Hai, kawan melalak cantik.

Aku ingin melanjutkan cerita sebelumnya masih dari kawasan danau toba. Beberapa diantara kamu mungkin sudah membaca bagian pertama dan penasaran dengan cerita selanjutnya. Nah, aku ingin berbagi kelanjutan cerita dari keseruan Bersepeda Bersama Geobike Kaldera Toba (Part 1), silahkan baca terlebih dahulu artikelnya tersebut yah.


Hari kedua tentunya kegiatan jauh lebih menyenangkan karena bersepeda dimulai pagi hari dari kawasan Geosite Sipinsur, Humbang Hasundutan. Pada pukul 06.00 wib, aku terbangun bersama teman satu tenda yang mana terdiri dari 5 orang. Kami sudah bangun meskipun udara dingin dan cuaca masih gelap. Beberapa tenda juga masih tampak sepi, mungkin penghuninya masih pada bermimpi.

Aku segera menuju kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari kumpulan tenda-tenda, sudah kubayangkan air pagi itu pastinya dingin tapi jika tidak mandi pasti kurang rasa kenyamanan beraktivitas seharian. Perlahan kuberjalan sendirian sambil melihat jalan ke depan tanpa berani melirik kanan dan kiri. Ternyata sudah ramai yang di kamar mandi, beberapa sudah selesai melaksanakan ibadah shalat subuh.

Sarapan Roti & Berselfie

Yeaashh, sudah jauh sampai di Sipinsur yang menghabiskan waktu lebih dari 5 jam dari kota Medan tentu sayang tanpa ada kenangan foto dari sini. Aku dan peserta lainnya dibagikan sarapan roti dan buah pisang agar kuat bersepeda nantinya hingga makan siang. Setelah sarapan, aku tidak menyia-nyiakan momen, setelah baterai kamera terisi langsung mengajak teman seperjalanan untuk berfoto dan kami pun memotret bergantian.



Bersepeda Dimulai

Seluruh peserta Geobike Kaldera Toba 2019 sudah berkumpul dengan sepedanya masing-masing. Aku dan 14 teman traveller lainnya juga sudah mengambil posisi sepeda yang dipinjamkan panitia. Udara pagi masih menusuk ke relung hati tapi melihat para bikers yang bersemangat membuatku pun tak ingin melewatkan kesempatan ini.

Wisata Humbang Hasundutan


Beberapa pejabat setempat sudah berkumpul untuk membuka event pagi ini, mereka juga banyak yang ikut bersepeda sampai di destinasi berikutnya perbatasan kabupaten Humbang Hasundutan ini. Ah,, ternyata stamina yang kumiliki tidak sekuat para bikers lainnya, aku belum mencapai beberapa kilometer tapi sudah tidak tahan dan berhenti. Panitia yang bertugas mengangkut sepeda dan bikers yang tidak kuat sudah siap siaga sehingga saat berhenti di jalanan bisa langsung diangkat ke mobil pick up.

Aku pun naik ke mobil pick up dan ternyata sudah ada juga pejalan yang berhenti, beginilah efek jarang berolahraga itu pikirku. Kami pun melanjutkan perjalanan dan sungguh seru karena melihat pemandangan yang indah sambil menyemangati para bikers yang terus mengayuh sepeda. Kulihat ada yang masih berusia muda hingga lanjut usia.

Pemandangan Indah Bakkara

Perjalanan bersepeda pun dilanjutkan menuju Bakkara, sepanjang jalan mata dimanjakan dengan aneka warna yang hijau. Lembah Bakkara ini memang sungguh menggoda, kutak tahan untuk memejamkan mata karena pesona keindahannya melebihi nuanasa keindahan di luar negeri sana.



Penatapan Bakkara ini memang masih asri dan tampak sepi, kami pun semua turun dari mobil dan yang bersepeda juga berhenti serta mengabadikan momen selama disini. Aku cukup lama memandang keseluruhan, ini pertama kali bagiku untuk menginjakkan kaki disini. Ahh, ini jauh lebih indah daripada biasanya aku hanya melihat gedung tinggi dan mall dengan aneka barang branded nya.

Ternyata untuk menuju Bakkara ini juga tidak hanya harus jalur darat dari Medan kok, kawan melalak cantik yang ingin lebih cepat tiba disana bisa naik pesawat loh menuju bandara Silangit. Beberapa maskapai sudah banyak yang membuka penerbangan menuju bandara tersebut apalagi memang tidak jauh dari kawasan ini ada Sipinsur yang merupakan bagian dari Geopark Site yang merupakan tempat wisata andalan Humbang Hasundutan.

Mengunjungi Istana Siraja Oloan

Perjalanan bersama bikers dan tim dari Geobike Kaldera Toba ini memang sangat menakjubkan. Ada banyak hal indah yang belum pernah kulihat dan nikmati bisa kurasakan disini. Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sungguh indah dan merasa penuh berkah serta bersyukur hingga hari ini. Selanjutnya, kami pun melanjutkan perjalanan mengunjungi situs warisan budaya dan sejarah dari Sisingamangaraja.

Wisata Humbang Hasundutan


Perkampungan ini adalah lokasi bangunan bekas istana Diinasti Sisingamangaraja. Dinasti ini telah berdiri selama lebih kurang 400 tahun sejak tahun 1500 an sampai 1907 di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja I-XII. Di kawasan ini, kawan melalak cantik bisa melihat keindahan bangunan khas batak selayaknya rumah adat, kemudian ada juga makam Sisingamangaraja X.

Saat kamu ingin masuk ke kawasan ini tidak dikenakan biaya sepeser pun, nantinya ada opung perempuan yang siap mengantarkan masuk kesini. Hmm, kamu boleh juga sedikit berbagi rezeki untuk si opung yang sudah berbaik hati. Oh yeah, saat kamu ingin menginjak rumput yang ada makam maka kamu dianjurkan untuk membuka alas kaki.

Makan Siang di Tepi Danau Toba

Wajah makin dekil, kulit makin menghitam karena memang duduk di mobil terbuka milik dinas perhubungan Humbang Hasundutan. Aku sangat menikmati sekali sambil tertawa dan bercanda dengan teman lainnya sambil menikmati udara segar dan teriknya matahari. Perut mulai keroncongan dan waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Seluruh peserta Geobike Kaldera Toba pun sudah mulai lemas dan tampak mulai butuh asupan energi siang itu. 

Kami pun semuanya berhenti di Mess milik Dinas Kabupaten Humbang Hasundutan, santapan lezat sudah menanti. Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri baik tangan, kaki dan lain sebagainya. Santapan ayam goreng kupilih untuk mengisi rasa lapar siang ini, tampak ada ikan gulai namun sedikit malas untuk mencuil bagiannya dengan tangan. Kulihat danau toba yang indah itu dari dalam mess ini, aku pun langsung berjalan menuju tepi danau setelah membuang sampah nasi kotak makan siangku.

Ah, aku terus mensyukuri nikmat ini, betapa indahnya negeri Indonesia ini yang sayang sekali rasanya bisa terpecah belah oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan saja. Saat kumelihat ibu kepala dinas duduk di dekat sofa yang sama denganku, mulai kubuka obrolan dan berbicara tentang pariwisata Humbang Hasundutan tersebut. Ia mengatakan sudah mulai banyak homestay disana dengan harga yang terjangkau pastinya, sedang menunggu jadwal peresmiannya saja. Hmm, saat fasilitas sudah mulai diperbaiki maka inilah saatnya kita sebagai anak muda untuk berkunjung kesana dan mempromosikan betapa indahnya pariwisata di Sumatera Utara ini.

Sejuknya Huta Ginjang, Tapanuli Utara

Setelah dilakukan pelepasan kembali dari mess tempat kami beristirahat maka bersepeda pun dilanjutkan. Yeah, memang sudah banyak juga yang berhenti dan naik ke atas pick up karena sudah kelelahan. Kami pun terus melanjutkan perjalanan menaiki bus menuju Huta Ginjang, Tapanuli Utara. Pertama kalinya juga bagiku menginjakkan kaki disini, suasana yang segar diiringi pemandangan yang indah.



Kami pun mengabadikan momen foto bersama-sama agar memiliki kenangan pernah berada di tempat yang indah ini. Aku dan peserta serta panitia duduk di sebuah warung yang menyediakan beberapa makanan dan minuman untuk mengisi kekosongan perut. Hujan pun juga mulai turun, gerimis manja serta kabut dan udara yang dingin membuat kami semakin lapar.

Warung yang sudah ramai pun semakin penuh oleh orang-orang dari Geobike Kaldera Toba ini. Aku melihat beberapa turis juga berasal dari luar Sumatera Utara karena terdengar logat bahasanya seperti orang Jakarta dan beberapa mirip aksen Singapura. Teh manis hangat menemaniku sore itu, duduk bersantai sambil ngobrol bersama teman lainnya menjadi penghangat suasana. Kulihat tas hitam ranselku masih menyimpan beberapa biskuit lemon yang kubawa dari rumah. Ah, sungguh nikmatnya sore ini, mata memandang danau toba dari sudut terindahnya, yeah di Huta Ginjang, Tapanuli Utara ini.

Dinner Bahagia di Pantai Sibolahotang, Tobasa

Hari semakin sore, wajah kami pun sudah bisa terdeteksi kelelahannya. Bus yang membawa kami sudah tiba di kawasan kabupaten Tobasa. Teratak indah ala pesta sudah berdiri tegak di kawasan Pantai Sibolahotang, Tobasa. Masyarakat pun sudah mulai ramai disana siap ikut meramaikan acara Geobike Kaldera Toba 2019 ini tentunya.

Malam ini tidak akan sama dengan malam sebelumnya karena tenda camping sudah berakhir. Sekarang saatnya tidur nyaman di dalam homestay milik warga setempat. Kami sudah tiba di penginapan, pembagian kamar pun sudah dilakukan. Aku lebih memilih tidur di dalam kamar dengan 4 orang dalam satu ranjang karena khawatir udara akan dingin seperti malam tadi. Eh, ternyata disini tidak sedingin Sipinsur tapi yah sudah lah terlanjur sempit-sempitan.

Makan malam kali ini berbeda dari jadwal makan lainnya karena tidak dalam bentuk nasi kotak lagi. Kami makan ala prasmanan, duduk di meja vip yang sudah disediakan menghadap panggung yang siap menyajikan musik untuk mengiringi keindahan makan malam ini. Alunan musik batak tentunya tidak ketinggalan, aku pun sungguh merasakan keseruan ini bersama teman-teman yang baru kukenal dua hari ini.

Acara seperti malam sebelumnya, ada sambutan dari pejabat daerah setempat dan dipandu oleh MC Siparjalang. Beberapa pemuda daerah yang sudah berkarya dan berkontribusi untuk wilayah ini pun turut menyuarakan di panggung agar memotivasi juga untuk yang lainnya. Saat kumelhat ke kanan dan kiri sudah mulai sepi pesertanya, ternyata banyak yang kembali ke penginapan dan beristirahat karena rasa lelah ini. Aku pun mengingat malam itu ada pemuda lokal yang sudah melanjutkan studi hingga ke Taiwan untuk membahas Geopark Toba ini serta beberapa yang aktif untuk membuat kerajinan tradisional serta membantu perekonomian warga lokal.

Setelah acara malam itu selesai, aku pun segera menuju homestay dan berharap bisa tidur dan bermimpi indah. Namun, ternyata tidak seperti harapan karena ada 4 orang dalam 1 ranjang. Well, inilah kenikmatan dalam perjalanan, aku sudah biasa dengan aneka tempat tidur yang selama ini sudah kulalui baik saat travelling di dalam maupun luar negeri.

Btw, apakah kamu siap untuk menejelajahi tempat wisata yang indah di Sumatera Utara ini?

Ayo kita lestarikan dan promosikan bersama-sama wisata Indonesia.


1 Komentar

  1. Itu Lembah Bakkara bagus bangeeettt! Kalo mau olahraga ekstrim memang sebaiknya prepare dulu kak biar fisik nggak kaget saat tiba-tiba diforsir, jadi lebih kuat :)

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan tinggalkan kesan