facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Kawan melalak cantik pasti sudah tidak asing melihat orang Indonesia berlibur ke Malaysia bahkan bisa sebulan sekali atau mungkin bisa dalam sebulan berkali-kali. Well, ketika mendengar nama Kuala Lumpur, kebanyakan wisatawan langsung teringat pada Petronas Twin Towers atau kawasan Bukit Bintang.

Apakah kawan melalak cantik juga seperti itu? Padahal, ada satu kawasan di Kuala Lumpur yang menyimpan banyak cerita sejarah, kuliner legendaris, spot foto estetik, hingga tempat nongkrong kekinian yang cocok untuk traveler dengan budget terbatas lho. Apa nama kawasannnya itu? Namanya adalah Chinatown Kuala Lumpur, mungkin pernah dengar yha.




Well, biasanya pun para pelancong yang bepergian ke Chinatown lebih sering hanya melewati Petaling Street. Tentu saja bisa melihat aneka produk bermerk tapi fake dengan harga lebih terjangkau dan harus pula disertai dengan ilmu tawar menawar.

Dimana Sih Chinatown?


Terletak di jantung kota atau pusat Kuala Lumpur, kawasan ini menjadi perpaduan menarik antara budaya Tionghoa, Melayu, dan modernitas Malaysia yang berkembang pesat. Kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara budaya Tionghoa, bangunan bersejarah, kuliner legendaris, hingga berbagai spot foto yang menarik untuk mengisi feed Instagram. Tidak heran jika Petaling Street Kuala Lumpur selalu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ngapain di Chinatown?

Jika berbicara tentang apa yang bisa dilakukan di Chinatown tentu saja beragam sih, namun kebanyakan mulai dari penelusuran di Petaling Street. Well, ini beberapa aktifitas lainnya yang bisa kawan-kawan melalak cantik lakukan kalo lagi traveling di Chinatown:

1. Menyusuri Petaling Street yang Ikonik


Kenapa tetap Saya masukkan ke poin nomor 1 karena memang rasanya ridak lengkap membahas wisata Kuala Lumpur murah tanpa menyebut Petaling Street. Kawasan ini merupakan jantung dari Chinatown dan menjadi tempat pertama yang biasanya dikunjungi wisatawan.

Gerbang merah besar yang berdiri megah menjadi penanda bahwa kamu telah memasuki kawasan Chinatown. Di sepanjang jalan, terdapat berbagai kios yang menjual pakaian, souvenir, tas, aksesori, hingga oleh-oleh khas Malaysia dengan harga yang cukup terjangkau.

Salah satu keseruan berbelanja di sini adalah kesempatan untuk menawar harga. Bagi wisatawan Indonesia, pengalaman ini tentu tidak jauh berbeda dengan berburu barang di pasar tradisional. Tampak barang-barang branded terlihat mewah padahal itu adalah fake alias kw ala ala lah.



2. Mengunjungi Central Market


Hanya beberapa menit berjalan kaki dari Chinatown, terdapat Central Market yang menjadi salah satu pusat seni dan budaya Malaysia. Biasanya memang disebut pasar seni untuk central market ini karena banyak dijual produk-produk unik bernilai seni tinggi.

Di dalam bangunan bersejarah ini, pengunjung dapat menemukan berbagai produk lokal seperti Batik Malaysia, kerajinan tangan, lukisan karya seniman lokal, produk UMKM dan souvenir khas Malaysia. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh unik dan berbeda.

Selain itu, terdapat pula food court di lantai paling atas, pengunjung yang sudah lelah berkeliling beli oleh-oleh, bisa jajan tentunya beli makanan dan minuman menyegarkan baik yang khas lokal maupun dari daerah lainnya.

3. Berjalan Kaki ke Masjid Jamek


Tidak jauh dari Chinatown terdapat Masjid Jamek yang merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Sejak pertama kali main ke Kuala Lumpur, Saya sudah memasukkan Masjid Jamek ini ke dalam itinerary.

Lokasinya yang berada di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak menjadikannya bagian penting dalam sejarah perkembangan kota Kuala Lumpur. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, arsitekturnya juga sangat indah untuk dijadikan objek fotografi.

Ada banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke masjid ini bahkan sekedar untuk ambil gambar di halaman depan masjid. Ketika melihat bagian depan seperti ada payung-payung di masjid Madinah, tampak instagramable untuk berfoto.

4. Berfoto di Kwai Chai Hong yang Instagramable


Salah satu hidden gem yang semakin populer di Chinatown adalah Kwai Chai Hong. Sejak melihat postingan para travel kreator di media sosial, Saya pun berniat mencari tahu kawasan ini namun belum juga berkesempatan hingga liburan pada Agustus 2024 lalu.




Apa sih Kwai Chai Hong ini? Well, ini merupakan lorong kecil yang dipenuhi mural interaktif menggambarkan kehidupan masyarakat Tionghoa di Kuala Lumpur pada masa lalu. Setiap sudutnya memiliki cerita unik yang menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video.

Bagi konten kreator dan travel blogger, tempat ini bisa menjadi lokasi sempurna untuk membuat konten Instagram Reels atau TikTok. Itulah mengapa semakin ramai saja yang masuk ke Kwai Chai Hong, uda gratis dan cantik semakin ramai pastinya yang datang.

5. Berburu Kuliner Khas Malaysia yang Menggugah Selera


Bagi pecinta kuliner, Chinatown Kuala Lumpur adalah surga yang wajib dijelajahi. Banyak makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun dan menjadi favorit wisatawan. Beberapa menu yang patut dicoba antara lain: Wantan Mee, Hokkien Mee, Chicken Rice, Roast Duck, Char Kway Teow, Cendol Durian dan Teh Tarik. Harga makanan di kawasan ini juga relatif ramah di kantong sehingga cocok bagi traveler yang ingin menikmati liburan hemat di Kuala Lumpur. 

6. Mencari Cafe Hidden Gem yang Estetik


Dalam beberapa tahun terakhir, Chinatown berkembang menjadi salah satu kawasan favorit pecinta kopi. Banyak bangunan tua yang disulap menjadi kafe modern dengan konsep industrial, vintage, hingga minimalis. Tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menikmati secangkir kopi sambil mengagumi arsitektur heritage yang unik. Bagi solo traveler, suasana santai di kawasan ini sangat cocok untuk beristirahat setelah seharian berjalan kaki menjelajahi Kuala Lumpur.

7. Menikmati Suasana Malam yang Berbeda


Jika memungkinkan, jangan terburu-buru meninggalkan Chinatown saat sore hari. Ketika malam tiba, kawasan ini berubah menjadi lebih hidup. Lampion merah mulai menyala, pedagang kaki lima semakin ramai, dan aroma makanan memenuhi udara. Suasana malam di Chinatown memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan siang hari. Inilah waktu terbaik untuk menikmati kuliner jalanan sambil mengamati aktivitas masyarakat lokal.

Chinatown Kuala Lumpur membuktikan bahwa destinasi terbaik tidak selalu harus mahal atau mewah. Di balik keramaian Petaling Street, tersimpan berbagai cerita sejarah, budaya, dan pengalaman lokal yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.

Jika suatu hari kamu kembali mengunjungi Malaysia, sempatkanlah menghabiskan setidaknya setengah hari di kawasan ini. Siapa tahu, justru dari lorong-lorong kecil Chinatown itulah kamu menemukan sisi Kuala Lumpur yang paling menarik dan membuatmu ingin kembali lagi.

Banyak orang datang ke Medan hanya untuk transit sebelum ke Danau Toba. Padahal setelah tinggal dan menjelajahi kota ini berkali-kali, Saya menemukan bahwa Medan punya banyak kejutan yang membuat selalu ingin kembali meskipun terkenal sebagai gotham city atau apalah sebutan beragam dari orang-orang.



Nikmati Pesona Kota Medan


Ketika berkunjung ke Medan tentu hal-hal menarik itu akan menghampiri mulai dari sarapan lontong Medan, berburu bangunan bersejarah, sampai menikmati kopi di kafe estetik yang nyaman untuk menghabiskan sore baik sendirian maupun bersama yang tersayang.

Saya beberapa kali menanyakan kawan-kawan dari luar kota tentang kota Medan, apa sih yang terlintas kalau mendengar kata Medan, banyak orang langsung teringat Danau Toba. Padahal sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Sumatera Utara, ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di Medan. 
Kota ini menawarkan perpaduan unik antara budaya Melayu, Batak, Tionghoa, hingga India yang tercermin dari makanan, bangunan, dan kehidupan sehari-harinya. Beragam bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi secara gratis maupun berbayar apalagi sekarang sudah ada bus dalam kota yang menarik dicoba agar bisa lihat suasana kota.




Ngapain di Medan?


1. Menjelajahi Kawasan Kota Tua Kesawan

Jika kawan melalak cantik menjelajahi kawasan kota tua Kesawan maka akan melihat suasana heritage yang unik, bangunan tua peninggalan kolonial. Ada London Sumatera yang banyak dijadikan spot untuk berfoto, jalan sedikit lagi ke dalamnya bisa melihat Warenhuis atau berjalan lagi sepanjang Kesawan akan melihat bangunan Tjong A Fie sambil kulineran di Tip Top Restaurant yang tak kalah bersejarahnya.




Kawasan ini tentu cocok untuk street photography, para fotografer maupun pelancong biasa yang mau koleksi foto dengan background unik memang pas ke kawasan ini. Ada banyak kafe estetik di sekitar kawasan apalagi ramainya angkringan yang seolah-olah seperti di Bandung atau Jogja.

Saya suka datang pagi atau menjelang sore ketika cuaca tidak terlalu panas dan suasana jalan lebih nyaman untuk berjalan kaki tapi kalau bawa kendaraan tentu saja akan dikenakan parkir dan biasanya sudah ramai tukang parkir di sekitarnya siap mengutip retribusi.

2. Berfoto di Istana Maimun

Istana Maimun merupakan ikon wisata Medan dengan arsitektur Melayu yang megah. Turis lokal maupun manca negara tidak melewatkan untuk lakukan kunjungan kesana. Memang tidak banyak hal yang bisa dilakukan selain cari tahu sejarah atau foto-foto, tapi untuk yang mau tampil seperti putri melayu bisa menyewa pakaian adat untuk foto.

Kalian yang berlibur bersama keluarga tentu cocok untuk mengunjungi Istana Maimun karena halaman luas untuk bisa anak-anak bermain atau jika anak sudah remaja bisa pelajari tentang sejarah Kesultanan Deli.

3. Mengunjungi Masjid Raya Al-Mashun

Masjid Raya Al-Mashun memiliki arsitektur Timur Tengah, India, dan Eropa. Lokasinya dekat Istana Maimun dan merupakan salah satu bangunan paling fotogenik di Medan. So, kalau kamu sedang mengunjungi Istana Maimun maka jangan lewatkan untuk ke Masjid Raya Medan ini juga.

4. Wisata Kuliner Sepanjang Hari 

Siapa sih yang mau melewatkan aneka kuliner lezat sepanjang hari selama di Medan. Ada banyak makanan yang harus dicobain sih dan tentu saja bisa dijadikan oleh-oleh. Makanya sih sebelum ke Danau Toba harus keliling Medan dulu deh meskipun cuma sehari atau dua hari.

Beberapa rekomendasi kulinernya seperti soto medan, lontong Medan, bika ambon, icip durian medan, mie aceh, martabak piring dan masih banyak lagi tentunya. Tidak sedikit yang ditanya kalau ada satu alasan selalu senang kembali ke Medan, jawabannya adalah makanan.

5. Nongkrong di Coffee Shop Kekinian 

Medan terkenal dengan budaya ngopi bahkan semakin menjamur coffee shop baik premium atau sekedar ala ala angkringan pinggir jalan lho. Beberapa yang menarik bisa coba ke Seven Sumatera Beans, BAQA Cafe, Kokoro, Thirty Six Coffee, Lbry Cafe by Muse atau Kedai Ama by Hidden. Well, ada banyak coffee shop di Medan yang tidak kalah estetik dibanding Kuala Lumpur atau Penang. kok

6. Menikmati Senja di Taman Kota 

Ngomongin taman di Medan pun enggak kalah banyak kok, mau aktivitas santai sore hari bisa banget lah.
Kamu yang bawa keluarga bisa pula singgahi taman-taman tersebut, bahkan sekedar untuk olahraga ringan atau piknik sederhana tanpa biaya mahal.

7. Berburu Oleh-Oleh Khas Medan 

Wih, ini sih paling seru berburu oleh-oleh khas Medan, jangan sampai deh melewatkan belanja oleh-oleh saat meninggalkan Medan. Rekomendasi yang bisa dibeli tentu saja seperti bika ambon dari berbagai brand atau toko, bolu gulung, kopi sidikalang maupun teri medan. Jangan belanja mendadak sebelum ke bandara karena biasanya pilihan lebih terbatas disana, gaes.

Medan mungkin belum sepopuler Bangkok, Penang, atau Singapura di mata sebagian wisatawan. Namun setelah beberapa kali berkunjung, Saya menyadari bahwa kota ini memiliki pesonanya sendiri. Dari kuliner yang menggoda hingga bangunan bersejarah yang penuh cerita, selalu ada alasan untuk kembali ke Medan. Ada yang punya cerita saat di Medan? Yuk, komen di kolom komentarnya, gaes.
Setelah pernah menikmati pagi hari maupun senja di beberapa taman yang ada di luar negeri, akhirnya memahami bahwa keberadaan taman memang sepenting dan semenarik itu. Sekedar untuk menghabiskan akhir pekan bersama orang-orang tersayang tentu dengan adanya taman menjadi tempat menyenangkan dengan biaya terjangkau.




Taman Santai Budget Hemat


Enggak semua akhir pekan harus dihabiskan di mal atau kafe kok, mau ganti suasana tentu saja duduk santai di bawah rindangnya pepohonan sambil menikmati angin sore justru menjadi momen yang paling berkesan. Apalagi jika ditemani pasangan, keluarga, atau sahabat terdekat yang diselingi dengan canda tawa.

Sebagai orang yang suka menjelajahi berbagai kota di Asia Tenggara, Saya selalu percaya bahwa setiap kota memiliki ruang hijau yang bisa menjadi tempat "bernapas" dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Kota Medan pun memiliki beberapa taman yang menarik untuk dikunjungi saat akhir pekan. 

Terkadang memang perspektif orang-orang mengenai Medan memang masih sebagai kota yang kurang bersih dan asri. Tetapi bukan berarti tidak ada taman yang bisa didatangi, duduk santai saat akhir pekan di taman tentu selain ramah di kantong, taman-taman ini juga menawarkan suasana yang cocok untuk berbincang santai, olahraga ringan, hingga berburu foto estetik.

Rekomendasi Taman Cantik Piknik Santai


Kalau kawan melalak cantik sedang mencari tempat untuk quality time tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, berikut beberapa rekomendasi taman di Medan yang layak masuk daftar kunjungan baik sebagai warga lokal maupun pelancong yang berlibur ke Medan:

1. Taman Cadika


Taman ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Medan. Area yang luas dengan pepohonan rindang membuat suasananya terasa lebih sejuk dibandingkan area perkotaan lainnya. Banyak pula yang bisa dilakukan seperti jalan santai pagi atau sore, piknik sederhana bersama keluarga, jogging atau sekedar berfoto di area danau dan pepohonan.

Saya pun mengingat pernah berkemah di Taman Cadika saat mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dalam kegiatan dari Palang Merah Remaja (PMR) semasa SMP. Akhir-akhir ini pun, suami ada kegiatan yang mirip disana, memang sih taman ini masih cocok untuk nge-camp karena cukup asri.

So,sebenarnya siapa sih yang cocok untuk nikmati Taman Cadika ini? Siapa saja sih boleh nikmati suasaana disana baik pasangan yang ingin menikmati suasana tenang tanpa keramaian berlebihan maupun keluarga yang sekedar ingin coba piknik ala ala dengan view danau buatan sederhana.

2. Taman Ahmad Yani


Berlokasi di pusat kota, taman ini mudah dijangkau dari berbagai sudut Medan bahkan jika tidak punya kendaraan pribadi pun, masih mudah bisa naik ojek online dengan biaya masih murah. Suasananya cukup nyaman untuk duduk santai sambil menikmati lalu-lalang kota dan terdapat banyak penjual makanan pula di depannya.

Daya tarik yang menjadikan banyak pengunjung yang main ke Taman Ahmad Yani adalah banyak pohon besar yang teduh, mau duduk saat siang atau sore hari pun masih bisa donk. Tentu saja daya tarik lainnya karena lokasi strategis, cocok untuk membaca buku atau menikmati kopi takeaway sendirian maupun bersama kawan-kawan komunitas.




3. Taman Sri Deli


Jika ingin menikmati suasana yang memiliki nilai sejarah, Taman Sri Deli bisa menjadi pilihan menarik. Letaknya tidak jauh dari kawasan peninggalan Kesultanan Deli namun untuk aktivitas yang bisa dilakukan tentu saja tidak terlalu banyak.

Hal yang bisa dilakukan seperti berjalan santai, sesi pengambilan foto di sekitarnya,menikmati arsitektur sekitar kawasan bersejarah seperti Masjid Raya Medan maupun Istana Maimun. Oh ya, satu lagi, bisa pula makan rujak kolam yang cukup terkenal dan bisa ditemukan tidak jauh dari sekitar Taman Sri Deli.

4. Taman Gajah Mada


Banyak warga sekitar memanfaatkan taman ini untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Kelebihannya adalah rea hijau yang cukup luas, ramah untuk anak-anak serta cocok untuk aktivitas ringan di pagi hari

Banyak pula yang melakukan olahraga badminton atau panjat tebing karena ada wall besar yang biasa digunakan untuk olahraga tersebut. Baik anak-anak maupun orang dewasa tetap bisa asik nikmati susasan di Taman Gaja Mada itu.

5. Taman Beringin


Taman ini terkenal dengan pohon beringin besar yang menjadi ikon kawasan tersebut. Aktivitas menarik seperti menikmati jajanan sekitar taman dengan harga terjangkau bahkan bisa dikatakan murah meriah. Mau duduk santai saat sore hari juga bisa sambil mengamati aktivitas warga Medan. Oh ya, ada mushola juga disini sehingga jika menghabiskan waktu lama dan mau shalat tetap bisa donk.

6. Lapangan Merdeka Medan


Meskipun lebih dikenal sebagai ruang publik daripada taman, area ini tetap menjadi salah satu tempat favorit warga Medan untuk menikmati waktu santai. Apa sih yang menarik? Ada banyak kegiatan komunitas yang biasanya diadakan di lapangan merdeka.




Spot kuliner di sekitar lokasi pun banyak termasuk cafe-cafe estetik, tentu saja akan merasakan nuansa kota yang hidup karena sangat ramai dilalui oleh warga Medan. Lapangan ini cocok untuk pasangan yang ingin berjalan kaki sambil menikmati suasana kota, begitu pula untuk keluarga yang mau membawa anak jalan-jalan dengan suasana kota tapi budget murah.



7. The Le Hu Garden


Jika tidak keberatan sedikit keluar dari pusat kota, tempat ini menawarkan suasana taman yang lebih modern dengan danau dan area foto yang menarik. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti piknik, bersepeda, berfoto maupun menikmati sunset. Mirip taman rekreasi yang sering ditemukan di Malaysia atau Thailand. Saya pun pernah review khusus untuk artikel mengenai The Le Hu Garden, bisa baca di blog melalak cantik ini.

Well, itulah beberapa taman cantik untuk wisata murah di Medan. Setelah beberapa kali traveling ke Penang, Singapura, dan Bangkok, Saya menyadari satu hal sederhana. Terkadang kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan jauh atau tiket pesawat murah. Duduk santai di taman bersama orang tersayang sambil berbagi cerita tentang mimpi dan rencana masa depan juga bisa menjadi perjalanan yang berkesan.

Medan mungkin belum terkenal sebagai kota taman seperti Singapura, tetapi kota ini tetap memiliki banyak ruang hijau yang nyaman untuk dinikmati saat akhir pekan. Jadi, jika minggu ini kamu tidak punya rencana bepergian jauh, mengapa tidak mencoba mengunjungi salah satu taman di atas?

Kalau kamu warga Medan, taman mana yang paling sering kamu kunjungi? Atau mungkin ada taman favorit yang belum masuk daftar ini? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar yuk, gaes.
Ngobrolin tentang kopi memang enggak ada habisnya, sebagai penikmat yang bukan terlalu ahli dengan teori detail perkopian tentu menantikan beragam event berbau kopi. Bukan sekedar untuk bisa mengenal kopi lebih dalam dan icip-icip rasanya tapi lebih menyemangati dari euforia para kopi antusias.




Event Festival Kopi Terbesar


Pernah tahu tentang event festival kopi terbesar di Indonesia? Saya sudah menghadiri dan mengambil bagian kemeriahan acara tersebut sejak 3 tahun terakhir ini. Perhelatan festival kopi tahunan terbesar di tanah air, Kopi Fest Indonesia (KFI) 2026, resmi membuka rangkaian turnya tahun ini dengan memilih Kota Medan sebagai pemberhentian pertama lho.

Jadi memang sudah bertahun-tahun ada kegiatan festival kopi seperti ini yang khususnya memang diselenggarakan oleh Otten Coffee. Kawan-kawan melalak cantik yang sudah sering mendengar eventnya atau membaca rangkaian trend di Threads pasti tahu nih kalo event kopi berlangsung di Sun Plaza Medan mulai tanggal 27 hingga 31 Mei 2026.




Begitu viralnya dengan beragam tenant kopi yang hadir di festival ini tentu sukses menyedot perhatian ribuan pencinta kopi lewat perpaduan F&B (Food and Beverage) bazaar lintas skala, ruang edukasi interaktif, hingga kompetisi penyeduhan tingkat dunia. Setelah Medan, pergelaran bergengsi ini dijadwalkan akan melanjutkan kemeriahannya ke Bandung dan Jakarta.

Mengenal Kopi Fest Indonesia

Kopi Fest Indonesia merupakan festival kopi tahunan yang berkomitmen penuh untuk merayakan, mengedukasi, dan menumbuhkan ekosistem industri kopi di Indonesia. Memadukan unsur hiburan modern dengan edukasi yang inklusif, festival ini mempertemukan para petani, pemilik bisnis, barista, pengopi pemula, hingga pencinta kopi kasual dalam satu ruang kolaboratif.

Apa Saja yang Ramai?


Sejak hari pertama dibuka, area F&B bazaar yang diisi oleh lebih dari 60 tenant lokal dan nasional langsung dipadati oleh pengunjung. Fenomena menarik terlihat dari antrean yang mengular panjang di beberapa gerai kopi populer, seperti pelopor kopi susu lokal Toko Kopi Tuku serta salah satu roastery kebanggaan masyarakat lokal, Alligator Roastery. Kehadiran jenama-jenama ini membuktikan tingginya animo masyarakat Medan terhadap budaya nongkrong dan apresiasi terhadap komoditas kopi berkualitas.

Well, Saya sendiri pun menantikan kehadiran Food and Beverage bazaar dalam setiap rangkaian event begini. Sejak muncul aneka reels di akun instagram Kopi Fest Indonesia, sudah membayangkan mau jajan apa saja termasuk Ice Berg Cheese dari MixnMax Cafe.



Daya Tarik Event Festival Kopi


Salah satu daya tarik utama yang membedakan KFI tahun ini adalah kehadiran AeroPress Village. Zona khusus ini merangkul total 9 local roastery terpilih untuk menyuguhkan pengalaman minum kopi yang lebih personal. Sepanjang festival, para pengunjung tidak hanya sekadar menikmati seduhan kopi menggunakan alat AeroPress, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para roaster di balik layar sekaligus berburu biji kopi pilihan segar untuk kebutuhan seduh di rumah.

Bagi para pemula yang baru ingin menyelami dunia kopi, KFI 2026 menghadirkan aktivitas inklusif berupa gerakan "Seduh Kopi Rp1". Melalui program edukasi ini, masyarakat awam ditantang untuk beralih peran dari sekadar penikmat menjadi peracik kopi. Pengunjung dapat mencoba langsung menyeduh kopi menggunakan peralatan kelas dunia, mulai dari alat seduh manual Bialetti dan Fellow, hingga teknologi mutakhir dari mesin espresso otomatis DeLonghi dan perangkat pintar Mesin Espresso dari Fellow.

Kemeriahan KFI 2026 Medan akan mencapai puncaknya melalui gelaran Indonesia AeroPress Championship (IAC) 2026 Regional Medan yang dijadwalkan bergulir pada 29–31 Mei. Puluhan jagoan seduh dari berbagai daerah akan saling adu ketangkasan demi memperebutkan tiket menuju babak Final Nasional di Jakarta. Pemenang utama dari tingkat nasional nantinya akan resmi mewakili Indonesia untuk bertanding di panggung puncak World AeroPress Championship (WAC) 2026 yang akan diselenggarakan di Meksiko.

Cari Diskonan Saat Event

Sebagai inisiator, Otten Coffee juga memanjakan para pengunjung sepanjang festival dengan menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang hanya tersedia di lokasi acara. Penawaran tersebut meliputi potongan harga hingga 20% untuk jajaran biji kopi nusantara maupun internasional, diskon 10% untuk menu kopi siap minum (ready-to-drink), serta penawaran harga khusus untuk lini mesin espresso rumahan hingga komersial.




So, siapa saja yang sudah pernah ke Kopi Fest Indonesia nih? Ssstt, jangan sampai ketinggalan deh biar tetap tau rasanya ngopi berkelas dan menjadi bagian kekinian.
Kalau biasanya wisatawan Indonesia datang ke Kuala Lumpur untuk melihat menara kembar, belanja di Bukit Bintang, atau berburu foto di sekitar Petronas, sekarang ada satu kawasan yang mulai viral di media sosial dan menarik perhatian para traveler yaitu Chow Kit.



Hidden Gem Viral: Chow Kit


Jika melihat para konten kreator traveling di media sosial khususnya TikTok dan Instagram maka akan menemukan begitu banyak wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut. Masyarakat Indonesia yang sedang berlibur ke Malaysia tidak melewatkan berfoto di kawasan Chow Kit.

Awalnya Saya juga tidak terlalu mengenal kawasan ini, hanya saja dulu pada tahun 2017 an kawan suka cerita kalo ia sering belanja di Pasar Chow Kit bahkan suka ambil penginapan di lokasi tersebut. Nah, setelah beberapa kali melihat video TikTok tentang hidden gem Kuala Lumpur dengan suasana klasik dengan banyaknya cafe estetik barulah tau kalo ini bagian Chow Kit.

Ternyata di sekitar sini itu ada pasar lokal yang penuh warna, akhirnya memutuskan untuk datang sendiri ke Chow Kit biar lebih tahu sih. Dan ternyata, kawasan ini punya vibe yang berbeda dibanding tempat wisata mainstream lainnya di Malaysia.

Chow Kit terasa seperti sisi lain Kuala Lumpur yang lebih hidup, lebih lokal, dan lebih autentik. Sekitar tahun 2023 akhir mengambil liburan 2 minggu di Malaysia dan tidak menyangka akhirnya bisa dapat apartemen di sekitar Chow Kit.

Berawal dari kenalan dengan dua orang teman warga Turki yang sedang berlibur juga, mereka menginap di apartemen sekitar Chow Kit. Kemudian, salah seorang merekomendasikan untuk pindah di apartemen sekitar situ saja karena ada yang sharing dan juga harga lebih terjangkau.

Finally, setiap berlibur ke Kuala Lumpur akan tetap ambil penginapan di Chow Kit terutama jika sedang solo traveling. Nah, terakhir tahun 2024 pun menginap di apartemen yang sama sehingga memudahkan mau jalan atau sekedar cari coffee shop di sekitarnya.




Kawasan Menjadi Viral Kembali


Chow Kit merupakan salah satu kawasan legendaris di Kuala Lumpur yang sudah terkenal sejak lama sebagai area perdagangan dan pasar tradisional terbesar di kota ini. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau menggunakan monorail Kuala Lumpur. Begitu turun di stasiun Chow Kit, suasana kota langsung terasa berbeda.

Di sini, gedung modern berdampingan dengan bangunan lama. Cafe modern berdiri tidak jauh dari pasar tradisional yang ramai sejak pagi. Jalanannya terasa sibuk, tetapi justru di situlah daya tariknya. Banyak wisatawan Indonesia mulai datang ke Chow Kit karena kawasan ini sering muncul di konten travel TikTok dan Instagram. Suasana urban klasiknya cocok untuk foto aesthetic, video cinematic, maupun sekadar menikmati sisi lokal Kuala Lumpur yang jarang diperlihatkan di brosur wisata.

Salah satu aktivitas paling menarik di Chow Kit tentu saja mengunjungi Pasar Chow Kit. Pasar ini terkenal sangat besar dan menjual hampir semua kebutuhan masyarakat lokal. Buat pecinta street photography atau travel photography, tempat ini benar-benar menarik. Banyak sudut yang terasa sangat “Malaysia”.

Bahkan hanya berjalan kaki sambil memperhatikan aktivitas warga lokal saja sudah menjadi pengalaman tersendiri. Kadang saat traveling, justru tempat seperti ini yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan dibanding destinasi wisata mewah.

Cafe Estetik dan Hidden Gem Buat Nongki


Selain pasar tradisional, Chow Kit sekarang juga dikenal dengan banyak cafe estetik dan hotel boutique yang artsy. Kawasan ini mulai berkembang menjadi tempat nongkrong favorit anak muda dan konten kreator. Inilah yang menjadi kawasan utama penuh pengunjung yang sedang hunting konten agar mendapat foto maupun video estetik.




Saya sempat mampir ke beberapa coffee shop kecil dengan interior minimalis vintage yang nyaman banget untuk istirahat setelah jalan kaki keliling area Chow Kit. Banyak cafe di sini punya konsep modern tetapi tetap mempertahankan nuansa klasik Kuala Lumpur. Artikel tentang cafe shop yang lucu dan estetik pun sudah ada direview di blog melalak cantik ini.

Buat yang suka bikin konten Instagram atau reels, kawasan ini cocok banget. Hampir setiap sudut cafe punya pencahayaan dan dekorasi yang aesthetic. Paling Saya suka adalah kontras suasananya dimana di satu sisi ada pasar tradisional yang ramai dan penuh aktivitas, tetapi beberapa langkah kemudian langsung bertemu cafe modern dengan suasana tenang dan lagu jazz pelan. Perpaduan ini membuat Chow Kit terasa unik dan berbeda.

Surga Konten Cinematic Buat Kreator


Menjelang sore hingga malam, suasana Chow Kit berubah semakin menarik. Lampu toko mulai menyala, jalanan menjadi lebih ramai, dan vibe urban klasik Kuala Lumpur semakin terasa. Banyak kreator datang ke sini untuk membuat video cinematic karena area ini punya nuansa yang mirip kota-kota lama di Asia. Bangunan tua, papan toko klasik, lampu jalan, dan suasana malamnya terasa sangat fotogenik.




Bahkan menurutku, Chow Kit adalah salah satu hidden gem Kuala Lumpur yang paling cocok untuk traveler yang bosan dengan tempat wisata mainstream. Dulu pertama kali kesini memang belum viral sehingga terasa masih sepi dan takut berjalan sendirian.

Chow Kit membuat sadar kalau Kuala Lumpur bukan cuma tentang gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern. Ada sisi lain kota ini yang lebih hangat, lebih nyata, dan penuh cerita. Kawasan ini cocok untuk traveler yang suka eksplor tempat lokal, berburu suasana autentik, mencoba kuliner sederhana, dan mencari spot konten yang aesthetic.

Kalau suatu hari kawan melalak cantik kembali ke Kuala Lumpur, mungkin sesekali cobalah keluar dari itinerary mainstream dan berjalan kaki di Chow Kit. Siapa tahu, justru di tempat seperti inilah kamu menemukan pengalaman traveling yang paling berkesan.

Anyway, siapa nih yang sudah sering melipir ke Kawasan Chow Kit? Apa sih kesan yang kalian dapatkan? Sekedar ramai dan viral atau sudah temukan tempat nyaman yang damai?

























 Pernah membayangkan sudah di depan counter imigrasi baru sadar passport enggak ada? Ini menjadi hal yang menyeramkan saat traveling terutama kondisi passport yang tertinggal di dalam pesawat dan sudah terbang kembali ke destinasi lainnya.



Panik Ketinggalan Pesawat

Begitulah yang dialami oleh Saya dan teman ketika kami melakukan trip ke Singapura beberapa waktu lalu. Awalnya semua baik-baik saja, perjalanan sejak keberangkatan begitu menyenangkan tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan selama trip.



Memulai trip dari Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) terasa seperti biasa saja, hanya membayangkan trip ini akan seru diisi oleh cerita lucu dan pengalaman asik bersama teman-teman. Ini pertama kali untuk kami ngetrip bareng ke luar negeri, sebelumnya hanya road trip dalam kota saja.

Awal Mula Bencana Ketinggalan Passport

Passport yang tertinggal awalnya tidak disadari oleh teman, Saya sendiri pun tidak terlalu memperhatikan ketika teman ngetrip meletakkan passportnya setelah dari imigrasi Medan. Seperti biasa, Saya selalu menyimpan langsung passport jika sudah selesai urusan imigrasi, tentu saja harus dimasukkan ke dalam tas agar tidak tercecer.

Trip ini akan dijalani oleh Saya dan dua orang teman namun salah seorang berangkat dari Jakarta, maka perjalanan ini terpisah saat keberangkatan begitu pula saat pulang nantinya. Ketika itu, Saya pergi bersama kawan cowok yang sudah terbiasa ngetrip pula bahkan sampai Eropa.

Saya pun tidak kepikiran hal ini akan terjadi, mengingat kawan ngetrip bukan orang yang pertama kali ke luar negeri. Sudah dipastikan perjalanan akan seru karena tidak perlu khawatir akan kerempongan bepergian dengan orang yang baru pertama kali tahu liburan di negara lain.

Kami pun tetap jalani perjalanan dari bandara senormalnya penumpang pesawat, namun berubah semuanya saat tiba di bandara Singapura. Bahkan saat di pesawat pun tetap seru, Saya tetap berfoto dan mengajak teman tetap buat konten.

Hingga akhirnya kepanikan muncul begitu sudah mendekati counter imigrasi, Singapura sudah menerapkan self check in untuk para pendatang. Kawan Saya seketika histeris mencari passportnya, Saya pun kaget karena kami sudah di depan counter check in imigrasi. Posisi pun sudah turun eskalator yang tidak bisa naik begitu saja langsung dari tempat tersebut.

Petugas melihat kepanikan dari kejauhan dan mulai mendekati, Kami pun menginformasikan tentang passport yang tertinggal di bangku pesawat. Ternyata teman meletakkannya di kantong depan kursi (seat pocket) yang biasa tempat penyimpanan majalah.

Tanya Petugas Bandara


Bukan hal yang mudah untuk langsung naik ke bagian atas terutama ke dalam pesawat mengingat sudah terlalu jauh dan jalurnya juga tidak sama. Saat itu hanya Saya dan teman tersebut, sedangkan teman satu lagi sudah menunggu di ruang ketibaan.

Saya pun terus menghubungi teman yang sudah menunggu sementara waktu sudah mendekati 12 malam. Memang malam itu kami berniat bermalam di bandara saja karena sudah tahu waktu tiba akan malam dan sayang jika harus menuju hotel.

Saya dan teman yang ketinggalan passport pun langsung dibawa ke counter yang mana ada petugas imigrasi yang bertugas malam itu. Kami pun bertanya cara menemukan passport tersebut dan tentu saja menggunakan bahasa Inggris. Semakin gunakan bahasa melayu tentu semakin bingung dengan khas warga Singapura.

Kawan pun sudah semakin panik apalagi petugas sudah mengatakan harus kembali ke Indonesia dan beli tiket yang harus dibayar sendiri. Ditambah lagi ia masih ada trip yang cukup lama di Malaysia nantinya dan sudah beli tiket pulang dari sana. Selain itu, tentu repot harus urus passport yang hilang di negara orang, ah lengkap rasanya trip ini.

Petugas bandara pun menanyakan segala informasi detail termasuk nomor penerbangan, nama maskapai dan lain sebagainya. Tentu saja petugas begitu kooperatif dan terus membantu, bahkan coba menelepon petugas lapangan di dalam pesawat.

Kembali ke Pesawat

Setelah drama yang cukup lama, akhirnya kawan diberitahukan untuk segera menuju ke atas. Ia pun segera bergegas mencari jalur naik sedangkan Saya harus menunggu di ruangan khusus yang biasanya banyak tertahan di dalamnya.

Saya menunggu dengan cemas sambil memanfaatkan WiFi bandara untuk menghubungi teman yang sudah menantikan kami di depan. Sambil terus meyakinkan diri bahwa perjalanan akan tetap berlanjut dan passport akan ditemukan.

Ketika sudah menunggu cukup lama, akhirnya kawan yang ketinggalan passport pun datang dengan membawa passportnya. Saya pun merasa lega meskipun belum selesai urusan imigrasi karena belum melewati jalur tersebut.

Finally, drama selesai dan bisa masuk imigrasi hingga akhirnya bisa lanjut trip ini. Menjadi pelajaran untuk selalu simpan passport di tempat aman dan mudah ditemukan.

















 Mau lihat Singapura lebih dekat dan hemat? Banyak cara untuk mengelilingi Singapura tapi yang tidak membuat dompet menangis, apa donk solusinya? Kebanyakan traveler yang ke Singapura langsung mengandalkan MRT, tapi coba sekali saja naik bus umum yang ternyata gampang banget lho. Transportasi yang santai buat nikmati suasana kota solusinya naik bus umum saja di Singapura.

cara naik bus di singapura untuk turis hemat

Mengingat perjalanan pertama kali ke Singapura sekitar tahun 2017 lalu, kalau mendengar transportasi umum di Singapura, kebanyakan orang pasti langsung teringat MRT. Memang benar, MRT di Singapura terkenal cepat dan nyaman. Tapi ternyata, ada pilihan transportasi lain yang tidak kalah praktis sekaligus lebih hemat untuk menikmati suasana kota, yaitu bus umum.

Saya sendiri saat pertama kali traveling ke Singapura mau naik bus terdengar membingungkan. Padahal setelah dicoba, transportasi ini justru jadi salah satu cara paling menyenangkan untuk keliling kota sambil menikmati pemandangan khas Singapura dari jendela.

Dulu masih mencoba naik MRT saja karena hanya membayangkan mau naik transportasi modern saja. Tapi, begitu liburan terakhir ke Singapura bersama teman-teman diajakin coba naik bus maka ini menjadi pengalaman pertama untuk gunakan bus.

Sebagai traveler yang suka jalan-jalan ke negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, Saya merasa bus di Singapura cocok banget untuk solo traveler maupun backpacker yang ingin perjalanan lebih santai dan hemat. Maybe next trip, Saya bakalan tetap coba naik bus aja deh keliling Singapura mengingat lebih mudah dan asik lihat sekeliling kota.


Kenapa Naik Bus di Singapura Lebih Menarik?


Salah satu alasan suka naik bus di Singapura adalah karena kita bisa menikmati suasana kota lebih dekat. Kalau naik MRT, kita lebih banyak berada di bawah tanah. Sedangkan bus membawa kita melewati jalan-jalan cantik, gedung modern, kawasan perumahan, sampai sudut kota yang jarang terlihat turis.

Selain itu, halte bus di Singapura juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan beberapa tempat wisata justru lebih dekat dijangkau menggunakan bus dibanding MRT. Bus di Singapura juga terkenal bersih, nyaman, ber-AC, dan tepat waktu. Jadi meskipun menggunakan transportasi umum, rasanya tetap nyaman untuk turis.

Ternyata enggak sia-sia deh nyobain bus di Singapura pertama kali, awalnya sempat ragu saat diajakin kawan ngetrip. Eh, malah kepikiran bakalan coba lagi di next trip biar nyobain rute lainnya biar makin seru dan nambah pengalamannya.

Cara Bayar Bus di Singapura

Hal paling penting sebelum naik bus di Singapura adalah menyiapkan kartu pembayaran transportasi. Biasanya turis menggunakan EZ-Link Card, Singapore Tourist Pass maupun kartu debit atau kredit contactless.

Saya pun mengingat dulu pertama kali ke Singapura beli EZ-Link yang kalo dirupiahkan bisa sampai 200 ribuan, ya ampun kenapa dulu boros banget ya saat liburan di Singapura. Memang pada saat itu belum punya CC (Credit Card) sih dan syukurnya saat naik bus pada liburan terakhir itu uda bisa pakai CC BCA, yeayy akhirnya punya CC.

Cara penggunaannya sangat mudah lho jadi saat naik bus, cukup tap kartu di mesin dekat pintu masuk depan. Lalu saat turun, jangan lupa tap lagi di mesin dekat pintu keluar. Banyak turis pemula lupa tap saat turun dan akhirnya saldo terpotong lebih mahal. Jadi pastikan jangan lupa bagian ini ya, gaes.

Cara Mengetahui Rute Bus

Awalnya sempat bingung membaca rute bus di Singapura. Tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah karena ada aplikasi. Saat itu cuma ngandalin teman sih, kami berempat dan salah satunya yang sibuk dengan urusan cek rute ini.

Oh ya, kawan melalak cantik yang mau cobain bisa banget lah buka aplikasi yang paling membantu seperti Google Maps, Citymapper maupun Moovit. Mudahnya cukup masukkan tujuan, lalu aplikasi akan menunjukkan nomor bus, halte keberangkatan, sampai estimasi waktu perjalanan. Menurut Saya sih memang Google Maps sudah cukup membantu untuk traveler pemula.

Tips Naik Bus di Singapura untuk Pertama Kali

Para traveler yang naik bus pertama kali di Singapura tetap harus perhatikan beberapa poin di bawah ini, tau sendiri kan kalo Singapura itu sangat tertib maka jagalah hal tersebut, misalnya seperti ini:

1. Antre dengan Tertib

Warga Singapura sangat tertib saat naik bus. Jadi pastikan ikut antre dan jangan menyerobot.

2. Masuk dari Pintu Depan

Penumpang masuk lewat pintu depan dan keluar dari pintu belakang atau tengah.

3. Tekan Tombol Stop

Kalau halte tujuan sudah dekat, tekan tombol stop yang tersedia di dalam bus agar sopir tahu kita ingin turun.

4. Hindari Jam Sibuk

Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari jam kerja pagi dan sore karena bus bisa sangat ramai.

Lebih Hemat untuk Traveler Budget


Buat traveler yang ingin hemat, bus di Singapura bisa jadi solusi terbaik. Tarifnya cukup terjangkau dan banyak rute wisata yang bisa dijangkau tanpa harus sering pindah transportasi. Saya berkeinginan next trip memilih naik bus dari kawasan Bugis menuju Orchard hanya untuk menikmati suasana kota sambil duduk santai di dekat jendela.

Rasanya pasti berbeda dibanding buru-buru naik MRT, mekipun saat itu Saya dan teman-teman naik bus sekitar China Town, Bugis dan melihat sekitaran Orchard juga tapi masih belum puas sih. Tau sendiri kan bahkan kadang perjalanan dengan bus justru terasa seperti city tour murah versi backpacker. Jadi gak harus booking naik bus hop on atau hop off tetap bisa happy keliling kota.




Pengalaman yang Lebih Seru


Menurut Saya, naik bus di Singapura bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan. Kita bisa melihat kehidupan lokal lebih dekat, memperhatikan aktivitas warga, sampai menemukan sudut kota yang tidak ada di itinerary wisata biasa.

Hal-hal sederhana seperti melihat deretan rumah, taman kota yang rapi, atau suasana sore di jalanan Singapura justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Bayangin deh, bisa berada dalam satu bus dengan warga lokal dan lihat apa yang dilakukan selama di dalamnya.

Oh ya, busnya kan double dekker tuh, pilihlah di bagian lantai atas biar puas lihat sekeliling ya. Kalian ada yang punya pengalaman naik bus di Singapura gak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.



 Mengingat perjalanan tidak selalu sama bahkan bisa transit cukup lama, kepikiran gak sih buat beli makanan selama di bandara? Pernah niat awal cuma mau coba beli air mineral doank di mini market eh tergoda juga beli makanannya yang ternyata itu mahal.

beli makanan di bandara yeay or nay


Traveler on Budget Beli Makanan di Bandara

Kalo cuma beli makanan atau minuman doank di mini market sih masih bisa diatasi kantong meskipun sudah termasuk kategori lebih mahal dari harga normal biasanya. Tapi, ketika nongkrong alias duduk di outletnya maka akan terasa sekali harganya tidak sewajarnya.

Sstt, tentu saja ini bukan menjadi masalah bagi traveler yang punya duit, berlibur dengan kondisi keuangan berlebih. Tapi akan kepikiran si pejalan hemat jika harus keluarkan duit buat makan hingga ratusan ribu sekali doank di bandara.

Saya pernah mengalami saat berlibur di Turki, niat awal mau ambil minum gratisan tapi apalah daya sedang masa pandemi maka tidak ada tersedia air yang free. Jadilah beli air kemasan ukuran kecil yang ternyata ketika dirupiahkan menjadi 30 ribuan padahal cuma 3000 ribuan di Indonesia.

Well, tidak hanya cerita itu saja, berhubung sedang lapar saat transit di Doha, Qatar maka beli makanan cepat saji berisi burger dan kentang goreng. Ketika memesan hanya bayangkan seperti biasa makan di Indonesia, lengkaplah pesan dengan minumannya hingga pas bayar sudah sampai 200 ribuan. Biasanya untuk paket lengkap gitu cuma 50 ribuan lebih dikit aja sih.

So, Beli Makan di Bandara Yeay or Nay?

Sebenarnya kembali ke kebutuhan sih atau sekedar ingin punya pengalaman bisa makan sambil ambil tempat duduk nyaman di dalam outlet. Ketika berlibur sendiri sudah pernah coba di berbagai negara dan niatnya memang cuma mau isi perut tapi bisa boncos juga.

Setelah itu, terakhir coba makan di bandara juga saat berlibur dengan suami karena penerbangan malam dan perut sudah keroncongan. Awalnya mau jajan santai ternyata melebihi budget bisa makan buat 5 orang di luar bandara. So, sebenarnya beli makan di bandara ini yeay or nay sih?

Beberapa kawan melalak cantik mungkin bertanya kenapa sih para pelancong mau beli makanan di bandara. Tetap saja ramai semua outlet dengan beragam pilihan menu meskipun makanan maupun minuman mahal. Well, tentu saja ada alasan-alasan berikut ini:

1. Takut Lapar di Pesawat


Memang ada maskapai yang juga menawarkan untuk beli makanan di pesawat tetapi tidak semua penumpang cocok dengan makanan yang tersedia. Nah, itulah kenapa lebih pilih beli makanan terlebih dahulu daripada nantinya lapar di pesawat terutama jika punya penerbangan yang cukup lama.

2. Delay Penerbangan

Biasanya jika sudah kena delay penerbangan maka traveler akan mencari makanan di bandara terutama apabila maskapai tidak mengganti rugi dengan beri makanan gratis. Mau gak mau beli makanan karena tentu saja sudah menunggu lama membuat lapar.

3. Makanan Pesawat Mahal atau Tidak Dapat Makan


Seperti yang sudah Saya tuliskan di atas bahwa beberapa penumpang takut lapar di pesawat tapi mau beli makanan terasa mahal dengan rasa yang bisa saja tidak cocok di lidah. Bisa juga karena tidak dapat makan makanya mikir lagi mau beli di pesawat. Tapi tetap bisa kok naik maskapai yang sedia makanan dan minuman juga dalam tiket pesawat namun tentu saja mahal.

4. Ingin Healing Sebelum Boarding


Ini memang tipikal owner melalak cantik sih, niatnya cuma inign healing sebelum boarding. Berkeinginan cuma pengen punya pengalaman duduk manis di outlet resto yang hits dan ramai di bandara. Mau coba lihat kegiatan orang lain ketika duduk di dalam resto maupun cafe bandara.

5. Airport Vibes Memang Menggoda


Kenapa bisa dibilang begitu? Karena memang nuansa maupun suasana bandara itu berbeda dari lainnya. Selalu ada hal menarik yang disukai sehingga bisa betah berlama-lama duduk di bandara sambil melihat sekitarnya. Seketika teringat saat pengen minum coklat Fore padahal terlalu sering beli di luar bandara tapi begitu tergoda dengan airport vibes makanya langsung duduk singgah disana.

Harga Makanan di Bandara Memang Bikin Kaget

Sebenarnya tidak akan kaget kalau ada duitnya sih, terlihat banyaknya traveler yang tampak biasa saja nikmati momen duduk di dalam outlet resto maupun cafe bandara. Bagi Saya yang masih mengandalkan tabungan ketika mau traveling maka harga air minum dalam kemasan di luar masuk akal akan terasa mahal.

Pernah juga beli kopi yang kenaikan harganya hampir dua kali lipat dari normal luar bandara. Bahkan nasi biasa pun bisa menjadi sultan saat masuk bandara, Saya pun teringat beli gorengan seperti curry puff yang untuk 1 pcs seharga 50 ribuan.

Tidak ada yang salah dengan harga makanan di bandara bikin kaget karena memang suasana itu yang premium, pajak pun pasti lebih mahal donk. Kita pun yang nikmati makanan maupun minuman di bandara pasti merasakan sensasi atau vibes yang beda maka jangan salahkan harganya.



Point of View Melalak Cantik 

Sebenarnya bisa yeay kalo meliputi poin-poin berikut ini:

1. Transit lama
2. Berangkat traveling pagi banget
3. Belum sempat makan
4. Penerbangan lebih 3 jam
5. Butuh recharge mood sebelum terbang
6. Pengen coba makanan khas di airport tertentu
7. Ngekonten



Terus nay saat kapan donk? Intinya jangan kalap beli makanan sih kalo kamu ngalamin ini:

1. Udah makan sebelumnya
2. Penerbangan singkat
3. Cuma lapar mata
4. Tergoda estetik semata
5. Lagi on budget

Tips Buat Traveler Hemat di Bandara

Beberapa kawan melalak cantik mungkin sedang memasuki fase liburan hemat atau tujuan utama berkelana memang untuk pengalaman bukan sekedar beli hal-hal mahal. So, beberapa tips ini bisa banget deh buat traveler bisa hemat di bandara:

1. Bawa tumbler kosong, sebagai pelancong hemat memang sudah menjadi kebiasaan Saya buat bawa tumbler sih bahkan saat naik maskapai dengan full service lho. Rasanya ada yang kurang jika kelupaan bawa tumbler gitu.

2. Makan berat sebelum ke airport, entah lah semua orang suka makan terlebih dahulu atau tidak. Saya sendiri bukan termasuk pelancong yang suka makan tapi ini tips cocok buat kawan-kawan yang sering lapar.

3. Cek lounge promo, nah ini pun pernah juga Saya lakukan ketika melihat ada promo lounge di bandara atau dari maskapai tertentu, lumayan bisa santai dapat makan juga dengan lebih terjangkau.

4. Beli snack di luar bandara, pasti banyak yang juga melakukan ini karena lebih hemat dan terjangkau. Saya pun beberapa kali lakukan hal tersebut mengingat harga di luar lebih murah dan variasi lebih banyak sih.

5. Cari food court, Saya sih pernah mencoba makan di resto dan food court bandara, memang perbedaan harga tidak terlalu signifikan tapi setidaknya ada harga yang lebih murah sedikit masih boleh dicoba.

6. Manfaatkan promo kartu debit atau kredit, Saya sendiri belum pernah memanfaatkan promo dari debit maupun CC tapi jika ada tentu tidak salah untuk mencoba, lumayan dapat potongan harga kan.

Jadi, kalo kawan melalak cantik nanyak lagi apakah yeay or nay untuk beli makanan di bandara tentu jawaban Saya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya traveling masing-masing deh. Bisa jadi terkadang dikatakan pemborosan tapi bisa pula menjadi bagian kecil dalam perjalanan yang terasa menyenangkan.

Well, kalo kamu termasuk yang mana? Memilih makan terlebih dahulu sebelum ke bandara atau lebih pilih mau jajan aja deh di airport?




















Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates