facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Kalau cuma punya 24 jam di Hat Yai, apa bisa puas jalan-jalan tanpa bikin dompet nangis?Pertanyaan yang muncul dari dalam diri sendiri sebelum mencoba langsung ngetrip sebagai solo traveler di Hat Yai. Perjalanan yang tidak mudah tapi ternyata seru ketika sudah dicoba hingga akhirnya selesai dalam trip saat itu.

Sebenarnya jika harus jujur sih awalnya pun juga sempat ragu tapi setelah nyobain sendiri, ternyata satu hari di sekitar Lee Garden Walking Street itu cukup buat ngerasain semuanya, mulai dari penginapan murah, aneka kuliner, sampai belanja lucu-lucu yang bikin kalap.




Cerita 24 Jam di Lee Garden Walking Street Hat Yai

Berhubung banyak yang penasaran gimana rasanya jika ambil trip singkat misalnya hanya weekend getaway ke Penang dan Hat Yai, tentu harus bisa membagi waktunya, nah ini cerita 24 jam versi Melalak Cantik di Hat Yai.

Trip Dari Penang ke Hat Yai

Biasanya untuk berlibur ke Hat Yai, Saya selalu ambil kereta api pagi atau naik van yang paling lama sih sekitar pukul 1 siang saja. Berhubung perjalanan tidak dekat tapi juga bukan terlalu jauh yang mana paling sekitar 4-5 jam saja, disesuaikan waktunya agar tetap bisa relax nikmati malam di Hat Yai.

Nah, kita langsung saja ngebahas ketika sudah sampai di Hat Yai khususnya kawasan Lee Garden Walking Street karena kalau naik van bisa request untuk diturunkan di sekitar daerah ini atau bahkan depan hotel langsung yang berada di kawasan tersebut.

Tiba di Hat Yai, Check in Hotel


Ketika mau check-in hotel di Hat Yai pastikan sudah book terlebih dahulu agar ketika penuh pun tidak repot harus berkeliling lagi. Carilah yang murah, nyaman dan lokasi terdekat menjadi kunci, terutama bagi solo traveler pasti cari yang bisa membuat aman pula.

Hal pertama yang biasanya Saya lakukan begitu sampai di Hat Yai memang check-in hotel agar tidak rempong bawa barang untuk berkeliling sekitarnya. Tips paling penting memang pilih hotel yang dekat dengan area Lee Garden aja.

Kenapa begitu? Karena hampir semua aktivitas bisa kamu lakukan dengan jalan kaki doank. Ini membuat hemat budget khususnya para backpacker yang masih punya rencana trip lainnya. Saya pun mendapatkan penginapan sejenis dormitory yang murah hanya 150 ribuan dengan fasilitas sudah ada pendingin ruangan, kamar mandi dan sarapan pagi di dapur dan paling penting eggak perlu ribet naik transport lagi, hemat tenaga, hemat waktu karena jalan doank ke jalur belakang hostel.

Makan Murah Meriah, Tapi Rasanya Wah


Perut mulai lapar karena sudah gerak sejak pagi dari Penang maka ini saatnya eksplor kuliner. Saya jalan santai ke sekitar Hat Yai Plaza Market dan langsung disambut aroma makanan yang menggoda banget. Sepanjang jalan sudah tampak para penjual jalanan a.k.a street food seller dengan beragam pilihan makanan baik yang pedas, segar, asam dan manis.

Paling suka banget dengan Hat Yai ini karena pilihan makanannya banyak dan harganya ramah di kantong. Sebagai solo traveler yang akan menghabiskan semua sendiri tentu cari yang hemat tapi buat kenyang.

Saya pun tidak melewatkan kwetiau untuk mengenyangkan seketika, tampak penjual yang berhijab pun banyak di sekitar Lee Garden Walking Street sehingga engga terlalu sulit cari makanan halal. Setelah itu, tentu tidak akan pernah melewatkan beli mango sticky rice saat di Thailand, serta nikmati minum thai tea segar.




Ssstt, ternyata enggak cukup cuma jajan itu karena semua penjual seperti memanggil untuk dibeli jualannya. Saya pun beli es krim kelapa, aneka buah potong yang tidak boleh tertinggal juga serta roti pisang coklat yang yummy.

Total pengeluaran? Nggak sampai 100 ribu rupiah kok dan jujur, ini salah satu momen yang bikin mikir, “Kenapa di sini bisa semurah ini tapi seenak ini?” Pantesan aja banyak traveler suka berlibur ke Thailand khususnya kota kecil gini.

Perut Kenyang Waktunya Belanja


Setelah kenyang, Saya coba masuk ke Lee Gardens Plaza Shopping Mall Hat Yai buat cari suasana yang lebih adem, sekedar lihat doank atau mau belanja boleh aja. Mall ini memang biasa saja sih tapi bisa lihat ada produk fashion seperti baju, tas maupun sepatu.

Jika mau yang lebih besar dan modern, tapi tetap punya sentuhan lokal bisa juga ke Central Festival Hat Yai tapi tentu gak berada di kawasan Lee Garden Walking Street. Btw, di sini kamu bisa temukan outfit ala Thailand yang chic dan affordable.

Mau cari snack khas Thailand buat oleh-oleh bisa kok di pinggir jalan juga, banyak toko yang menjual dengan harga miring kalau bisa tawar menawar. Cari skincare dan kosmetik lokal yang lagi viral dengan harga murah meriah pun ada, masuk ke Watsons atau Guardian jangan ragu karena biasa juga banyak promo atau diskonan.

Disini sih rasanya kayak lagi di Bangkok, seketika Saya teringat liburan beberapa tahun lalu di sana tapi versi lebih santai dan nggak terlalu ramai aja. Serta tentu saja wajahnya didominasi warga lokal sih dan tetap mudah mencari makanan lokal yang halal.

 Malam Puncaknya: Lee Garden Walking Street


Nah, ini bagian yang paling ditunggu begitu malam tiba, area Lee Garden Walking Street berubah jadi super hidup. Lampu warna-warni, musik jalanan, dan deretan street food bikin suasana jadi magical banget.

Saya berjalan pelan, menikmati setiap sudut kawasannya kemudian bisa belanja dari penjual lokal yang menjajakan barang dagangan terutama mau beli celana murah meriah atau baju serta souvenir sih.

Di sini kamu bisa jajan seafood bakar, beli dessert unik, hunting aksesoris lucu dengan harga miring, nonton street performance yang seru dan yang paling disukai itu suasananya friendly banget, bahkan buat yang jalan sendiri seperti Saya. Rasanya kayak lagi di tempat asing, tapi tetap nyaman.

Tengah malam pun masih ramai, biasanya di beberapa kota, jam hampir tengah malam tuh udah mulai sepi. Tapi di Hat Yai? Tentu tidak deh makanya nikmati saja dulu momen disitu sampai puas.

Coba Thai Massage di Penginapan

Berhubung penginapan murah meriah sejenis dormitory yang berada di lantai 2, nah untuk lantai 1 terdapat masssage ala Thai. Pemiliknya juga masih sama dengan penginapan sehingga bisa mendapatkan potongan harga.




Saya pun tidak mau melewatkan kusuk-kusuk ala Thailand setelah itu refleksi kaki, rasanya nikmati sekali dan budget yang dikeluarkan pun paling sekitar 100-200 ribuan doank. Kamu akan mudah temukan Thai massage ini di sekitar kawasan Lee Garden Walking Street kok.

Setelah kusuk manja tentu lanjut tidur donk, enaknya berada di satu tempat begini. Sudah langsung bisa beristirahat dari perjalanan panjang dan kusuk pun tidak sia-sia. Di Hat Yai ini, banyak pernjual maupun massage begini buka sampai jelang pukul 2 pagi bahkan mungkin ada yang 24 jam ya makanya nikmati saja deh.

Pagi yang Tenang, Penutup yang Bikin Kangen


Setelah semalam penuh keramaian, nikmati pagi di Hat Yai terasa jauh lebih pelan. Saya tetap keluar hotel di pagi hari, jalan santai menuju pasar terdekat, dan cari sarapan sederhana. Secangkir kopi dan roti hangat jadi penutup yang sempurna sebelum check-out.

Eh, ternyata memasuki pasar tradisional di Hat Yai sangat seru, bahkan cukup jalan kaki dari penginapan sih. Terdapat aneka penjual makanan aneka kue tradisional dan tentu saja banyak buah-buah juga. Jadilah bisa sarapan enak dan kenyang sesuai selera nih.




Setelah selesai, lalu muncul dan tersadar di momen ini bahwa Hat Yai bukan cuma soal murah atau dekat dari Indonesia maupun Penang. Tapi soal pengalaman sederhana yang terasa lengkap dengan waktu singkat.

So, worth it enggak 24 jam di Hat Yai? Jawabannya tentu worth it banget lah. Dalam waktu singkat, Saya bisa istirahat nyaman tanpa mahal, makan enak tanpa over budget, belanja senang tanpa rasa bersalah dan tetap punya pengalaman travel yang berkesan bersama warga lokal.

Kalau kamu lagi cari destinasi luar negeri yang hemat, dekat, tapi tetap seru tentu Hatyai wajib masuk list kamu. Dan siapa tahu, 24 jam kamu di sini justru bikin pengen balik lagi kayak Saya. Yuk ah, save artikel ini buat itinerary kamu nanti, ya! Kalau kamu punya versi 24 jam di Hat Yai, share juga ya di kolom komentar karena Saya pun penasaran.
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates