facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Perjalanan hari kedua di Pontianak dengan pengalaman dan kisah baru. Bangun pagi sudah menjadi aktivitas rutin yang saya lakukan meskipun sedang tidak bisa shalat. Saya melihat teman sekamar juga sudah bangun dan bersiap-siap untuk meninggalkan kamar. Saya pun segera membereskan ruangan tempat saya tidur kemudian pergi mencari sarapan.

Bertanya kepada staf hotel mengenai tempat makan terdekat namun tidak ada yang sesuai selera. Saya memutuskan untuk menikmati sarapan bubur ikan yang terkenal di Pontianak. Informasi didapatkan dari mesin pencari dan ternyata bisa menggunakan ojek online untuk menuju tempat tersebut. Bubur ikan Ahian begitu menggoda dan ternyata memang ramai dipenuhi oleh warga lokal yang ingin menyantap sarapan pagi.

Saya tidak ingin menghabiskan banyak waktu, selesai makan langsung memesan ojek online menuju destinasi wisata yang dituju yaitu Rumah Betang Pontianak. Yeah, awalnya mengira hanya ada satu yang tradisional namun ternyata sudah ada bangunan baru yang lebih besar. Abang ojek online yang memberitahukan kepada saya bahwa untuk Rumah Betang yang saya pesan itu adalah yang lama. Syukurnya si abang mau mengantarkan lagi ke Rumah Radakng yang baru bahkan ia membantu memotret ketika di Rumah Betang yang pertama.

Oh yeah, si abang ojek online juga punya alat komunikasi yang kece untuk memudahkan ketika harus berbicara kepada penumpang. Alatnya seperti microphone yang dipasangkan pada helm penumpang dan pengemudi sehingga bisa saling mendengar dan bisa berkomunikasi. Wah, ini baru pertama kali saya temui, si abang pun bertanya apakah pernah bertemu ojek seperti itu sebelumnya. Ia juga ramah mau memberitahukan informasi wisata lokal yang ada di Pontianak. Btw, cerita hari pertama berada di Pontianak bisa dibaca di 3 hari 2 malam di Pontianak, ngapain aja sis? (part 1).

Malunya Ketika Salah Mengikuti Orang di Rumah Radakng

Nah, ini adalah pengalaman yang buat malu sendiri sih ketika salah menyapa dan mengikuti orang di rumah radakng. Awalnya saya janjian dengan seorang warga lokal yang dikenal melalui couchsurfing. Pertama kalinya bertemu dengan Dwi sehingga belum tahu pasti wajahnya. Saya menunggu Dwi datang karena kami akan pergi ke destinasi berikutnya yaitu Tugu Khatulistiwa.



Nah, saya yang sudah menunggu tentunya terus memperhatikan setiap orang yang datang ke rumah radakng. Ketika ada seorang perempuan yang memasuki halaman dengan mengendarai sepeda motor maka saya langsung mendekatinya. Si perempuan tersebut pun menegur saya dengan bahasa tubuh seolah-olah sudah mengenal saya. Saya berpikir bahwa dia adalah si Dwi sehingga saya pun mengikutinya berjalan hingga memasuki rumah radakng. Eh, tiba-tiba si perempuan tersebut langsung terheran-heran ketika saya mengikuti di belakangnya. Lalu, ia pun mengatakan bahwa ia tak mengenal saya, oalah malunya diliatin sama beberapa lelaki yang tadinya sempat ngobrol dengan saya dan pengunjung lainnya.

Keramahan Warga Lokal

Well, sebelum kejadian salah mengikuti orang tadi, saya tuh berfoto sendiri sambil menggunakan properti seadanya di sekitar rumah radakng. Finally, saat sungguh ingin punya foto yang bagus dengan tampak seluruh body maka saya meminta tolong beberapa orang lelaki yang sedang berkumpul disitu. Beruntungnya, saat saya bertemu dengan salah seorang pegawai di Pontianak yang juga pernah menjadi fotografer. So, saya berada di tangan yang tepat deh,hahhaah. Si abang itu pun mengarahkan gaya kepada saya seolah-olah memang fotografer profesional. Hasil jepretannya pun tida mengecewakan kok, saya merasa senang akhirnya punya foto yang bagus di rumah radakng tersebut.

Finally Ketemu Dwi, Kami Mengunjungi Tugu Khatulistiwa

Akhirnya Dwi sebenarnya pun datang setelah drama salah mengikuti orang di rumah radakng. Ketika Dwi sudah tiba, kami langsung berangkat menuju tugu khatulistiwa. Perjalanan dengan sepeda motor bisa menghabiskan waktu hingga 30 menit dengan kondisi cuaca Pontianak yang sangat panas dan debu yang berterbangan. Tapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat untuk melakukan penjelajahan agar kaki bisa menginjak garis equator.



Areal tugu khatulistiwa tampak sedang melakukan pembenahan pada bagian pintu masuk. Ketika ingin memasuki tugu khatulistiwa tidak dikenakan biaya sepeser pun bahkan nantinya kawan melalak cantik juga akan mendapatkan sertifikat bahwa sudah sampai di garis equator. Bangunan dari luar sudah terlihat bentuk tugu khatulistiwa namun untuk yang aslinya ada di dalam gedung.



Siang itu matahari terik tidak menyurutkan langkah kaki para pengunjung, kebanyakan dari luar kota yang datang. Kami pun berkeliling di dalam gedung, membaca informasi-informasi yang tertera hingga mencoba eksperimen telur yang diletakkan tepat di titik equator. Ada seorang petugas yang memberikan informasi melalui pengeras suara saat pengunjung berada di dalam bahkan ia tidak segan untuk memotret pengunjung agar tepat fotonya di tugu khatulistiwa. Oh yeah, kawan melalak cantik juga bisa membeli aneka souvenir berbentuk tugu khatulistwa yang menurutku harganya masih terjangkau loh, mulai 50 ribuan hingga jutaan.

Berhubung Dwi ingin melakukan penelitian siang ini di laboratorium kampus maka kami segera beranjak dari tugu. Setelah mengabadikan momen, segera sepeda motor melaju ke kampus tempat Dwi melakukan penelitian. Btw, saya mengenalnya juga dari couchsurfing, ia cukup aktif membawa tamu dari dalam maupun luar negeri untuk mengenal Pontianak lebih dekat.

Menikmati Sore Sambil Duduk Lesehan di Taman Catur Kampus Universitas Tanjung Pura (UNTAN)

Saya memilih untuk duduk santai di taman sambil melihat kehidupan mahasiswa yang ada di sekitarnya. Taman catur menjadi pilihan sore itu karena tempatnya yang instagrammable menurut saya. Ada banyak informasi sejarah juga yang dicetak pada kaca yang menjadi properti di sekitar taman. Beberapa tempat wisata diberikan informasi sejarahnya di kaca tersebut yang membentuk seperti plakat dalam ukuran besar.

Anak-anak juga banyak yang bermain di taman bersama orang tua,pohon-pohon yang rindang membuat suasana lebih adem. Kondisi cuaca Pontianak yang panas tentunya sangat membantu dengan kehadiran pohon tersebut. Penjual minuman dan makanan juga ada sehingga mahasiswa yang santai dan lapar bisa menyantap bakso, batagor dan aneka penjaja makanan lainnya. Beberapa jam duduk disini bisa membuat saya menambah pengetahuan tentang gaya bicara warga lokal dan cara mereka bercanda satu sama lain. Saya melihat pasangan pemuda-pemudi yang bercanda tawa sambil asik mengerjakan tugas kampus bersama.

Kesegaran Es Krim Angi yang Bersejarah di Depan Sekolah Petrus

Aktivitas yang padat seharian ini ditutup dengan menikmati es krim Angi yang berada di depan sekolah Petrus. Awalnya sempat khawatir sudah kehabisan karena waktu sudah terlalu sore. Es krim disini sangat terkenal sehingga sudah pasti cepat habis dan bisa tidak kebagian rasa favorit. Saat siang hari sudah pasti sangat sesak dipenuhi pengunjung apalagi posisinya di depan sekolah sudah pasti ramai siswa-siswi yang juga suka nongkrong disini.



Saya memilih es krim dengan rasa nangka karena memang sudah tidak ada pilihan rasa lainnya. Berhubung sudah kesorean maka sudah habis untuk varian lainnya. Es krim yang diletakkan di atas batok kelapa menjadi pilihan sore itu karena lebih unik saja sih. Kelembutan es krim memang berbeda ternyata mereka memang memproduksi es krim sendiri. Yeah, ini adalah es krim rumahan yang rasanya lezat dan nikmat. Aroma nangka begitu menggoda di hidung saya, kacang merah pun menggoda untuk segera dinikmati bersama es krim. Satu porsi es krim nangka dalam batok kelapa bisa didapatkan dengan harga sekitar 23 ribuan. Nah, kawan melalak cantik yang ke Pontianak jangan lupa singgah di es krim Angi yah.

Melihat Keramaian Penutupan STQ Nasional 

Selama saya di Pontianak, ada berbeda-beda teman yang menemani perjalanan selama disana. Malam ini, sudah janjian dengan Ima yang saya kenal melalui perkumpulan pers mahasiswa. Sejak masih menjadi mahasiswa sudah saling kenal namun baru kesempatan bertemu di Pontianak. Ia menjemput saya di hostel sore hari setelah bersih-bersih sepulang dari jalan-jalan seharian. Lokasi yang kami kunjungi adalah penutupan STQ Nasional di alun-alun kapuas.



Malam itu, saya ingin naik kapal berkeliling kota menyusuri sungai kapuas. Dengan 12 ribuan saja sudah bisa menikmati kota Pontianak pada malam hari sambil melihat cahaya lampu dan bintang di langit. Kapal tidak terlalu modern namun masih terlihat lebih aman daripada yang biasa digunakan saat mengelilingi danau toba. Di kapal juga tersedia makanan dan minuman yang dijual sehingga selama perjalanan tidak perlu khawatir donk kalo kehausan dan kelaparan.




Berhubung ada penutupan STQ nasional maka sudah pasti tempat ini sangat padat dipenuhi warga lokal dan juga pendatang. Satu kapal dengan kami, ada rombongan ibu-ibu dengan dress code sentuhan kuning. Mereka tampak bahagia dengan musik dangdut yang diputar melalaui smartphone sambil berjoget bersama-sama. Namun, kapal tak kunjung jalan, mereka pun turun karena tak sabar ingin melihat pertunjukkan yang ada di penutupan STQ tersebut.

Makan Bubur Poddas Pertama Kali

Ima mengajak saya untuk makan malam menikmati bubur poddas khas Pontianak di Warung Pa'Ngah. Duh, selama di Medan pun tidak pernah makan bubur tersebut. Saya bukan penikmat masakan pedas namun tidak bisa juga jika masakan tanpa rasa. Ima merekomendasikan bubur poddas dengan tambahan daging, ia menyantap bubur dengan bakso. Selama ini kurang menyukai bubur pedas karena rasanya sudah pasti bervariasi.





Awalnya juga galau saat ingin menyantap bubur poddas, namun saya makan perlahan-lahan hingga akhirnya tidak tahan lagi dan tidak habis. Disini memang ramai bahkan driver dari ojek online saja banyak yang bolak balik melakukan pesanan dari pelanggan yang memesan via aplikasi. Ukuran teh manis dingin menjadi perhatian saya karena dengan harga yang murah bisa dapat ukuran jumbo. Bubur poddas juga masih terjangkau kok, dengan harga terjangkau saja sudah bisa nikmati seporsi bubur poddas Pa'Ngah.

Kembali ke Hostel, Berteman dengan Staf Hotel

Ada perasaan sedih ketika mengingat bahwa itulah malam terakhir di Pontianak. Saya tidak ingin melewatkan malam begitu saja apalagi malam ini tidur sendirian, teman sekamar sudah check out. Duduk di ruangan komunal bersama staf hotel menjadi pilihan, mereka sedang santai menonton film di lantai dasar. Saya pun bergabung bersama mereka ketika ditawarkan untuk duduk bersama-sama. Kami pun menonton film yang bisa dinikmati sambil bercerita juga untuk saling mengenal.

Ketika film sudah selesai, saya pun memutuskan untuk naik ke atas dan tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, esok hari masih banyak lagi yang ingin dilakukan sebelum kembali ke Kuala Lumpur. Saya pun pamit masuk ke kamar dan salah satu staf juga sudah habis jam kerja dan mau pulang ke rumah. Well, kita lanjutin besok lagi cerita kelanjutan bagian terakhir dari cerita 3 hari 2 malam di Pontianak yah.
















Setelah tiket pesawat sudah di tangan maka selanjutnya adalah melakukan perjalanan. Yeah, 3 hari 2 malam memang sangat singkat untuk sebuah perjalanan yang jauh. Seandainya ada penerbangan langsung dari kota Medan menuju Pontianak yang murah pasti tidak perlu ambil penerbangan dari Kuala Lumpur. So, selama perjalanan 3 hari 2 malam di Pontianak, ngapain aja donk? Simak terus yuk keseruan aktivitas selama disana, sebelumnya boleh baca juga tempat wisata sejarah di Pontianak yang wajib dikunjungi.

Saat itu, saya tiba di Supadio Int. Airport sekitar pukul 18.10 waktu setempat. Setelah semua urusan imigrasi dan lainnya selesai maka saya dan Lydia langsung menuju The Colour Hostel. Perjalanan menuju penginapan tidak terlalu jauh dengan mengendarai sepeda motor. Awal tiba di hostel mungkin terasa asing karena ini memang pertama kalinya menginjakkan kaki di kota Pontianak. Staf hostel menyambut dengan ramah dan sedikit obrolan terjadi malam itu. Saya langsung menuju kamar ketika semua urusan check in selesai karena ingin segera bersiap-siap berkeliling di malam hari.

Menikmati Makan Malam Mie Tiaw Apollo

Lydia membawa saya untuk menyantap sajian menu mie tiaw dari Apollo yang terkenal di kota Pontianak. Saya heran ketika melihat ada dua mie tiaw dengan nama yang mirip namun tak sama. Keduanya memiliki taglilne yang berbeda meskipun setelah saya ketahui bahwa resto satunya adalah karyawan yang sudah resign dari Apollo dan membuka usaha sendiri.



Lokasi mie tiaw Apollo ini berada di daerah kota sehingga sudah pasti sangat ramai di sekitarnya. Alamat mie tiaw Apollo di Jalan Patimura No 63 Darat Sekip, Kec Pontianak Kota, Pontianak, Kalimantan Barat 78243. Kawan melalak cantik bisa datang setiap hari kesini mulai pukul 14.30 s/d 01.00.

Nongkrong Bersama Warga Lokal Nikmati Es Kacang Hijau

Lydia membawa saya berkeliling kota di malam hari, terlihat suasana sangat ramai terutama di seputaran Gajah Mada yang penuh dengan warung kopi. Saya melihat bahwa warga Pontianak ini memang sangat menyukai kegiatan kumpul-kumpul sambl mengobrol dan menikmati kopi. Hanya saja, malam itu saya tidak minum kopi karena Lydia menawarkan minuman yang lebih segar. Yeah, ada tempat minum es kacang hijau yang ramai dipenuhi warga lokal di pinggir jalan. Aku pun teringat suasana ketika di Jogja dimana ramainya angkringan pinggir jalan.

Penjual es kacang hijau ini hanya menggunakan gerobak yang kemudian minumannya dikemas dalam cangkir plastik kemudian ditutup bagian atasnya seperti biasa jus 5000 yang ada di Medan. Hmmm, tidak hanya menyajikan es kacang hijau, tersedia juga air tahu dan minuman lainnya. Malam itu, saya memilih sari es kacang hijau yang rasanya lezat dan menyegarkan di tenggorokan. Harga untuk satu cup minuman sekitar Rp.5000,-. Malam itu Lydia mentraktirku untuk seporsi mie tiaw, teh manis dingin dan juga es kacang hijau. Uh baiknya ketemu warga lokal yang sudah mengajak keliling kota sekaligus ditraktir. Aku pun merasakan bahwa inilah karakter bangsa Indonesia yang baik dan ramah serta saling peduli satu sama lain.

Melihat Suasana STQ Nasional XXV di Pontianak

Saat kami berkeliling kota, saya melihat keramaian warga lokal yang mengendarai sepeda motor dan mobil berlalu lalang. Saya pun bertanya kepada Lydia kenapa ramai sekali masyarakat yang keluar rumah malam itu. Ternyata memang sedang ada penyelenggaraan STQ (Seleksi Tilawatil Quran) Nasional XXV di Pontianak dan akan segera dilakukan penutupan keesokan harinya. Event ini diselenggarakan di Alun-alun Sungai Kapuas sehingga tampak ratusan atau bahkan ribuan orang yang memenuhi lokasi tersebut. 

tempat wisata pontianak terbaru stq nasional 2019


Saya dan Lydia pun bingung memakirkan sepeda motor karena sudah pasti penuh dan nantinya akan kesulitan keluar dari lokasi event. Ide untuk meletakkan kereta jauh dari lokasi event adalah keputusan yang tepat. Sebuah mall yang menyediakan parkir di pinggir jalan menjadi pilihan Lydia dan kami pun berjalan menuju Alun-alun Kapuas. Malam itu sungguh ramai, asap kendaraan sudah pasti terasa dan suara klakson pun kedengaran dimana-mana.



Alun-alun pun dipenuhi oleh beranekaragam manusia dari berbagai daerah karena ini memang dari seluruh Indonesia. Saya melihat banyak stand dari provinsi di Indonesia, tempat asal saya provinsi Sumatera Utara pun juga ada pastinya. Malam itu, saya tergiur untuk membeli bros jilbab yang dijajakan oleh abang-abang dengan harga murah hanya Rp.10.000 dan bisa mendapatkan 3 variasi. Yeah, penjual tersebut pun makin ramai diserbu oleh ibu-ibu bahkan masih ada yang menawar padahal sudah dikasi harga yang murah.

Kembali ke Hostel, Tidur Indah Menyiapkan Energi

Semakin malam tentunya makin lelah dan ngantuk apalagi saya memang sudah penuh kegiatan selama di Kuala Lumpur. Sekitar pukul 22.00, saya dan Lydia memutuskan untuk kembali ke The Colour Hostel. Tempat tinggal Lydia memang tidak terlalu jauh katanya, hanya saja sudah malam tentu tetap harus berhati-hati. Saya pun mengucapkan banyak terima kasih karena malam pertama tiba di Pontianak sudah bisa menikmati kuliner lezat dan melihat aktivitas warga lokal yang nongkrong malam hari. Sssssssssstttt, kawan melalak cantik tetap harus tungguin cerita di hari berikutnya yah karena masih banyak keseruan lainnya di Pontianak.













Liburan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk para traveler. Selain menyenangkan tentunya ada sisi lain yaitu bisa meningkatkan pengetahuan. Siapa yang mau liburan sambil mencerdaskan diri? Yuk, baca terus artikelnya hingga selesai.




Saat menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam di Pontianak, aku tidak ingin membiarkan kesempatan untuk belajar banyak hal berlalu begitu saja. Ilmu pengetahuan dan pengalaman baru harus diraih ketika melakukan perjalanan. Waktu, energi dan materi yang sudah dikeluarkan harus bermanfaat untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Silahkan dibaca juga cara untuk mendapatkan tiket murah ke Pontianak 

Kawan melalak cantik yang mau berlibur mungkin sering mencari referensi tempat liburan. Nah, tempat liburan bermanfaat yang bisa dikunjungi bersama keluarga maupun teman inilah yang akan saya rekomendasikan untuk kawan melalak cantik. Beberapa mungkin sudah tahu tempat wisata yang ada di Pontianak. Well, saat ini saya mau rekomendasikan tempat wisata wajib dikunjungi yang gratis di Pontianak serta bisa tingkatkan pengetahuan saat liburan. Berikut 5 tempat wisata gratis di Pontianak yang wajib dikunjungi:

1. Rumah Radakng

Rumah Radakng adalah sebutan untuk rumah panjang suku Dayak Kanayatn di Provinsi Kalimantan Barat. Saat mengunjungi suatu daerah memang paling asik untuk melihat langsung kebudayaan dan sejarah dari masyarakat lokal. Nah, awalnya saya mengetahui hanya ada satu tempat wisata replika rumah tradisional dayak yang ada di Pontianak dengan sebutan Rumah Betang. Namun ternyata ada yang terbaru lebih besar dan digunakan untuk berbagai kegiatan yaitu Rumah Radakng. Saat itu, driver ojek online yang mereferensikan Rumah Radakng yang baru tersebut untuk dikunjungi dan ia pun mengantarkan ke rumah tradisional tersebut.

Tempat wisata gratis di Pontianak


Rumah Radakng memiliki ciri khas yaitu memiliki kolong atau pondasi rumah yang tinggi untuk perlindungan binatang buas dan musuh, bentuk arsitekturnya pun unik khas Kalimantan pada atap dan bangunannya. Rumah Radakng ini juga biasanya dilengkapi dengan bilik-bilik untuk dihuni beberapa keluarga yang mana jumlahnya bisa mencapai 100 orang.

Replika Rumah Radakng ysng terbaru ini tentunya lebih modern dan kokoh serta lebih diberi beberapa modifikasi dari bangunan aslinya seperti beberapa struktur bangunan terbuat dari beton, arsitektur pahatan di dinding, dan atap yang lebih modern. Para wisatawan pun senang untuk berkunjung kesini. Selain menikmati arsitektur Rumah Radakng juga sekaligus mendengarkan permainan musik tradisional khas dayak yang dimainkan oleh para pemuda disana Btw, ada cafe juga loh untuk santai makan maupun minum setelah kelelahan berkeliling sambil berfoto di Rumah Radakng.


Alamat Rumah Radakng:

Sungai Bangkong, Kec: Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Jam Buka:

Senin-Minggu : 07.00-18.00


2. Keraton Kadriah

Keraton ini adalah istana kesultanan Pontianak yang dibangun dari tahun 1771 sampai 1778 masehi. Sayyid Syarif Abdurrahman Al Kadri adalah sultan pertama yang mendiami istana tersebut. Saat saya mengunjungi keraton tersebut tampak ramai pengunjung yang ingin melihat langsung sejarah yang sudah ada sejak dahulu.




View this post on Instagram



Selamat siang, guys. Hari ini kota Medan memiliki suhu panas yang lumayan buat makin eksotis yah. Apalagi saat di Pontianak kemarin tuh, uhh pokoke makin jadi lah warna kulit ini. Well, aku mau cerita perjalanan ke Pontianak beberapa waktu yang lalu. Sebagai penikmat sejarah dan budaya tentu keraton, museum dan beberapa tempat lainnya tidak bisa dilewatkan begitu saja. Saat itu,aku mengunjungi Keraton Khadariah Kerajaan Melayu di Pontianak. Aku bertemu dengan petugas yang dengan setia menunggu kendaraan milik para pengunjung. Ia bercerita banyak hal seolah menjadi guide disitu. Ada banyak informasi yang didapatkan termasuk tentang permaisuri di Keraton tersebut. Dan, aku tidak menyangka baru saja juga berbicara dengan permaisuri yang sederhana dan bersikap ramah. Bapak petugas tersebut pun juga mengatakan keluarga di Keraton itu baik-baik. Yeah, terkadang gitu yang justru punya sesuatu akan tampak lebih sederhana dan ramah. Nah, jadi inilah foto di depan Keraton Khadariah Pontianak. Senang rasanya banyak belajar sejarah dan budaya baru. . . . . . 📸 Petugas Keraton 🌏 Pontianak, West Kalimantan, Indonesia #melalakcantik #bloggermedan #likeforlike #lifestyleblogger #photooftheday #wanderlust #keratonpontianak #wonderfulindonesia #influencermedan #folkindonesia #folktale #pesonaindonesia #pesonapontianak #diaryhijabers #travelphotography #travelhijabers #bloggerperempuan #rironwandes #contentcreator #travelbloggermedan #travelblogger #canonindonesia #eosm6
A post shared by Content Creator (@ririnwandes) on Jul 16, 2019 at 11:18pm PDT


Bangunan yang khas melayu berwarna kuning memancarkan sinarnya apalagi saat saya kesana matahari sedang sangat terik. Para wisatawan bisa masuk ke keraton ini secara gratis namun ada disediakan seperti kendi yang dibolehkan untuk memberikan uang. Fungsinya adalah untuk sumbangan bagi petugas kebersihan atau keamanan di keraton tersebut.

Tempat wisata gratis di Pontianak


Alamat Keraton Kadriah:

Jalan Tj. Raya 1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243

Jam Buka:

Senin-Minggu: 10.00-17.00


3. Tugu Khatulistiwa

Tugu khatulistiwa menjadi salah satu ikon kota Pontianak yang rasanya sah sudah berada disana jika sudah sampai di tugu tersebut. Kawan melalak cantik mungkin sudah tahu tentang garis khatulistiwa yang sudah dipelajari sejak jaman sekolah dasar. Garis khatulistiwa itu merupakan sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet.

Tempat wisata gratis di Pontianak


Di Indonesia, garis khatulistiwa melewati beberapa titik yang mana salah satunya adalah kota Pontianak. Nah, saat kamu mengunjungi Pontianak tentunya tidak boleh melewatkan untuk datang ke tugu khatulistiwa. Memasuki areal tugu tentunya tidak dikenakan biaya namun kita harus tetap menjaga areal agar tetap terjaga ketertiban dan kebersihan. Oh yeah, setelah tiba di tugu khatulistiwa, kamu akan mendapatkan sertifikat bahwa sudah menginjakkan kaki di garis ekuator tersebut.

Alamat Tugu Khatulistiwa:

Jalan Khatulistiwa ,Kel Batu Layang, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78244

Jam Buka:

Senin-Minggu: 07.30-19.00

4. Tugu Digulis

Tugu Digulis merupakan monumen yang berbentuk bambu runcing dimana posisinya tidak jauh dari kampus Universitas Tanjung Pura. Monumen ini awalnya berbentuk sebelas tonggak yang kemudian dicat warna merah putih dan pada akhirnya sekarang berwarna kuning. Nah, untuk bisa berfoto di depan tugu ini, kawan melalak cantik juga tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun, hanya saja harus mengambil momen yang pas sehingga tidak terlalu kelihatan kendaraan yang lalu lalang.

Alamat Tugu Digulis:

Jalan Jendral Ahmad Yani, Kel Bansir Laut, Kec Pontianak Utara, Pontianak

Jam Buka:

Setiap Hari : 24 Jam


5. Masjid Jami Pontianak

Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Sultan Syarif Abdurrahman adalah yang tertua dan terbesar di kota Pontianak. Ketika saya mengunjungi masjid ini sedang direnovasi sehingga tidak bisa masuk dan melihat keindahan arsitektur dari masjid tersebut. Saya hanya melihat dari luar yang mana posisinya juga tidak terlalu jauh dari Keraton Kadriyah sehingga cukup satu hari tour mengunjungi keduanya.

Tempat wisata gratis di Pontianak


Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya kota Pontianak pada tahun 1771 M. Bentuk masjid memang sangat tradisional dan tampak ciri khas yang unik sehingga banyak juga wisatawan yang berkunjung ke masjid tersebut.

Alamat Masjid Jami:

Dalam Bugis, Kec Pontianak Timur Kota Pontianak.

Jam Buka:

Setiap Hari: Waktu Shalat

Well, itulah rekomendasi dari melalak cantik yang bisa kamu kunjungi ketika sudah berada di kota Pontianak. Liburan menambah pengetahuan dan pengalaman baru sehingga travelling menjadikan diri semakin cerdas.



















Bermodalkan tiket promo murah Air Asia menginjakkan kaki di kota khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat menjadi pengalaman baru tahun 2019. Perjalanan 3 hari 2 malam melengkapi daftar kota yang sudah dikunjungi di Indonesia.




Liburan kemana pun pasti membutuhkan budget, hanya saja nominal yang dikeluarkan bervariasi. Harga tiket pesawat yang melambung tinggi menjadikan warga Indonesia ragu untuk berkeliling di negeri sendiri. Sementara aku memiliki cara lain yang lebih mudah dan murah. Selengkapnya silahkan dibaca hingga selesai seluruh artikel dan boleh tinggalkan komentar juga.





Boleh baca juga wisata Indonesia lainnya Monaco Park Sibiru-biru, Wisata Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kenikmatan Tiket Promo Murah Air Asia

Liburan murah ke Pontianak memang menyenangkan, ada banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapatkan selama perjalanan. Saat tubuh ini sudah berada di dalam pesawat Air Asia AK 478 dari kota Kuala Lumpur menuju Pontianak seperti mimpi yang akan segera diwujudkan. Perjalanan ini memang salah satu yang sudah direncanakan sejak setahun yang lalu meskipun hampir saja gagal terwujud. Sesuatu yang memang sudah menjadi rezeki memang pasti akan ada jalan untuk meraihnya.

Rasa syukur kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa ketika impian melengkapi daftar kota di Indonesia terwujud indah. Sore itu, waktu menunjukkan pukul 6.35 pm yang mana memang dijadwalkan untuk penerbangan menuju Pontianak dari Kuala Lumpur Int. Airport (KLIA) 2. Aku pun sudah mengantri di counter imigrasi sejak pukul 4.00 pm karena sudah bukan rahasia lagi jika antrian akan sangat panjang di bandara tersebut. Aku pun sempat khawatir jika barang bawaan melebihi 7kg karena tidak ada pembelian bagasi untuk perjalanan ini. 

Perjalanan lebih kurang 2 jam tidak lagi terasa karena kondisi tubuh yang sudah lelah selama di Kuala Lumpur maka aku pun menyempatkan tidur di dalam perjalanan ini. Suasana pesawat mungkin tidak terlalu nyaman karena memang bukan kelas bisnis maupun first class. Hanya saja dengan pendingin ruangan yang sejuk serta mata yang ngantuk, tidur pun terasa nikmat meskipun tidak mengobati total rasa lelah ini.




View this post on Instagram


Ada banyak hal yang bisa dilakukan meskipun sendiri. Membatasi ruang diri adalah bentuk kemalasan dan akhirnya bisa menghilangkan potensi. Melakukan perjalanan pernah dilakukan sendiri, nonton bioskop juga pernah sendiri, makan di resto atau cafe paling sering sendiri apalagi shopping wajib lah sendiri. So, aku gak pernah membatasi diri untuk berdiam tanpa tindakan. Berprestasi atau tidak itu urusan nanti, lakukan saja dulu meskipun dimulai dari sendiri. Adakah yang bosan sendiri? Lakukan perjalanan maka menemukan arti kesendirian. #melalakcantik #bloggerperempuan #bloggermedan #travelbloggermedan #travelblogger #photooftheday #travelphotography #pontianakheritage #likeforlike #explorepontianak #wonderfulindonesia #peoplepower #pesonaindonesia #kemenpar #rumahbetang #canonindonesia #eosm6 #mirrorless #ririnwandes #ootd #clozzeteid #lifestyleblogger
A post shared by Content Creator (@ririnwandes) on Jul 11, 2019 at 12:50am PDT

Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Supadio Int. Airport Pontianak dan Menikmati Interogasi dari Petugas Bea Cukai Bandara

Alhamdulillah, aku pun beryukur ketika sore itu pesawat mendarat pukul 18.10 wib di Supadio Int. Airport Pontianak. Rasanya bahagia bisa merasakan kota baru di Indonesia tahun 2019 ini. Ketika pesawat sudah terparkir sempurna, kaki pun langsung melangkah ke luar menuju counter imigrasi untuk pengecapan pasport. Yeah, padahal mau menuju kota sesama di Indonesia tapi dari negara lain terlebih dahulu demi harga yang lebih murah.



Urusan imigrasi sudah selesai namun ternyata belum untuk urusan lainnya. Petugas bea cukai sepertinya sudah memandangiku dan bersiap-siap memangsa. Maklum saja karena bandara Supadio Pontianak ini kecil sehingga segala aktvitas di counter imigrasi akan langsung terlihat oleh petugas bea cukai. Aku pun mengikuti segala arahan yang mereka perintahkan, tas tangan diperiksa secara keseluruhan bahkan buku catatan dan dompet.

Hmm, untuk urusan pemeriksaan di bea cukai ini bukanlah yang pertama kalinya karena di bandara Sumatera Utara sendiri sudah berkali-kali dicurigai membawa barang-barang terlarang. Pertanyaan yang diutarakan oleh petugas sudah terlalu biasa kudengar sehingga menjawabnya pun biasa saja. Saat di Pontianak, aku merasa nyaman dan terlihat santai menjawab petugas. Aku tunjukkan bahwa profesiku memang traveler sehingga ketika memasuki sesuatu tempat tidak ada tujuan lain. Tujuan mengunjungi sebuah kota maupun negara baru untuk jalan-jalan dan menuliskan pengalaman ke blog serta memasukkan video ke channel youtube.




View this post on Instagram



Hello friends, Akhir pekan akan segera tiba sepatutnya kita terus bersyukur atas nikmat dan karunia dari sang pencipta ialah Tuhan Yang Maha Esa. Mengeluh mungkin tidak hanya dilakukan oleh satu maupun dua orang. Di antara kita bisa jadi hampir setiap hari mengeluh atas kehidupan yang dialami sehari-hari. Padahal kita sudah diberikan lebih tetapi tetap mengeluh dengan semua yang terjadi. Aku pun bukan sekali dua kali mengeluh. Banyak hal terkadang yang masih sering menjadi keluhan apalagi saat kanan kiri banyak bisikan setan. Namun, kemudian ku pun merenung kembali atas pencapaian ini dan sudah sepatutnya aku mensyukuri nikmat dan berkah Nya. Sudahkah kamu bersyukur hari ini? Masih bisa bernafas saat bangun pagi hari, kita pun sudah harus bersyukur kan. Happy Friday❤️❤️❤️❤️❤️ . . . . . 🌏 West Kalimantan, Indonesia 📷 @lindakhofifah8 Editing: Owner @melalakcantik #melalakcantik #bloggermedan #travelbloggermedan #travelphotography #lifestyleblogger #pesonaindonesia #visitindonesia #wonderfulindonesia #likeforlike #photooftheday #tgif #backpackermedan #pesonapontianak #lightroom #travelblogger #vloggermedan #medanbeautyblogger #ootdhijab #muslimahindonesia #asiangirls #perempuanindonesia #canonindonesia #folktale #folkindonesia #eosm6
A post shared by Content Creator (@ririnwandes) on Jul 11, 2019 at 6:32pm PDT


Setelah Dijemput Lydia dari Airport Langsung Menuju The Colour Hostel

Lydia yang merupakan warga lokal dari Pontianak sudah kukenal sejak setahun lalu melalui group Backpacker Dunia di sosial media Facebook. Ia pun membantu untuk membayarkan tiket pesawatku menggunakan debit Bank Mandiri. Saat itu aku tak punya rekening bank tersebut sehingga aku hanya mentransfer nominal harga tiket pesawatku kepadanya. Dengan berbaik hati, ia menjemput dari bandara menuju kota menggunakan sepeda motornya. Perjalanan tidak terlalu jauh, menurutku paling sekitar 30 menit saja untuk mencapai The Colour Hostel.

Melalak Cantik ke Pontianak
Lydia yang berasal dari Pontiank

Udara malam itu terasa dingin padahal Pontianak itu sangat panas pada siang hari. Hmm, mungkin karena mengendarai sepeda motor tanpa jaket makanya terasa dingin pikirku. Kami pun bercerita banyak hal selama perjalanan, Lydia pun menunjukkan beberapa tempat saat kami melewatinya. Namanya kota mungkin tidak berbeda jauh dengan Medan, tetap ada keramaian dan sepeda motor tentunya. Hanya saja, aura yang dirasakan berbeda dari kota asal berada apalagi semua yang dilihat merupakan sesuatu hal baru.

Well, aku masih punya kelanjutan perjalanan ini, tentunya masih banyak cerita yang lebih seru dan menyenangkan akan kubagikan nantinya. Aku harap semua sabar menanti cerita perjalanan berikutnya yang masih sama dari kota Pontianak. Btw, kawan melalak cantik yang mempunyai pertanyaan boleh langsung ditulis di kolom komentar di bawah ini yah.




















Bukan cuma soal limit kredit, faktor keamanan dan kredibilitas juga penting untuk dicermati ketika memilih fasilitas pinjaman dana cepat, apalagi yang berbasis online seperti fintech. Selain bisa menjaga keamanan data pribadimu, fintech yang aman dan kredibel juga wajib memiliki transparansi dalam hal perjanjian pinjaman dan suku bunga. 

Pinjaman dana cepat & tanpa survey yang ditawarkan lembaga multifinansial atau fintech biasanya mematok suku bunga cukup besar sebagai ganti ‘tanpa jaminan’. Sebab, bisa dibilang, pinjaman dana cepat yang tanpa jaminan, memiliki risiko kredit macet yang lebih tinggi. Baik fintech atau perusahaan multifinansial tentulah nggak mau dirugikan apabila terjadi kondisi tersebut, maka alternatif terbaiknya adalah memberikan suku bunga di atas rata-rata bagi calon debitur. 

Kalau mau aman dari segi data dan juga kondisi keuangan, apabila butuh pinjaman tunai cepat, idealnya, kamu perlu memilih lembaga multifinansial atau fintech yang bisa menjamin keduanya: baik keamanan data dan juga memiliki suku bunga rendah. Apakah ada? Nggak perlu berandai-andai, jawabannya tentu ada, Kredivo adalah solusinya. 


Diawasi OJK dan Memiliki Jaminan Enkripsi Data Pengguna 

Sebagai bentuk inovasi teknologi di bidang keuangan, fintech adalah lembaga keuangan nonperbankan yang pengoperasiannya wajib mendapat izin dan diawasi oleh institusi resmi negara seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan rilis berita yang diterbitkan OJK dalam situs resminya, per Oktober 2018, ada sekitar 73 fintech legal yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK, termasuk Kredivo. Dengan terdaftar di OJK, artinya, fintech-fintech tersebut termasuk Kredivo memiliki izin yang jelas dan OJK juga menjamin perlindungan dan hak-hak konsumen yang menggunakan fasilitas fintech tersebut. 

Selain diawasi OJK, Kredivo sendiri juga memiliki jaminan enkripsi data pribadi serta data transaksi penggunanya. Teknologi enkripsi data membuat semua informasi yang diinput pengguna dalam aplikasi Kredivo tidak bisa dibaca tanpa pengetahuan atau kode khusus oleh pihak-pihak yang tidak diizinkan, sehingga keamanannya sangat terjamin. Dalam kebijakan keamanan pada situsnya, Kredivo juga memiliki jaminan untuk tidak menjual ataupun menyewakan data-data pribadi nasabah kepada pihak ketiga. 


Suku Bunga Paling Rendah & Sesuai dengan Kebijakan Bank Indonesia 

Kalau mau kondisi keuangan stabil dan aman meski punya angsuran pinjaman, maka jangan tergiur dengan fintech-fintech yang membebankan suku bunga 1% per hari atau mencapai hingga 30% per bulannya. Meski pinjaman cair cepat, kalau ternyata menyulitkan dalam penyelesaian angsurannya, tentu bakal merepotkan. 

Baik untuk belanja cicilan di merchant online ataupun pinjaman online tanpa jaminan, Kredivo memiliki suku bunga tetap 2,95% per bulannya. Suku bunga ini kurang lebih setara dengan suku bunga kartu kredit perbankan konvensional dan sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI Rate) untuk lembaga keuangan atau pinjaman, yaitu maksimal 5,76% per 2018. 

Sementara untuk tenornya, Kredivo memberi opsi tenor 3, 6, hingga 12 bulan untuk belanja cicilan barang, sedangkan untuk pinjaman tunai, pilihan tenor yang tersedia adalah mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Kamu bisa belanja cicilan dengan menggunakan Kredivo di 200 merchant online ternama yang sudah bermitra dengan Kredivo, di antaranya adalah Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, JD.id, dan masih banyak lagi yang lainnya. Supaya bisa cicilan dengan tenor hingga 12 bulan, pastikan minimal total belanjaanmu di merchant online adalah Rp 1 juta. 

Daftar Online & Proses Approval Hanya 1 x 24 Jam 

Supaya bisa mengajukan pinjaman di Kredivo, kamu perlu mendaftar akun lebih dulu lewat aplikasi Kredivo. Download aplikasi di Google Play Store atau App Store, kemudian ikuti instruksi pendaftaran yang ada pada aplikasi. Pastikan kamu mendaftar untuk opsi kedua yaitu “Cicilan”. Sebab, fasilitas pinjaman dana cepat hanya berlaku bagi pengguna yang sudah terdaftar sebagai pengguna Cicilan. 

Apabila sudah selesai daftar, kamu hanya tinggal tunggu proses approval dalam waktu 1 x 24 jam. Jika disetujui, kamu akan mendapat notifikasi konfirmasi persetujuan di aplikasi Kredivo dan juga email terdaftar. Saat pendaftaranmu disetujui, saat itu juga kamu sudah mendapat limit kredit di akun Kredivo-mu. Jumlah limit kredit maksimal, terutama untuk Cicilan, yang bisa diberikan Kredivo mencapai hingga Rp 30 juta. Menarik, kan? 

Ajukan Pinjaman Dana Cepat, Satu Hari Cair 

Kalau sudah punya limit kredit di akun Kredivo-mu, pengajuan pinjaman bisa langsung dilakukan kapan pun. Dengan kata lain, kamu bisa mengubah atau mencairkan limit tersebut menjadi pinjaman tunai. 

Ada dua fitur pinjaman dana yang tersedia di aplikasi Kredivo: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Untuk pinjaman mini, jumlah pinjaman minimal yang bisa diajukan adalah Rp 500 ribu dengan tenor maksimal pengembalian 30 hari. Sementara untuk pinjaman jumbo, jumlah pinjaman minimal yang bisa diajukan adalah Rp 1 juta dengan pilihan tenor angsuran 3 bulan dan 6 bulan. 

Jumlah pinjaman maksimal yang bisa kamu ajukan adalah sebesar limit kredit yang kamu punya untuk tenor 6 bulan pada akun Kredivo-mu. Misalnya, kamu mendapat limit Rp 20 juta, kemudian untuk tenor 6 bulan, yang tersedia adalah Rp 15 juta, maka, maksimal pinjaman tunai yang bisa kamu ajukan adalah Rp 15 juta dengan tenor angsuran maksimal 6 bulan dan suku bunga 2,95% per bulannya. 

Jangan sampai kalap. Kemudahan yang ditawarkan fintech seperti Kredivo untuk pinjaman dana tentunya perlu disikapi dengan bijak dan penuh pertimbangan. Supaya aman dan terhindar dari kredit macet, sesuaikan jumlah pinjaman yang diajukan dengan kebutuhan dan juga kondisi keuanganmu dalam membayar angsurannya nanti. 








Hallo guys,
Happy Weekend

Hari ini, aku mengajak kawan melalak cantik untuk membahas pekerjaanku di dunia digital. Beberapa teman mungkin banyak yang bertanya bagaimana aku menciptakan konten kreatif yang kemudian bisa dikonsumsi oleh masyarakat banyak. Well, aku tentunya membutuhkan alat yang bisa dijadikan media untuk menciptakan aneka konten tersebut. So, aku akan membagikan informasi seputar laptop yang kugunakan sejak awal mengenal dunia tulis menulis.

Awal memiliki laptop itu saat kuliah sekitar tahun 2016 dengan merk pertama yang dimiliki adalah Acer. Spesifikasi masih pentium dan hingga hari ini juga masih tersimpan rapi di rumah. Namun, sudah jarang digunakan karena tidak bisa mengikuti kepadatan aktivitas di dunia digital saat ini.

Brand Acer ini memang sejak lama sudah dikenal bagus dan pada masa itu memang kece donk pake produk dari Acer. Well, beberapa hari yang lalu Acer Day 2019 juga hadir di kota Medan sehingga makin banyak deh pengetahuan baru tentang Acer yang semakin terus berinovasi. Tahun lalu pun, aku sudah ikut event Acer Day yang diadakan di District 10 Medan dan bersyukur bisa mendapatkan Mouse Predator Acer yang kece itu.

Acer Day 2019 Medan

Acer Day yang berlangsung di Medan pada hari jumat lalu, 28 Juli 2019 berlangsung meriah dihadiri oleh rekan-rekan blogger dan perwakilan dari Acer yaitu Herbet Ang selaku President Director Acer Indonesia, Leny Ng selaku Sales Director Acer Indonesia dan Michael Christian selaku Consumers Notebook Product Manager Acer Indonesia.



Well, Acer semakin berpengalaman di industri ini terbukti sudah puluhan tahun keberadaannya menemani para konsumen Indonesia. Dalam rangka ulang tahun yang ke dua puluh tahun, Acer memberikan apresiasi penuh kepada pelanggannya melalui berbagai penawaran spektakuler yang dihadirkan melalui campaign Acer Day yang Xtrafun dan Xtracool di Indonesia.

Herbet Ang mengatakan bahwa saat anniversary yang ke dua puluh tahun ini adalah momen yang tepat bagi Acer untuk kembali berbagi keseruan dengan beragam penawaran dan kejutan untuk pelanggan. Nah, melalui Acer Day ini tentunya pelanggan semakin dimanjakan bisa mendapatkan laptop idaman sekaligus berkesempatan memenangkan 2222 fun prize dari Acer.

Michael Christian

Penawaran Istimewa Acer Day 2019

Acer menawarkan aneka penawaran istimewa yang disukai konsumen Indonesia dengan disertai Acer Point Reward untuk setiap pembelian laptop Acer, dimana pelanggan berkesempatan memiliki laptop gaming idaman Predator Helios 300 dengan cashback hingga dua juta rupiah, sekaligus berkesempatan memenangkan 2222 hadiah seru mulai dari 2 paket wisata ke Korea, 20 laptop tipis Swift 3 Acer Day Edition, 200 Predator headset, dan 2000 Nitro backpack. Periode promo Acer Day 2019 berlangsung mulai tanggal 18 Juli hingga 30 September 2019. Wah, menggiurkan sekali aneka penawarannya sehingga aku pun ingin dengan segera membeli salah satu serinya.

Selain itu, penawaran terbaik ini diberikan kepada pelanggan berupa cashback hingga dua juta rupiah, hadiah langsung dari beberapa produk dengan value senilai Rp3,6 juta, Office 365 dan garansi resmi tiga tahun. Pelanggan bisa memilih perangkat Acer yang paling sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari laptop tipis, perangkat gaming, desktop PC, monitor, proyektor hinggagaming gears. Setiap pembelian produk Acer tipe apapun, akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan kesempatan memenangkan ribuan hadiah dari Acer Day.



ConceptD Untuk Para Kreator

Apa sih ConceptD?

Beberapa di antara kawan melalak cantik mungkin masih belum paham dengan lini yang satu ini. Well, ConceptD adalah lini terbaru yang dirancang untuk para kreator. Menampilkan prosesor mobile Intel Core generasi terbaru dan dukungan graphic card mumpuni, ConceptD memiliki kekuatan dan kinerja untuk menjalankan berbagai aplikasi kreatif secara bersamaan dengan lancar tanpa hambatan. Dengan desain yang tak lekang oleh waktu sesuai untuk kalangan kreatif, pemrosesan tanpa suara setenang 40 dB, serta tampilan yang sangat baik, membuat ConceptD ini menghadirkan pengalaman berbeda dengan kompetitor.

Laptop ConceptD menampilkan akurasi warna yang lebih tinggi dengan 100% Adobe® RGB color gamut dan dukungan Delta E<1,5 yang menjamin output tampulan lebih memukau dengan akurasi warna dan ketajaman gambar yang amat baik. Lini laptop ini akan segera hadir di Indonesia dan pertama kalinya lini untuk creator yakni ConceptD series. Lini ini tentunya diharapkan dapat menggairahkan dan mendorong para creator di Indonesia menjadi lebih produktif dan menghasilkan ide-ide segar melalui eksplorasi di laptop ConceptD series. Kita yang bekerja di dunia digital ini makin semangat donk ciptakan konten-konten kreatif.

So, gimana kawan melalak cantik?. Apakah mulai tergiur untuk segera membeli laptop pada periode Acer Day 2019? . Kamu yang membeli jangan lupa nih ikutan  challenge online untuk memenangkan ribuan hadiah dari Acer Day 2019 dengan cara mendaftarkan pembelian produk Acer yang dilakukan selama periode promo yaitu 18 Juli – 30 September 2019. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Acer Day, silahkan kunjungi: www.acerid.com/acer-day. Ikuti kemeriahan Acer Day 2019 dengan mengikuti hashtag #AcerDay2019 di media sosial Acer Indonesia.










Hello guys,

How is your day?
Hope you well and happy forever,yeah.

Well, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 20 Juli 2019, saya bersama rekan-rekan blogger Medan mengikuti rangkaian kegiatan dari Malaysia Healthcare di Hotel Santika Dyandra Medan. Beranekaragam topik seru dibahas bersama para ahlinya, mulai dari perwakilan Ramsay Sime Darby Health Care hingga dokter yang asik untuk diajak berkonsultasi.



Oh yeah, Malaysia Healthcare ini hadir dalam acara AirAsia Travel Fair yang diadakan selama 3 hari mulai dari tanggal 19-21 Juli 2019 di Mall Centre Point, Medan. Dalam acara tersebut tentunya juga banyak tawararan yang beragam untuk masyarakat Sumatera Utara, khususnya kota Medan yaitu layanan perawatan dan fasilitas kesehatan berkualitas dunia seperti kardiologi, fertilitas, onkologi dan ortopedi hingga paket perawatan yang menarik dan terjangkau dari sejumlah fasilitas kesehatan swasta terkemuka di Malaysia seperti Ramsay Sime Darby Health Care; Sunfert International Fertility Centre; Genesis IVF & Women's Specialist Centre, Penang; dan Mahkota Medical Centre.



By the way, masyarakat Indonesia sendiri sudah banyak yang berobat ke Malaysia mungkin dengan adanya beberapa alasan. Apalagi warga Medan, jarak geografis yang sangat dekat antara kota Medan dengan Malaysia dan pilihan rute penerbangan langsung dari Medan ke Kuala Lumpur dan Penang menjadi alasan utama masyarakat Medan untuk melakukan perawatan dan konsultasi kesehatan di Malaysia.



Malaysia telah diakui secara internasional sebagai "Best Country in the World for Healthcare" dari tahun 2015 hingga 2017 dan juga tahun 2019 oleh majalah International Living yang berasal dari AS dan menerima penghargaan "Destination of the Year" untuk wisata medis dari tahun 2015 hingga 2017 serta penilaian istimewa pada tahun 2018 oleh International Medical Travel Journal yang berasal dari Inggris.

Apa Sih Malaysia Healthcare Travel Council?

Saat awal mengikuti kegiatan dari Malaysia Healthcare mungkin masih bertanya-tanya bahkan mungkin bisa berfikir bahwa ini adalah agen asuransi atau yang lainnya. Nah, setelah selesai ikut kegiatan makin tahu deh tentang Malaysia Healthcare ini, saya pun ingin membagikan dengan rekan-rekan semua.

Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) adalah badan pemerintah yang telah diberikan kepercayaan untuk mengelola pariwisata kesehatan di Malaysia. MHTC ini sudah didirikan pada tahun 2009 yang mana berupaya memfasilitasi dan mengembangkan industri pariwisata kesehatan Malaysia di bawah brand "Malaysia Healthcare" untuk menjadikan Malaysia sebagai tujuan utama pariwisata kesehatan di dunia.

Masyarakat Indonesia memiliki tujuan beranekaragam untuk berobat di Indonesia. Salah satunya adalah perawatan fertilitas dengan program in vitro atau bayi tabung yang merupakan salah satu layanan kesehatan unggulan di Malaysia.

Kenapa Memillh Malaysia Healthcare?

Alasan dalam memilih Malaysia Healthcare tentunya banyak, nah ini saya akan paparkan kepada teman-teman:

1. Kualitas Kelas Dunia
2. Kemudahan Aksesibilitas
3. Biaya yang Kompetitif
4. Kemudahan Komunikasi
5. Pusat Halal Global
6. Dukungan dari Awal Hingga Akhir
7. Penghargaan yang Sudah Diraih

Paket Promo Pemeriksaan Kesehatan

Well, kawan melalak cantik yang hadir di Air Asia Travel Fair 2019, Medan pasti tahu bahwa ada promo dari Ramsay Sime Darby Healthcare yang mana adanya diskon hingga 30% untuk paket pemeriksaan kesehatan dan antar jemput gratis dari bandara ke rumah (2 way). Beberapa rumah sakit dari Ramsay Sime Darby Healtcare ini yaitu Subang Jaya Medical Centre, Ara Damansara Medical Centre, Parkcity Medical Centre.

Beberapa keunggulan dari rumah sakit tersebut yaitu:

1. Subang Jaya Medical Centre

Pusat Keunggulan:
Kanker, penyakit darah, sistem pencernaan dan hati, jantung, otak dan tulang belakang, radiologi vaskular dan intervensi, anak-anak, payudara, mata, telinga, hidung dan tenggorokan, tulang dan sendi.

2. Ara Damansara Medical Centre

Pusat Keunggulan:
Otak, jantung, tulang belakang dan sendi

3. Parkcity Medical Centre

Pusat Keunggulan:
Anak-anak, wanita, perawatan lansia.

Oh yeah, syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Penawaran ini berlaku hingga 31 Desember 2019.
2. Penawaran ini hanya berlaku untuk pembelian di tempat pameran selama 3 hari.
3. Penawaran ini hanya berlaku untuk paket pemeriksaan kesehatan yang tercantum dalam brosur yang ada di atas.
4. Penawaran ini tidak berlaku dengan diskon dan promosi lainnya.

So, kawan melalak cantik yang ingin melakukan perawatan kesehatan sudah mulai tahu nih kemana harus pergi yah. Ada aneka pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.







Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET’S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates