facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Solo traveler itu sebenarnya ada dua sisi yang dialami baik menyenangkan atau sangat menyenangkan. Pengalaman ekstrim atau sangat ekstrim. Liburan sendiri tapi tidak kesepian. Beragam hal baik maupun kurang baik ada pula dialami oleh solo traveler selama perjalanan. Selalu ada kelebihan dan kekurangan dari setiap tipe traveler sih. Nah, kali ini mau bahas cerita pengalaman naik ojek online ke Ubud Bali pulang dan pergi dari Seminyak.

Naik Ojol ke Ubud Bali


"Serius naik ojek online (ojol) ke Ubud?,"ujar salah seorang teman. Mungkin bagi beberapa orang yang tidak terbiasa jalan sendiri maka hal begini akan terkesan menakutkan atau wah pula. Selain itu, pasti kawan akan menanyakan mengenai biaya atau ongkos menuju ke Ubud dikarenakan lokasinya yang lumayan jauh.

Kenapa Naik Ojol ke Ubud?

Beberapa teman yang mendengar pengalaman ini langsung mengatakan begini,"kenapa tidak sewa motor aja?",ujar mereka. Saya pun hanya menjawab bahwa saat itu berfikir mau yang terima bersih saja sih. Jika membawa motor sendiri tentu harus memikirkan cari jalan atau fokus melihat map. Naik ojol juga tidak tetap menyenangkan kok dan bisa merasakan suasana persawahan juga di Ubud.



Sebenarnya awal cerita mau ke Ubud ini adalah saya ingin pergi bersama seorang teman yang sudah lama stay di Bali. Namun, ternyata memang jadwal kami tidak ketemu sehingga akhirnya saya memutuskan untuk pergi sendirian. Ada keinginan untuk sewa motor tetapi tidak ada yang bisa memberi sewa hanya satu hari saja. Saya pun akhirnya punya ide naik ojol saja, harganya pun ketika dicek masih masuk akal.

Takut Tidak Bisa Kembali

Saya pun menerima beberapa pertanyaan mengenai bagaimana jika tidak ada ojek online lagi dari Ubud sehingga tidak bisa kembali. Nah,hal tersebut tentu sudah masuk dalam perkiraan donk. Memang ada rasa waswas jika nantinya tidak ada ojol kembali ke kawasan kota. Tetapi saya sempat ngobrol terlebih dahulu dan ternyata justru banyak juga yang mau membawa penumpang ke arah Seminyak lho.

Tujuan di ubud Kemana?

Pertanyaan ini pun ada yang ditanyakan ke saya karena tentu sudah ada gambaran donk lokasi yang mau dituju. Ini pengalaman pertama menginjakkan kaki di Ubud tentu saya pun tidak tahu tempat menarik mau dikunjungi. Inilah kegunaan teknologi sehingga memudahkan dalam pencarian informasi. Pilihan pun jatuh ke Ubud Art Market maka langsung buat tujuan atau destinasi pada aplikasi ojol adalah pasar seni tersebut.

Tiba di Ubud

Driver ojol langsung menurunkan di depan Ubud Art Market sehingga saya pun langsung bisa melihat sebuah bangunan besar yang sedang dipadati pengunjung sambil melihat beragam produk seni lokal. Kaki pun melangkah menuju bangunan tersebut dimana saya harus menyebrang terlebih dahulu untuk bisa tiba disana.

Naik Ojol ke Ubud Bali


Ada beragam produk yang dijual tetapi memang keahlian menawar sangat dibutuhkan dikarenakan buka harga cukup tinggi. Sebagai seseorang yang paling malas urusan tawar menawar maka saya pun sekedar melihat saja. Lebih suka beli segala sesuatu di tempat sudah tertera fixed price sehingga tidak perlu lagi mempertimbangkan harga sesuai untuk barang yang mau dibeli.

Saya pun tidak terlalu lama mengelilingi bangunan tersebut, akhirnya coba menelusuri lebih ke dalam dengan penjual yang lebih banyak berada di sisi kanan dan kiri. Nah, mungkin harga bisa ditawar lebih murah karena sudah berada di luar bangunan. Tetapi saya pun tetap saja tidak mencoba beli apapun karena koper tidak bisa menerima banyak bawaan lagi.



Setelah selesai mengelilingi pasar, perut pun mulai keroncongan dikarenakan memang belum makan siang. Sepanjang pinggir jalan raya Ubud itu banyak terlihat outlet atau cafe penjual makanan tetapi masih pusing mencari mana yang halal atau tidak. Mata sudah tertuju saja ke Starbucks tapi belum ada isi makanan ke perut maka tidak berani langsung minum kopi.

Naik Ojol ke Ubud Bali


Akhirnya pilihan jatuh ke restoran Italia yang bisa dibaca review selengkapnya di UNO Ristorante Italiano Ubud. Duduk beberapa jam sekaligus mengisi baterai gadget serta menikmati seporsi pizza. Setelah selesai, langsung berjalan sebentar dan kemudian memesan ojol untuk kembali ke Seminyak.  Berhubung saat itu sudah pukul 6 sore sehingga takut kemalaman dan khawatir tidak ada ojol yang akan menerima nantinya.

So far, perjalanan ke Ubud ini menyenangkan karena tidak perlu lelah bawa motor sendiri. Memang budget yang dikeluarkan lebih besar ya dibandingkan sewa motor. Ongkos pulang pergi dari Seminyak ke Ubud senilai 150 ribu dimana 75 ribu untuk sekali jalan. Tentu tidak mengecewakan donk karena bisa lihat pemandangan sawah yang indah juga. Yah, ada sih rasa lelah karena duduk yang hampir sejam lebih di atas sepeda motor tapi tetap menyenangkan donk.

Btw, siapa yang punya pengalaman ke Ubud naik motor sendiri atau naik ojol nih? Boleh banget yuk berbagi di kolom komentar!


















Sebagai traveler tentunya asuransi menjadi sebuah kebutuhan dan sesuatu yang memang harus dimiliki, baik ketika sedang ada perjalanan maupun tidak. Asuransi sebagai sesuatu yang akan memberikan perlindungan ketika mengalami risiko di kemudian hari.




Kenapa Harus Miliki Asuransi Syariah?


Tentunya tidak seorang pun ingin terjadi sesuatu pada dirinya terutama traveler yang sedang ada trip ke sebuah kota atau negara lain. Namun, segala kemungkinan yang akan terjadi itu tidak bisa kita pastikan maka perlu adanya persiapan. Inilah tentunya harus ada namanya asuransi untuk diri sendiri.

Memberi Perlindungan


Single atau married traveler tetap harus ada asuransi apalagi beberapa pihak kedutaan pun biasanya akan menanyakan asuransi yang dimiliki saat mengurus visa. Seandainya pun tidak diminta untuk pembuatan visa maka traveler lokal juga butuh asuransi karena tidak akan tahu risiko yang terjadi di kemudian hari.



Biaya Premi Terjangkau


Saya sendiri pun sebagai generasi masa kini yang hobinya jalan-jalan dan masih single pula meyakini bahwa asuransi ini penting terutama ketika lakukan solo traveling. Tentunya ada anggaran yang perlu disiapkan untuk membayar kontribusi setiap bulannya. Hal positifnya tentu bisa semakin memaksimalkan mengatur keuangan yang baik.

Banyak Manfaat dan Keunggulan


Sekarang mari kita bahas manfaat dan keunggulan ketika sudah miliki asuransi kesehatan Syariah. Mungkin sebagian di antara kawan-kawan masih bertanya-tanya kenapa harus asuransi syariah ini. Bagi yang sudah berkeluarga akan semakin merasakan manfaatnya dengan miliki asuransi kesehatan syariah untuk keluarga kamu.

Manfaat dan Keunggulan Asuransi Kesehatan Syariah


Pada asuransi Syariah itu ada namanya tindakan untuk saling melindungi dan menolong sesama. Para pemegang polis pun tidak hanya memberikan perlindungan pada diri sendiri sebagai peserta asuransi tetapi juga dapat membantu sesama lho.

PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah menyediakan solusi kesehatan komplit, fleksibel, dan terjangkau dengan layanan komprehensif mulai dari pra rawat inap sampai dengan pemulihan.

Beberapa manfaat dan keunggulan produk asuransi Syariah di antaranya sebagai berikut:


Tolong Menolong melalui Dana Tabarru’


Prinsip tolong-menolong (takaful atau ta’awun) ini dilakukan melalui investasi aset atau Tabarru'. Tabarru’ adalah bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata-mata untuk tujuan komersial.

Adanya Distribusi dan Alokasi Surplus Underwriting


Dalam Asuransi Syariah, dikenal istilah Surplus Underwriting. Surplus Underwriting ini merupakan selisih positif total kontribusi peserta asuransi ke dalam Dana Tabarru’ setelah dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan cadangan teknis, dalam satu periode tertentu.

Ada Pembagian Hasil Sesuai Akad


Prinsip produk Asuransi Syariah tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Mengapa? Sebab, perusahan Asuransi Syariah ini hanya sebagai pengelola dana dari peserta. Maka jika ada keuntungan dari pengelolaan dana tersebut, hasilnya akan kembali lagi pada peserta.

Bebas Riba


Asuransi Syariah disebut bebas riba karena tidak ada dana peserta yang hangus. Sebab, Asuransi Syariah akan memberikan peserta berupa klaim, santunan, atau Surplus Underwriting. Selain itu, dana yang masuk akan dikelola pada instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dengan diawasi DSN-MUI dan OJK.

Miliki Asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah


Asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah ini memiliki keunggulan yaitu dari sisi fleksibilitas di mana kamu sebagai pemegang polis fleksibel dalam menentukan cakupan wilayah asuransi, pilihan kamar, dan batas harga kamar sesuai plan yang dipilih.

Selain itu, ada batas manfaat tahunan hingga sebesar Rp 70 Miliar sesuai dengan plan yang dipilih (termasuk PRUSolusi Sehat Limit Booster) lho. Kemudian juga akan mendapatkan manfaat perawatan tradisional termasuk obat-obatan herbal dan direkomendasikan oleh dokter yang merawat sebelumnya.

Berikut ini juga tidak kalah menariknya ketika miliki asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah dari Prudential Syariah yaitu manfaat Telehealth di Indonesia dan Telehealth untuk perawatan kanker di Malaysia dan Singapura hanya di Rumah Sakit Rekanan Prudential Syariah.


Masih penasaran dengan asuransi kesehatan Syariah yang mau dipilih? Bisa mulai buka website Prudential Syariah, deh karena banyak informasi menarik yang membantu temukan solusi yang dibutuhkan.

Beragam produk unggulan juga bisa dilihat langsung melalui website, kemudian ada pula berita terkini serta pilihan asuransi yang bagaimana mau dipilih di Prudential Syariah. Nah, hal terakhir yang menarik menurut saya dari website adalah adannya informasi aplikasi khusus berteknologi AI untuk membantu kamu tetap sehat dan bugar. Kita tahu sendiri kan tiap orang berbeda-beda pula kondisi kesehatannya.

 Mencari hotel murah meriah dengan fasilitas bagus dan nyaman pasti tidak mudah. Perlu lebih teliti membaca review yang sudah diberikan para pengunjung di sebuah aplikasi online travel. Saya biasanya memesan hotel sudah jauh hari sebelum ketibaan di sebuah daerah. Tapi, berhubung saat bepergian ke Bali mendapat fasilitas hotel maka pencarian hotel untuk nambah masa libur pun baru dilakukan H minus sekian jam sebelum check out hotel sebelumnya.

Awal Cerita Memesan The Aswana Hotel Seminyak Bali

The Aswana Hotel Seminyak Bali adalah hasil pencarian dadakan karena mengalokasikan dana hanya 350 ribuan berhubung cuma sendirian. JIka berdua sama teman mungkin saya akan memilih hotel dengan budget 700 an buat berdua deh karena bayarnya kan bisa patungan tuh.

Malam hari sebelum tidur, saya mencoba cek aplikasi Agoda untuk melakukan pencarian hotel menarik di Bali tepatnya kawasan Seminyak. Ingin menginap di villa tapi ada rasa takut jika terlalu khas sentuhan Bali. Saya memang cukup pemilih untuk nuansa hotel terutama jangan sampai mendapat yang hotel creepy.

The Aswana Seminyak Bali


Setelah pencarian hampir satu jam, akhirnya memutuskan pilih The Aswana Hotel ini saja karena sedang kosong pada hari yang sudah saya tentukan. Kebiasaan saya adalah setelah pesan pasti langsung bayar karena tidak mau ribet sampai di lokasi yang mana tau ada perubahan. Terkadang bisa saja sudah dipesan tapi belum bayar dan diberikan ke orang lain kan.

Hari Kedatangan di Hotel

Ternyata hotel berada masuk ke dalam dimana memang bisa membaca pamflet di pinggir jalan tapi untuk sampai ke hotelnya harus masuk ke sebuah lorong yang cukup lebar. Supir taksi online tidak mau masuk karena khawatir batasnya sempit dan sulit mau keluar nantinya.

The Aswana Seminyak Bali


Alhasil, saya pun turun dan menggeret koper ke gedung hotel yang dekorasinya tidak sesuai dengan gambar di aplikasi. Mungkin tanaman yang indah di depan itu sedang rusak sehingga dibersihkan oleh petugas hotel.

Saya tiba di hotel masih di bawah pukul 2 siang yang mana merupakan jam untuk check in. Pada siang hari itu, suasana hotel sangat sepi bahkan petugas resepsionis pun tidak ada di meja kerja. Tidak lama datang rombongan keluarga yang mau berenang sehingga terdengar sedikit keramaian. Posisi kolam renang sangat berdekatan dengan meja resepsionis makanya bisa terdeteksi jika ada orang di dalam kolam renang.

Hingga setengah jam menunggu, akhirnya datang seorang bule yang mau check in dan petugas resepsionis pun keluar menghampirinya. Dalam hati saya, kenapa tidak ada yang keluar ketika saya sudah datang dan duduk menunggu sih.

Selesai bule tersebut check in, saya pun mengambil giliran untuk menjumpai resepsionis. Bertanya mengenai ruangan kosong untuk esok hari dan lusa tapi ternyata sudah penuh semua kamarnya dipesan sampai 12 room. Wah, ternyata hotel ini cukup diminati donk, saya bicara dalam hati saja.

Menunggu Masuk Kamar

Berhubung kamar belum ready maka harus menunggu sampai pukul 2 lewat untuk bisa masuk ke kamar. Memang resepsionis mengatakan bahwa bisa tinggalkan barang dan nanti akan dimasukkan oleh petugas langsung ke kamar. Tapi saya memikirkan tas laptop yang berat dan tentu tidak mungkin ditinggalkan begitu saja.

Saya pun rela menunggu saja sampai waktu masuk kamar tiba. Sembari menunggu cukup duduk saja di bangku depan yang disediakan. Sesekali memperhatikan aktifitas tamu hotel lainnya yang berada di kolam renang atau resto hotel.

Ketika sudah diperbolehkan masuk,staf hotel pun membantu bawakan barang bawaan begitu pula koper yang sangat berat itu. Bayangkan saja harus ke lantai 3 dengan barang yang tidak ringan. Ia pun berkata bahwa sudah biasa bantu tamu bawa barang-barangnya.

The Aswana Seminyak Bali


Nuansa Hotel dan Kamar

Ketika berada di lantai bawah atau sekitar ruangan tengah kolam renang maka tidak merasakan nuansa yang aneh. Biasa saja sebagaimana hotel dan terkesan ramai sih sehingga tidak perlu takut  Tapi saat saya menuju kamar di lantai 3 baru mulai terasa auranya dengan pohon pisang yang banyak di depan pintu kamar.

The Aswana Seminyak Bali


Pemandangan di luar jendela memang masih oke dengan jendela-jendela kamar lain dan kolam renang. Tapi ketika malam mau masuk kamar terasa sih nuansa horor karena sepi dan lampu remang-remang. Pengalaman tidak menyenangkannya adalah saat sudah berada di dalam kamar. Tiba-tiba engsel pintu kamar ditekan berkali-kali dengan sangat cepat.

The Aswana Seminyak Bali


Saya pun langsung kaget dan menghidupkan televisi serta menambah volume suaranya. Awalnya mendengar beberapa orang mengobrol dan menuju lorong kamar selanjutnya. Tetapi ketika sudah hening, justru engsel pintu yang terus bunyi ditekan.

Setelah mulai tenang, saya pun menuju ke pintu dan mengunci bagian atasnya juga. Tadinya saya hanya mengunci begitu saja karena kuncinya masih manual,bukan pakai kartu. Malam itu, mau tidur pun kurang tenang apalagi ada lukisan di atas tempat tidurnya. Lampu kamar dan kamar mandi hanya berwarna oranye yang remang-remang.

Pagi hari, saya pun terbangun sudah hampir pukul 8 pagi karena memang sulit sekali tidur pada malam itu. Mau nyenyak pun sulit karena suara televisi namun jika dimatikan khawatir ada terdengar suara lainnya.

Saat saya bangun, sudah ramai yang berenang di kolam renang karena memang tepat di depan kamar maka bisa terlihat dari jendela. Syukur saja, gorden kamar sangat tebal sehingga tidak terlihat jika sedang berganti pakaian.

Fasilitas Hotel dan Kamar

Pertama kali masuk ke kamar, langsung melihat ruangan kamar mandi dan memandang sekeliling. Ruangannya cukup kecil tapi lumayan ada kaca memanjang di atas wastafel. Begitu masuk, langsung terlihat ada WC tapi disayangkan posisinya berhadapan dengan kaca yang ada di luar sehingga apabila sedang duduk di WC bisa lihat tubuh sendiri di kaca.

The Aswana Seminyak Bali


Handuk dan beberapa amenities pun disediakan pula, meskipun saat itu saya sendiri tapi diberikan sebagaimana ada dua orang di dalamnya. Air mineral juga ada dua buah botol meskipun bukan merk yang terkenal. Selain itu, ada hanger, rak sepatu, kursi kerja, meja, teko pemanas dan televisi juga sehingga ada terbantu untuk menemani sih.

Fasilitas hotelnya itu ada kolam renang yang bisa diakses dari pagi sampai sebelum malam karena memang ada pemberitahuan larangan tidak boleh renang pada pukul 7 malam. Selain itu, ada pula bean bag yang bisa dipakai untuk santai di pinggir kolam renang. Mau duduk mengobrol bareng teman atau tamu lainnya pun bisa di ruangan yang juga dijadikan sebagai resto.

Overall, dengan harga yang masih terjangkau dan fasilitas yang didapatkan serta pelayanan yang lumayan membantu maka oke lah hotel ini. Tapi, tentunya saya tidak mau menginap disana lagi karena mau coba hotel lainnya buat pengalaman nantinya.

The Aswana Seminyak Bali

Jl. Plawa No.12, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361















 Melakukan penjelajahan sendirian memang bukan hal mudah namun bisa dilakukan oleh para traveler yang memiliki jiwa tangguh. Rasanya bisa nikmati menu makanan sendirian tidak menyenangkan menurut pandangan beberapa orang. Tetapi, jika sebagai traveler langsung menjalaninya maka bukan sesuatu yang perlu dibuat sulit dan akan tetap asik.

Beberapa waktu lalu, saat saya liburan di Bali tentu tidak melewatkan untuk main ke Ubud. Bukan harus menunggu ada teman untuk bisa sampai kesana karena sekarang semakin banyak kemudahan bagi solo traveler. Memesan ojek online bisa dilakukan bahkan tidak perlu khawatir untuk jadwal kembali karena ada banyak pilihannya lho. 

Saya akan review pula pengalaman naik ojek online pulang pergi dari Seminyak menuju Ubud. Sepertinya ada banyak kawan-kawan melalak cantik yang juga membutuhkan informasi tersebut. Well, kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman makan pizza porsi besar sendirian di UNO Ristorante Italiano Ubud, Bali.

Kenapa Makan di UNO Ristorante Italiano? Halalkah?

Kawan-kawan pasti bertanya kenapa memilih restoran Italia ini apalagi memang tidak mudah mencari makanan halal di Bali. Berawal dari perut yang memang lapar karena belum sarapan dan makan siang pada hari itu. Sejak pagi sudah disibukkan dengan packing dan pengiriman baju ke ekspedisi. Setelah itu, masih pula berbelanja oleh-oleh karena merupakan hari terakhir sebelum kembali ke Medan.

Saya berjalan mau mengelilingi kawasan Ubud hingga melihat beragam restoran dan cafe sepanjang jalan. Ketika melihat tulisan restoran Italia tentu langsung berpikir tentang pizza yang merupakan salah satu makanan favorit. Dalam bayangan pun bisa pilih menu yang tidak berbau daging untuk topping pizza yang akan dipesan.

Nah, saat itu ada seorang wanita yang sudah masuk kategori Mba berdiri di depan restoran dan seolah tersenyum serta menawarkan restorannya. Sebenarnya saya bukan tertarik karena Mba itu ada mengajak ke restoran tersebut sih. Saya hanya melihat menu yang terpajang pada bagian depan karena sepertinya memang begitu cara menarik pelanggan di Bali atau mungkin di tempat lain juga.

Menu yang diletakkan di pintu depan sehingga memudahkan calon pembeli bisa melihat terlebih dahulu untuk sajian menu yang disediakan. Akhirnya saya tertarik dengan menu pizza yang tertulis di papan bagian depan. Tentu bertanya terlebih dahulu tentang kehalalan menu tersebut tapi tentu saja tidak ada logo halal pada restoran tersebut.

Dalam kondisi sudah pusing dan sangat lelah, saya pun masuk ke dalam restoran sambil tetap bertanya menu kepada Mba pelayananya. Memilih menu vegetarian yang tidak ada sentuhan daging disana. Akhirnya buka buku menu lebih detail dan tampak beberapa menu ada yang pakai ham. Saya lebih memilih pizza saja dipanggang di tungku tradisional pada bagian depan restoran.

Menu Yang Tersedia


Ada beragam menu yang disediakan restoran tapi saya tidak berani sembarangan mencoba menu lainnya. Pasti bertanya terlebih dahulu untuk komposisi makanan yang dipesan dan memilih pizza karena mengolahnya tidak perlu aduk mengaduk sih.

Pesanan yang datang sesuai dengan pizza dipesan tapi ternyata ukuran sangat besar, itu porsi cocok untuk makan bertiga atau berempat sih. Makan sudah terlambat waktu pasti sudah tidak terlalu selera dan mudah kenyang. Apalagi ikut memesan minuman teh manis dingin sehingga mudah eneg dan kenyang dari rasa manis pada es teh.

UNO Ristorante Italiano Bali



Berusaha tetap pelan-pelang menghabiskan tapi ternyata masih tidak sanggup pula hingga tersisa ada 3 slices lagi. Saya pun meminta untuk dibungkus saja karena sayang sekali tidak dimakan dengan harga yang tentunya tidak murah.

Pelayanan Staf Restoran


Dalam hal pelayanan atau hospitality memang kebanyakan para pekerja di Bali itu bisa menunjukkan kebaikan dan keramahtamahan. Sebagai pengunjung selalu merasa terbantu dan seperti memang dilayani dengan sangat baik. Tentu ada kepuasan tersendiri ketika sedang makan di suatu tempat mendapat pelayanan yang ramah.

UNO Ristorante Italiano Bali



Saat saya melakukan pembayaran, staf kasir pun yang merupakan seorang pria langsung menanyakan bagaimana rasa pizza nya,apakah ada sesuatu yang kurang atau ada hal yang perlu diperbaiki atau tidak? Saya pun menjawab bahwa tidak ada hal aneh pada pizza, hanya saja itu porsi besar dan tidak sanggup untuk menghabiskan seorang diri.

UNO Ristorante Italiano Bali



Dengan sangat ramah, staf melayani baik mulai pelayan sampai staf kasir sehingga merasa betah walaupun hanya sebentar saja dikarenakan memikirkan harus kembali lagi ke Seminyak. Tentu lebih menyenangkan bisa menghabiskan waktu lebih lama di Bali tapi memang saat itu tidak memungkinkan sih.

Oh ya, saya heran ketika sudah masuk ke dalam restoran itu tidak ada seorang pun sedang makan disana. Nah, pada saat saya berada di dalam, langsung ada banyak turis lainnya berdatangan ke dalam bahkan ada pula pria tampan bersama ibunya atau mungkin istrinya yang sudah tua memakai hijab makan disana juga.

Senang sekali rasanya apabila sedang sepi sebuah restoran langsung ramai seketika saat saya berada di dalam restoran tersebut. Bukan berarti ada sesuatu tetapi merasa tidak sunyi lagi donk itu restorannya dan tidak merasa garing juga makan sendirian di restoran.

UNO Ristorante Italiano Bali



Siapa punya pengalaman makan di restoran asing dan galau memilih menu halal? Boleh yuk berbagi di kolom komentar bawah!













 Awalnya tidak membayangkan bahwa akses menuju tempat tidur harus melewati bar. Syukurnya selama saya menginap disana tidak sedang ramai pengunjungnya. Berawal dari salah sendiri tidak segera memesan hotel untuk extend, alhasil asal pilih yang sedang kosong dan harga pun masuk kategori pricey dengan fasilitas yang didapatkan tidak seimbang.

Satu hal yang menarik dari hotel ini karena berada di kawasan ramai dimana sekitar area Seminyak dengan beragam cafe, resto, supermarket dan tentunya bar. Ketika taksi online yang mengantarkan saya berhenti tidak jauh dari M Box. Saya tidak membayangkan bahwa kamar tidur berada di dalam bangunan bar.

Nah, ketika berjalan sampai depan penginapan, baru menyadari namun masih berfikiran positif bahwa pintu masuknya berbeda. Tetapi saat resepsionis membawa masuk ternyata harus melewati ruangan bar yang tentu sedang ada beberapa orang. Rasanya sedikit awkward donk sebagai pemakai hijab menginap disana.

Mungkin memang orang lain tidak terlalu peduli tapi saya memang yang berlebihan langsung berfikir bahwa orang lain akan punya pandangan berbeda. Syukurnya sampai check out pun tetap masih dihargai dan ternyata aman menginap dua malam di M Box Seminyak tersebut.

Namanya hotel harga 300 ribuan tentu tidak banyak yang diharapkan dari sisi fasilitas dan pelayanannya. Tapi memang melihat letaknya itu yang buat tertarik langsung pilih, begitu pula beragam review di aplikasi jual beli tiket yang memberikan kesan baik.

Suasana M Box Seminyak

Sejak awal sudah saya infokan bahwa hotelnya berada di dalam sebuah bar yang tentunya untuk akses pun harus melewati bar tersebut. Pada siang hari memang masih normal saja namun pencahayaan dengan lampu remang-remang berwarna merah, biru dan beragam lainnya sebagaimana bar.

Nah, saat malam hari memasuki bar tersebut sedikit canggung karena musik sudah mulai terdengar lebih kuat. Hanya saja, tidak peduli mempedulikan sekeliling, fokuskan saja berjalan sampai menuju ruang komunal dari M Box.

Saya sempat salah membuka pintu karena terdapat pintu kaca yang ternyata bukan jalurnya. Alhasil malu juga mencoba buka pintu berkali-kali namun tidak bisa terbuka. Kemudian, staf bar atau hotel yang melihat langsung bantu bukakan pintunya.

Ruangan pertama yang dijumpai setelah melewati bar yaitu ruangan seperti semi outdoor dimana terdapat beberapa bangku panjang dan sebuah kolam kecil dengan bean bag berwarna-warni di sekitar kolamnya. Saya melihat ada beberapa orang yang sedang menikmati suasana di ruangan tengah tersebut sambil merokok atau sekedar ngobrol.



Setelah melewati ruang komunal ini, lanjut menuju lantai 3 yang ternyata untuk kamar private berada di lantai 3 sedangkan jika memesan kamar dormitory berada di lantai 2. Bayangkan saja tanpa lift membawa koper yang hampir 20kg itu naik tangga.

Pertama kali menaiki tangga yang terdapat kamar-kamar memang merasa canggung karena suasananya sedikit menyeramkan menurut saya. Apalagi naik ke lantai 3 yang sangat sepi saat itu, mungkin pemilik kamar sedang jalan-jalan atau berada di dalam kamar.

Well, ketika sudah sampai di lantai 3 ternyata kamar saya berada di lantai paling ujung dan pojok. Makin muncul rasa waswas sih karena khawatir ada makhluk yang tak kasat mata juga muncul tiba-tiba.

Saya pun mulai masuk ke dalam kamar dan resepsionis memberikan beberapa petunjuk. Hal yang membuat takut itu ketika resepsionis mengetuk pintu kamar sebelum masuk. Sementara itu kamar kan kosong, kenapa harus diketuk pula. Saya pun langsung bertanya dan ia menjawab singkat bahwa ia khawatir jika ada orang di dalam kamar tersebut.

Selesai Mba resepsionis mengantarkan saya, ia pun langsung turun menuju tempat kerjanya kembali. Saya pun mulai memandang sekelilin kamar yang terkesan creepy. Pikiran membayangkan saat tidur malam nanti, apakah bisa nyenyak dengan lampu yang sangat redup. 



Ruangan kamar sangat kecil, paling sekitar beberapa petak doank sih karena tempat tidur terkesan sangat ngepas di dalam ruangan. Ada sebuah bangku bulat yang di pojokan menambah seram saja jika ada yang duduk disitu. Kamar mandi pun kecil, hanya untuk mandi berdiri sendiri. Toilet dan wastafel juga begitu dekat jaraknya sehingga memang kurang nyaman.

M Box Seminyak

M Box Seminyak


Fasilitas dan Pelayanan

Tidak banyak yang bisa diharapkan untuk fasilitas dan pelayanan apalagi harga hotel sekitar 300 ribuan saja per malam. Salah seorang teman berfikir bahwa saya menginap di dalam ruangan model box padahal saya memesan private room.

Fasilitas yang bisa diperoleh hanya ruangan ber AC dan WiFi saja. Jangan harapkan handuk atau beragam amenities lainnya. Ini seperti ruangan kamar yang hanya akan digunakan selepas party di bar dan dilanjutkan di ranjang. Hal tersebut yang muncul di pikiran saat pertama kali melihat ruangan kamar yang berada di dalam bar.

Dari sisi pelayanan juga masih standard, dalam artian tidak terlalu ramah namun juga masih mau membantu. Ketika pertama kali datang, Mba resepsionis dengan ramah mau bantu membawakan koper ke lantai 3, kami pun saling bahu membahu meskipun terasa lelah.

Oh ya, untuk fasilitas di luar kamar bisa coba duduk santai di atas kolam yang memiliki bantalan tidur atau sekedar rebahan di atas bean bag yang berada di sisi kolam. Selebihnya tidak banyak yang bisa diharapkan dari hotel tersebut.

Buat solo traveler atau backpacker yang mau menghemat tentu tidak ada salahnya sih menginap di M Box ini. Namun, jika bawa keluarga tentu lebih baik pilih yang lain saja deh. Meskipun saat saya disana ada sebuah keluarga yang membawa anak dan orang tua.

Well, itulah sedikit review dari pengalaman langsung menginap di M Box Seminyak. Bisa menjadi referensi kawan melalak cantik ke depannya yang ingin menginap di kawasan Seminyak.


M Box Seminyak

Jl. Raya Seminyak No.19, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

`


Mendengar kata Bali langsung membayangkan segala sesuatu yang indah. Budaya yang masih terjaga dengan baik dengan adat istiadat beserta kearifan lokal. Tahun ini tidak merencanakan akan mengunjungi Bali namun ternyata rezeki itu memang tidak pernah disangka kapan waktunya datang.




Bahkan bisa menginap di salah satu hotel dengan view terbaik pun tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Inilah Four Points Hotel by Sheraton Ungasan, Bali dengan beragam fasilitasnya yang tidak mau dilewatkan sama sekali.




Beberapa hal yang menjadi daya tarik tersendiri adalah beragam spot instagrammable dengan kemudahan untuk menikmati sunset dan sunrise. Lokasinya yang sedikit berada di perbukitan sehingga membuat penikmat keindahan bisa lihat view dari hotel lebih leluasa.

Four Points Ungasan Bali



Ini merupakan pengalaman pertama bisa sampai di Bali sekaligus momen pertama pula bisa menikmati tidur nyenyak sampai 7 malam di hotel yang menurut saya tidak murah. Bagi pemilik duit banyak mungkin mengatakan biasa saja. Menurut saya sebagai traveler yang biasanya masih menginap di hotel harga 500-800 ribuan per malam maka mengkategorikan ini mahal karena sampai sejutaan untuk per malam.




Tentu harga disesuaikan dengan pengalaman tak terlupakan, begitu pula fasilitas serta pelayanan yang didapatkan selama berada di hotel. Membayangkan bisa kembali lagi kesana adalah sebuah impian namun harus ada usaha untuk bisa mewujudkannya.

Four Points Ungasan Bali



Suasana Four Points Hotel Ungasan


Sejak pertama tiba pada malam hari di hotel, langsung jatuh cinta karena mendengar suara air yang turun dari bebatuan seperti air terjun. Awalnya memang ada khawatir sedikit creepy karena lokasinya berada di perbukitan bahkan untuk sampai di lobby pun jaraknya lumayan juga dari gerbang utama depan.




Ketika sudah tiba di lobby disambut baik oleh petugas front office. Saya cukup menunjukkan kartu identitas dan asal daerah dikarenakan memang menginap di Four Points Ungasan Bali ini dalam rangka kegiatan bersama US Embassy Jakarta.




Lampu remang-remang menyambut kehadiran malam itu, aura liburan langsung terasa deh. Malam yang hanya diterangi penerangan seadanya karena memang mau menunjukkan suasana damai sih.  Terdapat tempat duduk seperti sofa yang mengelilingi sehingga memudahkan tamu untuk duduk menunggu di lobby.




Nah, menuju kamar pun harus melalui dua lift yaitu lift pertama untuk sampai ke lantai 5 dan dari lantai tersebut naik lift menuju lantai kamar yang ditempati. Tentu ini untuk menjaga pula akses ke lantai kamar dan ruangan publik yang biasanya banyak digunakan untuk acara baik pernikahan maupun seminar dan lain sebagainya.

Fasilitas Four Points Hotel Ungasan


Meskipun Four Points Hotel Ungasan ini masih berbintang 4 tetapi fasilitas yang ditawarkan tidak main-main lho. Selama 8 hari 7 malam berada di Four Points Hotel tentu merasakan beragam fasilitas-fasilitas terbaiknya yang membuat para tamu merasa nyaman berada di hotel tersebut.

1. Fasilitas Ruang Kamar


Saat itu, kami mendapatkan ruangan dengan balkon yang menghadap ke luar pemandangan indah. Berada di lantai 9 yang merupakan tertinggi tentu bisa puas memandang apalagi ketika menuju lift bisa langsung melihat GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang sangat berdekatan dengan Four Points Hotel Ungasan.




Pertama memasuki kamar langsung melihat cahaya yang remang-remang karena tiba pada malam hari. Berkeliling mulai dari ruangan kamar sampai kamar mandi. Tentu fasilitasnya hampir mirip ruangan delux pada umumnya. Terdapat dua bangku di dalam yang bisa digunakan untuk duduk sambil menggunakan meja kerja.

Selain itu, ada pula televisi, AC, fasilitas pembuat kopi/teh, mini kulkas, setrika, hanger, bangku dan couch panjang di luar balkon bisa digunakan untuk menikmati suasana pada sore hari. Sayangnya ruangan kami ini tidak ada bathtub padahal sudah menjadi incaran pula bisa relaksasi di dalam bathtub.




Selama saya menginap disana, sudah ada 2 event terlihat sedang diselenggarakan yaitu acara pernikahan. Pastinya menjadi momen tersendiri bagi pengantin yang mengabadikan momen indahnya di hotel tersebut.

2. Chapel Pernikahan


Ada chapel yang bisa digunakan untuk mengucap janji suci dengan bangunan serba kaca sehingga tampak indah dilihat dari luar maupun ketika berada di dalamnya. Saya sempat melihat ada pasangan yang sedang melangsungkan pernikahan di chapel dan kebanyakan memang foreigners.




3. Restoran


Beberapa fasilitas di luar ruangan kamar yang tentunya saya rasakan langsung adalah restoran, ruang meeting dan kolam renang. Setiap pagi menikmati sarapan lezat dengan beragam menu di Evolution Restaurant and Bar. Tentu saya mengambil makanan yang bisa dikonsumsi dan cocok di lidah, biasanya sarapan roti dengna aneka sosis serta minum beragam jus buah.





4. Meetng Room


Selain fasilitas restoran, saya juga menggunakan ruangan meeting dikarenakan kami mengadakan kegiatan di ruangan tersebut. Merasa cukup nyaman karena ruangan sejuk dengan fasilitas alat tulis seperti pensil dan kertas. Begitu pula dengan sajian saat break time pun selalu bervariasi baik di pagi maupun sore hari.

Hanya saja, penerangan ruangan masih kurang karena untuk belajar terlalu gelap pun kurang efektif. Selain itu, papan tulis yang digunakan pun sulit untuk dituliskan karena sepertinya terlalu bersih dibersihkan dengan minyak.

5. Pool

Pool ini menjadi target utama yang mau dicoba saat tahu bahwa akan menginap di Four Points Hotel by Sheraton Ungasan, Bali. Terdapat dua kolam renang yang tentunya paling favorit berada di lantai 5 karena bisa nikmati view yang indah dari atas. Sedangkan untuk pool satu lagi berada di lantai 1 dan menurut saya pemandangannya masih kalah dengan pool di lantai 5.

6. SPA dan Pusat Kesehatan


7. Pusat Kebugaran / Gym


Pelayanan Hotel


Namanya menginap di tempat baru dengan biaya tidak murah maka pelayanan menjadi hal utama yang harus didapatkan donk. Apabila pelayanan tidak baik maka mengurangi kepuasan tamu. Selama berada di Four Points Hotel Ungasan, mendapatkan pelayanan yang baik mulai dari kedatangan sampai naik taksi online.

Ketika sarapan pagi di restoran pun dilayani dengan baik bahkan ketika meminta pesanan tertentu seperti pancake atau telur dadar dan sebagainya, crew restoran tetap tersenyum melayani. Ruangan kamar pun selalu dibersihkan setiap hari bahkan meskipun tidak ada permintaan. Itu membuat saya dan teman sekamar merasa nyaman karena bed sheet sudah rapi.

Hanya saja, beberapa kali kami harus meminta handuk dan beberapa amenities hotel seperti sendal, lotion dan lain sebagainya. Mungkin ketika diambil untuk diganti tapi lupa meletakkan kembali yang baru.

So far, petugas resepsionis maupun staf hotel lainnya melayani dengan sepenuh hati sehingga semua pengunjung bisa merasakan kedamaian dan kenyamana berada di hotel tersebut. 

Lokasi Four Points Hotel Ungasan


Four Points by Sheraton Bali, Ungasan berjarak hanya beberapa menit dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana di Bukit Jimbaran, berjarak 15 menit berkendara dari Pura Uluwatu.

Pantai Balangan dapat dicapai dalam 12 menit dengan mobil, sementara berbagai restoran seafood Jimbaran yang terkenal terletak sejauh 6 menit berkendara. Bandara Internasional Ngurah Rai dapat dicapai dalam 20 menit dengan mobil, dan layanan antar-jemput bandara tersedia dengan biaya tambahan.

Kami pun bisa bepergian ke Pantai Pandawa, Jimbaran, Pantai Melasti, Pura Uluwatu dan beragam spot menarik lainnya bisa dijangkau dengan lebih cepat dengan taksi atau ojek online.



Four Points Hotel by Sheraton Ungasan, Bali
Jl. Raya Uluwatu Banjar Giri Dharma, Ungasan, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80364








 Pertama kali tahu bahwa Kopi Kenangan juga punya Chigo X Flip ini yang ternyata memilliki beragam varian menu dengan kombinasi ayam goreng dan burger. Jujur bayangan awal itu bahwa Chigo hanya menyediakan beragam ayam goreng saja namun ternyata juga ada burger yang tersedia beragam rasa dengan harga terjangkau pula.

Chigo X Flip Sun Plaza


Pada saat saya berkunjung ke Chigo X Flip Sun Plaza ternyata ada promo pembelian burger 10 ribu dan itu sangat menarik tentunya. Bisa beli promo adalah impian semua orang termasuk saya dan ternyata rasa pun tidak mengecewakan donk. Saya pun membeli paket ayam dan sudah tersedia minuman pula yang pastinya membuat harga menjadi lebih hemat.

Chigo X Flip Sun Plaza

Ketika melintas di depan outlet Chigo X Flip sebenarnya masih belum memperthatikan bahwa ini menjual ayam goreng. Ruangan outlet memang tidak terlalu besar bahkan hanya bisa beberapa orang saja yang duduk disana.

Saat awal menanyakan promo, staf outlet melayani dengan ramah dan helpfull banget sih. Saya sempat menanyakan beberapa hal termasuk promo terkini yang bisa sekaligus dipromosikan di media sosial. Ternyata pada waktu itu, promo belum berjalan sehingga harus menunggu terlebih dahulu sampai tanggalnya.

Mau duduk santai sambil mengisi perut yang lapar sendirian bukan hal yang buruk karena memang ruangan kecil. Saat itu pun, ada banyak pengunjung yang juga menikmati sendirian saja. Ada juga sih yang berduaan atau bertiga tapi sendiri juga tidak salah.

Cara Pesan Chigo X Flip


Kamu baru pertama kali mau memesan Chigo X Flip? Well, cara yang bisa dilakukan pun cukup mudah karena lihat saja menu yang ada di layar atas. Kemudian, staf kasir akan menanyakan pesanan dan bisa langsung tunjuk atau sebutkan nama menu yang diinginkan. Selanjutnya tanyakan sistem pembayaran apa yang mau digunakan.

Well, saat itu saya membayar menggunakan debit BCA dan nominal yang mau dibayarkan juga tidak terlalu banyak, hanya sekitar 53 saja untuk paket ayam goreng, nasi dan minum serta burger dan minum. Bayangkan begitu murahnya untuk dua paket hanya 53k saja, pastikan perut akan merasa kenyang donk.

Ketika staf kasir sudah menyerahkan struk, kamu bisa menunggu terlebih dahulu sampai nama dipanggil. Jika memang mau dine in, bisa duduk saja di bangku yang sudah disediakan. Namun apabila take away lebih baik ikut antrian berdiri saja.

Chigo X Flip Sun Plaza



Suasana Chigo X Flip


Apabila melihat suasana Chigo X Flip ini memang tidak begitu menyenangkan untuk hang out bareng teman atau bawa keluarga. Satu hal dikarenakan cukup ribut dengan lalu lalang para pengunjung mall. Selain itu, ada beberapa pengunjung yang akan memperhatikan langsung ke arah kita yang sedang duduk di outlet.

Pada saat itu, entah dikarenakan terlalu ramai atau memang sedang sibuk petugas outlet. Kondisi ruangan tempat duduk sangat kotor terutama dengan sampah dari pengunjung lain yang justru membawa minuman dari luar.

Saya pun membersihkan sendiri beberapa sampah yang berserakan hingga petugas outlet akhirnya meminta maaf dan ikut membersihkan beberapa meja kotor lainnya. Tentu terkesan kurang diperhatikan karena harganya yang murah tapi tidak ada salahnya sih tetap perhatikan ruangan makan tersebut.

Btw, siapa disini yang sudah pernah beli dan mencoba Chigo X Flip? Boleh banget bisa membagikan pengalamannya yuk!


Chigo X Flip Sun Plaza Medan
Jl. KH. Zainul Arifin No.7, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara 20152

 Baru-baru ini muncul cafe kekinian dengan konsep modern yang sedang hits di kalangan anak nongkrong Medan. Hampir selalu bermunculan di media sosial video yang mereview ccafe tersebut sehingga ada banyak yang berminat untuk mengunjunginya. Namun sayangnya tidak sesuai ekspektasi karena cafe hanya menyediakan minuman dan makanan ringan serta suasana sangat ribut.

Cafe Kurang Kondusif

Duduk nongkrong di Cold N Brew ini berawal dari seorang teman yang tertarik melihat video TikTok dari berbagai kreator yang sudah kesana. Namun, ketika kami sudah sampai dan berada di dalam cafe tentu tidak cocok untuk tempat ngobrol santai atau mengerjakan sesuatu.

Bagi yang suka ngobrol dengan suasana ribut dimana semua orang berbicara dengan kuat mungkin ini menjadi pilihan yang tepat. Tetapi sungguh sangat ribut karena semua berbicara sambil tertawa sesekali dan kesan ruangan menjadi sangat sempit dikarenakan terlalu full.

Cold N Brew Abdullah Lubis


Tentu semua orang punya perspektif masing-masing, bisa saja ketika kawan melalak cantik kesana suka dengan suasana tersebut. Selain dari sisi suasana, tentu hal yang kurang menarik juga dari segi menu yang tersedia karena masih kurang bervariasi.

Menu Tidak Bervariasi

Jika sekedar ingin minum kopi memang sah aja sih, tapi jika ingin nikmati cemilan atau makan sesuatu mungkin tidak cocok. Bisa saja hal ini dikarenakan baru buka sih sehingga tidak ada menu makanan yang dipesan bahkan minuman juga belum terlalu beragam.

Dari sisi pemilihan menu pun harus membuka secara online melalui file menu yang dalam bentuk pdf, nah memang sekarang semua serba kekinian sih. Tapi tentunya terkadang untuk pengunjung yang lebih suka dilayani di meja maka ini tidak cocok buat kamu.

Selain kelamaan ngantri di meja kasir sih tentu kesannya jadi habis waktu, ada pula yang masih lihat menu yang tersedia di meja pesan. Apabila kamu sudah memiliki daftar yang mau dipesan tentu ini bukan menjadi suatu masalah sih.

Saya pun memesan minuman jus markisa karena menu yang disediakan belum bervariasi bahkan ketika pesan yang ada di menu pun hampir semua diinfokan tidak tersedia. 

Cold N Brew Abdullah Lubis


Pelayanan Staf Cafe

Pastinya pelayanan menjadi kunci utama mau dalam usaha cafe dan sejenisnya. Menurut saya sih masih kategori bagus untuk pelayanan dari staf. Sejauh ini dilayani dengan baik tetapi ketika ditanya mengenai beberapa hal justru sepertinya hanya menjawab semua makanan tidak ada. Tetapi saat saya lihat ada keluar pesanan kentang goreng. Entah teman saya yang kurang paham atau gimana tapi ketika saya tanyakan tentang menu cemilan pun katanya tidak ada.

Hal lainnya juga mengenai parkiran yang sempit sehingga jalanan menjadi macet dan petugas parkir repot harus mengeluarkan sepeda motor yang berada di bagian depan atau tengah. Saya membawa motor dan posisi di ujung sehingga kesulitan mengeluarkannya.

Tentunya ada juru parkir yang membantu dan mungkin memang bukan bagian staf cafe. Tapi menurut saya, mereka juga bagian dari cafe tersebut sih. Nah, kejadian tuh uang saya 5 ribu justru tidak dikembalikan untuk bayar parkir dan ia lari menghilang begitu saja seolah-olah mengurus yang lain padahal saya lihat langsung pergi aja.

Bukan tentang nominal karena saya pun sudah meniatkan untuk memberi lebih tapi ketika langsung kabur itu buat saya sedikit kesal apalagi tanpa basa basi terima kasih. Bahkan saya pun belum sempat ucapkan terima kasih, begitu berikan uang langsung dirampas dan pergi begitu saja.

Apakah kalilan punya pengalaman di Cold N Brew Medan? Yuk boleh berbagi di kolom komentar di bawah ya!

Cold N Brew Abdullah Lubis Medan

Jalan Abdullah Lubis No.77 Medan Baru, Sumatera Utara

Opening Hours: 07.00 wib to 00.00 wib

Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates