Liburan 7 jam di kampung Mak Beti, enaknya ngapain?. Kampung Mak Beti a.k.a Kota Binjai menjadi alternatif liburan akhir pekan masyarakat Medan. Naik kereta api murah ke Binjai menjadi alasan untuk berjalan-jalan.

Hari minggu, 27 Oktober 2019 lalu menjadi perjalanan saya dan dua orang teman menuju kampung Mak Beti di kota Binjai. Kawan melalak cantik kenal Mak Beti? Pasti banyak yang sudah mengenal sosok Mak Beti alias youtuber yang hits dari kota Binjai dengan konten kocak yang bisa membuat tertawa riang. Meskipun perjalanan kali ini bukan untuk bertemu Mak Beti tapi memang menyenangkan bisa menghabiskan waktu akhir pekan.

Kami tidak merencanakan ini sebelumnya, hanya mendadak saja di pagi hari ingin pergi naik kereta api. Dari stasiun kereta api Medan dijadwalkan akan berangkat pukul 14.00 wib menuju stasiun kereta api Binjai. Nah, inilah keseruan dan aktivitas yang dilakukan selama 7 jam di kampung Mak Beti.



Drama Jatuh Sebelum Keberangkatan


Nanang yang merupakan teman kami sudah memesan tiket secara online. Saya pun menunggu dijemput oleh Gunawan yang merupakan tetangga dan teman adik sehingga bisa pergi bersama menuju stasiun. Berhubung Nanang sudah menghubungi berkali-kali menanyakan keberadaan kami maka saya pun semakin tergesa-gesa karena kereta juga segera berangkat.

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 13.50 wib, hanya hitungan menit kereta akan segera berangkat. Saya pun berjalan begitu cepat melewati trotoar di Kawasan Lapangan Merdeka hingga akhirnya tidak sadar sudah terjatuh seperti menangkat kodok lompat. Duh, udah sakit tambah malu lagi. Gunawan pun heran kenapa saya bisa terjatuh dan membantu. Inikah drama sebelum berangkat jalan-jalan pikir saya, tangan dan lutut masih sakit tapi masih harus berjalan menuju stasiun kereta api. Ternyata lutut pun membiru serta jari-jari tangan sedikit terluka dan mulai terasa sakitnya.

Kelelahan Sepulang Jalan-jalan Bisa Baca Tips Anti Lelah Pulang Liburan.

Drama Perjalanan Kereta Api

Well, drama ternyata belum selesai saat perjalanan menuju stasiun. Bahkan sudah berada di dalam kereta api pun belum bisa duduk santai. Yeah, berhubung kami sudah memasuki kereta saat detik-detik sebelum keberangkatan maka sudah tidak ada bangku yang tersisa. Hmm, saya pikir jika sudah bayar akan tetap dapat tempat duduk namun ternyata sistemnya siapa cepat yah dapat, siapa ada kawan yah disimpankan bangkunya.

Sebelumnya saya pernah naik kereta api ke Binjai namun tidak seramai ini dan sudah pasti dapat tempat duduk. Kali ini memang merasakan harus berdiri hampir satu jam apalagi lorong kereta sempit sehingga harus keluar biar bisa bernafas. Padatnya manusia di dalam gerbong membuat kami harus berebut oksigen apalagi semua tertutup karena ruangan ber-AC. Saya dan teman-teman memilih untuk berdiri di pembatas gerbong setidaknya dapat udara alami dari luar. Eh, tapi baru saja jarak beberapa kilo sudah harus ditutup pintunya demi keselamatan penumpan pastinya.

Sudah bisa membayangkan bagaimana ruangan semakin pengap apalagi di antara gerbong tidak ada pendingin ruangan. Kami mulai berkeringatan namun tetap semangat bercerita untuk mengusir kebosanan. Ditambah kaki sakit berhubung baru jatuh, eh masih harus berdiri selama perjalanan. Totalitas kejadian perjalanan kali ini demi bisa jalan-jalan di kampung Mak Beti. Tapi meskipun berdiri, yah tetap bisa melihat pemandangan di luar melalui jendela pembatas gerbong.

Baca Tips Kenikmatan Totok Wajah Pulang Liburan Melelahkan.

Aktivitas 7 Jam di Kampung Mak Beti

Aktivitas 7 jam di kampung Mak Beti ternyata ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari penjelajahan mencari tempat berfoto hingga nikmati kuliner yang enak. Berkeliling di area taman tematik dan melihat aktivitas warga di lapangan Binjai juga menjadi kesenangan tersendiri.

1. Cuci Mata di Binjai Super Mall

Meskipun tidak berbelanja tetap asik loh berkeliling mall, yah meskipun tidak terlalu besar seperti yang ada di Medan. Namun, sudah cukup banyak tersedia dengan aneka brand ternama. Saya bersama Nanang dan Gunawan berjalan dari stasiun kereta api menuju Binjai Super Mall  (BSM). Cuaca hari itu sangat panas maka masuk ke dalam mall menjadi solusi untuk pendinginan. Rasa haus pun menghampiri, kami memutuskan untuk membeli minuman di Hypermart BSM. Yeah, kami tidak terlalu lama di BSM karena masih banyak aktivitas yang ingin dilakukan meskipun waktu singkat.

2. Nikmati Kesegaran Es Campur Kalimantan

Es campur Kalimantan ini cukup dikenal makanya saat berkunjung kesana harus donk nyobain. Apalagi tidak hanya es campur saja yang ada disitu, sate juga bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Yeah, menurut saya rasanya sih masih biasa saja tapi tetap menyegarkan es campur nya donk. Saat memasuki pintu masuk Es Campur Kalimantan, ruangannya penuh oleh para pengunjung. Memang sih ruangannya kecil sehingga tidak terlalu banyak muatan di dalamnya. Saya melihat ada banyak warga lokal disana yang duduk santai menikmati es campur. Harga es campur Kalimantan ini sekitar Rp. 12.000,-. Kawan melalak cantik bisa menemukan di Jl. Jendral Sudirman No.33, Kartini, Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara 20741.

Es campur kalimantan Binjai


Es campur kalimantan Binjai

Es campur kalimantan Binjai



3. Santai di Lapangan Binjai



Sore hari saat akhir pekan tentunya menyenangkan bisa duduk di lapangan Binjai sambil melihat aktivitas warga yang berjualan, berlarian di lapangan atau sekedar duduk baca buku. Kami pun memutuskan untuk ke lapangan karena selain duduk santai, bisa menyewa ATV, sepeda atau becak lampu untuk berkeliling lapangan.

Lapangan Binjai

Lapangan Binjai



4. Hunting Foto Instagrammable

Aktivitas sebelum pulang yang kami lakukan adalah hunting foto di kawasan kota tua Binjai. Kami berjalan cukup jauh dari lapangan hingga kawasan kota tua ini. Melewati pasar yang banyak berjualan aneka barang hingga menyusuri lorong-lorong yang menjual kuliner pada malam hari. Aktivitas pencarian foto ini pun hingga maghrib yang kemudian memutuskan untuk kembali ke stasiun dan bergegas untuk pulang.


5. Berjalan Hingga Stasiun Kereta

Meskipun esok harinya adalah hari senin yang artinya harus kembali kerja tapi ternyata berjalan kaki bisa menjadi aktivitas olahraga ringan. Hampir mengeluh saat sudah terlalu lelah apalagi sudah bolak balik jalan dari lapangan Binjai menuju kawasan kota tua. Kemudian, kami pun masih harus brjalan kaki hingga stasiun kereta. Begitulah aktivitas kami hingga menghabiskan sekitar 7 Jam di kampung Mak Beti.

Perjalanan ini memang singkat dan masih banyak tempat yang belum dijelajahi, mungkin lain hari bisa menjelajah lebih banyak lagi. Pengalaman menyebalkan di stasiun kereta api ternyata tidak hanya saat di kota Medan. Kami sudah membeli tiket pulang dan berharap akan menemukan bangku karena terlalu lelah tidak tahan untuk berdiri lagi dalam waktu lama.

Saya pun membeli minuman dingin karena air mineral yang dibawa sudah habis. Kemudian duduk santai menanti kereta yang datang. Saya pikir kondisinya akan lebih kondusif ketika pulang, eh ternyata justru makin riweuh. Masyarakat sepertinya sulit sekali untuk mengantri apalagi ada sistem saudara atau teman dalam memilih bangku. Sungguh ini bukan sistem dalam pelayanan transportasi yang baik.

Semua orang pastinya ingin kembali pulang atau pergi ke kota Medan tapi apa salahnya untuk lebih teratur. Bahkan masih ada yang belum turun penumpang sebelumnya tapi penumpang yang akan naik sudah berdesakan demi mendapatkan bangku. Selama saya liburan di negara tetangga naik kereta tidak pernah seperti ini para penumpangnya. Kejadian rusuh tidak hanya saat akan naik tapi ketika sudah tiba di stasiun Medan pun masih mengalami hal serupa. Masyarakat berlarian, berdesakan bahkan tidak memandang apakah ada orang tua atau anak kecil, langsung saja mendesak dan bisa melukai orang lain.

Well, itulah aktivitas perjalanan saya bersama Nanang dan Gunawan selama beberapa jam di kampung Mak Beti a.k.a kota Binjai. So, kapan nih kita liburan bareng? Yeah, kunjungi tempat-tempat yang dekat aja dari kota Medan biar kita bisa melihat kearifan lokal dan bisa menjadi perbaikan di kemudian hari jika ada hal-hal yang tidak sesuai.

















0 Komentar