Pertama kali Saya jalani solo trip di Indonesia, rasanya deg-degan tapi masih ‘aman’ yang dalam artian bisa dilalui dengan hati sedikit tenang. Tentu ada hal berbeda saat pertama kali keluar negeri sendirian, semuanya berubah mulai dari cara pesan makanan sampai cara percaya diri ngomong sama orang asing.
Mengingat perjalanan solo di dalam negeri itu dilakukan pertama kali saat mengikuti kegiatan Model United Nation (MUN) di Universitas Diponegoro tahun 2012. Akhirnya malah ngetrip keliling Pulau Jawa karena pengen ngerasain pindah antar provinsi naik kereta api.
Sejak sudah senang mencoba liburan sendiri di Indonesia, rasa penasaran bertambah hingga mau solo trip ke luar negeri. Itulah dimulai pada tahun 2017 setelah liburan ke luar negeri pertama bersama kawan-kawan pada tahun sebelumnya.
Apa Sih Serunya Liburan Sendiri?
Tentu saja ini belum tentu cocok bagi semua orang, bepergian sendirian membutuhkan mental yang kuat dan keberanian yang tidak biasa. Jika kebanyakan orang lebih memilih ngetrip dengan travel agent atau bersama teman-teman tapi Saya lebih prefer untuk solo trip saja.
Keseruan yang dirasakan berbeda dan ada pengalaman tersendiri yang tidak biasa. Bisa berinteraksi dengan orang baru dimulai dari komunikasi yang disampaikan dari pertemuan singkat. Menantang diri untuk mencari destinasi yang mau dituju sambil lihat peta dan bertanya ke warga sekitar.
Setelah perjalanan sendiri ini ada kenangan yang membuat diri menjadi semakin kuat menghadapi tantangan kehidupan. Bisa bertahan sendiri di negeri orang yang tentu saja harus bisa mengatur keuangan dan kemampuan diri untuk beradaptasi.
Ririn Wandes mulai dikenal dengan melalak cantik sejak awal suka menulis artikel perjalanan dan membagikan foto maupun video di media sosial mengenai hang out maupun info cafe serta wisata terbaru. Kemudian sejak lakukan solo trip ke luar negeri makin dikenal dan banyak mendapat tawaran job serta diundang jadi pembicara.
Kenapa Akhirnya Mau Solo Trip?
Pertanyaan yang tidak sedikit ditanyakan oleh teman maupun para pembaca serta pengikut di media sosial. Berhubung pada masa itu belum terlalu banyak perempuan yang melakukan perjalanan sendirian. Apalagi memang informasi pun tidak begitu mudah didapatkan seperti saat ini.
Jika dulu hanya sedikit wanita yang mau lakukan solo trip, sekarang tentu saja semakin meningkat terutama untuk trip keliling ASEAN. Postingan yang dibagikan melalui konten foto dan video di media sosial semakin berserakan, dengan mudah bisa ditonton dan dapatkan informasinya.
Akhirnya mau solo trip ini memang ternyata lebih fleksibel saja sih, bisa dilakukan tanpa menunggu jadwal liburan yang sama dengan orang lain. Jika harus nunggu bisa bersamaan tentu tidak sesuai dengan keinginan.
Perrnah janjian mau liburan, jadwal libur kerja berbeda. Sekalinya bisa libur tapi duit yang terkumpul tidak sama. Saya pun harus menyesuaikan jadwal bisa cuti dari tempat kerja dengan uang simpanan yang dimiliki. Itulah sebabnya memang akhirnya memutuskan mau solo trip saja dan ternyata seru hingga keberlanjutan.
Apa Sih Perbedaan Solo Trip di Indonesia dan Luar Negeri?
Berani bepergian sendirian di Indonesia dan luar negeri tentu saja ada perbedaan yang dirasakan dari perjalanan di lingkungan yang berbeda. Jika kawan melalak cantik bertanya apa sih perbedaannya, mari simak selengkapnya di bawah ini:
1. Rasa Aman dan Nyaman
Di Indonesia, Saya sih masih bisa ‘nekat’ karena tahu kalau tersesat pun masih bisa nanya dengan nyaman. Aura warganya masih sedikit dikenali apalagi bisa pakai bahasa yang satu sama lain masih saling ngerti. Tapi di luar negeri, harus bisa belajar lebih prepare, mulai dari save map offline sampai catat alamat hotel karena khawatir tersesat dan tidak mudah bertanya jika tidak semua bisa berbahasa Inggris.
2. Bahasa dan Komunikasi
Bisa saja dari bahasa yang berbeda dan gaya komunikasi menimbulkan kesalahpahaman. Jika di dalam negeri bisa gunakan bahasa sama pun tetap perhatikan intonasi. Begitu pula di luar negeri, harus bisa cari yang punya pemahaman Bahasa Inggris. Kejadian saat di Turki, tidak sedikit pula yang kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris sehingga sulit mau bertanya tentang informasi tertentu.
3. Budget dan Pengelolaan Uang
Berlibur di dalam negeri tidak khawatir nilai tukar mata uang berubah, pembayaran bisa lebih fleksibel dan tidak berubah. Cukup gunakan mata uang yang sama, bisa transaksi tunai dan non tunai dengan lebih mudah pula. Sedangkan saat di luar negeri harus prepare bawa duit tunai yang sudah ditukar tapi juga perlu siapkan kartu yang bisa digunakan untuk pembayaran di luar negeri.
Itulah perbedaan yang perlu dipahami dan dilakukan saat bepergian seorang diri baik di dalam dan luar negeri. Perlu diketahui agar tidak kebingungan nantinya ketika mua coba solo trip pertama kali.











