Panik Tengah Malam Ketinggalan Passport di Pesawat Liburan Bareng Teman

by - Mei 24, 2026

 Pernah membayangkan sudah di depan counter imigrasi baru sadar passport enggak ada? Ini menjadi hal yang menyeramkan saat traveling terutama kondisi passport yang tertinggal di dalam pesawat dan sudah terbang kembali ke destinasi lainnya.



Panik Ketinggalan Pesawat

Begitulah yang dialami oleh Saya dan teman ketika kami melakukan trip ke Singapura beberapa waktu lalu. Awalnya semua baik-baik saja, perjalanan sejak keberangkatan begitu menyenangkan tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan selama trip.



Memulai trip dari Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) terasa seperti biasa saja, hanya membayangkan trip ini akan seru diisi oleh cerita lucu dan pengalaman asik bersama teman-teman. Ini pertama kali untuk kami ngetrip bareng ke luar negeri, sebelumnya hanya road trip dalam kota saja.

Awal Mula Bencana Ketinggalan Passport

Passport yang tertinggal awalnya tidak disadari oleh teman, Saya sendiri pun tidak terlalu memperhatikan ketika teman ngetrip meletakkan passportnya setelah dari imigrasi Medan. Seperti biasa, Saya selalu menyimpan langsung passport jika sudah selesai urusan imigrasi, tentu saja harus dimasukkan ke dalam tas agar tidak tercecer.

Trip ini akan dijalani oleh Saya dan dua orang teman namun salah seorang berangkat dari Jakarta, maka perjalanan ini terpisah saat keberangkatan begitu pula saat pulang nantinya. Ketika itu, Saya pergi bersama kawan cowok yang sudah terbiasa ngetrip pula bahkan sampai Eropa.

Saya pun tidak kepikiran hal ini akan terjadi, mengingat kawan ngetrip bukan orang yang pertama kali ke luar negeri. Sudah dipastikan perjalanan akan seru karena tidak perlu khawatir akan kerempongan bepergian dengan orang yang baru pertama kali tahu liburan di negara lain.

Kami pun tetap jalani perjalanan dari bandara senormalnya penumpang pesawat, namun berubah semuanya saat tiba di bandara Singapura. Bahkan saat di pesawat pun tetap seru, Saya tetap berfoto dan mengajak teman tetap buat konten.

Hingga akhirnya kepanikan muncul begitu sudah mendekati counter imigrasi, Singapura sudah menerapkan self check in untuk para pendatang. Kawan Saya seketika histeris mencari passportnya, Saya pun kaget karena kami sudah di depan counter check in imigrasi. Posisi pun sudah turun eskalator yang tidak bisa naik begitu saja langsung dari tempat tersebut.

Petugas melihat kepanikan dari kejauhan dan mulai mendekati, Kami pun menginformasikan tentang passport yang tertinggal di bangku pesawat. Ternyata teman meletakkannya di kantong depan kursi (seat pocket) yang biasa tempat penyimpanan majalah.

Tanya Petugas Bandara


Bukan hal yang mudah untuk langsung naik ke bagian atas terutama ke dalam pesawat mengingat sudah terlalu jauh dan jalurnya juga tidak sama. Saat itu hanya Saya dan teman tersebut, sedangkan teman satu lagi sudah menunggu di ruang ketibaan.

Saya pun terus menghubungi teman yang sudah menunggu sementara waktu sudah mendekati 12 malam. Memang malam itu kami berniat bermalam di bandara saja karena sudah tahu waktu tiba akan malam dan sayang jika harus menuju hotel.

Saya dan teman yang ketinggalan passport pun langsung dibawa ke counter yang mana ada petugas imigrasi yang bertugas malam itu. Kami pun bertanya cara menemukan passport tersebut dan tentu saja menggunakan bahasa Inggris. Semakin gunakan bahasa melayu tentu semakin bingung dengan khas warga Singapura.

Kawan pun sudah semakin panik apalagi petugas sudah mengatakan harus kembali ke Indonesia dan beli tiket yang harus dibayar sendiri. Ditambah lagi ia masih ada trip yang cukup lama di Malaysia nantinya dan sudah beli tiket pulang dari sana. Selain itu, tentu repot harus urus passport yang hilang di negara orang, ah lengkap rasanya trip ini.

Petugas bandara pun menanyakan segala informasi detail termasuk nomor penerbangan, nama maskapai dan lain sebagainya. Tentu saja petugas begitu kooperatif dan terus membantu, bahkan coba menelepon petugas lapangan di dalam pesawat.

Kembali ke Pesawat

Setelah drama yang cukup lama, akhirnya kawan diberitahukan untuk segera menuju ke atas. Ia pun segera bergegas mencari jalur naik sedangkan Saya harus menunggu di ruangan khusus yang biasanya banyak tertahan di dalamnya.

Saya menunggu dengan cemas sambil memanfaatkan WiFi bandara untuk menghubungi teman yang sudah menantikan kami di depan. Sambil terus meyakinkan diri bahwa perjalanan akan tetap berlanjut dan passport akan ditemukan.

Ketika sudah menunggu cukup lama, akhirnya kawan yang ketinggalan passport pun datang dengan membawa passportnya. Saya pun merasa lega meskipun belum selesai urusan imigrasi karena belum melewati jalur tersebut.

Finally, drama selesai dan bisa masuk imigrasi hingga akhirnya bisa lanjut trip ini. Menjadi pelajaran untuk selalu simpan passport di tempat aman dan mudah ditemukan.

















You May Also Like

0 Comments

Hai, Kawan Melalak Cantik. Berbagi Cerita Disini,yhaa.