Selama 2 Minggu di Turki Tanpa Nasi, Inilah Aneka Makanan Yang Dinikmati

by - Agustus 27, 2021

Perjalanan selama 2 minggu di Turki pada bulan Maret lalu masih tersimpan manis di memori pikiran saya. Begitu juga berbagai kuliner yang dinikmati untuk mengisi perut agar tetap kuat menjalani aktifitas sehari-hari disana. Mungkin ada penjual yang menjual nasi tapi tidak sekali pun saya memakannya saat berada di Turki. So, apa kuliner yang disantap ketika mengunjungi Turki dalam waktu sekitar 14 hari? Sssst,sebelum melangkah lebih jauh,mari singgah membaca artikel Tradisi Minum Cay di Turki.

Makanan khas Turki


Seperti yang saya ketahui bahwa Turkey Cuisine itu adalah salah satu yang terbaik di dunia. Ada banyak dipengaruhi dari Mediterania sampai Timur Tengah dan dari Asia Tengah sampai Eropa Bagian Timur. Kulinernya yang paling sering kita dengar tentunya Kebab dan sudah banyak juga dijual di negara-negara lain.

Makanan Turki


Sejak pagi keberangkatan dari Medan menuju Jakarta,saya berbekal daging rendang yang dimasak oleh ibu. Makan siang saat tiba di Jakarta pun dengan menu rendang tersebut. Malam hingga esok hari nikmati menu makanan yang disediakan dari Qatar Airways. Nah,siang hari tiba di Istanbul langsung mencari kuliner yang bisa disantap untuk dijadikan menu makan siang. Namun berhubung pertama kali berada di Turki maka saya masih khawatir jika ketinggalan penerbangan berikutnya menuju Nevsehir. Oleh karena itu,jadwal makan siang diisi dengan makanan ringan saja tanpa nasi maupun makanan berat lainnya.

Makanan Yang Dinikmati di Turki Selama 2 Minggu Tanpa Nasi

Saya tiba di Nevsehir Kapadokya Airport sudah larut malam dan masih musim dingin. Ketika turun pesawat dan memasuki ruang lobi sudah langsung dijemput oleh driver dari travel yang dipesankan teman. Saya pun bergegas masuk mobil berhubung sudah sangat dingin udara malam itu,tentu tidak ada kepikiran mencari makanan lagi.

Begitu tiba di rumah teman yang berada di Urgup pun tidak ada makan nasi. Ia menyajikan beragam kuliner ringan yang bisa disantap untuk mengganjal perut agar tidak lapar. Berhubung sudah malam dan memang tidak masak juga maka saya pun masih tahan nikmati aneka makanan yang sudah dibawa dari Medan saja.

Keesokan harinya,kawan membawa saya untuk mengunjungi rumah temannya dan kami pun menyantap makanan khas Turki yang bernama Pide. Senang sekali bisa nikmati makanan lokal pertama kalinya. Perasan jeruk yang saya buat ke atas Pide menambah segar kuliner tersebut. Kami pun makan beramai-ramai sekitar 4 orang di rumah seorang teman. Sayangnya untuk menu ini tidak saya abadikan dalam bentuk foto dikarenakan keasikan ngobrol.

Well, hari-hari berikutnya makanan yang saya konsumsi pun semakin beragam hingga hari terakhir mau pulang ke Indonesia. Penasaran? Silahkan baca selengkapnya artikel ini donk.

Baca juga Mimpi ke Turki Jadi Nyata,Kok Bisa?

1. Iskender Kebab

Pertama kali nikmati Iskender Kebab ini saat bertemu dengan cowok Turki yang bernama Erhan. Ia mengajak keliling kawasan Taksim dan pada saat itu belum makan siang sehingga singgah ke restoran yang berada di dalam mall sekitar Taksim. Saya pun membayar Iskender Kebab itu sekitar TL 35 atau sekitar 60 ribuan untuk seporsi.

Iskender Kebab Turkey


Memiih menu Iskender Kebab tersebut karena direkomendasikan teman tersebut. Ia mengatakan bahwa salah satu kuliner yang harus dicoba di Turki dan merupakan favoritnya juga. Ternyata memang sesuai selera dan ekspektasi saya,rasanya enak dan membuat susah lupa momen mengunyahnya. Isinya memang enggak jauh dari yang namanya daging namun diolah secara tepat. Rasa bumbunya meresap dan ternikmati ciri khas rasa Turki.

Selain ada daging domba yang dipotong tipis-tipis,Iskender Kebab itu juga disiram saus tomat segar yang menambah wangi masakannya serta lelehan mentega dari susu kambing membuatnya menjadi segar. Makan siang langsung terpuaskan dan perut terisi penuh meskipun tanpa nasi. Iskender Kebab ini memenuhi hasrat cacing yang sudah kelaparan. Ukuran besar bisa dinikmati dua orang sedangkan saya hanya menyantap sendiri maka sudah pasti kekenyangan. Pengen deh nanti review khusus tentang Iskender Kebab ini karena ada sejarahnya loh dari Bursa.

2. Mercimek Kofte

Kofte ini sering disebut juga Turkish Meatballs namun rasanya memang tidak sesuai dengan lidah saya. Siang itu diajak salah seorang teman bernama Yunus yang senang berkeliling kota mengendarai motorbike. Ia menawarkan menu makan siang itu yaitu kofte beserta minuman ayran. Awalnya masih membayangkan meatballs yang seperti ada di Medan. Setelah menuju restoran dan melihat pesanan datang,sedikit kaget ternyata tidak sesuai ekspektasi.

Saya pun tidak langsung memakannya,masih melihat saja dan menanyakan kembali tentang komposisi makanan tersebut. Akhirnya memasukkan ke mulut dan memang rasanya sedikit pedas,asam bercampur jadi satu. Memperhatikan kawan saya sangat menikmatinya tanpa keraguan. Saya pun segan jika tidak menghabiskannya sehingga berusahan terus makan sampai selesai. Uh,sayangnya tidak mengabadikan foto kofte juga nih dikarenakan keasikan ngobrol dengan kawan baru.

3. Simit

Roti legendaris khas Turki ini berbentuk bundar dengan wijen yang menempel di sekelilingnya. Menurut saya rasanya biasa saja yang mana tidak ada manis atau rasa lainnya. Namun berhubung diolesi coklat seperti nutella maka rasanya menjadi lebih manis. Harganya juga berbeda jika kita memiilih olesan yang mau ditambahkan ke simit. Btw,aromanya wangi sehingga lebih suka menghirup aroma kuenya saja. Saat itu,saya beli sekitar Grand Bazzar Turkey,harganya pun murah dan cocok untuk menu sarapan pagi. Berhubung saya kekenyangan maka rotinya disimpan dan dimakan keesokan hari lagi. Eh,rasanya makin berubah tidak cocok di lidah karena sudah keras juga.

Simit Turkey

Simit Turkey

4. Doner Kebab


Well, seperti kita ketahui bahwa kebab merupakan salah satu kuliner Turki yang sangat hits bahkan ada dijual di berbagai negara. Saya pun mencoba beragam kebab Turki di beberapa restoran. Olahan tentu hampir sama namun ada sedikit rasa yang berbeda.

Menurut Wikipedia yang dibaca bahwa döner kebab adalah masakan Turki yang terbuat dari daging. daging tersebut dapat berupa daging domba, kambing, sapi, atau ayam. Nama lain termasuk kebab, donair, döner, doner atau donner. Bentuk awal doner kebab adalah Cağ kebab. Biasanya sih yang ada di Medan tuh disebut Shawarma sih tapi orang di Medan suka sebut sebagai kebab.

Doner Kebab


5. Yaprak Dolma

Jika makanan sebelumnya saya dapatkan di luar rumah bersama kawan-kawan yang merupakan warga lokal Turki. Nah,dolma ini didapatkan dari ibu pemilik tempat tinggal. Saya bermalam di rumahnya beberapa hari dan ia menawarkan makanan lokal Turki ini di malam hari. Lebih tepatnya,saya mengenal ibu ini dari anaknya yang mengatakan ada sewa rumah di area tempat tinggalnya sekitar kawasan Balat.

Dolma Turkey

Well,sebenarnya ada beragam menu kuliner lainnya yang saya nikmati selama dua minggu di Turki. Olahannya enggak jauh dari ayam,daging dan tentu ada roti. Saya membeli di penjual pinggir jalan, restoran maupun beberapa juga saya nikmati di rumah warga lokal yang saya datangi. Mereka memasak beberapa menu untuk sarapan maupun makan siang. Saat malam hari,saya jarang makan karena biasanya sudah kelelahan dan langsung istirahat. Hmm,kawan-kawan ada makanan favorit dari Turki ga?


Turkey Cuisine


























You May Also Like

15 Comments

  1. Yaprak Dolma kayanya enak banget yaa mb. Masakan Turki sepertinya cocok-cocok aja ya dengan lidah orang Indonesia. Cita rasa-nya juga berbumbu sepertinya ya alias menggunakan rempah-rempah gitu.

    BalasHapus
  2. Liat gambarnya buat laper ya. Ternyata emang kebab banyak di Turki hehe. Kalau saya jangankan 2 mggu gak jumpa nasi, sehari aja gak tahan perutnya... Haha

    BalasHapus
  3. Bikin diet sukses jika makan tanpa nasi nih mbak.
    Btw Simit itu mirip donat wijen gitu kah mbak? Tapi kalo lihat tampilannya, nggk bisa mekar ya?

    BalasHapus
  4. Aku pas ke Istanbul, Krn cuma sehari, jadi jujur masih kurang banget eksplorasi makanan di sana. Tapi jujurnya yg aku coba selama 1 hari itu, banyak yg ga cocok hahahahahah. Makanan Turki itu kayaknya cendrung asam Yaa :p.

    Yg aku suka cuma burger ikan, pas beli di selat Bosphorus. Itu aku sukaaa burgernya. Makanan lain kurang masuk Rin.

    Trus ada nyobain kopinya juga, ya Allah nyeraaaah. Kentel, paiiit, ga ketelan wkwkwkwkwkw.

    Tapiiii Krn aku cuma 1 hari di sana, dan blm nyobain banyak, jadi ga bisa bilang juga aku ga suka yaaa. Ntr kalo ke Turki lagi, semoga bisa lebih lama dan LBH eksplor kuliner mereka ;)

    BalasHapus
  5. doner kebab... hmmm yummy, ini kan sama dengan kebab-kebab kebanyakan ya... enak buat temen ngeteh di sore hari.. btw itu ga ketemu nasi ga pa pa perutnya kak...etapi kalau sudah terbiasa mah ga masalah ya kak

    BalasHapus
  6. Kebanyakan makanannya ini karbonya dari kentang ya, terus pedas-pedas juga ya kelihatannya.
    duuh kalau saya kayaknya udah sakau nih gak ketemu nasi :D

    BalasHapus
  7. Walau tanpa nasi, menunya enak-enak Kak. Kenyang dan bergizi juga ya. Kebannya asli Turki nih. Hehe..

    BalasHapus
  8. Wah, lama juga ya mbak di Turkinya. BTw liat foto makanan ala Turki jadi pengen nyobainnya. Rata-rata makanan Turki ini kaya akan rempah juga ya mbak.

    BalasHapus
  9. Kalau lihat menunya kek begitu mah gosah makan nasi juga akan kenyang. Saya lihat gambarnya aja berasa kenyang, tapi masih tetep ngiler wkwkwk. Penasaran nyobain Pide deh rasanya.

    BalasHapus
  10. Jujurly, lidahku emang nggak terlalu cocok sama makanan Turki dan yang ala Timur Tengah, tapi kok ya lihat mba Ririn bersantap gitu, aku jadi mupeeng. Duh, semoga aku juga bisa ke Turki yah, pengen cpba street food-nya

    BalasHapus
  11. Membayangkan liburan ke turki, dan nggak ketemu nasi tuh gimana ya apa aku bakalan ngerasa lapar. Emang beda ya makanan disana kebanyakannya kek roti gitu.

    Tapi gapapa deh, aku tetap ngiler sama tempat-tempat fi turki. Semoga bisa liburan ke turki nantinya.

    BalasHapus
  12. Duh endul banget itu Iskender Kebab Turkey nya, apalagi Ririn langsung menikmatinya di negara asal kebab ya, maknyuss

    BalasHapus
  13. Yummy banget makanannya, nggak apa-apa walau enggak ketemu nasi pun ya Mba, apalagi sudah happy bisa jalan-jalan ke Turki

    BalasHapus
  14. Pasti ngerasa ada yang kurang ya, makan tanpa nasi selama di Turki.
    Tapi nilai plus nya berat badan bisa turun deh.

    BalasHapus
  15. Wah banyak makanan berbahan roti ya mbak nampaknya ..jadi kepo pengen rasakan makanan khas Turki juga

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah