facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Kalau cuma punya 24 jam di Hat Yai, apa bisa puas jalan-jalan tanpa bikin dompet nangis?Pertanyaan yang muncul dari dalam diri sendiri sebelum mencoba langsung ngetrip sebagai solo traveler di Hat Yai. Perjalanan yang tidak mudah tapi ternyata seru ketika sudah dicoba hingga akhirnya selesai dalam trip saat itu.

Sebenarnya jika harus jujur sih awalnya pun juga sempat ragu tapi setelah nyobain sendiri, ternyata satu hari di sekitar Lee Garden Walking Street itu cukup buat ngerasain semuanya, mulai dari penginapan murah, aneka kuliner, sampai belanja lucu-lucu yang bikin kalap.




Cerita 24 Jam di Lee Garden Walking Street Hat Yai

Berhubung banyak yang penasaran gimana rasanya jika ambil trip singkat misalnya hanya weekend getaway ke Penang dan Hat Yai, tentu harus bisa membagi waktunya, nah ini cerita 24 jam versi Melalak Cantik di Hat Yai.

Trip Dari Penang ke Hat Yai

Biasanya untuk berlibur ke Hat Yai, Saya selalu ambil kereta api pagi atau naik van yang paling lama sih sekitar pukul 1 siang saja. Berhubung perjalanan tidak dekat tapi juga bukan terlalu jauh yang mana paling sekitar 4-5 jam saja, disesuaikan waktunya agar tetap bisa relax nikmati malam di Hat Yai.

Nah, kita langsung saja ngebahas ketika sudah sampai di Hat Yai khususnya kawasan Lee Garden Walking Street karena kalau naik van bisa request untuk diturunkan di sekitar daerah ini atau bahkan depan hotel langsung yang berada di kawasan tersebut.

Tiba di Hat Yai, Check in Hotel


Ketika mau check-in hotel di Hat Yai pastikan sudah book terlebih dahulu agar ketika penuh pun tidak repot harus berkeliling lagi. Carilah yang murah, nyaman dan lokasi terdekat menjadi kunci, terutama bagi solo traveler pasti cari yang bisa membuat aman pula.

Hal pertama yang biasanya Saya lakukan begitu sampai di Hat Yai memang check-in hotel agar tidak rempong bawa barang untuk berkeliling sekitarnya. Tips paling penting memang pilih hotel yang dekat dengan area Lee Garden aja.

Kenapa begitu? Karena hampir semua aktivitas bisa kamu lakukan dengan jalan kaki doank. Ini membuat hemat budget khususnya para backpacker yang masih punya rencana trip lainnya. Saya pun mendapatkan penginapan sejenis dormitory yang murah hanya 150 ribuan dengan fasilitas sudah ada pendingin ruangan, kamar mandi dan sarapan pagi di dapur dan paling penting eggak perlu ribet naik transport lagi, hemat tenaga, hemat waktu karena jalan doank ke jalur belakang hostel.

Makan Murah Meriah, Tapi Rasanya Wah


Perut mulai lapar karena sudah gerak sejak pagi dari Penang maka ini saatnya eksplor kuliner. Saya jalan santai ke sekitar Hat Yai Plaza Market dan langsung disambut aroma makanan yang menggoda banget. Sepanjang jalan sudah tampak para penjual jalanan a.k.a street food seller dengan beragam pilihan makanan baik yang pedas, segar, asam dan manis.

Paling suka banget dengan Hat Yai ini karena pilihan makanannya banyak dan harganya ramah di kantong. Sebagai solo traveler yang akan menghabiskan semua sendiri tentu cari yang hemat tapi buat kenyang.

Saya pun tidak melewatkan kwetiau untuk mengenyangkan seketika, tampak penjual yang berhijab pun banyak di sekitar Lee Garden Walking Street sehingga engga terlalu sulit cari makanan halal. Setelah itu, tentu tidak akan pernah melewatkan beli mango sticky rice saat di Thailand, serta nikmati minum thai tea segar.




Ssstt, ternyata enggak cukup cuma jajan itu karena semua penjual seperti memanggil untuk dibeli jualannya. Saya pun beli es krim kelapa, aneka buah potong yang tidak boleh tertinggal juga serta roti pisang coklat yang yummy.

Total pengeluaran? Nggak sampai 100 ribu rupiah kok dan jujur, ini salah satu momen yang bikin mikir, “Kenapa di sini bisa semurah ini tapi seenak ini?” Pantesan aja banyak traveler suka berlibur ke Thailand khususnya kota kecil gini.

Perut Kenyang Waktunya Belanja


Setelah kenyang, Saya coba masuk ke Lee Gardens Plaza Shopping Mall Hat Yai buat cari suasana yang lebih adem, sekedar lihat doank atau mau belanja boleh aja. Mall ini memang biasa saja sih tapi bisa lihat ada produk fashion seperti baju, tas maupun sepatu.

Jika mau yang lebih besar dan modern, tapi tetap punya sentuhan lokal bisa juga ke Central Festival Hat Yai tapi tentu gak berada di kawasan Lee Garden Walking Street. Btw, di sini kamu bisa temukan outfit ala Thailand yang chic dan affordable.

Mau cari snack khas Thailand buat oleh-oleh bisa kok di pinggir jalan juga, banyak toko yang menjual dengan harga miring kalau bisa tawar menawar. Cari skincare dan kosmetik lokal yang lagi viral dengan harga murah meriah pun ada, masuk ke Watsons atau Guardian jangan ragu karena biasa juga banyak promo atau diskonan.

Disini sih rasanya kayak lagi di Bangkok, seketika Saya teringat liburan beberapa tahun lalu di sana tapi versi lebih santai dan nggak terlalu ramai aja. Serta tentu saja wajahnya didominasi warga lokal sih dan tetap mudah mencari makanan lokal yang halal.

 Malam Puncaknya: Lee Garden Walking Street


Nah, ini bagian yang paling ditunggu begitu malam tiba, area Lee Garden Walking Street berubah jadi super hidup. Lampu warna-warni, musik jalanan, dan deretan street food bikin suasana jadi magical banget.

Saya berjalan pelan, menikmati setiap sudut kawasannya kemudian bisa belanja dari penjual lokal yang menjajakan barang dagangan terutama mau beli celana murah meriah atau baju serta souvenir sih.

Di sini kamu bisa jajan seafood bakar, beli dessert unik, hunting aksesoris lucu dengan harga miring, nonton street performance yang seru dan yang paling disukai itu suasananya friendly banget, bahkan buat yang jalan sendiri seperti Saya. Rasanya kayak lagi di tempat asing, tapi tetap nyaman.

Tengah malam pun masih ramai, biasanya di beberapa kota, jam hampir tengah malam tuh udah mulai sepi. Tapi di Hat Yai? Tentu tidak deh makanya nikmati saja dulu momen disitu sampai puas.

Coba Thai Massage di Penginapan

Berhubung penginapan murah meriah sejenis dormitory yang berada di lantai 2, nah untuk lantai 1 terdapat masssage ala Thai. Pemiliknya juga masih sama dengan penginapan sehingga bisa mendapatkan potongan harga.




Saya pun tidak mau melewatkan kusuk-kusuk ala Thailand setelah itu refleksi kaki, rasanya nikmati sekali dan budget yang dikeluarkan pun paling sekitar 100-200 ribuan doank. Kamu akan mudah temukan Thai massage ini di sekitar kawasan Lee Garden Walking Street kok.

Setelah kusuk manja tentu lanjut tidur donk, enaknya berada di satu tempat begini. Sudah langsung bisa beristirahat dari perjalanan panjang dan kusuk pun tidak sia-sia. Di Hat Yai ini, banyak pernjual maupun massage begini buka sampai jelang pukul 2 pagi bahkan mungkin ada yang 24 jam ya makanya nikmati saja deh.

Pagi yang Tenang, Penutup yang Bikin Kangen


Setelah semalam penuh keramaian, nikmati pagi di Hat Yai terasa jauh lebih pelan. Saya tetap keluar hotel di pagi hari, jalan santai menuju pasar terdekat, dan cari sarapan sederhana. Secangkir kopi dan roti hangat jadi penutup yang sempurna sebelum check-out.

Eh, ternyata memasuki pasar tradisional di Hat Yai sangat seru, bahkan cukup jalan kaki dari penginapan sih. Terdapat aneka penjual makanan aneka kue tradisional dan tentu saja banyak buah-buah juga. Jadilah bisa sarapan enak dan kenyang sesuai selera nih.




Setelah selesai, lalu muncul dan tersadar di momen ini bahwa Hat Yai bukan cuma soal murah atau dekat dari Indonesia maupun Penang. Tapi soal pengalaman sederhana yang terasa lengkap dengan waktu singkat.

So, worth it enggak 24 jam di Hat Yai? Jawabannya tentu worth it banget lah. Dalam waktu singkat, Saya bisa istirahat nyaman tanpa mahal, makan enak tanpa over budget, belanja senang tanpa rasa bersalah dan tetap punya pengalaman travel yang berkesan bersama warga lokal.

Kalau kamu lagi cari destinasi luar negeri yang hemat, dekat, tapi tetap seru tentu Hatyai wajib masuk list kamu. Dan siapa tahu, 24 jam kamu di sini justru bikin pengen balik lagi kayak Saya. Yuk ah, save artikel ini buat itinerary kamu nanti, ya! Kalau kamu punya versi 24 jam di Hat Yai, share juga ya di kolom komentar karena Saya pun penasaran.
Seketika ingin flashback menuju masa pertama kali menginjakkan kaki ke Bangkok sekitar tahun 2017. Dulu, tentu saja bukan kota ini menjadi tujuan utama ketika ke Thailand, sempat melewati Hat Yai namun belum terlalu banyak lakukan penjelajahan.




Beda Rasa Bangkok vs Hat Yai


Jika boleh jujur, Saya sempat berfikir bahwa semua kota di Thailand itu bakal punya vibe yang mirip, chaotic tapi charming, penuh street food enak, dan super aesthetic buat foto. Tapi semua asumsi itu langsung runtuh begitu menginjakkan kaki di Bangkok dan beberapa bulan kemudian penjelajahan lanjut ke Hat Yai.

Dua kota ini? Beda banget. Bahkan bisa bikin kamu mikir, “Ini masih satu negara, kan? Kok bisa beda banget yak"




Kesan Pertama Bikin Kaget


Di Bangkok, Saya langsung disambut dengan kota metropolitan yang super hidup. Gedung tinggi, mall besar, transportasi modern, rasanya kayak perpaduan Jakarta dan Seoul. Tapi begitu sampai di Hat Yai, suasananya berubah drastis. Lebih santai, lebih “lokal”, dan jauh dari kesan kota besar sih.

Shock pertama? Saya merasa kayak pindah dunia. Kalau Bangkok itu sibuk dan cepat, Hat Yai itu tenang dan sederhana. Wajah yang terlalu familiar didominasi dengan warga lokal, bahkan turis pun tidak tampak ramai seperti di Bangkok.

Transportasi: Modern vs Manual


Di Bangkok, Saya dimanjakan dengan Bangkok BTS yang super praktis, mau bepergian sekitar dalam kota bisa langsung tap kartu, naik, dan sampai tujuan tanpa drama macet. Memang tetap harus sabar menunggu kedatangan BTS dan terkadang harus siap pula untuk berdiri jika terlalu penuh penumpangnya.

Bagaimana dengan transportasi di Hat Yai? Jangan harap ada kereta modern seperti itu. Transportasi lebih banyak pakai tuk-tuk atau kendaraan lokal. Awalnya terasa ribet, tapi justru di situlah pengalaman uniknya sih.

Tapi, berhubung keseringan solo traveling dan mau praktis tanpa bertanya tentang tuk-tuk yang menuju ke tujuan maka naik ojek online lebih praktis sih. Ini salah satu momen di mana Saya harus lebih fleksibel sebagai traveler, harus bisa menyesuaikan transportasi yang mau digunakan selama ngetrip.

Kuliner: Surga Street Food vs Hidden Local Gems


Bangkok itu surganya street food modern mulai dari yang viral sampai yang Michelin star pun ada. Semua terlihat cantik, tertata, dan Instagramable. Tapi Hat Yai? Lebih “jujur”, makanannya mungkin nggak selalu estetik, tapi rasanya? Gila sih, autentik banget. Bahkan beberapa makanan lokal di sana rasanya lebih “ngena” dibanding yang dicoba di Bangkok.

Shock berikutnya adalah tentu jangan nilai makanan dari tampilannya aja, terkadang estetik doank tapi rasanya masih biasa sih. Tapi, ketika mengunjungi Bangkok dan Hat Yai memang tetap lebih banyak hunting makanan lokal yang tentu saja cari ada label halal.

Bahasa & Interaksi: Lebih Mudah vs Lebih Menantang


Di Bangkok, ada banyak orang yang sudah terbiasa dengan turis. Bahasa Inggris cukup membantu walaupun masih tetap harus menelaah lebih dalam untuk aksen yang digunakan oleh warga lokal. Di Hat Yai, Saya sempat struggle terutama jika mau bertanya tentang lokasi karena eggak semua fasih berbahasa Inggris, jadi harus lebih banyak pakai gesture atau Google Translate.

Tapi justru di situ lebih merasa interaksinya lebih hangat, lebih genuine meskipun harus bersabar untuk bisa punya komunikasi berlanjut. Ketika menanyakan harga juga sebenarnya lebih asik kalau tahu bahasa lokal agar mudah untuk tawar menawar.

Biaya: Bangkok Menguras, Hat Yai Bersahabat


Ini bagian yang paling terasa bagi solo traveler yang mode liburan hemat alias ala backpacker. Masa pertama kali ngetrip ke Bangkok tuh memang masih awal memulai sehingga masih penuh perhitungan untuk segala budget yang dikeluarkan.

Bangkok bisa jadi cukup mahal, apalagi kalau kamu kalap belanja atau nongkrong di cafe aesthetic. Pilihan toko fashion banyak, mall mewah berebut mencuri perhatian makanya duit bisa habis kalau tidak mengontrol diri. Sementara Hat Yai jauh lebih ramah di kantong, pilihan mall pun tidak beragam.

Mulai dari makanan, transportasi, sampai penginapan, semuanya terasa lebih ringan di Hat Yai. Sebagai solo traveler tentu masih mencari dormitory sehingga bisa sharing kamar dengan traveler lainnya. Biaya yang dikeluarkan tentu saja bisa lebih hemat.

Aesthetic & Spot Foto: Kota Instagram vs Kota Cerita


Kalau kamu tipe traveler yang cari konten cantik, Bangkok jelas juaranya donk,hampir setiap sudut bisa jadi spot foto bahkan terus bertambah aneka atraksi wisata disana. Hat Yai? Tentu saja enggak sebanyak itu. Tapi justru di sana kamu dapat “cerita”, bukan sekadar foto saja.

Dan sebagai konten kreator, aku belajar bahwa enggak semua tempat harus aesthetic untuk bisa jadi menarik. Awal pertama ngetrip ke Hat Yai hanya lakukan penjelajahan di sekitar kota tapi ketika berkesempatan bersama teman-teman maka kami sewa transportasi lokal untuk jelajah beragam kawasan lainnya sehingga dapat spot foto yang menarik pula.

Tips Tetap Cantik Saat Traveling di Dua Kota Ini


Percaya deh, cuaca Thailand itu bisa bikin makeup luntur dalam hitungan jam. Jadi ini beberapa trik andalan agar bisa tetap tampil on point berfoto di depan spot wisata. Pertama, tentu saja harus gunakan sunscreen karena ini menjadi hal wajib terutama di Bangkok yang panasnya lebih “menusuk”.

Kedua, pilih makeup ringan dan tahan lama, pastikan pula selalu bawa face mist biar tetap fresh. Berhubung di Hat Yai lebih santai, Saya malah lebih sering tampil natural dan surprisingly, itu justru bikin lebih nyaman saat berkeliling tempat wisata. Cantik itu bukan soal full makeup, tapi soal feeling good selama perjalanan. So, pilihlah yang sesuai dengan kenyamana diri aja ya.

So, Pilih Bangkok atau Hat Yai?


Kalau kamu suka city vibes, modern lifestyle, dan konten aesthetic, tentu saja Bangkok adalah jawabannya. Tapi kalau kamu pengen pengalaman yang lebih lokal, santai, dan hemat maka Hat Yai bisa jadi pilihan yang lebih “kena di hati”.

Buat Saya pribadi?Tetap butuh keduanya karena ternyata, traveling itu bukan cuma soal destinasi, tapi tentang bagaimana setiap tempat bisa kasih rasa yang berbeda dan kadang, rasa itu datang dari hal-hal yang enggak kita duga sebelumnya.

Dan melalui trip ke Bangkok hingga ke Hat Yai, Saya belajar beragam hal diantaranya jangan pernah berekspektasi terlalu sempit pada sebuah tempat karena bisa jadi, justru perbedaan itulah yang bikin perjalanan kamu jadi cerita yang nggak terlupakan. Kalian gimana? Adakah punya cerita seru selama ngetrip di Bangkok dan Hat Yai, gaes?
Berlibur ke KL bukan lagi hal istimewa terutama bagi warga Medan karena bisa saja melakukan trip setiap bulan.  Pertanyaan mengenai cara dari bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport) ke pusat kota khususnya KL Sentral begitu sering muncul.

cara dari bandara ke kl sentral



Jika kamu baru mendarat di Kuala Lumpur International Airport baik terminal 1 maupun 2, pertanyaan pertama yang sering muncul adalah: bagaimana cara paling mudah dan termurah menuju KL Sentral? Tenang, Kuala Lumpur dikenal memiliki sistem transportasi yang rapi, modern, dan ramah wisatawan. Bahkan untuk first timer sekalipun, perjalanan dari bandara ke pusat kota bisa terasa sangat simpel.

Cara Dari Bandara KLIA ke KL Sentral


Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan, mulai dari yang tercepat hingga yang paling hemat. Jika kamu mencari cara dari KLIA ke KL Sentral yang paling mudah dan cepat, maka KLIA Ekspres adalah jawabannya. Nah, ini merupakan salah satu transportasi yang memang tercepat namun bukan yang termurah.

Kereta ini merupakan layanan non-stop yang langsung menghubungkan bandara dengan KL Sentral hanya dalam waktu sekitar 28 menit. Cocok banget untuk kamu yang tidak ingin ribet, apalagi setelah penerbangan panjang. Selain itu, jadwal keberangkatannya juga cukup sering, jadi kawan melalak cantik tidak perlu menunggu lama.

Saya pernah menuliskan khusus untuk transportasi menggunakan KLIA Ekspres ini, bisa dibaca pada artikel tentang

Opsi Transportasi Lebih Murah


Namun, jika kamu ingin opsi yang lebih ramah di kantong, kamu bisa memilih KLIA Transit. Kereta ini sebenarnya memiliki rute yang sama, tetapi berhenti di beberapa stasiun sebelum sampai ke KL Sentral. Waktu tempuhnya sekitar 35 hingga 40 menit, sedikit lebih lama dibanding KLIA Ekspres.

Meski begitu, harga tiketnya lebih terjangkau, sehingga menjadi pilihan yang pas bagi traveler yang ingin tetap nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Saya sudah mencoba jalur KLIA Transit pada Januari 2026 lalu, namun bukan rute dari KLIA ke KL Sentral sih.

Saat itu, Saya coba jalur dari Selangor menuju KLIA dimana bisa ambil jalur menuju Putrajaya terlebih dahulu, setelah itu naik KLIA Transit dari Putrajaya menuju bandara KLIA. Memang jadi lebih lama sih tapi tentu saja budget lebih terjangkau.




Gimana Kalo Mau Paling Murah?


Bagi kamu yang benar-benar ingin menekan budget perjalanan, bus bandara adalah pilihan terbaik. Layanan seperti SkyBus atau Aerobus menawarkan tarif yang sangat murah dibandingkan kereta. Bus ini langsung berangkat dari KLIA menuju KL Sentral dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Walaupun lebih lama, fasilitas bus sudah cukup nyaman dengan pendingin udara dan kursi yang layak. Banyak backpacker memilih opsi ini karena bisa menghemat pengeluaran untuk dialihkan ke kebutuhan lain selama traveling. Cara pemesanan untuk bus ini juga mudah kok, bisa langsung turun aja ke lantai dasar nanti ada banyak pilihan counter untuk pesan tiketnya.

Bisa Lebih Personal Tapi Mahal


Selain pilihan yang sudah diinfokan sebelumnya, kawan melalak cantik juga bisa menggunakan taksi atau layanan transportasi online. Pilihan ini sangat cocok kalau bepergian dalam kelompok atau membawa banyak barang.

Kamu bisa langsung menuju tujuan tanpa perlu berpindah kendaraan. Namun, perlu diingat bahwa biaya yang dikeluarkan tentu lebih mahal dibandingkan opsi lainnya, terutama jika kamu bepergian sendirian. Nah, itulah kenapa kalo beramai-ramai masih cocok karena bisa bayar patungan donk.

Untuk membuat perjalananmu lebih efisien, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Pertama, sesuaikan pilihan transportasi dengan waktu kedatangan. Jika kamu tiba di malam hari, kereta seperti KLIA Ekspres bisa jadi pilihan terbaik karena lebih aman dan cepat.

Kedua, pertimbangkan jumlah barang bawaan. Jika kamu membawa koper besar, pilih transportasi yang lebih nyaman agar tidak kerepotan. Ketiga, cek promo tiket secara online karena seringkali ada diskon menarik untuk kereta bandara.

Menariknya, semua transportasi dari KLIA ke KL Sentral sudah terintegrasi dengan baik, sehingga kamu tidak perlu khawatir tersesat. Petunjuk arah di bandara juga sangat jelas, bahkan tersedia dalam berbagai bahasa. Hal ini membuat perjalananmu semakin mudah, bahkan jika ini adalah pengalaman pertama ke Malaysia.

So, Harus Pilih Mana?


Kesimpulannya, cara dari KLIA ke KL Sentral yang paling mudah adalah menggunakan KLIA Ekspres, sementara yang paling murah adalah bus bandara. Jika kamu ingin kombinasi antara harga dan kenyamanan, KLIA Transit bisa jadi pilihan terbaik. Semua kembali pada kebutuhan dan gaya traveling kamu. Dengan memilih transportasi yang tepat, perjalanan dari bandara menuju pusat kota Kuala Lumpur tidak hanya efisien, tetapi juga menyenangkan.

Jadi, sudah tahu mau pilih yang mana? Pastikan kamu merencanakan perjalanan dengan baik agar pengalaman liburanmu di Kuala Lumpur dimulai dengan lancar dan bebas stres. Ada rekomendasi lainnya? Silahkan tinggalkan komentarnya yha!
Penang selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta, bahkan hanya dalam waktu sehari. Banyak orang bilang, “Ah, sehari mana cukup?” Tapi justru di situlah serunya. Sehari di Penang itu seperti mencicipi hidangan pembuka yang begitu lezat sampai kamu berjanji akan kembali lagi.

spot foto lebuh armenian



Saya pun mengenang masa pertama kali ke Penang pada tahun 2016, sungguh banyak ketakjuban dengan kota sederhana namun luar biasa. Tampak biasa bagi yang hanya berasumsi ini sekedar deretan rumah tua dan wajah warga oriental yang kebanyakan sudah tua.

Namun, seseorang yang menyukai hal unik penuh suasana otentik tentu Penang begitu mempesona. Setiap sudut di kawasan George Town ini selalu ada cerita. Kisah yang akan selalu dikenang baik berlibur sendiri, bersama pasangan maupun keluarga.

So, kawan melalak cantik yang cuma punya waktu sehari doank di Penang bisa ngapain aja? Ayo baca sampai selesai selengkapnya artikel di bawah ini. Terkhusus ini hanya sekitar beragam Lebuh di George Town saja ya.

Pagi di George Town: Aroma Kopi dan Jejak Sejarah

Saya memulai hari di kawasan bersejarah George Town, jantungnya Pulau Pinang yang penuh warna dan cerita. Udara pagi terasa hangat, dengan sinar matahari yang perlahan menyinari deretan bangunan kolonial berwarna pastel. Jalanan masih relatif lengang, tapi beberapa kedai kopi sudah mulai ramai oleh warga lokal.

Langkah kaki menyusuri lorong-lorong kecil yang dipenuhi mural terkenal karya Ernest Zacharevic. Salah satu yang paling ikonik tentu saja mural anak kecil di sepeda. Rasanya berbeda melihatnya langsung dibanding hanya lewat foto instagram.

Dinding tuanya terasa hidup, seakan menyimpan ribuan cerita wisatawan yang pernah berhenti dan tersenyum di tempat yang sama. Tahun 2016, pertama kali kesini bersama teman perempuan, tetap berada di lokasi yang sama pula dengan momen berbeda.

Jika ini pertama kalinya untuk kamu ke Penang tentu bisa coba sarapan di kedai kopi tradisional untuk nikmati roti bakar kaya dan telur setengah matang. Aroma kopi hitam yang kuat bercampur manisnya selai kaya membuat pagi terasa begitu sempurna. Pilihan sarapan untuk nikmati kopi ini bisa ke Roti Bakar Legendaris Hutton Lane, Toh Soon Cafe maupun Makan Pagi by Fizzy Cafe.

Sambil sarapan bisa memperhatikan aktivitas warga lokal yang berbicara dalam campuran bahasa Hokkien, Melayu, dan Inggris. Penang benar-benar terasa multikultural, tampak kehangatan satu sama lain sehingga membuat betah duduk berlama-lama memandangi sekitar.

Siang di Lebuh Armenia Menatap Bangunan Tua dan Aneka Mural


Menjelang siang, saya melanjutkan perjalanan mengelilingi Lebuh Armenia, Lebuh Chulia sampai mendekat ke First Avenue Mall. Tidak ada salahnya jika cuma berjalan kaki memandangi aneka mural, namun apabila mau lebih asik bisa sewa sepeda saja.

Dulu, pertama kai kesini pun pada tahun 2016 juga menyempatkan untuk sewa sepeda sehingga lebih leluasa mau mendatangi semua mural yang ada. Cukup bawa peta wisata yang tersedia di hotel, tampak jelas lokasi dari masing-masing mural terutama yang masih sekitar Lebuh Armenia, kebanyakan spot foto viral disana.

Makan Siang Nana Tomyam

Terasa begitu lelah berkelilng seluruh Lebuh dan mendapatkan foto terbaik dari mural yang dicari, selanjutnya bisa mengisi perut yang mulai keroncongan. Nana Tomyam menjadi pilihan utama karena masih di sekitar Transfer Road.

nana tomyam penang



Saat sudah lelah berkeliling dan selesai membeli oleh-oleh di Penang Road maupun Pasar Chowrasta, maka menikmati semangkuk tomyan dan nasi putih akan mengenyangkan. Tentu saja tidak harus makan tomyam karena ada banyak beragam pilihan menu lainnya.

oleh-oleh penang


Senja di Padang Kota Lama

Traveler yang mau menutup hari melihat sunset, bisa memilih duduk di taman Padang Kota Lama. Jika ingin bergabung dengan banyaknya warga lokal yang santai, pun bisa duduk di pinggiran laut. Meskipun akan tercium aroma air laut dan desiran ombak tapi itulah keindahan tersendiri.

Jangan khawatir merasa lapar karena banyak makanan yang dijajakan oleh penjual baik warga lokal maupun pendatang. Ingin makan di tempat pun tersedia beberapa restoran sederhana dengan harga terjangkau pula.

Jika Kamu mau sampai malam pun tetap bisa karena semakin gelap tentu terus ramai, teringat tahun 2019 kesana ada atraksi bola-bola api yang dimainkan oleh warga lokal. Saat itu, ada teman dari Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Penang sehingga ia banyak menunjukkan aktifitas seru selama disana.

Sehari yang Terasa Cukup, Tapi Tidak Pernah Benar-Benar Cukup


Sehari di Penang memang tidak akan cukup untuk menjelajahi semuanya. Masih banyak tempat yang belum sempat dikunjungi, kafe unik yang belum dicoba, dan museum yang belum disinggahi. Tapi justru itu yang membuat Penang terasa istimewa, ia selalu meninggalkan rasa penasaran.

Itulah mengapa Saya pun berkali-kali ke Penang, jika melihat cap di paspor tentu paling banyak kunjungan ke Malaysia. Bahkan bisa hampir tiap bulan liburan ke Penang karena dekat dan banyak hal yang selalu dirindukan meskipun sudah begitu sering melalak cantik kesana.

Jika Kamu hanya punya satu hari di Penang, jangan ragu. Datanglah dengan langkah ringan dan hati terbuka. Nikmati setiap sudutnya tanpa terburu-buru. Karena di Penang, bahkan sehari saja sudah cukup untuk membuatmu ingin kembali lagi.

So, apakah kawan melalak cantik punya cerita dan kenangan di Penang?Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.
Menghabiskan akhir pekan hanya sehari atau dua hari di Malaysia bukan sesuatu yang aneh saat ini. Ada banyak cara agar liburan semakin menyenangkan meskipun waktunya singkat. Beragam kemudahan akses untuk transportasi menjadikan tempat-tempat wisata makin mudah dikunjungi.

wisata menarik di penang



Tepatnya warga Medan tentu akan sangat menyenangkan bisa tiap minggu berlibur di Penang. Pernahkah berencana hanya habiskan waktu sehari saja di Penang? Mungkin beberapa kawan melalak cantik akan mempertanyakan apakah mungkin bisa.

Keseruan Hanya 24 Jam di Penang


Kamu yang berpergian sendiri tidak perlu khawatir jika hanya punya waktu singkat. Terutama buat para pekerja dengan waktu terbatas namun butuh berlibur dengan suasana berbeda. Pergi malam dan kembali malam pada keesokan harinya tentu bisa saja.

Kalau kamu hanya punya waktu 24 jam di Penang, jangan khawatir deh. Pulau ini mungkin terlihat kecil, tapi punya banyak hal menarik yang bisa kamu nikmati dalam waktu singkat. Mulai dari kuliner, wisata budaya, sampai spot instagrammable, semua bisa dirasakan dalam satu hari penuh. Yuk, intip itinerary seru cuma 24 jam di Penang!

Malam: Jalan Malam di Chulia Street atau Gurney Drive


Jika kamu ambil penerbangan malam dari Medan menuju Penang maka masih bisa nikmati suasana malam di Kawasan Chulia Street atau seputaran Love Lane yang bisa sampai menjelang subuh. Perjalanan dari Medan menuju Penang yang hanya 30 menit tentu memungkinkan sekali ambil penerbangan malam saja di hari sabtu.

Tiba malam hari tidak begitu menyeramkan karena Penang tidak begitu luas sehingga dari airport pun bisa langsung pilih transportasi online menuju kawasan Chulia Street sebelum ke penginapan. Dengan seruputan minuman segar dan jajanan malam di Chulia Street Night Market. Suasananya hidup dengan tenda makanan, lampu warna-warni, dan keramaian wisatawan.

Alternatif lain jika kawan melalak cantik tinggal di Kawasan Gurney adalah berjalan-jalan santai di Gurney Drive sambil menikmati angin laut. Ada banyak pula penjual makanan apalagi malam minggu tentu masih ramai. Meskipun solo traveling tentu tidak perlu merasakan kesepian ketika berada di Penang.

Pagi: Jalan-Jalan Santai di George Town


Mulailah hari dengan berjalan kaki di George Town, pusat kota yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO. Di sini kamu bisa menikmati bangunan tua bergaya kolonial yang masih terjaga rapi. Jangan lupa mampir ke spot mural terkenal seperti Children on a Bicycle atau Boy on a Motorcycle. Sambil hunting foto, kamu juga bisa sarapan ala lokal seperti roti bakar kaya dan kopi Penang di kedai kopi tua.

mural street art penang



Menjelang Siang: Jelajahi Warisan Budaya


Setelah puas berkeliling George Town, lanjutkan perjalanan ke Cheong Fatt Tze Mansion (Blue Mansion) atau Penang Peranakan Mansion. Kedua tempat ini bukan hanya indah secara arsitektur, tapi juga menyimpan kisah sejarah menarik. Spot ini cocok buat kamu yang suka foto dengan nuansa heritage klasik.

Kalau ingin suasana berbeda, mampir sebentar ke Little India. Jalanan penuh warna, toko sari, dan aroma rempah-rempah bikin suasana seperti berada di India. Tempat ini juga asyik untuk foto estetik yang penuh warna.

Siang: Wisata Kuliner Penang


Tidak lengkap rasanya ke Penang tanpa mencoba kulinernya. Cobalah menu ikonik seperti Char Kway Teow, Penang Laksa, atau Nasi Kandar. Kamu bisa menemukannya di food court populer seperti Gurney Drive Hawker Centre atau warung kecil di George Town.

Pilihan makan siang pun beragam bisa disesuaikan dengan selera kawan melalak cantik saja. Saya biasanya lebih suka nikmati menu tomyam di Nana Tomyam yang sudah pernah ditulis juga di blog ini, baca selengkapnya "Makan Siang di Nana Tomyam Penang".

Selesai makan siang masih bisa kok jalan-jalan di sekitar George Town ini. Teruslah berjalan hingga menemukan menu penutup yang jangan sampai dilewatkan yaitu cendol Penang Road yang segar banget buat cuaca panas. Kawan melalak cantik juga bisa baca review selengkapnya "Nikmati Kesegaran Teochew Chendul Penang".

Sore: Menikmati Alam di Penang Hill


Setelah perut kenyang, saatnya naik ke Penang Hill. Dari sini kamu bisa melihat pemandangan kota George Town dan laut biru dari ketinggian. Ada juga The Habitat, area konservasi dengan canopy walk yang instagrammable. Kalau sempat, tunggulah sampai sore menjelang malam untuk menikmati indahnya city lights dari atas bukit.

Tetapi jika tidak sempat mungkin masih bisa santai di kawasan Padang Kota Lama saja hingga sunset. Ada banyak warga lokal yang juga menikmati suasana senja bersama keluarganya atau sekedar duduk diam sendiri pun tidak ada salahnya.

sunset esplanade penang



Nah, setelah memandangi sunset yang indah tentu bisa langsung menuju bandara jika memang hanya 24 jam saja waktu yang dimiliki selama di Penang. Apabila kawan melalak cantik juga ada perjalanan lainnya via darat menuju kota lain juga tetap asik ambil waktu malam saja.

Gimana kawan melalak cantik? Sudahkah berencana nikmati luar negeri cuma 24 jam saja? Yuk buruan pesan tiket pesawatnya sekarang juga. Pembelian bisa kok melalui beragam online travel agent dan gunakan kode promonya.


 Pernahkah kawan melalak cantik mencari tempat santai yang asik di Penang? Misalnya saja ingin rasakan suasana bengong yang sejuk dan tenang begitu. Memang biasanya akan sangat ramai di sore hari untuk beberapa spot sih. 

padang esplanade penang


Spot Bengong dan Santai Penang

Kali ini, Saya mau merekomendasikan spot bengong di Padang Esplanade Penang yang beberapa kali menjadi tujuan saat sore hari. Sebenarnya masih banyak tempat lainnya tetapi jika mencari lokasi yang dekat dan masih kawasan Georgetown maka bisa dipastikan sih harus kesini aja.

Apa sih Padang Esplanade?

Padang Esplanade Penang adalah area terbuka hijau yang terletak di tepi pantai George Town, Penang, Malaysia. Tempat ini sering disebut sebagai "Esplanade" dan merupakan salah satu tempat rekreasi populer di pusat kota.

Sejarah dan lokasi Padang Esplanade Penang ini berada di dekat Fort Cornwallis, benteng peninggalan kolonial Inggris yang bersejarah. Berdekatan dengan landmark penting seperti City Hall (Balai Kota Penang) dan Town Hall.

town hall penang


Aktifitas di Padang Esplanade


Pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat parade militer dan acara resmi pemerintahan kolonial. Daya tarik utamanya yaitu lanskap hijau luas dengan pemandangan langsung ke laut. Tepi laut Esplanade yang menghadap ke Selat Malaka, sering menjadi tempat menikmati sunset.

spot foto padang esplanade penang



Selain itu, ada patung dan monumen bersejarah, termasuk Queen Victoria Memorial Clock Tower. Area jogging dan duduk santai, menjadikannya tempat ideal untuk relaksasi baik sendiri maupun bersama teman serta keluarga.




Festival dan acara publik, seperti pertunjukan musik dan perayaan budaya pun ada dilakukan disini. Bahkan Saya pernah melihat saat malam hari ada atraksi yang menggunakan bola-bola api dan ditonton oleh ramai pengunjung. Aktivitas Populer di Padang Esplanade ini pun juga bisa piknik dan bersantai sambil menikmati angin laut.

Jalan-jalan sore atau jogging di tepi pantai tentu salah satu hal menarik juga. Tidak sedikit pula yang melakukan aktifitas fotografi dengan latar bangunan kolonial dan laut. Menonton pertunjukan seni jalanan saat akhir pekan pun tidak terlalu buruk lah, ada musik yang cukup asik didengar saat butuh hiburan.

Waktu Terbaik untuk Bengong di Esplanade

Berikut ini adalah beberapa pilihan waktu terbaik untuk bengong di Padang Esplanade Penang, bisa disesuaikan saja dengan waktu yang dimiliki yaitu:
1. Pagi hari (06.00 - 09.00): Udara masih segar dan suasana masih sepi.
2. Sore hari (17.00 - 19.00): Menikmati sunset dan suasana yang lebih adem.
3. Malam hari (20.00 - 22.00): Cahaya lampu kota yang romantis dan suasana lebih syahdu.

Lokasi dan Area Terbaik untuk Bengong di Padang Esplanade

Sebenarnya pemilihan spot terbaik ini disesuaikan dengan selera masing-masing sih tetapi bagi Saya penentuannya sangat penting. Terkadang lebih suka duduk di rumput taman sambil baca buku seorang diri. Namun, kawan-kawan bisa cek beberapa di bawah ini:
  • Di bawah pohon besar: Teduh dan nyaman untuk duduk santai.
  • Dekat dengan tepi laut: Mendengar suara ombak kecil yang menenangkan.
  • Bangku-bangku taman: Tempat ideal untuk duduk dan menikmati pemandangan.
  • Di sekitar Benteng Cornwallis: Menikmati suasana sejarah sambil bersantai.
Saya pun teringat saat memutuskan perjalanan lumayan jauh dari Bayan Lepas menuju Georgetown, syukurnya ada pilihan transportasi umum, bisa naik bus atau pesan taksi online. Berhubung pada saat itu memang sedang berjalan-jalan di sekitar Armenian maka Saya pun berjalan menuju Padang Esplanade ini.

Solo traveler tidak perlu khawatir karena memang cukup nyaman lakukan perjalanan seorang diri di Penang. Menurut Saya termasuk sangat aman sih, yang penting jangan menimbulkan kecurigaan atau memancing orang lain buat kejahatan deh.

Tips Menikmati Spot Bengong di Padang Esplanade

Kawan melalak cantik yang baru pertama kali ke Penang dan mau mencoba spot ini maka perlu perhatikan pula tips berikut ini:
  • Gunakan pakaian nyaman karena cuaca di Penang bisa cukup panas.
  • Bawa botol minum untuk tetap terhidrasi.
  • Jika ingin lebih nyaman, bisa membawa tikar atau alas duduk.
  • Datang di luar jam sibuk agar lebih tenang.
  • Hindari musim hujan karena tempat ini adalah area terbuka.
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates