facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Hai kawan,

Aku mau ajak kamu ke danau toba, melihat sumber daya yang tersedia dan kehidupan masyarakat disana. By the way, siapa yang belum pernah mengunjungi danau yang digagas sebagai Monacco of Asia ini?. Aku sendiri sudah berulang kali mengunjungi danau ini sejak kecil.

Well, danau toba sudah terkenal yang mana merupakan sebuah danau tekto-vulkanik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Berdasarkan informasi wikipedia bahwa danau toba memiliki panjang sekitar 100 km, lebar sekitar 30 km dan kedalaman hingga 505 m (1666 kaki). Namun dengan luas danau toba terebut masyarakat masih butuh pemahaman tentang pemanfaatan air nya.





Kebutuhan Air Bersih


Air bersih menjadi sumber kebutuhan masyarakat perkotaan maupun daerah. Ketersediaannya bisa membantu jalannya aktivitas warga. Nah, danau toba ini sendiri juga memiliki kualitas air yang baik dan belum tercemar, hanya saja masih dibutuhkan sedikit sentuhan teknologi untuk menjadikannya bisa dikonsumsi oleh masyarakat.




Oh yeah, menurut informasi bahwa Indonesia sendiri berada di peringkat ke -6 dari 10 negara atau sekitar 32 juta orang di Indonesia tidak memiliki akses air bersih. Data tersebut merupakan data yang diambil versi Wateraid (2016).

Air Danau Toba Tidak Tercemar

Masalah air bersih menjadi perbincangan yang hangat mengingat banyaknya timbul masalah baru dalam penggunaan air bersih. Salah satunya adalah di kawasan Danau Toba. Kebanyakan masyarakat mulai tidak yakin dengan kondisi air bersih disana sehingga mereka mengeluhkan masalah ini. Masyarakat mulai mencari kesana kemari untuk air bersih padahal tidak perlu jauh-jauh untuk mencari sumber air karena danau toba sendiri masih memiliki kualitas air yang baik,

Well, beberapa cara dilakukan masyarakat untuk memanfaatkan air danau toba secara tepat meskipun beberapa di antaranya sudah pesimis dengan kondisi air danau toba. Masyarakat sudah yakin bahwa air sudah tercemar oleh banyaknya aktivitas masyarakat di danau tersebut.

Dalam mendukung Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih (KSNP-SPAM) Pemerintah, pembangunan Filter Air Bersih Danau Toba dilakukan dan diresmikan di Tambun Raya.

Dibutuhkan Sentuhan Teknologi

Hal yang harus diketahui bahwa sistem filtrasi yang dibuat di Danau Toba menggunakan Ultra Filtration Water Treatment, dimana air danau toba melewati penyaringan berlapis untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan stabil dan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selanjutnya secara periodik, diperlukan pemeliharaan atas filter air ini agar selalu dapat bekerja dengan optimal. Oh yeah, sample air hasil filter ini juga telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta,Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk air minum. So, masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai air danau.

Sebelumnya masyarakat Dusun Tiga Baru dan Dusun Sait Borno-Nagori Tambun Raya hanya dapat mengharapkan air dari mata air, padahal mata air yang ada sering kali kering di musim kemarau dan cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Nah sekarang, tidak hanya masyarakat Dusun Tiga Baru dan Dusun Sait Borno-Nagori Tambun yang dapat merasakan air Bersih Danau Toba, tetapi masyarakat sekitar dan para wisatawan luar dapat merasakan manfaatnya juga.

Semoga program filter air Danau Toba berkelanjutan selamanya sampai anak-cucu kita juga turut menikmati. Aamiin.




Twin Tower Serenity Hostel

Review hostel mungkin tidak begitu sering kulakukan meskipun sering menginap di beberapa penginapan yang menarik selama liburan di dalam maupun luar negeri. Well, liburan saat menjelan bulan ramadhan yang lalu, aku mencoba untuk menginap di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Sebelum aku meninggalkan kota Medan tentunya hostel sudah kupesan melalui aplikasi Traveloka karena bayar lebih mudah bisa menggunakan internet banking, transfer via Authomatic Teller Machine (ATM) atau pembayaran melalui Indomaret.

Hostel yang menjadi pilihan saat itu adalah Serenity Hostel yang keberadaannya di seputaran pusat kota. Aku pun sudah membaca review dari para tamu yang sudah pernah kesana sebelumnya. Posisi hostel memang di kawasan yang sangat ramai, aku membaca bahwa keberadaannya pun dikelilingi pub dan bar. Berhubung aku si perempuan petualang yang suka tantangan, aku pun memilih Serenity Hostel ini apalagi harga nya masih masuk akal serta pemiliknya adalah orang Pakistan yang menurut pengunjung lain sangat ramah dan baik saat kubaca review di aplikasi online travel agent.

Aku mendapat teman sekamar yang semuanya adalah warga asing sehingga tak seorang pun yang berasal dari negara ku bahkan yang serumpun melayu pun tak ada. Aku tidur di posisi atas dan seorang gadis yang perawakan seperti gadis Amerika tidur di bed yang berada di bawahku. Yeah, tempat tidurnya adalah tipe bunked bed. Kawan tidur di kamar ini lainnya ada yang berasal dari Korea Selatan, Amerika, Turki dan beberapa lainnya tidak terlalu kuketahui asalnya. Hmm,, tidur bersama para turis bule tentu bervariasi kesan dan pengalamannya. Ada yang tidak bisa tidur dengan lampu yang menyala, ada yang keluar-masuk kamar berkali-kali, ada yang baru pulang hampir pagi dan tidur sampai siang hari. Well, selengkapnya tentang Serenity Hostel diulas di bawah ini yah.


Lokasi Hostel

Well, aku langsung menceritakan tentang lokasi karena dekat dan jauh dari fasilitas umum merupakan salah satu pertimbangan penting saat ingin memilih sebuah penginapan saat liburan. Aku sih tidak mau mencari yang murah atau bagus namun jauh untuk menjangkau lokasi wisata yang ingin kudatangi. Pertimbangan jarak ke pusat hiburan biasanya menjadi pilihan utama saat memilih tempat tidur yang nyaman saat liburan.

Nah, posisi Serenity Hostel ini berada di lantai 3 dari sebuah bar. Saat aku turun dari transportasi yang dipesan secara online (red: grab), memang harus berjalan lagi untuk mencapai hostel tersebut karena jalur untuk hostel ini hanya dipenuhi pejalan kaki dan sisi kanan serta kirinya adalah pub dan bar, apakah kamu mulai bisa membayangkannya?

Sumber: Hostel.com


Sstt,,.awalnya sih aku khawatir yah melewati pub dan bar namun orang-orang disana sangat cuek dan tidak terlalu memperdulikan orang lain kok, aku sempat merada canggung karena menggunakan hijab memasuki kawasan seperti itu. Eh, aku sih tidak mau kegeeran lah, ternyata orang tidak ada yang memperhatikanku kok.

Oh yah, untuk mencapai Serenity Hostel, ada jalan kecil di sebelah pub dan bar yang berada di lantai bawah hostel tersebut. So, aku tidak perlu khawatir harus masuk ke dalam pub dan bar karena aku sih tidak perlu melakukan itu karena sudah ada jalan kecil di sebelahnya. Pamflet tulisan Serenity Hostel akan tampak terlihat yang bergabung dengan bar tersebut. Lokasinya memang tidak mudah ditemukan namun juga tidak sulit terlihat, kamu lebih baik turun di Havana Pub & Bar selanjutnya berjalan saja memasuki kawasan jalan yang dipenuhi bar tersebut, hanya melewati 3 tempat bar sudah menemukan pamflet Serenity Hostel tersebut.

Alamat Serenity Hostel

20, Changkat Bukit Bintang, Bukit Bintang, 50200 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia.

Telephone: : +60 3-2110 4017

Berhubung saat itu aku tiba di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) sudah pukul 7 pm waktu setempat maka aku harus menghubungi pihak Serenity Hostel agar mereka tahu bahwa aku akan check in kemungkinan pukul 9 atau bahkan 10 pm karena setelah dari bandara masih harus mencapai KL Sentral terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan menuju Serenity Hostel tersebut.

Yeah, kondisi sudah malam sehingga lebih memilih naik transportasi online dibandingkan naik MRT atau public transportation lainnya. Dan dikarenakan pertama kali menginap di kawasan ini maka aku lebih memilih jalan yang lebih mudah saja untuk mencari alamat dari Serenity Hostel. 

Fasilitas Hostel

Biasanya yang menginap di Serenity Hostel Kuala Lumpur ini memang backpacker dari berbagai negara namun bukan berarti tidak punya uang dan cuek terhadap fasilitas. Hal yang perlu menjadi pertimbangan selanjutnya adalah mengenai fasilitas jika ingin menginap di sebuah tempat agar travelling tetap nyaman dan aman.

Serenity Hostel ini memang dipenuhi para traveller dan namanya hostel yah maka dalam satu kamar juga terdiri dari beberapa orang tanpa saling mengenal sebelumnya. Nah, asiknya adalah dengan adanya ruang santai maka bisa saling mengenal dan berkomunikasi disitu. Aku senang sih dengan suasana seperti ini meskipun tetap harus waspada dengan barang bawaan.

Beberapa fasilitas yang disediakan oleh Serenity Hostel yaitu:

!. Bed, Sprei, Bantal dan Selimut

Berbicara tentang kamar maka rangkaian bed, sprei, bantal dan selimut adalah paket lengkap yang harus diperhatikan saat berada di sebuah penginapan. Yeah, keseluruhan sih aku masih suka yah karena warna nya yang putih bersih dan kamu tidak perlu khawatir karena seluruhnya kamu dapatkan percuma saat menginap disini.

Review Serenity Hostel
Suasana Kamar Serenity Hostel



Review Serenity Hostel


2.  Pendingin Ruangan

Yeah, kamar dengan berisi 6-8 orang dengan sebuah AC mungkin tidak bisa dilakukan oleh sebagian orang. Namun, aku yang sudah terbiasa tidur di segala kondisi maka pendingin ruangan bukan menjadi masalah yang besar. Saat itu aku memesan kamar yang 6-Bed Mixed Dormitory Room tetapi berhubung aku terlalu telat check in maka masuk ke 7-Bed Mixed Dormitory Room. Coba bayangkan deh, ada 8 orang dalam sebuah kamar yang terdiri dari 3 buah bunked bed dan sebuah single bed dengan sebuah AC dan kipas angin kecil yang berdiri di lantai.

3. Kamar Mandi

Nah, aku paling sangat peduli untuk urusan yang satu ini, kamar mandi adalah pertimbangan yang penting dari fasilitas yang tersedia. Aku melihat kamar mandi dari hostel ini cukup bersih, ada beberapa peraturan yang ditempelkan oleh si pengelola hostel. Hmm, kamar mandi di luar kamar loh yah, namanya juga hostel maka berbagi lah dengan seluruh tamu di hostel tersebut. Opss, tenang saja yah guys, kamu tidak akan mengantri terlalu lama kok untuk buang air karena terdapat beberapa room yang khusus untuk buang air juga kok. Kamar mandi juga memiliki shower untuk mandi, ada wastafel di dalam serta WC duduk sehingga dalam room yang itu semua bisa dilakukan.

4. Ruang Kumpul-Kumpul

Kenapa aku sebut sebagai ruang kumpul-kumpul? Yeah, karena ruangan ini seperti ruang keluarganya gitu deh. Ada terdapat beberapa bean bag untuk duduk santai yang berwarna-warni, terus ada meja panjang yang berbentuk persegi panjang dengan beberapa kursi di posisi tengah, kemudian ada meja panjang disertai lubang colokan di bagian bawah yang menghadap ke jendela dan bisa melihat suasana jalanan. Ssst.. ada terdapat beberapa buku juga loh di bagian sudut sehingga ada book corner yang bisa kamu baca sambil bersantai di ruang tengah. Buku-bukunya seperti dari para tamu karena terdapat bervariasi buku dengan bermacam bahasa. Oh yeah, biasanya para tamu juga ikut saling bernyanyi jika ada yang memainkan gitar di ruangan tersebut. Uh la la, keakraban sangat terjaga deh jika kita mau membaur bersama tamu lainnya.

Review Serenity Hostel
Bean Bag




Review Serenity Hostel
Ruang Kumpul-kumpul




Review Serenity Hostel
Book Corner

5. No Loker No Sarapan

Yups, saat kamu ingin menginap di hostel ini tentu jangan mengharapkan adanya loker dan sarapan yah. Aku pun hanya meletakkan barang bawaanku tergeletak di sebelah sisi tempat tidur, intinya sih selamatkan barang masing-masing. Aku hanya membawa barang berharga jika ingin keluar hostel, biasanya baju dan lainnya kubiarkan tersimpan di kamar hostel sebab aku yakin mereka tidak akan mencuri pakaianku. Oh yeah, sarapan juga tidak tersedia disini maka aku lebih memilih bangun pagi dan mencari sarapan di sekitar hostel yang menurutku lebih asik karena disesuaikan dengan selera meskipun harus mengeluarkan budget tambahan lah.

6. WIFI

Hal penting bagi para traveller adalah koneksi internet gratisan yang kenceng. Yeah, syukurnya deh masih tersedia WIFI disini sehingga tidak terlalu menyebalkan saat butuh eksistensi di dunia maya maupun mencari informasi di mesin pencarian.

Oh yeah, kamu jangan kebingungan saat sudah melewati jalan kecil yang di sebelah bar tersebut karena kamu akan melewati dua tangga hingga akhirnya menemukan dua buah rak sepatu yang berisi banyaknya alas kaki para tamu dan sebuah pintu kaca yang akan tampak di dalamnya petugas receptionist dari balik layar monitor komputer. Ketika kamu berdiri di depan maka sang receptionist akan langsung membantu kok. So, tetap ramah dan bisa bersosialisasi yah.

Tempat Menarik Terdekat

Hmm, secara kawasannya sudah berada di Bukit Bintang maka mau keliling mall sudah tidak perlu diragukan lagi donk. Aku bebas berjalan saat malam hari maupun pagi hari karena tidak sulit menjangkau tempat-tempat asik. Nah, yang terdekat itu seperti Kawasan Kuliner Malam Jalan Alor, Low Yat Plaza, Pavillion Mall juga tentunya dan jalur MRT.

Harga Menginap Serenity Hostel

Well, menurutku untuk harga ini bervariasi yah, tergantung kamu mengambil waktu menginap saat peak season atau low season. Saat itu aku sih tidak peak season namun hostel ini memang selalu ramai dan menjadi favorit para backpacker sehingga selalu ramai dan penuh kamarnya. Aku mendapat harga sekitar Rp.75.913 yang kubayar melalui internet banking untuk satu bed dalam 6-Bed Mixed Dormitory Room. Saat itu setelah aku tiba di hostel, ada keinginan untuk extend semalam lagi namun mereka tidak menerima pemesanan di tempat, harus memesan melalui online lagi karena alasannya sudah penuh jika pesan secara langsung. Yeah, dengan harga yang terjangkau tersebut maka cukup worth it lah dengan fasilitas yang ada apalagi memang lokasi yang berada di kawasan ramai seperti Bukit Bintang. So, sudah siap mencoba tidur bersama banyak orang yang tak dikenal?

Selengkapnya boleh cari informasi lainnya di akun instagram mereka yah di bawah ini:

Akun Instagram : Serenity Hostel Bukit Bintang





















Hallo everyone,
Hope you happy and enjoy your daily life.


Cara Hemat Liburan ke Pattaya dari Medan
Enjoy Life in Pattaya City

Hari ini, aku merindukan setiap kenangan dalam membagikan kisah perjalanan kepada kawan melalak cantik (red: pembaca). Malam ini, aku ingin memulai untuk bercerita tentang segala kejadian yang menjadi pengalamanku saat memulai sebagai solo traveller keliling dunia. Negara Thailand menjadi destinasi ketiga setelah Malaysia dan Singapura. Pertama kali mengunjungi negeri gajah putih (Thailand) sendirian tentunya banyak cerita baru yang belum pernah kualami dan kuceritakan kepada para pembaca setia melalak cantik. Oh yeah, kamu boleh baca juga pengalaman liburan sebagai solo traveller saat berada di Singapura dalam artikel Cara Murah Liburan di Singapura.

Well, kunjunganku mengelilingi beberapa negara Asia Tenggara dimulai dari bulan Desember yaitu sebelum hari natal hingga pergantian tahun baru sehingga ada banyak moment yang berbeda dari masing-masing negara. Nah, penjelajahanku ke negara yang dikenal banyak memiliki koleksi lady boy nya ini bertepatan dengan pergantian tahun. Aku memilih kota Pattaya sebagai lokasi menghabiskan waktu dari tanggal 31 Desember menuju 1 Januari.

"Apa?".
"Pattaya?"

Yeah, i was there.
I celebrated new year's eve with new friends.


Cara Hemat Liburan ke Pattaya dari Medan
Pattaya Beach Menghipnotis Wisatawan

Yeah, saat pertama kali ingin mengunjungi Thailand, kota ini tidak termasuk dalam bucket list yang sudah kuimpikan untuk menjadi bagian destinasi menarik dalam buku impianku. Kenapa? karena memang tidak mengenal tentang kota Pattaya ini dan belum memiliki teman perjalanan yang akan berkunjung kesana juga. So, kok bisa sampai disana?

Nah, sebelum bercerita tentang segala kenangan yang tak terlupakan di kota Pattaya, aku ingin mengajak kawan melalak cantik untuk mengetahui terlebih dahulu letak lokasi kota Pattaya ini. Dari informasi yang kuperolah, Pattaya ini berada di Pesisir Teluk Thailand, sekitar 100 km Tenggara Bangkok di Provinisi Chonburi. Tips liburan mapun cara menuju kota Pattaya ini nantinya akan kutulis dalam artikel yang berbeda, kawan melalak cantik harus tetap setia membaca setiap update terbaru di blog ini.

Kota Dosa Dunia


Cara Hemat Liburan ke Pattaya dari Medan
Some Bars at Pattaya Walking Street
Adakah yang pernah mendengar tentang slogan,"Orang-orang baik pergi ke surga, orang jahat pergi ke Pattaya". Yeah,  dari video youtube yang pernah saya tonton, Pattaya ini termasuk dalam salah satu kota dosa di dunia. Awal mengunjungi kota ini, aku tidak sedikit pun memikirkan tentang segala hal negatif yang ditujukan untuk kota yang memiliki Pattaya Walking Street yang dikenal itu. Yeah, memang ada banyak sekali tempat hiburan malam yang berada disini. Namun, segala sesuatu kembali lagi ke masing-masing wisatawan yang memiliki tujuan beraneka ragam untuk liburan.

Saat aku menerbitkan foto-foto liburan maupun mengunggah instastory di Pattaya juga banyak beberapa teman yang berkomentar tentang kota ini. Ada yang memimpikan bisa mengunjungi kota tersebut serta ada juga yang berkomentar negatif tentang maraknya seks dan pergaulan bebas disana. Aku tetap biasa saja dengan segala pandangan orang karena sejak memulai perjalanan ke luar negeri, pemikiran terbuka lebih bisa kujalani, open minded lah istilah kekinian yang beredar dimana-mana.

Kawan Menuju Pattaya

Aku mengunjungi Pattaya bersama seorang teman baru yang kutemui pertama kali di Bangkok namun kami sudah saling mengenal di dunia maya dari group facebook Backpacker Internasional. Dia adalah seorang perempuan yang sedang mengikuti program perkuliahan di Thailand. Dia juga berasal dari Indonesia, tepatnya Jawa Timur sehingga komunikasi tidak terlalu sulit dengan bahasa Indonesia yang kami gunakan dalam percakapan. Oh yeah, teman baruku tersebut bernama Nurul. Usianya tentu lebih muda dariku, sekitar 20 tahunan.

Sebelumnya aku sudah menceritakan rencana perjalananku menuju Bangkok namun Pattaya memang tidak masuk daftar destinasi. Kemudian, Nurul mengatakan bahwa liburan asik di Bangkok itu juga mengunjungi Pattaya karena jaraknya tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan van (red: angkutan umum yang sering digunakan untuk jarak jauh di Thailand). Nah, aku pun turut mengiyakan saran dari Nurul tersebut karena kota ini cukup familiar terdengar di telingaku, hanya saja memang tidak pernah masuk dalam list destinasi liburanku.

Pattaya Walking Street


Cara Hemat Liburan ke Pattaya dari Medan
Nurul Berjalan Menuju Pattaya Walking Street

Kawan melalak cantik mungkin ada yang sudah berkunjung ke Pattaya sehingga sudah tahu tentang lokasi Pattaya Walking Street. Yeah, kebanyakan wisatawan mengunjungi lokasi ini, dikenal dengan banyaknya bar dan tempat hiburan malam lainnya yang menghadirkan para pekerja seks tentu kota ini bisa menghadirkan wisatawan hingga jutaan setiap tahunnya.

Saat melewati Pattaya Walking Street pada siang hari mungkin hanya akan melihat ruko-ruko berjajar pada sisi kanan dan kiri padahal ketika malam hari berubah kondisi jalanannya yang super ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati beberapa botol minuman alkohol maupun sekedar ingin berjoget dengan aluanan musik keras yang bisa saja memecahkan gendang telinga jika masuk ke lokasi ini setiap harinya sepanjang tahun.

Menikmati Malam Pergantian Tahun


Cara Hemat Liburan ke Pattaya dari Medan
Turkish Man Menikmati Tahun Baru di Pattaya Walking Street

Nurul yang menjadi kawan perjalanan menuju Pattaya serta teman tidur sekamar di hotel tidak ingin menikmati malam tahun baru di luar. Ia mengatakan bahwa suasana sangat ramai dan pasti ribut serta tidak tenang. Ia lebih memiih tetap tinggal di hotel hingga pagi hari. Wah,aku cukup sedih karena ia tidak ingin menikmati malam pergantian tahun ini apalagi perjalananku tidak dekat menuju kota Pattaya ini. Aku pun merasa tidak enak jika harus meninggalkannya sendirian di kamar sementara aku tidak mempermasalahkan untuk berkeliling kota sendirian. Ia juga mengatakan sudah pernah malam tahun baruan di Pattaya dan memang super padat sehingga tidak ingin dalam kondisi tersebut lagi padahal ia yang merekomendasikan dan mengajakku kesini.

Well, aku pun tidak mempermasalahkan jika Nurul tidak ingin pergi keluar karena hotel kami pun berada menghadap ke pantai sehingga tetap bisa melihat keramaian luar dari kamar yang berada di lantai atas. Saat perjalanan menuju Bangkok, aku juga sudah berkenalan dengan seorang pria asal Turki dari komunitas Couchsurfing sehingga aku terus melanjutkan obrolan di aplikasi whatssapp hingga kami bertemu pada sore hari hingga menghabiskan malam pergantian tahun di Pattaya Walking Street, cerita selengkapnya tentang pria tersebut akan kutuliskan pada artikel lainnya yah.

Saat waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, aku dan pria tersebut menuju Pattaya Walking Street. Kami pun menghabiskan malam disini sambil bermain semprotan busa dan kertas yang dibelinya di sepanjang jalur Pattaya Walking Street tersebut. Aku lupa jumlah kaleng yang dihabiskan untuk permainan tersebut, seingatku lebih dari 10 kaleng karena hampir setiap orang disemportnya samibl mengucapkan "Happy New Year". Yeah,kenangan tersebut adalah yang pertama kali kualami, ada kehangatan saat bertemu dengan ratusan wajah baru di Pattaya Walking Street sambil saling berfoto dan memainkan semprotan serta tidak lupa mengucapkan ucapan tentang tahun baru. 

Setelah bermain di Pattaya Walking Street, aku dan teman Turki ku itu menuju pantai dan ada ratusan orang yang juga duduk di atas pasir yang berada di pinggiran pantai. Beberapa di antara para pengunjung ada yang bernyanyi dan memainkan kembang api, kami saling bersapa dan tertawa bersama-sama, tentunya ada juga aneka minuman yang tersedia untuk menambah kehangatan malam itu. Sekitar pukul 04.00 am lewat , kami selesai dan kembali ke hotel masing-masing karena sudah cukup lelah serta aku pun harus kembali ke Bangkok lagi pada hari itu juga.

Yeah, meskipun beranekaragam perspektif negatif yang dikatakan untuk Pattaya ini, aku tetap menyukainya karena sisi lain yang kulihat serta caraku menikmati segala yang ada di kota tersebut. Pengalaman pertama kali menghabiskan malam tahun baru yang lebih menyenangkan dengan ratusan orang-orang baru yang tidak kualami sebelumnya. Btw, apa sih hal lain yang kamu ketahui tentang Pattaya? Silahkan tinggalkan jejak komentar di kolom bawah yah, aku menunggu kalian para pembacaku.



Untuk lebih dekat denganku, boleh menuju kesini yah:

Instagram : https://www.instagram.com/ririnwandes/
Fanpage  : https://www.facebook.com/ririnwandes/












Kito Garden Cafe & Resto tidak begitu asing bagi masyarakat kota Medan, tempat hang out kekinian yang selalu menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitaran. Nongkrong selepas kerja maupun saat weekend tiba bukan menjadi sesuatu yang asing untuk kebanyakan gaya hidup warga jaman now. Sosial media seperti instagram menjadi favorit untuk membagikan cerita hang out dan memamerkan aneka foto-foto yang indah dan buat ngiri para follower yang belum pernah kesana.

Kito Garden & Cafe Krakatau
My Smiling at Kito Garden & Cafe

By the way, apa yang dilihat kawan melalak cantik saat memilih tempat untuk hang out?

Harga?
Makanan?
Venue?

Yeah, sosial media yang semakin berkembang menjadikan para warga net sangat terobsesi mengunjungi lokasi terbaru yang kekinian di setiap daerah tempat tinggalnya. Jika ada informasi spot kece terbaru sudah wajib menjadi bagian para trendsetter yang mulai memamerkan aneka foto-foto instagrammable nya. Namun, jika untuk berfoto aja harus mengeluarkan biaya yang besar tentu itu bukan menjadi pilihan para warga net untuk nongkrong menghabiskan waktu dan uang.

Aku menikmati sekali nongkrong di berbagai tempat, entah sudah berapa banyak tempat menarik yang dikunjungi di kota Medan ini dan biasanya memang blog melalak cantik menjadi referensi warga Medan untuk mencari spot kekinian. Ada tempat yang memang tidak mengizinkan untuk membawa kamera profesional such as DXLR or Mirrorless, alasan dari pihak manajemen pun beraneka ragam. Aku dan teman yang nongkrong di Kito Garden Cafe & Resto pada hari selasa lalu (17/8) tentu bertanya-tanya tentang alasan pihak manajemen yang melarang kami memotret di cafe dengan kamera profesional.

Sebelum Tukang Foto Kena Tegur, Edak Eksis di Ayunan

Apakah mereka khawatir akan dicontek konsep cafe nya?

Hmmm, hal itu tentulah tidak tepat, kami hanya bermaksud memotret dengan kamera dengan kualitas lebih baik apalagi kamera smartphone ku sangat jelek karena sudah lebih 3 tahun kubeli meskipun saat itu harganya sungguh tinggi. Aku pun teringat dengan salah seorang teman yang curhat tentang pengalamannya mengunjungi cafe tersebut. Awalnya ia hanya bermaksud untuk bertanya tentang informasi Kito Garden & Cafe tetapi pihak cafe memberikan prosedur yang cukup ribet. 

Kito Garden & Cafe Krakatau
Sweet Smiling


Biasanya aku sangat merekomendasikan beberapa cafe yang kukunjungi karena lokasi yang strategis, makanan yang lezat atau spot foto yang menarik. Jika cafe tidak bisa menjual salah satu saja pun, maka apa yang bisa dilihat oleh para pengunjung. Hufft, rasa kesal sih sebenarnya sudah tidak ada, hanya saja kok yah gak berfikiran digital gitu pengelolanya, sudah seharusnya senang dibantu promosi gratisan loh, bisa masuk blog melalak cantik. 

Ada yang sudah pernah ke cafe tersebut?
Apa pengalaman kamu?
Boleh berbagi bersama melalak cantik yah, ditunggu aneka komentar kamu.

Kito Garden & Cafe Krakatau
Kito Garden & Cafe


Alamat:

Kito Garden & Cafe
Jalan Gunung Krakatau Simpang Bilal No.192 ABC

Opening Hours:

Weekday 10.30 s/d 23.00 wib
Weekend: 10.30 s/d 24.00 wib


Acer Day 2018 merupakan event yang sangat dinantikan para gadget mania di berbagai kota apalagi warga kota Medan yang juga merupakan salah satu pangsa pasar yang besar untuk produk Acer . Pada hari Jumat lalu tepatnya tanggal 13 Juli 2018, Acer resmi mengumumkan digelarnya kembali ajang brand experience dari Acer di District 10 Restaurant Medan.



Aku selaku user Acer sejak tahun 2010 yang mana saat itu masih duduk di bangku perkuliahan tentu sangat menantikan aneka event terbaru dari Acer. Aku sudah terlalu lama tidak aktif mengikuti perkembangan aneka kegiatan yang diadakan oleh Acer dan kini dengan event Acer Day ini tentunya sangat senang dan turut ikut berpartisipasi.

Program terbaru dari Acer yang ditawarkan saat Acer Day tentunya sangat menggiurkan para user sehingga sayang rasanya jika tidak ikut terlibat dalam setiap program yang ditawarkan. Acer Day tahun ini hadir dengan penawaran yang belum pernah ada sebelumnya yang mana menghadirkan Swift Acer 3 Day Special Edition yang tipis ringan dengan harga mulai dari Rp.6 jutaan. Wah, leptop yang harga segitu dengan tampilan idaman tentu sangat sayang jika dilewatkan yah kan.

Acer Day 2018 ini secara serentak hadir di 12 negara seputaran Asia Pasifik yang mana mengusung "musik" sebagai tema utamanya. Dengan adanya kampanye ini, Acer mengajak siapapun untuk menjelajahi dunia Acer yang fun, trendy dan innovative dengan berbagai kegiatan seni melalui saluran online dan offline yang terintegrasi.

Penawaran Sensasional Acer Day 2018

Well, kawan melalak cantik harus mengetahui aneka penawaran sensasional terkini dari Acer sehingga bisa langsung menentukan pilihan produk yang diinginkan dan dibutuhkan. Beberapa penawaran yang ditawarkan sebagai berikut:

1. Acer Day dimeriahkan dengan program Acer Day Lucky Draw dengan hadiah utama fun trip ke luar negeri atau hiburan konser musik internasional di Singapura.

2. Penawaran terbaik pada Swift 3 Acer Day Edition dengan desain eksklusif yang ditawarkan mulai Rp.6 jutaan.

3. Special Offer juga dihadirkan untuk pembelian Predator gaming series & Nitro 5 dengan prosesor Interl(R) Core TM Generasi ke-8

4. Untuk setiap pembelian selama periode Acer /Day (16 Juli -30 September 2018), pembeli juga akan mendapatkan voucher (fashion brand) atau Office 365 secara gratis.

President Director Acer Indonesia, Herbet Ang turut hadir dalam launching Acer Day 2018 di Medan. I amnegatakan bahwa di Acer Day tahuni ini memang memanjakan seluruh pelanggan dengan beragabm penawaran sensaisonal.



Special Offers

Saat event berlangsung, aku melihat beraneka ragam produk Acer yang menggoda untuk dimiliki terdapat Swift 3 Acer Day Edition dan Nitro 5 Intel(R) CoreTM Generasi ke-8.

1. Swift 3 Acer Day Edition

Swift 3 Acer Day ini hadir dengan pilihan 3 warga elegean dan sleek yang belum ada sebelumnya di pasaran yaitu Blue, Pink dan Silver. Leptop yang tipis dan ringan ini dipersenjatai dengan spesifikasi terbaik menarik seperti Intel Core i3, Windows 10 Home dan 1TB HDD. Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini ditawarkan dengan harga sangat kompetitif mulai Rp.6 jutaan rupiah. 

Swift 3 Acer Day dengan Intel Core i5 dijual dengan harga sekitar Rp.8 jutaan rupiah dengan 4GB RAM, berat sekitar 1,5 kg dan untuk Intel Core i7 dengan harga sekitar Rp.10 jutaan rupiah.

2. Nitro 5 Intel(R) CoreTM Generais ke-8

Selain Swift 3 Acer Day Edition, Acer juga menghadirkan rangkaian lini gaming series yang diklaim sebagai the best in class secara performa dan harga. Acer Day juga memberikan untuk para gamers Nitro 5 dengan Intel(R) CoreTM Generasi ke-8 yang hadir dengan spesifikasi yang didesain khusus untuk pasar Indonesia dan ditawarkan dengan harga spesial mulai dari Rp. 11 jutaan rupiah. Tersedia juga varian baru Nitro 5 Core i7 dan NVIDIA GeForce GTX1060 dengan harga mulai dari Rp.17.499.000.





Nah, dengan aneka rangkaian dari Acer ini sudah saatnya nih kawan melalak cantik menentukan pilihan yang sesuai.






















Hai kawan melalak cantik,
Libur lebaran dan semesteran sudah berakhir, anak-anak sekolah mulai masuk kembali ke sekolah, pekerja juga sudah mulai asik duduk manja di balik meja kerja, para pengusaha muda pun sudah mulai menjajakan lagi barang dagangan di sosial media.

Akhir tahun masih lama, beberapa bulan lagi sih namun persiapan tetap harus ada agar liburan nantinya lebih bermakna. Aku pun sudah mulai masuk kerja namun jadwal liburan untuk berikutnya sudah mulai menari-nari di atas kepala. Yeah, berliburlah agar sehat jiwa dan raga, kurangi kebanyakan galau dan nyinyirin kehidupan para tetangga.

Well, kawan melalak cantik mungkin sudah melihat status dan foto yang kubagikan di berbagai sosial media mengenai negara Malaysia. Dalam tahun ini, hitungan beberapa bulan saja sudah tiga kali menginjakkan kaki ke negeri jiran, memang disana ada apa?

Cap yang terbanyak di paspor ku memang dari imigrasi Malaysia sehingga pihak cukai kota Medan ini pun bertanya-tanya mengenai diriku yang pulang dan pergi ke Malaysia seperti ke kota Binjai saja. Nah, berhubung negeri jiran ini memang dekat dari kota Medan, kenapa kamu tidak mengunjunginya juga?

Hmmm,, kawan melalak cantik yang sudah sering juga ke Malaysia mungkin pada umumnya senang mengunjungi Kuala Lumpur. Nah, untuk kawan melalak cantik yang belum pernah ke Malaysia, aku infokan beberapa kota yang paling suka kukunjungi selama di Malaysia, berikut informasi selengkapnya:

1. Kuala Lumpur

Kota metropolitan dengan segala fasilitas dan aneka ragam ras baik warga lokal maupun imigran yang datang serta para turis yang berlibur maka Kuala Lumpur memiliki daya tarik tersendiri untuk pelancong pemula maupun yang sudah sering datang ke Malaysia. Kuala Lumpur sebagai ibukota negara tentu sangat padat dan kemacetan masih menjadi permasalahan seperti kota besar lainnya. Namun, transportasi publik nya sangat nyaman dan lebih cepat sehingga tidak perlu khawatir terjebak kemacetan. Oh yah, singgah ke Menara Kembar yah karena ini sangat terkenal dan menjadi daya tarik wisatawan yang baru pertama kali ke Kuala Lumpur. Pusat pemerintahan untuk Malaysia sendiri ada di Putra Jaya, nah boleh juga kawan melalak cantik yang tertarik untuk berkunjung kesana.



Ada apa di Kuala Lumpur?

Ada beraneka ragam tempat wisata baik wisata sejarah, wisata religi, wisata alam hingga wisata belanja. Yeah, Kuala Lumpur memang begitu dekat dengan Indonesia sehingga tidak heran jika banyak ditemui warga Indonesia yang berlibur maupun bekerja disana. Apalagi masyarakat Indonesia itu sangat mengenal sepatu dari brand Vincci, kawasan Bukit Bintang itu akan dipenuhi pelancong Indonesia yang berbelanja dengan membawa koper yang isinya adalah barang belanjaan. Informasi lebih terperinci tempat wisata di Kuala Lumpur bisa dibaca dalam artikel lainnya yang saya tulis secara tersendiri.



2. Melaka

Yeah, ini juga kota yang paling sering dikunjungi pelancong Indonesia karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Kuala Lumpur. Biasanya saya mengunjungi tempat ini, hanya pergi pagi kemudian sore hari kembali lagi. Ada bangunan merah yang khas yaitu Stadthuys di Melaka, para pelancong biasanya mewajibkan untuk berfoto di depan bangunan ini, foto yang dihasilkan akan terlihat sangat instagrammable.



3. Georgetown

Jarak yang memang tidak dekat dari Kuala Lumpur menuju Penang bukan berarti tidak ramai pelancong dari Indonesia loh. Aku sendiri sudah sekitar 5 kali menginjakkan kaki di Kota Penang, meskipun ada sekali hanya langsung menuju bandara saja. Penang menyimpan banyak keunikan dari berbagai sisi, penikmat sejarah dan bangunan tua tentu tidak ingin melewatkan kota ini. Aku sangat santai berkeliling sendirian disini, mencari kawan baru kemudian mengeksplorasi bersama-sama. Sstt....makanan di Penang ini juga sangat lezat dan beraneka ragam loh. Kamu yang sudah tiba di Penang, harus mengabadikan foto di beberapa mural art nya yah, ini sangat terkenal loh karya dari Ernest yang berasal dari Lithuania.



4. Alor Setar

Well, mungkin aku tidak begitu sering ke tempat ini, namun sepanjang perjalanan ada banyak pemandangan indah yang menyejukkan mata. Aku hanya menghadiri undangan pernikahan teman di Kedah sehingga memang tidak terlalu lama eksplorasi tempat ini. Namun, seorang teman mengatakan tempat ini juga asik untuk berlibur, ada beraneka ragam tempat seru untuk dikunjungi.



5. Taiping

Kota ini bukan menjadi sasaran para wisatawan, sepi dan tidak terlihat kepadatan penduduk seperti layaknya kota lain di Malaysia. Aku mulai mencintai kota ini sejak pertama kali menginjakkan kaki disini apalagi sejak mengenal Az, semua menjadi sepaketan lengkap yang membuatku susah bergerak untuk melupakan tempat ini. Sepanjang jalan sejuk dan terlihat perbukitan yang indah, bangunan tua menambah kenangan mendalam yang mempercantik pengalaman. Sejarah Malaysia berawal dari kota ini, Az pun menulis buku tentang sejarah Malaysia sehingga dia banyak mengetahui informasi tentang Taiping apalagi memang lahir dan hingga remaja di kota . Aku menyukai Lake Garden yang luas dengan keramahan masyarakat dan keharmonisan meskipun beraneka ragam, yah kota ini memang diisi banyak China, Melayu dan India. Aku akan menuliskan khusus juga edisi perjalanan di Taiping, mengingat semua memori yang dilalui bersama Az, tungguin yah.



By the way, kamu sudah mengunjungi kota mana saja di Malaysia?

Aku masih memiliki keinginan untuk menikmati Ipoh, Langkawi, Cameron Highland dan beberapa tempat menarik lainnya di Malaysia. Selain eksplorasi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, aku pun berkeinginan menjelajah sisi lain dari Malaysia dalam waktu yang cukup lama, yah nanti diatur dulu jadwal liburan dan tabungan nya.
"Kak, kok nangis?
Eh, kak Rin, kenapa?"

Air mataku pun makin berjatuhan ketika para rekan kerja menanyakan kondisiku yang menangis ketika rapat sedang berlangsung di sekolah. Sejak malam tadi, aku pun tak bisa menahan rasa kekhawatiran terhadap kondisi Az. Ketika sebelumnya dia mengatakan bahwa sedang sakit maka aku pun mengingat saat pertama kali pertemuan kami terdahulu, dia mengatakan sangat menjaga pola makan saat ini dikarenakan memiliki sakit lambung yang sudah cukup mendalam.

Percakapan malam tadi bersamanya dalam chatting whatssapp, membuat pikiranku tak tenang dan ingin segera menghampirinya yang terpisah oleh perairan. Jarak Indonesia dan Malaysia memang tidak begitu jauh namun saat ini kondisinya memang sudah bukan jadwal liburan. Tempat tinggal Az ditempuh sekitar satu jam dari Penang, yah namanya adalah Taiping, Perak. Aku tak perduli karena yang ada di dalam pikiranku hanya ingin mengetahui yang terjadi padanya secara langsung. Kerisauan makin menjadi, keuangan juga sedang menipis maka aku pun mulai berfikir berbagai cara agar bisa segera berangkat kesana.

Lake Garden, Taiping Perak
Salah satu sudut keindahan Lake Garden, Taiping

25 Juni 2018

Tepat pukul 10.00 wib, rapat sedang riuh dengan masing-masing peserta memberi pendapat. Aku masih saja berdiam, berpikir cukup mendalam tentang cara pergi hari ini mengingat bahwa aku memiliki ketakutan yang cukup tinggi tidak bisa bertemu dengan Az kembali. Dia mengatakan bahwa proses endoscopy juga segera dilakukan namun masih bisa berkata baik-baik saja. Aku mengingat kejadian masa lalu yang akhirnya merusak semuanya karena aku tidak meluangkan waktu ketika ada kemalangan dalam keluarga mantan pacarku sehingga saat ini aku tidak ingin menyesali maka tekad untuk pergi mengunjungi Az sudah tak terbendungi apalagi beberapa hari yang lalu aku sangat merindukannya dan mengirimkan fotonya, hanya saja dia tidak merespon sama sekali hingga dua hari berlalu.

Aku mulai menghubungi teman-teman yang menjual tiket pesawat dan langsung memesan untuk penerbangan hari itu juga. Yeah, bayangkan aku pun belum izin dengan pihak tempat kerja dan tentunya juga orang tua di rumah. Aku pulang tergesa-gesa saat rapat sudah selesai, langsung meminta izin kepada atasan. Tiba di rumah, ibuku heran dan mengajukan berbagai pertanyaan ketika aku menurunkan backpack dan menyusun pakaian disana. Aku pun hanya bisa mengatakan seadanya tentang keadaan Az. Sebelumnya aku sudah pernah bercerita tentang dia saat pertama kali kami bertemu Januari 2018 lalu. 

Aku bisa merasakan bahwa sebenarnya ibuku sangat kecewa karena kepergian yang dadakan ini. Namun, aku pun tidak bisa menunggu hingga esok lagi, perasaanku sudah tidak terdeskripsi sejak mengetahui bahwa Az sedang sakit. Hal yang ingin kulakukan adalah bisa melihat kondisnya langsung dan bisa berbicara dengannya meskipun hanya hitungan detik saja. Tiket dan segala keperluan kupersiapkan secara mendadak, ibuku pun tak bisa lagi melarang karena sudah kubayar untuk tiket pulang dan pergi nya.

Sore ini, aku pun menyalami dan menciumi ibuku sebelum pergi. Aku tidak memiliki hubungan dengan Az, bukan juga karena ada sesuatu yang berlebihan di antara kita. Aku hanya mengingat semua perlakuan baiknya kepadaku, begitu indah cara dia memperlakukanku setiap bertemu. Kami hanya berusaha memberikan kenyamanan satu sama lain. Beberapa hari yang lalu saat sedang mengobrol juga ia mengatakan bahwa aku membuatnya semakin rindu, begitu pun diriku yang tentu memiliki rindu yang sulit terdeskripsi hanya sekedar obrolan whatssapp.

Maskapai Malindo membawaku terbang sore ini dari bandara Kualanamu menuju KLIA Sepang Malaysia. Aku memilih perjananan menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu karena semua penerbangan langsung menuju Penang sangat mahal dan sudah tidak ada untuk jadwal sore hari, yah maklum lah ini dadakan. Sekitar pukul 20.00 wib seluruh urusan dari imigrasi sudah selesai, aku langsung menuju train shuttle menuju KLIA 2. Ketika sudah tiba di KLIA 2 maka segera berjalan menuju tempat bermalam langganan para backpacker di bandara ini. Yeah, tentulah sudah sangat ramai sekali para pejalan yang sudah meletakkan barang bawaan disini.

Malam ini, aku tidur bersama beberapa orang asing yang tentu tidak kukenali sebelumnya. Namun, ini bukan pertama kali berada disini maka sudah cukup mengenal suasana disini. Aku pun meluruskan kaki dan mulai mengisi energi pada smartphone. Saat sedang bersantai, seorang wanita separuh baya yang sedang merebahkan tubuhnya di karpet lapak backpacker ini mulai menegurku, kami pun mengobrol dan berbagi cerita. Yeah, aku sangat menyukai obrolan selama perjalanan namun tetap harus waspada terhadap orang baru. 

Saat kami mengobrol, aku memperhatikan aneka tingkah orang lain yang berada di tempat itu. Ada pasangan yang menurut informasi dari wanita tadi bahwa mereka sudah tinggal di tempat ini hampir sebulan, wah apa yang dilakukan yah. Kemudian, aku memperhatikan seorang wanita yang berbicara dalam bahasa Jawa dalam video call. ternyata setelah kuajak berbicara, ia adalah tenaga kerja yang mencari rezeki di Hongkong, hanya saja dia tidak mengetahui bahwa harus transit di Kuala Lumpur,ini pertama kalinya tiba di KLIA2 dan dia ketinggalan pesawat untuk menuju kota Semarang. 

Yeah, perjalanan kali ini banyak sekali memberikan cerita baru padahal masih hari pertama tiba di Kuala Lumpur, belum lagi bertemu Az dan meluapkan segala kerinduan serta menghilangkan segala kekhawatiranku yang mendalam. Aku pun tak mengabari sebelumnya bahwa aku akan tiba disana pada hari itu, aku hanya mengabari Kyra dan Pacin bahwa aku akan stay di tempat mereka beberapa hari. Kelanjutan kisahnya akan di cerita berikutnya yah, komentar di bawah jika ingin mengetahui kelanjutannya yah.

Lake Gardens, Taiping Perak
Lake Gardens, Taiping

Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates