facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Ngobrolin wisata alam di Sumatera Utara, kebanyakan langsung teringat dengan Danau Toba atau melihat orangutan di Bukit Lawang. Padahal, ada satu destinasi alam yang tak kalah memukau dan masih sangat alami, yaitu Tangkahan.




Short Escape ke Tangkahan


Tempat ini sering disebut sebagai “The Hidden Paradise of Sumatera Utara.” Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu kawasan hutan hujan tropis terbesar di Asia Tenggara.

Untuk kawan melalak cantik yang suka wisata alam, sungai jernih, trekking hutan, atau sekadar ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota, Tangkahan adalah tempat yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu jika berkunjung ke Sumatera Utara.




Penasaran Tentang Wisata Tangkahan


Tangkahan berada di Kabupaten Langkat, sekitar 3–4 jam perjalanan dari Kota Medan. Tempat ini terkenal dengan pemandian alami yang berasal dari aliran sungai di kawasan hutan tropis.

Hal yang membuat Tangkahan berbeda dari tempat wisata lain adalah suasananya yang masih sangat alami. Air sungainya jernih, udara sangat segar, dan hutan di sekelilingnya membuat suasana terasa begitu tenang.

Banyak traveler bahkan menyebut Tangkahan sebagai “permata tersembunyi” di Sumatera Utara karena belum seramai destinasi wisata populer lainnya.

Pengalaman Seru Main ke Pemandian Tangkahan


Saat pertama kali sampai di Tangkahan, suasana alamnya langsung terasa berbeda. Udara lebih segar, suara air sungai terdengar jelas, dan hutan hijau di sekitar kawasan membuat perjalanan terasa seperti petualangan.

Salah satu hal paling menyenangkan di sini adalah menikmati pemandian alami yang airnya berasal langsung dari pegunungan. Airnya benar-benar jernih dan dingin, bahkan dasar sungainya masih terlihat jelas. Batu-batu besar di sepanjang sungai menambah kesan alami yang membuat tempat ini sangat fotogenik.

Banyak wisatawan datang hanya untuk duduk santai di pinggir sungai, menikmati suara alam sambil merendam kaki di air yang segar. Saya pun sebenarnya sudah lama menginginkan berwisata ke Tangkahan ini hingga akhirnya ada ajakan gratis dari teman.

Ia memiliki agenda liburan bersama rekan kerja di kantornya tetapi boleh membawa orang lain dikarenakan beliau termasuk leader berprestasi. Tanpa jawaban lain selain mengiyakan ketika ia mengajak untuk menikmati keseruan di Tangkahan.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Tangkahan


Tidak hanya sekadar mandi di sungai, ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Tangkahan. Tentu saja ada yang gratis dan berbayar termasuk untuk urusan memandikan gajah. Beberapa aktifitas serunya sebagai berikut:

1. Mandi di Sungai yang Super Jernih

Ini adalah aktivitas utama yang paling disukai wisatawan. Air sungai di Tangkahan sangat jernih dengan warna kebiruan. Alirannya cukup tenang sehingga aman untuk bermain air atau berenang ringan. Banyak pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menikmati kesegaran airnya.

2. Menyebrangi Jembatan Gantung Ikonik

Salah satu spot paling terkenal di Tangkahan adalah jembatan gantung yang menghubungkan beberapa area wisata. Berjalan di atas jembatan ini memberikan sensasi tersendiri. Dari atas jembatan, kamu bisa melihat sungai yang mengalir di bawahnya serta hutan tropis yang hijau di sekelilingnya. Tempat ini juga menjadi spot foto favorit para wisatawan.

3. Trekking di Hutan Taman Nasional

Karena berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, pengunjung juga bisa melakukan trekking di hutan. Trekking ini cocok untuk pecinta alam yang ingin melihat langsung keindahan hutan tropis Sumatera. Selama perjalanan trekking, kamu bisa melihat berbagai jenis flora dan fauna khas hutan Sumatera.

4. Tubing di Sungai

Jika ingin pengalaman yang lebih seru, kamu bisa mencoba tubing atau menyusuri sungai menggunakan ban besar. Aktivitas ini cukup populer karena memberikan sensasi petualangan ringan yang menyenangkan. Kamu akan mengikuti arus sungai sambil menikmati pemandangan hutan yang indah di sepanjang perjalanan.

5. Memandikan Gajah

Tidak sedikit yang suka aktifitas ini bahkan wisatawan internasional lho. Keseruan memandikan gajah ini menjadi momen tersendiri. Sayangnya saya belum coba karena jadwal di waktu tertentu, jika menginap di Tangkahan tentu bisa lebih fleksibel ikut kegiatan memandikan tersebut.

Cara Menuju Tangkahan dari Medan


Bagi wisatawan yang datang dari Medan, perjalanan menuju Tangkahan biasanya memakan waktu sekitar 3–4 jam. Rute yang sering digunakan adalah: Medan → Binjai → Batang Serangan → Tangkahan

Beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan seperti mobil pribadi, naik sepeda motor, ikut travel dari Medan atau sewa mobil bersama teman agar lebih seru. Sebagian jalan menuju Tangkahan masih cukup menantang, namun pemandangan sepanjang perjalanan membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Berapa Biaya Liburan ke Tangkahan?


Salah satu alasan banyak orang menyukai wisata ini adalah karena biayanya relatif terjangkau. Perkiraan biaya yang bisa kawan melalak cantik siapkan yaitu

1. Tiket masuk kawasan: sekitar Rp10.000 – Rp20.000
2. Parkir kendaraan: Rp5.000 – Rp10.000
3. Tubing sungai: sekitar Rp50.000 – Rp100.000
4. Penginapan: mulai dari Rp150.000 per malam

Biaya ini tentu bisa berubah tergantung musim wisata dan fasilitas yang dipilih.

Pilihan Penginapan di Tangkahan


Bagi yang ingin menikmati suasana alam lebih lama, menginap di Tangkahan adalah pilihan yang tepat. Beberapa jenis penginapan yang tersedia yaitu homestay milik warga, guesthouse dekat sungai atau bisa pula eco lodge di tengah hutan.

Menginap di sini memberikan pengalaman unik karena suasananya sangat tenang. Malam hari kamu bisa mendengar suara alam seperti aliran sungai dan serangga hutan.

Tips Berkunjung ke Tangkahan


Agar perjalanan ke Tangkahan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

1. Datang saat musim kemarau agar air sungai lebih jernih
2. Gunakan sandal gunung atau sepatu outdoor
3. Bawa baju ganti karena pasti tergoda bermain air
4. Siapkan uang tunai karena ATM masih terbatas
5. Datang pagi agar suasana lebih sepi dan nyaman
6. Waktu Terbaik Mengunjungi Tangkahan

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hingga siang hari.Pada waktu tersebut, cahaya matahari membuat warna air sungai terlihat semakin jernih dan indah. Selain itu, suasana juga masih relatif sepi sehingga kamu bisa menikmati alam dengan lebih santai.

 Sebelum mendaki ke Sibayak, sejujurnya sempat ragu bisa sampai ke puncaknya. Mungkinkah bisa naik gunung hingga melihat sunset atau sunrise? Apalagi usia bukan lagi muda, sudah melewati 30 tahun dan memang belum pernah sama sekali mencoba naik gunung manapun.

Pendakian Gunung Bagi Pemula

Seseorang meyakinkan untuk coba mendaki pertama kali, ia adalah yang menjadi suami Saya saat ini. Pada masa pendakian itu, memang kami masih berstatus rekan kerja, saling bercerita dan berbagi pengalaman.



Ia sudah lebih berpengalaman urusan pendakian gunung sehingga berniat untuk mengajak Saya yang awam ini. Bermula dari obrolan hingga sudah dua kali naik gunung, dimulai dari yang paling dekat yaitu gunung sibayak.

Banyak yang bilang jalur gunung sibayak tidak rumit dan terbilang bisa dicoba siapapun. Saya tidak memikirkan tentang kemudahan kata orang tapi menantang diri sendiri yang baru pertama kali ini. Hingga akhirnya kami pun berturut-turut tiap minggu mendaki selama dua minggu.

Gunung sibayak ini sering disebut sebagai gunung terbaik untuk pendaki pemula karena jalurnya relatif pendek dan pemandangannya luar biasa indah. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan kota wisata terkenal yaitu Berastagi yang terkenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungan.

Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman pertama naik Gunung Sibayak, lengkap dengan rute perjalanan, tips pendakian, serta estimasi biaya yang bisa menjadi panduan bagi kamu yang ingin mencoba mendaki gunung untuk pertama kalinya.

Kenapa Mendaki di Sibayak?


Gunung Sibayak adalah gunung berapi aktif yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.094 meter di atas permukaan laut. Meski termasuk gunung berapi aktif, gunung sibayak sangat populer di kalangan pendaki pemula karena jalur pendakian cukup jelas, waktu pendakian relatif singkat, banyak pendaki yang datang setiap hari, pemandangan kawah yang unik serta spot sunrise yang luar biasa

Itulah alasan mengapa banyak wisatawan yang menjadikan pendakian Gunung Sibayak sebagai pengalaman pertama mereka naik gunung terutama bagi perempuan sih. Saya sendiri merasakan hal menyenangkan langsung nge-camp disana bersama sosok orang terdekat.

Cara Menuju Gunung Sibayak dari Medan


Ada banyak cara sebenarnya untuk kawan melalak cantik yang ingin melakukan perjalanan menuju gunung sibayak, tentu saja biasanya dimulai dari kota Medan. Dari Medan, perjalanan dilanjutkan menuju kota Berastagi yang berjarak sekitar 66 km.

Berhubung Saya dan suami yang saat itu masih berstatus teman ingin menginap dan nikmati suasana sekitar gunung maka kami memilih naik sepeda motor. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kesenangan masing-masing pendaki sih. Ada banyak kok yang bawa sepeda motor apalagi agar lebih praktis dan terhindar dari kemacetan di perjalanan yang biasanya ramai menuju ke Berastagi.

Beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan antara lain:

1. Bus atau Angkutan Umum

Bus dari Medan menuju Berastagi tersedia hampir setiap hari dengan tarif sekitar Rp20.000 – Rp30.000. Biasanya kawan melalak cantik akan melihat bus ramai dipenuhi penumpang yang membawa carrier di daerah sekitar Simpang Pos.

2. Travel

Banyak jasa travel yang melayani rute Medan – Berastagi dengan harga sekitar Rp50.000 – Rp80.000. Bahkan ada juga yang open trip sehari ke Sibayak atau 2 hari disana, ini budget disesuaikan dengan fasilitas juga tentunya donk.

3. Kendaraan Pribadi

Jika membawa kendaraan pribadi, perjalanan dari Medan ke Berastagi biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam tergantung kondisi lalu lintas. Apalagi naik sepeda motor bisa lebih cepat tapi untuk nikmati suasana lebih baik santai aja sih. Setelah sampai di Berastagi, perjalanan dilanjutkan menuju titik awal pendakian gunung sibayak.

Memulai Pendakian Gunung Sibayak


Pendakian menuju puncak gunung sibayak biasanya dimulai dari jalur Semangat Gunung, salah satu jalur yang paling populer. Banyak pendaki memilih mendaki dini hari sekitar pukul 03.00 – 04.00 agar bisa menikmati sunrise dari puncak.

Tapi Ssya dan suami memilih untuk jalur wisata yang lebih mudah dilewati karena ini pertama kalinya untuk saya sehingga lebih baik pilih termudah saja. Meskipun begitu sudah kelelahan dan banyak berhenti di beberapa pos.

Di awal perjalanan, jalur masih cukup landai dengan suasana hutan pinus yang menenangkan. Udara terasa sangat segar dan sejuk, khas pegunungan di daerah Berastagi. Namun semakin naik, jalur mulai berubah menjadi bebatuan dan tanah yang agak curam. Meski begitu, jalurnya masih cukup aman untuk pendaki pemula.

Di awali dari pos pertama untuk pendaftaran nama disertai KTP kemudian ada pembayaran biaya kebersihan. Parkir sepeda motor juga bisa di Pos 1 ini sehingga mau titip helm pun disediakan. Intinya pilihlah yang nyaman untuk kita karena ada juga yang mau sampai pos 2 tapi cukup menegangkan bawa motor ke atas sampai pos 2.

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung


Sebagai pendaki pemula, perjalanan menuju puncak terasa seperti petualangan baru yang penuh rasa penasaran. Di beberapa titik, kami harus berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan pegunungan yang mulai terlihat dari kejauhan. Lampu-lampu kecil dari kota Berastagi juga terlihat indah dari ketinggian.

Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, tergantung kecepatan berjalan dan jumlah istirahat. Saat mendekati puncak, aroma belerang mulai tercium karena kawah aktif Gunung Sibayak sudah tidak jauh lagi.

Keindahan Kawah Gunung Sibayak


Salah satu daya tarik utama dari Gunung Sibayak adalah kawahnya yang masih aktif. Dari dekat kawah, kita bisa melihat uap panas yang keluar dari celah batuan. Suasananya terasa seperti berada di dunia yang berbeda. Banyak pendaki berhenti cukup lama di area ini untuk berfoto dan menikmati pemandangan. Namun tetap perlu berhati-hati karena beberapa batu di sekitar kawah cukup panas.

Menikmati Sunrise dari Puncak Gunung Sibayak


Salah satu momen paling ditunggu saat mendaki Gunung Sibayak adalah sunrise di puncak gunung. Ketika matahari mulai muncul, langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan. Kabut tipis yang menyelimuti kota Berastagi terlihat sangat indah dari atas. Pemandangan ini benar-benar menjadi hadiah setelah perjalanan mendaki yang cukup melelahkan. Banyak pendaki mengatakan bahwa sunrise di Gunung Sibayak adalah salah satu yang terbaik di Sumatera Utara.




Tips Naik Gunung Sibayak untuk Pemula


Bagi kamu yang ingin mencoba mendaki Gunung Sibayak untuk pertama kali, berikut beberapa tips yang bisa membantu:

1. Gunakan Sepatu Trekking

Jalur berbatu membutuhkan sepatu dengan grip yang baik agar tidak mudah terpeleset.

2. Bawa Air Minum yang Cukup

Minimal bawa 1,5 liter air untuk satu orang.

3. Gunakan Jaket Hangat

Suhu di puncak bisa cukup dingin terutama saat subuh.

4. Jangan Mendaki Sendirian

Lebih aman mendaki bersama teman atau menggunakan jasa guide lokal.

5. Mulai Pendakian Lebih Pagi

Jika ingin melihat sunrise, sebaiknya mulai mendaki sekitar pukul 03.00 pagi.

Estimasi Biaya Naik Gunung Sibayak


Berikut perkiraan biaya untuk perjalanan naik Gunung Sibayak:
1. Transport Medan – Berastagi
Rp20.000 – Rp80.000

2. Tiket masuk kawasan gunung
Rp10.000 – Rp15.000

3. Parkir kendaraan
Rp5.000 – Rp10.000

4. Makan dan minum
Rp20.000 – Rp50.000

Total biaya perjalanan biasanya sekitar Rp60.000 – Rp150.000, tergantung pilihan transportasi dan kebutuhan pribadi. Saya bawa bahan mentah sehingga bisa masak selama disana untuk buat teh di malam hari dan sarapan pagi hari.

Oh ya, tidak ada toilet di gunung sehingga harus siapkan air dan buang di semak-semak sih. Memang sedikit kurang nyaman terutama untuk Saya yang tidak terbiasa tapi inilah pengalamannya. Apa cerita kalian tentang naik gunung nih?





Perjalanan dari Penang ke Kuala Lumpur merupakan salah satu rute populer bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Malaysia. Banyak traveler memilih bus karena harganya lebih murah dibandingkan pesawat dan rutenya juga sangat mudah.

Cara Naik Bus Penang ke KL


Selain itu, perjalanan dengan bus juga cukup nyaman karena sebagian besar bus di Malaysia sudah dilengkapi kursi reclining, AC, dan bahkan beberapa memiliki port charger. Jadi meskipun perjalanan memakan waktu sekitar 4–5 jam, kamu tetap bisa menikmati perjalanan dengan santai.




Di artikel ini, aku akan membagikan panduan lengkap cara naik bus dari Penang ke Kuala Lumpur, mulai dari terminal keberangkatan, harga tiket, cara membeli tiket, hingga tips perjalanan agar lebih hemat.

Apakah Bisa Naik Bus dari Penang ke Kuala Lumpur?


Jawabannya tentu saja bisa dan sangat mudah. Bus merupakan salah satu transportasi paling populer di Malaysia karena jaringan jalurnya luas dan jadwalnya cukup banyak setiap hari. Biasanya bus dari Penang berangkat dari terminal utama yaitu Penang Sentral.

Terminal ini terletak di Butterworth, di daratan utama Malaysia yang berseberangan dengan Pulau Penang. Dari Pulau Penang, kamu hanya perlu menyeberang sebentar untuk sampai ke terminal ini. Bus kemudian akan menuju terminal utama di Kuala Lumpur seperti Terminal Bersepadu Selatan.

Terminal Keberangkatan Bus di Penang


Sebagian besar bus antar kota berangkat dari Penang Sentral. Terminal ini cukup modern dan terintegrasi dengan berbagai transportasi seperti kereta, ferry, bus lokal. Jika kamu berada di pusat wisata George Town, ada beberapa cara menuju Penang Sentral yaitu pertama bisa naik ferry.

Ferry dari Pulau Penang menuju Butterworth berangkat dari Penang Ferry Terminal dengan durasi perjalanan sekitar 15 menit. Selanjutnya kawan melalak cantik bisa pula naik ojek online dengan alternatif lain adalah menggunakan ojek online ini langsung menuju terminal yang iasanya perjalanan sekitar 30–40 menit tergantung kondisi lalu lintas dan tentu saja harga lebih mahal.

Terminal Kedatangan di Kuala Lumpur


Sebagian besar bus dari Penang akan tiba di Terminal Bersepadu Selatan atau yang sering disingkat TBS. Terminal ini merupakan terminal bus terbesar di Kuala Lumpur dan memiliki fasilitas lengkap seperti restoran, minimarket, ATM, area tunggu yang nyaman sehingga banyak akan ditemukan pelancong yang tidur di terminal juga. Nah, nantinya dari TBS, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kereta menuju pusat kota melalui KL Sentral.

Harga Tiket Bus Penang ke Kuala Lumpur


Harga tiket bus dari Penang ke Kuala Lumpur cukup terjangkau sehingga menjadi pilihan favorit bagi backpacker dengan estimasi harga tiket sekitar RM35 – RM50 per orang jika dikonversi ke rupiah, sekitar Rp120.000 – Rp180.000 tergantung jenis bus dan waktu pemesanan.

Harga ini tentu jauh lebih murah dibandingkan pesawat dengan durasi erjalanan bus dari Penang menuju Kuala Lumpur biasanya memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Durasi ini tergantung kondisi lalu lintas dan jumlah pemberhentian.

Sebagian bus juga akan berhenti sebentar di rest area sehingga penumpang bisa membeli makanan atau menggunakan toilet.

Cara Membeli Tiket Bus


Ada beberapa cara mudah membeli tiket bus dari Penang ke Kuala Lumpur.

1. Membeli tiket online

Cara paling praktis adalah membeli tiket melalui platform travel seperti Easybook, Traveloka, Klook maupun apps lainnya.

Langkah-langkahnya:

1. Pilih rute Penang – Kuala Lumpur
2. Pilih tanggal perjalanan
3. Pilih operator bus
4. Lakukan pembayaran
5. Setelah pembayaran selesai, kamu akan mendapatkan e-ticket yang bisa langsung ditunjukkan saat check-in di terminal.

2. Membeli tiket di terminal

Jika kamu tidak sempat membeli tiket online, kamu juga bisa membeli langsung di loket di Penang Sentral. Namun pada musim liburan atau akhir pekan, tiket sering cepat habi karena itu disarankan membeli tiket lebih awal.

Operator Bus Populer


Beberapa operator bus terkenal yang melayani rute ini antara lain: KPB Express, Billion Stars Express, Super Nice Express. Operator-operator ini sudah cukup terkenal dan memiliki reputasi baik dalam hal kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Tips Naik Bus dari Penang ke Kuala Lumpur


Agar perjalananmu lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

1. Pesan tiket lebih awal

Jika kamu bepergian saat akhir pekan atau musim liburan, tiket bus bisa cepat habis. Sebaiknya pesan tiket minimal 2–3 hari sebelumnya.

2. Pilih kursi dekat jendela

Kursi dekat jendela memungkinkan kamu menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Malaysia memiliki pemandangan alam yang cukup indah seperti sawah dan perbukitan.

3. Datang lebih awal ke terminal

Usahakan datang 30–45 menit sebelum keberangkatan agar punya waktu check-in dan menemukan gate bus dengan santai.

4. Bawa jaket ringan

AC bus biasanya cukup dingin sehingga membawa jaket bisa membuat perjalanan lebih nyaman. Pengalaman Naik Bus Penang ke Kuala Lumpur Banyak traveler yang memilih bus karena perjalanan terasa cukup santai.




Begitu bus meninggalkan Penang Sentral, perjalanan akan melewati jalan tol yang cukup mulus menuju Kuala Lumpur. Sepanjang perjalanan kamu bisa melihat pemandangan pedesaan Malaysia yang hijau dan tenang. Kursi bus yang dapat direbahkan juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman, bahkan beberapa penumpang memilih untuk tidur selama perjalanan.

Sekitar empat hingga lima jam kemudian, bus akan tiba di Terminal Bersepadu Selatan, dan kamu siap melanjutkan petualangan di ibu kota Malaysia. Naik bus dari Penang ke Kuala Lumpur adalah pilihan transportasi yang murah, mudah, dan nyaman.

Bus biasanya berangkat dari Penang Sentral dan tiba di Terminal Bersepadu Selatan dengan durasi perjalanan sekitar 4–5 jam. Dengan harga tiket yang terjangkau dan fasilitas bus yang cukup nyaman, transportasi ini sangat cocok bagi traveler yang ingin menjelajahi Malaysia dengan budget lebih hemat.

Jika kamu sedang merencanakan perjalanan dari Penang ke Kuala Lumpur, bus bisa menjadi pilihan transportasi yang praktis sekaligus menyenangkan. Perjalanan darat ini bahkan bisa menjadi pengalaman menarik untuk menikmati pemandangan Malaysia sebelum tiba di ibu kota yang penuh dengan berbagai destinasi wisata menarik.

Ini bukan perjalanan pertama naik kereta dari Kuala Lumpur ke Penang. Sebelumnya sekitar 2017 dan 2018 pun sering bepergian naik kereta ke Taiping dan Kuala Kangsar juga. Tapi ini mengingat pengalaman naik kereta terbaru dari Kuala Lumpur ke Penang.

cara naik kereta kuala lumpur ke penang


Saat membagikan postingan liburan singkat ke Malaysia di media sosial, ada banyak para pengikut instagram yang menanyakan cara naik kereta dari Kuala Lumpur ke Penang. Saya pun berniat untuk memberikan panduan naik ETS dan harga tiketnya.

Mungkin sudah pernah atau sering melihat kereta yang ada di Malaysia dari postingan pengguna media sosial lainnya. Tetapi pernahkah berkeinginan bisa pindah antar kota naik kereta saja di negara lain? Inilah saatnya mengenal ETS dan langsung coba lakukan perjalanan.

Cara Naik Kereta Dari Kuala Lumpur ke Penang


Jika kembali ke pengalaman awal ke Penang memang sudah langsung naik kereta. Banyak yang berfikir bahwa perjalanan dari Kuala Lumpur ke Penang itu jauh dan menghabiskan waktu lama sehingga satu-satunya cara hanya naik pesawat.

Bagi para solo traveler yang mau menghemat tentu trip menuju Penang tidak selalu harus naik pesawat. Jika kamu ingin perjalanan yang lebih santai, hemat, dan tetap nyaman, naik kereta bisa jadi pilihan terbaik. Banyak traveler Indonesia yang belum tahu bahwa Malaysia memiliki kereta listrik modern yang cepat dan nyaman.

Itulah alasan banyak kawan-kawan melalak cantik yang mengikuti akun personal Ririn Wandes langsung menanyakan cara pergi naik kereta ini. Biasanya hanya tahu via bus atau pesawat saja, boleh sih naik disesuaikan preferensi tapi saran ya cobalah juga naik kereta.

Dengan menggunakan kereta KTM ETS, kawan melalak cantik bisa menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari pusat kota Kuala Lumpur menuju wilayah Penang. Selain praktis, perjalanan ini juga menawarkan pemandangan alam Malaysia yang hijau dan menenangkan.

Panduan Lengkap Naik ETS


Di artikel ini, aku akan membagikan panduan lengkap mulai dari rute kereta, harga tiket, cara membeli tiket, hingga tips hemat agar perjalananmu dari Kuala Lumpur ke Penang semakin mudah. Sebelum melanjutkan panduan lengkap naik ETS, perlu juga kawan-kawan tahu apa sih ETS tersebut.

Well, menurut Wikipedia bahwa ETS atau Electric Train Service adalah salah satu jenis layanan kereta cepat listrik khusus yang dioperasikan oleh KTM. ETS adalah kereta antarkota yang lebih cepat dibandingkan kereta konvensional KTM.

Nah, KTM (Keretapi Tanah Melayu) adalah perusahaan operator kereta api nasional di Malaysia, sedangkan ETS ini merupakan nama layanannya. ETS adalah kereta api listrik berkecepatan lebih tinggi (kereta sepur 1 meter tercepat di Malaysia) dengan fasilitas modern, cocok untuk perjalanan antarkota (misal: Kuala Lumpur - Padang Besar/Johor Bahru)

Apakah Bisa Naik Kereta dari Kuala Lumpur ke Penang?


Pertanyaan ini sering muncul dari wisatawan pertama kali ke Malaysia. Jawabannya: bisa, tetapi kereta tidak langsung berhenti di Pulau Penang. Dalam artian perlu ketahui pula nih, rute kereta dari Kuala Lumpur menuju Penang sebenarnya berhenti di kota Butterworth yang berada di daratan utama Malaysia. 

Lalu selanjutnya bagaimana? Well, dari sana, kamu tinggal menyeberang sebentar menuju Pulau Penang. Jadi jika dilihat rutenya sebagai berikut:

1. Mengawali keberangkatan dari KL Sentral
stesen kl sentral


2. Melewati berbagai stasiun
3. Turun di Butterworth Railway Station
4. Lanjut naik ferry atau taksi online menuju George Town, yang merupakan pusat wisata Penang.

Para pelancong atau traveler tentu saja mempertimbangkan naik kereta karena memang prosesnya sangat mudah dan banyak traveler memilih cara ini karena lebih hemat dibandingkan pesawat lho. Saya pun termasuk pejalan yang suka coba hal baru makanya sejak tahu ada kereta maka ini pilihan utama apalagi jika tidak diburu waktu.

Kereta Apa yang Digunakan?


Kereta utama untuk rute ini adalah KTM ETS. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ETS merupakan kereta listrik modern di Malaysia yang terkenal cepat dan nyaman. Kereta ini mirip dengan kereta cepat di beberapa negara Asia.

Penasaran pastinya dengan fasilitas di dalam kereta? Memang bukan mewah seperti kereta jalur Trans Siberia tapi hal yang perlu diketahui kenyamanan bisa didapatkan karena kursi empuk dan luas, AC dingin, stop kontak untuk charger ada, toilet bersih, ada ruang bagasi, mushola buat shalat dan kantin untuk duduk nikmati kopi lho.

fasilitas ets malaysia



Nah, paling penting adalah kecepatan kereta bisa mencapai sekitar 140 km per jam sehingga perjalanan terasa sangat cepat. Banyak traveler bahkan mengatakan perjalanan naik ETS terasa lebih nyaman dibandingkan naik bus jarak jauh.

Jadwal Kereta Kuala Lumpur ke Penang


Kereta ETS biasanya berangkat beberapa kali setiap hari dari KL Sentral menuju Butterworth Railway Station. Beberapa jadwalnya bisa cek langsung ke webiste ktmb saat mau pemesanan tiket, contoh bisa seperti ini:

Kereta Berangkat        Tiba
ETS Gold               07.05  11.00
ETS Platinum         09.15 13.05
ETS Gold               13.15  17.10
ETS Platinum         17.15  21.05

Perjalanani ini berdurasi rata-rata sekitar 4 jam. Jika ingin perjalanan lebih santai, kamu bisa memilih jadwal pagi sehingga tiba di Penang sebelum sore. Saya pun suka berangkat pagi hari karena ingin menikmati pemandangan sepanjang jalan sambil santai.

Harga Tiket Kereta Kuala Lumpur ke Penang


Harga tiket kereta ETS cukup terjangkau dengan estimasi harga yaitu untuk ETS Gold: sekitar RM59, ETS Platinum: sekitar RM79. Jika dikonversi ke rupiah, harganya sekitar Rp200.000 – Rp300.000 tergantung kelas keretanya.

Harga ini tentu jauh lebih murah dibandingkan pesawat jika kamu memesan mendadak. Selain itu, kamu juga tidak perlu datang terlalu awal seperti di bandara sehingga lebih praktis. Tapi tentu saja tetap harus datang tepat waktu agar tidak ketinggalan jalan.

Cara Membeli Tiket Kereta ETS


Ada beberapa cara membeli tiket kereta dari Kuala Lumpur ke Penang:

1. Beli melalui aplikasi resmi

Kamu bisa menggunakan aplikasi KTM Mobile. Langkahnya yaitu dimulai dengan mendownload aplikasi KTM Mobile. Kemudian, pilih rute Kuala Lumpur – Butterworth, pastikan pula pilih tanggal perjalanan lalu bisa pilih kursi dan selanjutnya bisa lakukan pembayaran. Setelah pembayaran selesai, kamu akan mendapatkan e-ticket yang bisa langsung ditunjukkan saat naik kereta.

2. Beli melalui platform travel

Alternatif lain adalah membeli tiket melalui platform travel seperti: Klook atau Traveloka. Platform ini sering memberikan promo atau diskon khusus untuk wisatawan.

Cara Menyeberang dari Butterworth ke Penang


Setelah turun di Butterworth Railway Station, kamu tinggal menyeberang menuju Pulau Penang. Saya pernah langsung menuju bandara juga dari Railway yang ada di Penang Sentral. Tapi untuk yang mau berwisata keliling Penang ada dua cara populer di antaranya:

1. Naik Ferry

Ferry dari Butterworth menuju Penang berangkat dari Penang Ferry Terminal dengan durasi perjalanan hanya sekitar 15 menit, harga tiketnya pun murah cuma sekitar RM2. Bisa dikatakan ini adalah cara paling murah sekaligus menarik karena kamu bisa menikmati pemandangan laut.

2. Naik Taksi Online

Jika membawa banyak barang atau ingin lebih cepat, kamu bisa langsung naik taksi online menuju hotel di George Town. Pemesanan tentu saja melalui aplikasi dari taksi online yang ada seperti Indrive maupun grab. Perjalanan biasanya sekitar 20–30 menit tergantung kondisi lalu lintas serta tentu saja biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan naik ferry.

Tips Hemat Naik Kereta ke Penang


Agar perjalananmu lebih hemat dan nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Pesan tiket lebih awal

Tiket kereta ETS sering cepat habis terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Idealnya pesan tiket 1 minggu sebelum keberangkatan terutama untuk mencari tipe paling murah yaitu Gold maka pastikan sudah pesan lebih cepat.

2. Pilih kursi dekat jendela

Ini sih favoritku untuk selalu pilih dekat jendela, jika kamu suka menikmati pemandangan, pilih kursi dekat jendela. Sepanjang perjalanan kamu akan melihat pemandangan sawah, bukit, dan desa khas Malaysia.

3. Hindari perjalanan weekend


Harga tiket biasanya lebih cepat habis saat Sabtu dan Minggu karena banyak warga lokal bepergian. Tentu saja untuk jenis tiket yang termurah pun segera habis maka sebisa mungkin jika banyak waktu liburan pilihlah hari biasa saja.

4. Datang lebih awal ke stasiun

Datanglah sekitar 30 menit sebelum kereta berangkat agar tidak terburu-buru. Memang tidak harus datang secepat seperti ke bandara tetapi untuk hadir lebih awal akan membuat nyaman dan tidak tergesa-gesa.

Pengalaman Naik Kereta Kuala Lumpur ke Penang


Salah satu hal yang membuat perjalanan ini menyenangkan adalah suasananya yang santai. Terakhir naik kereta ini pun masih seorang diri, namanya juga solo traveler ya. Saat kereta meninggalkan Kuala Lumpur, pemandangan gedung tinggi perlahan berubah menjadi hamparan hijau yang luas. Sepanjang perjalanan Saya pun bisa melihat desa kecil, sawah, hingga perbukitan yang indah.

Kereta juga sangat bersih dan tenang sehingga banyak traveler memanfaatkan perjalanan ini untuk beristirahat atau menikmati pemandangan. Tetapi Saya pun masih juga buka laptop dan tetap bisa mengerjakan kerjaan lho karena ada meja yang cukup bisa meletakkan laptop.

Tidak terasa, sekitar empat jam kemudian Saya pun sudah tiba di Butterworth Railway Station dan siap melanjutkan petualangan ke Pulau Penang. Tapi saat trip terakhir memang cuma iseng naik kereta dan lanjut terbang ke Medan. Saya mengambil taksi online dari railway station ke luar menuju Penang Sentral dan langsung naik taksi online ke bandara.

penang sentral



Terakhir, menurut Saya untuk naik kereta dari Kuala Lumpur ke Penang adalah salah satu cara perjalanan yang paling nyaman dan hemat di Malaysia. Dengan menggunakan kereta KTM ETS, Saya pun bisa menikmati perjalanan cepat sekitar 4 jam dari KL Sentral menuju Butterworth Railway Station, lalu menyeberang sebentar menuju George Town.

Bagi traveler yang ingin menjelajahi Malaysia dengan cara lebih santai, rute kereta ini sangat direkomendasikan. Selain hemat, perjalanan ini juga memberikan pengalaman berbeda menikmati pemandangan alam Malaysia sebelum akhirnya tiba di Pulau Penang yang terkenal dengan kuliner dan budaya yang kaya.

Penang selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta, bahkan hanya dalam waktu sehari. Banyak orang bilang, “Ah, sehari mana cukup?” Tapi justru di situlah serunya. Sehari di Penang itu seperti mencicipi hidangan pembuka yang begitu lezat sampai kamu berjanji akan kembali lagi.

spot foto lebuh armenian



Saya pun mengenang masa pertama kali ke Penang pada tahun 2016, sungguh banyak ketakjuban dengan kota sederhana namun luar biasa. Tampak biasa bagi yang hanya berasumsi ini sekedar deretan rumah tua dan wajah warga oriental yang kebanyakan sudah tua.

Namun, seseorang yang menyukai hal unik penuh suasana otentik tentu Penang begitu mempesona. Setiap sudut di kawasan George Town ini selalu ada cerita. Kisah yang akan selalu dikenang baik berlibur sendiri, bersama pasangan maupun keluarga.

So, kawan melalak cantik yang cuma punya waktu sehari doank di Penang bisa ngapain aja? Ayo baca sampai selesai selengkapnya artikel di bawah ini. Terkhusus ini hanya sekitar beragam Lebuh di George Town saja ya.

Pagi di George Town: Aroma Kopi dan Jejak Sejarah

Saya memulai hari di kawasan bersejarah George Town, jantungnya Pulau Pinang yang penuh warna dan cerita. Udara pagi terasa hangat, dengan sinar matahari yang perlahan menyinari deretan bangunan kolonial berwarna pastel. Jalanan masih relatif lengang, tapi beberapa kedai kopi sudah mulai ramai oleh warga lokal.

Langkah kaki menyusuri lorong-lorong kecil yang dipenuhi mural terkenal karya Ernest Zacharevic. Salah satu yang paling ikonik tentu saja mural anak kecil di sepeda. Rasanya berbeda melihatnya langsung dibanding hanya lewat foto instagram.

Dinding tuanya terasa hidup, seakan menyimpan ribuan cerita wisatawan yang pernah berhenti dan tersenyum di tempat yang sama. Tahun 2016, pertama kali kesini bersama teman perempuan, tetap berada di lokasi yang sama pula dengan momen berbeda.

Jika ini pertama kalinya untuk kamu ke Penang tentu bisa coba sarapan di kedai kopi tradisional untuk nikmati roti bakar kaya dan telur setengah matang. Aroma kopi hitam yang kuat bercampur manisnya selai kaya membuat pagi terasa begitu sempurna. Pilihan sarapan untuk nikmati kopi ini bisa ke Roti Bakar Legendaris Hutton Lane, Toh Soon Cafe maupun Makan Pagi by Fizzy Cafe.

Sambil sarapan bisa memperhatikan aktivitas warga lokal yang berbicara dalam campuran bahasa Hokkien, Melayu, dan Inggris. Penang benar-benar terasa multikultural, tampak kehangatan satu sama lain sehingga membuat betah duduk berlama-lama memandangi sekitar.

Siang di Lebuh Armenia Menatap Bangunan Tua dan Aneka Mural


Menjelang siang, saya melanjutkan perjalanan mengelilingi Lebuh Armenia, Lebuh Chulia sampai mendekat ke First Avenue Mall. Tidak ada salahnya jika cuma berjalan kaki memandangi aneka mural, namun apabila mau lebih asik bisa sewa sepeda saja.

Dulu, pertama kai kesini pun pada tahun 2016 juga menyempatkan untuk sewa sepeda sehingga lebih leluasa mau mendatangi semua mural yang ada. Cukup bawa peta wisata yang tersedia di hotel, tampak jelas lokasi dari masing-masing mural terutama yang masih sekitar Lebuh Armenia, kebanyakan spot foto viral disana.

Makan Siang Nana Tomyam

Terasa begitu lelah berkelilng seluruh Lebuh dan mendapatkan foto terbaik dari mural yang dicari, selanjutnya bisa mengisi perut yang mulai keroncongan. Nana Tomyam menjadi pilihan utama karena masih di sekitar Transfer Road.

nana tomyam penang



Saat sudah lelah berkeliling dan selesai membeli oleh-oleh di Penang Road maupun Pasar Chowrasta, maka menikmati semangkuk tomyan dan nasi putih akan mengenyangkan. Tentu saja tidak harus makan tomyam karena ada banyak beragam pilihan menu lainnya.

oleh-oleh penang


Senja di Padang Kota Lama

Traveler yang mau menutup hari melihat sunset, bisa memilih duduk di taman Padang Kota Lama. Jika ingin bergabung dengan banyaknya warga lokal yang santai, pun bisa duduk di pinggiran laut. Meskipun akan tercium aroma air laut dan desiran ombak tapi itulah keindahan tersendiri.

Jangan khawatir merasa lapar karena banyak makanan yang dijajakan oleh penjual baik warga lokal maupun pendatang. Ingin makan di tempat pun tersedia beberapa restoran sederhana dengan harga terjangkau pula.

Jika Kamu mau sampai malam pun tetap bisa karena semakin gelap tentu terus ramai, teringat tahun 2019 kesana ada atraksi bola-bola api yang dimainkan oleh warga lokal. Saat itu, ada teman dari Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Penang sehingga ia banyak menunjukkan aktifitas seru selama disana.

Sehari yang Terasa Cukup, Tapi Tidak Pernah Benar-Benar Cukup


Sehari di Penang memang tidak akan cukup untuk menjelajahi semuanya. Masih banyak tempat yang belum sempat dikunjungi, kafe unik yang belum dicoba, dan museum yang belum disinggahi. Tapi justru itu yang membuat Penang terasa istimewa, ia selalu meninggalkan rasa penasaran.

Itulah mengapa Saya pun berkali-kali ke Penang, jika melihat cap di paspor tentu paling banyak kunjungan ke Malaysia. Bahkan bisa hampir tiap bulan liburan ke Penang karena dekat dan banyak hal yang selalu dirindukan meskipun sudah begitu sering melalak cantik kesana.

Jika Kamu hanya punya satu hari di Penang, jangan ragu. Datanglah dengan langkah ringan dan hati terbuka. Nikmati setiap sudutnya tanpa terburu-buru. Karena di Penang, bahkan sehari saja sudah cukup untuk membuatmu ingin kembali lagi.

So, apakah kawan melalak cantik punya cerita dan kenangan di Penang?Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.
Mengingat perjalanan bersama suami ke Penang beberapa bulan lalu, Kami mencari rekomendasi sarapan yang sesuai di lidah Indonesia. Namun, tak juga menemukan hingga Saya pun menyarankan untuk singgah ke roti bakar legendaris saja.

review roti bakar hutton lane penang



Berhubung sedang menikmati momen bulan madu maka Kami tidak ingin terlalu terburu-buru keluar dari hotel. Pagi itu, suasana sekitar kawasan hotel yang berada di George Town, Penang masih sepi bahkan warga lokal tidak begitu tampak ramai beraktifitas. 

Aku sempat berfikir, apakah Kami yang memang masih sepagi itu? Padahal aku menyadari ini sudah termasuk siang jika bangun di rumah untuk melakukan aktifitas seperti biasa Ternyata memang sekitar masih sunyi, Kami pun terus berjalan hingga mendekati Pasar Chowrasta.

Aku melihat antrian yang cukup ramai untuk mengejar sarapan pagi, akhirnya Kami pun memutuskan menuju ke salah satu tempat paling legendaris yang dibicarakan wisatawan dan warga lokal. Ini adalah Roti Bakar Hutton Lane yang antriannya panjang dan cukup viral.

Jika kawan melalak cantik melihat dari luar, tentu saja tempat ini terlihat sederhana. Bisa dikatakan hanya sebuah warung kecil dengan meja dan kursi plastik di trotoar yang ramai dilalui pejalan kaki dan sepeda motor.

Namun, sebelum mentari mencapai puncaknya, antrian yang sudah mulai mengular sejak jam 06:30 menunjukkan bahwa tempat ini bukan sekadar roti bakar biasa, ini adalah ritual pagi bagi banyak orang di Penang. 

Saya pun memandang ke sekeliling untuk mencari tempat duduk yang kosong, sekalian meminta suami langsung ambil antrian. Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya, suami pun masih dengan sabar terus berjalan ketika antrian semakin berkurang di depan namun terus bertambah di belakang.

Saat Saya duduk mendekat dengan para customer yang sudah punya makanannya, aroma khas roti panggang yang disangrai di atas arang langsung menyambut hidung. Harumnya berbeda, bukan wangi manis biasa seperti toast pada umumnya, tapi ada sedikit sentuhan asap yang menggugah selera. 
Meskipun antrian panjang, namun staf di belakang counter tampak bergerak cepat melayani satu pesanan demi pesanan dengan senyum lelah tapi ramah. Sehingga ketika sudah mendapat giliran memesan maka akan cepat pula dapat makanan yang dipesan.

Rasa Otentik Tradisional: Roti Bakar Kaya & Telur Goyang

Begitu makanan datang, Saya pun langsung tahu kenapa tempat ini begitu dicari. Piring putih sederhana di depan para pengunjung dipenuhi seporsi roti bakar tebal yang berkilau dengan lelehan mentega dan kaya (selai kelapa).

Ini adalah bentuk kombinasi klasik yang menjadi favorit banyak penduduk lokal dan turis. Roti yang digunakan bukan sembarang roti tawar; ini adalah roti bengali dimana jenis roti sarapan khas lokal yang lembut di bagian dalam namun memiliki tekstur luar yang sempurna ketika dipanggang di atas arang. 

Tetapi yang membuat pengalaman ini tak terlupakan adalah sepiring roti bakar telur goyang. Dua butir telur setengah matang yang diletakkan di atas roti, dengan kuning yang masih menggoda untuk pecah saat disentuh garpu.

Sensasi lembutnya kuning telur yang mengalir ke setiap sudut roti menciptakan kontras tekstur yang luar biasa. Satu potong roti yang dicelupkan ke dalam kuning telur saja rasanya sudah seperti pelukan hangat di pagi hari. 

Saya memesan roti canai dengan telur goyang dan keju, perpaduan rasa lokal dan sentuhan modern yang memberi kejutan di lidah. Keju yang meleleh dengan gurihnya membuat roti canai crispy di pinggirnya terasa lebih menarik. 

Tentu saja menambah kenikmatan dengan memesan ayam kuah kari yang menjadikan rasa dan aroma khas semakin menggoyang lidah. Semua ini masih ditawarkan dengan harga yang sangat bersahabat, sungguh harga terjangkau untuk budget traveler.

Suasana Pinggir Jalan yang Penuh Cerita


Meski tidak berada di restoran ber-AC dengan interior Instagrammable, suasana di sini justru menjadi bagian dari pengalaman. Saya duduk di bangku plastik sederhana sambil menikmati roti bakar, melihat kehidupan pagi Penang berlalu.

suasana roti bakar hutton lane penang



Suasana open-air memang bukan untuk semua orang. Ada momen ketika angin membawa sedikit debu jalanan atau bau asap kendaraan, tapi justru di sanalah letak keasliannya. Ini bukan tempat yang dipoles untuk estetika pariwisata.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah tempat yang hidup secara autentik. Bahkan beberapa pengunjung lokal terkadang mengeluh tentang burung-burung merpati yang berkeliaran sekitar meja, atau sedikit kerepotan mencari parkir di pagi hari yang sibuk. 

Antrian Panjang, Tapi Layak Ditunggu


Antriannya memang nyata terutama di akhir pekan atau hari libur. Seperti saat Saya dan suami datang memang akhir tahun dimana banyak wisatawan juga bahkan melihat beberapa pengunjung berbicara satu sama lain sambil berdiri dalam antrean panjang.

Ada yang saling bertukar rekomendasi menu favorit sambil menunggu giliran memesanan. Rasanya ada kebersamaan tersendiri ketika menunggu bersama orang asing yang sama-sama menantikan seporsi roti bakar ikonik ini. 




Saya pun hanya memandangi suami yang mulai terkena sinar matahari sambil tetap tersenyum dan mengabadikan senyumnya dari kejauhan. Begitu pesanan datang, semua penantian itu terasa sepadan. Setiap gigitan menghadirkan rasa nostalgia sederhana, roti yang garing di luar namun empuk di dalam, manisnya kaya yang bersatu dengan mentega yang lumer, dan sensasi lembut telur setengah matang yang menyebar bersamaan setiap kali dipotong. 

Cocok untuk Siapa?


Kalau Kamu adalah pecinta makanan lokal, traveler yang suka mengeksplorasi hidangan klasik, atau sekedar ingin menenggelamkan diri dalam pengalaman sarapan autentik Penang, Roti Bakar Hutton Lane adalah destinasi yang wajib dicoba. Meskipun tempat ini bukanlah restoran mewah, kekuatan rasa dan atmosfir lokalnya membuat setiap kunjungan layak dikenang. 

Saya pun berkata ke suami untuk datang lagi pada sarapan esok harinya karena meskipun sudah berkali-kali ke Penang tapi baru itu menikmati beli roti bakar Hutton Lane. Tidak masalah jika masih tempat yang sama karena variannya kan beragam, tentu bisa coba aneka menu lainnya. Bagaimana dengan kawan melalak cantik? Adakah yang pernah jajan di Roti Bakar Hutton Lane?
Char kway teow yang terkesan sederhana, hanya kumpulan mie yang dimasak dengan rempah wangi disiram kecap berwarna gelap ternyata punya kesan tersendiri. Selalu memberikan kenangan rasa yang selalu tertinggal dan terus ingin diulang.

Saya selalu berjalan kaki di George Town, Penang, Malaysia ketika sore menjelang malam, satu aroma khas pasti langsung menyambutmu: aroma asap wajan panas, sedikit manis, gurih, pedas, dan bau laut yang menggoda.




Menelusuri setiap Lebuh di Penang memang ada kesan tersendiri, Saya pun teringat masa dimana lebih sering solo traveling berkeliling di George Town. Bahkan saaat kembali lagi terakhir kali bersama suami, makanan pertama yang dicari adalah char kway teow.

Itu bukan sekadar makanan, mungkin akan biasa saja bagi yang tidak suka tapi siapapun pasti mencarinya saat ke Penang. Begitulah char kway teow, ikon street food Penang yang membuat siapa pun jatuh cinta begitu pertama kali mencobanya.

Saya tiba di Penang Sabtu malam pada trip terakhir ke sana, lapar setelah perjalanan yang meskipun singkat dari Medan tapi cukup lama berangkat dari rumah hingga tiba di bandara. Saya sengaja menunggu sampai jam makan malam, karena banyak warga lokal bilang: “Char kway teow terbaik baru muncul setelah matahari turun.”

Dan benar saja, begitu Saya mendekati deretan warung di pinggir jalan, aroma itu langsung menusuk hidung. Itulah yang dialami pada trip awal ke Penang hingga sebelumnya saat solo traveling. Tapi kali ini, ada kekecewaan karena tiba begitu larut malam sehingga tidak menemukan lagi penjualnya terutama yang halal.

Apa Itu Char Kway Teow?


Btw, apa sih char kway teow itu? Kenapa sih banyak yang sebut ini salah satu menu enak dan murah cocok dibeli selama di Malaysia khususnya Penang? Well, char kway teow secara harfiah berarti “kwetiau goreng”. Tapi jangan disamakan dengan kwetiau goreng biasa yang kamu temui di kota asalmu deh.

Versi Penang adalah sebuah seni dimana campuran kwetiau nasi pipih, udang segar, telur, tauge, daun kucai, dan bumbu yang digoreng cepat di dalam wajan sangat panas hingga menghasilkan wok hei yaitu aroma asap khas dari api besar yang menyentuh mie. Ini memberikan rasa gurih, sedikit manis, dan smoky yang tak tergantikan apalagi dicampur dengan kerang atau oyster, uhh makin bertambah goyangan lidah.

Biasanya versi tradisionalnya juga menggunakan lemak babi (lard) dan bahkan lap cheong (daging babi kering), tetapi di Penang kamu bisa menemukan versi halal yang mengganti bahan-bahan terlarang namun tetap mempertahankan cita rasa uniknya. 

char kway teow malaysia


Pengalaman Pertamaku dengan Wok Hei & Tekstur yang Sempurna


Saya masih ingat jelas saat pertama kali suapan itu memasuki mulut: tekstur kwetiau yang lembut tapi tidak lembek, dengan lapisan bumbu yang melekat di setiap lekukan mie. Udangnya masih terasa segar, sedikit manis dari laut, dipadu dengan tauge yang masih renyah.

Bagian terbaiknya? aroma asap dari wajan panas, yang disebut wok hei oleh para chef lokal, ini semacam “nafas dari wajan” yang tak bisa ditiru kalau kamu memasak di rumah sih. Itulah pertama beli di sekitar Lebuh Chulia, ada penjual yang membawa gerobak sepeda dan katanya halal.

Ada sesuatu yang sangat memuaskan tentang melihat chef beraksi: mereka akan mengangkat wajan besar di atas api, membalik-balik mie dengan lincah sambil menambahkan saus, telur, sayuran, dan udang dalam waktu kurang dari semenit. Aksinya seperti sebuah tarian, cepat, penuh tenaga, dan berujung pada sepiring mie yang sempurna.

Apa Sih yang Membuat Char Kway Teow Begitu Favorit?


Ada beberapa alasan kenapa char kway teow bukan hanya sekadar makanan, tapi menjadi favorit banyak orang:

1. Rasa Kompleks dalam Satu Suapan


Perpaduan manis, asin, gurih, pedas, dan smoky membuat setiap suapan penuh karakter. Tidak seperti banyak makanan lain yang dominan satu rasa, char kway teow menawarkan “perjalanan rasa” dalam satu gigitan. 

2. Tekstur yang Dinamis


Kwetiau yang lembut berbaur dengan tauge renyah, udang juicy, dan telur yang sedikit lembut, semua bercampur jadi harmoni tekstur yang sangat memuaskan untuk setiap orang yang menyukainya.

3. Koneksi Budaya dan Cerita di Balik Masakan


Char kway teow bukan hanya makanan, ini adalah bagian dari warisan kuliner Penang. Dengan akar dari imigran Cina Teochew yang memadukan bahan lokal laut dengan teknik memasak cepat, hidangan ini telah berevolusi jadi simbol keramahan dan kreativitas jalanan Penang. 

4.  Pengalaman Street Food yang Autentik


Ini bukan hanya soal makanan di piring,ini soal suasana. Duduk di bangku plastik di foodcourt atau gerobak pinggir jalan, menikmati keriuhan suara spatula, hiruk pikuk penjual, dan komunitas warga lokal yang santai sambil makan. Semua itu membuat pengalaman makan jadi lebih dari sekadar santapan.

Pilihan Char Kway Teow Halal di Penang


Bagi wisatawan Muslim atau siapa pun yang mencari versi halal dari hidangan legendaris ini, Penang juga punya pilihan yang ramah dan lezat tanpa kompromi pada cita rasa:

1. Man Char Kuey Teow Wet Style Penang


Tempat ini dikenal dengan versi char kway teow yang sedikit ‘wet’ atau berkuah ringan, tapi tetap dengan aroma wok heiyang kuat. Banyak pengunjung memuji tekstur mie yang juicy dan rasa udang yang terasa segar, cocok buat makan malam santai setelah berkeliling kota.

2. Yan Char Kuey Teow (Halal)


Salah satu warung halal yang menyajikan char kway teow tanpa babi/lard, menggunakan ayam dan seafood sebagai ganti, namun tetap mempertahankan cita rasa khas Penang yang smoky. Tempat ini populer di food court Pengkalan Weld — lokasi yang strategis buat kamu yang sambil wisata kuliner. 

3. Bee Hwa Café — Muslim-Friendly Char Kway Teow


Kafe ini cukup terkenal karena menjadi salah satu tempat yang menyajikan char kway teow versi tanpa daging babi sejak tahun 1992. Banyak traveler Muslim merekomendasikannya sebagai spot yang aman dan tetap lezat. 

Selain itu ada juga beberapa pilihan lain di area Bayan Baru yang juga dikenal dengan versi halal dan cita rasa lokal yang otentik. Biasanya saat ada bazaar juga bisa kita temukan para penjual char kwey teow, Saya pun mencoba di pinggir jalan sekitar Chew Jetty. 

Awalnya tidak yakin dengan rasanya karena belum pernah coba sebelumnya serta melihat sekitar yang sepi. Namun, ketika mencobanya bisa buat nyaman dan kenyang, seporsi banyak pun bisa habis. Tentu saja itu juga karena sudah rindu mau makan char kway teow di Penang setelah setahun tidak berkunjung ke Malaysia.




















Bepergian ke Jakarta untuk ke sekian kalinya namun baru kali ini akhirnya bisa pergi sendiri dari Medan. Sebenarnya bukan terkhusus tujuan wisata namun ada banyak hal yang pengen dijelajahi selagi ada waktunya.

naik mrt jakarta sendirian



Teringat awal ke Jakarta itu sekitar tahun 2011 yang mana masih berstatus mahasiswa dan bepergian pun masih bersama teman-teman satu organisasi. Kali kedua masih sendirian dan selanjutnya ada bepergian lagi bersama rekan di komunitas.

Nah, momen perjalanan terakhir ini ke Jakarta dilalui seorang diri sehingga semua harus diurus tanpa orang lain pula. Demi menghemat budget dan menambah pengalaman maka Saya pun mencoba naik MRT dari bandara menuju hotel.

Saya pun mencari informasi seputar stasiun terdekat menuju hotel yang dituju, dari beragam sumber yang diperoleh maka diputuskan untuk turun di Stasiun Dukuh Atas BNI City. Sebuah pengalaman dimana harus bawa koper besar dengan cara hemat naik turun MRT.

stasiun mrt bni city



Rasa Senang Naik MRT Jakarta Pertama Kali


Pertama kali naik MRT sendirian di Jakarta adalah pengalaman yang campur aduk antara deg-degan dan excited. Sebagai seseorang yang biasanya mengandalkan ojek online atau transportasi pribadi, mencoba MRT Jakarta terasa seperti membuka bab baru dalam cara menikmati ibu kota.

Semua bermula dari keinginan sederhana: ingin merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi “anak kota” yang naik transportasi umum dengan praktis dan modern. Sejak tahu ada MRT di Jakarta langsung teringat momen perjalanan saat naik MRT di negeri jiran.

Siang itu, Saya memulai perjalanan dari bandara Soekarno Hatta, mencari informasi terlebih dahulu jalur mana yang dilalui untuk tiba di stasiun bandara. Begitu tiba di area stasiun, kesan pertamaku adalah bersih, tertata, dan terasa aman.

Banyak para pengguna transportasi umum yang memenuhi stasiun sambil menunggu, tentu saja harus naik train pindah terminal terlebih dahulu sebelum tiba di stasiun untuk naik MRT. Petunjuk arah jelas, petugas berjaga juga membantu, dan suasananya nyaman bahkan untuk seseorang yang pertama kali datang sendirian.

Cara Beli Tiket MRT Jakarta


Karena ini pengalaman pertama, Saya pun memutuskan membeli tiket langsung di mesin tiket otomatis. Di area stasiun, tersedia mesin pembelian kartu jelajah (single trip). Awalnya tentu saja bertanya ke petugas agar tidak terjadi kesalahan. Cara untuk pemesanan pun cukup mudah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pilih tujuan stasiun.
2. Layar akan menampilkan tarif.
3. Masukkan uang tunai atau gunakan pembayaran non-tunai.
4. Ambil kartu yang keluar dari mesin.

Untuk perjalanan ini, Saya memilih tujuan ke BNI City karena lebih dekat naik taksi online dari stasiun tersebut sehingga bisa menghemat budget. Tarif perjalanan ini tentu saja masih sangat terjangkau dibandingkan langsung naik taksi online dari bandara.

Tarif perjalanan lainnya pun masih termasuk terjangkau lho bahkan ada sekitar belasan ribu rupiah tergantung jarak. Selain membeli kartu single trip, sebenarnya kita juga bisa menggunakan kartu e-money seperti Flazz, e-Money Mandiri, atau Brizzi. Bahkan sekarang bisa juga memakai aplikasi pembayaran digital tertentu. Tapi karena ini pengalaman pertama, rasanya lebih seru pegang kartu fisiknya.

Setelah mendapatkan kartu, aku menempelkannya di gate masuk. Bunyi “bip” kecil terdengar, dan pintu otomatis terbuka. Rasanya seperti masuk ke dunia baru. Walaupun sudah pernah coba terlebih dahulu MRT di Malaysia, Singapura, Thailand bahkan hingga Turki.

Seterusnya selama di Jakarta, Saya pun naik MRT meskipun ada juga beberapa kali bersama teman-teman lainnya. Tentu saja menjadi pengalaman saat sendiri maupun bersama orang lain. Paling utama momennya yang terkenang di dalam pikiran.

Menunggu dan Naik Kereta


Area peron terasa nyaman dan ber-AC (untuk stasiun bawah tanah). Garis kuning pembatas jelas terlihat, dan ada pengumuman berkala yang mengingatkan penumpang untuk berdiri di belakang garis aman. Di papan informasi digital, terlihat estimasi waktu kedatangan kereta, hanya beberapa menit saja, cepat dan efisien.

Ketika kereta datang, pintu terbuka dengan rapi, para penumpang yang turun dipersilakan keluar terlebih dahulu, lalu kami yang menunggu masuk secara bergantian. Saya berdiri sambil berpegangan pada hand strap. Di dalamnya bersih, terang, dan terasa modern. Pendingin ruangan bekerja dengan baik, membuat perjalanan nyaman meski Jakarta sedang panas.

Sepanjang perjalanan, Saya memperhatikan pemandangan kota dari jalur layang. Gedung-gedung tinggi, jalan raya yang padat, dan langit Jakarta yang siang itu sedang hujan terasa berbeda dilihat dari balik jendela MRT. Ada rasa bangga juga, melihat bahwa Indonesia punya transportasi publik se-modern ini.

Setiap stasiun diumumkan dengan jelas dalam dua bahasa. Jadi untuk yang baru pertama kali pun tidak perlu takut tersasar. Saya pun turun di Stasiun BNI City, salah satu stasiun bawah tanah yang terhubung langsung dengan pusat kota.
.

Refleksi Naik MRT Sendirian


Pengalaman pertama naik MRT Jakarta sendirian memberi Saya perspektif baru tentang kemandirian dan keberanian mencoba hal sederhana. Terkadang, kita hanya perlu satu langkah kecil untuk keluar dari zona nyaman.

Selain hemat, MRT juga memberi pengalaman berbeda dalam menikmati kota. Saya merasa lebih terhubung dengan ritme Jakarta, melihat berbagai latar belakang orang dalam satu gerbong, dari pekerja kantoran hingga pelajar.

Jika kamu belum pernah mencoba naik MRT sendirian, mungkin ini saatnya. Siapkan kartu pembayaran, tentukan tujuan, dan nikmati perjalanan. Siapa tahu, seperti Saya, kamu akan menemukan bahwa perjalanan singkat di dalam kereta bisa menjadi cerita yang tak terlupakan.


Menikmati senja bersama tersayang akan selalu berbeda rasanya, momennya dan kenikmatan tersendiri cuma diri sendiri yang pahami. Jika dulu harus duduk seorang diri melihat pemandangan indah senja di Chew Jetty Penang, kali ini dengan nuansa baru bersama suami.




Menghabiskan waktu bersama tentu begitu bahagia, meskipun ada alokasi dana tambahan yang harus dikeluarkan saat menjadi suami dan istri. Ketika menikah ini, budget liburan menjadi bertambah, sebelumnya mungkin untuk keperluan diri namun kini harus menyiapkan anggaran berdua.

Setelah kami melakukan perjalanan panjang beberapa hari di Penang, tentu Saya tidak ingin melewatkan momen bisa duduk di tepi laut. Melihat beragam orang yang juga menikmati masa bersama keluarga tersayang.

Suasana Indah Chew Jetty

Suasana sore Chew Jetty membuat Saya sungguh paham bahwa menikmati perjalanan tak selalu harus mahal. Terletak di kawasan Weld Quay, bagian dari area bersejarah George Town, tempat ini adalah perkampungan tradisional Tionghoa di atas laut yang masih dihuni warga lokal.

Rumah-rumah kayu berdiri di atas tiang, lorongnya memanjang ke arah air, dan suasananya terasa hangat sekaligus autentik. Kanan dan kiri tampak para penjual yang menjajakan barang dagangan di teras rumah. Aneka hal pun dijual mulai souvenir, goodie bag, kaos hingga makanan dan minuman yang unik dan bisa menghilangkan dahaga.

Waktu Tepat ke Jetty


Datanglah sekitar pukul 17.30 agar bisa menikmati perubahan warna langit secara perlahan. Saat matahari mulai turun, cahaya keemasan memantul di permukaan laut, menciptakan siluet rumah-rumah panggung yang cantik untuk difoto.

Duduk santai di ujung dermaga adalah aktivitas paling sederhana sekaligus paling berkesan. Tidak ada tiket masuk untuk berjalan di area utama jetty, jadi kita bisa menikmati suasana tanpa biaya. Ini termasuk cara liburan hemat juga, bisa bepergian jauh dari rumah tetapi tetap murah.

Kenapa Harus ke Chew Jetty?

Beberapa kawan melalak cantik menanyakan alasan kenapa harus menginjakkan kaki ke Chew Jetty saat ke Penang? Saya pun memberikan beberapa alasan berikut ini:

1. Menikmati Sunset Tanpa Biaya


Hal pertama yang wajib dilakukan tentu saja berburu senja. Cari spot duduk yang tidak mengganggu aktivitas warga. Biasanya ada bangku kayu atau ruang terbuka di ujung jetty. Berhubung untuk menghemat budget maka bisa membawa minuman sendiri.

Saya dan suami sudah menyiapkan tumbler berisi air dan ketika habis pun akan membeli saja dari minimarket sekitar agar lebih hemat. Jika membeli di area jetty, harga minuman dingin rata-rata sekitar RM5–RM8. Dengan kurang dari RM10, kamu sudah bisa duduk tenang menikmati golden hour lho.

Bagi pecinta fotografi, momen ini adalah waktu terbaik untuk mengambil gambar dengan cahaya alami yang lembut. Siluet perahu nelayan dan warna langit yang dramatis akan membuat hasil foto terlihat estetik tanpa perlu filter berlebihan.

2. Mencicipi Jajanan Lokal yang Terjangkau


Di sepanjang jalan masuk Chew Jetty, terdapat kios kecil yang menjual camilan dan minuman ringan. Jika berminat bisa saja mencoba es krim lokal, jus buah segar, atau snack tradisional dengan harga rata-rata RM5–RM15.

Mau makan lebih kenyang dengan harga tetap ramah kantong? Bisa donk berjalan kaki sekitar 5–10 menit menuju area kuliner di sekitar George Town. Saya dan suami pun sempat membeli char kway teow yang murah di sekitar pintu luar jetty.

Penang terkenal dengan street food yang lezat dan murah. Dengan budget sekitar RM15–RM25 per orang, sebagai pelancong tentu sudah bisa menikmati nasi kandar, char kway teow, atau laksa Penang di kedai lokal. Makan sederhana setelah menikmati senja terasa jauh lebih bermakna dibandingkan makan di restoran mahal sih.

3. Berburu Foto dan Konten Estetik


Bagi traveler yang juga content creator, Chew Jetty adalah lokasi yang sangat instagrammable. Rumah kayu berwarna-warni, jembatan panjang, dan latar laut menciptakan komposisi visual yang unik. Selain itu, tidak jauh dari sini kamu bisa berjalan kaki menyusuri mural dan street art khas George Town yang sudah mendunia.

Banyak spot foto di area ini gratis. Cukup manfaatkan pencahayaan alami senja. Jika ingin hasil maksimal, gunakan outfit dengan warna netral agar kontras dengan langit jingga. Tanpa perlu biaya tambahan, kamu bisa mendapatkan banyak konten untuk media sosial.

Saya pun bersyukur liburan kali ini bersama suami sehingga bisa meminta untuk abadikan momen berkali-kali. Beberapa titik spot menjadi incaran yang memang ramai ditunggu para pelancong untuk mengantri. Harus ikut sabar nunggu orang lain foto jika mau ikutan eksis dan dapat konten estetik tapi jika tidak hobi, ya bisa saja tetap nikmati senja saja.

4. Naik Perahu Singkat 


Jika ingin pengalaman berbeda dan memiliki sedikit tambahan budget, terkadang ada warga lokal yang menawarkan perjalanan singkat dengan perahu kecil di sekitar perairan jetty. Biayanya berkisar RM20–RM30 per orang untuk durasi pendek.

Kami pun melihat ada banyak pengunjung yang mencoba naik perahu tersebut, cukuplah untuk berkeliling singkat. Dari atas perahu, bisa melihat garis pantai George Town dan suasana pelabuhan saat matahari terbenam. Meski opsional, pengalaman ini cukup berkesan sih sepertinya, mungkin saat kunjungan berikutnya, akan dicoba bersama suami.

Cara Hemat Menuju Chew Jetty


Untuk menuju Chew Jetty dari pusat kota, kamu bisa berjalan kaki jika menginap di area George Town. Alternatif lainnya adalah menggunakan bus Rapid Penang dengan tarif sekitar RM1–RM4 tergantung jarak. Transportasi online juga relatif terjangkau jika bepergian bersama teman atau pasangan.

Berhubung Saya dan suami memang sedang berjalan-jalan dan baru saja turun dari kapal ferry maka kami langsung jalan kaki saja menuju jetty. Kemudian, pulang ke hotel dengan berjalan kaki saja, meskipun melelahkan namun buat bahagia karena bersama pasangan yang disayang.

Chew Jetty bukan tentang atraksi modern atau hiburan mewah. Tempat ini menawarkan ketenangan, sentuhan sejarah, dan suasana lokal yang autentik. Duduk santai menyaksikan matahari tenggelam, berbagi camilan sederhana, lalu berjalan menyusuri jalanan heritage George Town adalah kombinasi yang sempurna untuk sore yang berkesan.

Kadang, perjalanan terbaik bukan yang paling mahal, melainkan yang memberi ruang untuk berhenti sejenak dan benar-benar menikmati waktu. Dan di Chew Jetty, senja selalu tahu cara membuat kita ingin tinggal sedikit lebih lama.

Saya dan suami pun akhirnya kembali ke hotel ketika sudah mulai gelap dikarenakan tubuh juga lelah setelah berkeliling seharian ke banyak spot asik di Penang. Kawan melalak cantik bisa baca aneka artikel lainnya seputar Penang di blog ini, ya.
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates