Era digital menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dalam berbagai hal termasuk paham dan sadar literasi sehingga tidak mudah menerima berita hoax. Beberapa hal sering terjadi kepada anak millenial yang berhubungan dengan keuangan karena keseringan hanya mengikuti kemauan tanpa mencari tahu dan memiliki pemahaman.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat agar lebih cerdas di era digital dan paham literasi keuangan. Kegiatan berlangsung pada hari kamis, 21 Maret 2019 lalu di Cafe Potret Medan.

Dalam kegiatan tersebut hadir Sekretaris Jenderal KOMINFO, Ibu Dra.Rosita Niken Widiastuti, M.Si, kemudian Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Ibu Sondang Martha Samosir dan Perencana Keuangan Independen Finansialku, Melvin Mumpuni, ST., MBA.


Kegiatan literasi ini sangat menyenangkan dan sangat bermanfaat serta memberikan informasi kepada para peserta bahwa menurut hasil survey pada tahun 2017, penetrasi pengguna internet dari total populasi rakyat Indonesia sejumlah 262 juta orang, ada sekitar 143,26 juta jiwa yang menggunakan internet. Para generasi muda masa kini menggunakan internet setiap hari dan beberapa juga menjadikan sebagai lahan untuk menghasilkan uang.

Generasi muda Indonesia di internet, sekitar 4 dari 10 aktif di media sosial. Ada sejumlah 60% tidak punya rekening tabungan tapi 85% mempunyai ponsel. Nah, saat ini sudah saatnya generasi milllenials lebih cerdas dalam hal keuangan apalagi banyaknya bermunculan Fintech terkadang ada yang bisa juga menjerumuskan.



Apa itu Fintech?

Fintech atau yang biasa disebut Financial Technology didefinisikan sebagai layanan keuangan berbasis teknologi informasi. 

Kategori Fintech

Fintech sendiri memiliki beberapa kategori yaitu payment seperti card payment, e-money, crowdfunding, capital market, digital banking, insurtech dan supporting fintech.

Dengan banyaknya bermunculan Fintech masa kini, generasi millenials harus mampu memahami literasi sehingga jika ingin menggunakan pinjaman dari peminjaman online cobalah dibaca dan dipahami terlebih dahulu segala peraturannya agar tidak terjebak dalam hutang online. Silahkan buka website OJK untuk melihat daftar nama-nama perusahaan Fintech yang sudah terdaftar.



Beberapa tips berinvestasi dengan Finitech Lending di era digital ini diberitahukan oleh Ibu Sondang sebagai berikut:

1. Pastikan perusahaan Fintech Lending termasuk dalam daftar lembaga yang berizin dan terdaftar di OJK.
2. Lakukan riset dan analisis data yang tersedia mengenai Peminjam, analisa kebutuhan pinjamannya, reputasi, tujuan pinjaman, kemampuan ekonomi peminjam untuk mengembalikan pinjamannya, dan sebagainya.
3. Perhitungkan dengan seksama biaya-biaya yang timbul dari pinjaman, termasuk biaya yang timbul di muka, bunga, biaya asuransi atau pertanggungan lainnya, provisi, biaya keterlambatan dan biaya lainnya yang dikenakan kepada Lender.

So, apakah kawan melalak cantik sudah menemukan investasi yang tepat di era digital ini?














7 Komentar

  1. walaupun sehari-hari bergelut di bidang pendidikan. tapi pengetahuanku masih minim banget soal literasi. keren banget sih event seperti ini bisa nambah pengetahuan.

    BalasHapus
  2. Masih mikir aku mau bikin apa terkait Fintech ini. Terus agak gaptek juga, kan. Yaudahlah belajar dulu aku..

    BalasHapus
  3. Aku lagi senang melek finansial nih kak, biar bisa seimbangin antara gaya hidup sekaligus menabung. Mantep banget deh acara seperti ini bikin lebih aware

    BalasHapus
  4. Narasumbernya kece-kece ya sis... Ilmunya pasti nampol batts ituh

    BalasHapus
  5. memang lebih aman menuruyku kalau ga gitu banyak bawa cash. go fintech

    BalasHapus
  6. Menarik. Tapi masih belum ngudeng aku sis wkwk

    BalasHapus
  7. Anak muda millenial harus sudah paham nih sama beginian yakan kak

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan tinggalkan kesan