 1 pcs seharga 50 ribuan.

Tidak ada yang salah dengan harga makanan di bandara bikin kaget karena memang suasana itu yang premium, pajak pun pasti lebih mahal donk. Kita pun yang nikmati makanan maupun minuman di bandara pasti merasakan sensasi atau vibes yang beda maka jangan salahkan harganya.



Point of View Melalak Cantik 

Sebenarnya bisa yeay kalo meliputi poin-poin berikut ini:

1. Transit lama
2. Berangkat traveling pagi banget
3. Belum sempat makan
4. Penerbangan lebih 3 jam
5. Butuh recharge mood sebelum terbang
6. Pengen coba makanan khas di airport tertentu
7. Ngekonten



Terus nay saat kapan donk? Intinya jangan kalap beli makanan sih kalo kamu ngalamin ini:

1. Udah makan sebelumnya
2. Penerbangan singkat
3. Cuma lapar mata
4. Tergoda estetik semata
5. Lagi on budget

Tips Buat Traveler Hemat di Bandara

Beberapa kawan melalak cantik mungkin sedang memasuki fase liburan hemat atau tujuan utama berkelana memang untuk pengalaman bukan sekedar beli hal-hal mahal. So, beberapa tips ini bisa banget deh buat traveler bisa hemat di bandara:

1. Bawa tumbler kosong, sebagai pelancong hemat memang sudah menjadi kebiasaan Saya buat bawa tumbler sih bahkan saat naik maskapai dengan full service lho. Rasanya ada yang kurang jika kelupaan bawa tumbler gitu.

2. Makan berat sebelum ke airport, entah lah semua orang suka makan terlebih dahulu atau tidak. Saya sendiri bukan termasuk pelancong yang suka makan tapi ini tips cocok buat kawan-kawan yang sering lapar.

3. Cek lounge promo, nah ini pun pernah juga Saya lakukan ketika melihat ada promo lounge di bandara atau dari maskapai tertentu, lumayan bisa santai dapat makan juga dengan lebih terjangkau.

4. Beli snack di luar bandara, pasti banyak yang juga melakukan ini karena lebih hemat dan terjangkau. Saya pun beberapa kali lakukan hal tersebut mengingat harga di luar lebih murah dan variasi lebih banyak sih.

5. Cari food court, Saya sih pernah mencoba makan di resto dan food court bandara, memang perbedaan harga tidak terlalu signifikan tapi setidaknya ada harga yang lebih murah sedikit masih boleh dicoba.

6. Manfaatkan promo kartu debit atau kredit, Saya sendiri belum pernah memanfaatkan promo dari debit maupun CC tapi jika ada tentu tidak salah untuk mencoba, lumayan dapat potongan harga kan.

Jadi, kalo kawan melalak cantik nanyak lagi apakah yeay or nay untuk beli makanan di bandara tentu jawaban Saya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya traveling masing-masing deh. Bisa jadi terkadang dikatakan pemborosan tapi bisa pula menjadi bagian kecil dalam perjalanan yang terasa menyenangkan.

Well, kalo kamu termasuk yang mana? Memilih makan terlebih dahulu sebelum ke bandara atau lebih pilih mau jajan aja deh di airport?




















Katanya kalau mau traveling itu harus siap ‘kucel' dengan kulit kusam, rambut seadanya, dan outfit yang penting nyaman aja gitu Tapi entah kenapa, Saya nggak pernah benar-benar percaya dengan anggapan itu karena meskipun berlibur tetap harus on point.

cara tetap glow up saat traveling



Kalimat seperti itu sempat terlintas di kepala saat pertama kali memutuskan untuk solo trip dengan budget terbatas pada tahun 2017 akhir. Waktu itu, Saya terlalu fokus menekan pengeluaran sampai lupa satu hal penting: perasaan nyaman dengan diri sendiri.

Hasilnya? Memang hemat, tapi setiap bercermin rasanya kurang percaya diri apalagi blog ini sejak awal dibangun punya citra melalak cantik yang mana saat traveling harus tetap terlihat on point. Di sisi lain, pernah juga terlalu sibuk ingin terlihat “sempurna” saat traveling tapi tentu saja ujung-ujungnya dompet yang menjerit pelan.

Dari dua pengalaman yang bertolak belakang itu, Saya akhirnya belajar satu hal sederhana: traveling itu bukan soal memilih antara hemat atau tetap cantik. Keduanya bisa berjalan beriringan, asal tahu caranya sih.

Buat Saya sekarang, definisi “cantik saat traveling” sudah berubah yang mana bukan lagi tentang makeup lengkap atau outfit yang selalu on point, tapi lebih ke bagaimana bisa tetap merasa segar, rapi, dan nyaman di setiap langkah perjalanan. Cantik versi ini terasa lebih ringan, lebih jujur, dan justru lebih memancarkan percaya diri serta tentu saja budget lebih bersahabat.

Gimana Cantik Saat Traveling?


Salah satu kunci utamanya ternyata ada di cara kita packing. Dulu Saya sering membawa terlalu banyak produk, dengan alasan “jaga-jaga”. Padahal kenyataannya, setengah dari isi tas itu tidak terpakai. Bahkan pernah kelebihan bagasi sehingga harus membayar lebih hanya untuk barang bawaan saja.

Sekarang, Saya lebih memilih membawa skincare ukuran travel size dengan fungsi dasar: pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen. Sesederhana itu, tapi efeknya luar biasa. Kulit tetap terjaga, tas lebih ringan, dan nggak perlu repot setiap kali harus pindah tempat.

Hal yang sama juga berlaku untuk makeup. Sekarang lebih mulai mengandalkan produk multifungsi saja seperti lip tint yang bisa dipakai untuk bibir sekaligus blush on. Praktis, hemat tempat, dan tetap bikin wajah terlihat fresh untuk foto-foto kecil yang seringkali jadi kenangan paling berharga.

Lalu soal outfit, ini bagian yang dulu cukup tricky apalagi sudah punya branding si paling kece gaya saat liburan. Ingin terlihat stylish, tapi juga nggak mau over budget lagi deh terutama sayang untuk bayar bagasi pulang dan pergi.

Solusinya ternyata sederhana: pilih warna-warna netral dan model yang mudah dipadupadankan. Dengan beberapa potong pakaian saja, bisa menciptakan berbagai look yang berbeda. Selain itu, outfit yang nyaman juga memberi efek besar pada aura kita. Karena jujur saja, rasa percaya diri itu seringkali datang dari kenyamanan serta terkadang beli aja di kota yang dituju sehingga pergi ringan tapi pulang bisa bawa pakaian dari tempat berbeda.

Rahasia Cantik Dari Dalam


Selain penampilan luar, Saya juga mulai lebih memperhatikan self-care kecil selama perjalanan. Minum air putih yang cukup, istirahat yang terjaga, dan memberi waktu untuk diri sendiri meskipun hanya duduk santai di sudut kafe atau menikmati pemandangan tanpa terburu-buru. Hal-hal sederhana seperti ini ternyata sangat berpengaruh pada bagaimana kita terlihat dan merasa.

Seketika kembali memori ke satu momen saat duduk di sebuah kafe kecil setelah seharian berjalan kaki. Wajah Saya mungkin tidak sempurna, jilbab sudah tidak terlalu on point karena angin, tapi ada rasa tenang yang sulit dijelaskan. Di sekeliling, banyak orang dengan gaya mereka masing-masing, simple, santai, tapi tetap menarik dengan cara yang unik. Di situlah Saya sadar, cantik itu bukan tentang seberapa banyak usaha yang terlihat, tapi tentang bagaimana kita membawa diri.







































Pernah nggak sih, kamu booking penginapan cuma karena “yang penting murah dan strategis” tapi ternyata malah jadi salah satu bagian paling berkesan dari perjalananmu? Well, itu persis seperti yang Saya rasakan bersama suami waktu pertama kali menginap di Swing & Pillows Georgetown Penang.

review swing and pillows penang


Review Swing and Pillows Penang


Ini merupakan sebuah hostel yang diam-diam punya cara sendiri untuk bikin tamunya jatuh hati sih. Awalnya, kami nggak berekspektasi banyak karena saat berlibur di akhir tahun tidak mudah menemukan penginapan murah dan nyaman.

Sebagai pejalan yang lebih suka menghabiskan budget untuk kuliner dan eksplorasi kota, penginapan buat Saya tentu saja sekadar tempat untuk istirahat setelah seharian lakukan penjelajahan. Sebelum menikah pun lebih sering menginap di apartemen yang sudah lengkap fasilitas dengan harga terjangkau tapi lokasi memang kebanyakan di Bayan Lepas, cukup jauh ke kawasan wisata di George Town.

Hal yang paling penting lainnya juga tidak menyeramkan karena tidak sedikit hostel di Penang yang haunted. Bagi Saya untuk cari hostel yang penting bersih, aman, nyaman dan lokasinya strategis sih. Tapi begitu sampai di kawasan George Town, semua terasa sedikit berbeda. Jalanan yang penuh warna, mural di setiap sudut, dan aroma makanan yang menggoda seolah menyambut perjalanan ini dengan hangat.

First Impression Hostel Murah Gak Murahan


Kesan pertama menginjakkan kaki di Swing and Pillows sempat kebingungan karena ternyata ada dua hostel dengan nama yang sama di lorong yang sama pula. Saya pun memastikan kembali bahwa yang kami tuju sudah tepat meskipun tampak sepi dan seperti tak nampak ada kehidupan dari luar.




Memang sejak awal sudah tahu bahwa proses check-in dilakukan sendiri, hanya perlu menghubungi via WhatssApp ke admin. Kemudian, akan diberikan kode untuk bisa masuk ke pintu utama dan kamar. Tentu saja semuanya sudah disiapkan oleh pihak hostel termasuk kamar dan kebutuhan lainnya.

Proses check-in di hostel ini terbilang cepat dan tanpa ribet. Nggak ada kesan mewah memang, tapi justru itu yang bikin suasananya terasa santai. Interiornya minimalis dengan dominasi warna netral, dipadukan dengan pencahayaan hangat yang bikin suasana terasa nyaman. Bukan tipe tempat yang langsung bikin “wow” di awal, tapi perlahan bikin betah sih.




Begitu masuk ke ruangan utama tampak memang kesedarhanaan itu, tapi ketika naik ke lantai atas mulai terlihat interior yang memiliki nilai seni. Syukur saja tidak merasakan horor walaupun lampu remang-remang sedikit menakutkan karena memang suasana sangat sepi.

Ketika masuk ke kamar, kesan pertama yang muncul adalah: simple, tapi cukup buat berdua bersama suami. Tempat tidurnya empuk, sprei bersih, dan yang paling penting ada AC-nya dingin (trust me, ini penyelamat di Penang yang cuacanya bisa cukup terik).

Apa yang Buat Betah di Swing and Pillows?


Ada banyak hal yang buat betah di hostel murah tapi gak murahan ini bahkan Kami yang awalnya hanya 3 malam bisa extend 2 malam lagi lho.  Buat kamu yang seperti Saya, yang kadang masih harus update blog atau upload konten selama traveling, koneksi WiFi di sini juga cukup stabil. Jadi nggak perlu drama cari sinyal ke sana-sini deh, mau di kamar atau ruang komunal bahkan dapur tetap bisa kok.

Yang aku suka dari Swing & Pillows adalah konsepnya yang “nggak berlebihan, tapi ngena” banget. Mereka tahu kebutuhan traveler masa kini: tempat istirahat yang nyaman, lokasi strategis, dan harga yang bersahabat. Nggak ada fasilitas super fancy, tapi semua yang ada terasa cukup dan fungsional sih.

Traveler yang menghemat juga cocok disini, bayangin aja Penang dengan cuaca panas itu tentu butuh minum air putih yang banyak. Jika selalu beli air di supermarket tentu bisa menghabiskan banyak anggaran donk. Bersyukur deh bisa isi air dingin, mau air hangat juga bisa di dapur sehingga tiap keluar bisa penuhi semua botol minum terlebih dahulu sebelum keluar untuk jalan-jalan.

Fasilitas lainnya tentu saja bisa cuci kain karena ada jemuran kecil, tempat menggantungkan baju di kamar seperti lemari kecil, ada pula meja kecil dan bangku untuk kerja serta lampu kamar yang bisa diganti-ganti warna sehingga suasana makin romantis bersama suami.

Dan soal lokasi, ini salah satu nilai plus terbesar sih. Dari hostel, Saya dan suami bisa jalan kaki ke berbagai spot menarik di George Town. Mau cari street art ikonik? Tinggal jalan santai. Mau kulineran? Pilihannya banyak banget, dari makanan kaki lima sampai hidden gem yang sering direkomendasikan warga lokal. Rasanya seperti tinggal di tengah cerita, bukan sekadar jadi turis yang lewat gitu aja.

Momen Menarik Untuk Diingat

Ada satu momen yang cukup buat Saya mengingatnya dimana saat pagi hari Saya dan suami keluar hostel untuk mencari sarapan masih sekitar pukul 7 pagi. Udara masih segar, jalanan belum terlalu ramai, dan suasana kota terasa lebih “hidup” dengan cara yang tenang. 




Rasanya memang ini dinamakan slow living sih, kenyamanan yang hadir membuat hubungan makin romantis. Di momen itu, Saya pun sadar bahwa pengalaman menginap bukan cuma soal tempat tidur, tapi juga bagaimana sebuah tempat bisa membuat kita merasa lebih dekat dengan kota yang kita kunjungi.

Swing & Pillows juga cocok banget untuk berbagai tipe traveler sih. Seketika kepikiran juga kenapa dulu belum menemukan hostel ini saat masih suka liburan sendirian. Buat solo traveler, tempat ini terasa aman dan nyaman.

Buat backpacker, jelas ramah di kantong. Bahkan buat content creator yang butuh spot estetik sederhana, beberapa sudut di hostel ini masih cukup “Instagramable” dengan gaya minimalisnya. Saya pun melihat ada banyak wisatawan mancanegara yang menginap disini, terlihat saat mereka berkumpul di ruang komunal maupun ketika makan di dapur.




So, menurut Saya dan sudah bertanya pula ke suami bahwa tempat ini direkomendasikan deh untuk yang cari penginapan murah tapi gak murahan. Ada yang sudah punya pengalaman menginap disini? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates