Kalau biasanya wisatawan Indonesia datang ke Kuala Lumpur untuk melihat menara kembar, belanja di Bukit Bintang, atau berburu foto di sekitar Petronas, sekarang ada satu kawasan yang mulai viral di media sosial dan menarik perhatian para traveler yaitu Chow Kit.
Hidden Gem Viral: Chow Kit
Jika melihat para konten kreator traveling di media sosial khususnya TikTok dan Instagram maka akan menemukan begitu banyak wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut. Masyarakat Indonesia yang sedang berlibur ke Malaysia tidak melewatkan berfoto di kawasan Chow Kit.
Awalnya Saya juga tidak terlalu mengenal kawasan ini, hanya saja dulu pada tahun 2017 an kawan suka cerita kalo ia sering belanja di Pasar Chow Kit bahkan suka ambil penginapan di lokasi tersebut. Nah, setelah beberapa kali melihat video TikTok tentang hidden gem Kuala Lumpur dengan suasana klasik dengan banyaknya cafe estetik barulah tau kalo ini bagian Chow Kit.
Ternyata di sekitar sini itu ada pasar lokal yang penuh warna, akhirnya memutuskan untuk datang sendiri ke Chow Kit biar lebih tahu sih. Dan ternyata, kawasan ini punya vibe yang berbeda dibanding tempat wisata mainstream lainnya di Malaysia.
Chow Kit terasa seperti sisi lain Kuala Lumpur yang lebih hidup, lebih lokal, dan lebih autentik. Sekitar tahun 2023 akhir mengambil liburan 2 minggu di Malaysia dan tidak menyangka akhirnya bisa dapat apartemen di sekitar Chow Kit.
Berawal dari kenalan dengan dua orang teman warga Turki yang sedang berlibur juga, mereka menginap di apartemen sekitar Chow Kit. Kemudian, salah seorang merekomendasikan untuk pindah di apartemen sekitar situ saja karena ada yang sharing dan juga harga lebih terjangkau.
Finally, setiap berlibur ke Kuala Lumpur akan tetap ambil penginapan di Chow Kit terutama jika sedang solo traveling. Nah, terakhir tahun 2024 pun menginap di apartemen yang sama sehingga memudahkan mau jalan atau sekedar cari coffee shop di sekitarnya.
Kawasan Menjadi Viral Kembali
Chow Kit merupakan salah satu kawasan legendaris di Kuala Lumpur yang sudah terkenal sejak lama sebagai area perdagangan dan pasar tradisional terbesar di kota ini. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau menggunakan monorail Kuala Lumpur. Begitu turun di stasiun Chow Kit, suasana kota langsung terasa berbeda.
Di sini, gedung modern berdampingan dengan bangunan lama. Cafe modern berdiri tidak jauh dari pasar tradisional yang ramai sejak pagi. Jalanannya terasa sibuk, tetapi justru di situlah daya tariknya. Banyak wisatawan Indonesia mulai datang ke Chow Kit karena kawasan ini sering muncul di konten travel TikTok dan Instagram. Suasana urban klasiknya cocok untuk foto aesthetic, video cinematic, maupun sekadar menikmati sisi lokal Kuala Lumpur yang jarang diperlihatkan di brosur wisata.
Salah satu aktivitas paling menarik di Chow Kit tentu saja mengunjungi Pasar Chow Kit. Pasar ini terkenal sangat besar dan menjual hampir semua kebutuhan masyarakat lokal. Buat pecinta street photography atau travel photography, tempat ini benar-benar menarik. Banyak sudut yang terasa sangat “Malaysia”.
Bahkan hanya berjalan kaki sambil memperhatikan aktivitas warga lokal saja sudah menjadi pengalaman tersendiri. Kadang saat traveling, justru tempat seperti ini yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan dibanding destinasi wisata mewah.
Cafe Estetik dan Hidden Gem Buat Nongki
Selain pasar tradisional, Chow Kit sekarang juga dikenal dengan banyak cafe estetik dan hotel boutique yang artsy. Kawasan ini mulai berkembang menjadi tempat nongkrong favorit anak muda dan konten kreator. Inilah yang menjadi kawasan utama penuh pengunjung yang sedang hunting konten agar mendapat foto maupun video estetik.
Saya sempat mampir ke beberapa coffee shop kecil dengan interior minimalis vintage yang nyaman banget untuk istirahat setelah jalan kaki keliling area Chow Kit. Banyak cafe di sini punya konsep modern tetapi tetap mempertahankan nuansa klasik Kuala Lumpur. Artikel tentang cafe shop yang lucu dan estetik pun sudah ada direview di blog melalak cantik ini.
Buat yang suka bikin konten Instagram atau reels, kawasan ini cocok banget. Hampir setiap sudut cafe punya pencahayaan dan dekorasi yang aesthetic. Paling Saya suka adalah kontras suasananya dimana di satu sisi ada pasar tradisional yang ramai dan penuh aktivitas, tetapi beberapa langkah kemudian langsung bertemu cafe modern dengan suasana tenang dan lagu jazz pelan. Perpaduan ini membuat Chow Kit terasa unik dan berbeda.
Surga Konten Cinematic Buat Kreator
Menjelang sore hingga malam, suasana Chow Kit berubah semakin menarik. Lampu toko mulai menyala, jalanan menjadi lebih ramai, dan vibe urban klasik Kuala Lumpur semakin terasa. Banyak kreator datang ke sini untuk membuat video cinematic karena area ini punya nuansa yang mirip kota-kota lama di Asia. Bangunan tua, papan toko klasik, lampu jalan, dan suasana malamnya terasa sangat fotogenik.
Bahkan menurutku, Chow Kit adalah salah satu hidden gem Kuala Lumpur yang paling cocok untuk traveler yang bosan dengan tempat wisata mainstream. Dulu pertama kali kesini memang belum viral sehingga terasa masih sepi dan takut berjalan sendirian.
Chow Kit membuat sadar kalau Kuala Lumpur bukan cuma tentang gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern. Ada sisi lain kota ini yang lebih hangat, lebih nyata, dan penuh cerita. Kawasan ini cocok untuk traveler yang suka eksplor tempat lokal, berburu suasana autentik, mencoba kuliner sederhana, dan mencari spot konten yang aesthetic.
Kalau suatu hari kawan melalak cantik kembali ke Kuala Lumpur, mungkin sesekali cobalah keluar dari itinerary mainstream dan berjalan kaki di Chow Kit. Siapa tahu, justru di tempat seperti inilah kamu menemukan pengalaman traveling yang paling berkesan.
Anyway, siapa nih yang sudah sering melipir ke Kawasan Chow Kit? Apa sih kesan yang kalian dapatkan? Sekedar ramai dan viral atau sudah temukan tempat nyaman yang damai?












