Minum Cay (Teh) Tiap Hari Sudah Tradisi di Turki

by - Agustus 24, 2021

Minum teh mungkin sudah biasa dilakukan di Indonesia namun jika dilakukan setiap hari dengan jumlah yang banyak maka akan terasa berbeda. Setiap negara punya tradisi berbeda-beda,begitu juga ketika menikmati teh pun punya makna tersendiri. Beberapa bulan lalu,saya mengikuti tradisi minum teh di Turki yang mana dikonsumsi tiap hari dalam jumlah yang banyak.

Cay Turki


Minum Cay (Teh) Tiap Hari Sudah Tradisi di Turki

Beberapa negara punya tradisi minum teh dengan makna tertentu. Bisa dilihat di negara Indonesia yang biasanya mengkonsumsi teh hangat di pagi hari atau teh dingin pakai es untuk menemani makanan di warung makan. Ada juga budaya afternoon tea yang dilakukan orang Inggris biasanya lebih berfokus pada sisi gaya hidup atau minum teh ala orang Jepang yang bisa dilakukan selama 4 jam saat diselenggarakan khusus di chashitsu (ruang untuk minum teh).

Ketika saya melihat langsung di Turki,orang-orang disana minum setiap hari dalam jumlah yang banyak bahkan bisa jadi hampir sama dengan mengkonsumsi air putih. Pada saat mengunjungi rumah warga lokal atau bertemu teman di luar pasti diajak ke cafe dan menikmati teh hangat. Ukuran gelasnya pun kecil dan unik sehingga teh bisa dituangkan 5-10 kali ke gelas tersebut.

Teh Turki


Saya bertanya kepada teman yang merupakan warga lokal tentang tradisi minum teh ternyata itu merupakan minuman yang dikonsumsi kedua setelah air mineral. Menurut informasi yang pernah saya baca di sebuah artikel info muslim tour bahwa dengan angka 245 juta gelas setiap harinya, dari seratus orang Turki, sembilan puluh enam nya adalah peminat dan peminum teh.

Warga Turki bisa minum teh saat situasi sarapan, makan siang, makan malam. Saat berkumpul dengan kerabat pun teh tetap menjadi pilihan minuman utama walaupun tentunya ada minuman lainnya. Tidak cukup segelas dua gelas meminumnya, orang Turki sanggup meminum bergelas-gelas teh dalam sehari. Saya pun sampai kaget ketika gelas saya yang sudah kosong selalu diisi kembali oleh teman disana. 

Makna Budaya Minum Cay Orang Turki

Ternyata budaya minum teh ini pun memiliki filosofi,salah satunya nilai persahabatan yang terwujud dari kegemaran orang-orang Turki untuk menikmati teh bersama-sama. Selain itu, budaya minum teh di Turki juga menandakan nilai toleransi yang mencerminkan sikap saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Enggak heran deh,kawan melalak cantik yang mengunjungi Turki akan terbiasa menemukan sajian cay di berbagai tempat. 




Penyajian Cay Unik ala Turki

Saya terbiasa minum teh yang hanya disaring atau mencampulkan teh kemasan kantong ke dalam air hangat. Sedangkan cara tersebut tidak berlaku di Turki karena warganya punya cara berbeda. Pembuatan dan penyajian teh pun unik dan tentu menggunakan perlengkapan yang khas Turki. 

Cay (red:teh) ini disajikan dengan teko bertingkat yang disebut Çaydanlık, bubuk teh Turki diracik hingga menghasilkan sajian teh yang nikmat. Cara penyajiannya pun terbilang unik dan mudah. Çaydanlık terdiri dari teko atas dan teko bawah. Awalnya bingung juga ketika melihat teko itu di hampir setiap rumah teman yang dikunjungi ternyata memang gunakan teko model begitu sih.

Langkah penyajiannya sebagai berikut,pertama, rebus air hingga mendidih menggunakan teko bawah. Kemudian siapkan bubuk Cay di teko atas. Setelah mendidih, tuangkan air ke teko atas. Isi kembali teko bawah dengan air, tempatkan teko bawah terlebih dahulu, kemudian teko atas secara bersusun. Rebus kembali teh dan air dalam teko tersebut secara bersamaan. Cay pun siap disajikan dengan menuangkannya ke gelas unik.

Kenapa Gelasnya Unik?

Gelas kecil berbentuk bunga tulip pun menjadi tampilan yang sangat khas untuk menikmati sensasi aroma dan rasa teh yang khas. Menjadi daya tarik tersendiri ketika melihat bentuk gelas Turki ini dan ingin bawa pulang ke Indonesia juga tapi saya pikir repot jika sampai pecah di perjalanan. Oh ya, pada umumnya teh Turki berwarna lebih gelap dibandingkan teh di Indonesia. Biasa disajikan dengan camilan pelengkap berupa kacang-kacangan khas Turki, Cay harus selalu di sajikan dalam keadaan panas. Jika suhu Cay berubah menjadi hangat, biasanya teh akan kembali dipanaskan makanya saat ngeteh di rumah warga lokal maka tuan rumah akan memberikan teh terbaiknya.




Gula Terpisah

Btw,saya biasanya minum teh yang sudah dicampurkan dengan gula. Memberikan takaran gula 2-3 sendok untuk gelas berukuran medium. Well,ternyata memasukkan gula ke teh di Turki pun berbeda. Ada gula yang berbentuk cube sehingga peminum teh bebas pilih mau berapa banyak yang dimasukkan ke teh. Gula pasir sudah dihancurkan pun ada,hanya saja jarang digunakan menurut informasi dari teman-teman disana. Orang Turki sendiri pun ternyata jarang minum teh dengan gula makanya beberapa teman cukup heran melihat saya memasukkan 3-4 cube gula ke cay.

Penjual Cay Keliling

Di kota asal saya yaitu Medan hampir enggak pernah menemukan orang yang menjual teh atau kopi keliling. Biasanya ada muncul penjual musiman saja yang seperti itu misalnya ketika event tertentu diselenggarakan. Nah, penjual cay keliling bisa ditemukan di Turki bahkan berbagai tempat loh. Saat saya sedang berbelanja di Spice Bazzar Istanbul dan dalam kondisi kedinginan bersyukur dengan kehadiran penjual cay keliling ini. Kemudian, ada moment bersama seorang teman menikmati Kawasan Marmara,kami pun dibantu kehangatan cay yang dijajakan secara keliling oleh warga lokal.

Jika saya mengingat berbagai kenangan minum cay di Turki tentu sangat mengesankan karena bukan hanya sekedar teh yang hangat namun juga bersama orang-orang terbaik yang menghangatkan suasana. Berbagai momen minum teh dilalui bersama-sama baik bersama warga lokal Turki maupun saat bertemu teman warga asing dari negara lain yang dikenal selama perjalanan. 

Btw,adakah yang mau berbagi cerita pengalaman minum teh? Mungkin punya cerita menarik di negara lainnya yang bisa dibagikan di kolom komentar.







You May Also Like

10 Comments

  1. wah baru tau nih, aku taunya ada tradisi minum kopi unik dari turki untuk acara adat, tapi ya hanya dari artikel gak bertemu orang langsung turkinya
    nama alat kopinya turkish pot,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu zaman masih sering nongkrongin drama2 telenovela turki, sering bgt nih liat adegan org turki ngeteh dengan gelas unik gini ���� .. jadi makin penasaran sya pengen ngerasain juga experiencenya.. thankyou for sharing, kak.. ��

      Hapus
  2. Kalau kita mah lidah orang jawa yakan.. suka yang manis-manis hehe. Jadi suka nambahin banyak gula... XD. Mantap nih ceritanya kak.. jadi tau tradisi minum teh di Turki. Bismillah semoga bisa ke Turki.. hehe.

    BalasHapus
  3. Saya pernah liat tuh gelas tehnya di sinetron Turki, kak �� Kecil-kecil gitu emanh. Wah, pengin banget ke Turki belom kesampean. �� Semoga segera. Aamiin.

    BalasHapus
  4. kalau kopi di sana apa kurang diminati ya kak? atau memang karna ada tradisi teh itu sendiri ya, hmm, mungkin anak senja bakalan kurang suka nih nongkrong di turki, hehe

    BalasHapus
  5. Turki itu emang salah satu negara yang unik ya, mungkin kalo saya ke Turki bisa banget tuh nyobain teh nya apalagi karena gulanya dipisah, pas banget sama saya penikmat teh tawar... hihi. Semoga bisa ke Turki ya kayak kk... Aamiin. Thanks for sharing kak...:)

    BalasHapus
  6. Menarik sih ini tradisi teh di turki. Aku sendiri suka ngeteh bunga-bungaan dan sekarang mulai populer juga jadi gampang nyarinya. Jujur, ngeteh ga pake gula itu lebih enak loh.

    BalasHapus
  7. Moga suatu hari bisa nyicip teh cay khas turki lgsg. Ini salah satu destinasi yg pwngen banget dikunjungi. Jd makin semangat nabung 😄

    BalasHapus
  8. Mo nanya kak, itu tehnya dari daun teh yang kayak di Indo juga ? Baru tau banget sih, turki juga punya budaya minum teh yang unik😍😍

    BalasHapus
  9. Wah kirain cuma di indonesia aja yang ada budaya gini,hehe. :D

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah