Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang,Malaysia (Day 2)

by - Januari 11, 2020

Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang, Malaysia (Day 2) - Hari kedua penjelajahan tanpa itinerary memang menjadi menyenangkan. Aya mengajak untuk pergi ke pantai di hari libur natal. Dimulai dari makan siang di Queensbay Mall, makan sore di Pantai Damai Ombak hingga lanjut menikmati bintang malam di Pulau Jerejak. Sstt, cerita hari pertama di Penang silahkan baca di Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang, Malaysia (Day 1).

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Hari kedua di Penang tentunya ada aktifitas yang lebih asik dibandingkan hari pertama. Bangun pagi langsung dilanjutkan dengan pergi ke kolam renang Hotel Royal Penang. Berenang sendirian memang terkesan membosankan namun ternyata justru asik karena bisa nikmati seperti kolam milik pribadi. Yeah, berhubung bangun lebih awal sehingga tamu hotel lainnya belum ada yang berenang deh.

Hari ini, 25 Desember 2019 sudah janjian untuk bertemu dengan Aya di Queensbay Mall pukul 12 siang. Well, ternyata aku bergegas lebih awal sehingga bisa segera menuju mall dengan menggunakan bus. Aku pun check out terlebih dahulu dari Hotel Royal Penang dan langsung menuju Tido Hostel untuk menghabiskan 3 malam.

Pelayanan dari Tido Hostel memuaskan karena resepsionis ramah dan bersahabata. Aku pun bisa menitipkan barang bawaan berhubung memang baru diperbolehkan check in pukul 03.00 pm. Oh yeah, review tentang Tido Hostel segera di artikel terpisah, tungguin aja yah.

Perjalanan Queensbay Mall by Bus


Berhubung solo traveler yang menghemat budget maka bus menjadi solusi saat melakukan perjalanan. Asiknya liburan di Malaysia ini memang dari sisi transportasi sudah mendukung untuk memudahkan kesana kesini. Selain itu, sebagai pendatang juga bisa mudah mendapatkan akses informasi tentang nomor bus yang ingin digunakan. Aku pun banyak tahu tentang bus yang ingin digunakan dari google maps. Stasiun bus juga mendukung dengan informasi tentang jadwal kedatangannya.

Jarak dari stasiun bus Komtar menuju Queensbay Mall itu lumayan jauh, naik Grab bisa mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Berhubung cuaca panas, aku naik Grab dari Tido Hostel menuju Komtar dengan biaya RM 6. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bus 401e atau 304 hanya sekitar RM 2 sampai deh di perhentian bus Queensbay Mall. Well, berhubung ini pertama kali naik bus menuju mall, aku pun sempat salah berhenti padahal nantinya ada perhentian tepat di depan mall.

Dengan cuaca yang cukup panas, aku masih harus berjalan menuju pintu masuk mall. Hmm, ternyata Aya juga belum tiba dan masih harus menunggu deh di dalam mall. Kawan melalak cantik pasti paham donk bahwa aku tuh enggak bisa betah diam saja. Mengelilingi mall adalah solusi siang itu, keluar masuk toko menyenangkan sambil cuci mata. Hmm, ternyata susah juga mengontrol hingga pasti tetap saja ada yang dibeli minimal masker dari Watsons sih.

Berhubung sinyal sempat tidak bagus, aku dan Aya hampir saja kesulitan untuk bertemu. Hingga akhirnya berjalan hingga menemukan koneksi yang bagus. Finally, kami pun bertemu di dekat pintu masuk AEON. Duh, perut sudah keroncongan berhubung belum makan siang namun kami mau pergi ke pantai dan jaraknya juga tidak dekat. Well, aku pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu agar lebih bersemangat melakukan penjelajahan hari ini.

Makan Siang di Queens Hall Food Court


Berhubung hari libur natal maka sudah pasti mall penuh oleh para pengunjung baik warga lokal maupun turis asing. Queens Hall Food Court yang berada di level 3 Queensbay Mall pun penuh dengan jam buka mulai dari pukul 10.30 am hingga 10.30 pm. Aku dan Aya memutar hingga 3 kali untuk menemukan bangku yang tepat. Sambil mencari tempat duduk, aku pun memutar mata memperhatikan aneka menu makanan yang ada di areal foodcourt.

Queensbay Mall Penang, Malaysia


Masakan Thailand menggoda untuk disantap siang itu maka kaki pun melangkah ke gerai restoran Thailand bernama Sukhothai Thai Food. Mereka menyajikan aneka menu khas Thailand yang sangat kurindukan. Meskipun sebenarnya sangat menginginkan mango rice yang enak dan khas ala Thailand tetapi ku tetap memiih yang ada nasi.

Honey chicken seharga RM 13.90 menjadi pilihan dengan minumannya air mineral agar lebih segar. Olahan ayam yang sudah dipotong dan digoreng kemudian disiram madu menjadikan rasanya manis manjah deh. Tampilan menu memang kece tapi rasanya tetap B aja.

Queensbay Mall Penang, Malaysia

Berpetualang di Pantai Ombak Damai

Setelah makan siang, tubuh lebih bersemangat untuk diajak berjalan. Petualangan hari kedua di Penang pun segera dimulai. Aku dan Aya sudah bersemangat meskipun hari sudah mulai siang dan matahari sedang terik. Ada ramai penumpang yang sedang menungggu bus, kami pun menanti kedatangan di stasiun bus. Sekitar 20 menit menunggu akhirnya datang juga, pukul 04.00 pm baru naik bus nomor 308 dengan biaya RM 2 menuju Kawasan Perkelahan Tanjung Asam.

Perjalanan cukup lama sekitar 30 menit lebih, aku pun sempat tertidur sebelum akhirnya tiba di lokasi. Bus melewati rumah perkampungan warga Melayu dan banyak pepohonan di sekitarnya. Aya masih mencoba untuk mengingat dimana kami harus turun. Seketika membaca tulisan Restoran Khunthai, kami pun turun dan ternyata salah tempat. Well, lanjut berjalan deh sekitar beberapa meter untuk mencapai lokasi yang dimaksud. Hati gembira ketika menemukan tulisan Selamat Datang di Damai Ombak.



Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Cuaca yang panas membuat kami memilih untuk santai terlebih dahulu. Mencari tempat duduk yang nyaman dan membeli minuman segar. Aku tergoda untuk mencoba es krim kelapa yang harganya pun murah sekitar RM 5. Selain itu, air mineral dingin RM 1.40 juga tidak ketinggalan donk. Btw, ada banyak kuliner yang lezat tapi perut sudah kekenyangan. Aya yang memesan laksa seharga RM 5 dan  rumput lekor harganya RM 3.



Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Kami tidak terlalu lama di pantai ini, selesai santai makan lanju berfoto sebentar. Sudah lelah dan bosan maka langsung memesan Grab untuk pergi ke destinasi berikutnya. Hari sudah mulai sore, pukul 06.00 pm cuaca mulai menggelap. Kami khawatir tidak mendapatkan Grab hingga akhirnya Aya menggunakan aplikasi In Drive dan kami pun menemukan pengemudi. Tentunya biaya lebih mahal karena jaraknya lumayan jauh dari Ombak Damai menuju Resort Pulau Jerejak.

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Petualangan Malam di Pulau Jerejak


Awalnya memang ingin ke Pulau Jerejak pada sore hari namun keadaan berkata lain. Kami tiba sudah hampir pukul 07.00 pm, boat yang ingin digunakan juga penuh berhubung natal maka ramai pengunjung. Syukurlah bisa bergabung dengan group lainnya maka kami pun berangkat pukul 08.30 pm. Biaya naik boat sekitar RM 20 untuk pulang dan pergi memang tidak murah tapi mencoba sesekali boleh saja lah.

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia


Beberapa teman yang warga lokal sih bilang tidak ada yang terlalu menarik di Pulau Jerejak. Hmm, pastinya ada cerita di pulau tersebut yang sedikit menyeramkan. Boat melaju kencang dan tidak boleh ada cahaya saat melintas di pulau. Bahkan aku yang menggunakan light ring diminta untuk dimatikan serta ada penumpang lain yang menghidupkan layar smartphone pun harus mematikannya.



Seluruh penumpang wajib menggunakan pelampung demi keamanan. Perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Cahaya lampu berwarna-warni sudah kelihatan ketika boat mulai mendekat. Saat tiba di pulau jerejak, seluruh penumpang turun dan langsung berjalan memasuki areal pulau. Aku pun masih merasa tidak nyaman apalagi sudah malam berada di pulau tersebut. Ingin berfoto di banyak spot menarik pun tidak selera, antara lelah dan sudah takut juga.



Pada siang hari sepertinya menarik berfoto, ada banyak spot instagramable untuk mengabadikan moment. Meskipun cahaya lampu warna-warni indah tapi tetap saja sudah gelap pada malam hari. Aku akan lanjutkan tulisan khusus tentang aktifitas yang bisa dilakukan di pulau jerejak pada artikel terpisah.

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia


Sekitar pukul 10.00 pm, aku dan Aya memutuskan untuk segera pulang. Kami pun berjalan menuju ruang tunggu penumpang boat. Ternyata antrian sudah panjang karena hampir semua sudah mau kembali ke tujuan masing-masing. Menunggu hingga pukul 10.30 pm, akhirnya giliran pun tiba untuk naik boat. Selama perjalanan sudah mengantuk dan mood sudah tidak terkontrol lagi. Malam pun semakin gelap, Grab juga sudah sulit didapatkan hingga akhirnya Aya memesankan In Drive untukku.

Perjalanan dari Resort Pulau Jerejak menuju Tido Hostel memang lumayan jauh. Sekitar RM 10 lebih biaya ongkosnya namun masih lebih murah dari Grab. Aku pun hampir tertidur di dalam mobil berhubung sudah sangat lelah. Akhirnya tiba di hostel, aku langsung segera menuju lobby dan melakukan check in. Yeah, ingin segera bertemu ranjang dan istirahat malam itu. Aku pun melihat di dalam dormitory sudah ramai beberapa tamu yang sedang tidur. Then, waktu malam terus berjalan, ku pun memilih tidur dan kita lanjutkan cerita berikutnya esok hari yah.



















You May Also Like

15 Comments

  1. Terakhir ke sana cuma 2 harian dan banyak banget tempat wisata yang belum didatangi, terutama wisata kulinernya. Pengen deh balik ke Penang lagi haha. *eluselusperut

    BalasHapus
  2. Penang itu favorite, makanannya enak, tempat-tempatnya favorite. Etapi kak, aku baru tau ttg Pulau Jerejak itu. Langsung caritau deh,sapa tau kesana lagi nantinya.

    BalasHapus
  3. Aku kalo udah jam 7 malam rasanya bakal eksplor kota aja, nongkrong-nongkrong di tempat baru. Hm, jadi penasaran ada mitos apa dengan Pulau Jerejak sampai semua pencahayaan harus dimatikan.

    BalasHapus
  4. Asyiknya ya kalau traveling ke tempat yang sistem transportasinya sudah bagus, jadi nggak perlu pusing dan pastinya lebih hemat karena naik transportasi umum.

    BalasHapus
  5. Ada mitos apa di Pulau Jerejak ya? Hiiiiii... syerem ah paka dimatiin segala lampu2nya ya :) Bisa jadi referensi aku kalau suatu hari berkunjung ke Penang. Seru juga main2 ke Ombak Damai. Kulineran dll dan transportasinya ga sulit ternyata.

    BalasHapus
  6. perjalanan tanpa itinerary juga sama menyenangkan, penuh kejutan hehe. Ditunggu tulisan tentang pulau jerejaknya :)

    BalasHapus
  7. Wah asyik banget travelingnya mbak
    Aku masih maju mundur cantik nih kalau solo traveling hehe
    Ini benar-benar menikmati me time ya jadinya

    BalasHapus
  8. salah satu resolusiku di tahin 2020 ini juga solo traveling ke KL sama Penang. mendadak ngiler liat es krim kelapa itu yaampun :")

    BalasHapus
  9. Saya salah fokus sama menu makanannya. Semangka kalau bahasa Malay artinya tembikai ya? Atau hanya di Penang saja?

    BalasHapus
  10. Naik kapal jam 10 malam? Seru banget ya.

    Oh ya, In Drive ini aplikasi semacam Grab atau taksi lokal gitu ya?

    BalasHapus
  11. Kenapa dinamakan pantai ombak damai? Apakah ombaknya tida besar-besar? Hehehe. Ke pantai memang seger ya kalau menyantap yang dingin-dingin

    BalasHapus
  12. Wah foto minumannya tampak sangat menggoda euy.. Bagus ya mba, tempatnya.. Mydah2an bs kesana juga suatu saat nanti. Aamiin..

    BalasHapus
  13. Wahhh seru juga perjalanannya mbak. Kayaknya bisa jadi referensi buat kami kalau mau berpetualang nanti. Haha

    Salam dari kami Travel Blogger Ibadah Mimpi

    BalasHapus
  14. Lama banget solo travelingnya sampai 10 hari di Penang Mbak. Kalau saya biasanya cepat bosan jadi 10 hari itu bisa dipakai untuk mengunjungi 5-10 negara bagian di Malaysia.

    BalasHapus
  15. Wah harus dibintangin nih biar nanti bisa nyontoh itinnya kalau pas main ke Malaysia ya

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah