Review Jinjit Kopi Medan, Salah Satu Cafe Cantik Untuk Foto di Kawasan Sunggal

by - September 16, 2020

Jinjit kopi dan Bistro menjadi perbincangan akhir-akhir ini bagi penyuka duduk lama sambil berfoto ria. Baik anak muda maupun orang tua beramai-ramai datang menikmati suasana tepi sungai di Jinjit Kopi dan Bistro. Kota Medan punya banyak cafe kece lainnya seperti Tropical Rooftop yang bisa dibaca juga reviewnya di blog melalak cantik tapi tetap sih yang baru menjadi incaran.



Jinjit Kopi dan Bistro Medan Cantik Untuk Berfoto

Kehadiran media sosial tentunya tidak dapat dihindari,euforia penggunannya tidak hanya mendekat kepada anak milenial tapi kaum kolonial pun senang membagikan foto bagus dengan pemandangan kekinian. Jinjit kopi dan bistro ini memang menyajikan tempat yang menarik di pinggiran sungai meskipun warna airnya jauh dari kata jernih.





Dengan memiliki nuansa sejuk pinggiran kali membuat cafe ini menjadi banyak didatangi pengunjung. Hal ini yang membuat tempat tersebut selalu penuh bahkan di hari biasa. Saya pernah datang kesana tanpa reservasi kemudian tertulis bahwa meja penuh dan petugas parkir pun tidak mengizinkan untuk masuk. Nah,menjadi pengalaman maka selanjutnya saya pun mulai melakukan reservasi tapi tetap saja gagal dengan alasan harus lakukan pesanan satu hari sebelumnya.

Well,beberapa kali berencana ke Jinjit Kopi & Bistro tapi belum terealisasi. Minggu lalu tepatnya 13 September 2020,saya pun langsung datang aja kesana. Awalnya juga sudah melakukan reservasi pada hari sebelumnya namun ditolak kembali dengan alasan hanya bisa jika ada minimal 3 orang. Hmm,saya hanya akan berdua saja dengan Miss Ruby kesana berhubung memang sekalian mau belajar IELTS.

Kami pun lelah terus menerus begitu hingga akhirnya Miss Ruby langsung saja datang kesana tanpa reservasi dan syukurnya masih ada tempat kosong. Saat saya datang pun sudah ramai yang antri di depan pintu masuk bahkan beberapa juga ditolak petugas parkir. Contohnya saja sih saya yang sempat tidak bisa masuk berhubung penjaga parkir bilang sudah tidak ada meja. Syukurnya Miss Ruby sudah di dalam makanya lebih mudah bilang sudah ada teman yang tiba.

Eh,tidak sampai disitu saja kejadian di Jinjit Kopi dan Bistro. Ketika sudah di depan pintu masuk,ada petugas juga yang berjaga untuk koordinasi dengan pegawai di dalam. Saya sempat tidak bisa masuk berhubung tidak tahu nomor meja dari teman yang sudah duduk disana. Memberanikan diri untuk memasuki ruangan dan mencari meskipun petugas sempat sudah tidak mengizinkan. 

Hampir semua pengunjung yang datang sibuk dan hanya terfokus dengan gadget sambil tersenyum dan bergaya. Perempuan,laki-laki,anak kecil,orang lebih tua pun mengambil gambar di lokasi tersebut. Sudah menyiapkan pakaian dan gaya terbaik untuk diabadikan menjadi foto kenangan. Dari sudut ke sudut,kebanyakan memang sibuk berfoto dengan berbagai gaya. Saya pun tidak ketinggalan untuk berfoto agar bisa dimasukkan dalam cerita ini.





Harga Makanan dan Minuman


Menurut saya harga makanan dan minuman masih terjangkau dengan menu yang cukup bervariasi. Semua tergantung dari pengunjung ingin mengambil pilihan untuk sendiri atau beli makanan dalam jumlah besar utnuk beramai-ramai. Saya pun melihat beberapa kuliner lokal makanya jatuh pilihan ke mie kuah yang harganya sekitar 20 ribuan. Miss Ruby memesan tahu goreng dengan sambal yang sekitar 15 ribuan.






Minuman pun ada banyak variannya tergantung selera lebih pilih yang mana. Saya tertarik untuk minum es serai berhubung cuaca pada siang panas maka ingin yang lebih segar. Ternyata tidak sesuai ekspektasi minuman biasanya dipesan di cafe lain. Rasanya kurang pas dan tidak ada wujud serai yang diletak di dalam gelas. Tapi syukur harga masih terjangkau sehingga tidak terlalu zonk dengan minuman tersebut.




Pelayanan Jinjit Kopi dan Bistro


Dari segi pelayanan cukup cepat meskipun sangat ramai pengunjungya. Masing-masing pelayan seperti sudah ada nomor meja yang wajib diurus jika ada pelanggan. Saat itu, meja kami dipegang oleh seorang cewek berdarah Aceh karena bisa dilihat dari namanya yaitu Icut serta wajahnya yang manis khas hidung mancung orang Aceh.

Beberapa pelayan lain juga tampak ramah tapi tidak untuk penjaga pintu depan. Entah memang sedang lelah atau sudah pusing menghadapi customer yang membludak. Sejauh ini, saya tetap memberikan score bagus untuk pelayan disana.

No Wi Fi


Kawan melalak cantik yang tidak punya kuota tapi pengen membagikan foto dan video jalan-jalan disana tentu harus bersabar karena tidak ada disediakan wi fi gratis. Entah karena lokasinya yang di pinggir sungai sehingga tidak bisa memasang internet atau memang biar enggak rugi makanya tidak ada wi fi. Sebenarnya cukup kecewa sih karena cafe tersebut masuk ke dalam kategori besar dan ramai pengunjung. Hari gini kok masih ada cafe tanpa wi fi,bukan karena susah dan cari gratisan sih karena saya pun di rumah pasang wi fi.




No Live Music


Tempat sudah keren dan menarik tapi sayang banget tidak ada live music juga. Jika dilengkapi wi fi beserta live music maka akan semakin ramai pengunjung yang betah disana. Tapi,bisa jadi sih agar yang datang tidak berlama-lama disana. Saran sih semoga segera bisa ada live music juga biar akhir pekan tidak sekedar mendengar suara keributan orang disana tapi sambil ada hiburan musiknya.




Well,kawan melalak cantik ada yang punya pengalaman disana? Atau bagi yang belum kesana,apakah sudah punya rencana nongkrong? Ceritakan yuk di kolom komentar bawah agar saling komunikasi kita membahas cafe menarik di kota Medan.



Jinjit Kopi dan Bistro
Alamat: Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal (Tidak jauh dari PDAM Tirtanadi)
Opening Hours:
Setiap hari pukul 09.00 s/d 17.00 (kecualli minggu hingga 24 jam)













You May Also Like

12 Comments

  1. Ya ampun ini Jinjit Kopi memang keren tempatnya, makanya sampai antri yang datang ya, beberapa kali Kakak ditolak saat reservasi juga ..wah
    Tapi ketiadaan WiFi dan Live Music juga sengaja sepertinya. Biar tamu ganti terus, enggak betah nongrongnya. Kala ada bakalan ga pulang-pulang, rugi jadinya

    BalasHapus
  2. Penataan tempatnya bagus dan rapi. Orang pasti jadi betah belama-lama. Lumayan rame juga ya tamunya. Menu andalan di sana apa tu mb?

    BalasHapus
  3. hahaha warkop aja sekarang pasang wifi ya mbak, kok cafe sebesar itu nggak nyediain wifi.

    Tapi susah juga ya mau masuk situ, reservasi minimal 3 orang, datang langsung juga spekulasi masih ada meja kosong atau nggak

    BalasHapus
  4. Wah banyak juga pengunjungnya ya Mba, dan nggak pake masker gitu ya? Tapi sayang ya cafe nya bagus tapi nggak ada wifi dan live music. Coba diadain dengan tempat cantik gitu, ah pasti makin seru ya

    BalasHapus
  5. Wah boleh nih dicoba pas main ke Medan (lagi). Makasih referensinya ya Kak.

    BalasHapus
  6. Kalau no live musik nggak apa sih bagi daku, tapi no WiFi ya sedih dah, soalnya kan habis jepret foto pengennya langsung posting hehe

    BalasHapus
  7. Kalo masa pandemi seperti ini cafe ini masih tetap buka seperti biasa mba?
    Tempatnya bagus ya rooftop seperti itu, aku yakin setiap malam minggu pasti rameee banget ya.
    Btw, mba Ririn pede juga foto di tengah2 resto itu, orang2 gak pada liatin ya mba? :)

    BalasHapus
  8. Udah kesana juga sih kak. Kebetulan dekat dari rumah. Tempat nya emang bagus sih diakui. Instagramable dan cocok untuk yang mau foto-foto. Tapi kurang puas aja sih dengan pelayanan di cafe nya.

    BalasHapus
  9. Makanannya murah bingit di kantong. Pantesan banyak yg dateng. Selain asyik buat nongkrong. Sayang jauh dari tempatku nih

    BalasHapus
  10. Saya tidak pernah pakai WiFi kafe/resto. Ga pernah tanya juga. Hihihi. Jadi ya tak apa. Yang penting kopi enak, makanan enak, suasana lega dan nyaman. Seperti kafe ini.

    BalasHapus
  11. Bagus banget sih ini tempatnya. Kupikir kalau di sana harus jinjit terus hehe garing.. Kangen nih nongkrong di cafe jadinya aku.

    BalasHapus
  12. Hmmm .. No wifi dan live music, mungkin memang tempat ini sengaja dibuat dengan konsep sebagai tempat makan saja. Bukan untuk sekalian nongkrong. Selesai makan minum, ya pulang. Gitu nggak sih? Hahaha ...

    Siapa tahu juga pemiliknya ingin setiap pengunjung bisa memanfaatkan momen dengan orang terdekat agar bisa punya we time yang maksimal. Bayangkan, kalau ada wifi, pasti perhatian terpecah deh.

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah