Danau toba dengan pesonanya susah dideskripsikan dengan kata-kata. Ia pun mampu menarik perhatian bagi siapapun yang memandang dari segala sudut keindahannya. Danau toba kini semakin dikenal oleh masyarakat luas hingga tingkat dunia. Kita sebagai masyarakat Sumatera Utara patut bangga dan harus turut melestarikan serta mempromosikannya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat tentunya.



Beberapa hari sebelum menjadi bagian tim travellers dalam kegiatan Geobike Kaldera Toba 2019, ada pesan singkat yang masuk pada aplikasi chat whatsapp. Seorang teman mengirimkan pesan informasi sebuah event, ia mengajakku untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Aku pun membaca keseluruhan isi pesan hingga sangat tergoda dan sulit menolak untuk tidak mendaftarkan diri.

Kegiatan tersebut bernama Geobike Kaldera Toba 2019 dengan tema "Merawat dan Menjelajah Geopark Kaldera Toba dengan Konsep Nomadic Tourism". Event ini berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 26-28 April 2019 yang mana diselenggarakan di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tobasa dan Simalungun. Yeah, mengelilingi danau toba dari beberapa kabupaten yang berbeda dan kegiatan ini tentunya merupakan rangkaian menyambut hari ulang tahun ke 71 Provinsi Sumatera Utara.

Ia pun mendaftarkanku kepada pihak panitia karena ia tahu bahwa aku blogger yang suka jalan-jalan dan tentunya kegiatan ini sangat cocok denganku untuk menambah referensi tulisan di blog melalak cantik juga. Awalnya kuberfikir tidak akan bisa ikut karena beberapa alasan apalagi hingga menjelang H-2 belum juga ada kabar mekanisme keberangkatan sehingga masih menunggu apakah aku terpilih atau tidak dalam kegiatan tersebut.

Akhirnya Mengikuti Geobike, Yeayy

Saat kondisi hati sedang tidak menentu dalam menunggu, aku menerima pesan singkat dari seorang panitia yang mengatakan bahwa aku ikut menjadi bagian 15 orang yang berpartisipasi untuk mempromosikan Geobike Kaldera Toba 2019 ini. Kemudian, aku pun melihat akunku masuk dalam daftar yang terpilih pada akun instagram Geobike Kaldera Toba.



Aku pun tidak mempersiapkan banyak hal karena sudah biasa melakukan perjalanan apalagi yang memang mendadak dangdutan. Saat aku bertanya kepada panitia ternyata tidak ada yang harus dibawa kecuali keperluan pribadi maka tidak perlu repot donk, hanya menyetrika pakaian dan membeli cemilan untuk santapan saat di perjalanan saja.

View this post on Instagram

Puasa gini mau keluar rumah pun malas padahal kalo hari biasanya suka kali @melalakcantik kesana kemari. Melihat pemandangan serba hijau begini jadi semangat lagi mau pergi. Eh, siang gini ngebayangin buka puasa di lokasi begini. Btw, aku punya referensi nih tempat buka puasa favorit yang tentunya ramai dikunjungi di kota Medan ini. Silahkan mampir ke blog personal www.ririnwandes.com Kemana rencana buka puasa kamu hari ini? #30HariKebaikanBPN #bloggerperempuan #melalakcantik #bloggermedan #ririnwandes #travelbloggermedan #travelphotography #lifestyleblogger #travelblogger #globaltraveller #camping #gogreen #photooftheday #pariwisatasumut #wisatasipinsur #ramadan2019 #canonindonesia #folkindonesia #eosm6

A post shared by Content Creator (@ririnwandes) on


Keberangkatan Day 1, 26 April 2019

Pada hari jumat pagi pukul 08.00, aku, panitia, peserta geobike dan para traveller yang terpilih berkumpul di Taman Budaya Sumatera Utara. Titik kumpul keberangkatan dari sini sehingga semua sepeda sudah diangkut ke dalam mobil pick up yang khusus sudah dirancang untuk meletakkan sepeda. Para peserta sudah mulai berdatangan dan saling mengobrol satu sama lain, tak satu pun yang kukenal baik dari bikers maupun travellers. Well, hal seperti inilah yang paling kusukai saat bisa memulai hari bersama orang-orang baru untuk bertukar pikiran tentang hal yang belum diobrolin juga sebelumnya.



Aku melihat semangat muda terpanar pada diri mereka semua padahal bikers ini dari beranekaragam usia loh. Aku pun merasa seperti masih mahasiswa saat berkumpul dengan travellers yang masih muda. Kami pun mulai akrab saat sudah membicarakan banyak hal dan tak lupa moment foto bersama sambil bercanda tawa. Sekitar pukul 09.30, perjalanan pun dimulai yang mana bus pariwisata membawa kami menuju Sipinsur, Humbang Hasundutan sebagai titik pertama untuk memulai perjalanan mengendarai sepeda esok harinya.

Dalam perjalanan ada beberapa kali berhenti untuk menjemput peserta lainnya yang tidak semuanya berasal dari kota Medan. Hari ini juga merupakan hari jumat sehingga tentunya laki-laki muslim harus melaksanakan shalat jumat. Bus pun berhenti di masjid kawasan serbelawan, kami semua turun baik laki-laki maupun perempuan untuk beribadah dan juga makan siang. 

Setelah selesai shalat jumat dan makan siang, perjalanan pun dilanjutkan kembali menuju tempat tujuan kami. Aku merasa bus ini berjalan sangat lambat karena sudah sore pun kami belum tiba di lokasi. Yeah, ini bisa jadi karena banyaknya perhentian juga maka waktu yang dihabiskan jauh lebih banyak. Selama perjalanan kami pun terus bercanda tawa apalagi saat Siparjalang yang mana ia juga seorang traveller dari Sumatera Utara dan sudah berkeliling dunia ini tiba di bus yang tadinya ia naik dari kota Siantar. Kami pun saling mengenal lagi di dalam bus sambil berbagi cerita satu sama lain dengan travellers lainnya.

Cuaca mulai gelap dan gerimis mulai membasahi bumi, aku melihat air sudah mengalir sedikit demi sedikit di kaca bus. Pepohonan mulai terlihat di sisi kananku, aku membayangkan kesegaran saat berada di luar bus tersebut. Perjalanan ternyata belum selesai karena masih ada waktu sekitar beberapa jam lagi.

Indahnya Geosite Sipinsur, Humbang Hasundutan

Finally, waktu sudah menunjukkan pukul 17.58 wib, kami sudah tiba di Geeosite Sipinsur, Humbang Hasundutan yang mana merupakan wisata alam Kaldera Toba. Pepohonan yang menyejukkan tentunya membuatku menambah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semua ini atas ciptaanNya yang sungguh harus disyukuri dan dijaga kelestariannya.

Saat kami menurunkan barang bawaan, tidak lama kemudian hujan pun turun. Kami berlarian menuju sebuah aula mini yang dijadikan untuk tempat acara malam nantinya. Kumelihat tenda-tenda berwarna hijau muda dan tua sudah tersusun indah di bawah pepohonan ini. Ahh, sudah kubayangkan nikmatnya tidur malam di bawah langit yang menurunkan gerimis indah. Kami seluruhnya camping di Geosite Sipinsur ini,inilah anugerah terindah saat bisa menikmati suasana alam tanpa polusi udara kota.



Kawan melalak cantik yang ingin mengunjungi Geosite Sipinsur, Humbahas ini tidak perlu khawatir loh untuk urusan penginapan karena sudah banyak homestay disini dengan harga yang juga terjangkau pastinya. Fasilitas-fasilitas sudah mulai diperbaiki dengan adanya restaurant, rumah ibadah, wifi pun ada dan tentunya fasilitas lainnya. Kamu yang ingin kesini juga bisa menggunakan transportasi Sampri atau Karya Agung, langsung deh nanti tiba di Humbang Hasundutan ini.

Keseruan Party Manortor Bersama

Malam hari, kami berkumpul bersama di aula Geosite Sipinsur untuk melaksanakan makan malam terlebih dahulu. Beberapa seniman sudah datang untuk menghibur serta memperkenalkan kesenian daerah dari kawasan tersebut. Tema malam ini adalah "Arts to Nature Geobike Kaldera Toba" yang mana ada musik dan tarian tradisional yang siap ditampilkan.

Malam ini acara dibuka oleh MC nya yaitu Siparjalang yang tentunya ia lucu dan menghibur seluruh hadirin yang ada disana. Kemudian dilanjutkan kata sambutan oleh Ojax Manalu selaku direktur Rumah Karya Indonesia yang menyelenggarakan event Geobike Kaldera Toba 2019. Selanjutnya, ada sedikit obrolan bersama para pemuda disana untuk membicarakan mimpi pemuda di masa depan danau toba yang diisi oleh Martahan Sitohang, Elkando Purba, Lexwan Marbun dan tentunya juga dihadiri oleh kepala dinas pariwisata Humbahas, Ibu Hotmaida Butar-butar.



Kami sangat menikmati malam yang mana juga hadir Sanggar Seni Martabe Humbahas dan Sanggar Seni Silaban Humbahas. Alunan musik batak yang indah menjadi teman saat dingin sudah semakin menusuk ke dalam tulang. Kemudian, ibu kadis memberikan ulos kepada kami yang bisa digunakan untuk manortor malam itu diiringi suara nyanyian dari seniman lokal yang sudah go internasional, yeah mereka baru pulang dari Amerika. Hmm,, sungguh hebat sekali para seniman batak ini yang memiliki suara-suara indah.



Well, aku masih punya kelanjutan keseruan bersepeda bersama Geobike Kaldera Toba 2019 pada bagian berikutnya. Kawan melalak cantik harus tungguin cerita selanjutnya yah yang pasti jauh lebih seru donk.


















3 Komentar

  1. Kegiatan yang sangat menarik di sumut. Next semoga bisa ketemu lagi di Geosite KALDERA . Kunjungi juga @sandypradana12 ada dokumentasi serupa. Hihi

    BalasHapus
  2. Wah, keren banget nih. Tapi saya menunggu kisah perjalanan naik sepedanya. Pastinya capek banget dong?

    BalasHapus

Hai, Silahkan Berkomentar Yah