Amankah Melalak Cantik Saat Pandemi?. Ikuti Protokol Kesehatan di Bawah Ini!

by - Agustus 21, 2020

Amankah melalak cantik saat pandemi?. Kawan-kawan pasti bertanya tentang hal tersebut. Well, tentunya tidak ada seorang pun bisa menjamin situasi sekarang. Kita sebagai orang biasa harus terus mematuhi aturan pemerintah tentang pandemi ini. Saya pun masih terus mengikuti protokol kesehatan yang disarankan oleh petugas kesehatan mengenai covid-19.


Amankah Melalak Cantik Saat Pandemi?. Ayo Ikuti Protokol Kesehatan!

Beberapa kawan melalak cantik pasti sudah sering melihat postingan story saya di instagram,whatsapp maupun media sosial lainnya. Nah, ada juga yang beberapa kali mengirimkan pesan pribadi mengenai kegiatan di luar rumah yang sudah dilakukan. Sejak hari raya idul fitri pada bulan Mei lalu, tempat bekerja sudah mewajibkan untuk masuk kerja. Oleh karena itu, saya sudah mulai keluar rumah demi mencari nafkah.

Nah, meskipun bekerja kembali seperti normal namun ada banyak hal berbeda dari biasanya. Sekarang saya mengajar daring namun tetap dilakukan di sekolah tanpa tatap muka langsung dengan siswa. Berangkat kerja hingga pulang tetap memakai masker. Tiba di sekolah langsung cuci tangan,dilanjutkan menggunakan handsanitizer dan yang biasanya banyak ngobrol dengan rekan kerja pun sudah dikurangi.

Dalam kondisi pandemi ini tidak bisa menjamin sudah aman untuk keluar rumah tapi bukan berarti harus terus berada di rumah jika ada hal mendesak yang harus dikerjakan. Selain itu, kita juga terus mendukung pemilik usaha yang menjalankan bisnis dengan bentuk membeli produk baik makanan, minuman atau apapun yang dipasarkan.

Oh yeah, saat saya mulai mengunjungi beberapa cafe dan mall, ada banyak anak muda yang mengatakan sudah mulai bosan berbulan-bulan di rumah. Oleh karena itu,inilah sudah memberanikan diri keluar dan nongkrong lagi seperti biasa namun dengan sistem yang berbeda. Inilah salah satu cafe yang saya kunjungi yaitu Kallia Coffee Medan.


Dalam beberapa bulan ini,saya sudah mulai masuk ke mall untuk membeli perlengkapan di toko buku. Kemudian, aktifitas kelas bahasa yang saya lakukan pun diadakan di cafe sehingga membuat diri ini mengunjungi tempat nongkrong 3 kali dalam seminggu.

Ada banyak perubahan yang saya lihat dari tempat yang dikunjungi. Cara masuk juga tidak sebebas biasanya,jika sudah penuh bangku yang dibuat berjarak maka tidak bisa memaksakan diri untuk masuk. Dulu, bisa aja duduk berdekatan bahkan dengan kursi tambahan. Namun, sekarang sudah tidak bisa seperti itu,sudah penuh kuota maka tidak akan bisa masuk lagi ke dalam cafe atau restoran.


Gunakan Masker

Hal yang paling utama saat mengunjungi cafe,mall atau tempat umum lainnya adalah harus memakai masker. Saya pernah ingin belanja buah-buahan di supermarket,saat itu ada seorang perempuan yang tidak menggunakan masker. Nah, petugas keamanan langsung tidak memperbolehkan masuk. Yeah, harus tampak maskernya digunakan saat akan memasuki area terebut.

Selain itu, jika sudah memakai masker ketika akan masuk tapi dibuka saat berada di dalam maka akan mendapat teguran oleh satpam yang berkeliling. Salah satu mall besar di Medan ada yang seperti itu,salut untuk petugas yang bekerja sungguh-sungguh. Saya sedang menunggu grab dan duduk tidak jauh dari dua orang perempuan yang saat itu membuka maskernya sehingga masker berada di dagu. Petugas yang berjaga langsung menegur dan menyarankan untuk menggunakan masker tersebut.

Kenapa sih harus pakai masker?

Menurut saya,kawan melalak cantik pasti sudah banyak yang membaca informasi mengenai hal tersebut. Sejak awal kehadiran pandemi ini,harga masker aja bisa melambung tinggi dikarenakan permintaan pasar yang juga besar. Petugas kesehatan menyarankan untuk memakai masker sebagai salah satu upaya pencegahan covid-19.

Alasannya untuk terus memakai masker tentu berhubungan dengan kesehatan. Kita semua tidak ada yang mau tertular penyakit tersebut. Meskipun ada informasi yang memberitahukan bahwa pandemi ini adalah konspirasi tapi kita sebagai orang biasa tentunya harus berfikir lebih luas dan berpikiran terbuka dalam menanggapi kondisi ini. 

Cuci Tangan Adalah Salah Satu Kunci Kebersihan

Beberapa spanduk yang berisi iklan layanan masyarakat kebanyakan mengatakan bahwa masa depan kita ada di tangan anda. Well, informasi yang saya baca tersebut tentu ada benarnya juga,jika kita tidak rajin mencuci tangan maka orang lain bisa tertular dan diri sendiri pun bisa terkena penyakit juga.

Di beberapa mall yang saya kunjungi pun sudah menyediakan wastafel khusus untuk cuci tangan beserta sabun cair. Biasanya petugas keamanan langsung mengarahkan apalagi kita yang sudah biasa asal langsung masuk saja. Oleh karena itu, dengan adanya petugas yang mengingatkan untuk memudahkan kita juga dalam menjaga kesehatan.

Biasanya setelah pulang melalak cantik,saya pun langsung mencuci tangan bahkan mengganti semua pakaian. Ketika memasuki dan keluar cafe tetap melakukan aktifitas cuci tangan karena terkadang suka pegang bagian wajah sehingga dengan kondisi tangan yang sudah bersih menghindarkan diri juga dari berbagai kuman. Yeah,meskipun tidak ada jaminan bahwa tangan ini 100% bersih tanpa ada kuman sedikit pun.

Selalu Cek Suhu Tubuh

Tempat umum sudah seharusnya memang memiliki thermo gun untuk mengecek suhu tubuh para pengunjung yang akan memasuki kawasan tersebut. Hal ini,untuk melihat kondisi kesehatan secara general. Yeah,dengan mengetahui suhu tubuh tentunya akan terlihat seseorang sehat atau sedang sakit,biasanya harus 37 derajat agar bisa masuk ke suatu tempat.

Beberapa mall yang lebih mewah biasanya sudah memiliki alat scan,sehingga ketika seseorang melewati alat tersebut maka sudah otomatis terdeteksi suhu badan tanpa menggunakan thermo gun. Di Medan sendiri,mall yang seperti itu ada Center Point dan Sun Plaza,ini menurut penglihatan selama kesana. Entah kalo ada mall lain yah,kawan melalak cantik boleh donk berbagi info di kolom komentar.

Eh,ada juga loh yang thermo gun seperti sekedar formalitas doank. Saya pernah memasuki sebuah tempat dan petugas meletakkan thermo gun ke kening tapi tidak ada info suhu badan yang tertera. Ia langsung menyuruh masuk aja padahal gak dilihat thermo gun yang dipegangnya. Terkadang ada petugas di depan pintu yang mungkin sedang masuk ke dalam sehingga kosong yang berjaga. Nah, ini pengunjung mau langsung menerobos aja. Pernah kejadian gitu tapi petugas langsung lari keluar dan tidak memperbolehkan masuk sebelum dilakukan pengecekan. 

Bawa Perlengkapan Ibadah Pribadi

Well,untuk umat muslim pastinya ada kewajiban untuk shalat 5 kali dalam sehari. Ketika sedang jalan-jalan atau nongkrong pasti ada masa melalui waktu shalat. Biasanya akan langsung memasuki tempat ibadah yang disediakan tapi perlengkapan disediakan pasti digunakan oleh banyak orang. Kita sebagai pengunjung ada baiknya membawa sendiri saja sehingga tidak berbagi dengan orang lain. Yeah,ini mencegah kita juga agar tidak mudah tertular dari benda.

Well,inilah versi melalak cantik yang bisa saya bagikan ke kawan semuanya. Adakah yang mau menambahkan?. Boleh donk berbagi di kolom komentar ya, saya tunggu loh kawan-kawan.



You May Also Like

16 Comments

  1. Salah satu protokol pribadi keluargaku adalah, tiap kali habis melalak, begitu sampai di rumah harus langsung keramas. Tidak boleh duduk di sofa kalau belum keramas. Karena virus bisa nempel di rambut.

    BalasHapus
  2. Kaki masker udah serasa pakaian lainnya sih. Secara sebelum pandemi juga saya udah biasa pakai masker karena dekat rumah ada pabrik penggilingan padi. Sekarang saat pandemi, apalgi....

    BalasHapus
  3. Pakr masker ini memang buat ga nyaman. Akhirnya sering ditarik ke dagu huhu. Makasih udah reminder pentingnya masker 😊🙏

    BalasHapus
  4. Untuk kembali menggerakkan roda perekonomian, memang susah kalau kita dipaksa tetap di rumah ya, Kak. Beraktivitas kembali tentu boleh selama mematuhi protokol kesehatan. Aku pribadi tetap harus bekerja dari rumah. Pastinya sesekali butuh keluar rumah entah untuk belanja, ke bank, atau urusan penting lainnya.

    Memang loh, mengenakan masker seharian apalagi di tengah terik matahari dan jalan kaki, rasanya napas tersengal. Tapi bertahanlah, toh aku juga nggak setiap hari harus begitu.

    Sedihnya nih, banyak orang yang mengenakan masker karena khawatir didenda, bukan alasan kesehatan. Udah deket petugas, baru dipakai, huhuhu ...

    BalasHapus
  5. Pernah sekali keluar di masa pandemi gini bareng keluarga. Itu juga hanya ke pantai yang benarbenar sepi. Tapi kalau harus ke tempat yang ada orang lain, rasanya belum berani euy :(

    BalasHapus
  6. Hihihi ternyata ada ya thermogun yang ga berfungsi
    Emang susah banget ya ngasih kesadaran
    Jangan kan yang agak ribet. Wong suruh ngantri aja susahnya bukan main

    BalasHapus
  7. Saya pun kangen deh jalan-jalan, tapi emang sekarang jarang kecuali ada keperluan. Emang bener baiknya bawa sanitizer sendiri, pakai masker bawa alat salat pribadi. Penting buat memperhatikan protokol kesehatan saat new normal ini

    BalasHapus
  8. Aku juga udah beberapa kali ke coffee shop di mal deket rumah. Datang sendirian buat numpang kerja. Sering sejak coffee shop buka jam 8 sampai aku pulang siang hari, pengunjungnya cuma aku doang. Kebetulan sih bagiku. Jadi nggak repot jaga jarak. Selalu pakai masker dan bawa hand sanitizer. Bahkan meja pun aku lap dulu pakai tisu basah yang kubawa dari rumah. Ribet memang. Tapi aku butuh buat kerja.

    BalasHapus
  9. Protokol kesehatan, yes. Kadang ga kuat pengen melalak cantik. Apalagi pas promo kemerdekaan kemaren, hihi

    BalasHapus
  10. Aku masih agak agak deg degan kalau melalak nih kak. Deg degan karena rempongnya pas pulang. Tapi seringnya nggak nahan dan keluar rumah lah tipis tipis. Pulangnya, bebersih yang makan waktu lumayan lamaaa pake langsung nyuci baju saat itu juga.

    BalasHapus
  11. Melalak cantik sesuai protokol kesehatan. Aaahhh mantab kali lah itu. Tetap bisa keluar rumah (untuk hal penting) sambil tetap menjaga aturan2 yang menjauhkan kita dari pandemi.

    BalasHapus
  12. Masih sangat jarang nih kelayapan. Tapi begitu harus keluar rumah tetep menjalankan protokol kesehatan.

    BalasHapus
  13. saya masih was-was kalau keluar apalagi bawa anak-anak Mbak, padahal sebenarnya udah pengen banget juga sekedar ajak anak main di playground kesukaan mereka. Emaknya bisa belanja keperluan dengan santai tanpa harus was-was, tapi yaaa, berdamai dengan normal masih butuh adaptasi lebih lagi sih (bagi saya) :)

    BalasHapus
  14. emang semua balik kepada kesadaran ya Kak. Aku sendiri lebih baik tidak keluar jika tidak ada hal yang penting mendesak. Dan memakai masker juga bawa hand sanitizer adalah kewajiban. Duh sedih nih kalo ada yang menurunkan maskernya, padahal itu juga untuk menjaga diri dan keluarga

    BalasHapus
  15. Kalo msh sebatas Jakarta ato tempat yg bisa didatangin pake mobil pribadi aku msh mau Rin. Tp pasti dengan aturan protocol yg ketat tadi, pake masker, face Shield, bawa perlengkapan solat sendiri, cuci tangan berkali2 kalo Nemu wastafel, sampe rumah juga lgs mandi keramas. Tp sebisa mungkin aku memang LBH milih ga kluar.

    Utk jalan2 yg LBH jauh rasanya ga dulu lah. Sampe vaksin diedarin. Aku rasanya ga berani ambil resiko. Udah seketat ini aja mamaku msh bisa kena sampai akhirnya meninggal. Jujurnya itu bikin kami semua makin takut utk kluar ..

    BalasHapus
  16. Jadi melalak cantik tetap boleh, asalkan patuhi protokol kesehatan ya, Kak. Selektif juga dalam memilih destinasinya agar kita terhindar dari sergapan si Covid. ��

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah