facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Apakah kawan melalak cantik pernah mendengar Central Festival Mall Hat Yai ? Apa sih yang dibayangkan dari sebuah mall di Thailand? Jangan bayangkan besar atau lengkapnya seperti yang ada di Bangkok. Tetapi tentu tidak akan mengecewakan ketika memasuki Central Festival Mall Hat Yai.

Ngapain di Central Festival Hat Yai?

Sebelumnya mau nanya nih,apakah kalian tipe yang suka ngemall saat liburan di sebuah negara baru? Jika jawabannya iya maka mari memberikan toss karena punya selera yang sama. Tentunya bukan sekedar untuk shopping sih tetapi lebih ingin melihat aktifitas warga lokal juga.

Central Festival Mall


Selain melalui pasar tradisional, mall atau pasar modern lainnya juga bisa memberikan kesan menarik dari kegiatan warga lokal. Biasanya kita bisa melihat bagaimana ketika mereka berkumpul, makan di sebuah restoran atau saat berbelanja di toko-toko pakaian di mall tersebut.

Hobi memasuki mall terutama baru pertama kali ke sebuah kota atau negara karena menjadi pengalaman tersendiri bisa melihat situasi masyarakat lokal sih. Jika ada keinginan belanja barang jasa titip (jastip) tentulah tidak masalah. Hobi sekaligus menambah cuan pastinya bisa dilakukan bersamaan gitu.

Cara Menuju Central Festival Hat Yai

Bagi solo traveler tentu akan lebih murah dan mudah untuk tinggal di hostel atau dormitory yang berada di downtown atau pusat kota. Saya pun memilih untuk menghabiskan beberapa malam di WE Hostel Hat Yai yang review selengkapnya bisa dibaca pada artikel tersebut. 

Dari downtown seperti Lee Garden Plaza, kamu bisa naik TukTuk atau songthaew menuju Central Festival. Berhubung saya pun sendiri maka memilih naik ojek online sepeda motor saja. Selain hemat waktu juga harganya tidak terlalu mahal. Pada saat itu, saya memesan melalui aplikasi Indrive sekitar 45 baht untuk sekali jalan. 

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Central Festival Mall?

1. Shopping, Beli Fashion and Beauty Items Beragam Brand

Jika kalian mencari brand ternama yang biasanya ada di mall besar ibukota, mungkin tidak semua ada di Central Festival Mall. Namun, untuk beberapa brand seperti Uniqlo, H&M, Victoria Secret, Charles & Keith dan beberapa brand masih bisa ditemukan di mall tersebut. 

Local Brand Thailand


Saya sendiri pun tergoda untuk memasuki beberapa toko fashion baik brand internasional maupun lokal Thailand. Hingga akhirnya tersadar sudah banyak saja barang yang dibeli,huhuhu. Padahal biasanya paling jarang membeli barang-barang saat traveling. Tentu memikirkan bagasi yang khawatir kelebihan atau biaya mahal dibayar di bea cukai.

Meskipun semua produk dibeli untuk dipakai sendiri tetapi tetap saja ada rasa kekhawatiran jika ternyata barang belanjaan melebihi minimum ketentuan bea cukai Indonesia. Sampai akhirnya, saya pun beli beberapa fashion items dari Uniqlo, H&M dan brand lokal Thailand tetapi jika dihitung dari receipt tentu masih aman masuk ke Indonesia sih.

Kamu yang hobi belanja bisa banget deh cek aneka produk fashion dari brand lokal karena tidak kalah keren dari brand internasional. Begitu pula dengan harganya, tentu bersaing dan jauh lebih murah. Saya tergoda beli mini dress dan sebuah tas dari brand lokal seperti PREM Bag and Clothes.

Oh ya, kamu yang suka bertransaksi cashless tentunya bisa donk karena beberapa toko menerima penggunaan debit card. Tetapi ada juga merchant yang maunya hanya dengan uang cash seperti toko PREM Bag and Clothes. Padahal saat itu, duit cash sudah terbatas dan tidak mau ngambil dari ATM lagi. Namun, akhirnya keluar juga sekian ribu baht demi bayar baju dan tas yang sudah membuat jatuh cinta,caelahhh.

2. Nonton di Bioskop, Hat Yai Cineplex

Suka coba aneka bioskop di berbagai negara? Pasti tidak mau juga melewatkan bioskop di Hat Yai donk. Nah, kamu bisa nonton bioskop di Hat Yai Cineplex ini,tentunya mayoritas isi penonton adalah warga lokal. Saya cuma melihat dari luar beberapa list film yang tentu tidak semua diketahui dan wajah penonton pun kebanyakan memang wajah-wajah warga Thailand.

3. Nongkrong di Cafe atau Makan di Restoran Mall

Anak nongkrong mana suaranya? Pastinya tidak perlu khawatir mencari tempat asik buat duduk santai di dalam mall karena ada Starbucks lho. Saya tidak melewatkan beragam kedai kopi internasional ini dimana pun. Saat berada di kota atau negara baru tetap mencoba Starbucks, sekedar ingin tahu rasanya atau membandingkan dengan yang ada di Indonesia.

Central Festival Hat Yai


Beragam cafe maupun restoran juga ada lho di Central Festival Mall Hat Yai. Enggak perlu khawatir cari makanan halal deh karena masih banyak masyarakat muslim di kawasan Thailand Selatan. Selain mau duduk santai, juga bisa nikmati kuliner yang ada di bazaar. Saat itu, ada bazaar di sisi halaman mall sehingga ramai pilihan street food bisa dipilih. Oh ya, foodcourt di lantai atas juga menarik karena banyak tenants yang menjual aneka makanan dan minuman patut dicobain.

4. Hunting Buku di Aneka Bookstore

Bukan seorang bookworm sejati tetapi membeli buku atau sekedar baca pun sudah menyenangkan hati di sebuah negara baru. Nah, kebetulan sudah beli buku ketika berada di Penang maka kali ini coba cek aja deh. Setelah puas melihat dan jika ada yang tertarik bisa langsung beli aja. Memasuki beberapa toko buku tetapi akhirnya beli penghapus karet saja karena memang mengoleksi barang tersebut.

Dari beberapa toko yang dikunjungi, menarik berada di salah satunya yaitu Naiin Bookstore yang mana hampir semua bukunya berbahasa Thailand. Apakah saya langsung keluar ketika berada di dalamnya? Tentu tidak,hahaha. Nikmati saja aneka tulisan cacing itu meskipun tidak paham maknanya. Bisa difoto dan diterjemahkan melalui apps sih tetapi entah kenapa tidak kepikiran saat itu,huhuhu.

Naiin Bookstore


5. Cuci Mata Saja

Kenapa ada pilihan cuci mata? Yah, jika semua hal yang ada di atas tidak begitu menarik maka bisa sekedar cuci mata saja donk. Banyak juga cowok Thailand yang cakep kok,wew haha. Enggak lho, maksudnya bisa sekedar cuci mata untuk melihat saja beragam toko yang ada disana. Memanjakan mata tentu tidak ada yang salah. Tetapi jika akhirnya membeli tentu jangan salahkan saya,hahaha

Fasilitas Central Festival Mall

Jika kamu sudah menyewa mobil dan butuh tempat parkir maka tidak perlu khawatir karena cukup luas parkirannya sih. Dan bagi masyarakat muslim yang butuh tempat beribadah juga bisa shalat di mushola mall yang luas. Bahkan untuk perempuan dan laki-laki pun terpisah sehingga tidak akan saling senggol deh. Kamar mandi juga masuk kategori bersih meskipun saat itu sedang ramai sekali pengunjung menjelang ramadan tetapi sepertinya petugas rajin membersihkannya.

Prayers Room Central Festival Mall



Well, itulah beragam aktifitas yang bisa dilakukan saat berada di Central Festival Mall Hat Yai. Bisa dimodifikasi sesuai kesenangan sih, tidak perlu menjadi patokan tetapi bisa jadi referensi. Eh, kalau mau pergi, jangan lupa ajak saya juga donk. Wah, rasanya memang ingin kembali jalan-jalan ke Hat Yai meskipun sudah berkali-kali sih.




Central Festival Hat Yai

1518 Kanjanavanich Rd, Kho Hong, Hat Yai District, Songkhla 90110, Thailand
Opening Hours: Sunday to Monday : 10.00 - 21.00














 Siapa yang berkeinginan untuk solo traveling ke Hat Yai Thailand dalam waktu dekat? Pastinya banyak yang cari referensi penginapan yang murah meriah terutama para solo traveler. Ini kedua kalinya menginap di WE hostel yang harganya cuma 100 ribuan di Thailand. Cari tahu review selengkapnya di bawah ini yuk!



Review WE Hostel Hat Yai 

Kenapa cari hostel saat solo traveling? Sebenarnya tidak selalu mencari hostel sih karena terkadang memilih hotel berbintang yang memiliki fasilitas bath tub dan kolam renang. Nah, berhubung hanya beberapa hari saja di Hat Yai maka memilih WE hostel saja.

Sebelumnya sudah pernah menginap disini sekitar tahun 2018 dimana saat itu saya dan teman-teman traveler lainnya sedang berlibur ke Hat Yai. Kami tidak memesan penginapan sebelumnya sehingga ketika mendatangi hostel yang diinginkan sudah penuh. Berjalan menyusuri kawasan Lee Garden Plaza hingga menemukan WE hostel ini dan sebelumnya juga menanyakan rekomendasi dari resepsionis hostel sebelumnya yang didatangi sih.

Pelayanan WE Hostel

Saya memasukkan pelayanan di awal review ini karena memang menyenangkan sih ketika berada disana. Pertama sampai di depan hostel langsung bertemu seorang wanita yang sedang duduk di depannya.

Sempat kaget karena bagian depan sudah berubah, ruangan bagian depan di lantai dasar sudah berubah menjadi tempat Thai Massage. Siapa yang tidak kaget ketika sudah melakukan pembayaran dan hostelnya ada namun yang terlihat hanya ruangan massage.

Nah, saya pun berusaha berbicara dengan wanita tersebut dengan Bahasa Inggrisnya yang lumayan menguji kesabaran. Ia bisa berbahasa Inggris, hanya saja logat atau aksen yang tidak begitu mudah untuk dipahami. Saya hanya bisa menunjukkan bukti pemesanan dan sudah bayar dari aplikasi Tiketcom.

Ternyata ia memang kurang mengerti tentang pemesanan dan biasanya yang mengurus adalah anaknya. Saya pun diminta untuk menunggu beberapa menit sambil menunggu anaknya datang ke hostel. Dikarenakan belum ada bawa duit baht, saya pun menanyakan lokasi ATM terdekat karena pastinya harus bayar deposit nantinya untuk hostel.

Ia pun menunjukkan dengan ramah bahwa hostel berada di seberang hostel yang tentunya sangat dekat sekali. Sebelum anaknya datang maka saya pun bergegas menuju ATM di seberang jalan. Selesai mengambil duit langsung kembali ke hostel dan ternyata anaknya sudah datang.

Saya pun langsung memberikan bukti pemesanan kepada seorang pria yang merupakan anak dari wanita tadi. Ia pun melayani dengan ramah sambil bolak balik tertawa karena sedikit kesulitan untuk berbahasa Inggris. Memang ini masih termasuk musim sepi traveler makanya hostel pun tidak perlu merekrut pekerja lainnya.



Setelah beres urusan check ini, ia pun terheran ketika saya memesan mix dormitory. Kenapa tidak pilih female dormitory saja apalagi ketika dilihatnya saya seorang wanita berhijab. Saya pun menjawab dengan ramah tidak apa-apa di mix dormitory saja. Syukurnya memang tidak ada tamu lainnya, hanya saya seorang diri di dalam room tersebut.

Ia pun menjelaskan beberapa hal tentang hostel termasuk ruang buang air, ruang mandi dan ruang ganti baju. Menurut saya, ini sudah cukup oke dengan harga 100 ribuan per malam. Seorang solo traveler yang cuma mau jalan-jalan tanpa berlama-lama di penginapan maka cocok pilih hostel begini.

Saya mendapatkan kunci pintu untuk akses masuk jika pulang ke hostel di atas pukul 12 malam. Nah,itulah ada deposit yang dibayarkan sekitar 200 baht. Sebenarnya tidak terlalu perlu juga punya kunci pribadi karena saya pasti akan kembali ke hostel tidak sampai tengah malam.

Menurut saya, memang pelayanan di Thailand selalu paripurna meskipun sekedar hostel biasa. Biasanya senyum ramah dan helpful itu yang membuat kita akan betah berlibur di Thailand sih. Ketika saya di WE hostel pun merasakan keramahan dari para staff baik ketika mau ke luar hostel atau pun saat datang balik ke hostel.

Fasilitas WE Hostel

Namanya hostel 100 ribuan tentu tidak mengharapkan fasilitas yang berlebihan sih. Sekedar bisa mandi,ganti pakaian dan tidur dengan tenang pasti buat hati senang. Menurut saya, kamar mandi termasuk kategori bersih dan beragam informasi tentang peraturan juga ditempel sehingga tamu bisa membacanya dan ikut aturan yang dibuat.

Kamar yang ditempati tentu disesuaikan dengan pilihan kita saat lakukan pemesanan. Apakah memilih kamar dengan 4 bed atau lebih. Dulu pertama kesini juga, saya dan teman pilih 4 bed dengan kamar mandi di dalam kamar. Hal ini dikarenakan kami memang datang berkelompok maka lebih asik ada toilet sendiri.



Sebuah dapur pun tersedia apabila kita mau makan nikmati makanan yang dibeli dari luar. Pada tahun 2018 sebelum pandemi, hostel ini punya fasilitas dapat sarapan gratis tetapi kini sudah tidak ada lagi. Mungkin dikarenakan tamu masih sepi makanya tidak ada fasilitas sarapan. Saya pun memanfaatkan dapur untuk nikmati makan sahur karena berkesempatan bisa ramadan di Thailand pada saat itu.

Oh ya, sebenarnya pun tersedia juga air minum yang bisa diambil jika kita bawa botol minuman sehingga bisa isi ulang berkali-kali. Tetapi, saya lebih sering beli minum air mineral di Seven Eleven karena lebih segar dengan pilihan yang dingin dari kulkas.

Seperti saya katakan bahwa bagian depan hostel ini sudah berubah menjadi tempat Thai Massage sehingga ruangan terang benderang sebagaimana kebanyakan tempat massage kaki sepanjang jalan di Thailand. Tentu tidak ingin melewatkan fasilitas Thai Massage ini donk meskipun harus mengeluarkan budget lagi. Nanti mau review khusus deh tentang cerita pengalaman massage di Thailand karena sudah beberapa kali coba selama di Thailand khususnya Hat Yai.



WE Hostel Hat Yai, Thailand

Niphat Uthit 3 Rd, Hat Yai, Hat Yai District, Songkhla 90110, Thailand

 Ada yang tergoda mencoba aneka paket berbuka puasa di hotel? Sepertinya sekarang memang semakin hits untuk mengadakan acara buka bareng di hotel. Beragam pilihan harga pun bisa dipilih sesuai budget yang dimiliki. Biasanya semakin mahal akan makin banyak pula menu yang disajikan. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman buka puasa di Hotel Radisson Medan. 

Berbuka Puasa di Hotel Radisson Medan

Biasanya komunitas Blogger Medan (Blog M) itu mengadakan buka bersama di cafe. Sejujurnya pernah juga di beberapa hotel namun ketika itu undangan untuk menghadiri acara buka bareng disana. Nah, ramadan tahun ini, kami pun ikut tergoda untuk buat acara buka bersama di hotel. Pemilihan hotel pun lumayan panjang hingga akhirnya menjatuhkan pilihan ke Radisson Medan.



Kenapa Radisson Medan?

Sebenarnya tidak ada alasan yang terlalu spesial, hanya saja ada hal yang buat tertarik yaitu nuansa rooftop di Radisson Medan. Berhubung beberapa tahun lalu pernah diundang oleh pihak hotel untuk buka bersama disana dan suasana rooftop sangat menyenangkan maka kami pun pengurus berniat di hotel tersebut juga.

Selain alasan adanya rooftop tentulah menu serta pelayanan juga menjadi pertimbangan dalam memilih tempat berbuka puasa. Satu hal lagi adalah tentang harga, bisa dibilang bahwa aneka hotel mempunyai variasi harga. Kami pun tentu harus mempertimbangkan hal tersebut karena ada banyak member yang harus dipikirkan.



Harga Paket Menu Buka Puasa Radisson Medan

Harga yang disajikan pun beragam lho! Kenapa? Karena awalnya kami melihat harga melalui aplikasi Deal Java seniai 148k tetapi pada saat mau beli justru sudah tidak muncul lagi nama hotel Radisson di aplikasi tersebut. Kami pun mencoba hubungi melalui DM Instagram namun harga normal yaitu 188k. Akhirnya saya mencoba hubungi kontak yang pernah dikenal sebelumnya tetapi sayangnya ia sudah tidak bekerja di hotel tersebut.

Apakah berhenti disitu? Tidak lho! Nah, kenalan lama ini memberikan nomor tim marketing yang dikenalnya di Hotel Radisson. Saya pun langsung menghubungi dikarenakan untuk kali ini akan banyak jumlah pax yang dipesan. Ia pun memberikan harga normal 188k tetapi jika menggunakan BCA bisa dapat potongan 15%. Nah, saat itu ia hanya mengatakan harga bisa di nominal 159k sehingga saya pun menyetujui harga tersebut dengan permintaan di ruang outdoor.

Tetapi ketika pembayaran ternyata tidak segitu harganya padahal kita sudah memperhitungkan untuk meminta kawan-kawan bayar sesuai harga 159k. Syukurlah hanya kekurangan sekian ratus rupiah saja sehingga masih bisa ditangani oleh pengurus saja. Hmm, kawan-kawan melalak cantik yang ingin buka puasa di hotel dan mau harga promo tentu harus cepat deh pilih di aplikasi gitu agar tidak sampai hilang promonya.

Apa Saja Menunya?

Menu memang tidak terlalu beragam menurut pandangan saya dan beberapa teman. Apalagi namanya AYCE (All You Can Eat) tetapi setelah habis tidak ada diisi kembali sehingga jika belum mengambil maka tidak kebagian. Beberapa menunya memang masuk kategori makanan tradisional karena ada gorengan, mie ayam, aneka bubur, es campur, nasi putih serta ada juga kebab, roti jala, salad dan buah-buahan.





Rasanya cukup menghilangkan rasa lapar setelah berpuasa dan saya memang hanya menikmati makanan yang ringan saja sehingga kurang tau bagaimana rasa masakan pada menu nasi. Beberapa makanan yang dinikmati masih termasuk kategori oke kok sehingga jika punya budget untuk di hotel tidak ada salahnya coba di Hotel Radisson ini.



Gimana? Apakah sudah ada rencana mau buka bareng di Hotel Radisson? Yuk boleh juga komentar di bawah ini apabila punya pengalaman buka bersama disana. 




 Pernah merasa sulit cari makanan halal saat di Thailand? Sepertinya kawan melalak cantik harus main ke Hat Yai yang posisinya berada di Thailand Selatan. Kamu tidak akan kesulitan cari makanan halal karena banyak penjual muslim. Kita bisa lihat dari pakaian yang digunakan biasanya pakai hijab dan logo halal yang disematkan di tempat jualan. Lalu, apa saja sih kuliner halal wajib coba di Hat Yai? Yuk ah kamu harus baca artikel ini sampai selesai!



Kuliner Halal di Hat Yai

1. Aneka Sosis/Bakso Street Food

Mungkin sudah biasa melihat aneka sosis/bakso street food di Indonesia. Tapi kamu harus banget coba pula yang ada di Thailand. Ada ciri khas tersendiri, jika biasanya dipanggang atau dibakar. Nah, saat di Thailand cukup dipanggang sebentar saja. Biasanya bumbu akan diberikan belakangan dimana akan dituangkan ke dalam plastik bakso/sosis yang dibeli. Bumbu cabainya pun sangat menggoda dengan rasa pedas khas menancap nikmatnya di lidah 




Harga pun bervariasi sesuai dengan sosis/bakso yang dipilih. Sebenarnya ada macam lainnya dengan bentuk beranekaragam pula serta nama dan komposisi tersendiri. Tapi, saya sungguh lupa nama dari tiap-tiap makanan tersebut.

2. Giant Lobster 


Bisa dikatakan memang lobster yang ada di Thailand itu cukup besar. Bahkan kekenyangan dinikmati sendirian. Harganya sekitar 100 Baht dan memang sangat worth it sih untuk dibeli. Warna lobster yang tampak merah segar itu menggoda banget apalagi sudah disiram bumbunya. Tentu makin enak buat dinikmati meskipun makan seorang diri.




3, Mango Sticky Rice


Siapa yang tidak tahu dessert ini?Thailand begitu dikenal dengan mango sticky rice. Isinya tampak sederhana, hanya pulut, mangga dan santan yang dituangkan ketika ingin memakannya. Namun berbicara rasa maka sangat nikmat. Saya selalu merindukan mango sticky rice tetapi tidak pernah beli berkali-kali ketika berada di Thailand. Entah mengapa demikian, saya pun heran.




4. Tom Yum


Bahkan menikmati Tom Yum ini bukan saja saat berada di Thailand. Kenikmatan Tom Yum ini memang beda, baik di Indonesia maupun di negara Malaysia pasti saya selalu coba Tom Yum. Apalagi langsung di negara Thailand pasti makin lezat donk. Nah, kalian wajib banget cobain lho dan banyak penjual Tom Yum halal kok. Kalian bisa temukan di Hat Yai, perhatikan logo halal dan pakaian yang dijual oleh si penjual,misalnya memakai hijab.

5. Pad Thai

Jika mencari olahan mie berasa bisa banget coba Pad Thai ini. Padahal saya pun sudah berkali-kali ke Thailand tetapi baru sekali cobain Pad Thai. Menurut saya mirip dengan mie pada umumnya, hanya saja bumbu yang dicampurkan pada mie tersebut yang membuatnya semakin lezat. Nah apalagi serbuk-serbuk cabai kering yang ditaburkan ke atas Pad Thai seperti topping dengan rasa pedas.




6. Kwetiau

Salah satu makanan yang bisa ditemukan di Thailand dan Malaysia. Hanya saja sedikit berbeda dalam racikan bumbunya. Pada umumnya kwetiau yang pernah dicoba di Thailand pasti kebanyakan kecapnya. Saya sudah coba beli di beberapa penjual dan hampir kebanyakan memang menambahkan kecap terlalu banyak.




7. Thai Tea dan Coconut Ice Cream


Wah, kalau Thai Tea ini bisa banget ditemukan dimana saja. Bahkan di Medan pun banyak banget penjual Thai Tea karena serbuk powder nya banyak dijual di pasaran. Nah, tentunya jika beli langsung dari negaranya akan merasakan sensasi rasa berbeda. Ada yang khas dari Thai Tea ini makanya semakin banyak yang suka. Rasa manis kemudian dicampurkan dengan es batu maka membuat menjadi segar untuk dinikmati.

Siang hari yang panas juga paling asik coba coconut ice cream lho. Kita bisa memilih aneka topping sesuai selera, biasanya diberi kesempetan untuk pilih 3 jenis topping. Saya biasanya hanya pilih kacang merah, kacang tanah dan nata de coco. Bagi penyuka cendol, delima, kolang kaling juga ada kok. Pokoknya disesuaikan saja dengan selera sehingga kamu tidak akan kecewa ketika menikmatinya.

8. Nasi Telur

Salah satu kuliner yang juga saya beli beberapa kali adalah nasi telur. Sebenarnya nasi putih biasa saja ditambahkan dengan telur dadar. Kenapa beli ini? Karena kebanyakan orang Indonesia suka mencari nasi. Kebetulan ini juga cukup aman dikonsumsi, menunya pun cukup sederhana. Biasanya saya beli jika memang sudah sangat butuh nasi.



9. Aneka Olahan Pisang

Siapa yang suka nikmati coklat Nutella? Pasti tidak ketinggalan beli pancake pisang dicampur Nutella. Atau pisang Nutella yang dimasukkan ke atas roti seperti canai. Saya lebih suka pisang Nutella karena rasa pisang bercampur dengan Nutella nya. Harga pun masih terjangkau sekitar 60 Baht. Oh ya, ada pula telur pisang Milo yang harganya 50 Baht.



10. Aneka Buah-buahan

Ini juga termasuk jajanan yang sering dibeli saat ke Thailand baik di Bangkok maupun Hat Yai. Aneka buah-buahan segar akan memberikan kesegaran dalam kondisi cuaca Thailand yang panas. Untuk harga pun masih terjangkau banget, kebanyakan dijual rata 30 Baht. Biasanya saya suka beli mangga dan nenas. Kamu bisa pilih kedondong, jambu air, mangga, nenas dan beragam buah lainnya. Nantinya akan dicampur dengan bumbu cabai membuat rasanya semakin beragam.




Gimana? Apakah kuliner ini akan segera dicobain? Tentunya harus dicoba donk saat bepergian ke Thailand, khususnya Hat Yai karena tidak sulit temukan yang halal. Semua harganya masih masuk akal di kantong sehingga tidak perlu khawatir duit menipis. Liburan menyenangkan sambil coba beragam kuliner lokal. Ada referensi lainnya? Yuk komen di kolom komentara bawah ya !

















 Pernah merasakan ramadan di negara orang? Pastinya kawan melalak cantik ada yang pernah dan ada pula yang belum. Sebelumnya saya hanya pernah berpuasa di kota lain,lebih tepatnya pulau Jawa. Itu terjadi lebih kuran 10 tahunan lebih yang lalu. Masa masih di bangku perkuliahan selalu ingin punya pengalaman yang seru. Kini saya pun mencoba lagi namun bukan saja dalam negeri namun sampai ke negeri jiran. Simak yuk ulasan pengalamannya dalam artikel berikut ini!



Pengalaman Ramadan di Negeri Jiran

Pada tahun 2018, saya sempat punya pengalaman sahur satu hari di Malaysia. Saat itu bulan Juni dan sedang ada perjalanan ke Kuala Lumpur dan Penang hanya sekedar untuk jalan-jalan. Nah, jadwalnya ternyata mendekati ramadan namun hanya satu hari saja merasakan puasa disana. Tentu tidak ada hal yang terlalu istimewa karena cuma satu hari.

Saat itu, hanya merasakan sahur sendiri di rumah teman yang bukan beragama islam. Ia pun tidak tinggal di rumahnya tersebut karena memang rumah itu hanya untuk orang-orang traveler yang sedang main ke daerahnya. Saya pun hanya sahur dengan satu buah apel dan minum susu sari kurma yang dibeli di AEON Mall.

Puasa Pertama di Hat Yai, Thailand

Sesungguhnya tidak pernah membayangkan atau merencanakan untuk berpuasa di Thailand. Membayangkan banyaknya masyarakat yang tidak beragama islam disana tentu langsung berfikir sulitnya mencari makanan untuk sahur. Tetapi saya pun teringat bahwa ini Thailand Selatan yang masih berdekatan dengan Malaysia sehingga lumayan banyak warga muslimnya.

Awal cerita, saya hanya ingin bepergian ke Penang dan menghabiskan beberapa hari saja seperti biasa. Namun, jumlah hari libur anak sekolah pada awal ramadan sekitar 1 minggu. Oleh karena itu, saya pun memutuskan untuk merasakan puasa di Penang beberapa hari lagi. Ternyata setelah berbicara dengan seseorang disana, ia menyarankan untuk pergi ke Thailand terlebih dahulu agar kami punya waktu untuk berbuka puasa bersama di Penang.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Hat Yai lebih awal dan kembali lagi ke Penang pada hari puasa pertama. Nah,itulah pengalaman pertama memikirkan beli makanan untuk sahur. Posisinya saya mengambil penginapan di dormitory yang mana di dalam ruangan terdiri beberapa orang. Syukurnya pada malam itu hanya ada satu orang perempuan namun saya tidak melihat ia juga bangun untuk sahur. Mungkin sedang tidak berpuasa atau memang bukan beragama islam. 

Bangun sahur dalam kegelapan karena semua lampu sudah pasti dimatikan di hostel tersebut. Saya pun membawa smartphone dan menghidupkan senter menuju ruang dapur. Sudah ada makanan yang saya letakkan pada malam hari sebelumnya. Sempat bingung mau pilih menu apa karena menyesuaikan agar makanan tidak basi. Syukurnya ada penjual nasi dan telur dadar di dekat hostel sehingga saya beli pada malam hari dan menyimpan di dapur.




Tentunya sangat tidak menyenangkan nikmati makanan sahur sendirian dengan pencahayaan remang-remang. Air mineral memang ada disediakan hostel tetapi saya pun lebih memilih beli di Seven Eleven. Saya pun memperbanyak minum saja karena mau ada perjalanan balik ke Penang pada hari tersebut. Suasana ramadan memang tidak terlalu terlihat di kawasan tempat saya tinggal tetapi sudah tampak di mall dengan adanya bazaar-bazaar menjual makanan dan pakaian.

Hal sederhana yang dialami tetapi memang menyenangkan dan memberikan kesan. Hari sebelumnya menjelang ramadan, Saya masih sibuk berkeliling Central Festival Hat Yai. Ada beberapa fashion items yang dibeli untuk baju baru dipakai saat buka bareng ramadan dan acara saat lebaran.

Tidak hanya cerita tentang ramadan di Hat Yai saja, saya pun punya pengalaman sahur dan berbuka di Penang, Malaysia.  Serta ada cerita seru ketika menjelajahi bazaar untuk mencari kuliner yang lezat tersedia saat ramadan.

Hunting Kuliner Buat Berbuka di Penang, Malaysia 

Sahur puasa pertama dilakukan di Hat Yai dengsn sembunyi-sembunyi karena orang-orang sedang tidur. Nah, saya sudah berada di Penang, Malaysia untuk berbuka di puasa pertama ini. Pilihan menu berbuka tentu lebih beragam daripada makanan untuk sahur. Sore hari tiba di Penang, saya pun langsung menuju apartemen dan membersihkan diri lanjut hunting kuliner di Queensbay Mall. 

Selalu bepergian ke mall tersebut karena memang paling terdekat dari apartemen. Ongkos naik ojek mobil online pun sekitar RM 5 saja. Memang bisa naik bus tetapi mau turun dan keluar dari kawasan apartemen yang membuat malas terutama kawasan yang memang asing.

Saya pun segera menuju Queensbay Mall dimana waktu berbuka pun sudah mendekat. Sekitar 40 menitan lagi menjelang waktu buka, saya pun segera mencari Queens Hlall karena disana sudah pasti banyak makanan dan minuman yang bisa dipilih.

Memilih Pad Thai dan Ice Milo

Ada begitu banyak food tenant di Queens Hall tetapi tetap kembali ke Thai Food deh. Awalnya sudah niat mau ke Turkish Food, nikmati shawarma atau kebab gitu. Namun, justru mundur teratur saat melihat staff nya yang bekerja ganteng semua. Bisa gitu kan? Iya, saya langsung enggak percaya diri aja gitu. Padahal sebelumnya pernah sendirian juga main ke Turki dan lebih banyak lagi lelaki ganteng yang diajak bicara.

Nah, menurut saya rasa Pad Thai ini kurang cocok di lidah sih. Entah efek puasa seharian makanya tidak terlalu selera mau makan. Biasanya makan masakan Thailand selalu happy dan habis bahkan makan Tom Yum sebelum ramadan disini juga porsi gede lho. Untuk harga masih kategori standard di mall sih sehingga tidak terlalu menghabiskan isi kantong.

Minuman praktis yang dipilih yaitu ice milo dengan harga yang juga murah. Sekitar RM 4.50 saja untuk 1 gelas yang bisa dinikmati sambil makan Pad Thai. Saya pun nikmati menu berbuka sendirian. Apakah merasa canggung? Tentu tidak karena ada juga pengunjung lainnya makan sendiri di Queens Hall ini.




Pergi ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas

Hari pertama berbuka puasa hanya dihabiskan di mall saja karena dekat dengan apartemen dan sekalian mau belanja beberapa fashion items disana. Pada hari kedua,saya tentu tidak ingin cuma nikmati menu yang sama kembali maka mulai bertanya dengan kawan yang warga lokal Malaysia. Selain itu, mencari informasi juga di Google untuk referensi bazaar ramadan di Penang.

Pilihan jatuh ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas yang memang lumayan jauh dari apartemen. Bahkan ongkos ojek mobil online saja hampir seratus ribu rupiah untuk sekali jalan. Dikarenakan ingin melihat aktifitas ramadan warga lokal maka ongkos bukan menjadi pertimbangan. Saya pun langsung mengecek di maps dan aplikasi ojek online. Sore itu langsung bergegas ke Bazaar Ramadan Bayan Lepas sendirian yang berada di Jalan Mahkamah, Kampung Perlis.

Ketika sudah tiba di lokasinya, mata langsung tertuju dengan ramainya masyarakat yang memenuhi bazaar ramadan tersebut. Saya pun mulai berkeliling untuk melihat aneka kuliner yang dijual. Jika membawa kemauan saja maka maunya bawa pulang semua dagangan disana.

Pemandangan pun cukup indah melihat adanya deretan perbukitan dengan bangunan tinggi apartemen yang berjajar. Saya menikmati sekali suasana ramadan di Penang ini apalagi mendengar warga berbicara bahasa lokal. Begitu pula saat saya mau membeli, pastinya penjual menggunakan bahasa Melayu yang saya banyak juga tidak paham. Beberapa kata tidak sama susunannya dalam kalimat sehingga membuat bingung. 

Bahkan sempat terjadi miss understanding karena saya kurang paham maksud penjualnya. Lebih baik gunakan Bahasa Inggris saja sih biar lebih jelas. Bukannya bermaksud apapun tetapi demi kemudahan komunikasi. Tidak semua kata yang ada di Bahasa Melayu Malaysia itu sama dengan Bahasa Indonesia.

Well, alhasil saya pun memborong beberapa menu makanan seperti nasi tomat, kue cucur, pulut inti, es asam boi, roti jhon dan bakso siram kuah bolognese. Tentunya semua tidak bisa habis dalam satu malam sehingga esok hari dinikmati lagi dan ada pula yang harus dibuang. Semua pengeluaran selama di bazaar tidak melebihi 150 ribu rupiah karena memang bazaar lokal yang murah meriah.




Sahur dan Buka Sendiri di Apartemen

Keesokan harinya merupakan hari terakhir berada di Penang pada trip kali ini. Sahur dan buka pun masih sendiri di apartemen. Makan sahur yang dipilih adalah roti jhon sisa beli di bazaar dan ternyata memang banyak sekali untuk dinikmati sendirian.




Berbuka pun hanya pergi ke Queens Hall lagi dan membeli minuman dingin. Makanannya saya nikmati beragam roti yang dibeli di Seven Eleven. Sebagai orang yang tidak bisa makan banyak maka sedikit pun menu sudah membuat kenyang.

Seandainya menikmati menu sahur dan berbuka beramai-ramai pasti lebih seru. Tetapi saya memang solo traveler lebih banyak lakukan aktifitas sendiri. Hanya sesekali bertemu dengan orang dan mengobrol atau jalan bareng menelusuri lokasi wisata suatu daerah. Gimana kawan-kawan? Masih semangat baca cerita liburan di Penang dan Hat Yai berikutnya?











 Siapa sih yang hobinya hunting kuliner saat traveling? Sepertinya kita wajib tosss bareng deh karena saya pun hobi banget cuma sekedar mau tahu rasa doank. Teochew Chendul Penang ini hampir sama dengan ais tangkap penang yang sudah sering dilihat keramaiannya tapi malas mau berhenti ikut antri. Akhirnya saya rasakan langsung saat trip Maret 2023 lalu. Memangnya ada apa sih dengan Famous Teochew Chendul Penang?



Famous Teochew Chendul Penang

Well, jika bisa saya katakan bahwa Teochew Chendul Penang ini memang legend banget deh. Bayangin saja usaha ini sudah berjalan sejak 1936 yang tentunya sudah puluhan tahun donk. Jalani usaha yang hampir 100 tahun dan masih bisa eksis bertahan itu merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol lho.

Menurut saya, Teochew Chendul Penang ini memang salah satu dessert yang wajib dicobain ketika sudah melangkahkan kaki ke Penang. Cocok banget dinikmati pada siang hari yang mana Penang memang sangat panas. Saya sungguh tergiur siang itu hingga akhirnya mau antri membeli dan memutuskan untuk pesan 1 porsi yang dinikmati sendirian tentunya.



Kenapa Harus Coba Cendol Penang?

Kawan melalak cantik yang sudah sering ke Penang dan paham dengan cuacanya pasti langsung memikirkan minum es setiap siang hari. Sejak awal pertama kali saya ke Penang tahun 2016 selalu bayangin minum es disana namun minuman mainstream ini justru engga dibeli. Kenapa? Karena dulu masih malas bayangin mau antri. 



Well, padahal harus banget dicobain karena cuaca yang panas di Penang itu bisa disegarkan pula dengan Teochew Chendul Penang. Selain itu, tentunya kalian tidak ingin donk melewatkan kuliner wajib coba di Penang. Sudah jauh menyebrangi negara tentu harus tahu kuliner apa saja yang worth it dicobain agar ada kesan ketika pulang ke tanah air.

Apa Sih Komposisi Cendol Penang?

Bagi kamu yang sudah biasa beli es cendol di Indonesia pasti sudah membayangkan apa saja yang akan ada di Teochew Chendul Penang ini. Nah, menariknya itu es cendol ini dicampur dengan kacang merah. Ukurannya juga gede dan sudah empuk makanya ketika minum es ternikmati deh campuran cendol hijau, kacang merah dan santan yang harum dan segar.



Pilihan Menu dan Harga Teochew Chendul Penang

Ada beberapa pilihan menu lainnya yang bisa dipilih di Teochew Chendul dengan harga bervariasi pula. Untuk minum di tempat atau dibawa pulang juga punya harga yang berbeda. Awalnya saya berniat mau nikmati di tempat tetapi bayangkan terik matahari siang itu dan tidak ada tempat duduk maka memilih dibungkus saja.

Entah mengapa saya malas sekali nikmati makanan atau minuman sambil berdiri. Meskipun tidak masalah untuk sebagian orang namun itu engga berlaku bagi saya. Setelah melihat ke sekeliling dan tidak terlihat ada tempat duduk atau sekedar bebatuan yang bisa didudukkan maka pilihan terbaik dibungkus saja.


Harga 1 porsi es apapun dan dalam berbagai kemasan masih termasuk kategori terjangkau. Apalagi memang tujuan kita traveling kan? Biasanya kalau liburan itu ada budget untuk mencoba kuliner lokal. Nah, saya konversikan ke rupiah itu masih sekitar 15 ribuan lebih saja sih sehingga tidak buat kantong bolong,hehehhe.




GImana kawan-kawan? Apa nih dessert favorit kamu di Teochew Chendul Penang? Apakah suka pesan cendol doank seperti saya? Yuk ah komen di kolom komentar bawah ya!


Selama bulan ramadan ini tentunya selalu ingin menebar kebaikan demi menciptakan kedamaian dan bisa terus berbagi kasih dan kepedulian kepada orang banyak. Beragam aktifitas bermanfaat bisa dilakukan bersama-sama termasuk melaksanakan kegiatan buka bersama.

Saya baru saja mempelajari hal baru tentang makanan halal terutama mengenai label yang biasanya diletakkan pada makanan maupun minuman yang dijual di pasaran. Biasanya brand food and beverage ternama akan memajang logo halal agar masyarakat semakin percaya untuk beli dan konsumsi produk olahan yang dijual dari sebuah merk makanan dan minuman tertentu.


Sosialisasi Makanan Halal dan Buka Bersama HokBen


Semakin kesini memang ilmu pengetahuan dasar tentang makanan halal ini perlu sekali diketahui oleh kita sebagai konsumen. Mungkin kita akan berfikir bahwa semua makanan yang sudah go public itu wajib punya logo halal atau sudah bersertifikat.

Padahal sebenarnya tidak masalah jika sebuah usaha makanan tidak memiliki logo halal namun wajib memberitahukan kepada masyarakat luas apakah makanan atau minuman tersebut halal atau tidak. Pemberian informasi yang tepat kepada masyarakat itu yang paling penting agar keterbukaan dalam informasi.

Mengenal HokBen

HokBen hadir di Jakarta pada 18 April 1985, dibawah manajemen PT. Eka Bogainti, sebagai restoran siap saji bergaya Jepang di Indonesia. Sebagai merek asli Indonesia, HokBen memulai perjalanannya dari satu store di Kebon Kacang, Jakarta, kemudian tumbuh dan berkembang hingga memiliki lebih dari 353 gerai (data per 30 Maret 2023) di Pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Restoran HokBen memiliki Sertifikat Halal no. 00160048830908 dari MUI dan Sertifikat Sistem Jaminan Halal
No. HC182/LPPOMMUI-CVR/X/2021.

Restoran HokBen tersebar di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Karawang, Bandung, Cimahi, Tasikmalaya,
Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Klaten, Purwokerto, Pekalongan, Salatiga, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Gresik, Jember, Malang, Denpasar, Lombok, Bandar Lampung,
Palembang, Prabumulih, Medan, Binjai, Dumai, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Padang, Bukittinggi,
Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan.

Layanan HokBen terdiri dari makan di tempat (Dine-in), pesanan dibawa pulang (Take Away), HokBen Delivery melalui 1 500 505 atau melalui pesan online di www.hokben.co.id, dan HokBenApps yang tersedia di Google Playstore & Apple Store, pesanan melalui kendaraan lewat (Drive Thru), acara ulang tahun (Birthday Party), serta pesanan dalam jumlah besar (Large Order). Tahun 2020, HokBen memperkenalkan konsep HokBen Kitchen, yakni oulet yang hanya melayani pesanan dibawa pulang (take away) dan delivery.

Diskusi Makanan Halal


Setelah berdiskusi mendapatkan banyak insight baru mengenai lembaga apa saja yang melaksanakan pengecekan kehalalan sebuah produk yang akan mendapatkan sertifikasi halal di antaranya yaitu:




1. Kementerian Agama (Kemenag)

Kemenag sebagai lembaga yang menerima pendafaran di awal dan akhir mengenai sertifikat karena atas nama negera makanya langsung  bersama Kemenag.

2. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang turun langsung adalah auditor halal yang profesional untuk mengaudit tentang komposisi yang ada pada makanan. Biasanya setiap produk akan diperiksa satu persatu sesuai variannya.

Auditor itu cukup terbatas jumlahnya karena memang tidak mudah menjalani pekerjaan auditor yang harus benar-benar dalam memeriksa kehalalan sebuah produk. Di Sumut sendiri terdapat tidak lebih 50 orang auditor. Oleh karena itu, cukup lama prosesnya karena keterbatasan tenaga.

3. Komisi Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia)

Apakah makanan itu halal atau tidak? Apakah fatwa itu benar atau tidak? Nah, itulah tugas MUI yang memeriksa dokumen dan tidak turun ke lapangan langsung dalam pengecekan karena sudah melalui tim auditor.



Buka Bersama di Hokben


Ini adalah pertama kalinya mampir ke HokBen Ring Road yang memang instagrammable banget lho. Sentuhan desain interior pun berbeda dengan cabang lainnya. Itulah mengapa HokBen ini masing-masing cabang ada khas berbeda. Menurut saya, HokBen Ring Road ini memang keren sih dan cocok untuk berfoto-foto juga.


Bisa dilihat dari berbagai furnitur yang digunakan pun disesuaikan dengan desain interior sehingga menambah kenyamanan para customer yang sedang makan dan minum di resto tersebut. Jika kalian mencari mushola tentu HokBen Ring Road ini juga menyediakannya sehingga setelah berbuka tidak perlu khawatir ketika mencari tempat untuk shalat.






Serunya kegiatan berbuka puasa kali ini karena selain bersama kawan-kawan blogger, juga ada rekan media. Sebelum adzan maghrib berkumandang, kami pun mendengarkan ceramah ustadz terlebih dahulu sambil mengingat kembali kajian pengetahuan agama yang dahulu pernah dipelajari di sekolah.

Oh ya, selain kegiatan ini, HokBen juga punya banyak kegiatan berbagi ramadan menarik lainnya. Dalam rangka menyambut hari jadi yang sudah berumur 38 tahun. HokBen menyambutnya dengan kegiatan share to love, love to share dimana berbagi keceriaan dengan 38 panti asuhan.

Kegiatan buka puasa bersama ini dengan lebih dari 1.900 anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan berbuka puasa bersama melibatkan 38 Panti Asuhan yang tersebar di 35 kota di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Irma Wulansari selaku Marketing Public Relation HokBen menjelaskan, “Pada tahun ini, HokBen berusia 38 tahun, keberadaan HokBen di industri ini, tentunya tidak lepas dari peran serta para pelanggan setia dan masyarakat sekitar, yang senantiasa mendukung setiap kegiatan dan program yang kami lakukan. Sebagai bentuk rasa syukur, kami pun ingin dapat berbagi kebaikan bersama sekitar 1.900 saudara-saudara kita dari beberapa panti.

Paket HokBen Ramadan 

Saat kawan melalak cantik sedang main ke HokBen bisa banget memilih beragam paket HokBen yang tentunya bisa dipilih sesuai selera. Pilihan juga beragam lho apalagi jika membawa anak-anak juga pastinya akan menyenangkan buka puasa di HokBen. Berikut ini beberapa paket HokBen Ramadan yang bisa dipilih:

1. BENTO RAMADAN 1 (Chicken Teriyaki, Ebi Furai, Shrimp Roll, Chicken Karaage, Nasi, Salad, Teh Botol Sosro Harga 58.000,- (sudah termasuk pajak)
 
2. BENTO RAMADAN 2 (Chicken Curry Yaki, Ebi Fried, Egg Chicken Roll, Fried Dumpling, Nasi, Salad, Teh Botol Sosro) Harga Rp. 58.000,- (sudah termasuk pajak)



 
3. BENTO RAMADAN 3 (Beef Sukiyaki + Tofu, Tori No Teba, Chicken Korokke, Nasi, Salad, Teh Botol Sosro) Harga Rp 68.000,- (sudah termasuk pajak) 

4. BENTO RAMADAN 4 (Beef Teriyaki, Ekkado, Fried Chicken Tofu, Nasi, Salad, Teh Botol Sosro)
Harga Rp. 68.000,- (sudah termasuk pajak).



Oh ya, untuk semua paket sudah termasuk mendapatkan takjil Es Merah Delima yang segar dan cocok dinikmati saat acara berbuka puasa.

Gimana? Apakah sudah tertarik untuk berbuka di HokBen? Yuk bisa barengan nih!

















Siapa yang pernah nyobain ais tingkap di Penang? Terlanjur lelah membayangkan antriannya yang selalu panjang? Btw, kenapa sih namanya ais tingkap atau apa yang membuat antrian begitu panjang? Yuk simak ulasan pengalaman saya saat melalak cantik ikut antrian beli ais tingkap di Penang!

Nikmati Kesegaran Ais Tingkap Penang


Ais tingkap ini begitu populer di Penang sehingga begitu ramai yang mengantri demi satu cup minuman menyegarkan dahaga. Terutama dinikmati pada siang hari dengan cuaca Penang yang super panas. Minum satu cup sudah membuat hati tenang selama melakukan perjalanan seharian di Penang.




Apa Sih Ais Tingkap?


Awalnya saya berfikir bahwa namanya ais tangkap sampai akhirnya minum langsung di tempat. Entah sudah berapa kali mampir ke Penang tapi baru kali ini coba langsung ais tingkap. Sebenarnya sudah lama ingin mencoba tetapi selalu tidak kuat membayangkan antrian yang cukup panjang. Syukurnya beberapa waktu lalu ketika melewati kedai tersebut, pembeli yang mengantri tidak terlalu banyak dan saya punya kekuatan untuk ikut berada di jalur antrian.

Nah, nama sebenarnya adalah ais tingkap yang mana isinya itu merupakan air sirup yang dicampurkan dengan beragam bahan-bahan seperti selasih, kembang semangkuk, getah anggur, air kelapa dan beragam lainnya dimana tentunya disesuaikan dengan menu minuman yang kita pilih.

Sejarah Ais Tingkap


Tingkap itu adalah jendela jika dimaknai satu kata. Nah, jika melihat sejarahnya bahwa ais tingkap sudah ada selama 100 tahun lho! Sang pengusaha kedai ais tingkap ini yaitu Mohamed Almi Seeni Mohamed. Sebelumnya leluhur beliau menjual ais tingkap ini melalui tingkap (jendela) kedainya dimana pada masa itu dikenal dengan nama air sarbat.

Dulunya tempat jualannya sangat sempit sehingga hanya bisa satu orang saja yang masuk dan semua pembeli dari luar melalui tingkap. Kegiatan menjual melalui tingkap ini sampai tahun 2011 hingga akhirnya bangunan tempat jualan berpindah pemilik. Namun, pemilik baru tidak mau menyewakannya sehingga kedai ais tingkap pindah ke luar dan diperluas sedikit serta menambah menu menjadi lebih bervariasi.

Menu Ais Tingkap


Ketika saya melihat papan menu yang tertempel di dinding, memang ada banyak sekali nama minuman beserta daftar harganya. Bahkan sekarang itu sudah lebih 20 menu yang mana dulunya hanya ada air sarbat, air kelapa dan cendol.




Berhubung sudah banyak menu, pengunjung pun semakin bebas memilih sesuai seleranya. Saya pun menjatuhkan pilihan untuk nikmati ais tingkap @ais sarbat dengan ukuran biasa dengan harga RM 3.50. Selain itu tentu juga ada ukuran besar seharga RM 5.00 tapi menurut saya terlalu besar untuk dinikmati sendirian.

Nah, selain ais tingkap yang saya pesan, terdapat beberapa jenis menu lainnya seperti ais sarbat laici, ais sarbat cincau, ais sarbat Bandung, ais kelapa, ais kacang biasa, cendul kacang dan masih banyak lagi nama minumannya. Tentu kita bisa langsung pilih saat berada disana dan baca saja papan nama menu beserta harga yang di dinding.


Cara Pesan Ais Tingkap


Berhubung itu pertama kali, saya sempat bingung melihat antrain yang panjang dan coba ikutan saja berada di jalur tersebut. Kemudian, pekerja langsung menanyakan apa yang mau dipesan ketika sudah mendekat di hadapannya. Saya pun langsung menyebutkan pesanan ais tingkap @ais sarbat berhubung itu pertama kali maka pilihlah yang autentiknya terlebih dahulu.




Setelah pesanan disebutkan, pekerjanya langsung memberi tahu kepada si pembuat minuman. Selanjutnya, saya ambil tempat duduk untuk menantikan minuman selesai dibuat. Saya pikir langsung dibayar tapi ketika menjulurkan uang, si pekerjanya mengatakan nanti saja.

Akhirnya pesanan datang, minuman sudah dibungkus dalam plastik kresek. Saya pun menyerahkan uang seharga minuman ais tingkap. Lalu, nikmati kesegarannya sambil tetap duduk saja di kedai. Melihat banyaknya pembeli yang terus berdatangan baik minum di tempat atau pun membawa pulang.

Serunya bisa ikut antri bersama warga lokal dan bahkan duduk satu meja dengan orang setempat. Saat itu, hampir semua kursinya penuh, saat melihat ada kursi kosong maka langsung duduk di samping kedua anak perempuan Malaysia yang sedang nikmati ais tingkap serta saya tidak lupa tersenyum dengan mereka.




Oh ya, ais tingkap yang saya beli ini berisi air sirup berwarna merah. Kalau di Medan bisa dibilang seperti warna sirup kurnia kemudian ada campuran selasih di dalamnya. Kemasannya sederhana seperti cup minuman pada umumnya tetapi ada tulisan ais tingkap dan gambar penjual melalui jendela serta terdapat tahun awal terbentuknya usaha ais tingkap ini yaitu 1919.

Well, gimana? Apakah kalian ingin juga mencoba ais tingkap? Yuk bisa langsung datang ke kedainya saja.



Lokasi Ais Tingkap Penang, Malaysia
Lebuh Tamil (Sebelah Pasar Chowrasta)














 Ini perlalanan ke sekian kalinya ke Hat Yai, bisa dikatakan trip kelima menginjakkan kaki di Thailand Selatan ini. Memang tidak banyak yang berubah namun tentu moment dan kesan  yang didapatkan pasti berbeda. Jika bisa dibilang memang ini pengalaman baru lagi termasuk hal-hal yang dilakukan selama disana. Nah, kali ini melalak cantik membahas belanja pakaian saat traveling di H&M Central Festival Hat Yai, Thailand.



Belanja Pakaian Saat Traveling

Ketika mengunjungi Hat Yai pada perjalanan sebelumnya, saya belum pernah menginjakkan kaki di Central Festival ini. Tempat ini adalah sebuah mall yang sepertinya memang terbesar di Hat Yai. Beragam brand ternama yang biasa ditemukan di mall pun bisa kita lihat disini termasuk ada H&M, Uniqlo, Victoria Secret dan lain sebagainya.

Well, setelah pada hari sebelumnya memasuki bazaar yang merupakan pasar biasa dan sempat pula beli beragam fashion items. Kali ini, jiwa fashion pun tergoda untuk beli beberapa pasang baju lagi di mall. Awalnya memang hanya ingin melihat saja tapi setelah melihat model dan harganya serta adanya potongan harga, naluri wanita mau borong pun muncul begitu saja.

Syukurnya bisa melakukan pembayaran via kartu karena duit cash sudah mulai menipis. Ssst, kartu yang saya bicarakan bukan kartu kredit melainkan kartu debit. Dikarenakan tidak ingin terlalu banyak memegang duit tunai makanya lebih banyak transaksi dilakukan secara cashless.

Beli Outer Baru di H&M

Baju beragam model tersedia namun memang lebih banyak cocok digunakan utnuk wanita yang tidak berhijab. Sebenarnya tergantung dari kita bisa memadupadankan model sehingga tampak menarik saat digunakan.



Saya pun memilih outer berwarna hitam yang terbuat dari bahan goni. Dan menjadi inspirasi gaya yang dipadupadankan dengan dress putih yang dibeli di butik yang terdapat di dalam Central Festival juga.












Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates