facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Ngobrolin tentang kopi memang enggak ada habisnya, sebagai penikmat yang bukan terlalu ahli dengan teori detail perkopian tentu menantikan beragam event berbau kopi. Bukan sekedar untuk bisa mengenal kopi lebih dalam dan icip-icip rasanya tapi lebih menyemangati dari euforia para kopi antusias.




Event Festival Kopi Terbesar


Pernah tahu tentang event festival kopi terbesar di Indonesia? Saya sudah menghadiri dan mengambil bagian kemeriahan acara tersebut sejak 3 tahun terakhir ini. Perhelatan festival kopi tahunan terbesar di tanah air, Kopi Fest Indonesia (KFI) 2026, resmi membuka rangkaian turnya tahun ini dengan memilih Kota Medan sebagai pemberhentian pertama lho.

Jadi memang sudah bertahun-tahun ada kegiatan festival kopi seperti ini yang khususnya memang diselenggarakan oleh Otten Coffee. Kawan-kawan melalak cantik yang sudah sering mendengar eventnya atau membaca rangkaian trend di Threads pasti tahu nih kalo event kopi berlangsung di Sun Plaza Medan mulai tanggal 27 hingga 31 Mei 2026.




Begitu viralnya dengan beragam tenant kopi yang hadir di festival ini tentu sukses menyedot perhatian ribuan pencinta kopi lewat perpaduan F&B (Food and Beverage) bazaar lintas skala, ruang edukasi interaktif, hingga kompetisi penyeduhan tingkat dunia. Setelah Medan, pergelaran bergengsi ini dijadwalkan akan melanjutkan kemeriahannya ke Bandung dan Jakarta.

Mengenal Kopi Fest Indonesia

Kopi Fest Indonesia merupakan festival kopi tahunan yang berkomitmen penuh untuk merayakan, mengedukasi, dan menumbuhkan ekosistem industri kopi di Indonesia. Memadukan unsur hiburan modern dengan edukasi yang inklusif, festival ini mempertemukan para petani, pemilik bisnis, barista, pengopi pemula, hingga pencinta kopi kasual dalam satu ruang kolaboratif.

Apa Saja yang Ramai?


Sejak hari pertama dibuka, area F&B bazaar yang diisi oleh lebih dari 60 tenant lokal dan nasional langsung dipadati oleh pengunjung. Fenomena menarik terlihat dari antrean yang mengular panjang di beberapa gerai kopi populer, seperti pelopor kopi susu lokal Toko Kopi Tuku serta salah satu roastery kebanggaan masyarakat lokal, Alligator Roastery. Kehadiran jenama-jenama ini membuktikan tingginya animo masyarakat Medan terhadap budaya nongkrong dan apresiasi terhadap komoditas kopi berkualitas.

Well, Saya sendiri pun menantikan kehadiran Food and Beverage bazaar dalam setiap rangkaian event begini. Sejak muncul aneka reels di akun instagram Kopi Fest Indonesia, sudah membayangkan mau jajan apa saja termasuk Ice Berg Cheese dari MixnMax Cafe.



Daya Tarik Event Festival Kopi


Salah satu daya tarik utama yang membedakan KFI tahun ini adalah kehadiran AeroPress Village. Zona khusus ini merangkul total 9 local roastery terpilih untuk menyuguhkan pengalaman minum kopi yang lebih personal. Sepanjang festival, para pengunjung tidak hanya sekadar menikmati seduhan kopi menggunakan alat AeroPress, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para roaster di balik layar sekaligus berburu biji kopi pilihan segar untuk kebutuhan seduh di rumah.

Bagi para pemula yang baru ingin menyelami dunia kopi, KFI 2026 menghadirkan aktivitas inklusif berupa gerakan "Seduh Kopi Rp1". Melalui program edukasi ini, masyarakat awam ditantang untuk beralih peran dari sekadar penikmat menjadi peracik kopi. Pengunjung dapat mencoba langsung menyeduh kopi menggunakan peralatan kelas dunia, mulai dari alat seduh manual Bialetti dan Fellow, hingga teknologi mutakhir dari mesin espresso otomatis DeLonghi dan perangkat pintar Mesin Espresso dari Fellow.

Kemeriahan KFI 2026 Medan akan mencapai puncaknya melalui gelaran Indonesia AeroPress Championship (IAC) 2026 Regional Medan yang dijadwalkan bergulir pada 29–31 Mei. Puluhan jagoan seduh dari berbagai daerah akan saling adu ketangkasan demi memperebutkan tiket menuju babak Final Nasional di Jakarta. Pemenang utama dari tingkat nasional nantinya akan resmi mewakili Indonesia untuk bertanding di panggung puncak World AeroPress Championship (WAC) 2026 yang akan diselenggarakan di Meksiko.

Cari Diskonan Saat Event

Sebagai inisiator, Otten Coffee juga memanjakan para pengunjung sepanjang festival dengan menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang hanya tersedia di lokasi acara. Penawaran tersebut meliputi potongan harga hingga 20% untuk jajaran biji kopi nusantara maupun internasional, diskon 10% untuk menu kopi siap minum (ready-to-drink), serta penawaran harga khusus untuk lini mesin espresso rumahan hingga komersial.




So, siapa saja yang sudah pernah ke Kopi Fest Indonesia nih? Ssstt, jangan sampai ketinggalan deh biar tetap tau rasanya ngopi berkelas dan menjadi bagian kekinian.
Kalau biasanya wisatawan Indonesia datang ke Kuala Lumpur untuk melihat menara kembar, belanja di Bukit Bintang, atau berburu foto di sekitar Petronas, sekarang ada satu kawasan yang mulai viral di media sosial dan menarik perhatian para traveler yaitu Chow Kit.



Hidden Gem Viral: Chow Kit


Jika melihat para konten kreator traveling di media sosial khususnya TikTok dan Instagram maka akan menemukan begitu banyak wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut. Masyarakat Indonesia yang sedang berlibur ke Malaysia tidak melewatkan berfoto di kawasan Chow Kit.

Awalnya Saya juga tidak terlalu mengenal kawasan ini, hanya saja dulu pada tahun 2017 an kawan suka cerita kalo ia sering belanja di Pasar Chow Kit bahkan suka ambil penginapan di lokasi tersebut. Nah, setelah beberapa kali melihat video TikTok tentang hidden gem Kuala Lumpur dengan suasana klasik dengan banyaknya cafe estetik barulah tau kalo ini bagian Chow Kit.

Ternyata di sekitar sini itu ada pasar lokal yang penuh warna, akhirnya memutuskan untuk datang sendiri ke Chow Kit biar lebih tahu sih. Dan ternyata, kawasan ini punya vibe yang berbeda dibanding tempat wisata mainstream lainnya di Malaysia.

Chow Kit terasa seperti sisi lain Kuala Lumpur yang lebih hidup, lebih lokal, dan lebih autentik. Sekitar tahun 2023 akhir mengambil liburan 2 minggu di Malaysia dan tidak menyangka akhirnya bisa dapat apartemen di sekitar Chow Kit.

Berawal dari kenalan dengan dua orang teman warga Turki yang sedang berlibur juga, mereka menginap di apartemen sekitar Chow Kit. Kemudian, salah seorang merekomendasikan untuk pindah di apartemen sekitar situ saja karena ada yang sharing dan juga harga lebih terjangkau.

Finally, setiap berlibur ke Kuala Lumpur akan tetap ambil penginapan di Chow Kit terutama jika sedang solo traveling. Nah, terakhir tahun 2024 pun menginap di apartemen yang sama sehingga memudahkan mau jalan atau sekedar cari coffee shop di sekitarnya.




Kawasan Menjadi Viral Kembali


Chow Kit merupakan salah satu kawasan legendaris di Kuala Lumpur yang sudah terkenal sejak lama sebagai area perdagangan dan pasar tradisional terbesar di kota ini. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau menggunakan monorail Kuala Lumpur. Begitu turun di stasiun Chow Kit, suasana kota langsung terasa berbeda.

Di sini, gedung modern berdampingan dengan bangunan lama. Cafe modern berdiri tidak jauh dari pasar tradisional yang ramai sejak pagi. Jalanannya terasa sibuk, tetapi justru di situlah daya tariknya. Banyak wisatawan Indonesia mulai datang ke Chow Kit karena kawasan ini sering muncul di konten travel TikTok dan Instagram. Suasana urban klasiknya cocok untuk foto aesthetic, video cinematic, maupun sekadar menikmati sisi lokal Kuala Lumpur yang jarang diperlihatkan di brosur wisata.

Salah satu aktivitas paling menarik di Chow Kit tentu saja mengunjungi Pasar Chow Kit. Pasar ini terkenal sangat besar dan menjual hampir semua kebutuhan masyarakat lokal. Buat pecinta street photography atau travel photography, tempat ini benar-benar menarik. Banyak sudut yang terasa sangat “Malaysia”.

Bahkan hanya berjalan kaki sambil memperhatikan aktivitas warga lokal saja sudah menjadi pengalaman tersendiri. Kadang saat traveling, justru tempat seperti ini yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan dibanding destinasi wisata mewah.

Cafe Estetik dan Hidden Gem Buat Nongki


Selain pasar tradisional, Chow Kit sekarang juga dikenal dengan banyak cafe estetik dan hotel boutique yang artsy. Kawasan ini mulai berkembang menjadi tempat nongkrong favorit anak muda dan konten kreator. Inilah yang menjadi kawasan utama penuh pengunjung yang sedang hunting konten agar mendapat foto maupun video estetik.




Saya sempat mampir ke beberapa coffee shop kecil dengan interior minimalis vintage yang nyaman banget untuk istirahat setelah jalan kaki keliling area Chow Kit. Banyak cafe di sini punya konsep modern tetapi tetap mempertahankan nuansa klasik Kuala Lumpur. Artikel tentang cafe shop yang lucu dan estetik pun sudah ada direview di blog melalak cantik ini.

Buat yang suka bikin konten Instagram atau reels, kawasan ini cocok banget. Hampir setiap sudut cafe punya pencahayaan dan dekorasi yang aesthetic. Paling Saya suka adalah kontras suasananya dimana di satu sisi ada pasar tradisional yang ramai dan penuh aktivitas, tetapi beberapa langkah kemudian langsung bertemu cafe modern dengan suasana tenang dan lagu jazz pelan. Perpaduan ini membuat Chow Kit terasa unik dan berbeda.

Surga Konten Cinematic Buat Kreator


Menjelang sore hingga malam, suasana Chow Kit berubah semakin menarik. Lampu toko mulai menyala, jalanan menjadi lebih ramai, dan vibe urban klasik Kuala Lumpur semakin terasa. Banyak kreator datang ke sini untuk membuat video cinematic karena area ini punya nuansa yang mirip kota-kota lama di Asia. Bangunan tua, papan toko klasik, lampu jalan, dan suasana malamnya terasa sangat fotogenik.




Bahkan menurutku, Chow Kit adalah salah satu hidden gem Kuala Lumpur yang paling cocok untuk traveler yang bosan dengan tempat wisata mainstream. Dulu pertama kali kesini memang belum viral sehingga terasa masih sepi dan takut berjalan sendirian.

Chow Kit membuat sadar kalau Kuala Lumpur bukan cuma tentang gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern. Ada sisi lain kota ini yang lebih hangat, lebih nyata, dan penuh cerita. Kawasan ini cocok untuk traveler yang suka eksplor tempat lokal, berburu suasana autentik, mencoba kuliner sederhana, dan mencari spot konten yang aesthetic.

Kalau suatu hari kawan melalak cantik kembali ke Kuala Lumpur, mungkin sesekali cobalah keluar dari itinerary mainstream dan berjalan kaki di Chow Kit. Siapa tahu, justru di tempat seperti inilah kamu menemukan pengalaman traveling yang paling berkesan.

Anyway, siapa nih yang sudah sering melipir ke Kawasan Chow Kit? Apa sih kesan yang kalian dapatkan? Sekedar ramai dan viral atau sudah temukan tempat nyaman yang damai?

























 Pernah membayangkan sudah di depan counter imigrasi baru sadar passport enggak ada? Ini menjadi hal yang menyeramkan saat traveling terutama kondisi passport yang tertinggal di dalam pesawat dan sudah terbang kembali ke destinasi lainnya.



Panik Ketinggalan Pesawat

Begitulah yang dialami oleh Saya dan teman ketika kami melakukan trip ke Singapura beberapa waktu lalu. Awalnya semua baik-baik saja, perjalanan sejak keberangkatan begitu menyenangkan tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan selama trip.



Memulai trip dari Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) terasa seperti biasa saja, hanya membayangkan trip ini akan seru diisi oleh cerita lucu dan pengalaman asik bersama teman-teman. Ini pertama kali untuk kami ngetrip bareng ke luar negeri, sebelumnya hanya road trip dalam kota saja.

Awal Mula Bencana Ketinggalan Passport

Passport yang tertinggal awalnya tidak disadari oleh teman, Saya sendiri pun tidak terlalu memperhatikan ketika teman ngetrip meletakkan passportnya setelah dari imigrasi Medan. Seperti biasa, Saya selalu menyimpan langsung passport jika sudah selesai urusan imigrasi, tentu saja harus dimasukkan ke dalam tas agar tidak tercecer.

Trip ini akan dijalani oleh Saya dan dua orang teman namun salah seorang berangkat dari Jakarta, maka perjalanan ini terpisah saat keberangkatan begitu pula saat pulang nantinya. Ketika itu, Saya pergi bersama kawan cowok yang sudah terbiasa ngetrip pula bahkan sampai Eropa.

Saya pun tidak kepikiran hal ini akan terjadi, mengingat kawan ngetrip bukan orang yang pertama kali ke luar negeri. Sudah dipastikan perjalanan akan seru karena tidak perlu khawatir akan kerempongan bepergian dengan orang yang baru pertama kali tahu liburan di negara lain.

Kami pun tetap jalani perjalanan dari bandara senormalnya penumpang pesawat, namun berubah semuanya saat tiba di bandara Singapura. Bahkan saat di pesawat pun tetap seru, Saya tetap berfoto dan mengajak teman tetap buat konten.

Hingga akhirnya kepanikan muncul begitu sudah mendekati counter imigrasi, Singapura sudah menerapkan self check in untuk para pendatang. Kawan Saya seketika histeris mencari passportnya, Saya pun kaget karena kami sudah di depan counter check in imigrasi. Posisi pun sudah turun eskalator yang tidak bisa naik begitu saja langsung dari tempat tersebut.

Petugas melihat kepanikan dari kejauhan dan mulai mendekati, Kami pun menginformasikan tentang passport yang tertinggal di bangku pesawat. Ternyata teman meletakkannya di kantong depan kursi (seat pocket) yang biasa tempat penyimpanan majalah.

Tanya Petugas Bandara


Bukan hal yang mudah untuk langsung naik ke bagian atas terutama ke dalam pesawat mengingat sudah terlalu jauh dan jalurnya juga tidak sama. Saat itu hanya Saya dan teman tersebut, sedangkan teman satu lagi sudah menunggu di ruang ketibaan.

Saya pun terus menghubungi teman yang sudah menunggu sementara waktu sudah mendekati 12 malam. Memang malam itu kami berniat bermalam di bandara saja karena sudah tahu waktu tiba akan malam dan sayang jika harus menuju hotel.

Saya dan teman yang ketinggalan passport pun langsung dibawa ke counter yang mana ada petugas imigrasi yang bertugas malam itu. Kami pun bertanya cara menemukan passport tersebut dan tentu saja menggunakan bahasa Inggris. Semakin gunakan bahasa melayu tentu semakin bingung dengan khas warga Singapura.

Kawan pun sudah semakin panik apalagi petugas sudah mengatakan harus kembali ke Indonesia dan beli tiket yang harus dibayar sendiri. Ditambah lagi ia masih ada trip yang cukup lama di Malaysia nantinya dan sudah beli tiket pulang dari sana. Selain itu, tentu repot harus urus passport yang hilang di negara orang, ah lengkap rasanya trip ini.

Petugas bandara pun menanyakan segala informasi detail termasuk nomor penerbangan, nama maskapai dan lain sebagainya. Tentu saja petugas begitu kooperatif dan terus membantu, bahkan coba menelepon petugas lapangan di dalam pesawat.

Kembali ke Pesawat

Setelah drama yang cukup lama, akhirnya kawan diberitahukan untuk segera menuju ke atas. Ia pun segera bergegas mencari jalur naik sedangkan Saya harus menunggu di ruangan khusus yang biasanya banyak tertahan di dalamnya.

Saya menunggu dengan cemas sambil memanfaatkan WiFi bandara untuk menghubungi teman yang sudah menantikan kami di depan. Sambil terus meyakinkan diri bahwa perjalanan akan tetap berlanjut dan passport akan ditemukan.

Ketika sudah menunggu cukup lama, akhirnya kawan yang ketinggalan passport pun datang dengan membawa passportnya. Saya pun merasa lega meskipun belum selesai urusan imigrasi karena belum melewati jalur tersebut.

Finally, drama selesai dan bisa masuk imigrasi hingga akhirnya bisa lanjut trip ini. Menjadi pelajaran untuk selalu simpan passport di tempat aman dan mudah ditemukan.

















 Mau lihat Singapura lebih dekat dan hemat? Banyak cara untuk mengelilingi Singapura tapi yang tidak membuat dompet menangis, apa donk solusinya? Kebanyakan traveler yang ke Singapura langsung mengandalkan MRT, tapi coba sekali saja naik bus umum yang ternyata gampang banget lho. Transportasi yang santai buat nikmati suasana kota solusinya naik bus umum saja di Singapura.

cara naik bus di singapura untuk turis hemat

Mengingat perjalanan pertama kali ke Singapura sekitar tahun 2017 lalu, kalau mendengar transportasi umum di Singapura, kebanyakan orang pasti langsung teringat MRT. Memang benar, MRT di Singapura terkenal cepat dan nyaman. Tapi ternyata, ada pilihan transportasi lain yang tidak kalah praktis sekaligus lebih hemat untuk menikmati suasana kota, yaitu bus umum.

Saya sendiri saat pertama kali traveling ke Singapura mau naik bus terdengar membingungkan. Padahal setelah dicoba, transportasi ini justru jadi salah satu cara paling menyenangkan untuk keliling kota sambil menikmati pemandangan khas Singapura dari jendela.

Dulu masih mencoba naik MRT saja karena hanya membayangkan mau naik transportasi modern saja. Tapi, begitu liburan terakhir ke Singapura bersama teman-teman diajakin coba naik bus maka ini menjadi pengalaman pertama untuk gunakan bus.

Sebagai traveler yang suka jalan-jalan ke negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, Saya merasa bus di Singapura cocok banget untuk solo traveler maupun backpacker yang ingin perjalanan lebih santai dan hemat. Maybe next trip, Saya bakalan tetap coba naik bus aja deh keliling Singapura mengingat lebih mudah dan asik lihat sekeliling kota.


Kenapa Naik Bus di Singapura Lebih Menarik?


Salah satu alasan suka naik bus di Singapura adalah karena kita bisa menikmati suasana kota lebih dekat. Kalau naik MRT, kita lebih banyak berada di bawah tanah. Sedangkan bus membawa kita melewati jalan-jalan cantik, gedung modern, kawasan perumahan, sampai sudut kota yang jarang terlihat turis.

Selain itu, halte bus di Singapura juga sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan beberapa tempat wisata justru lebih dekat dijangkau menggunakan bus dibanding MRT. Bus di Singapura juga terkenal bersih, nyaman, ber-AC, dan tepat waktu. Jadi meskipun menggunakan transportasi umum, rasanya tetap nyaman untuk turis.

Ternyata enggak sia-sia deh nyobain bus di Singapura pertama kali, awalnya sempat ragu saat diajakin kawan ngetrip. Eh, malah kepikiran bakalan coba lagi di next trip biar nyobain rute lainnya biar makin seru dan nambah pengalamannya.

Cara Bayar Bus di Singapura

Hal paling penting sebelum naik bus di Singapura adalah menyiapkan kartu pembayaran transportasi. Biasanya turis menggunakan EZ-Link Card, Singapore Tourist Pass maupun kartu debit atau kredit contactless.

Saya pun mengingat dulu pertama kali ke Singapura beli EZ-Link yang kalo dirupiahkan bisa sampai 200 ribuan, ya ampun kenapa dulu boros banget ya saat liburan di Singapura. Memang pada saat itu belum punya CC (Credit Card) sih dan syukurnya saat naik bus pada liburan terakhir itu uda bisa pakai CC BCA, yeayy akhirnya punya CC.

Cara penggunaannya sangat mudah lho jadi saat naik bus, cukup tap kartu di mesin dekat pintu masuk depan. Lalu saat turun, jangan lupa tap lagi di mesin dekat pintu keluar. Banyak turis pemula lupa tap saat turun dan akhirnya saldo terpotong lebih mahal. Jadi pastikan jangan lupa bagian ini ya, gaes.

Cara Mengetahui Rute Bus

Awalnya sempat bingung membaca rute bus di Singapura. Tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah karena ada aplikasi. Saat itu cuma ngandalin teman sih, kami berempat dan salah satunya yang sibuk dengan urusan cek rute ini.

Oh ya, kawan melalak cantik yang mau cobain bisa banget lah buka aplikasi yang paling membantu seperti Google Maps, Citymapper maupun Moovit. Mudahnya cukup masukkan tujuan, lalu aplikasi akan menunjukkan nomor bus, halte keberangkatan, sampai estimasi waktu perjalanan. Menurut Saya sih memang Google Maps sudah cukup membantu untuk traveler pemula.

Tips Naik Bus di Singapura untuk Pertama Kali

Para traveler yang naik bus pertama kali di Singapura tetap harus perhatikan beberapa poin di bawah ini, tau sendiri kan kalo Singapura itu sangat tertib maka jagalah hal tersebut, misalnya seperti ini:

1. Antre dengan Tertib

Warga Singapura sangat tertib saat naik bus. Jadi pastikan ikut antre dan jangan menyerobot.

2. Masuk dari Pintu Depan

Penumpang masuk lewat pintu depan dan keluar dari pintu belakang atau tengah.

3. Tekan Tombol Stop

Kalau halte tujuan sudah dekat, tekan tombol stop yang tersedia di dalam bus agar sopir tahu kita ingin turun.

4. Hindari Jam Sibuk

Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, hindari jam kerja pagi dan sore karena bus bisa sangat ramai.

Lebih Hemat untuk Traveler Budget


Buat traveler yang ingin hemat, bus di Singapura bisa jadi solusi terbaik. Tarifnya cukup terjangkau dan banyak rute wisata yang bisa dijangkau tanpa harus sering pindah transportasi. Saya berkeinginan next trip memilih naik bus dari kawasan Bugis menuju Orchard hanya untuk menikmati suasana kota sambil duduk santai di dekat jendela.

Rasanya pasti berbeda dibanding buru-buru naik MRT, mekipun saat itu Saya dan teman-teman naik bus sekitar China Town, Bugis dan melihat sekitaran Orchard juga tapi masih belum puas sih. Tau sendiri kan bahkan kadang perjalanan dengan bus justru terasa seperti city tour murah versi backpacker. Jadi gak harus booking naik bus hop on atau hop off tetap bisa happy keliling kota.




Pengalaman yang Lebih Seru


Menurut Saya, naik bus di Singapura bukan hanya soal transportasi, tapi juga pengalaman perjalanan. Kita bisa melihat kehidupan lokal lebih dekat, memperhatikan aktivitas warga, sampai menemukan sudut kota yang tidak ada di itinerary wisata biasa.

Hal-hal sederhana seperti melihat deretan rumah, taman kota yang rapi, atau suasana sore di jalanan Singapura justru membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Bayangin deh, bisa berada dalam satu bus dengan warga lokal dan lihat apa yang dilakukan selama di dalamnya.

Oh ya, busnya kan double dekker tuh, pilihlah di bagian lantai atas biar puas lihat sekeliling ya. Kalian ada yang punya pengalaman naik bus di Singapura gak? Yuk berbagi ceritanya di kolom komentar.



 Mengingat perjalanan tidak selalu sama bahkan bisa transit cukup lama, kepikiran gak sih buat beli makanan selama di bandara? Pernah niat awal cuma mau coba beli air mineral doank di mini market eh tergoda juga beli makanannya yang ternyata itu mahal.

beli makanan di bandara yeay or nay


Traveler on Budget Beli Makanan di Bandara

Kalo cuma beli makanan atau minuman doank di mini market sih masih bisa diatasi kantong meskipun sudah termasuk kategori lebih mahal dari harga normal biasanya. Tapi, ketika nongkrong alias duduk di outletnya maka akan terasa sekali harganya tidak sewajarnya.

Sstt, tentu saja ini bukan menjadi masalah bagi traveler yang punya duit, berlibur dengan kondisi keuangan berlebih. Tapi akan kepikiran si pejalan hemat jika harus keluarkan duit buat makan hingga ratusan ribu sekali doank di bandara.

Saya pernah mengalami saat berlibur di Turki, niat awal mau ambil minum gratisan tapi apalah daya sedang masa pandemi maka tidak ada tersedia air yang free. Jadilah beli air kemasan ukuran kecil yang ternyata ketika dirupiahkan menjadi 30 ribuan padahal cuma 3000 ribuan di Indonesia.

Well, tidak hanya cerita itu saja, berhubung sedang lapar saat transit di Doha, Qatar maka beli makanan cepat saji berisi burger dan kentang goreng. Ketika memesan hanya bayangkan seperti biasa makan di Indonesia, lengkaplah pesan dengan minumannya hingga pas bayar sudah sampai 200 ribuan. Biasanya untuk paket lengkap gitu cuma 50 ribuan lebih dikit aja sih.

So, Beli Makan di Bandara Yeay or Nay?

Sebenarnya kembali ke kebutuhan sih atau sekedar ingin punya pengalaman bisa makan sambil ambil tempat duduk nyaman di dalam outlet. Ketika berlibur sendiri sudah pernah coba di berbagai negara dan niatnya memang cuma mau isi perut tapi bisa boncos juga.

Setelah itu, terakhir coba makan di bandara juga saat berlibur dengan suami karena penerbangan malam dan perut sudah keroncongan. Awalnya mau jajan santai ternyata melebihi budget bisa makan buat 5 orang di luar bandara. So, sebenarnya beli makan di bandara ini yeay or nay sih?

Beberapa kawan melalak cantik mungkin bertanya kenapa sih para pelancong mau beli makanan di bandara. Tetap saja ramai semua outlet dengan beragam pilihan menu meskipun makanan maupun minuman mahal. Well, tentu saja ada alasan-alasan berikut ini:

1. Takut Lapar di Pesawat


Memang ada maskapai yang juga menawarkan untuk beli makanan di pesawat tetapi tidak semua penumpang cocok dengan makanan yang tersedia. Nah, itulah kenapa lebih pilih beli makanan terlebih dahulu daripada nantinya lapar di pesawat terutama jika punya penerbangan yang cukup lama.

2. Delay Penerbangan

Biasanya jika sudah kena delay penerbangan maka traveler akan mencari makanan di bandara terutama apabila maskapai tidak mengganti rugi dengan beri makanan gratis. Mau gak mau beli makanan karena tentu saja sudah menunggu lama membuat lapar.

3. Makanan Pesawat Mahal atau Tidak Dapat Makan


Seperti yang sudah Saya tuliskan di atas bahwa beberapa penumpang takut lapar di pesawat tapi mau beli makanan terasa mahal dengan rasa yang bisa saja tidak cocok di lidah. Bisa juga karena tidak dapat makan makanya mikir lagi mau beli di pesawat. Tapi tetap bisa kok naik maskapai yang sedia makanan dan minuman juga dalam tiket pesawat namun tentu saja mahal.

4. Ingin Healing Sebelum Boarding


Ini memang tipikal owner melalak cantik sih, niatnya cuma inign healing sebelum boarding. Berkeinginan cuma pengen punya pengalaman duduk manis di outlet resto yang hits dan ramai di bandara. Mau coba lihat kegiatan orang lain ketika duduk di dalam resto maupun cafe bandara.

5. Airport Vibes Memang Menggoda


Kenapa bisa dibilang begitu? Karena memang nuansa maupun suasana bandara itu berbeda dari lainnya. Selalu ada hal menarik yang disukai sehingga bisa betah berlama-lama duduk di bandara sambil melihat sekitarnya. Seketika teringat saat pengen minum coklat Fore padahal terlalu sering beli di luar bandara tapi begitu tergoda dengan airport vibes makanya langsung duduk singgah disana.

Harga Makanan di Bandara Memang Bikin Kaget

Sebenarnya tidak akan kaget kalau ada duitnya sih, terlihat banyaknya traveler yang tampak biasa saja nikmati momen duduk di dalam outlet resto maupun cafe bandara. Bagi Saya yang masih mengandalkan tabungan ketika mau traveling maka harga air minum dalam kemasan di luar masuk akal akan terasa mahal.

Pernah juga beli kopi yang kenaikan harganya hampir dua kali lipat dari normal luar bandara. Bahkan nasi biasa pun bisa menjadi sultan saat masuk bandara, Saya pun teringat beli gorengan seperti curry puff yang untuk 1 pcs seharga 50 ribuan.

Tidak ada yang salah dengan harga makanan di bandara bikin kaget karena memang suasana itu yang premium, pajak pun pasti lebih mahal donk. Kita pun yang nikmati makanan maupun minuman di bandara pasti merasakan sensasi atau vibes yang beda maka jangan salahkan harganya.



Point of View Melalak Cantik 

Sebenarnya bisa yeay kalo meliputi poin-poin berikut ini:

1. Transit lama
2. Berangkat traveling pagi banget
3. Belum sempat makan
4. Penerbangan lebih 3 jam
5. Butuh recharge mood sebelum terbang
6. Pengen coba makanan khas di airport tertentu
7. Ngekonten



Terus nay saat kapan donk? Intinya jangan kalap beli makanan sih kalo kamu ngalamin ini:

1. Udah makan sebelumnya
2. Penerbangan singkat
3. Cuma lapar mata
4. Tergoda estetik semata
5. Lagi on budget

Tips Buat Traveler Hemat di Bandara

Beberapa kawan melalak cantik mungkin sedang memasuki fase liburan hemat atau tujuan utama berkelana memang untuk pengalaman bukan sekedar beli hal-hal mahal. So, beberapa tips ini bisa banget deh buat traveler bisa hemat di bandara:

1. Bawa tumbler kosong, sebagai pelancong hemat memang sudah menjadi kebiasaan Saya buat bawa tumbler sih bahkan saat naik maskapai dengan full service lho. Rasanya ada yang kurang jika kelupaan bawa tumbler gitu.

2. Makan berat sebelum ke airport, entah lah semua orang suka makan terlebih dahulu atau tidak. Saya sendiri bukan termasuk pelancong yang suka makan tapi ini tips cocok buat kawan-kawan yang sering lapar.

3. Cek lounge promo, nah ini pun pernah juga Saya lakukan ketika melihat ada promo lounge di bandara atau dari maskapai tertentu, lumayan bisa santai dapat makan juga dengan lebih terjangkau.

4. Beli snack di luar bandara, pasti banyak yang juga melakukan ini karena lebih hemat dan terjangkau. Saya pun beberapa kali lakukan hal tersebut mengingat harga di luar lebih murah dan variasi lebih banyak sih.

5. Cari food court, Saya sih pernah mencoba makan di resto dan food court bandara, memang perbedaan harga tidak terlalu signifikan tapi setidaknya ada harga yang lebih murah sedikit masih boleh dicoba.

6. Manfaatkan promo kartu debit atau kredit, Saya sendiri belum pernah memanfaatkan promo dari debit maupun CC tapi jika ada tentu tidak salah untuk mencoba, lumayan dapat potongan harga kan.

Jadi, kalo kawan melalak cantik nanyak lagi apakah yeay or nay untuk beli makanan di bandara tentu jawaban Saya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya traveling masing-masing deh. Bisa jadi terkadang dikatakan pemborosan tapi bisa pula menjadi bagian kecil dalam perjalanan yang terasa menyenangkan.

Well, kalo kamu termasuk yang mana? Memilih makan terlebih dahulu sebelum ke bandara atau lebih pilih mau jajan aja deh di airport?




















Beberapa kali saat membagikan momen melalak cantik ke berbagai negara khususnya Malaysia pasti banyak yang suka bertanya tentang aplikasi yang digunakan. Terkadang para pengikut media sosial atau rekan-rekan lainnya ingin tahu supaya lebih memudahkan saat lakukan perjalanan.


Aplikasi Wajib Saat Traveling


Percaya nggak, traveling bisa jadi jauh lebih menyenangkan kalau kita punya aplikasi yang tepat di handphone? Tentu saja kawan melalak cantik enggak harus percaya tapi jadikan ini sebagai salah satu cara yang memudahkan sih.

Dulu Saya berpikir liburan ke luar negeri cuma soal tiket murah, itinerary, dan koper lucu. Sampai akhirnya sadar akan satu hal bahwa aplikasi di handphone ternyata bisa menentukan apakah perjalanan terasa nyaman atau malah bikin stres sendiri.

Apalagi saat pertama kali traveling ke Kuala Lumpur yang memang belum banyak juga konten perjalanan muncul di media sosial. Kota ini memang ramah wisatawan, transportasinya modern, makanannya enak, dan banyak spot aesthetic buat foto. Tapi tetap saja, ada momen panik seperti salah naik MRT, bingung cari tempat makan halal tengah malam, atau makeup mulai luntur karena cuaca panas.

Dari pengalaman itulah aku mulai menyusun daftar aplikasi wajib yang selalu aku install sebelum berangkat ke Malaysia. Bukan cuma membantu perjalanan jadi lebih praktis, tapi juga bikin tetap cantik, rapi, dan nyaman selama eksplor kota.

Kalau kamu berencana liburan ke Kuala Lumpur dalam waktu dekat, simpan daftar ini baik-baik.

1. Google Maps: Penyelamat Saat Tersesat


Aplikasi pertama yang wajib ada tentu saja Google Maps. Di Kuala Lumpur, transportasi umum sebenarnya sangat mudah digunakan. Ada MRT, LRT, Monorail, hingga bus gratis GO KL. Tapi tanpa navigasi yang jelas, tetap saja bisa salah arah.

Google Maps sangat membantu untuk:Menentukan rute MRT tercepat, mengetahui estimasi biaya perjalanan, mencari cafe aesthetic terdekat dan menyimpan lokasi hotel dan tempat wisata

Tips penting: download offline map Kuala Lumpur sebelum berangkat. Jadi saat internet bermasalah, kamu tetap bisa melihat arah jalan.

2. Grab: Aplikasi Andalan Traveler Asia Tenggara


Kalau di Indonesia kita terbiasa menggunakan ojek online, di Malaysia aplikasi yang paling sering dipakai adalah Grab. Saya pribadi sangat terbantu dengan Grab saat pulang malam dari Bukit Bintang, pergi ke hotel sambil bawa koper, kejar jadwal penerbangan pagi

Harga Grab di Kuala Lumpur juga relatif terjangkau dibanding beberapa negara lain. Bahkan kadang lebih murah dibanding naik taksi biasa. Selain transportasi, Grab juga bisa dipakai untuk pesan makanan langsung ke hotel. Cocok banget kalau lagi capek habis jalan seharian.

3. Klook: Bikin Liburan Lebih Hemat


Kalau kamu suka cari tiket wisata murah, Klook wajib masuk daftar. Saya sering menggunakan Klook untuk beli tiket Menara KL, Universal Studios Singapore transit, nternet eSIM Malaysia, maupun airport transfer

Biasanya harga di aplikasi jauh lebih murah dibanding beli langsung di lokasi wisata dan yang paling praktis, semua voucher tersimpan digital. Jadi nggak perlu repot print tiket lagi.

4. TikTok dan Pinterest: Cari Spot Foto Aesthetic


Sebagai travel blogger dan konten kreator, Saya hampir selalu membuka TikTok dan Pinterest sebelum eksplor kota. Dari dua aplikasi ini aku menemukan Hidden cafe di Kuala Lumpur, spot foto estetik sekitar Petronas, ide outfit traveling bahkan cari referensi pose foto anti kaku

Kadang justru tempat terbaik bukan berasal dari itinerary wisata populer, tapi dari video random traveler lain. Tips kecil: simpan video atau pin sebelum berangkat supaya mudah dicari saat perjalanan.


5. MySejahtera atau Aplikasi Cuaca: Biar Tetap Nyaman Selama Traveling


Cuaca Kuala Lumpur sering berubah cukup cepat. Siang bisa panas banget, sore tiba-tiba hujan deras karena itu aplikasi cuaca seperti AccuWeather sangat membantu menentukan outfit dan jadwal jalan-jalan.

Saya biasanya cek jam hujan, suhu harian maupun tingkat kelembapan,dengan begitu bisa menyesuaikan makeup, membawa payung kecil, atau memilih cafe indoor saat cuaca terlalu panas.

Traveling bukan hanya soal datang ke tempat baru. Tapi juga tentang bagaimana kita menikmati perjalanan dengan nyaman, percaya diri, dan tetap menjadi versi terbaik diri sendiri.

Kadang hal kecil seperti aplikasi di handphone justru membuat perjalanan terasa jauh lebih tenang. Kita jadi tidak mudah panik, lebih hemat waktu, dan bisa fokus menikmati setiap sudut kota.

Kuala Lumpur adalah kota yang menyenangkan untuk dijelajahi. Modern, ramah wisatawan, dan penuh tempat menarik untuk dicoba. Dan dengan bantuan aplikasi yang tepat, pengalaman travelingmu bisa terasa jauh lebih praktis sekaligus tetap stylish.

Karena pada akhirnya, traveling terbaik bukan hanya tentang destinasi yang dikunjungi tapi juga tentang bagaimana kita menikmati setiap proses perjalanannya.
Kalian pernah gak sih, niatnya mau terlihat seperti karakter utama di film traveling, tapi yang terjadi malah seperti adegan komedi? Saya pernah punya beragam drama saat melakukan perjalanan terutama sebagai solo traveler yang menghadapi segala kemungkinan hanya seorang diri.



Drama Traveling Memang Nyata


Hari itu, Saya sedang berdiri cantik di bandara dengan outfit yang sudah dipilih seminggu sebelumnya. Tas sudah matching, makeup on point, sneakers putih masih bersih, dan merasa hidup seperti opening vlog travel aesthetic di TikTok.

Saya membayangkan perjalanan yang tenang, foto-foto cantik, kopi hangat di tangan, lalu menikmati sunset sempurna di negara orang. Tapi kenyataannya? Dua jam setelah mendarat, Saya masih kebingungan mau berbicara Bahasa Inggris tapi warga lokal banyak yang tidak paham bahkan polisi.

Dan itu baru permulaan dikarenakan menjadi awal untuk bisa naik kereta menuju pusat kota tapi harus bertanya terlebih dahulu untuk cara pemesanannya. Traveling memang lucu seperti itu. Kita merencanakan semuanya dengan detail, tapi justru hal-hal paling tidak terduga yang akhirnya jadi cerita paling diingat seumur hidup.

Salah satu kejadian paling memalukan terjadi saat aku traveling ke luar negeri untuk pertama kali sendirian. Karena terlalu percaya diri menggunakan Google Maps, Saya berjalan cepat sambil menyeret koper besar melewati jalan berbatu. Saat itu merasa keren sampai tiba-tiba, koperku terbuka di tengah jalan.

Isi koper keluar semua mulai dari baju tidur, skincare, charger, bahkan sandal menggelinding ke mana-mana, syukur saja pakaian dalam tidak sampai lompat terlihat ke permukaan. Dan lebih menyakitkan bukan isi koper berantakan, tapi banyak orang melihat sambil menahan tawa. Saya cuma bisa jongkok sambil tertawa malu dan berharap bumi menelan aku saat itu juga.

Anehnya, sekarang justru itu jadi cerita favorit yang selalu diulang ke teman-teman. Traveling memang mengajarkan kita satu hal penting: tidak semua perjalanan harus sempurna untuk bisa bahagia. Kadang justru kekacauan kecil itu yang membuat perjalanan terasa hidup.

Ada juga momen ketika Saya sudah bangun subuh demi berburu sunrise cantik. Makeup sudah rapi, outfit sudah estetik, bahkan aku membawa tripod supaya hasil fotonya maksimal. Tapi ternyata salah datang ke lokasi.

Berdiri sendirian di tempat yang sepi sambil melihat matahari terbit dari balik area parkiran. Saat itu Saya kesal sekali. Rasanya semua usaha sia-sia tapi sekarang kalau melihat fotonya lagi, justru malah tertawa sendiri karena ekspresi benar-benar campuran antara bingung, kecewa, dan ngantuk.

Lucunya lagi, semakin sering traveling, semakin sadar kalau perempuan memang punya “perjuangan tambahan” saat perjalanan. Kita ingin nyaman, tapi juga tetap ingin terlihat cantik di foto, ingin bawa skincare lengkap, tapi koper sudah overweight.

Kita ingin tampil fresh setelah penerbangan panjang, tapi wajah sudah berminyak duluan sebelum sampai hotel. Dan percaya atau tidak, salah satu skill penting saat traveling adalah belajar berdamai dengan penampilan yang tidak selalu sempurna.

Dulu Saya pun selalu berpikir traveling harus tampil flawless setiap saat. Sekarang aku lebih menikmati prosesnya. Rambut berantakan kena angin? Tidak masalah. Makeup luntur karena hujan? Santai saja. Sepatu kotor karena terlalu banyak jalan? Itu tanda perjalananmu benar-benar dinikmati.

Meski begitu, Saya tetap punya beberapa “senjata rahasia” supaya tetap terlihat fresh selama perjalanan. Pertama, sunscreen adalah penyelamat hidup. Mau ke pantai, jalan kaki di kota, atau naik motor seharian, kulit tetap harus dijaga. Kedua, lip tint dan cushion travel-size selalu ada di tas kecilku. Bukan untuk tampil berlebihan, tapi cukup membuat wajah terlihat segar saat difoto mendadak. Ketiga, aku selalu membawa parfum mini karena tidak ada yang lebih menyenangkan daripada merasa wangi setelah perjalanan panjang.

Hal kecil seperti itu ternyata bisa meningkatkan mood selama traveling, Saya juga belajar bahwa foto terbaik kadang bukan yang paling sempurna, melainkan yang paling jujur. Foto saat tertawa karena nyasar, foto saat kehujanan sambil lari mencari tempat berteduh maupun foto blur karena tangan gemetar di kendaraan.

Semua itu punya cerita dan cerita jauh lebih berharga daripada feed Instagram yang terlalu sempurna. Sekarang setiap kali bepergian, aku tidak lagi terlalu sibuk mengejar itinerary sempurna. Aku lebih suka menikmati momen kecil yang tidak bisa diulang. Obrolan random dengan orang asing di transportasi umum, makan makanan aneh yang ternyata enak, atau momen panik karena baterai HP tinggal 2% di negara orang.

Semua itu terasa menyebalkan saat terjadi, tapi selalu jadi bahan tawa setelah perjalanan selesai. Mungkin itu alasan kenapa banyak orang ketagihan traveling. Bukan hanya karena tempatnya indah, tapi karena perjalanan selalu memberi cerita baru tentang diri kita sendiri.

Tentang bagaimana kita bisa panik, malu, bingung, lalu tertawa dalam waktu bersamaan dan pada akhirnya, traveling bukan soal terlihat paling sempurna di foto. Tapi soal pulang dengan hati yang lebih penuh, pikiran lebih luas, dan cerita lucu yang akan terus dikenang bertahun-tahun kemudian.


Setiap menuliskan momen perjalan di Kuala Lumpur memang selalu menyenangkan, ada saja kenangan baru meskipun sudah berkali-kali kesana. alau lagi jalan-jalan ke Kuala Lumpur, biasanya orang langsung kepikiran ke menara kembar, mall besar, atau wisata kuliner.

Review Berkunjung ke BookXcess Rex KL


Tapi di antara semua hiruk pikuk kota ini, ternyata ada satu tempat yang diam-diam jadi favorit para traveler dan content creator: sebuah toko buku yang vibes-nya bikin kamu lupa waktu. Namanya adalah BookXcess dan jujur, ini bukan toko buku biasa sih.

toko buku bookxcess rexkl



Saya sudah mengunjungi BookXcess di Kuala Lumpur dan Penang, ternyata memang semua punya keunikan tersendiri. Untuk cabang toko buku ini tentu lebih banyak di KL tetapi kawan melalak cantik enggak perlu khawatir karena yang di Penang tidak kalah menarik.

First Impression


Sejak pertama kali masuk ke BookXcess, rasanya seperti masuk ke dunia lain. Dari luar mungkin terlihat sederhana, tapi begitu melangkah ke dalam, kamu langsung disambut rak buku tinggi menjulang, lorong-lorong unik, dan pencahayaan hangat yang bikin suasana terasa tenang sekaligus magis.




Pengalaman mengunjungi BookXcess Penang pertama kali, bisa kamu baca di artikel Toko Buku Unik Ternyaman di Penang Cocok Buat Traveler yang Hobi Baca.

Well, mari kita lanjut bahwa bahkan beberapa sudut di BookXcess itu terasa seperti setting film, asda sedikit “Harry Potter vibes” yang bikin siapa pun betah berlama-lama. Hal yang menjadikan BookXcess viral bukan cuma karena tampilannya yang estetik.

Sebenarnya lebih dari itu, tempat ini menawarkan pengalaman yang jarang ditemukan di toko buku biasa. Buku-buku di sini ditata dengan menarik dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit, menciptakan kesan megah sekaligus artistik. Setiap langkah seolah mengajak kita untuk terus menjelajah, menemukan buku-buku yang bahkan sebelumnya tidak dicari.

Salah satu cabang paling populer memang berada di RexKL, sebuah bangunan bekas bioskop yang diubah menjadi ruang kreatif dengan sentuhan seni modern. Begitu masuk, Saya pun bisa merasakan langsung seperti berada di ruang seni yang hidup. Tangga-tangga besar, instalasi unik, dan susunan buku yang tidak biasa membuat tempat ini bukan hanya destinasi belanja, tapi juga pengalaman visual yang kuat.

Spot Berburu Konten


Jika mengingat tahu tempat ini pertama kali itu justru sejak awal banyak muncul di media sosial dan berkeinginan mengunjungi sejak 2023 akhir. Punya waktu liburan sampai 10 hari lebih ternyata tidak menjadikan langkah kaki sampai ke RexKL ini.

Ternyata baru bisa berfoto langsung saat honey moon bersama suami pada akhir tahun 2025 lalu. Bisa dikatakan selain untuk membaca atau sekadar menikmati suasana, BookXcess juga jadi spot favorit untuk berburu konten.

Hampir setiap sudutnya Instagramable lho, rak buku tinggi, lorong simetris, hingga area duduk yang cozy bisa jadi latar foto yang estetik. Tidak heran kalau banyak traveler dan kreator datang ke sini bukan hanya untuk membeli buku, tapi juga untuk mengabadikan momen.

Hal lain yang tidak kalah menarik adalah harga buku yang jauh lebih terjangkau. BookXcess dikenal dengan koleksi buku impor yang dijual dengan diskon besar. Dari novel, buku self-development, hingga coffee table book dengan visual cantik, semuanya bisa ditemukan di sini. Tapi hati-hati, karena sangat mungkin kamu datang tanpa rencana belanja, tapi pulang dengan tas penuh buku.

Kalau kamu berencana berkunjung, ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Datanglah di pagi hari atau saat weekday untuk menghindari keramaian, terutama di cabang yang populer. Pilih outfit dengan warna netral jika kamu ingin foto yang lebih aesthetic. Dan yang paling penting, siapkan budget ekstra karena godaan buku murah di sini benar-benar sulit ditolak apalagi masih harus memikirkan bagasi yang terbatas.

What To Do di BookXcess RexKL?

Mau traveling sendirian atau sama teman bahkan bareng family juga bisa kok, ada banyak beragam tipe traveler yang mengunjungi BookXcess ini. Buat kawan melalak cantik yang merasa bingung mau ngapain sih disana selain berfoto doank. Well, berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan:

1. “Treasure Hunting” Buku Random


Salah satu hal paling seru di BookXcess adalah menemukan buku secara tidak sengaja karena susunannya yang unik dan tidak selalu berdasarkan kategori konvensional, kamu akan sering menemukan buku yang sebelumnya tidak kamu cari tapi justru jadi yang paling menarik. Nah, inilah rasanya seperti berburu harta karun versi literasi.

2. Naik Tangga Ikonik & Jelajah Rak Tinggi


Di beberapa cabang BookXcess seperti RexKL, kamu bisa naik tangga besar yang mengarah ke rak buku super tinggi. Dari atas, pemandangan deretan buku yang tertata rapi terlihat seperti instalasi seni. Ini bukan cuma aktivitas biasa, bisa dinamakan pengalaman visual yang bikin merasa kecil di tengah “lautan ilmu”.

3. Me-Time & Slow Reading di Sudut Tersembunyi



BookXcess punya banyak spot duduk tersembunyi yang cozy. Kamu bisa ambil satu buku, duduk di sudut yang tenang, dan benar-benar menikmati waktu tanpa distraksi. Buat traveler yang capek dengan itinerary padat, ini jadi momen recharge yang priceless.

4. Foto Aesthetic ala Book Lover


Setiap sudut di sini bisa jadi konten, itulah kebanyakan tujuan awal para pendatang, karena mulai dari lorong simetris, rak buku menjulang, sampai tangga artistik itu semuanya photogenic. Banyak pengunjung bahkan sengaja memakai outfit-an khusus untuk foto di sini. Tipsnya: manfaatkan lighting alami dan ambil angle dari bawah untuk efek dramatis.

5. Ngonten Reels / TikTok Cinematic


Kalau kamu kreator, BookXcess adalah surga konten karena bisa bikin video transisi dari “masuk dunia nyata” ke “masuk dunia buku”, atau shoot slow motion jalan di antara rak. Bahkan, banyak yang bikin konten POV seperti “tersesat di toko buku terbesar”. Pastikan siapkan gadget maupun gear terbaikmu deh agar hasil konten lebih maksimal.

6. Cari Inspirasi & Ide Kreatif


Buat penulis, guru, atau kreator, tempat ini bisa jadi sumber inspirasi tanpa batas. Melihat ribuan buku dengan berbagai tema bisa memicu ide baru baik untuk konten, tulisan, atau bahkan refleksi diri. Itulah mengapa Saya sering mengunjungi banyak BookXcess selama di Malaysia karena hampir semua yang dikunjungi bisa dijadikan konten untuk direview.

7. Belanja Buku Impor Harga Murah

Ini bagian yang paling berbahaya untuk kantong terutama traveler yang masih harus mikirin bagasi. Buku-buku di sini bisa jauh lebih murah dibanding toko biasa. Kamu bisa menemukan novel best seller, buku self improvement, sampai coffee table book dengan visual cantik dengan harga miring. Banyak pengunjung akhirnya “kalap” karena terlalu banyak pilihan menarik. Itulah yang sering Saya pikirkan saat mau borong karena bawaan menjadi berat dan bagasi yang tidak murah.



BookXcess KL, Malaysia

Alamat: Jalan Sultan, City Centre, 50000 Wilayah Persekutuan, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia

Opening Hours: Setiap Hari: 10.00 s/d 22.00



































Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates