Bangkok vs Hat Yai: Sama-Sama Thailand, Tapi Kok Rasanya Beda Banget?

by - April 26, 2026

Seketika ingin flashback menuju masa pertama kali menginjakkan kaki ke Bangkok sekitar tahun 2017. Dulu, tentu saja bukan kota ini menjadi tujuan utama ketika ke Thailand, sempat melewati Hat Yai namun belum terlalu banyak lakukan penjelajahan.




Beda Rasa Bangkok vs Hat Yai


Jika boleh jujur, Saya sempat berfikir bahwa semua kota di Thailand itu bakal punya vibe yang mirip, chaotic tapi charming, penuh street food enak, dan super aesthetic buat foto. Tapi semua asumsi itu langsung runtuh begitu menginjakkan kaki di Bangkok dan beberapa bulan kemudian penjelajahan lanjut ke Hat Yai.

Dua kota ini? Beda banget. Bahkan bisa bikin kamu mikir, “Ini masih satu negara, kan? Kok bisa beda banget yak"




Kesan Pertama Bikin Kaget


Di Bangkok, Saya langsung disambut dengan kota metropolitan yang super hidup. Gedung tinggi, mall besar, transportasi modern, rasanya kayak perpaduan Jakarta dan Seoul. Tapi begitu sampai di Hat Yai, suasananya berubah drastis. Lebih santai, lebih “lokal”, dan jauh dari kesan kota besar sih.

Shock pertama? Saya merasa kayak pindah dunia. Kalau Bangkok itu sibuk dan cepat, Hat Yai itu tenang dan sederhana. Wajah yang terlalu familiar didominasi dengan warga lokal, bahkan turis pun tidak tampak ramai seperti di Bangkok.

Transportasi: Modern vs Manual


Di Bangkok, Saya dimanjakan dengan Bangkok BTS yang super praktis, mau bepergian sekitar dalam kota bisa langsung tap kartu, naik, dan sampai tujuan tanpa drama macet. Memang tetap harus sabar menunggu kedatangan BTS dan terkadang harus siap pula untuk berdiri jika terlalu penuh penumpangnya.

Bagaimana dengan transportasi di Hat Yai? Jangan harap ada kereta modern seperti itu. Transportasi lebih banyak pakai tuk-tuk atau kendaraan lokal. Awalnya terasa ribet, tapi justru di situlah pengalaman uniknya sih.

Tapi, berhubung keseringan solo traveling dan mau praktis tanpa bertanya tentang tuk-tuk yang menuju ke tujuan maka naik ojek online lebih praktis sih. Ini salah satu momen di mana Saya harus lebih fleksibel sebagai traveler, harus bisa menyesuaikan transportasi yang mau digunakan selama ngetrip.

Kuliner: Surga Street Food vs Hidden Local Gems


Bangkok itu surganya street food modern mulai dari yang viral sampai yang Michelin star pun ada. Semua terlihat cantik, tertata, dan Instagramable. Tapi Hat Yai? Lebih “jujur”, makanannya mungkin nggak selalu estetik, tapi rasanya? Gila sih, autentik banget. Bahkan beberapa makanan lokal di sana rasanya lebih “ngena” dibanding yang dicoba di Bangkok.

Shock berikutnya adalah tentu jangan nilai makanan dari tampilannya aja, terkadang estetik doank tapi rasanya masih biasa sih. Tapi, ketika mengunjungi Bangkok dan Hat Yai memang tetap lebih banyak hunting makanan lokal yang tentu saja cari ada label halal.

Bahasa & Interaksi: Lebih Mudah vs Lebih Menantang


Di Bangkok, ada banyak orang yang sudah terbiasa dengan turis. Bahasa Inggris cukup membantu walaupun masih tetap harus menelaah lebih dalam untuk aksen yang digunakan oleh warga lokal. Di Hat Yai, Saya sempat struggle terutama jika mau bertanya tentang lokasi karena eggak semua fasih berbahasa Inggris, jadi harus lebih banyak pakai gesture atau Google Translate.

Tapi justru di situ lebih merasa interaksinya lebih hangat, lebih genuine meskipun harus bersabar untuk bisa punya komunikasi berlanjut. Ketika menanyakan harga juga sebenarnya lebih asik kalau tahu bahasa lokal agar mudah untuk tawar menawar.

Biaya: Bangkok Menguras, Hat Yai Bersahabat


Ini bagian yang paling terasa bagi solo traveler yang mode liburan hemat alias ala backpacker. Masa pertama kali ngetrip ke Bangkok tuh memang masih awal memulai sehingga masih penuh perhitungan untuk segala budget yang dikeluarkan.

Bangkok bisa jadi cukup mahal, apalagi kalau kamu kalap belanja atau nongkrong di cafe aesthetic. Pilihan toko fashion banyak, mall mewah berebut mencuri perhatian makanya duit bisa habis kalau tidak mengontrol diri. Sementara Hat Yai jauh lebih ramah di kantong, pilihan mall pun tidak beragam.

Mulai dari makanan, transportasi, sampai penginapan, semuanya terasa lebih ringan di Hat Yai. Sebagai solo traveler tentu masih mencari dormitory sehingga bisa sharing kamar dengan traveler lainnya. Biaya yang dikeluarkan tentu saja bisa lebih hemat.

Aesthetic & Spot Foto: Kota Instagram vs Kota Cerita


Kalau kamu tipe traveler yang cari konten cantik, Bangkok jelas juaranya donk,hampir setiap sudut bisa jadi spot foto bahkan terus bertambah aneka atraksi wisata disana. Hat Yai? Tentu saja enggak sebanyak itu. Tapi justru di sana kamu dapat “cerita”, bukan sekadar foto saja.

Dan sebagai konten kreator, aku belajar bahwa enggak semua tempat harus aesthetic untuk bisa jadi menarik. Awal pertama ngetrip ke Hat Yai hanya lakukan penjelajahan di sekitar kota tapi ketika berkesempatan bersama teman-teman maka kami sewa transportasi lokal untuk jelajah beragam kawasan lainnya sehingga dapat spot foto yang menarik pula.

Tips Tetap Cantik Saat Traveling di Dua Kota Ini


Percaya deh, cuaca Thailand itu bisa bikin makeup luntur dalam hitungan jam. Jadi ini beberapa trik andalan agar bisa tetap tampil on point berfoto di depan spot wisata. Pertama, tentu saja harus gunakan sunscreen karena ini menjadi hal wajib terutama di Bangkok yang panasnya lebih “menusuk”.

Kedua, pilih makeup ringan dan tahan lama, pastikan pula selalu bawa face mist biar tetap fresh. Berhubung di Hat Yai lebih santai, Saya malah lebih sering tampil natural dan surprisingly, itu justru bikin lebih nyaman saat berkeliling tempat wisata. Cantik itu bukan soal full makeup, tapi soal feeling good selama perjalanan. So, pilihlah yang sesuai dengan kenyamana diri aja ya.

So, Pilih Bangkok atau Hat Yai?


Kalau kamu suka city vibes, modern lifestyle, dan konten aesthetic, tentu saja Bangkok adalah jawabannya. Tapi kalau kamu pengen pengalaman yang lebih lokal, santai, dan hemat maka Hat Yai bisa jadi pilihan yang lebih “kena di hati”.

Buat Saya pribadi?Tetap butuh keduanya karena ternyata, traveling itu bukan cuma soal destinasi, tapi tentang bagaimana setiap tempat bisa kasih rasa yang berbeda dan kadang, rasa itu datang dari hal-hal yang enggak kita duga sebelumnya.

Dan melalui trip ke Bangkok hingga ke Hat Yai, Saya belajar beragam hal diantaranya jangan pernah berekspektasi terlalu sempit pada sebuah tempat karena bisa jadi, justru perbedaan itulah yang bikin perjalanan kamu jadi cerita yang nggak terlupakan. Kalian gimana? Adakah punya cerita seru selama ngetrip di Bangkok dan Hat Yai, gaes?

You May Also Like

0 Comments

Hai, Kawan Melalak Cantik. Berbagi Cerita Disini,yhaa.