facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Saat melakukan perjalanan ibadah umroh,biasanya ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk menjelajahi beberapa kota lain di Arab Saudi. Ketika saya melaksanakan umroh beberapa Oktober 2022 lalu, perusahaan travel yang membawa saya dan jamaah lainnya memberikan rute untuk bisa keliling kawasan Saudi lainnya.

Nasi Mandi Taif


Mencicipi Nasi Mandi Taif, Arab Saudi

Kami pun berkesempatan untuk bisa mencicipi makanan lokal yaitu nasi mandi Arab Saudi. Memang ada perjalanan yang ditempuh agar sampai di lokasi yang biasanya digunakan sebagai tempat perhentian nikmati nasi mandi.

Sebelum dibawa menuju tempat makan nasi mandi, kami pun bepergian terlebih dahulu ke beberapa lokasi agar bisa lebih banyak yang bisa dilihat selama di tanah suci. Beberapa spot yang dikunjungi seperti toko coklat AL Nukaly, Masjid Ibnu Abbas hingga ke pabrik parfum Rashed Al Qurashi. Finally, bus yang membawa kami pun berhenti pada saat makan siang di Kawasan Al Shafa Mountain Park.

Pemandangan menuju tempat makan nasi mandi ini sangat indah, bisa melihat pegunungan sepanjang perjalanan. Sebuah pengalaman yang berharga dan tentunya tidak bisa sekedar dijelaskan dengan kata-kata. Sungguh indah bisa melihat sisi lain dari negara Arab Saudi khususnya kawasan Taif.

Nasi Mandi Taif


Tentunya para petugas tour and travel punya destinasi masing-masing untuk membawa jamaah menuju tempat makan nasi mandi di Taif. Biasanya sudah termasuk dalam biaya umroh yang dibayarkan kepada pihak travel sih karena ketika saya bertanya biaya yang dibayarkan ke ustadz pembimbing kemudian ia menjawab bahwa sudah dibayarkan termasuk jatah makan siang.

Mengenal Nasi Mandi, Tahukah Kamu?

Menurut Wikipedia, nasi mandi (Arab: مندي, mandī) adalah hidangan tradisional yang berasal dari selatan Jazirah Arab kemudian menyebar ke Indonesia dibawa oleh orang Hadhrami. Nasi mandi ini terdiri dari daging dan nasi dengan campuran khusus rempah-rempah.

Makanan yang dimasak di lubang bawah tanah ini sangat populer dan umum di sebagian besar wilayah Jazirah Arab dan dianggap sebagai hidangan pokok bagi banyak daerah, juga di Mesir, Levant, Turki, dan Indonesia.

Secara etimologi, kata "mandi" berasal dari kata bahasa Arab "nada", yang berarti "embun", dan mencerminkan tekstur lembab 'berembun' dari daging. Cara pengolahannya yaitu daging direbus dengan bumbu utuh sampai lunak, dan kaldu yang dibumbui lalu digunakan untuk memasak nasi basmati di bagian bawah tandoor. Kemudian dagingnya digantung di dalam tandoor di atas nasi dan tanpa menyentuh arang. Setelah itu, tandoor ditutup dengan tanah liat hingga 8 jam.

Suasana Makan Nasi Mandi 

Berhubung rombongan bersama jamaah maka suasana makan pun semakin seru. Satu porsi bisa dinikmati bersama 3 hingga 4 orang. Kami pun berkongsian nikmati nasi mandi karena sangat banyak jika dinikmati seorang diri.

Nasi Mandi Taif



Sebelum makan nasi mandi di Taif, kami pun memasuki kawasan restoran dengan tema khas ala Arab. Angin siang itu sangat sejuk, tentunya udara Taif dan Mekkah sangat berbeda. Jika berada di Taif itu bisa nikmati udara dingin, jilbab bisa bergerak tertiup angin sedangkan kota Mekkah bisa lebih panas suhu udaranya.

Nasi Mandi Taif



Setelah memasuki area restoran, kami pun memilih ruangan masng-masing yang bisa diisi sampai 8 orang bahkan lebih sih. Siang itu kami sekitar 8 orang yang memang sudah cukup dekat satu sama lain terutama saya dan 3 orang kawan sekamar. 

Berhubung sudah waktunya shalat zuhur dan nasi mandi pun belum selesai dimasak maka para jamaah melaksanakan shalat terlebih dahulu. Setelah itu, kami pun berfoto bersama untuk mengabadikan momen dan menjadi kenang-kenangan tentunya bisa berkumpul dengan seluruh jamaah.




Tampilan dan Isi Nasi Mandi 

Akhirnya nasi mandi datang dan hati pun menjadi senang berhubung perut sudah keroncongan. Selama ini belum pernah tergoda sama sekali dengan masakan olahan nasi Arab seperti nasi kebuli, nasi biryani dan aneka nasi lainnya. Namun, sekarang ada rasa antusias ingin mencoba nasi mandi pertama kalinya karena selama ini sudah nonton melalui youtube saja.

Awal melihat tampilannya langsung kepikiran bahwa nasi ini akan pedas tetapi ternyata salah perspektif. Justru rasanya sangat enak lho, warnanya yang cerah menambah nafsu untuk segera menyantap masakan tersebut.

Teksturnya lembut dan begitu nikmat dikunyah sehingga perut lapar pun segera terisi kenyang. Pengen berebutan makannya deh karena seru mau ambil cabai, bawang, jeruk, ayam dan tentu nasinya. Jika kalian sudah sering makan mungkin akan biasa saja tapi berhubung ini pertama kali maka langsung merasa happy donk.




Harga Nasi Mandi Taif


Saya kurang tahu pasti harga untuk satu porsi nasi mandi berhubung semua sudah dibayarkan oleh pihak travel. Sebagai jamaah cukup nikmati saja aneka fasilitasnya termasuk makan nasi mandi ini. Saya hanya mendengar totalnya yang sudah lebih dari 1 juta karena memang jamaah pun banyak sampai 50 orang. 

Well, sepertinya memang kawan melalak cantik wajib banget untuk mencobanya deh. Bisa langsung rasakan kenikmatan nasi mandi di Arab Saudi. Semoga dimudahkan untuk yang ingin berangkat ke tanah suci ya. Walaupun tujuan utama ibadah tapi tentu tidak ada salahnya mengenal budaya dan kuliner lokal.

Btw, ada yang punya pengalaman coba nasi mandi juga? Yuk boleh share pendapat kamu di kolom komentar ya.










Banyak orang khususnya para wanita ingin tubuh mereka seperti yang dimiliki artis-artis Hollywood. Tubuh yang dimaksud yaitu tubuh yang langsing, curvenya bagus, tanpa banyak lemak dan sebagainya. Wow Keren memiliki informasi penting untuk kamu yang ingin menerapkan kebiasaan diet sehat para artis Hollywood.




Kebiasaan Diet Selebriti Hollywood yang Bermacam-Macam


Sejumlah artis Hollywood memiliki tips untuk diet atau memiliki kebiasaan gaya hidup tertentu yang hasilnya benar-benar efektif. Mereka dituntut untuk bisa menyesuaikan paras dan berat badan mereka agar bisa tampil maksimal. Bisa juga semua itu untuk berperan pada suatu karakter film agar hasilnya maksimal.

Meski begitu, beberapa cara diet mereka ada yang bisa dicoba sendiri. Jadi, tidak mesti kamu harus melakukan kebiasaan hidup yang ekstrem tetapi tetap hasilnya cukup efektif.
Beberapa Kebiasaan Diet Para Selebriti Hollywood Terkenal

Yuk cari tahu lebih lanjut lewat beberapa poin berikut:

1. Menjadi vegetarian menjadi jalan hidup Naomi Campbell


Meski usianya sudah tidak muda, Naomi Campbell mampu mempertahankan tubuhnya dengan bentuk yang nampaknya terlihat tidak terlalu menua. Menjadi vegetarian merupakan rahasia kebiasaan hidup selebriti tersebut. Nyonya Campbell ini sudah melakukan kebiasaan tersebut kurang lebih selama 5 tahun lamanya.

Sebelumnya ia tidak pernah kepikiran menjadi seorang vegan. Tapi, itu hal yang ia putuskan sendiri dan menurutnya tidak tahu kebiasaan ini dilakukan sampai kapan. Naomi Campbell merasa tubuhnya terasa lebih ringan, semuanya juga menjadi lebih mudah pada akhirnya.
2. Gal Gadot, tubuh ideal tapi pola makannya tidak dibatasi

Gal Gadot merupakan pemeran utama dalam film Wonder Woman. Ia dikenal mempunyai tubuh langsing tapi juga cukup berotot. Banyak usaha dilakukan dirinya untuk bisa mendapatkannya.

Ia meluangkan waktu selama 45 menit minimal per hari yang digunakan untuk berolahraga. Baik itu pull-up, kardio, panjat dinding, push-up, dan burpees, merupakan olahraga yang seorang Gal Gadot lakukan. Tapi ada hal yang unik yaitu seputar makanannya.

Aktris Israel ini tidak benar-benar membatasi dirinya saat makan, jadi apa pun akan dimakan, makanan yang diinginkan akan dimakan termasuk seperti kentang goreng atau burger. Tapi Gal Gadot selalu memastikan ia minum air dalam jumlah cukup untuk menyeimbangkannya. Wow Keren tentunya masih memiliki pembahasan selebriti-selebriti Hollywood lainnya.

3. Kim Kardashian dengan diet atkins


Kamu mungkin pernah melihat Kim Kardashian dan ingin memiliki tubuh curvy seperti itu, maka coba jalani diet atkins. Kita perlu mengurangi karbohidrat yang dikonsumsi, lalu sebaliknya, lemak dan protein bisa diperbanyak.

Menu makan berikut merupakan apa yang disantap seorang Kim Kardashian:

- Sarapan: oatmeal, pancake blueberry

- Makan siang: sayur-sayuran, ayam, ubi

- Makan malam: sayur-sayuran, ikan

Agar melengkapi diet tersebut, Kim Kardashian rajin berolahraga juga. Kim biasa meluangkan cukup banyak waktunya di gym yaitu selama 90 menit. Sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk melakukan angkat beban, sisanya melakukan olahraga kardio.

4. Carrie Underwood, apa yang dimakan ditulis


Carrie Underwood merupakan penyanyi dan aktris, pamornya berhasil melejit melalui ajang American Idol. Carrie Underwood mempunyai menu makan cukup detail. Ia selalu sarapan dengan oatmeal yang tinggi serat dan dilengkapi chia seed.

Ada pun menu lainnya yaitu susu almond non sugar, pai labu, dan blueberry. Carrie Underwood juga mempunyai pemikiran lain agar bisa lebih mengurangi kalori.

Ia menuliskan setiap makanan yang sudah dikonsumsi. Hal ini bisa membantunya membuat keputusan lebih tepat karena bisa memperhatikan apa saja yang dimakan.

Itulah pembahasan Wow Keren di atas seputar kebiasaan gaya hidup dan diet sehat artis-artis Hollywood.

 Apakah kawan melalak cantik pernah mendengar Central Festival Mall Hat Yai ? Apa sih yang dibayangkan dari sebuah mall di Thailand? Jangan bayangkan besar atau lengkapnya seperti yang ada di Bangkok. Tetapi tentu tidak akan mengecewakan ketika memasuki Central Festival Mall Hat Yai.

Ngapain di Central Festival Hat Yai?

Sebelumnya mau nanya nih,apakah kalian tipe yang suka ngemall saat liburan di sebuah negara baru? Jika jawabannya iya maka mari memberikan toss karena punya selera yang sama. Tentunya bukan sekedar untuk shopping sih tetapi lebih ingin melihat aktifitas warga lokal juga.

Central Festival Mall


Selain melalui pasar tradisional, mall atau pasar modern lainnya juga bisa memberikan kesan menarik dari kegiatan warga lokal. Biasanya kita bisa melihat bagaimana ketika mereka berkumpul, makan di sebuah restoran atau saat berbelanja di toko-toko pakaian di mall tersebut.

Hobi memasuki mall terutama baru pertama kali ke sebuah kota atau negara karena menjadi pengalaman tersendiri bisa melihat situasi masyarakat lokal sih. Jika ada keinginan belanja barang jasa titip (jastip) tentulah tidak masalah. Hobi sekaligus menambah cuan pastinya bisa dilakukan bersamaan gitu.

Cara Menuju Central Festival Hat Yai

Bagi solo traveler tentu akan lebih murah dan mudah untuk tinggal di hostel atau dormitory yang berada di downtown atau pusat kota. Saya pun memilih untuk menghabiskan beberapa malam di WE Hostel Hat Yai yang review selengkapnya bisa dibaca pada artikel tersebut. 

Dari downtown seperti Lee Garden Plaza, kamu bisa naik TukTuk atau songthaew menuju Central Festival. Berhubung saya pun sendiri maka memilih naik ojek online sepeda motor saja. Selain hemat waktu juga harganya tidak terlalu mahal. Pada saat itu, saya memesan melalui aplikasi Indrive sekitar 45 baht untuk sekali jalan. 

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Central Festival Mall?

1. Shopping, Beli Fashion and Beauty Items Beragam Brand

Jika kalian mencari brand ternama yang biasanya ada di mall besar ibukota, mungkin tidak semua ada di Central Festival Mall. Namun, untuk beberapa brand seperti Uniqlo, H&M, Victoria Secret, Charles & Keith dan beberapa brand masih bisa ditemukan di mall tersebut. 

Local Brand Thailand


Saya sendiri pun tergoda untuk memasuki beberapa toko fashion baik brand internasional maupun lokal Thailand. Hingga akhirnya tersadar sudah banyak saja barang yang dibeli,huhuhu. Padahal biasanya paling jarang membeli barang-barang saat traveling. Tentu memikirkan bagasi yang khawatir kelebihan atau biaya mahal dibayar di bea cukai.

Meskipun semua produk dibeli untuk dipakai sendiri tetapi tetap saja ada rasa kekhawatiran jika ternyata barang belanjaan melebihi minimum ketentuan bea cukai Indonesia. Sampai akhirnya, saya pun beli beberapa fashion items dari Uniqlo, H&M dan brand lokal Thailand tetapi jika dihitung dari receipt tentu masih aman masuk ke Indonesia sih.

Kamu yang hobi belanja bisa banget deh cek aneka produk fashion dari brand lokal karena tidak kalah keren dari brand internasional. Begitu pula dengan harganya, tentu bersaing dan jauh lebih murah. Saya tergoda beli mini dress dan sebuah tas dari brand lokal seperti PREM Bag and Clothes.

Oh ya, kamu yang suka bertransaksi cashless tentunya bisa donk karena beberapa toko menerima penggunaan debit card. Tetapi ada juga merchant yang maunya hanya dengan uang cash seperti toko PREM Bag and Clothes. Padahal saat itu, duit cash sudah terbatas dan tidak mau ngambil dari ATM lagi. Namun, akhirnya keluar juga sekian ribu baht demi bayar baju dan tas yang sudah membuat jatuh cinta,caelahhh.

2. Nonton di Bioskop, Hat Yai Cineplex

Suka coba aneka bioskop di berbagai negara? Pasti tidak mau juga melewatkan bioskop di Hat Yai donk. Nah, kamu bisa nonton bioskop di Hat Yai Cineplex ini,tentunya mayoritas isi penonton adalah warga lokal. Saya cuma melihat dari luar beberapa list film yang tentu tidak semua diketahui dan wajah penonton pun kebanyakan memang wajah-wajah warga Thailand.

3. Nongkrong di Cafe atau Makan di Restoran Mall

Anak nongkrong mana suaranya? Pastinya tidak perlu khawatir mencari tempat asik buat duduk santai di dalam mall karena ada Starbucks lho. Saya tidak melewatkan beragam kedai kopi internasional ini dimana pun. Saat berada di kota atau negara baru tetap mencoba Starbucks, sekedar ingin tahu rasanya atau membandingkan dengan yang ada di Indonesia.

Central Festival Hat Yai


Beragam cafe maupun restoran juga ada lho di Central Festival Mall Hat Yai. Enggak perlu khawatir cari makanan halal deh karena masih banyak masyarakat muslim di kawasan Thailand Selatan. Selain mau duduk santai, juga bisa nikmati kuliner yang ada di bazaar. Saat itu, ada bazaar di sisi halaman mall sehingga ramai pilihan street food bisa dipilih. Oh ya, foodcourt di lantai atas juga menarik karena banyak tenants yang menjual aneka makanan dan minuman patut dicobain.

4. Hunting Buku di Aneka Bookstore

Bukan seorang bookworm sejati tetapi membeli buku atau sekedar baca pun sudah menyenangkan hati di sebuah negara baru. Nah, kebetulan sudah beli buku ketika berada di Penang maka kali ini coba cek aja deh. Setelah puas melihat dan jika ada yang tertarik bisa langsung beli aja. Memasuki beberapa toko buku tetapi akhirnya beli penghapus karet saja karena memang mengoleksi barang tersebut.

Dari beberapa toko yang dikunjungi, menarik berada di salah satunya yaitu Naiin Bookstore yang mana hampir semua bukunya berbahasa Thailand. Apakah saya langsung keluar ketika berada di dalamnya? Tentu tidak,hahaha. Nikmati saja aneka tulisan cacing itu meskipun tidak paham maknanya. Bisa difoto dan diterjemahkan melalui apps sih tetapi entah kenapa tidak kepikiran saat itu,huhuhu.

Naiin Bookstore


5. Cuci Mata Saja

Kenapa ada pilihan cuci mata? Yah, jika semua hal yang ada di atas tidak begitu menarik maka bisa sekedar cuci mata saja donk. Banyak juga cowok Thailand yang cakep kok,wew haha. Enggak lho, maksudnya bisa sekedar cuci mata untuk melihat saja beragam toko yang ada disana. Memanjakan mata tentu tidak ada yang salah. Tetapi jika akhirnya membeli tentu jangan salahkan saya,hahaha

Fasilitas Central Festival Mall

Jika kamu sudah menyewa mobil dan butuh tempat parkir maka tidak perlu khawatir karena cukup luas parkirannya sih. Dan bagi masyarakat muslim yang butuh tempat beribadah juga bisa shalat di mushola mall yang luas. Bahkan untuk perempuan dan laki-laki pun terpisah sehingga tidak akan saling senggol deh. Kamar mandi juga masuk kategori bersih meskipun saat itu sedang ramai sekali pengunjung menjelang ramadan tetapi sepertinya petugas rajin membersihkannya.

Prayers Room Central Festival Mall



Well, itulah beragam aktifitas yang bisa dilakukan saat berada di Central Festival Mall Hat Yai. Bisa dimodifikasi sesuai kesenangan sih, tidak perlu menjadi patokan tetapi bisa jadi referensi. Eh, kalau mau pergi, jangan lupa ajak saya juga donk. Wah, rasanya memang ingin kembali jalan-jalan ke Hat Yai meskipun sudah berkali-kali sih.




Central Festival Hat Yai

1518 Kanjanavanich Rd, Kho Hong, Hat Yai District, Songkhla 90110, Thailand
Opening Hours: Sunday to Monday : 10.00 - 21.00














 Siapa yang berkeinginan untuk solo traveling ke Hat Yai Thailand dalam waktu dekat? Pastinya banyak yang cari referensi penginapan yang murah meriah terutama para solo traveler. Ini kedua kalinya menginap di WE hostel yang harganya cuma 100 ribuan di Thailand. Cari tahu review selengkapnya di bawah ini yuk!



Review WE Hostel Hat Yai 

Kenapa cari hostel saat solo traveling? Sebenarnya tidak selalu mencari hostel sih karena terkadang memilih hotel berbintang yang memiliki fasilitas bath tub dan kolam renang. Nah, berhubung hanya beberapa hari saja di Hat Yai maka memilih WE hostel saja.

Sebelumnya sudah pernah menginap disini sekitar tahun 2018 dimana saat itu saya dan teman-teman traveler lainnya sedang berlibur ke Hat Yai. Kami tidak memesan penginapan sebelumnya sehingga ketika mendatangi hostel yang diinginkan sudah penuh. Berjalan menyusuri kawasan Lee Garden Plaza hingga menemukan WE hostel ini dan sebelumnya juga menanyakan rekomendasi dari resepsionis hostel sebelumnya yang didatangi sih.

Pelayanan WE Hostel

Saya memasukkan pelayanan di awal review ini karena memang menyenangkan sih ketika berada disana. Pertama sampai di depan hostel langsung bertemu seorang wanita yang sedang duduk di depannya.

Sempat kaget karena bagian depan sudah berubah, ruangan bagian depan di lantai dasar sudah berubah menjadi tempat Thai Massage. Siapa yang tidak kaget ketika sudah melakukan pembayaran dan hostelnya ada namun yang terlihat hanya ruangan massage.

Nah, saya pun berusaha berbicara dengan wanita tersebut dengan Bahasa Inggrisnya yang lumayan menguji kesabaran. Ia bisa berbahasa Inggris, hanya saja logat atau aksen yang tidak begitu mudah untuk dipahami. Saya hanya bisa menunjukkan bukti pemesanan dan sudah bayar dari aplikasi Tiketcom.

Ternyata ia memang kurang mengerti tentang pemesanan dan biasanya yang mengurus adalah anaknya. Saya pun diminta untuk menunggu beberapa menit sambil menunggu anaknya datang ke hostel. Dikarenakan belum ada bawa duit baht, saya pun menanyakan lokasi ATM terdekat karena pastinya harus bayar deposit nantinya untuk hostel.

Ia pun menunjukkan dengan ramah bahwa hostel berada di seberang hostel yang tentunya sangat dekat sekali. Sebelum anaknya datang maka saya pun bergegas menuju ATM di seberang jalan. Selesai mengambil duit langsung kembali ke hostel dan ternyata anaknya sudah datang.

Saya pun langsung memberikan bukti pemesanan kepada seorang pria yang merupakan anak dari wanita tadi. Ia pun melayani dengan ramah sambil bolak balik tertawa karena sedikit kesulitan untuk berbahasa Inggris. Memang ini masih termasuk musim sepi traveler makanya hostel pun tidak perlu merekrut pekerja lainnya.



Setelah beres urusan check ini, ia pun terheran ketika saya memesan mix dormitory. Kenapa tidak pilih female dormitory saja apalagi ketika dilihatnya saya seorang wanita berhijab. Saya pun menjawab dengan ramah tidak apa-apa di mix dormitory saja. Syukurnya memang tidak ada tamu lainnya, hanya saya seorang diri di dalam room tersebut.

Ia pun menjelaskan beberapa hal tentang hostel termasuk ruang buang air, ruang mandi dan ruang ganti baju. Menurut saya, ini sudah cukup oke dengan harga 100 ribuan per malam. Seorang solo traveler yang cuma mau jalan-jalan tanpa berlama-lama di penginapan maka cocok pilih hostel begini.

Saya mendapatkan kunci pintu untuk akses masuk jika pulang ke hostel di atas pukul 12 malam. Nah,itulah ada deposit yang dibayarkan sekitar 200 baht. Sebenarnya tidak terlalu perlu juga punya kunci pribadi karena saya pasti akan kembali ke hostel tidak sampai tengah malam.

Menurut saya, memang pelayanan di Thailand selalu paripurna meskipun sekedar hostel biasa. Biasanya senyum ramah dan helpful itu yang membuat kita akan betah berlibur di Thailand sih. Ketika saya di WE hostel pun merasakan keramahan dari para staff baik ketika mau ke luar hostel atau pun saat datang balik ke hostel.

Fasilitas WE Hostel

Namanya hostel 100 ribuan tentu tidak mengharapkan fasilitas yang berlebihan sih. Sekedar bisa mandi,ganti pakaian dan tidur dengan tenang pasti buat hati senang. Menurut saya, kamar mandi termasuk kategori bersih dan beragam informasi tentang peraturan juga ditempel sehingga tamu bisa membacanya dan ikut aturan yang dibuat.

Kamar yang ditempati tentu disesuaikan dengan pilihan kita saat lakukan pemesanan. Apakah memilih kamar dengan 4 bed atau lebih. Dulu pertama kesini juga, saya dan teman pilih 4 bed dengan kamar mandi di dalam kamar. Hal ini dikarenakan kami memang datang berkelompok maka lebih asik ada toilet sendiri.



Sebuah dapur pun tersedia apabila kita mau makan nikmati makanan yang dibeli dari luar. Pada tahun 2018 sebelum pandemi, hostel ini punya fasilitas dapat sarapan gratis tetapi kini sudah tidak ada lagi. Mungkin dikarenakan tamu masih sepi makanya tidak ada fasilitas sarapan. Saya pun memanfaatkan dapur untuk nikmati makan sahur karena berkesempatan bisa ramadan di Thailand pada saat itu.

Oh ya, sebenarnya pun tersedia juga air minum yang bisa diambil jika kita bawa botol minuman sehingga bisa isi ulang berkali-kali. Tetapi, saya lebih sering beli minum air mineral di Seven Eleven karena lebih segar dengan pilihan yang dingin dari kulkas.

Seperti saya katakan bahwa bagian depan hostel ini sudah berubah menjadi tempat Thai Massage sehingga ruangan terang benderang sebagaimana kebanyakan tempat massage kaki sepanjang jalan di Thailand. Tentu tidak ingin melewatkan fasilitas Thai Massage ini donk meskipun harus mengeluarkan budget lagi. Nanti mau review khusus deh tentang cerita pengalaman massage di Thailand karena sudah beberapa kali coba selama di Thailand khususnya Hat Yai.



WE Hostel Hat Yai, Thailand

Niphat Uthit 3 Rd, Hat Yai, Hat Yai District, Songkhla 90110, Thailand

 Ada yang tergoda mencoba aneka paket berbuka puasa di hotel? Sepertinya sekarang memang semakin hits untuk mengadakan acara buka bareng di hotel. Beragam pilihan harga pun bisa dipilih sesuai budget yang dimiliki. Biasanya semakin mahal akan makin banyak pula menu yang disajikan. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman buka puasa di Hotel Radisson Medan. 

Berbuka Puasa di Hotel Radisson Medan

Biasanya komunitas Blogger Medan (Blog M) itu mengadakan buka bersama di cafe. Sejujurnya pernah juga di beberapa hotel namun ketika itu undangan untuk menghadiri acara buka bareng disana. Nah, ramadan tahun ini, kami pun ikut tergoda untuk buat acara buka bersama di hotel. Pemilihan hotel pun lumayan panjang hingga akhirnya menjatuhkan pilihan ke Radisson Medan.



Kenapa Radisson Medan?

Sebenarnya tidak ada alasan yang terlalu spesial, hanya saja ada hal yang buat tertarik yaitu nuansa rooftop di Radisson Medan. Berhubung beberapa tahun lalu pernah diundang oleh pihak hotel untuk buka bersama disana dan suasana rooftop sangat menyenangkan maka kami pun pengurus berniat di hotel tersebut juga.

Selain alasan adanya rooftop tentulah menu serta pelayanan juga menjadi pertimbangan dalam memilih tempat berbuka puasa. Satu hal lagi adalah tentang harga, bisa dibilang bahwa aneka hotel mempunyai variasi harga. Kami pun tentu harus mempertimbangkan hal tersebut karena ada banyak member yang harus dipikirkan.



Harga Paket Menu Buka Puasa Radisson Medan

Harga yang disajikan pun beragam lho! Kenapa? Karena awalnya kami melihat harga melalui aplikasi Deal Java seniai 148k tetapi pada saat mau beli justru sudah tidak muncul lagi nama hotel Radisson di aplikasi tersebut. Kami pun mencoba hubungi melalui DM Instagram namun harga normal yaitu 188k. Akhirnya saya mencoba hubungi kontak yang pernah dikenal sebelumnya tetapi sayangnya ia sudah tidak bekerja di hotel tersebut.

Apakah berhenti disitu? Tidak lho! Nah, kenalan lama ini memberikan nomor tim marketing yang dikenalnya di Hotel Radisson. Saya pun langsung menghubungi dikarenakan untuk kali ini akan banyak jumlah pax yang dipesan. Ia pun memberikan harga normal 188k tetapi jika menggunakan BCA bisa dapat potongan 15%. Nah, saat itu ia hanya mengatakan harga bisa di nominal 159k sehingga saya pun menyetujui harga tersebut dengan permintaan di ruang outdoor.

Tetapi ketika pembayaran ternyata tidak segitu harganya padahal kita sudah memperhitungkan untuk meminta kawan-kawan bayar sesuai harga 159k. Syukurlah hanya kekurangan sekian ratus rupiah saja sehingga masih bisa ditangani oleh pengurus saja. Hmm, kawan-kawan melalak cantik yang ingin buka puasa di hotel dan mau harga promo tentu harus cepat deh pilih di aplikasi gitu agar tidak sampai hilang promonya.

Apa Saja Menunya?

Menu memang tidak terlalu beragam menurut pandangan saya dan beberapa teman. Apalagi namanya AYCE (All You Can Eat) tetapi setelah habis tidak ada diisi kembali sehingga jika belum mengambil maka tidak kebagian. Beberapa menunya memang masuk kategori makanan tradisional karena ada gorengan, mie ayam, aneka bubur, es campur, nasi putih serta ada juga kebab, roti jala, salad dan buah-buahan.





Rasanya cukup menghilangkan rasa lapar setelah berpuasa dan saya memang hanya menikmati makanan yang ringan saja sehingga kurang tau bagaimana rasa masakan pada menu nasi. Beberapa makanan yang dinikmati masih termasuk kategori oke kok sehingga jika punya budget untuk di hotel tidak ada salahnya coba di Hotel Radisson ini.



Gimana? Apakah sudah ada rencana mau buka bareng di Hotel Radisson? Yuk boleh juga komentar di bawah ini apabila punya pengalaman buka bersama disana. 




 Pernah merasa sulit cari makanan halal saat di Thailand? Sepertinya kawan melalak cantik harus main ke Hat Yai yang posisinya berada di Thailand Selatan. Kamu tidak akan kesulitan cari makanan halal karena banyak penjual muslim. Kita bisa lihat dari pakaian yang digunakan biasanya pakai hijab dan logo halal yang disematkan di tempat jualan. Lalu, apa saja sih kuliner halal wajib coba di Hat Yai? Yuk ah kamu harus baca artikel ini sampai selesai!



Kuliner Halal di Hat Yai

1. Aneka Sosis/Bakso Street Food

Mungkin sudah biasa melihat aneka sosis/bakso street food di Indonesia. Tapi kamu harus banget coba pula yang ada di Thailand. Ada ciri khas tersendiri, jika biasanya dipanggang atau dibakar. Nah, saat di Thailand cukup dipanggang sebentar saja. Biasanya bumbu akan diberikan belakangan dimana akan dituangkan ke dalam plastik bakso/sosis yang dibeli. Bumbu cabainya pun sangat menggoda dengan rasa pedas khas menancap nikmatnya di lidah 




Harga pun bervariasi sesuai dengan sosis/bakso yang dipilih. Sebenarnya ada macam lainnya dengan bentuk beranekaragam pula serta nama dan komposisi tersendiri. Tapi, saya sungguh lupa nama dari tiap-tiap makanan tersebut.

2. Giant Lobster 


Bisa dikatakan memang lobster yang ada di Thailand itu cukup besar. Bahkan kekenyangan dinikmati sendirian. Harganya sekitar 100 Baht dan memang sangat worth it sih untuk dibeli. Warna lobster yang tampak merah segar itu menggoda banget apalagi sudah disiram bumbunya. Tentu makin enak buat dinikmati meskipun makan seorang diri.




3, Mango Sticky Rice


Siapa yang tidak tahu dessert ini?Thailand begitu dikenal dengan mango sticky rice. Isinya tampak sederhana, hanya pulut, mangga dan santan yang dituangkan ketika ingin memakannya. Namun berbicara rasa maka sangat nikmat. Saya selalu merindukan mango sticky rice tetapi tidak pernah beli berkali-kali ketika berada di Thailand. Entah mengapa demikian, saya pun heran.




4. Tom Yum


Bahkan menikmati Tom Yum ini bukan saja saat berada di Thailand. Kenikmatan Tom Yum ini memang beda, baik di Indonesia maupun di negara Malaysia pasti saya selalu coba Tom Yum. Apalagi langsung di negara Thailand pasti makin lezat donk. Nah, kalian wajib banget cobain lho dan banyak penjual Tom Yum halal kok. Kalian bisa temukan di Hat Yai, perhatikan logo halal dan pakaian yang dijual oleh si penjual,misalnya memakai hijab.

5. Pad Thai

Jika mencari olahan mie berasa bisa banget coba Pad Thai ini. Padahal saya pun sudah berkali-kali ke Thailand tetapi baru sekali cobain Pad Thai. Menurut saya mirip dengan mie pada umumnya, hanya saja bumbu yang dicampurkan pada mie tersebut yang membuatnya semakin lezat. Nah apalagi serbuk-serbuk cabai kering yang ditaburkan ke atas Pad Thai seperti topping dengan rasa pedas.




6. Kwetiau

Salah satu makanan yang bisa ditemukan di Thailand dan Malaysia. Hanya saja sedikit berbeda dalam racikan bumbunya. Pada umumnya kwetiau yang pernah dicoba di Thailand pasti kebanyakan kecapnya. Saya sudah coba beli di beberapa penjual dan hampir kebanyakan memang menambahkan kecap terlalu banyak.




7. Thai Tea dan Coconut Ice Cream


Wah, kalau Thai Tea ini bisa banget ditemukan dimana saja. Bahkan di Medan pun banyak banget penjual Thai Tea karena serbuk powder nya banyak dijual di pasaran. Nah, tentunya jika beli langsung dari negaranya akan merasakan sensasi rasa berbeda. Ada yang khas dari Thai Tea ini makanya semakin banyak yang suka. Rasa manis kemudian dicampurkan dengan es batu maka membuat menjadi segar untuk dinikmati.

Siang hari yang panas juga paling asik coba coconut ice cream lho. Kita bisa memilih aneka topping sesuai selera, biasanya diberi kesempetan untuk pilih 3 jenis topping. Saya biasanya hanya pilih kacang merah, kacang tanah dan nata de coco. Bagi penyuka cendol, delima, kolang kaling juga ada kok. Pokoknya disesuaikan saja dengan selera sehingga kamu tidak akan kecewa ketika menikmatinya.

8. Nasi Telur

Salah satu kuliner yang juga saya beli beberapa kali adalah nasi telur. Sebenarnya nasi putih biasa saja ditambahkan dengan telur dadar. Kenapa beli ini? Karena kebanyakan orang Indonesia suka mencari nasi. Kebetulan ini juga cukup aman dikonsumsi, menunya pun cukup sederhana. Biasanya saya beli jika memang sudah sangat butuh nasi.



9. Aneka Olahan Pisang

Siapa yang suka nikmati coklat Nutella? Pasti tidak ketinggalan beli pancake pisang dicampur Nutella. Atau pisang Nutella yang dimasukkan ke atas roti seperti canai. Saya lebih suka pisang Nutella karena rasa pisang bercampur dengan Nutella nya. Harga pun masih terjangkau sekitar 60 Baht. Oh ya, ada pula telur pisang Milo yang harganya 50 Baht.



10. Aneka Buah-buahan

Ini juga termasuk jajanan yang sering dibeli saat ke Thailand baik di Bangkok maupun Hat Yai. Aneka buah-buahan segar akan memberikan kesegaran dalam kondisi cuaca Thailand yang panas. Untuk harga pun masih terjangkau banget, kebanyakan dijual rata 30 Baht. Biasanya saya suka beli mangga dan nenas. Kamu bisa pilih kedondong, jambu air, mangga, nenas dan beragam buah lainnya. Nantinya akan dicampur dengan bumbu cabai membuat rasanya semakin beragam.




Gimana? Apakah kuliner ini akan segera dicobain? Tentunya harus dicoba donk saat bepergian ke Thailand, khususnya Hat Yai karena tidak sulit temukan yang halal. Semua harganya masih masuk akal di kantong sehingga tidak perlu khawatir duit menipis. Liburan menyenangkan sambil coba beragam kuliner lokal. Ada referensi lainnya? Yuk komen di kolom komentara bawah ya !

















 Pernah merasakan ramadan di negara orang? Pastinya kawan melalak cantik ada yang pernah dan ada pula yang belum. Sebelumnya saya hanya pernah berpuasa di kota lain,lebih tepatnya pulau Jawa. Itu terjadi lebih kuran 10 tahunan lebih yang lalu. Masa masih di bangku perkuliahan selalu ingin punya pengalaman yang seru. Kini saya pun mencoba lagi namun bukan saja dalam negeri namun sampai ke negeri jiran. Simak yuk ulasan pengalamannya dalam artikel berikut ini!



Pengalaman Ramadan di Negeri Jiran

Pada tahun 2018, saya sempat punya pengalaman sahur satu hari di Malaysia. Saat itu bulan Juni dan sedang ada perjalanan ke Kuala Lumpur dan Penang hanya sekedar untuk jalan-jalan. Nah, jadwalnya ternyata mendekati ramadan namun hanya satu hari saja merasakan puasa disana. Tentu tidak ada hal yang terlalu istimewa karena cuma satu hari.

Saat itu, hanya merasakan sahur sendiri di rumah teman yang bukan beragama islam. Ia pun tidak tinggal di rumahnya tersebut karena memang rumah itu hanya untuk orang-orang traveler yang sedang main ke daerahnya. Saya pun hanya sahur dengan satu buah apel dan minum susu sari kurma yang dibeli di AEON Mall.

Puasa Pertama di Hat Yai, Thailand

Sesungguhnya tidak pernah membayangkan atau merencanakan untuk berpuasa di Thailand. Membayangkan banyaknya masyarakat yang tidak beragama islam disana tentu langsung berfikir sulitnya mencari makanan untuk sahur. Tetapi saya pun teringat bahwa ini Thailand Selatan yang masih berdekatan dengan Malaysia sehingga lumayan banyak warga muslimnya.

Awal cerita, saya hanya ingin bepergian ke Penang dan menghabiskan beberapa hari saja seperti biasa. Namun, jumlah hari libur anak sekolah pada awal ramadan sekitar 1 minggu. Oleh karena itu, saya pun memutuskan untuk merasakan puasa di Penang beberapa hari lagi. Ternyata setelah berbicara dengan seseorang disana, ia menyarankan untuk pergi ke Thailand terlebih dahulu agar kami punya waktu untuk berbuka puasa bersama di Penang.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Hat Yai lebih awal dan kembali lagi ke Penang pada hari puasa pertama. Nah,itulah pengalaman pertama memikirkan beli makanan untuk sahur. Posisinya saya mengambil penginapan di dormitory yang mana di dalam ruangan terdiri beberapa orang. Syukurnya pada malam itu hanya ada satu orang perempuan namun saya tidak melihat ia juga bangun untuk sahur. Mungkin sedang tidak berpuasa atau memang bukan beragama islam. 

Bangun sahur dalam kegelapan karena semua lampu sudah pasti dimatikan di hostel tersebut. Saya pun membawa smartphone dan menghidupkan senter menuju ruang dapur. Sudah ada makanan yang saya letakkan pada malam hari sebelumnya. Sempat bingung mau pilih menu apa karena menyesuaikan agar makanan tidak basi. Syukurnya ada penjual nasi dan telur dadar di dekat hostel sehingga saya beli pada malam hari dan menyimpan di dapur.




Tentunya sangat tidak menyenangkan nikmati makanan sahur sendirian dengan pencahayaan remang-remang. Air mineral memang ada disediakan hostel tetapi saya pun lebih memilih beli di Seven Eleven. Saya pun memperbanyak minum saja karena mau ada perjalanan balik ke Penang pada hari tersebut. Suasana ramadan memang tidak terlalu terlihat di kawasan tempat saya tinggal tetapi sudah tampak di mall dengan adanya bazaar-bazaar menjual makanan dan pakaian.

Hal sederhana yang dialami tetapi memang menyenangkan dan memberikan kesan. Hari sebelumnya menjelang ramadan, Saya masih sibuk berkeliling Central Festival Hat Yai. Ada beberapa fashion items yang dibeli untuk baju baru dipakai saat buka bareng ramadan dan acara saat lebaran.

Tidak hanya cerita tentang ramadan di Hat Yai saja, saya pun punya pengalaman sahur dan berbuka di Penang, Malaysia.  Serta ada cerita seru ketika menjelajahi bazaar untuk mencari kuliner yang lezat tersedia saat ramadan.

Hunting Kuliner Buat Berbuka di Penang, Malaysia 

Sahur puasa pertama dilakukan di Hat Yai dengsn sembunyi-sembunyi karena orang-orang sedang tidur. Nah, saya sudah berada di Penang, Malaysia untuk berbuka di puasa pertama ini. Pilihan menu berbuka tentu lebih beragam daripada makanan untuk sahur. Sore hari tiba di Penang, saya pun langsung menuju apartemen dan membersihkan diri lanjut hunting kuliner di Queensbay Mall. 

Selalu bepergian ke mall tersebut karena memang paling terdekat dari apartemen. Ongkos naik ojek mobil online pun sekitar RM 5 saja. Memang bisa naik bus tetapi mau turun dan keluar dari kawasan apartemen yang membuat malas terutama kawasan yang memang asing.

Saya pun segera menuju Queensbay Mall dimana waktu berbuka pun sudah mendekat. Sekitar 40 menitan lagi menjelang waktu buka, saya pun segera mencari Queens Hlall karena disana sudah pasti banyak makanan dan minuman yang bisa dipilih.

Memilih Pad Thai dan Ice Milo

Ada begitu banyak food tenant di Queens Hall tetapi tetap kembali ke Thai Food deh. Awalnya sudah niat mau ke Turkish Food, nikmati shawarma atau kebab gitu. Namun, justru mundur teratur saat melihat staff nya yang bekerja ganteng semua. Bisa gitu kan? Iya, saya langsung enggak percaya diri aja gitu. Padahal sebelumnya pernah sendirian juga main ke Turki dan lebih banyak lagi lelaki ganteng yang diajak bicara.

Nah, menurut saya rasa Pad Thai ini kurang cocok di lidah sih. Entah efek puasa seharian makanya tidak terlalu selera mau makan. Biasanya makan masakan Thailand selalu happy dan habis bahkan makan Tom Yum sebelum ramadan disini juga porsi gede lho. Untuk harga masih kategori standard di mall sih sehingga tidak terlalu menghabiskan isi kantong.

Minuman praktis yang dipilih yaitu ice milo dengan harga yang juga murah. Sekitar RM 4.50 saja untuk 1 gelas yang bisa dinikmati sambil makan Pad Thai. Saya pun nikmati menu berbuka sendirian. Apakah merasa canggung? Tentu tidak karena ada juga pengunjung lainnya makan sendiri di Queens Hall ini.




Pergi ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas

Hari pertama berbuka puasa hanya dihabiskan di mall saja karena dekat dengan apartemen dan sekalian mau belanja beberapa fashion items disana. Pada hari kedua,saya tentu tidak ingin cuma nikmati menu yang sama kembali maka mulai bertanya dengan kawan yang warga lokal Malaysia. Selain itu, mencari informasi juga di Google untuk referensi bazaar ramadan di Penang.

Pilihan jatuh ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas yang memang lumayan jauh dari apartemen. Bahkan ongkos ojek mobil online saja hampir seratus ribu rupiah untuk sekali jalan. Dikarenakan ingin melihat aktifitas ramadan warga lokal maka ongkos bukan menjadi pertimbangan. Saya pun langsung mengecek di maps dan aplikasi ojek online. Sore itu langsung bergegas ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas sendirian yang berada di Jalan Mahkamah, Kampung Perlis.

Ketika sudah tiba di lokasinya, mata langsung tertuju dengan ramainya masyarakat yang memenuhi bazaar ramadan tersebut. Saya pun mulai berkeliling untuk melihat aneka kuliner yang dijual. Jika membawa kemauan saja maka maunya bawa pulang semua dagangan disana.

Pemandangan pun cukup indah melihat adanya deretan perbukitan dengan bangunan tinggi apartemen yang berjajar. Saya menikmati sekali suasana ramadan di Penang ini apalagi mendengar warga berbicara bahasa lokal. Begitu pula saat saya mau membeli, pastinya penjual menggunakan bahasa Melayu yang saya banyak juga tidak paham. Beberapa kata tidak sama susunannya dalam kalimat sehingga membuat bingung. 

Bahkan sempat terjadi miss understanding karena saya kurang paham maksud penjualnya. Lebih baik gunakan Bahasa Inggris saja sih biar lebih jelas. Bukannya bermaksud apapun tetapi demi kemudahan komunikasi. Tidak semua kata yang ada di Bahasa Melayu Malaysia itu sama dengan Bahasa Indonesia.

Well, alhasil saya pun memborong beberapa menu makanan seperti nasi tomat, kue cucur, pulut inti, es asam boi, roti jhon dan bakso siram kuah bolognese. Tentunya semua tidak bisa habis dalam satu malam sehingga esok hari dinikmati lagi dan ada pula yang harus dibuang. Semua pengeluaran selama di bazaar tidak melebihi 150 ribu rupiah karena memang bazaar lokal yang murah meriah.




Sahur dan Buka Sendiri di Apartemen

Keesokan harinya merupakan hari terakhir berada di Penang pada trip kali ini. Sahur dan buka pun masih sendiri di apartemen. Makan sahur yang dipilih adalah roti jhon sisa beli di bazaar dan ternyata memang banyak sekali untuk dinikmati sendirian.




Berbuka pun hanya pergi ke Queens Hall lagi dan membeli minuman dingin. Makanannya saya nikmati beragam roti yang dibeli di Seven Eleven. Sebagai orang yang tidak bisa makan banyak maka sedikit pun menu sudah membuat kenyang.

Seandainya menikmati menu sahur dan berbuka beramai-ramai pasti lebih seru. Tetapi saya memang solo traveler lebih banyak lakukan aktifitas sendiri. Hanya sesekali bertemu dengan orang dan mengobrol atau jalan bareng menelusuri lokasi wisata suatu daerah. Gimana kawan-kawan? Masih semangat baca cerita liburan di Penang dan Hat Yai berikutnya?











Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates