Budget Sehari di Hat Yai,Thailand Modal 500 Baht (Day 7)

by - Juni 16, 2020

Halo kawan melalak cantik,sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh sejak kehadiran covid-19. Terakhir liburan Desember lalu saat ingin merayakan tahun baru di Penang. Sssssst,berhubung ada kesalahan cap di passport yang dibuat oleh petugas imigrasi Malaysia maka mengharuskan saya harus keluar dari negara tersebut pada tanggal 30 Desember 2019.

Budget Sehari di Hat Yai,Thailand Modal 500 Baht


Well,pada hari ke tujuh di Penang saya putuskan untuk pergi ke Hat Yai berhubung yang paling terdekat dan lebih murah biayanya dari Penang. Niat hati mau melakukan perjalanan hemat justru nambah biaya yang mana harus melakukan perjalanan ke Thailand ini. Tentu saya tidak ingin menghabiskan duit terlalu banyak,cukup menukarkan uang ringgit yang dimiliki ke baht.



Perjalanan Komtar Menuju Hat Yai


Saya menuju Komtar Bus Terminal Penang,ada banyak loket bus yang berada di sekitarnya. Memilih naik travel bus yang hanya bermuatan sekitar 10 orang saja dengan harga jika dirupiahkan sekitar 100 ribuan. Van memang terkesan sempit tapi lebih cepat saat melaju di jalanan dan tentunya akan diantarkan langsung sampai di penginapan.



Imigrasi Bukit Kayu Hitam-Sadao Thailand


Awal pertama kali ke Hat Yai dan beberapa kunjungan berikutnya,saya terbiasa menggunakan kereta api sebagai transportasi kesana. Namun,pada kunjungan Desember lalu melalui bukit kayu hitam dan sadao checkpoint. Van akan berhenti menunggu hingga proses pemeriksaan passport selesai. Begitu diberikan cap passport keluar dari border bukit kayu hitam langsung deh kami seluruh penumpang naik kembali ke van dan supir membawa menuju border sadao milik Thailand.




Saat itu,ada cukup banyak pengunjung sehingga harus mengantri pada jalur yang sudah disediakan. Saya pun tidak ada uang kecil karena setelah menukarkan uang baht belum ada digunakan sama sekali. Syukurlah salah satu penumpang yang merupakan warga Thailand berbaik hati memberikan saya uang 10 baht untuk membayarkan kepada petugas imigrasi.

Drama saat di imigrasi sih tidak ada dan proses cap passport berjalan lancar saat keluar dari Malaysia maupun masuk negara Thailand. Meskipun saya sendiri namun tidak membuat rasa kesepian karena banyak orang lain yang berada di dalam van. Saya pun mencoba mendengarkan obrolan mereka meskipun tidak paham sama sekali berhubung memang mayoritas penumpang adalah warga Thailand.

Tiba di The Hive Hat Yai Hostel


Sempat gagal menginap di The Hive Hat Yai Hostel pada tahun 2018 berhubung ruangan yang sudah kami pesan ternyata dijual ke orang lain. Kali ini,saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menginap di dormitory tersebut. Pemesanan pun saya lakukan saat berada di Malaysia melalui aplikasi travel agent online Traveloka. Mencari mix dormitory berhubung hanya sendirian dan cuma satu malam maka tidak perlu memilih yang mewah dan mahal. Bermodal 100 ribuan saja sudah bisa dapat satu bed dengan penutup tirai plus sarapan pagi dari The Hive Hat Yai Hostel.






Resepsionis cukup ramah dalam melayani pengunjung meskipun saya cukup kesulitan memahami bahasa yang digunakan. Saya membayarkan 100 baht sebagai uang deposit satu malam. Yeah,seperti biasa,Bahasa Inggris yang diucapkan pun sedikit membingungkan dan sulit dipahami. Tapi,itu tidak menjadi kendala besar dan saya pun langsung menuju kamar dan mandi kemudian bersiap untuk mencari makan keliling kawasan Lee Garden Plaza.

Hunting Street Food di Lee Garden Plaza


Banyak makanan murah meriah dan halal di bazzar yang tersedia di halaman Lee Garden Plaza Hotel. Saya pun berkeliling memilih yang paling sesuai lidah dan pas selera. Semangkuk sup ayam menjadi pilihan seharga 20 ribuan. Kemudian ketika melihat takoyaki dengan rumput laut yang harum pun tergoda dan tentu keluar juga duit 20 baht untuk membayarnya.





Pulut mangga tentu tidak boleh ketinggalan jika sudah ke Thailand,hanya 25 baht bisa menikmati lezatnya santan wangi dilumuri ke pulut dan mangga. Haus dan mau minum air kelapa muda dalam botol,seharga 10 baht saja mengeluarkan uang untuk itu. Pada malam hari,saya pun pergi keluar lagi mencari makanan dan pilihan jatuh ke es krim dalam batok kelapa yang segar dan rasanya asam manis dengan banyak topping di atas es krimnya.





Rasakan Sensasi Pijatan Thai


Perjalanan panjang kali ini sungguh melelahkan,hari ke tujuh sudah pasti kaki pun pegal semua. Saat berkeliling kawasan Lee Garden Plaza,saya memutuskan untuk singgah di Thai Massage. Bermodal 200 Baht sudah bisa dikusuk manja seluruh badan. Saya pun memilih pemijat perempuan namun ternyata tenaganya sungguh ekstra. Rasanya badan ini mau dipatahkan tulang-tulangnya tapi enak setelah selesai dilakukan pijatan.




Selesai berkusuk,saya pun kembali ke penginapan sebab duit baht juga sudah tidak banyak yang tersisa. Malam itu,saya putuskan untuk menukar uang lagi untuk berjaga-jaga esok hari jika ada yang dibutuhkan. Dan,saya masih tergoda dengan baju Thailand seharga 100 baht dan tidak bisa ditawar lagi padahal duit sudah menipis. Alhasil saya langsung balik saja ke hostel karena sudah malam dan angin kencang mau hujan.



Selama sehari di Thailand tentu tidak membeli paket internet,hanya memanfaatkan koneksi wifi dari hostel saja. Saat di luar harus tahan tidak memposting apapun dan tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Ternyata nikmat saat liburan seperti itu tanpa ada gangguan dari sosial media dan aplikasi obrolan lainnya.

Kembali ke Penang

Sudah tanggal 31 Desember 2019,itu artinya malam ini adalah malam pergantian tahun. Hmm, saya ingin kembali lagi ke Hat Yai suatu hari nanti tapi hari ini harus pulang ke Penang berhubung memang ingin merayakan tahun baru disana. Meskipun niat awalnya mau merayakan pergantian tahun di Kuala Lumpur tapi apalah daya situasi berkata lain. Inilah memang jika perjalanan tanpa itinerary memang lebih santai tapi waktu banyak dibuat untuk rebahan di hostel.

Saat perjalanan balik leibh banyak yang harus dibayarkan ke petugas imigrasi,entah dikarenakan tahun baru sehingga pihak travel pun banyak meminta pembiayaan. Alasannya adalah untuk memudahkan saat melalui imigrasi tapi alhasil penumpang pun pada kesal apalagi ongkos sudah lebih mahal dari biasanya. Saya pun mengobrol dengan seorang wanita berkebangsaan Filipina yang menikah dengan pria Inggris. Mereka berdua tinggal di Hat Yai dan akan merayakan tahun baru di Penang bersama anaknya yang kuliah disana.

Well, perjalanan satu malam di Hat Yai memang sangat singkat namun sangat menyenangkan dan memiliki kesan tersendiri dari serangkaian perjalanan ini. Btw, kawan melalak cantik yang ingin menonton video aneka kuliner yang saya santap ketika satu malam di Hat yai bisa langsung klik di bawah ini yah.

















You May Also Like

1 Comments

  1. Nah ini nih, kalau ke Thailand yang paling kuincar adalah trip streetfoodnya.. sup ayamnya terlihat endolita..

    -traveler paruh waktu

    BalasHapus

Hai kawan melalak cantik, silahkan berkomentar yah