facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Siapa yang ingin ke Bali? Pasti ada banyak sekali yang berkeinginan bisa menginjakkan kaki di Bali. Beragam wisata bisa dinikmati disana,mulai dari wisata air, wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya bahkan wisata malam.

Kebanyakan memang sangat memimpikan bisa nikmati segala keindahan yang ada di Bali. Salah satu objek wisata yang tidak boleh dilewatkan adalah Pura Uluwatu. Kawan melalak cantik mungkin sudah sering mendengar tentang pura atau bahkan banyak juga kawan-kawan pernah mengunjunginya.



Ketika mengunjungi pura beberapa waktu lalu, ada hal-hal yang menjadi perhatian termasuk mengenai monyet yang banyak bekeliaran disana. Tentu harus mewaspadai ketika monyet berada disana dikarenakan memang cukup berbahaya bahkan barang-barang yang dimiliki bisa dibawa kabur.

Pengalaman Pertama ke Uluwatu

Bagi kawan-kawan yang sudah sering mungkin akan biasa saja tapi sebagai pengunjung baru pertama kali maka akan memiliki kesan tersendiri. Selama ini hanya melihat saja orang-orang yang memakai kain pengikat di pinggang yang berwarna jingga dan ungu.

Akhirnya punya kesempatan pula bisa langsung melihat keindahan Pura Uluwatu dan memakai kain pengikat di pinggang berwarna jingga serta merasakan langsung suara ombak air deras di sisi tebing yang tinggi.

Pulau Bali yang dikenal dengan seribu pura ini tentu sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja untuk mengunjungi Pura Uluwatu. Keindahan bangunan pura dan alamnya tentu menggoda para turis berkeinginan datang dan melihat langsung suasana Pura Uluwatu.

Bersyukur sekali ketika diajak oleh teman-teman peserta yang sesama penerima program workshop dari US Embassy ke Bali. Hampir kebanyakan memang ingin pergi ke Pura Uluwatu dikarenakan lokasinya juga begitu dekat dengan hotel tempat kami menginap. Informasi hotelnya disini yaitu Four Points Hotel Ungasan, Bali.

 Mengenal Pura Uluwatu, Bali

Pura Uluwatu merupakan bagian dari enam pura utama pilar spiritual di Bali yang berada di atas tebing dengan ketinggian 250 kaki. Tentunya pengalaman tidak terlupakan bisa melihat sunset yang indah alias matahari terbenam dari tebing tinggi di Samudera Hindia yang menakjubkan.

Menurut Wikipedia, pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya.

Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksa atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.



Cara Menuju Pura Uluwatu Bali

Ada beragam cara untuk bisa sampai di Pura Uluwatu tapi tentunya jika jarak penginapan menuju Kabupaten Badung jauh maka lebih baik sewa mobil saja. Berhubung saya dan teman lainnya memang ramai maka memilih untuk naik taksi online sehingga bisa membagi biaya ongkos menjadi beberapa orang.

Selain itu, jarak dari hotel menuju pura memang tidak terlalu jauh maka budget yang dikeluarkan pun tidak akan terlalu besar. Sepanjang jalan ada banyak sekali yang dilihat dan tentu tetap saja ada macet dikarenakan memang ramai para turis yang mau naik ke atas untuk berwisata.

Pura Uluwatu ini berlokasi di Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Jika ditempuh dari Bandara Ngurah Rai, jaraknya sekitar 20,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih selama satu jam. 

Biaya Masuk Pura Uluwatu Bali

Ketika sudah sampai di Pura Uluwatu, kami pun segera menuju counter pembelian tiket masuk. Harga pembelian tiket serta peraturan yang perlu dipatuhi selama di pura pun tertera pada papan yang berada di atas counter tiket.

Pada papan informasi tertera bahwa harga tiket masuk dewasa adalah 50k dan anak-anak yaitu 30k. Well, pada sore hari itu sedang sangat ramai sekali pengunjung yang datang memenuhi Pura Uuwatu. Kami pun cukup heran ketika hanya diminta membayar 30k oleh petugas yang menjaga. Mungkin pada hari tersebut sedang ada potongan harga.

Aktifitas Selama di Pura Uluwatu

Ada beragam kegiatan bisa dilakukan selama di Pura Uluwatu namun semua harus disesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku. Hal ini tentu dikarenakan memang pura merupakan tempat suci juga bagi masyarakat Bali. Aktifitas menyenangkan yang bisa kawan melalak cantik lakukan selama di Pura Uluwatu yaitu:

1. Menyaksikan Sunset dari Atas Tebing

Matahari terbenam yang indah di Pura Uluwatu tentu jangan dilewatkan begitu saja. Kalian bisa tahan menantikannya karena memang begitu menarik dipandang dari atas tebing. Matahari terbenam di Samudera Hindia merupakan sebuah pemandangan sempurna yang membuat para pengunjung sabar menunggu kehadirannya.



2. Pertunjukan Tari Kecak 

Sebenarnya menonton pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu ini juga tidak boleh dilewatkan tapi saya baru saja beberapa hari lalu sudah nonton di GWK (Garuda Wisnu Kencana). Saya pun mengurungkan niat menonton lagi tari kecak di Pura Uluwatu. Beberapa teman pergi nonton dikarenakan memang belum pernah nonton tari kecak tersebut.

Pura Uluwatu juga terkenal dengan pertunjukan Tari Kecak setiap pukul 18.00 WITA. Pertunjukan ini berlangsung selama satu jam dengan biaya dikenakan kepada penonton yaitu 150k untuk dewasa dan 75k untuk anak usia 2-9 tahun.

Hal-hal Penting Diperhatikan Selama di Pura

1. Waspada Banyak Monyet

Dikarenakan ada banyak monyet yang memang berada di lingkungan Pura Uluwatu maka harus selalu waspada terhadap monyet-monyet agresif. Tentu bisa lakukan beberapa hal agar tetap aman selama berada disana.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah hindari memakai perhiasan sehingga tidak menarik perhatian para monyet untuk menarik langsung dari tubuh kalian. Kilauan emas bisa memancing rasa ketertarikan si monyet hingga bisa melukai jika tidak diberikan.

Selain perhiasan, kalian juga perlu hindari bawa snack dan minuman karena bisa pula menarik perhatian para monyet agresif. Mereka akan segera menarik dari tangan kalian ketika melihat makanan atau minuman yang terpampang di mata mereka. Tentu akan mendapat serangan dari monyet apabila tidak diberikan kepada mereka.

2. Berpakaian Sopan

Namanya pura ini merupakan tempat ibadah yang tentunya suci sehingga pengunjung harus bisa menyesuaikan dengan gunakan pakaian sopan. Apabila kamu memakai celana atau rok di atas lutut maka wajib memakai kain. Nah, jika kamu pun sudah memakai pakaian yang tertutup tetap gunakan kain selendang berwarna jingga dan ungu sebagai pengikat pinggang yang diberikan ketika berada di pintu masuk pura.



3. Wanita Haid

Jika wanita sedang haid tidak boleh memasuki area tengah pura. Tentu hal ini memang sebuah aturan yang perlu ditaati di beragam tempat ibadah. Hal tersebut sebagai tanda menjaga kesucian pura pula.





Pura Uluwatu Bali
Lokasi Pecatu, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali
Jam Buka: Senin sampai Minggu / 07.00 sampai 19.00 

 Makan lasagna terenak di Bali tentu tidak masuk dalam rencana perjalanan kali ini. Seketika saja kesempatan itu datang dan buat ingin segera kembali beli lasagna dengan salad alpukat sayur yang lezat. Kalian harus coba langsung ke Dua Ulamas Bali deh. Harga pun terjangkau bahkan jam 9 malam bisa sampai diskon 50 persen lho. Simak selengkapnya di bawah ini yuk!

Awal Cerita Makan Lasagna

Sebenarnya memang belum ada rencana makan malam tetapi masih berkeinginan mengelilingi kawasan Kuta atau Seminyak. Malam itu, seorang teman mengajak untuk nonton stand up comedy tapi baru akan dimulai pukul 8 malam katanya. Kami pun memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu dan ia membawa ke Dua Ulamas.

Dua Ulamas Bali


Saat memasuki pintu depan langsung mata tertuju ke seluruh pengunjung yang isinya adalah warga asing alias bule. Namun, saat melihat menu ternyata sistem pilih yang ada di etalase dan ada juga menu masakan lokal kok.

Dua Ulamas Bali


Nah, setelah sudah berada di dalam Dua Ulamas semakin bingung mau pesan menu mana terlebih dahulu dikarenakan semua yang dipajang memang memanjakan mata. Jika kebablasan pasti mau beli semua padahal bisa saja kekenyangan donk.

Nuansa Dua Ulamas

Sebelum berbicara tentang makanan, saya bisa katakan bahwa auranya memang buat nyaman gitu. Nuansa Bali yang khas tradisional sangat terasa terutama ketika disambut ramah oleh pekerja yang memakai pakaian daerah.

Ini adalah pertama kali untuk saya bisa makan di Dua Ulamas maka mata tidak bisa berbohong untuk liar melihat sekeliling. Sentuhan furniture dari kayu yang alami serta cahaya lilin di atas meja membuat sedikit dramatis tapi romantis.

Memilih Lasagna

Saatnya menjatuhkan pilihan dari sekian banyak masakan yang terpajang di etalase atau beragam menu tertulis di papan yang tertempel di dinding. Saya pun memilih lasagna yang ternyata juga dipilih oleh teman.

Dua Ulamas Bali


Berbeda dengan teman,saya menambahkan pesanan salad alpukat sayur. Sungguh ini kolaborasi yang tepat sekali dengan lasagna yang lezat beserta salad segar nikmat. Sstt, ada saus kacang, saus sambal dan beragam saus yang bisa dipilih dan dicampurkan ke lasagna. Saya sudah terlalu cinta dengan saus kacang yang lembut dan terasa kelezatannya saat di dalam mulut.

Ketika menyantap menu lasagna ini, saya pun sambil mengobrol dengan teman terutama bahas menu lasagna ini. Ada banyak hal menarik bisa dibahas dari menu yang dipesan pada malam itu. Kami pun bercerita tidak menemukan makanan harga terjangkau yang seenak itu di Medan.



Dua Ulamas Bali

Jl. Umalas II No.88, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361








 Berlibur ke Bali tetap mencoba es krim, emangnya harus begitu? Tentunya tidak donk,gaes. Well, sebenarnya saya tuh tertarik mau mencoba es krim Massimo tapi belum kesampaian sehingga rezekinya masih nikmati es krim Gusto Gelato.

Beberapa waktu sebelum pergi ke Bali, ada melihat postingan di media sosial tentang es krim Massimo. Dalam hati langsung berkeinginan akan beli dan rasakan juga saat sudah tiba di Bali. Eh, sampai sudah mau balik tidak ada pergi ke outlet es krim tersebut. Syukur saja masih bisa coba es krim gelato yang ramai banget nih yaitu Gusto Gelato.

Gusto Gelato and Caffe Bali


Antrian Panjang Gusto Gelato

Pertama kalinya icip-icip gelato di Gusto nih ternyata antrian sangat panjang. Tentunya memang Bali selalu ramai dengan turis sih baik lokal maupun mancanegara. Wajah pengunjung pun bervariasi ada orang lokal, warga Indonesia lainnya serta para bule.

Sejak awal memasuki lingkungan Gusto Gelato sudah terlihat ruangan di luar cukup ramai sehingga bangku pun banyak dipenuhi pengunjung. Nah, saat masuk ke dalam bangunan utama baru lebih shock, antrian sudah sangat panjang. 

Hal yang membuat antrian terasa lebih lama adalah dikarenakan bisa icip-icip varian rasa terlebih dahulu. Bisa saja itu customer mau coba satu persatu sehingga sangat lama sampai ia menentukan pilihannya. Sebagai sesama pembeli tentu harus sabar karena antri adalah kunci untuk dapatkan es krim. Oh ya, antrian bukan saja ketika mau dapatkan es krim ya bahkan saat di kasir juga lho.

Apakah Ikut Antri Worth It?

Kawan melalak cantik pasti bertanya-tanya tentang rasa dari es krim yang ada di Gusto Gelato and Caffe Bali ini. Apakah seenak itu sehingga harus antri? Worth it enggak sih? Jawabannya sih memang kalian harus coba langsung es krim Gusto Gelato ini, guys.

Gusto Gelato and Caffe Bali


Antrian yang dilakukan sejak awal pembayaran sampai mau mendapatkan es krim tentu tidak sia-sia deh. Es krim yang didapatkan tidak mengecewakan terutama jika kalian paham mengkombinasikan dua rasa yang diinginkan. Eh, jika pertama kali tentu ada baiknya menanyakan rekomendasi Mba pekerja aja atau coba saja langsung 2 atau 3 rasa yang memang kalian inginkan.

Cara Beli Gusto Gelato and Caffe Bali

Sebagai pengunjung yang baru pertama kali ke Gusto Gelato pasti masih bingung melihat antrian yang sudah panjang. Saya pun mengalaminya saat melihat ruangan yang penuh dan terasa panas. Entah tidak ada pendingin ruangan atau memang sudah penuh manusia. Alasan lain juga bisa dikarenakan pintu yang bolak balik buka tutup ya.

Cara membeli Gusto Gelato ini yaitu pertama kalian harus menuju bagian kasir yang mana jika sudah ada orang di depan kalian maka harus ikutan mengantri. Nantinya akan ditanyakan mau ukuran yang mana tentu disesuaikan dengan jumlah varian rasa yang bisa didapatkan. 

Gusto Gelato and Caffe Bali


Berhubung saya bersama seorang teman dan sudah kenyang maka memutuskan beli ukuran kecil dengan harga sekitar 35 ribuan dan mendapatkan dua varian rasa. Setelah menentukan pilihan lanjut membayar dimana bisa gunakan QRIS, debit atau secara tunai.

Ketika sudah mendapatkan struck pembayaran maka lanjut menuju bagian pemilihan es krim. Nah, jumlah yang antri akan lebih banyak disini karena setiap orang punya preferensi masing-masing dan butuh waktu sampai menjatuhkan pilihannya.

Tenang saja, ada beberapa orang Mba yang membantu kok tapi tetap saja harus mengantri jika sudah ramai. Kalian tidak bisa bawa budaya serobot disini karena petugas akan tahu serta dibuat pembatas untuk bisa memasuki kawasan utama pemilihan es krim.

Saat itu, saya tidak terlalu mau mencoba beragam rasa karena tentu akan lelah. Tidak banyak berfikir langsung memutuskan untuk menyatukan si asam dan si manis maka bertemulah coklat dan sirsak. Jika kebanyakan rasa manis pasti mudah eneg dan tidak akan habis es krim tersebut.

Cari Tempat Duduk

Sebenarnya mencari tempat duduk ini tergantung sih, jika kalian memang mau bawa pulang tentu tidak perlu cari spot kosong. Nah, berhubung saya dan teman mau nikmati es krim di outlet maka kami pun mencari bangku yang bisa dijadikan tempat duduk.

Gusto Gelato and Caffe Bali


Dikarenakan sore itu masih panas maka kami memilih duduk di luar saja agar mendapatkan angin alami. Ternyata memang suasanya lebih asik di luar meskipun ribut karena pengunjung sungguh ramai. Hampir semua bangku diisi oleh pengunjung dengan mayoritas berwajah oriental.

Selesai menikmati es krim, kami pun segera cabut dan mencari spot santai berikutnya. Tetapi sore itu, saya sudah sangat lelah sehingga memilih untuk kembali saja ke penginapan dan beristirahat. Teman saya pun kembali ke tempat tinggalnya juga.


Alamat Gusto Gelato and Caffee Bali

Jl. Mertanadi No.46B, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361, Indonesia

Membahas tentang Bali pasti tidak jauh dari kata pantai. Ada banyak wisata alam yang bisa dinikmati selama di Bali terutama pantai. Begitu banyak pilihan pantai yang indah di berbagai wilayah Bali. Saya pun tidak mau ketinggalan menikmati angin pantai dengan suara butiran ombak yang indah serta warna air memanjakan mata.



Sekian banyak pantai yang ada di Bali memang tidak semua sempat dikunjungi. Hal ini dikarenakan waktu yang dimiliki untuk berlibur tidak terlalu banyak sehingga harus bisa memanajemen dengan tepat. Memiilh beberapa yang terdekat dan memang ada kesempatan untuk melihat langsung beragam pantainya.

Kawan melalak cantik pasti sudah tidak asing dengan beberapa nama pantai di bawah ini bahkan mungkin ada yang sudah berkali-kali mengunjungi pantai tersebut. Nah, mari kita simak satu persatu terlebih dahulu yuk!

1. Pantai Kuta

Siapa sih yang tidak pernah mendengar pantai Kuta? Kebanyakan masyarakat Indonesia pasti sudah sering mendegar pantai Kuta nih bahkan namanya juga banyak dikenal di kancah internasional.



2. Pantai Seminyak

Ada banyak yang bilang bahwa aliran airnya tetap saja sama mulai dari Kuta, Seminyak sampai Legian juga. Meskipun begitu tentu ada hal yang berbeda yaitu nuansanya dan orang-orang yang berdagang di sekitarnya.



3. Pantai Sanur

Pantai Sanur ini juga cukup ramai dan menjadi destinasi wisata pantai yang harus dikunjungi juga saat ke Bali. Namun, sayangnya saya hanya berkesempatan melihat pada malam hari sehingga kurang daya tariknya.

4. Pantai Pandawa

Lokasinya memang sedikit jauh di kawasan Ungasan tapi tidak ada salahnya masuk daftar yang harus dikunjungi donk. Kalian yang berkesempatan punya waktu libur yang panjang, tentu jangan sampai melewatkan pantai Pandawa.



5. Pantai Melasti

Menurut informasi dari teman-teman bahwa pantai Melasti ini sangat indah. Warna airnya yang biru sungguh jernih sehingga menarik perhatian untuk main air. Namun, sangat disayangkan pula saya tidak sempat main kesana padahal berada tidak jauh dari hotel menginap.

Well, sebenarnya masih ada daftar pantai lainnya yang menarik dikunjungi di Bali tetapi saya belum sempat mengunjunginya semua. Nanti saat kembali lagi ke Bali akan ada review baru mengenai pantai-pantai indah harus dikunjungi di Bali. Btw, ada yang mau menambahkan daftarnya? Boleh komen aja di kolom komentar ya.

 Solo traveler itu sebenarnya ada dua sisi yang dialami baik menyenangkan atau sangat menyenangkan. Pengalaman ekstrim atau sangat ekstrim. Liburan sendiri tapi tidak kesepian. Beragam hal baik maupun kurang baik ada pula dialami oleh solo traveler selama perjalanan. Selalu ada kelebihan dan kekurangan dari setiap tipe traveler sih. Nah, kali ini mau bahas cerita pengalaman naik ojek online ke Ubud Bali pulang dan pergi dari Seminyak.

Naik Ojol ke Ubud Bali


"Serius naik ojek online (ojol) ke Ubud?,"ujar salah seorang teman. Mungkin bagi beberapa orang yang tidak terbiasa jalan sendiri maka hal begini akan terkesan menakutkan atau wah pula. Selain itu, pasti kawan akan menanyakan mengenai biaya atau ongkos menuju ke Ubud dikarenakan lokasinya yang lumayan jauh.

Kenapa Naik Ojol ke Ubud?

Beberapa teman yang mendengar pengalaman ini langsung mengatakan begini,"kenapa tidak sewa motor aja?",ujar mereka. Saya pun hanya menjawab bahwa saat itu berfikir mau yang terima bersih saja sih. Jika membawa motor sendiri tentu harus memikirkan cari jalan atau fokus melihat map. Naik ojol juga tidak tetap menyenangkan kok dan bisa merasakan suasana persawahan juga di Ubud.



Sebenarnya awal cerita mau ke Ubud ini adalah saya ingin pergi bersama seorang teman yang sudah lama stay di Bali. Namun, ternyata memang jadwal kami tidak ketemu sehingga akhirnya saya memutuskan untuk pergi sendirian. Ada keinginan untuk sewa motor tetapi tidak ada yang bisa memberi sewa hanya satu hari saja. Saya pun akhirnya punya ide naik ojol saja, harganya pun ketika dicek masih masuk akal.

Takut Tidak Bisa Kembali

Saya pun menerima beberapa pertanyaan mengenai bagaimana jika tidak ada ojek online lagi dari Ubud sehingga tidak bisa kembali. Nah,hal tersebut tentu sudah masuk dalam perkiraan donk. Memang ada rasa waswas jika nantinya tidak ada ojol kembali ke kawasan kota. Tetapi saya sempat ngobrol terlebih dahulu dan ternyata justru banyak juga yang mau membawa penumpang ke arah Seminyak lho.

Tujuan di ubud Kemana?

Pertanyaan ini pun ada yang ditanyakan ke saya karena tentu sudah ada gambaran donk lokasi yang mau dituju. Ini pengalaman pertama menginjakkan kaki di Ubud tentu saya pun tidak tahu tempat menarik mau dikunjungi. Inilah kegunaan teknologi sehingga memudahkan dalam pencarian informasi. Pilihan pun jatuh ke Ubud Art Market maka langsung buat tujuan atau destinasi pada aplikasi ojol adalah pasar seni tersebut.

Tiba di Ubud

Driver ojol langsung menurunkan di depan Ubud Art Market sehingga saya pun langsung bisa melihat sebuah bangunan besar yang sedang dipadati pengunjung sambil melihat beragam produk seni lokal. Kaki pun melangkah menuju bangunan tersebut dimana saya harus menyebrang terlebih dahulu untuk bisa tiba disana.

Naik Ojol ke Ubud Bali


Ada beragam produk yang dijual tetapi memang keahlian menawar sangat dibutuhkan dikarenakan buka harga cukup tinggi. Sebagai seseorang yang paling malas urusan tawar menawar maka saya pun sekedar melihat saja. Lebih suka beli segala sesuatu di tempat sudah tertera fixed price sehingga tidak perlu lagi mempertimbangkan harga sesuai untuk barang yang mau dibeli.

Saya pun tidak terlalu lama mengelilingi bangunan tersebut, akhirnya coba menelusuri lebih ke dalam dengan penjual yang lebih banyak berada di sisi kanan dan kiri. Nah, mungkin harga bisa ditawar lebih murah karena sudah berada di luar bangunan. Tetapi saya pun tetap saja tidak mencoba beli apapun karena koper tidak bisa menerima banyak bawaan lagi.



Setelah selesai mengelilingi pasar, perut pun mulai keroncongan dikarenakan memang belum makan siang. Sepanjang pinggir jalan raya Ubud itu banyak terlihat outlet atau cafe penjual makanan tetapi masih pusing mencari mana yang halal atau tidak. Mata sudah tertuju saja ke Starbucks tapi belum ada isi makanan ke perut maka tidak berani langsung minum kopi.

Naik Ojol ke Ubud Bali


Akhirnya pilihan jatuh ke restoran Italia yang bisa dibaca review selengkapnya di UNO Ristorante Italiano Ubud. Duduk beberapa jam sekaligus mengisi baterai gadget serta menikmati seporsi pizza. Setelah selesai, langsung berjalan sebentar dan kemudian memesan ojol untuk kembali ke Seminyak.  Berhubung saat itu sudah pukul 6 sore sehingga takut kemalaman dan khawatir tidak ada ojol yang akan menerima nantinya.

So far, perjalanan ke Ubud ini menyenangkan karena tidak perlu lelah bawa motor sendiri. Memang budget yang dikeluarkan lebih besar ya dibandingkan sewa motor. Ongkos pulang pergi dari Seminyak ke Ubud senilai 150 ribu dimana 75 ribu untuk sekali jalan. Tentu tidak mengecewakan donk karena bisa lihat pemandangan sawah yang indah juga. Yah, ada sih rasa lelah karena duduk yang hampir sejam lebih di atas sepeda motor tapi tetap menyenangkan donk.

Btw, siapa yang punya pengalaman ke Ubud naik motor sendiri atau naik ojol nih? Boleh banget yuk berbagi di kolom komentar!


















Sebagai traveler tentunya asuransi menjadi sebuah kebutuhan dan sesuatu yang memang harus dimiliki, baik ketika sedang ada perjalanan maupun tidak. Asuransi sebagai sesuatu yang akan memberikan perlindungan ketika mengalami risiko di kemudian hari.




Kenapa Harus Miliki Asuransi Syariah?


Tentunya tidak seorang pun ingin terjadi sesuatu pada dirinya terutama traveler yang sedang ada trip ke sebuah kota atau negara lain. Namun, segala kemungkinan yang akan terjadi itu tidak bisa kita pastikan maka perlu adanya persiapan. Inilah tentunya harus ada namanya asuransi untuk diri sendiri.

Memberi Perlindungan


Single atau married traveler tetap harus ada asuransi apalagi beberapa pihak kedutaan pun biasanya akan menanyakan asuransi yang dimiliki saat mengurus visa. Seandainya pun tidak diminta untuk pembuatan visa maka traveler lokal juga butuh asuransi karena tidak akan tahu risiko yang terjadi di kemudian hari.



Biaya Premi Terjangkau


Saya sendiri pun sebagai generasi masa kini yang hobinya jalan-jalan dan masih single pula meyakini bahwa asuransi ini penting terutama ketika lakukan solo traveling. Tentunya ada anggaran yang perlu disiapkan untuk membayar kontribusi setiap bulannya. Hal positifnya tentu bisa semakin memaksimalkan mengatur keuangan yang baik.

Banyak Manfaat dan Keunggulan


Sekarang mari kita bahas manfaat dan keunggulan ketika sudah miliki asuransi kesehatan Syariah. Mungkin sebagian di antara kawan-kawan masih bertanya-tanya kenapa harus asuransi syariah ini. Bagi yang sudah berkeluarga akan semakin merasakan manfaatnya dengan miliki asuransi kesehatan syariah untuk keluarga kamu.

Manfaat dan Keunggulan Asuransi Kesehatan Syariah


Pada asuransi Syariah itu ada namanya tindakan untuk saling melindungi dan menolong sesama. Para pemegang polis pun tidak hanya memberikan perlindungan pada diri sendiri sebagai peserta asuransi tetapi juga dapat membantu sesama lho.

PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah menyediakan solusi kesehatan komplit, fleksibel, dan terjangkau dengan layanan komprehensif mulai dari pra rawat inap sampai dengan pemulihan.

Beberapa manfaat dan keunggulan produk asuransi Syariah di antaranya sebagai berikut:


Tolong Menolong melalui Dana Tabarru’


Prinsip tolong-menolong (takaful atau ta’awun) ini dilakukan melalui investasi aset atau Tabarru'. Tabarru’ adalah bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata-mata untuk tujuan komersial.

Adanya Distribusi dan Alokasi Surplus Underwriting


Dalam Asuransi Syariah, dikenal istilah Surplus Underwriting. Surplus Underwriting ini merupakan selisih positif total kontribusi peserta asuransi ke dalam Dana Tabarru’ setelah dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan cadangan teknis, dalam satu periode tertentu.

Ada Pembagian Hasil Sesuai Akad


Prinsip produk Asuransi Syariah tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Mengapa? Sebab, perusahan Asuransi Syariah ini hanya sebagai pengelola dana dari peserta. Maka jika ada keuntungan dari pengelolaan dana tersebut, hasilnya akan kembali lagi pada peserta.

Bebas Riba


Asuransi Syariah disebut bebas riba karena tidak ada dana peserta yang hangus. Sebab, Asuransi Syariah akan memberikan peserta berupa klaim, santunan, atau Surplus Underwriting. Selain itu, dana yang masuk akan dikelola pada instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dengan diawasi DSN-MUI dan OJK.

Miliki Asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah


Asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah ini memiliki keunggulan yaitu dari sisi fleksibilitas di mana kamu sebagai pemegang polis fleksibel dalam menentukan cakupan wilayah asuransi, pilihan kamar, dan batas harga kamar sesuai plan yang dipilih.

Selain itu, ada batas manfaat tahunan hingga sebesar Rp 70 Miliar sesuai dengan plan yang dipilih (termasuk PRUSolusi Sehat Limit Booster) lho. Kemudian juga akan mendapatkan manfaat perawatan tradisional termasuk obat-obatan herbal dan direkomendasikan oleh dokter yang merawat sebelumnya.

Berikut ini juga tidak kalah menariknya ketika miliki asuransi PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah dari Prudential Syariah yaitu manfaat Telehealth di Indonesia dan Telehealth untuk perawatan kanker di Malaysia dan Singapura hanya di Rumah Sakit Rekanan Prudential Syariah.


Masih penasaran dengan asuransi kesehatan Syariah yang mau dipilih? Bisa mulai buka website Prudential Syariah, deh karena banyak informasi menarik yang membantu temukan solusi yang dibutuhkan.

Beragam produk unggulan juga bisa dilihat langsung melalui website, kemudian ada pula berita terkini serta pilihan asuransi yang bagaimana mau dipilih di Prudential Syariah. Nah, hal terakhir yang menarik menurut saya dari website adalah adannya informasi aplikasi khusus berteknologi AI untuk membantu kamu tetap sehat dan bugar. Kita tahu sendiri kan tiap orang berbeda-beda pula kondisi kesehatannya.

 Mencari hotel murah meriah dengan fasilitas bagus dan nyaman pasti tidak mudah. Perlu lebih teliti membaca review yang sudah diberikan para pengunjung di sebuah aplikasi online travel. Saya biasanya memesan hotel sudah jauh hari sebelum ketibaan di sebuah daerah. Tapi, berhubung saat bepergian ke Bali mendapat fasilitas hotel maka pencarian hotel untuk nambah masa libur pun baru dilakukan H minus sekian jam sebelum check out hotel sebelumnya.

Awal Cerita Memesan The Aswana Hotel Seminyak Bali

The Aswana Hotel Seminyak Bali adalah hasil pencarian dadakan karena mengalokasikan dana hanya 350 ribuan berhubung cuma sendirian. JIka berdua sama teman mungkin saya akan memilih hotel dengan budget 700 an buat berdua deh karena bayarnya kan bisa patungan tuh.

Malam hari sebelum tidur, saya mencoba cek aplikasi Agoda untuk melakukan pencarian hotel menarik di Bali tepatnya kawasan Seminyak. Ingin menginap di villa tapi ada rasa takut jika terlalu khas sentuhan Bali. Saya memang cukup pemilih untuk nuansa hotel terutama jangan sampai mendapat yang hotel creepy.

The Aswana Seminyak Bali


Setelah pencarian hampir satu jam, akhirnya memutuskan pilih The Aswana Hotel ini saja karena sedang kosong pada hari yang sudah saya tentukan. Kebiasaan saya adalah setelah pesan pasti langsung bayar karena tidak mau ribet sampai di lokasi yang mana tau ada perubahan. Terkadang bisa saja sudah dipesan tapi belum bayar dan diberikan ke orang lain kan.

Hari Kedatangan di Hotel

Ternyata hotel berada masuk ke dalam dimana memang bisa membaca pamflet di pinggir jalan tapi untuk sampai ke hotelnya harus masuk ke sebuah lorong yang cukup lebar. Supir taksi online tidak mau masuk karena khawatir batasnya sempit dan sulit mau keluar nantinya.

The Aswana Seminyak Bali


Alhasil, saya pun turun dan menggeret koper ke gedung hotel yang dekorasinya tidak sesuai dengan gambar di aplikasi. Mungkin tanaman yang indah di depan itu sedang rusak sehingga dibersihkan oleh petugas hotel.

Saya tiba di hotel masih di bawah pukul 2 siang yang mana merupakan jam untuk check in. Pada siang hari itu, suasana hotel sangat sepi bahkan petugas resepsionis pun tidak ada di meja kerja. Tidak lama datang rombongan keluarga yang mau berenang sehingga terdengar sedikit keramaian. Posisi kolam renang sangat berdekatan dengan meja resepsionis makanya bisa terdeteksi jika ada orang di dalam kolam renang.

Hingga setengah jam menunggu, akhirnya datang seorang bule yang mau check in dan petugas resepsionis pun keluar menghampirinya. Dalam hati saya, kenapa tidak ada yang keluar ketika saya sudah datang dan duduk menunggu sih.

Selesai bule tersebut check in, saya pun mengambil giliran untuk menjumpai resepsionis. Bertanya mengenai ruangan kosong untuk esok hari dan lusa tapi ternyata sudah penuh semua kamarnya dipesan sampai 12 room. Wah, ternyata hotel ini cukup diminati donk, saya bicara dalam hati saja.

Menunggu Masuk Kamar

Berhubung kamar belum ready maka harus menunggu sampai pukul 2 lewat untuk bisa masuk ke kamar. Memang resepsionis mengatakan bahwa bisa tinggalkan barang dan nanti akan dimasukkan oleh petugas langsung ke kamar. Tapi saya memikirkan tas laptop yang berat dan tentu tidak mungkin ditinggalkan begitu saja.

Saya pun rela menunggu saja sampai waktu masuk kamar tiba. Sembari menunggu cukup duduk saja di bangku depan yang disediakan. Sesekali memperhatikan aktifitas tamu hotel lainnya yang berada di kolam renang atau resto hotel.

Ketika sudah diperbolehkan masuk,staf hotel pun membantu bawakan barang bawaan begitu pula koper yang sangat berat itu. Bayangkan saja harus ke lantai 3 dengan barang yang tidak ringan. Ia pun berkata bahwa sudah biasa bantu tamu bawa barang-barangnya.

The Aswana Seminyak Bali


Nuansa Hotel dan Kamar

Ketika berada di lantai bawah atau sekitar ruangan tengah kolam renang maka tidak merasakan nuansa yang aneh. Biasa saja sebagaimana hotel dan terkesan ramai sih sehingga tidak perlu takut  Tapi saat saya menuju kamar di lantai 3 baru mulai terasa auranya dengan pohon pisang yang banyak di depan pintu kamar.

The Aswana Seminyak Bali


Pemandangan di luar jendela memang masih oke dengan jendela-jendela kamar lain dan kolam renang. Tapi ketika malam mau masuk kamar terasa sih nuansa horor karena sepi dan lampu remang-remang. Pengalaman tidak menyenangkannya adalah saat sudah berada di dalam kamar. Tiba-tiba engsel pintu kamar ditekan berkali-kali dengan sangat cepat.

The Aswana Seminyak Bali


Saya pun langsung kaget dan menghidupkan televisi serta menambah volume suaranya. Awalnya mendengar beberapa orang mengobrol dan menuju lorong kamar selanjutnya. Tetapi ketika sudah hening, justru engsel pintu yang terus bunyi ditekan.

Setelah mulai tenang, saya pun menuju ke pintu dan mengunci bagian atasnya juga. Tadinya saya hanya mengunci begitu saja karena kuncinya masih manual,bukan pakai kartu. Malam itu, mau tidur pun kurang tenang apalagi ada lukisan di atas tempat tidurnya. Lampu kamar dan kamar mandi hanya berwarna oranye yang remang-remang.

Pagi hari, saya pun terbangun sudah hampir pukul 8 pagi karena memang sulit sekali tidur pada malam itu. Mau nyenyak pun sulit karena suara televisi namun jika dimatikan khawatir ada terdengar suara lainnya.

Saat saya bangun, sudah ramai yang berenang di kolam renang karena memang tepat di depan kamar maka bisa terlihat dari jendela. Syukur saja, gorden kamar sangat tebal sehingga tidak terlihat jika sedang berganti pakaian.

Fasilitas Hotel dan Kamar

Pertama kali masuk ke kamar, langsung melihat ruangan kamar mandi dan memandang sekeliling. Ruangannya cukup kecil tapi lumayan ada kaca memanjang di atas wastafel. Begitu masuk, langsung terlihat ada WC tapi disayangkan posisinya berhadapan dengan kaca yang ada di luar sehingga apabila sedang duduk di WC bisa lihat tubuh sendiri di kaca.

The Aswana Seminyak Bali


Handuk dan beberapa amenities pun disediakan pula, meskipun saat itu saya sendiri tapi diberikan sebagaimana ada dua orang di dalamnya. Air mineral juga ada dua buah botol meskipun bukan merk yang terkenal. Selain itu, ada hanger, rak sepatu, kursi kerja, meja, teko pemanas dan televisi juga sehingga ada terbantu untuk menemani sih.

Fasilitas hotelnya itu ada kolam renang yang bisa diakses dari pagi sampai sebelum malam karena memang ada pemberitahuan larangan tidak boleh renang pada pukul 7 malam. Selain itu, ada pula bean bag yang bisa dipakai untuk santai di pinggir kolam renang. Mau duduk mengobrol bareng teman atau tamu lainnya pun bisa di ruangan yang juga dijadikan sebagai resto.

Overall, dengan harga yang masih terjangkau dan fasilitas yang didapatkan serta pelayanan yang lumayan membantu maka oke lah hotel ini. Tapi, tentunya saya tidak mau menginap disana lagi karena mau coba hotel lainnya buat pengalaman nantinya.

The Aswana Seminyak Bali

Jl. Plawa No.12, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361















 Melakukan penjelajahan sendirian memang bukan hal mudah namun bisa dilakukan oleh para traveler yang memiliki jiwa tangguh. Rasanya bisa nikmati menu makanan sendirian tidak menyenangkan menurut pandangan beberapa orang. Tetapi, jika sebagai traveler langsung menjalaninya maka bukan sesuatu yang perlu dibuat sulit dan akan tetap asik.

Beberapa waktu lalu, saat saya liburan di Bali tentu tidak melewatkan untuk main ke Ubud. Bukan harus menunggu ada teman untuk bisa sampai kesana karena sekarang semakin banyak kemudahan bagi solo traveler. Memesan ojek online bisa dilakukan bahkan tidak perlu khawatir untuk jadwal kembali karena ada banyak pilihannya lho. 

Saya akan review pula pengalaman naik ojek online pulang pergi dari Seminyak menuju Ubud. Sepertinya ada banyak kawan-kawan melalak cantik yang juga membutuhkan informasi tersebut. Well, kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman makan pizza porsi besar sendirian di UNO Ristorante Italiano Ubud, Bali.

Kenapa Makan di UNO Ristorante Italiano? Halalkah?

Kawan-kawan pasti bertanya kenapa memilih restoran Italia ini apalagi memang tidak mudah mencari makanan halal di Bali. Berawal dari perut yang memang lapar karena belum sarapan dan makan siang pada hari itu. Sejak pagi sudah disibukkan dengan packing dan pengiriman baju ke ekspedisi. Setelah itu, masih pula berbelanja oleh-oleh karena merupakan hari terakhir sebelum kembali ke Medan.

Saya berjalan mau mengelilingi kawasan Ubud hingga melihat beragam restoran dan cafe sepanjang jalan. Ketika melihat tulisan restoran Italia tentu langsung berpikir tentang pizza yang merupakan salah satu makanan favorit. Dalam bayangan pun bisa pilih menu yang tidak berbau daging untuk topping pizza yang akan dipesan.

Nah, saat itu ada seorang wanita yang sudah masuk kategori Mba berdiri di depan restoran dan seolah tersenyum serta menawarkan restorannya. Sebenarnya saya bukan tertarik karena Mba itu ada mengajak ke restoran tersebut sih. Saya hanya melihat menu yang terpajang pada bagian depan karena sepertinya memang begitu cara menarik pelanggan di Bali atau mungkin di tempat lain juga.

Menu yang diletakkan di pintu depan sehingga memudahkan calon pembeli bisa melihat terlebih dahulu untuk sajian menu yang disediakan. Akhirnya saya tertarik dengan menu pizza yang tertulis di papan bagian depan. Tentu bertanya terlebih dahulu tentang kehalalan menu tersebut tapi tentu saja tidak ada logo halal pada restoran tersebut.

Dalam kondisi sudah pusing dan sangat lelah, saya pun masuk ke dalam restoran sambil tetap bertanya menu kepada Mba pelayananya. Memilih menu vegetarian yang tidak ada sentuhan daging disana. Akhirnya buka buku menu lebih detail dan tampak beberapa menu ada yang pakai ham. Saya lebih memilih pizza saja dipanggang di tungku tradisional pada bagian depan restoran.

Menu Yang Tersedia


Ada beragam menu yang disediakan restoran tapi saya tidak berani sembarangan mencoba menu lainnya. Pasti bertanya terlebih dahulu untuk komposisi makanan yang dipesan dan memilih pizza karena mengolahnya tidak perlu aduk mengaduk sih.

Pesanan yang datang sesuai dengan pizza dipesan tapi ternyata ukuran sangat besar, itu porsi cocok untuk makan bertiga atau berempat sih. Makan sudah terlambat waktu pasti sudah tidak terlalu selera dan mudah kenyang. Apalagi ikut memesan minuman teh manis dingin sehingga mudah eneg dan kenyang dari rasa manis pada es teh.

UNO Ristorante Italiano Bali



Berusaha tetap pelan-pelang menghabiskan tapi ternyata masih tidak sanggup pula hingga tersisa ada 3 slices lagi. Saya pun meminta untuk dibungkus saja karena sayang sekali tidak dimakan dengan harga yang tentunya tidak murah.

Pelayanan Staf Restoran


Dalam hal pelayanan atau hospitality memang kebanyakan para pekerja di Bali itu bisa menunjukkan kebaikan dan keramahtamahan. Sebagai pengunjung selalu merasa terbantu dan seperti memang dilayani dengan sangat baik. Tentu ada kepuasan tersendiri ketika sedang makan di suatu tempat mendapat pelayanan yang ramah.

UNO Ristorante Italiano Bali



Saat saya melakukan pembayaran, staf kasir pun yang merupakan seorang pria langsung menanyakan bagaimana rasa pizza nya,apakah ada sesuatu yang kurang atau ada hal yang perlu diperbaiki atau tidak? Saya pun menjawab bahwa tidak ada hal aneh pada pizza, hanya saja itu porsi besar dan tidak sanggup untuk menghabiskan seorang diri.

UNO Ristorante Italiano Bali



Dengan sangat ramah, staf melayani baik mulai pelayan sampai staf kasir sehingga merasa betah walaupun hanya sebentar saja dikarenakan memikirkan harus kembali lagi ke Seminyak. Tentu lebih menyenangkan bisa menghabiskan waktu lebih lama di Bali tapi memang saat itu tidak memungkinkan sih.

Oh ya, saya heran ketika sudah masuk ke dalam restoran itu tidak ada seorang pun sedang makan disana. Nah, pada saat saya berada di dalam, langsung ada banyak turis lainnya berdatangan ke dalam bahkan ada pula pria tampan bersama ibunya atau mungkin istrinya yang sudah tua memakai hijab makan disana juga.

Senang sekali rasanya apabila sedang sepi sebuah restoran langsung ramai seketika saat saya berada di dalam restoran tersebut. Bukan berarti ada sesuatu tetapi merasa tidak sunyi lagi donk itu restorannya dan tidak merasa garing juga makan sendirian di restoran.

UNO Ristorante Italiano Bali



Siapa punya pengalaman makan di restoran asing dan galau memilih menu halal? Boleh yuk berbagi di kolom komentar bawah!













Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates