Halo, Kawan Melalak Cantik.

Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca artikel Penuh Drama Melepas Rindu 24 Jam di Singapura (Part 1). Aku tentunya tidak ingin membuat kamu menunggu terlalu lama karena kutau sakitnya menunggu kemudian dihempaskan begitu saja (curcol yah buk),hhahaha.



Well, aku ingin melanjutkan cerita sebelumnya mengenai suasana di Singapura setelah belanja dari Bugis Street. Setelah jumlah uang dollar Singapura menipis maka belanja mulai dihentikan sehingga kami melanjutkan perjalanan menuju Marina Bay Sands.

Drama pun masih berkelanjutan saat menunggu GRAB yang datang, seperti sebelumnya banyak yang tidak menerima jika tidak sesuai dengan SEATER yang tertera. Duh, banyak sekali yang tidak mau menerima meskipun sesuai 4 orang tapi membawa satu barang. Kami berkali-kali ganti GRAB hingga ada yang tidak bisa masuk dan kemudian turun semua untuk mengganti yang lainnya.

Akhirnya setelah drama GRAB, rombonganku yang pertama tiba terlebih dahulu di Marina Bay tapi rombongan yang satu lagi belum tiba juga. Ibu-ibu mulai mengabadikan moment, jepretan sana sini mulai terjadi. Udara yang super panas di Singapura membuat selera berfoto tidak begitu berapi-api tapi rasanya jika tidak memiliki foto baru kok kurang menyenangkan gitu.

Drama Patung Merlion Renovasi

Ibu-ibu yang liburan ini kan baru pertama kali mengunjungi Singapura maka sudah pasti tujuan utama ingin memiliki foto di Patung Merlion. Uhh, sayangnya sedang dilakukan renovasi sehingga kurang afdol lah rasanya sudah sampai di Singapura tanpa berfoto di depan patung singa. Ibu-ibu pun mulai menunjukkan kekecewaan namun tetap harus bersemangat karena perjalanan juga masih panjang.



Setelah lelah berfoto-foto di Marina Bay, selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Universal Studio karena meskipun tidak masuk ke dalam arena permainan setidaknya ada foto di depan bola dunia. Tidak sedikit sih yang melakukan hal seperti itu meskipun tetap banyak yang masuk ke arena dalam dari Universal Studio.

Hal utama yang dilakukan ketika sampai di Universal Studio tentunya mencari lokasi untuk makan siang. Duh, hampir seluruhnya tempat makan penuh terutama restoran cepat saji hingga akhirnya memutuskan makan di Texas Chicken. Beberapa menu dipesan sesuai selera masing-masing, syukurlah ada nasi karena ibu-ibu sudah merindukan makanan berat yang satu itu.

Well, kami pun menyantap makanan sambil bersenda gurau yang menyenangkan. Waktu sudah menunjukkan jadwal shalat zuhur, beberapa ibu-ibu sudah mulai mencari mushola. Aku menunggu mereka hingga selesai sambil duduk santai di sekitar kawasan Universal.

Drama Koneksi Internet

Setelah sebelumnya drama internet di China Town, ini masih ada drama di Universal Studio yang mana saat mau pulang ke terminal bus. Koneksi internet kami seketika tidak bisa digunakan, aku pun mulai hunting WIFI agar bisa memesan GRAB. Well, ternyata sinyal juga tidak bersahabat apalagi memang aplikasi GRAB membutuhkan sinyal yang cukup kencang.

Inisiatif salah seorang ibu dalam rombongan pergi ke Texas Chicken yang sebelumnya tempat kami makan. Well, ia meminta tolong kepada petugas disana untuk memesankan GRAB kami. Nah, hal yang aku suka di Singapura ini adalah tolong menolong dari orang-orang setempat. Manager Texas Chicken tersebut langsung menolong ibu tersebut, memesankan dua mobil GRAB untuk kami. Duh, baiknya lagi yah, ia memerintahkan anggotanya untuk menemani kami hingga menemukan dua GRAB. Wah, aku pun terharu setiap menemukan kebaikan dalam sebuah perjalanan.

Otw Golden Mile Tower

Bus berangkat sekitar pukul 7 pm, kami sudah terminal bus pukul 4 pm. Uh, kecepatan sekali ini, kami pun duduk di tangga depan gedung tapi sayangnya baru mulai ingin duduk sudah disuruh berdiri oleh petugas yang ada disitu (uhh, sebal sekali) apalagi kaki sudah sungguh lelah.

Kami pun menuju ke dalam gedung untuk mencari counter bus yang kami gunakan, dengan biaya 10 dollar Singapura. Perjalanan dari Singapura ke Malaysia ditempuh sekitar 4 jam an menaiki bus Starmart Express.

Sebelum menuju loket bus, kami singgah di warung kecil dalam gedung. Duh, sedikit horor karena terlalu sepi suasananya, toko juga banyak yang tutup. Melihat kondisi kamar mandi dalam gedung pun tak selera meskipun sudah ingin membuang hajat. Menurutku gedung Golden Mile ini kurang fasilitasnya sih dan beberapa hal lainnya.

Kami pun cukup lama bersantai di warung tersebut karena tidak ada bangku-bangku lain yang disediakan untuk menunggu disitu. Minuman hangat pun kami pesan dan aneka kuliner lainnya hingga kami sudahi setelah penjual toko mengatakan ingin tutup.

Aku pun berkeliling mencari posisi nyaman lainnya untuk santai sambil menunggu jadwal keberangkatan bus. Di bagian depan gedung ada tempat yang bisa dijadikan tempat duduk persis di pinggiran jalan. Kami pun menuju kesitu hingga setelahnya menemukan counter bus Starmart Express di bagian bawah. Nah, sambil menunggu jadwal keberangkatan, beberapa ibu-ibu pergi berfoto-foto. Aku dan sisanya yang tidak ikut keluar menunggu dalam counter saja.

Well, seperti biasa yah, aku bosan menunggu terlalu lama maka memutuskan untuk berkeliling sebentar. Kaki pun melangkah hingga Haji Lane, kulihat banyak turis berlalu lalang disini, maklum saja memang ini kawasannya untuk para turis yang suka hang out.

Kawasan Arab Street sekitarnya itu memang menyenangkan sehingga bisa lupa waktu jika berada disana. Aku pun memutuskan untuk kembali bertemu dengan rombongan. Jreng jreng, ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab, aku yang tidak memiliki paket data tentunya baru bisa melihat daftar panggilan setelah bertemu para ibu-ibu yang ada koneksi internetnya.

Hmmm, kulihat dari kejauhan ekspresi mereka yang sedikit cemas ternyata rombongan ibu-ibu yang menunggu di counter tadi disuruh naik ke bus yang mau berangkat lebih awal tapi dipiki ibu-ibu tersebut bahwa mereka diusir dari counter. Uhhh,, drama lagi nih pikirku, dasar petugasnya aja yang kurang pintar menyampaikan maksud ke ibu-ibu tersebut.

Kami pun menunggu hingga pukul 7 pm lebih, bus Starmart akhirnya datang dan seluruh penumpang mulai memasuki barang-barang. Kami pun bergegas masuk juga ke dalam bus, yeah bus ini double decker. Aku dan rombongan berada di lantai 2 menikmati Singapura jauh lebih menyenangkan dari ketinggian.

Drama Imigrasi Menuju Malaysia

Sejak menuju Singapura memang untuk urusan imigrasi ini selalu penuh drama. Nah, saat pulang pun tetap ada saja hal yang di luar rencana. Saat supir bus memberi perintah untuk turun, kami pun bergegas turun di imigrasi Singapura. Saat disini tidak terlalu banyak kerempongan yang terjadi tapi saat di Malaysia sudah ramai. Ah,, antrian ini luar biasa, rombongan turis dari China dan Taiwan memenuhi ruangan imigrasi. Kuperhatikan mereka diarahkan oleh leader yang membawa bendera sepertinya memang rombongan turis.

Kaki sudah lelah ditambah antrian yang lebih dari 50 orang di depan kami. Syukurnya salah seorang ibu di rombongan kami yang membawa baby bisa didahulukan. Hmmm, aneka ragam aroma ada disini, apalagi sudah lelah ditambah harus menikmati wangi tubuh bermacam manusia. Saat giliranku, petugas pun banyak sekali pertanyaan tidak seperti biasanya, ia meminta tiket dan lain sebagainya sedangkatn ibu-ibu lain sudah langsung masuk saja. Sepertinya itu efek pakaian dengan dresscode yang menarik petugasnya.

Hmm, finally bus berjalan kembali setelah kami naik ke bus hingga tiba di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) Malaysia. Kami pun segera menuju Hotel Sempurna yang sudah kami tempati sebelumnya karena mengingat akan melanjutkan perjalanan pagi menuju Thailand di hari yang sama.

Kawan melalak cantik tunggu cerita selanjutnya untuk perjalanan rombongan bersama ibu-ibu yang ditemani oleh Melalak Cantik yah. Kamu yang ingin mencari teman liburan dan butuh itinerary bisa kontak tim Melalak Cantik. Foto-foto manja saat liburan boleh cek ke instagram aku yah: @ririnwandes atau @melalakcantik.





















0 Komentar