facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Shalat Gerhana Matahari di Masjid Kapitan Keling Hingga Berkeliling Armenian Street Sendirian (Day 3) - Berhubung seharian ini tidak punya tujuan tempat wisata yang ingin dikunjungi maka sekedar berkeliling kota saja sepertinya sudah menyenangkan. Aku pun memilih untuk pergi ke Masjid Kapitan Keling dan melihat para traveler di Kawasan Armenian Street.





Breakfast di Tido Hostel

Sarapan pagi dibutuhkan agar semangat menjalani hari. Meskipun hanya roti dan teh namun perut yang diisi akan menambah energi. Bangun pagi langsung naik ke lantai 5 dimana ruang dapur dan komunal berada di lantai tersebut. Aku memilih bangun pagi agar semangat tidak diambil alih oleh ayam. Mengawali hari dengan suasana hati yang baik akan membuat kegiatan harian jauh lebih menyenangkan. Tahun yang baru pun harus lebih membahagiakan sehingga muncul tulisan tentang Kisah Perjalanan Menyambut 2020.

Tido Hostel Penang, Malaysia


Membuat sarapan memang tidak sering kulakukan namun ketika solo traveliing begini semua kegiatan harus dilakukan sendirian. Hostel sudah menyediakan bahan sarapan seperti roti, teh, kopi dan lainnya. Tamu hanya harus siap untuk membersihkan setelah selesai menggunakan semua peralatan. Aku menghabiskan waktu lebih dari sejam di lantai 5 tersebut. Memandangi aktifitas warga lokal dari lantai atas ternyata mengasikkan.

Aku masih duduk santai di atas ayunan berwarna putih dekat dapur sekitar pukul 08.30 am. Nikmat sekali bersantai-santai di ruang komunal sambil berfikir rencana petualangan hari ini. Tido Hostel memang memberikan kenyamanan untuk tamu yang menginap disini sehingga aku pun menuliskan review terpisah nantinya tentang hostel tersebut.

Tido Hostel Penang, Malaysia


Shalat Gerhana Matahari di Masjid Kapitan Keling


Masjid Kapitan Keling merupakan masjid yang dibangun pada abad ke-19 oleh pedagang India di George Town, Penang. Awal pertama ke Penang tahun 2016 lalu, ku pun sudah melihat langsung masjid tersebut. Saat itu belum berkesempatan untuk beribadah disana, hanya sekedar melihat pada malam hari berhubung tidak memiliki waktu yang banyak untuk liburan.

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia


Setelah kunjungan pertama ternyata ada berikutnya hingga sekarang sudah ke empat kalinya. Kali ini pun lebih lama dan bisa mengikuti ibadah shalat zuhur berjamaah. Ketika shalat gerhana berlangsug, ku hanya duduk di bagian belakang bersama jamaah lainnya. Imam pada hari itu memang orang India yang terlihat dari layar televisi.

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia


Masjid Kapitan Keling ini memiliki desain interior dan eksterior yang khas. Aku pun terkagum ingin membaca informasi yang tertera di halaman depan. Masjid ini tentunya merupakan bagian sejarah di kota George Town. Oh yeah, kawan melalak cantik yang belum pernah kesini akan mudah menemukannya kok, masuk gratis dan yang penting berpakaian yang sopan. Lokasinya juga memang berada di kota tepatnya di Jalan Buckingham, George Town. Kamu juga akan melihat ramainya antrian pemberli nasi kandar beratur di luar halaman masjid yang berada di sisi kiri.

Lunch di Restoran Kassim Mustafa

Setelah selesai shalat zuhur dan asik berkeliling di masijid maka selanjutnya adalah mengisi perut yang mulai keroncongan. Makan siang ini sepertinya bingung mau nikmati menu apa di Penang. Pilihan jatuh ke Restoran Kassim Mustafa yang tidak jauh dari Masjid Kapitan Keling. Aku pun berjalan menuju Chulia Street dimana lokasi restoran tersebut.

Restoran Kassim Mustafa Penang


Saat sudah berada di dalam, mulai bingung ingin makan apa siang itu. Sebenarnya sedang tidak ingin makan kari tapi setiap ke Malaysia pasti tidak ketinggalan untuk nikmati masakan India. Hanya modal RM 8 sudah bisa makan dengan nasi dan ayam. Berhubung cuaca Penang sedang tidak bersahabat alias panas setiap hari maka es menjadi solusi yang diminum untuk menyegarkan.

Restoran Kassim Mustafa Penang


Berkeliling Armenian Street


Kawasan yang ramai turis alias pelancong memang di sekitar Armenian Street. Ada banyak mural art menarik dan tentunya penjual souvenir lucu dan gemas disana. Aku pun entah sudah berapa kali melalak cantik di kawasan ini namun tidak pernah bosan berhubung memang kawasannya ramai dan menyenangkan.

Aku memilih untuk berjalan dari lorong ke lorong, cuaca memang panas tapi syukurnya ada payung Aya yang ketinggalan. Aku pun tidak lupa dengan kacamata agar tetap santai berjalan sendirian. Berhubung memang hari libur natal, libur sekolahan juga maka banyak pelancong yang berdatangan. Jalanan pun padat dengan pemandangan pejalan kaki, tukang becak hias yang membawa penumpang, pelancong yang bersepeda hingga penjual souvenir yang mayoritas memang warga lokal.

Cycling Armenian Street Penang

Cycling Armenian Street Penang

Souvenir Armenian Street Penang


Kawan melalak cantik yang juga ingin berkeliling di Kawasan Armenian Street tidak akan sulit menemukan. Dari Masjid Kapitan Keling cukup berjalan lurus ke arah kanan hingga menemukan Choo Chay Keong di Lebuh Armenian. Selanjutnya bisa memulai petualangan di kawasan tersebut hingga malam hari.

Choo Chay Keong Lebuh Armenian Penang


Berhubung aku sendirian maka lebih banyak berjalan memperhatikan orang sekitar.saja. Memotret hal yang menarik dipandang mata dan membeli air mineral sudah pasti agar tidak dehidrasi. Panas siang itu memang tidak bisa diajak kompromi, syukurnya menemukan Armenian Park yang memiliki bangku dan pepohonan menyejukkan. Berhenti sambil menghirup udara segar memang asik siang itu apalagi bisa tersenyum dengan warga lain yang melintas. Kicauan burung juga menambah keramaian suasana hati yang sepi, caelah baper yah,sis.

Armenian Park Lebuh Armenian Penang


Menjelang maghrib selanjutnya ku memilih untuk kembali ke hostel. Ingin bebersih terlebih dahulu sebelum nanti malam berjalan lagi mencari sesuatu yang baru. Sepertinya malam ingin dinikmati di Kawasan Love Lane. Sekian lama sudah tidak duduk santai di Holy Guacamole yang ala ala Meksiko itu.

Nikmati Musik Malam di Holy Guacamole


Kawasan Love Lane ini memang kebanyakan bar dan cafe tapi untuk bersantai memang enak sambil mendengarkan musik. Aku lebih suka menikmati musik di Holy Guacamole meskipun harga menu kuliner yang tersedia lumayan menguras kantong. Hal yang kusuka adalah restoran ini tidak hanya menyajikan minuman beralkohol. Pilihan minuman lainnya ada termasuk jus yang menyegarkan tenggorokan setelah ikutan bernyanyi dengan penyanyi cafe tersebut.

Love Lane Penang


Malam itu, ku memilih apple juice seharga RM 12 dan beef satay seharga RM 26. Well, malam itu saja budget sudah keluar sekitar RM 40.30. Menurutku, memang itu kemahalan untuk sekedar jus dan sate. Tapi hiburan musik yang menyenangkan serta pelayan yang asik mau diajak ngobrol maka harga bukan menjadi patokan untuk santai disitu.

Holy Guacamole Penang




Menghabiskan malam hingga tengah malam hingga sudah lelah, ku pun memutuskan untuk kembali ke hostel dan bersantai di lobby. Malam ini tidur lebih awal berhubung sudah tidak berminat melakukan aktifitas lainnya lagi apalagi sendirian bisa suka hati mau ngapain aja sih.

















Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang, Malaysia (Day 2) - Hari kedua penjelajahan tanpa itinerary memang menjadi menyenangkan. Aya mengajak untuk pergi ke pantai di hari libur natal. Dimulai dari makan siang di Queensbay Mall, makan sore di Pantai Damai Ombak hingga lanjut menikmati bintang malam di Pulau Jerejak. Sstt, cerita hari pertama di Penang silahkan baca di Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang, Malaysia (Day 1).

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Hari kedua di Penang tentunya ada aktifitas yang lebih asik dibandingkan hari pertama. Bangun pagi langsung dilanjutkan dengan pergi ke kolam renang Hotel Royal Penang. Berenang sendirian memang terkesan membosankan namun ternyata justru asik karena bisa nikmati seperti kolam milik pribadi. Yeah, berhubung bangun lebih awal sehingga tamu hotel lainnya belum ada yang berenang deh.

Hari ini, 25 Desember 2019 sudah janjian untuk bertemu dengan Aya di Queensbay Mall pukul 12 siang. Well, ternyata aku bergegas lebih awal sehingga bisa segera menuju mall dengan menggunakan bus. Aku pun check out terlebih dahulu dari Hotel Royal Penang dan langsung menuju Tido Hostel untuk menghabiskan 3 malam.

Pelayanan dari Tido Hostel memuaskan karena resepsionis ramah dan bersahabata. Aku pun bisa menitipkan barang bawaan berhubung memang baru diperbolehkan check in pukul 03.00 pm. Oh yeah, review tentang Tido Hostel segera di artikel terpisah, tungguin aja yah.

Perjalanan Queensbay Mall by Bus


Berhubung solo traveler yang menghemat budget maka bus menjadi solusi saat melakukan perjalanan. Asiknya liburan di Malaysia ini memang dari sisi transportasi sudah mendukung untuk memudahkan kesana kesini. Selain itu, sebagai pendatang juga bisa mudah mendapatkan akses informasi tentang nomor bus yang ingin digunakan. Aku pun banyak tahu tentang bus yang ingin digunakan dari google maps. Stasiun bus juga mendukung dengan informasi tentang jadwal kedatangannya.

Jarak dari stasiun bus Komtar menuju Queensbay Mall itu lumayan jauh, naik Grab bisa mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Berhubung cuaca panas, aku naik Grab dari Tido Hostel menuju Komtar dengan biaya RM 6. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bus 401e atau 304 hanya sekitar RM 2 sampai deh di perhentian bus Queensbay Mall. Well, berhubung ini pertama kali naik bus menuju mall, aku pun sempat salah berhenti padahal nantinya ada perhentian tepat di depan mall.

Dengan cuaca yang cukup panas, aku masih harus berjalan menuju pintu masuk mall. Hmm, ternyata Aya juga belum tiba dan masih harus menunggu deh di dalam mall. Kawan melalak cantik pasti paham donk bahwa aku tuh enggak bisa betah diam saja. Mengelilingi mall adalah solusi siang itu, keluar masuk toko menyenangkan sambil cuci mata. Hmm, ternyata susah juga mengontrol hingga pasti tetap saja ada yang dibeli minimal masker dari Watsons sih.

Berhubung sinyal sempat tidak bagus, aku dan Aya hampir saja kesulitan untuk bertemu. Hingga akhirnya berjalan hingga menemukan koneksi yang bagus. Finally, kami pun bertemu di dekat pintu masuk AEON. Duh, perut sudah keroncongan berhubung belum makan siang namun kami mau pergi ke pantai dan jaraknya juga tidak dekat. Well, aku pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu agar lebih bersemangat melakukan penjelajahan hari ini.

Makan Siang di Queens Hall Food Court


Berhubung hari libur natal maka sudah pasti mall penuh oleh para pengunjung baik warga lokal maupun turis asing. Queens Hall Food Court yang berada di level 3 Queensbay Mall pun penuh dengan jam buka mulai dari pukul 10.30 am hingga 10.30 pm. Aku dan Aya memutar hingga 3 kali untuk menemukan bangku yang tepat. Sambil mencari tempat duduk, aku pun memutar mata memperhatikan aneka menu makanan yang ada di areal foodcourt.

Queensbay Mall Penang, Malaysia


Masakan Thailand menggoda untuk disantap siang itu maka kaki pun melangkah ke gerai restoran Thailand bernama Sukhothai Thai Food. Mereka menyajikan aneka menu khas Thailand yang sangat kurindukan. Meskipun sebenarnya sangat menginginkan mango rice yang enak dan khas ala Thailand tetapi ku tetap memiih yang ada nasi.

Honey chicken seharga RM 13.90 menjadi pilihan dengan minumannya air mineral agar lebih segar. Olahan ayam yang sudah dipotong dan digoreng kemudian disiram madu menjadikan rasanya manis manjah deh. Tampilan menu memang kece tapi rasanya tetap B aja.

Queensbay Mall Penang, Malaysia

Berpetualang di Pantai Ombak Damai

Setelah makan siang, tubuh lebih bersemangat untuk diajak berjalan. Petualangan hari kedua di Penang pun segera dimulai. Aku dan Aya sudah bersemangat meskipun hari sudah mulai siang dan matahari sedang terik. Ada ramai penumpang yang sedang menungggu bus, kami pun menanti kedatangan di stasiun bus. Sekitar 20 menit menunggu akhirnya datang juga, pukul 04.00 pm baru naik bus nomor 308 dengan biaya RM 2 menuju Kawasan Perkelahan Tanjung Asam.

Perjalanan cukup lama sekitar 30 menit lebih, aku pun sempat tertidur sebelum akhirnya tiba di lokasi. Bus melewati rumah perkampungan warga Melayu dan banyak pepohonan di sekitarnya. Aya masih mencoba untuk mengingat dimana kami harus turun. Seketika membaca tulisan Restoran Khunthai, kami pun turun dan ternyata salah tempat. Well, lanjut berjalan deh sekitar beberapa meter untuk mencapai lokasi yang dimaksud. Hati gembira ketika menemukan tulisan Selamat Datang di Damai Ombak.



Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Cuaca yang panas membuat kami memilih untuk santai terlebih dahulu. Mencari tempat duduk yang nyaman dan membeli minuman segar. Aku tergoda untuk mencoba es krim kelapa yang harganya pun murah sekitar RM 5. Selain itu, air mineral dingin RM 1.40 juga tidak ketinggalan donk. Btw, ada banyak kuliner yang lezat tapi perut sudah kekenyangan. Aya yang memesan laksa seharga RM 5 dan  rumput lekor harganya RM 3.



Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Kami tidak terlalu lama di pantai ini, selesai santai makan lanju berfoto sebentar. Sudah lelah dan bosan maka langsung memesan Grab untuk pergi ke destinasi berikutnya. Hari sudah mulai sore, pukul 06.00 pm cuaca mulai menggelap. Kami khawatir tidak mendapatkan Grab hingga akhirnya Aya menggunakan aplikasi In Drive dan kami pun menemukan pengemudi. Tentunya biaya lebih mahal karena jaraknya lumayan jauh dari Ombak Damai menuju Resort Pulau Jerejak.

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia

Pantai Ombak Damai Penang, Malaysia


Petualangan Malam di Pulau Jerejak


Awalnya memang ingin ke Pulau Jerejak pada sore hari namun keadaan berkata lain. Kami tiba sudah hampir pukul 07.00 pm, boat yang ingin digunakan juga penuh berhubung natal maka ramai pengunjung. Syukurlah bisa bergabung dengan group lainnya maka kami pun berangkat pukul 08.30 pm. Biaya naik boat sekitar RM 20 untuk pulang dan pergi memang tidak murah tapi mencoba sesekali boleh saja lah.

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia


Beberapa teman yang warga lokal sih bilang tidak ada yang terlalu menarik di Pulau Jerejak. Hmm, pastinya ada cerita di pulau tersebut yang sedikit menyeramkan. Boat melaju kencang dan tidak boleh ada cahaya saat melintas di pulau. Bahkan aku yang menggunakan light ring diminta untuk dimatikan serta ada penumpang lain yang menghidupkan layar smartphone pun harus mematikannya.



Seluruh penumpang wajib menggunakan pelampung demi keamanan. Perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Cahaya lampu berwarna-warni sudah kelihatan ketika boat mulai mendekat. Saat tiba di pulau jerejak, seluruh penumpang turun dan langsung berjalan memasuki areal pulau. Aku pun masih merasa tidak nyaman apalagi sudah malam berada di pulau tersebut. Ingin berfoto di banyak spot menarik pun tidak selera, antara lelah dan sudah takut juga.



Pada siang hari sepertinya menarik berfoto, ada banyak spot instagramable untuk mengabadikan moment. Meskipun cahaya lampu warna-warni indah tapi tetap saja sudah gelap pada malam hari. Aku akan lanjutkan tulisan khusus tentang aktifitas yang bisa dilakukan di pulau jerejak pada artikel terpisah.

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia

Pulau Jerejak Pulau Pinang, Malaysia


Sekitar pukul 10.00 pm, aku dan Aya memutuskan untuk segera pulang. Kami pun berjalan menuju ruang tunggu penumpang boat. Ternyata antrian sudah panjang karena hampir semua sudah mau kembali ke tujuan masing-masing. Menunggu hingga pukul 10.30 pm, akhirnya giliran pun tiba untuk naik boat. Selama perjalanan sudah mengantuk dan mood sudah tidak terkontrol lagi. Malam pun semakin gelap, Grab juga sudah sulit didapatkan hingga akhirnya Aya memesankan In Drive untukku.

Perjalanan dari Resort Pulau Jerejak menuju Tido Hostel memang lumayan jauh. Sekitar RM 10 lebih biaya ongkosnya namun masih lebih murah dari Grab. Aku pun hampir tertidur di dalam mobil berhubung sudah sangat lelah. Akhirnya tiba di hostel, aku langsung segera menuju lobby dan melakukan check in. Yeah, ingin segera bertemu ranjang dan istirahat malam itu. Aku pun melihat di dalam dormitory sudah ramai beberapa tamu yang sedang tidur. Then, waktu malam terus berjalan, ku pun memilih tidur dan kita lanjutkan cerita berikutnya esok hari yah.



















Aktifitas Seru Solo Traveling 10 Hari di Penang, Malaysia (Day 1) - Perjalanan 24 Desember 2019 lalu ke Penang bukanlah pertama kali. Tahun 2016 sudah menginjakkan kaki ke kota yang merupakan salah satu pelabuhan utama di Selat Melaka. Setelah itu, aku pun masih sering berkunjung  baik sendiri maupun bersama teman. Sepertinya sudah lebih 5 kali mengunjungi George Town yang mana merupakan ibukota negara bagian Pulau Pinang. Cerita perjalanan ke Penang lainnya pada tahun 2018 silahkan dibaca pada artikel Traveling Rempong Penang-Hat Yai.

Tempat Wisata Armenian Street
Captured by: Photographer from Saudi Arabia

Sejak awal, memang tidak ada niat untuk melewatkan pergantian tahun di Penang. Tiket pesawat yang sudah dipesan justru tujuan Jakarta karena berkeinginan keliling Pulau Jawa kedua kalinya dan Bali. Namun, begitulah rencana sering tidak berjalan semestinya. Perencanaan awal pun terhambat dan tiket pesawat harus refund karena memiliki niat lain di penghujung bulan.

Menurut teman-teman, menghabiskan 10 hari di Penang, Malaysia pastinya membosankan karena sudah berkali-kali kesana apalagi kotanya memang kecil. Aku pun tersenyum saja ketika membaca pesan yang masuk dari teman-teman. Ada rencana lain yang terkadang tidak diketahui orang lain dan perjalanan ini memang hanya untuk bersantai-santai. Nikmati matahari pagi dari dalam kamar sembari tersenyum jika ada yang melintas di dalam pikiran.

Penerbangan Pagi dari Kota Medan



Berhubung penerbangan pukul 08.00 am maka sudah dipastikan harus subuh dari rumah. Pukul 03.00 am sudah bangun dan bersiap-siap menuju Railink Station di Medan. Grab menjadi solusi untuk keberangkatan dari rumah menuju stasiun bermodalkan ongkos Rp.25.000,-.

Railink Station Medan-Kualanamu

Railink Station Medan-Kualanamu


Selanjutnya dari Railink Station menuju Kualanamu Int. Airpot menggunakan Railink dengan biaya Rp.50.000,-. Kenapa murah? Yeah, karena beli online di website sehingga bisa mendapatkan potongan harga. Btw, kawan melalak cantik bisa kok langsung order Grab menuju bandara. Aku sudah punya tulisannya Pengalaman NgeGrab Pertama Kali ke Kualanamu.

Biasanya terbang dengan pesawat full service,gratis bagasi 30 kg. Namun,kali ini harus merasakan bawa barang hanya 7 kg untuk waktu yang cukup lama. Maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-132 mengantarkan dari Kualanamu Int. Airport menuju Penang Int. Airport. Kenapa naik maskapai Lion? Karena akhir tahun semuanya serba mahal hingga 3 kali lipat dan yang termurah hanya ini saja pada saat itu dengan harga 1,1 juta,hiks hiks. Aku pun mendapatkan posisi duduk di seat 17D dan syukurlah semua barang bawaan aman masuk kabin,hehehe (ekspresi ketawa).

Bandara Kualanamu Medan


Kedatangan Tidak Sesuai Harapan


Membayangkan perjalanan 10 hari tanpa itinerary mungkin akan menjadi liburan tanpa aktifitas yang berarti. Sejak awal membeli tiket H-2 sebelum keberangkatan memang tidak ada niat untuk mengejar semua tempat wisata. Aku hanya ingin santai dan menikmati setiap alur cerita kehidupan yang berjalan. Bahkan tiket pulang yang sudah dipesan pun lupa disimpan secara keseluruhan. Hanya kode booking yang diingat.untuk dilakukan tangkap layar hingga mendapat masalah ketika kedatangan di imigrasi Penang International Airport.

Pemerintah Malaysia sepertinya memang sedang melakukan banyak pembersihan imigran yang masuk ke negara mereka tanpa surat resmi. Perilaku tidak baik dari beberapa warga Indonesia yang ada disana tentu berimbas kepada lainnya. Selama ini, aku berkunjung bolak-balik ke Malaysia tanpa masalah bahkan pernah hanya jarak beberapa hari sudah masuk kembali.

Banyaknya Pertanyaan Imigrasi 


Well, mungkin memang rezeki mendapat banyak pertanyaan dari petugas imigrasi. Wajah Indonesia sepertinya memang sudah ditandai dan menjadi incaran. Aku pun menelepon teman yang di Penang namun tidak ada jawaban hingga akhirnya petugas bertanya tentang tanggal keluar dari Malaysia dan aku pun menjawab tiba-tiba hingga ia menuliskan tanggal 30 Desember 2019 di pasport.

Mood pun mulai berantakan keluar dari imigrasi karena sudah sempat berargumen dengan petugas. Awalnya mau langsung pergi berangkat keluar mencari bus namun sepertinya semangat menurun. Aku pun memutuskan untuk duduk di bangku yang tersedia di dalam bandara dan masih menikmati untuk melihat sekeliling. Tampak para pelancong yang berlalu lalang dengan segala bawaannya hingga melihat drama sepasang suami istri warga Malaysia yang ribut di bandara. Aku pun langsung mengerti kenapa mudah sekali suami mereka berpaling atau diambil oleh orang lain hingga kecurigaan yang tinggi terhadapa warga Indonesia.

Berjalan Masih Sendiri


Aku pun memutuskan untuk menuju counter pembelian kartu internet yang berada di pojokan sisi kanan ketika keluar dari imigrasi. Ada beberapa provider yang tersedia disana dengan memasarkan keunggulan masing-masing. Aku pun mencari kartu yang terjangkau untuk kebutuhan selama 7 hari hingga nanti sisanya bisa top up saja di Seven Eleven. Uang pun mulai terpakai untuk membeli kartu Hot Link seharga RM 30. Paket internet tentunya sangat dibutuhkan apalagi selama 10 hari di Malaysia dan ingin terus terhubung dengan rekan-rekan dan keluarga di mana pun berada. By the way, ribet enggak sih pengurusan kartu internet di Malaysia? Well, aku akan tuliskan khusus yah dalam artikel terpisah, tungguin aja.

Setelah memiliki koneksi internet, perjalanan dilanjutkan dengan keluar bandara dan berjalan menuju perhentian bus. Aku memilih untuk naik transportasi umum, tentunya selain murah juga agar bisa melihat aktifitas warga lokal. Ada banyak pilihan dari bandara menuju downtown dengan pilihan harga serta waktu tempuh yang berbeda-beda. Nantinya juga ada artikel khusus untuk membahas transportasi dari bandara Penang menuju pusat kota. Nah, aku naik bus nomor 401E dari bandara menuju terminal bus komtar menghabiskan budget sekitar RM 2,70 dengan melalui sekitar 17 perhentian serta waktu tempuh sekitar 1 jam.

Bus Rapid Bandara Penang ke Downtown (Komtar)

Malam pertama ketibaan, aku memilih Hotel Royale Penang untuk melepaskan lelah perjalanan.  Namun, ini adalah pertama kalinya menginap disini sehingga tidak tahu jika ada bus yang melintas di depannya. Seandainya tahu pasti naik bus aja lah biar hemat ya,kan. Then,aku pun memilih untuk naik grab dari terminal bus komtar menuju hotel dengan biaya sekitar RM 6. Saat tiba di hotel masih sekitar pukul 01.00 pm dan tentunya belum waktu check in. Aku memilih untuk meletakkan barang dan mencari makan siang terlebih dahulu.

Stasiun Bus Komtar Penang, Malaysia


Tersesat Saat Mencari Makan Siang 

Pertama kali stay di kawasan Jalan Larut tentunya masih bingung dengan keadaan sekitar. Mencari tempat makan siang pun mengandalkan google maps. Begitulah kemudahan teknologi, cukup manfaatkan koneksi internet dengan kata kunci "tempat makan terdekat" maka muncul beberapa tempat makan yang direferensikan. Aku pun mencari yang terdekat hingga memilih sebuah tempat makan tersebut. Tetapi, setelah mengikuti maps berjalan lurus, balik hingga berkali-kali tapi tidak menemukan kedai makan yang diinginkan.



Aku pun menghabiskan sekitar 30 menit hanya untuk mencari tempat makan sampai memutuskan cari referensi berikutnya. Yeay, finally ketemu sebuah kedai makan Melayu bernama Kedai Makan dan Minuman Pazlina Harun. Bermodal RM 5 udah menikmati seporsi nasi dengan tahu sambal, sayur sawi dan segelas air teh manis pakai susu dingin (tea ice).



Berjalan di tengah teriknya matahari siang Penang sendirian memang tidak menyenangkan apalagi tanpa payung dan topi. Sudah dipastikan pulang liburan kulit makin eksotis dengan warnanya yang indah karena saat itu memang sedang tidak ada hujan turun selama beberapa hari.

Check in Time dan Santai Manjah di Hotel Royal Penang


Selesai makan, nikmatnya langsung check in dan berselonjor di ranjang yang empuk Hotel Royal Penang. Resepsionis hotel menggoda dengan wajah tampan Melayu Inggris sepertinya, senyuman khas dan ramah saat ku sudah berada di depannya. Ia pun tidak meminta deposit karena hanya semalam saja berada disana. Dengan ramah ditunjukkannya kartu kamar dan password wifi hotel. Aku pun suka gagal fokus memperhatikan senyum gantengnya dan tentu terhirup aroma wangi parfumnya. Sst,, yang mau tahu tentang hotelnya bisa baca Review Hotel Royal Penang.



Setelah masuk ke dalam kamar maka seperti biasa melakukan pembuatan video review kamar hotel dan ku pun teringat ada job pembuatan video Watsons. Well, niat awal mau langsung istirahat menjadi kerja sekejap sebelum lanjut berkeliling kota di malam hari. 

Saat pekerjaan sudah selesai, langsung deh menikmati bathtub Hotel Royal Penang selama beberapa menit sebelum akhirnya pergi dengan seorang teman. Yuyun merupakan warga Indonesia yang bekerja di Penang mengajakku untuk berjalan-jalan pada malam hari. Kami sudah lama berkenalan melalui sosial media namun sepertinya baru berkesempatan bertemu malam itu.

Bersantai Sekejap di Sia Boey Urban Archeological Park


Aku memesan grab seharga RM 8 dari Hotel Royal Penang menuju Sia Boey Urban Archeological Park. Yuyun mengajak untuk bertemu di tempat tersebut karena menurutnya cantik dengan aneka lampu pada malam hari. Setiba di tempat tersebut ternyata Yuyun belum tiba sehingga masih harus menunggu terlebih dahulu.


Sia Boey Urban Archeological Park Penang, Malaysia
Captured by: Aya

Sia Boey Urban Archeological Park Penang, Malaysia

Dinner Tom Yam Seafood Jalan Dato Koyah


Setelah berfoto di kawasan Sia Boey Urban Archeological Park maka aktifitas selanjutnya adalah mengisi perut yang mulai kelaparan. Sejak siang hingga malam memang belum ada mengisi perut dengan aneka makanan. Yeah, aku sih memang sudah terbiasa tidak makan pada malam hari. Tapi, tidak salah juga mencoba kuliner malam di Penang.

Aku dan Yuyun berjalan mulai dari taman arkeologi hingga ke Jalan Dato Koyah untuk menikmati masakan Melayu yang disediakan oleh kedai makan. Ada banyak pilihan menu makanan dan minuman, aku pun lebih berminat untuk nikmati tomyam seafood dan secangkir es teh yang segar. Duit pun tidak banyak habis di tempat makan ini, tomyam seafood ditambah nasi dan secangkir minuman hanya menghabiskan biaya RM 8.

Tom Yam Jalan Dato Koyah


Menghabiskan Malam di Kawasan Esplanade


Perut sudah kenyang tapi waktu belum menunjukkan tengah malam dan rasanya sangat disayangkan jika langsung pulang menuju hotel. Saya dan Yuyun memilih untuk berjalan menuju kawasan Esplanade. Yeah, ternyata ramai warga lokal maupun turis yang juga sedang bersantai di bawah langit nikmati malam.

Esplanade Penang, Malaysia
Captured by: Aya


Kami pun berjalan melihat segala atraksi yang ada, beranekaragam hal menarik yang memancing untuk dilihat. Ada pula yang asik memancing, badut yang menghibur sambil mengejar anak-anak, ada juga atraksi bola api yang ramai ditonton para pengunjung, ada yang asik bermesraan, bahkan ada yang sekedar ngobrol dan duduk santai dengan secangkir minuman di pinggir pantai.

Esplanade Penang, Malaysia


Setelah lelah berjalan melihat segala aktifitas yang ada, aku dan Yuyun akhirnya memilih untuk duduk santai di pinggir pantai. Es milo memang asik dinikmati malam itu berhubung udara yang panas sehingga keringat sudah bercucuran. Minuman juga murah, bermodal RM 2 saja sudah bisa minum sembari mendengar suara air dari pantai.



Kami pun asik mengobrol dengan ditemani minuman dingin yang dipesan. Akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel berhubung ada agenda yang baru direncanakan untuk esok hari. Yuyun pun berinisiatif untuk memesan mobil online yang mengantarkan kami menuju tujuan masing-masing. Hmmm, setiba di hotel ingin langsung tidur berhubung sudah sangat lelah namun masih sibuk juga membuka smartphone. Oh yeah, aku masih takut tidur sendirian sehingga televisi tetap dihidupkan meskipun tanpa suara yang kuat. Good night, bertemu di cerita keesokan harinya yah.
















Rekomendasi Produk Minyak Telon Paling Bagus dan Berkhasiat-Kawan melalak cantik mungkin suka mencari minyak telon yang paling berkhasiat. Apalagi ketika traveling tentunya terkadang masuk angin dan membutuhkan minyak yang enak dipakai selama perjalanan.



Minyak telon yang menjadi salah satu sumber wewangian bagi tubuh bayi sepertinya menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki oleh setiap ibu. Bagaimana tidak? Penggunaan minyak telon ini tidak hanya akan membuat bayi menjadi wangi saja tetapi ternyata penggunaannya itu dapat meredakan berbagai gangguan kesehatan yang dialami si kecil seperti dapat mengatasi perut kembung, masuk angin, dan juga pilek. Karena penggunaan minyak telon juga akan menghangatkan tubuh sehingga akan membuat bayi merasa nyaman. 

Tetapi kemungkinannya ibu bingung didalam memilih minyak telon yang bagus untuk bayi, pasalnya produk minyak telon yang beredar di pasaran hadir dalam berbagai merk. Sebenarnya ibu tidak perlu bingung karena berikut dibawah ini rekomendasi produk minyak telon paling bagus dan berkhasiat diantaranya yaitu : 

1. Minyak Telon My Baby 


Minyak telon dari My Baby ini tidak hanya dapat meredakan perut kembung saja tetapi juga dapat menyembuhkan pilek yang dialami si kecil. Khasiatnya tidak itu saja, kandungan charmomile dan minyak sereh pada minyak telon ini juga dapat membantu bayi terhindar dari iritasi sehingga aman digunakan. Ibu bisa mendapatkan produk minyak telon kekiniaan ini dengan harga mulai dari Rp. 12.750 hingga Rp. 205.000.



2. Minyak Telon Cap Lang 


Cap Lang merupakan salah satu minyak telon yang cocok bagi baru bayi lahir. Pasalnya minyak telon hits ini dapat memberikan rasa hangat pada si kecil. Minyak telon Cap Lang ini memang aman digunakan untuk bayi baru lahir karena terbuat dari bahan dasar alami. Selain itu juga karena aroma yang dihasilkan minyak telon ini dapat menenangkan, sehingga bisa membuat bayi lebih tenang. Produk minyak telon yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 4.900 hingga Rp. 35.000 ini akan sangat membantu para ibu yang memiliki kesibukan setiap harinya. 

3. Minyak Telon Huki 


Dengan menggunakan minyak telon dari Huki ini maka akan dapat membantu kulit bayi supaya tetap hangat. Selain itu juga aroma yang dihasilkannya menenangkan dan bahan dasar alami yang digunakannya menjadikan minyak telon dari Huki ini sangat cocok dan aman digunakan untuk segala jenis kulit bayi termasuk yang sensitif sekalipun. Minyak telon kekiniaan ini dibandrol dengan rentang harga mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp. 35.000. 

4. Minyak Telon Tresno Joyo 


Minyak telon dari Tresno Joyo ini juga sangat cocok dan aman untuk bayi. Pasalnya minyak telon ini terbuat dari bahan dasar alami sehingga tidak akan menyebabkan kulit bayi mengalami iritasi. Minyak telon ini sangat aman bagi semua jenis kulit bayi termasuk untuk si kecil dengan kulit sensitif. Produk minyak telon dari Tresno Joyo ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 58.500. 

5. Minyak Telon Doodle 


Jika ibu ingin mencoba minyak telon dengan aroma yang cukup berbeda, maka ibu bisa memilih Doodle Exclusive Telon Oil. Ini merupakan minyak telon ningrat yang akan memberikan kesegaran pada bayi karena memiliki aroma Green Tea. Produk telon yang dibandrol dengan harga Rp. 27.000 hingga Rp. 39.000 ini Juga dapat melindungi bayi dari gigitan nyamuk. 

Selain itu masih ada produk minyak telon lainnya yang paling bagus dan berkhasiat yaitu dari PURI. Produk minyak telon yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 52.700 hingga Rp. 54.600 ini bersifat aromatherapy yang bisa memberikan efek relaksasi pada bayi.

Well, kawan melalak cantik sudah bisa nih beli minyak telon yang sesuai kebutuhan. Saya sih memang suka gunakan terutama ketika melakukan perjalanan.

Inilah kisah perjalanan menyambut 2020-Setiap langkah kaki yang bergerak memiliki arah tersendiri untuk menemukan tujuan. Perjalanan kehidupan tidak selalu menyenangkan namun bukan berarti harus terus meratapi hingga sedih berhari-hari.

Memilih berdiam diri dalam ruang yang sepi sepertinya sebagai solusi. Melakukan perjalanan sendirian ke negara tetangga pun mengisi kekosongan menjadi lebih berisi. Bagaimana dengan kamu?. Apa yang dilakukan untuk menyambut tahun yang baru?

Kek Lok Si Temple


Biarkanlah 2019 Berlalu


Menyambut tahun baru 2020 ini tentunya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak kisah yang terukir selama 2019 baik perjalanan asmara, kehidupan keluarga dan karir tentunya. Segala hal terjadi namun tidak ingin diungkapkan dalam artikel ini karena beberapa hal memang masuk kategori privasi. Tidak ingin hal tersebut diketahui banyak orang sehingga cukup diri dan keluarga saja yang tahu beberapa hal yang terjadi di tahun 2019.

Perjalanan asmara di tahun 2019 sepertinya masih lebih complicated dari tahun-tahun sebelumnya meskipun tahun 2017 adalah masa tersulit untuk percintaan. Tapi selama 2017 hingga 2019 memang membiasakan untuk sendiri hingga sulit untuk jatuh cinta lagi. Keberanian untuk solo travelling ke tiga negara ASEAN sendirian juga dimulai pada tahun 2017. Hingga tahun 2019 masih melakukan perjalanan sendirian untuk menutup tahun dan menyambut kehidupan baru di tahun 2020.

Ada banyak yang menanyakan kisah cinta sepanjang tahun 2019. Beranekaragam lelaki sudah ditemui, mulai dari sebangsa setanah air hingga yang berasal dari negeri di ujung dunia. Namun, apakah sudah berhenti di satu hati?. Well, semua kisahnya memang masih beranekarasa, perjalanan liburan tidak serumit perjalanan cinta. Yeah, memang semuanya masih sebatas dekat karena memang tidak mudah memulai komitmen apalagi dengan yang berbeda ras dan budaya.

Dalam perjalanan akhir tahun di Penang menutup 2019 ini pun bertemu dengan beranekaragam lelaki. Yeah, bukan berarti terus semua diminati dan dijadikan suami. Dekat dengan satu,dua orang lelaki adalah hal yang biasa. Saat traveling tentunya lebih seru jika punya orang tersayang di sekitar meskipun itu belum tentu dimiliki menjadi kekasih. 

Aku pun bertemu dengan lelaki berasal dari Yemen yang sudah tinggal dan bekerja di Saudi Arabia. Kami memulai perkenalan dari sebuah cafe di kawasan Love Lane. Sepanjang malam dihabiskan bersama sambil berkeliling kota Penang. Ia adalah seorang videografer di sebuah stasiun TV Arab dan tentunya menguasai teknik fotografi. Kami pun berjalan-jalan sambil ia mengajarkan beberapa teknik fotografi yang dimilikinya.

Tepat 28 Desember 2019, sabtu malam kami habiskan mengelilingi kota Penang hingga akhirnya duduk santai di kawasan Love Lane. Yeah, ia adalah penikmat sisha hingga aku pun hanya menikmati musik di kawasan sekitar sambil menemaninya. Sesekali beberapa games dimainkan seperti gunting,batu, kertas untuk mengisi malam yang ramai agar makin happy. Kedekatan tentunya dimulai dari malam itu hingga beberapa hari ke depan masih dilalui bersama hingga akhirnya terpisah.



Well, Selesai bicara tentang asmara, begitu juga dengan karir memang tidak terlalu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, ada banyak pencapaian yang diperoleh pada tahun 2019. Lulus dalam program YSEALI yang kisahnya boleh dibaca dalam Pengalaman YSEALI Empowering SEA Educators 2019. Kemudian menjadi pembicara dalam berbagai forum diskusi, workshop dan seminar di berbagai tempat. Selain itu, bisnis juga tentunya mulai aktif di bulan penghujung tahun meskipun sebelumnya sudah melakukan satu atau dua bisnis juga.



Permasalahan kehidupan lainnya tentulah banyak namun tidak semua bisa diceritakan terutama untuk urusan keluarga. Harmonis dan tetap bisa saling menjaga itulah yang paling utama. Begitu juga dengan lingkungan tempat kerja, sudah pasti ada hal menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Namun, semua dibawa bahagia saja karena it is a life yang memang tidak bisa semua harus berjalan sesuai keinginan. Biarkanlah sudah 2019 berlalu dengan segala kisahnya sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi di tahun 2020.


Masih Sendiri Dalam Keramaian Menyambut 2020 


Ini kedua kalinya menyambut tahun baru di negeri orang. Sebelumnya menyambut tahun baru 2018 di negeri gajah putih yaitu Thailand. Yeah, menghabiskan dua hari satu malam di Pattaya memang menyenangkan. Cerita selengkapnya bisa baca artikel Tahun Baru di Pattaya. Kegiatan menyambut tahun baru begitu meriah di kawasan Pattaya Walking Street. Saat itu, aku menghabiskan malam bersama seorang teman dari Turki dan para turis dari berbagai negara.



Kali kedua menghabiskan akhir tahun di negeri orang memang tidak lagi begitu canggung. Rasanya sudah biasa bertemu dengan orang-orang baru. Namun, kekecewaan muncul saat malam tahun baru 2020. Bayangkan saja, aku sudah menunggu akan pergi menghabiskan malam dengan seseorang yang selama ini sudah menjalin komunikasi yang baik. Mungkin ini keempat kalinya akan bertemu setelah terakhir kali pada Juli 2019. 

Aku sudah menunggu dijemputnya di hostel karena selama hampir seminggu disini, baru dua kali punya waktu untuk bertemu. Ia memang sibuk dengan segala aktifitas kerjanya di Penang. Kami sudah memiliki janji bertemu pukul 09.00 pm sehingga berdiam di hotel adalah pilihan tepat sebelum kedatangannya.

Well, namanya juga malam tahun baru, sudah pasti jalanan ramai dan macet. Mobil tidak bisa bergerak dengan cepat. Ia pun terlambat datang melewati waktu yang sudah disepakati. Akhirnya pukul 10.00 pm belum juga hadir dan aku memilih untuk santai di dalam kamar. Then, aku pun ketiduran hingga ia menelepon berkali-kali tidak terdengar. Sedikit menyesal dan tentunya kecewa bertambah karena akhirnya ia pulang kembali dan kami pun batal menghabiskan malam tahun baru ini.

Ketika terbangun sudah pukul 11.30 pm yang artinya sudah sedikit lagi sebelum pergantian tahun. Aku memutuskan untuk keluar hostel dan berjalan menuju kawasan Love Lane dan bertemu dengan teman-teman lain disana. Suasana malam itu sangat ramai dan meriah namun tetap saja aku sepi dan masih ingat segala kejadian setahun ini. Apalagi malam sebelum pergantian tahun yang membuat kesal hingga batal menghabiskan malam bersama yang disayang.

Oh, kalau kawan melalak cantik bertanya tentang lelaki Yemen itu, ia sedang pergi ke Langkawi. Sedikit kecewa sih karena sudah pasti tidak tahu kapan akan berjumpa kembali. Ia juga kecewa karena aku batal pergi ke Kuala Lumpur dan justru ke Thailand hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk ke Langkawi menghabiskan tahun baruan.

Yeah, begitulah rumitnya kehidupan ini baik dari sisi asmara, karir, keluarga dan permasalahan dalam kehidupan lainnya. Namun, itulah hidup yang sudah pasti tidak bisa lancar semuanya. Ada masa memang harus bersedih, ada masa bahagia. Kalau kata si lelaki Yemen,"it is a life". Hmmm, bener sih kata-katanya. Kita tidak perlu membawa pusing segala yang terjadi, namanya juga kehidupan. Dibawa asik dan nikmati saja segala irama yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Welcome 2020, be nice, be happy, be better. Yeahh























































































Hi kawan melalak cantik
Kamu tahu gak untuk seorang wanita memilih pakaian dalam terbaik merupakan hal yang memang sangat penting. Anda juga ingin tetap tampil seksi dan sempurna bukan, meskipun pakaian dalam yang digunakan tidak akan terlihat juga.

Namun dalam memilih jenis pakaian dalam tentu harus ada pertimbangan yang perlu dilakukan, salah satunya adalah dalam pemilihan design dan juga bahan yang digunakan. Apalagi yang namanya celana dalam wanita tentunya biasa digunakan setiap hari. Dan juga ketika anda menggunakannya pun haruslah memilih bahan yang memang nyaman, senyaman brand sorella. Brand produk pakaian dalam wanita yang satu ini sudha terbuti mampu memberikan kenyamanan bagi tubuh terpenting anda. apalagi pilihan design yang lucu akan membaut anda senang menggunakannya. 



Sorella sendiri merupakan produk pakaian dalam yang banyak dicari para wanita, selain memiliki harga yang sangat terjangkau, produk sorella juga sudha terbukti kenyamanan nya. Design produk nya juga beraneka ragam, sehingga anda bisa memilih yang memang sesuai dengan yang anda inginkan. Tidak hanya menjual pakaian dalam seperti celanja dalam wanita saja, tapi sorella juga mengeluarkan produk lingerie, korset, nursing bra dan juga pilihan bra lainnya yang bisa anda pilih. Untuk ukurannya juga bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan anda. aneka model celana dalam wanita pun bisa anda beli dan juga dapatkan mulai dari bentuk lingerie, celana dalam wanita hamil, body maxi korset, bel fiore panty dna juga model celana dalam ternyaman lainnya. Dan pastinya utnuk bahan nya juga tidak perlu anda ragukan lagi kualitasnya. 

Pilihan celana dalam wnaita dengan model sorella S25 8123Mix microfiber print panty pack celana dalam merupakan pilihan terbaik modle celana dalam harian yang bisa anda gunakan setiap hari. Design celana dalam yang satu ini memiliki bagian renda di bagian atasnya sehingga semakin memeprcantik modle celana dalam yang satu ini. Dengan model panty pack dan juga memiliki design yang comfy serta elastic waitband. Produknya sendiri terbuat dari material 90% polymide, 10% spandex sehingga akan membuat anda semakin nyaman dalam menggunakan produk yang satu ini. Pilihan celana dalam nyaman lainnya yang bisa anda pilih adlaah sorella s25 073018MX1 bamboo panty packing celana dalam wanita. Untuk ukuran celana nya sendiri bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan mulai dari ukuran L, M, dan juga ukuran XL. Untuk material produknya sendiri terbuat dari bahan katun yang sangat nyaman dan juga dengan elastic waistband. Selain itu sorella juga menyedian produk celana korset wanita body base maxi. Korset celana yang stau ini terbuat dari material nylon spandex yang sangat nyaman ketika digunakan. Dengan design yang comfy dan juga kualitas terbaik sudah terbukti aman digunakan. 



Produk sorella pakaian dalam wanita memang merupakan salah stau brand pakaian terbaik yang banyak dicari wanita. Mendpaatkan produk ini pun sangat mudah karena anda bisa beli dan juga mendapatkan produknya di berbagai mall dan juga toko- toko. Tidak hanya itu saja, anda juga bisa membeli produk ini di toko online seperti blibli.com dengan segala kemudahan yang bisa anda dapatkan, sistem belanja online memang akan jauh lebih cepat dan juga nyaman dilakukan. Apalagi di blibli.com juag sudha tersedia official store sorella sehingga sudha terjamin kualitas dan original nya. Jadi tunggu apalagi belanja sekarang juga.
Budaya coffee cabin menjadi tempat santai nikmati kopi-Berbicara tentang kopi memang sudah bukan sesuatu yang asing lagi saat ini. Kopi dinikmati dengan segala cara mengikuti gaya hidup si penikmatnya. Olahan kopi pun semakin bervariasi, dinikmati dengan rasa happy sudah pasti.

Budaya coffee cabin menyajikan latte yang menjadi favorit para pengunjungnya, saat saya bermain di Budayaland bersama teman-teman juga tidak melewatkan untuk santai di cafe tersebut. Segelas kopi hadir dengan gelas berwarna biru dan pink yang menggoda untuk segera diambil fotonya. Latte art nya pun menarik dengan keahlian khusus sudah pasti, bentuk love dan dedaunan yang lucu menghiasi kopi tersebut.



Ruang Santai Dikelilingi Pepohonan


Selama ini, ketika menikmati duduk santai di cafe lebih sering dengan view kota dan sudah pasti ribut dengan suara kendaraan yang lalu lalang di sekelilingnya. Nah, Budaya coffee cabin sudah pasti berbeda karena ruang santainya dikelilingi pepohonan yang menyegarkan mata.

Siang itu, gerimis manja menemani saya dan teman-teman Blogger Medan untuk menikmati suasana santai di Budaya coffee cabin. Musik yang terdengar pun menambah suasana menjadi lebih sejuk dan bergembira. Santapan yang dinikmati mengisi kekosongan perut setelah asik bermain di Budayaland.

Kursi dan meja kayu dengan ruangan berkaca menambah suasana lebih cozy. Nuansa alam pun terasa dengan aroma setelah hujan yang meresap ke dedaunan dari pepohonan yang ada disana. Mau duduk di kursi berlengan atau sofa empuk, pilihlah sesuai keinginan dan tentunya jika masih tersedia.

Kuliner Sajian Budaya Coffee Cabin


Santai dan mengobrol bersama teman-teman tentunya kurang tanpa sajian kuliner yang menjadi santapan. JIka Budaya Resto lebih ke masakan nusantara, nah untuk Budaya coffee cabin ini lebih masakan Western. Saya pun memilih makanan ala Eropa yaitu spagheti dengan minuman strawberry. Meskipun gerimis bukan berarti tidak minum es loh, justru makin segar deh tenggorokannya. Setelah menyantap makan siang, saya pun lanjut bermain apalagi cuaca juga mulai terang. 

Selesai bermain, perut pun memanggil untuk diisi kembali, santapan ringan menjadi pilihan di sesi kedua ini. Pancake sepertinya lebih asik dijadikan cemilan sore dan ternyata tampilannya lucu dengan ice cream di atasnya. Selanjutnya, saya pun memilih jus kiwi yang segar namun sangat kental sehingga masih kurang untuk menghilangkan dahaga hingga akhirnya teh manis dingin yang dipilih kemballi.




Harga Makanan di Budaya Coffee Cabin

Harga masih masuk akal sih dengan nuansa yang asik dan masakan yang enak. Kategori masih standard seperti cafe-cafe pada umumnya di kota Medan. Spagheti yang saya makan pun masih 40 ribuan dan jus juga masih 20 ribuan. Coffee latte masih sekitar 30k dan pancake pun juga 30k. So, kawan melalak cantik yang mau santai jangan khawatir yah.

Well, siapa yang mau ngajakin saya lagi ke Budaya coffee cabin?. Kamu yang masih mau cek foto-foto seru lainnya bisa singgah ke IG @budayacoffeecabin. Alamatnya masih sama dengan Budayaland kok so setelah bermain langsung makan-makan yah.












Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates