facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Kawan melalak cantik sudah lama tidak menikmati suasana liburan bahkan sekedar berpergian untuk melakukan perjalanan mengunjungi keluarga pun lama sudah tidak bisa dilakukan. Sejak pandemi menghampiri,traveling menjadi hal asing dan tidak pernah lagi dilakukan oleh banyak orang.

Memasuki masa new normal yang mulai diberlakukan oleh beberapa daerah tentunya sudah ada yang bisa berpergian lagi menggunakan transportasi umum. Ada yang mulai ramai bersiap-siap melakukan perjalanan untuk refreshing maupun mengunjungi kerabat. Namun,sudah pasti harus tetap memperhatikan beberapa hal agar kegiatan berpergian dilakukan dengan nyaman dan aman.

Saya belum memiliki pengalaman langsung berpergian saat masa pandemi maupun masa new normal. Namun,adik saya baru saja pulang dari kota lain yaitu dari Batam untuk kembali ke kota Medan. Ia pun menceritakan beberapa hal atau prosedur yang harus diikuti selama sebelum keberangkatan hingga turun di bandara tujuan.

Well, memang harus ada pemeriksaan yaitu mengikuti tes kesehatan terlebih dahulu dari rumah sakit setempat sehingga mendapatkan surat keterangan sehat untuk bisa melakukan perjalanan. Rapid test pun wajib dilakukan sebelum berpergian di era new normal ini. Biaya sekitar hingga 500 ribuan dan hanya bertahan hingga 3 hari saja.



Biaya yang dikeluarkan memang tidak sedikit untuk berpergian di masa pandemi. Namun,bukan berarti tidak bisa melanjutkan perjalanan jika memang sangat urgent untuk berpergian. Efek kelamaan lockdown dan berdiam diri di rumah tentu saja bisa juga menyebabkan sakit secara psikologis. Ada banyak masyarakat yang mulai depresi efek kebanyakan berdiam diri. Apalagi para traveler yang biasanya rutin melakukan perjalanan. Kini harus menikmati suasana dalam rumah saja sehingga banyak yang tidak dapat menahan rasa was-was di dalam rumah.

Kawan melalak cantik yang mau melakukan perjalanan tentu masih diperbolehkan setelah masa pandemi ini tapi perhatikan hal-hal yang dianjurkan oleh tim kesehatan maupun pemerintah setempat. Ikuti rapid test yang disarankan sebelum keberangkatan yang mana biasanya hanya berlaku 3 hari.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Berpergian di Era New Normal


Beberapa tips yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan saat berpergian di era new normal adalah sebenarnya yang pertama hindari transportasi umum namun jika memang harus antar kota dan tidak memiliki transportasi pribadi maka kesehatan selama di transporasi umum harus tetap terjaga.

1. Pakai Masker dan Penutup Wajah


Dulu memang terkesan menjadi hal yang aneh menggunakan masker kemana-mana. Namun,sekarang sudah menjadi hal biasa menggunakan masker dan penutup wajah. Saya pertama kali lihat yang sering menggunakan masker saat naik MRT atau LRT di Kuala Lumpur. Sekarang bahkan keluar depan rumah pun memakai masker.

Meskipun tidak menunjukkan gejala covid-19 namun harus tetap memakai masker sebab tetap ada kemungkinan kamu akan tertular virus corona. 

2. Lakukan Check in Online


Kawan melalak cantik harus mengunduh mobile boarding pass dan lakukan check in online. Bawa sendiri barang bawaan dan kurangi berinteraksi dengan petugas di bandara meskipun tetap harus menunjukkan identitas. 

3. Sering Cuci Tangan dan Pakai Hand Sanitizer


Sebelum pandemi ini menghampiri memang kita sering lupa dan malas melakukan cuci tangan. Nah,saat sekarang pastinya aktifitas cuci tangan menjadi rutinitas. Lakukan cuci tangan sesering mungkin minimal selama 20 detik. Kamu harus rutin cuci tangan setiba di bandara,turun dari pesawat dan toilet.



4. Bawa Alat Makan dan Minum Sendiri


Saya merupakan orang yang terbiasa bawa bekal makan dan minum sendiri kemana pun sebelum masa pandemi. Apalagi saat sekarang ini,kamu dianjurkan untuk bawa alat makan dan minum ketika berpergian.

5. Tetap Tenang Selama Perjalanan


Dalam situasi apapun kita harus tetap tenang termasuk saat melakukan perjalanan. Yang penting tetap terapkan batas jarak aman dengan orang lain agar terhindar dari percik orang lain yang mungkin terinfeksi virus corona.

Btw,saat sekarang ini mencari dokter bukan lagi hal yang sulit apalagi bisa hanya dengan menggunakan smartphone saja. Aplikasi halodoc kini hadir di tengah masyarakat untuk memudahkan konsultasi dan mencari dokter.



Halodoc merupakan aplikasi kesehatan yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kamu. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dari aplikasi yaitu tanya dokter,beli obat,rumah sakit maupun cari dokter.

So,apakah kawan melalak cantik sudah memiliki rencana perjalanan?. Nah,ikuti aneka tips yang ada serta anjuran yang diarahkan agar tetap nyaman dan aman dalam perjalanan. Oh yeah,mencari referensi wisata dalam kota Medan bisa langsung berkunjung juga ke T-Garden Resort.




























Halo kawan melalak cantik,sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh sejak kehadiran covid-19. Terakhir liburan Desember lalu saat ingin merayakan tahun baru di Penang. Sssssst,berhubung ada kesalahan cap di passport yang dibuat oleh petugas imigrasi Malaysia maka mengharuskan saya harus keluar dari negara tersebut pada tanggal 30 Desember 2019.

Budget Sehari di Hat Yai,Thailand Modal 500 Baht


Well,pada hari ke tujuh di Penang saya putuskan untuk pergi ke Hat Yai berhubung yang paling terdekat dan lebih murah biayanya dari Penang. Niat hati mau melakukan perjalanan hemat justru nambah biaya yang mana harus melakukan perjalanan ke Thailand ini. Tentu saya tidak ingin menghabiskan duit terlalu banyak,cukup menukarkan uang ringgit yang dimiliki ke baht.



Perjalanan Komtar Menuju Hat Yai


Saya menuju Komtar Bus Terminal Penang,ada banyak loket bus yang berada di sekitarnya. Memilih naik travel bus yang hanya bermuatan sekitar 10 orang saja dengan harga jika dirupiahkan sekitar 100 ribuan. Van memang terkesan sempit tapi lebih cepat saat melaju di jalanan dan tentunya akan diantarkan langsung sampai di penginapan.



Imigrasi Bukit Kayu Hitam-Sadao Thailand


Awal pertama kali ke Hat Yai dan beberapa kunjungan berikutnya,saya terbiasa menggunakan kereta api sebagai transportasi kesana. Namun,pada kunjungan Desember lalu melalui bukit kayu hitam dan sadao checkpoint. Van akan berhenti menunggu hingga proses pemeriksaan passport selesai. Begitu diberikan cap passport keluar dari border bukit kayu hitam langsung deh kami seluruh penumpang naik kembali ke van dan supir membawa menuju border sadao milik Thailand.




Saat itu,ada cukup banyak pengunjung sehingga harus mengantri pada jalur yang sudah disediakan. Saya pun tidak ada uang kecil karena setelah menukarkan uang baht belum ada digunakan sama sekali. Syukurlah salah satu penumpang yang merupakan warga Thailand berbaik hati memberikan saya uang 10 baht untuk membayarkan kepada petugas imigrasi.

Drama saat di imigrasi sih tidak ada dan proses cap passport berjalan lancar saat keluar dari Malaysia maupun masuk negara Thailand. Meskipun saya sendiri namun tidak membuat rasa kesepian karena banyak orang lain yang berada di dalam van. Saya pun mencoba mendengarkan obrolan mereka meskipun tidak paham sama sekali berhubung memang mayoritas penumpang adalah warga Thailand.

Tiba di The Hive Hat Yai Hostel


Sempat gagal menginap di The Hive Hat Yai Hostel pada tahun 2018 berhubung ruangan yang sudah kami pesan ternyata dijual ke orang lain. Kali ini,saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menginap di dormitory tersebut. Pemesanan pun saya lakukan saat berada di Malaysia melalui aplikasi travel agent online Traveloka. Mencari mix dormitory berhubung hanya sendirian dan cuma satu malam maka tidak perlu memilih yang mewah dan mahal. Bermodal 100 ribuan saja sudah bisa dapat satu bed dengan penutup tirai plus sarapan pagi dari The Hive Hat Yai Hostel.






Resepsionis cukup ramah dalam melayani pengunjung meskipun saya cukup kesulitan memahami bahasa yang digunakan. Saya membayarkan 100 baht sebagai uang deposit satu malam. Yeah,seperti biasa,Bahasa Inggris yang diucapkan pun sedikit membingungkan dan sulit dipahami. Tapi,itu tidak menjadi kendala besar dan saya pun langsung menuju kamar dan mandi kemudian bersiap untuk mencari makan keliling kawasan Lee Garden Plaza.

Hunting Street Food di Lee Garden Plaza


Banyak makanan murah meriah dan halal di bazzar yang tersedia di halaman Lee Garden Plaza Hotel. Saya pun berkeliling memilih yang paling sesuai lidah dan pas selera. Semangkuk sup ayam menjadi pilihan seharga 20 ribuan. Kemudian ketika melihat takoyaki dengan rumput laut yang harum pun tergoda dan tentu keluar juga duit 20 baht untuk membayarnya.





Pulut mangga tentu tidak boleh ketinggalan jika sudah ke Thailand,hanya 25 baht bisa menikmati lezatnya santan wangi dilumuri ke pulut dan mangga. Haus dan mau minum air kelapa muda dalam botol,seharga 10 baht saja mengeluarkan uang untuk itu. Pada malam hari,saya pun pergi keluar lagi mencari makanan dan pilihan jatuh ke es krim dalam batok kelapa yang segar dan rasanya asam manis dengan banyak topping di atas es krimnya.





Rasakan Sensasi Pijatan Thai


Perjalanan panjang kali ini sungguh melelahkan,hari ke tujuh sudah pasti kaki pun pegal semua. Saat berkeliling kawasan Lee Garden Plaza,saya memutuskan untuk singgah di Thai Massage. Bermodal 200 Baht sudah bisa dikusuk manja seluruh badan. Saya pun memilih pemijat perempuan namun ternyata tenaganya sungguh ekstra. Rasanya badan ini mau dipatahkan tulang-tulangnya tapi enak setelah selesai dilakukan pijatan.




Selesai berkusuk,saya pun kembali ke penginapan sebab duit baht juga sudah tidak banyak yang tersisa. Malam itu,saya putuskan untuk menukar uang lagi untuk berjaga-jaga esok hari jika ada yang dibutuhkan. Dan,saya masih tergoda dengan baju Thailand seharga 100 baht dan tidak bisa ditawar lagi padahal duit sudah menipis. Alhasil saya langsung balik saja ke hostel karena sudah malam dan angin kencang mau hujan.



Selama sehari di Thailand tentu tidak membeli paket internet,hanya memanfaatkan koneksi wifi dari hostel saja. Saat di luar harus tahan tidak memposting apapun dan tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Ternyata nikmat saat liburan seperti itu tanpa ada gangguan dari sosial media dan aplikasi obrolan lainnya.

Kembali ke Penang

Sudah tanggal 31 Desember 2019,itu artinya malam ini adalah malam pergantian tahun. Hmm, saya ingin kembali lagi ke Hat Yai suatu hari nanti tapi hari ini harus pulang ke Penang berhubung memang ingin merayakan tahun baru disana. Meskipun niat awalnya mau merayakan pergantian tahun di Kuala Lumpur tapi apalah daya situasi berkata lain. Inilah memang jika perjalanan tanpa itinerary memang lebih santai tapi waktu banyak dibuat untuk rebahan di hostel.

Saat perjalanan balik leibh banyak yang harus dibayarkan ke petugas imigrasi,entah dikarenakan tahun baru sehingga pihak travel pun banyak meminta pembiayaan. Alasannya adalah untuk memudahkan saat melalui imigrasi tapi alhasil penumpang pun pada kesal apalagi ongkos sudah lebih mahal dari biasanya. Saya pun mengobrol dengan seorang wanita berkebangsaan Filipina yang menikah dengan pria Inggris. Mereka berdua tinggal di Hat Yai dan akan merayakan tahun baru di Penang bersama anaknya yang kuliah disana.

Well, perjalanan satu malam di Hat Yai memang sangat singkat namun sangat menyenangkan dan memiliki kesan tersendiri dari serangkaian perjalanan ini. Btw, kawan melalak cantik yang ingin menonton video aneka kuliner yang saya santap ketika satu malam di Hat yai bisa langsung klik di bawah ini yah.

















Nana Tomyam yang terkenal menjadi tujuan tempat makan berikutnya ketika melakukan perjalanan 10 hari di Penang,Desember 2019 lalu. Ini adalah hari ke enam di Penang setelah hari sebelumnya berkeliling sambil belajar fotografi bersama pria dari Arab Saudi.

Nikmatnya Santapan Nana Tomyam


Perjalanan ini sudah berlalu hampir 6 bulan namun kesan yang tertinggal masih ada hingga sekarang. Saat itu,saya pun menikmati kuah segar dari Nana Tomyam sendirian. Menggunakan transportasi online yaitu Grab Malaysia dari Tido Hostel menuju Jalan Transfer.

Lokasi Nana Tomyam


Posisi Nana Tomyam berada di persimpangan sehingga tidak sulit ditemukan. Awalnya berfikir bahwa tempat itu jauh sehingga memilih naik Grab ternyata dekat dengan tempat saya tinggal. Hmmm, yauda tidak apa deh berhubung sudah capek juga sejak kemarin berjalan terus.

Harga Menu Makanan


Harga menu makanan dan minuman di Nana Tomyam pun sangat terjangkau apalagi saya hanya sendirian tentu puas dan kenyang dengan seporsi tomyam dan segelas es teh manis dingin. Dari segi pelayanan cukup responsif meskipun dengan penampilan wajah yang datar tanpa ekspresi.



Suasana Resto


Saya pun memilih duduk di bangku pojokan sambil terus melihat setiap tamu yang datang dan para pelayan yang mondar-mandir. Terlihat memang resto ini dipenuhi banyak pengunjung dan banyak pemesanan secara online melalui apllikasi masa kini.

Saat melihat sekeliling,resto ini cukup untuk menampung hampir 50 orang yang mana di meja terdapat empat bangku, enam bangku juga untuk yang datang beramai-ramai cocok disitu. Ada banyak mata yang tertuju kepada saya yang sibuk memotret sambil membuat video. Mungkin beranekaragam opini berkeliaran di pikiran mereka. Saya sudah biasa melalak cantik sendirian maka hal seperti itu bukan lagi hal baru.





Setelah menunggu hampir 15 menit setelah pelayan resto menanyakan pesanan maka yang dipesan pun hadir di depan mata. Aroma kuah tomyam yang segar sudah menggoda dan merasuki hidung hingga tak sabar ingin segera menghabiskannya. Sstt,tentunya tetap masih sempat untuk memotret terlebih dahulu agar kawan melalak cantik melihat penampilannya juga.



Well, berhubung saya pun makan sudah malam maka setelah makan langsung memutuskan untuk kembali ke hostel dan bersantai di lobi. Selesai makan,langsung bisa bayar ke bagian kasir di belakang ternyata yang saya makan pun terjangkau dan tidak mengurangi isi kantong.


Nana Tomyam
Alamat: 6 A Jalan Transfer, Georgetown,Penang,Malaysia
Menjalani rutinitas harian selama berbulan-bulan #dirumahaja tentunya bukan hal yang mudah untuk banyak orang termasuk saya yang sudah biasa melalak cantik. Biasanya menjelang pertengahan tahun begini sudah berlibur mengunjungi banyak tempat tapi tahun ini harus ikhlas tanpa kemana-mana. Rasanya pasti bosan tapi makanan yang dikonsumsi lebih terjaga sih dan fokus jaga kesehatan. Camilan selama di rumah pun mulai dipilih sesuai kebutuhan dan memang baik untuk kesehatan.

Nah,kawan melalak cantik sudah pernah mendengar tentang Nutify Indonesia?. Makin kesini sudah pasti tidak sembarangan lagi untuk mencari camilan apalagi masa pandemi perlu banget untuk jaga kesehatan termasuk lah makanan yang dikonsumsi. Saya terbiasa nikmati kacang almond makanya sering beli kacang almond, Well,kali ini saya ingin berbagi tentang camilan yang sehat dan enak bisa kawan semua coba juga menemani aktifitas sehari-hari yaitu produk-produk dari Nutify Indonesia.



Camilan Sehat Nutify Indonesia


Mengenal Nutify Indonesia


Awalnya saya juga belum begitu mengenal Nutify Indonesia,masih sekedar membayangkan jenis makanan apa ini. Setelah melihat kemasan dan menikmati kelezatan maka merasa bahwa makanan sehat itu tidak selalu hambar. Lidah yang sudah terbiasa dengan rasa yang enak pasti tetap akan suka dengan Nutify Indonesia karena ini makanan sehat yang tidak akan membuat kamu harus mengorbankan kecapan lidah.

Nutify Indonesia ini adalah brand yang mana memiliki aneka produk camilan kesehatan yang memiliki kandungan kacang almond dan kacang lainnya yang renyah, buah-buahan kering yang manis dan segar sehingga kita selaku konsumen tidak akan merasa bosan.

Kehadiran Nutify Demi Kualitas Kehidupan Lebih Baik


Selama ini ketika menikmati camilan pasti tidak pernah terfikirkan untuk fokus mengkonsumsi yang sehat. Semua yang menurut lidah enak langsung dimakan tanpa memikirkan kesehatan. Nah, kehadiran Nutify Indonesia ini tentunya beralasan dan ada tujuannya. Nutify ini hadir dengan satu tujuan yaitu menghadirkan snack sehat dan enak untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penikmat produk-produk Nutify.

Nutify Indonesia Miliki Bahan Baku Berkualitas


Ketika mengkonsumsi sebuah makanan biasanya tidak terlalu sering kita mencari tahu bahan-bahan dasar yang digunakan. Jika menurut lidah enak maka akan terus terbiasa menyantapnya dalam kehidupan sehari-hari. Nah, camilan sehat yang satu ini tentunya menggunakan bahan baku yang berkualitas. Sebagai konsumen kita harus mulai cerdas saat menyantap makanan,hendaknya selalu mencari tahu informasi dasar tentang produk tersebut.

Beberapa bahan baku produk-produk dari Nutify Indonesia seperti kacang-kacangan dan buah-buahan kering seperti kacang almond,kenari,cranberry,dan kismis berasal dari Amerika Serikat. Kemudian untuk pistachio berasal dari Timur Tengah. Nah, tentunya ada juga donk yang dari Indonesia karena memang merupakan salah satu produsen terbesar dunia yaitu kacang mete.

Proses pengolahan bahan baku tersebut pun tentunya mengutamakan kualitas bahkan penyortirannya masih menggunakan cara manual. Bahan seperti kacang-kacangan,buah-buahan kering,biji-bijian dan bahan baku lainnya yang digunaakan dalam kondisi baik untuk proses selanjutnya.

Penggunaan bahan-bahan alami serta memproses sealami mungkin tentunya untuk mewujudkan tujuan Nutify sebagai camilan sehat. Proses pemanggangan dengan suhu rendah dengan waktu sesingkat mungkin,tanpa menambahkan bahan tambahan makanan atau pengawet.

Aneka Produk dari Nutify Indonesia


Produk olahan yang diproduksi oleh Nutify Indonesia beranekaragam dan tentu dengan aneka bahan-bahan alami. Produknya dari olahan almond yaitu almond gourmet dengan bervariasi rasa juga seperti chilli & lime, dark chocolate, garlic & sea salt, honey & sesame. Untuk produk nutify trail mix terdiri dari 7 wonders mix, hi5 mix, trail mix 24/7, dan 365 days mix.



Produk lainnya dari chia yaitu chia shot seperti nutify chia shot, chia shot with coconut & lemon. Kemudian ada chiareal yaitu apple & cinnamon, banana & chocolate, pineapple & coconut. Bermacam produk yang beranekaragam tentunya membuat kita selaku penikmatnya tidak akan merasakan kebosanan.

Promo Flash Sale Mei Nutify Indonesia


Menyenangkan sekali saat tahu bahwa sedang ada promo dari camilan sehat Nutify. Saya pun memutuskan untuk membeli langsung ke website nya. Promo bulan mei ini tentunya tidak akan dibiarkan begitu saja. Kehadiran flash sale yang jelas menggoda hingga 50% selama bulan mei ini. Harga dari setiap kemasan produk Nutify Indonesia pun terjangkau di kantong sehingga tidak khawatir kantong bolong. Ayo kawan melalak cantik ikutan memborong bersama saya nikmati camillan sehat kacang-kacangan dari Nutify Indonesia.











Hello kawan melalak cantik, bagaimana puasa hari ini?. Tetap semangat dan jaga kesehatan. Bulan ramadhan menjadikan kita lebih banyak beribadah dan fokus untuk memperbaiki diri. Sebelum masa pandemi biasanya saat bulan suci,saya suka menjelajahi masjid di sekitar rumah untuk melihat nuansa keramaian. Namun,sekarang hanya bisa di rumah bahkan shalat tarawih yang biasanya berjamaah di masjid. Rasa rindu memasuki masjid menjadikan saya menuliskan kenangan selama mengunjungi masjid di kawasan Asia Tenggara yang dikunjungi selama traveling di luar negeri.

Masjid Sultan Singapura


Masjid Kawasan Asia Tenggara 


Setiap traveler itu punya cara berbeda untuk menikmati proses perjalanannya. Ada yang sekedar duduk diam saja di sebuah tempat favorit sudah bahagia. Ada yang harus mengejar banyak tempat yang sudah diimpikan. Ada yang harus mengunjungi tempat-tempat ibadah ketika melakukan perjalanan. Tipe yang manapun tidak masalah selama menyenangkan diri dan tidak merugikan orang lain.

Saya memilih untuk melakukan banyak hal tergantung dengan mood dan situasi. Biasanya mengunjungi tempat ibadah selalu masuk list dalam perjalanan baik yang merupakan bagian dari agama saya atau bukan. Saat ini, saya ingin membagikan masjid di kawasan Asia Tenggara yang pernah saya kunjungi. Nanti, akan ada kelanjutan untuk tempat ibadah lain yang juga pernah mengisi daftar perjalanan saya selama traveling di luar negeri.

Well, berikut masjid di kawasan Asia Tenggara yang dikunjungi selama traveling di luar negeri:

1. Masjid Jamek Sultan Abdul Samad, Kuala Lumpur, Malaysia


Menurut wikipedia bahwa Masjid Jamek Sultan Abdul Samad ini merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid yang terletak dekat dengan Dataran Merdeka ini dibangun oleh pedagang-pedagang islam yang berasal dari India di persimpangan Sungai Klang dan Sungai Gombak pada penjajahan Britania. Nah,masjid ini begitu indah didesain oleh Arthur Benison Hubback dan dibuka secara resmi oleh Sultan Selangor pada tahun 1909.



Saya pertama kali melangkahkan kaki ke masjid ini pada tahun 2016. Saat itu sedang berlibur dengan teman-teman yang berniat melakukan perjalanan seminggu di Malaysia. Sebelum kedatangan sudah mencari referensi terlebih dahulu masjid indah di Kuala Lumpur dan inilah salah satu yang ada dalam rekomendasi. Bangunan arsitekturnya bergaya Moor,ketika melihat payung-payung di luar mengingatkan akan keindahan masjid di Arab Saudi.

Saat itu,saya sedang berhalangan sehingga tidak bisa melaksanakan shalat di masjid. Saya pun hanya berkeliling di sekitarnya dan menunggu teman yang beribadah. Rezeki memang masih berkesempatan terus datang ke masjid ini hingga akhirnya saya bisa masuk dan melihat interior di dalam. Pada tahun 2017, saya datang lagi ke masjid ini meskipun saat itu juga belum shalat karena kebetulan hari jumat sehingga hanya menunggu teman menjalankan ibadah dan saya berkeliling di pasar dekat masjid.



Selanjutnya pada tahun berikutnya hingga terakhir 2019 lalu,saya pun masih mengunjungi masjid ini. Memang indah dan banyak bermacam ras yang beribadah. Terlihat wajah-wajah Melayu,Pakistan,Arab,Bangladesh dan lainnya yang shalat disana. Hanya saja saya punya kejadian lucu pada tahun 2019. Saat itu,saya bersama seorang teman laki-laki dari Mesir dan satu lagi perempuan yang juga dari Indonesia sedang menjelajah di masjid tersebut.

Seperti biasa membuat update lokasi yang dikunjungi di sosial media,eh ada kawan orang Pakistan yang stay di Malaysia langsung mengejar saya ke masjid tersebut. Saya dan teman pun langsung kabur saja dan mengajak teman yang orang Mesir tadi padahal karena tidak mau bertemu lelaki yang tiba-tiba muncul meskipun sebelumnya memang sudah pernah kenal di Malaysia juga.

Kawan melalak cantik yang baru mau pergi liburan ke Kuala Lumpur,saya rekomendasikan deh untuk mengunjungi Masjid Jamek Sultan Abdul Samad tersebut. Apalagi bisa naik bus go KL gratis atau naik LRT juga bisa kok turun langsung di dekat masjid. Rasakan keindahan dan kedekatan kita kepada sang pencipta. Oh yeah, sekitar masjid juga banyak jualan dan tidak jauh dari pasar seni,bisa sekalian berbelanja setelah mengunjungi masjidnya.

2. Masjid Negara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia


Well,masjid yang dikunjungi berikutnya masih dari kawasan Malaysia maklum inilah negara yang pertama dikunjungi saat itu. Masjid Negara Malaysia atau disebut juga National Mosque ini juga tidak kalah indah dengan Masjid Jamek Sultan Abdul Samad,hanya saja ini terlihat lebih kesan modern. Mengunjungi pertama kali juga pada tahun 2016 bersama teman yang sama ke Masjid Jamek.



Menurut wikipedia,masjid ini dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1965. Masjid yang bisa menampung hingga 15.000 orang jamaah ini merupakan lambang keagungan islam sebagai agama resmi di Malaysia. Masjid ini pun didesain oleh warga lokal Malaysia yang merupakan arsitek yaitu Dato' Baharuddin Kassim.



Saat melihat dari luar langsung terlihat warna modern biru yang indah. Namun, rupa bentuk masih mencirikan khas arsitektur lokal dengan bentuk selasar dan gerbang masuk yang menyerupai rumah panggung Melayu yang dibangung di atas tonggak.



Saya pun berniat untuk berkeliling masjid,menemukan banyak keindahan di sekitarnya. Suara air pancuran yang indah dan bunga-bunga yang ditata secara baik sehingga jamaah yang datang pun akan nyaman melihat sekeliling. Banyak turis yang berdatangan untuk sekedar berfoto maupun benar-benar menikmati keindahan arsitekturnya.



Baik muslim maupun bukan banyak yang mengunjungi namun harus diingat untuk tetap berpakaian tertutup dan sopan. Jika tidak bisa menggunakan jubah yang tersedia di masjid. Biasanya para turis asing yang menggunakannya untuk masuk ke dalam sambil melihat keindahan interiornya. Jika kita melihat dari luar akan tampak menara yang juga indah. Bentuk menara dan atap berpuncak yang ada pada masjid melambangkan kesetiaan. Nah,ternyata konsep ini berdasarkan kepada bentuk payung kerajaan. Menaranya pun berbentuk gambar payung yang menguncup sedangkan atapnya berbentuk seperti sebuah payung yang terbuka.

Kedua kalinya saya pun datang lagi ke masjid ini rombongan bersama sanak saudara yang kebetulan tinggal di Selangor. Yeah,senang sekali rasanya meskipun tidak mengunjungi bersama keluarga ini namun terobati bisa ketemu sanak saudara di negeri orang. Kami pun menggunakan Grab dari Selangor menuju Masjid Negara Malaysia tersebut. Sst,kawan melalak cantik sekalian berfoto di bangunan-bangunan heritage yang tidak jauh dari masjid yah karena semua indah sekali seperti foto saya di bawah ini.





3, Masjid Kapitan Keling, Penang, Malaysia


Saat pertama kali mengunjungi Masjid Kapitan Keling ini memang belum sempat melihat sekeliling halaman apalagi shalat di dalam. Saya dan seorang teman hanya punya waktu sebentar di Penang sehingga ketika malam datang sudah tutup. Lokasinya berada di kawasan George Town dan mudah dijangkau bahkan dengan berjalan kaki jika menginap di sekitar Lebuh Chulia,Lebuh Armenian maupun Lebuh lainnya yang berdekatan.



Masjid Kapitan Keling ini merupakan masjid yang dibangun pada abad ke-19 oleh pedagang muslim India di George Town. Masjid yang posisinya berada di Lebuh Buckingham dan Jalan Pitt (Jalan Masjid Kapitan Keling) ini menjadi pusat bersejarah islam terkemuka yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia George Town dan terletak di pusat lingkungan muslim Tamil di kota tersebut.



Kedua kali mengunjungi masjid tersebut berkesempatan untuk memasuki hingga ke dalam dan melihat langsung keindahan eksterior dan interior. Di bagian halaman samping, ada terdapat makam namun saya kurang tau pasti makam siapa. Masjid ini memiliki desain dengan ornamen yang unik dimana adanya ornamen bunga dan adanya mimbar yang dipengaruhi model Turki Usmani,bentuknya tinggi dengan bulan bintang di ujungnya. Saat terakhir kembali kesana pada akhir tahun 2019 lalu berkesempatan untuk shalat lagi disana dan melihat pelaksanaan shalat gerhana. Saya sangat merekom

4. Masjid Sultan Singapura


Berniat mengunjungi Singapura pada tahun 2017 langsung mencari referensi masjid yang ada disana berhubung memang di negara tersebut cukup sulit menemukan masjid. Mayoritas warga juga bukan beragama muslim sehingga menurut informasi yang pernah saya dengar hanya ada sekitar 5 masjid di negara tersebut. Mata langsung tertuju ke Masjid Sultan ini ketika membaca artikel yang mereferensikan tempat ibadah umat islam di Singapura. Bangunan pun unik serta berada di kawasan yang memang banyak turis berdatangan serta mudah dijangkau.



Masjid Sultan di Kampung Glam merupakan masjid pertama yang dibangun di negara tersebut. Menurut informasi wikipedia bahwa struktur awal masjid ini dibangung sekitar tahun 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan pedagang awal di Singapura yang menjalankan aktifitas perdagangan dengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan saudagar Tionghoa.



Sudah dua kali mengunjungi masjid tersebut tapi sampai sekarang belum berkesempatan untuk shalat di dalam. Mungkin akan ada kunjungan berikutnya hingga bisa beribadah disana. Sejauh ini hanya bisa memandangi keindahan bangunannya dari luar saja. Turis asing pun banyak yang tertarik untuk melihat masjid tersebut sebab merupakan bagian pariwisata Singapura. Saya merekomendasikan kawan melalak cantik untuk kesini sebab mudah terjangkau juga bisa naik MRT dan pastinya jangan lupa sekalian berbelanja di sekitar Arab Street.



5. Songkhla Central Mosque, Hat Yai, Thailand


Akhirnya bisa sampai juga ke Thailand dan mengunjungi masjid yang ada disana. Pada tahun 2018 awal sempat shalat juga di salah satu masjid di Bangkok yang lokasinya tidak jauh dari Asiatique tapi bukan merupakan masjid yang digunakan untuk sekaligus kawasan wisata. Saat itu, saya datang di waktu zuhur sehingga sekalian shalat dan melihat orang-orang yang beribadah berwajah warga lokal Thailand.



Nah, kita lanjut membahas Songkhla Central Mosque yang dikunjungi pertama kali pada tahun 2018 akhir bersama beberapa kawan traveler. Kami menyewa one day trip mengelilingi kawasan Hat Yai kemudian driver membawa kami ke masjid ini. Itulah kami bisa mengetahui bangunan masjid tersebut dan lokasinya sangat sepi bahkan kami tidak melihat warga yang berlalu lalang. Saat shalat di dalam pun melihat banyak juga warga Malaysia yang sedang liburan dan shalat disana.

Bangunan masjid masih tampak terlihat baru dan memang baru dibangun pada tahun 2001. Di sekitar masjid akan menemukan keindahan alam Songkhla. Pada bagian halaman depan masjid terdapat kolam air yang indah ditambah bukit barisan yang berjajar di depannya menambah keindahan. Bagian dalam masjid cukup luas dan bersih. Saya merekomendasikan untuk kawan-kawan mengunjungi masjid tersebut namun coba dengan sewa one day trip saja karena supir akan menunggu kok hingga kita selesai beribadah.



Oh yeah,kedua kalinya saya berkunjung ke masjid ini tahun 2019 bersama rombongan ibu-ibu yang saya pandu untuk berkeliling 3 negara. Btw, kawan melalak cantik yang mau liburan tapi bingung boleh loh bareng dengan melalak cantik saja.

6. Masjid Putra Malaysia, Putrajaya, Malaysia


Well,meskipun sudah beberapa kali ke Malaysia namun mengunjungi Masjid Putra ini baru sekitar Maret 2019. Berhubung kesana memang cukup jauh dari pusat kota Kuala Lumpur,kebetulan saat itu naik mobil teman yang stay di Malaysia sehingga tidak terlalu sulit menjangkaunya. Masjid ini sangat indah dari segi bentuk arsitekturnya. Saya pun senang karena dari sekian kali ke Malaysia baru ini berkesempatan datang melihat langsung.



Masjid ini bernama Masjid Putra yang diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yaitu Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj dibangun pada tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Saya melihat keindahan di sekitar masjid dan tampak seperti terapung-apung karena terletak di bibir danau buatan ini. Tentunya dari masjid ini pun bisa terlihat keindahan danau yang luas dan kawasan Putrajaya yang asri.



Bagaimana kawan-kawan?. Semoga cukup membantu informasinya yah untuk semua. Ketika wabah ini berakhir,silahkan kunjungi satu persatu jika belum pernah. Saya pun berkeinginan mengunjungi masjid indah lainnya di belahan dunia,berdoa tahun ini bisa shalat di benua Amerika. Doa di bulan ramadhan semoga dijabah Allah SWT,aamiin ya rabb. Kamu yang punya rekomendasi masjid lainnya di kawasan Asia Tenggara boleh komentar di kolom bawah yah.




















Halo kawan melalak cantik, gimana menjalani ramadan selama di rumah aja?. Semoga semua tetap kuat dan bahagia selalu yah. Meskipun sedang puasa tapi kali ini saya mau membagikan kuliner yang dimakan selama di Penang ketika liburan tahun baru yang lalu. Siapa yang penasaran dengan makanannya?. Hmmm, akhirnya menemukan masakan Indonesia juga disana dan rasanya pun tidak diragukan lagi sehingga penuh pengunjung ketika jam makan siang. Mari kita baca satu persatu di bawah ini. Oh yah, mencari referensi hotel bisa juga singgah ke Hotel Royal Penang.

Makanan Halal yang Dimakan Selama di Penang


1. Honey Chicken


Well, saat itu saya sedang menunggu teman di Queensbay Mall sehingga makanan yang dicari pun berada di sekitar mall tersebut. Setelah berkeliling foodcourt,akhirnya memutuskan untuk menuju stand kuliner Thailand bernama Sukhothai Thai Food. Dari semua kuliner yang tersedia ingin dicoba namun sudah pasti tidak akan cukup perut untuk menampung semuanya.



Finally, memutuskan untuk menyantap honey chicken pada siang itu. Aroma madu yang manis terhirup ke hidung. Ayam yang sudah dipotong beberapa bagian disiram kuah madu kental yang manis. Yeah,ayam yang disajikan hanya digoreng kemudian diberi hiasan daun sop diatasnya serta dua buah timun di pinggirannya. Syukurnya nasi yang disajikan juga standard pada umumnya sehingga tidak terlalu kekenyangan saat menghabiskan honey chicken tersebut. Harga pun kategori normal untuk ukuran makanan di dalam mall,sekitar RM13.90.

2. Rumput Lekor


Nah,makanan selanjutnya yang dimakan adalah rumput lekor. Awalnya mencari tau seperti apa bentuknya karena Aya yang memesan kuliner tersebut. Ia cukup banyak mengetahui makanan di Penang sebab sudah beberapa tahun kerja di negeri jiran tersebut. Setelah dilihat dan dirasakan maka menyimpulkan rumput lekor ini terbuat dari tepung yang kemudian dicampurkan ikan. Bentuknya panjang dan digoreng kering seharga RM3. Di Indonesia sih lebih seperti jajanan yang biasa dijual di sekolahan dan disiram kuah.



3. Curry Lani Garlic Naan


Menu masakan berikutnya adalah curry lani garlic naan. Saya biasanya bukan penikmat masakan India tapi kali ini sungguh menikmati di Restoran Kapitan George Town. Rasanya tergolong tajam dengan berbagai bumbu yang diracik di dalamnya. Aromanya pun menajam di hidung saat staf restoran meletakkan di atas meja.

Curry Garlic Naan


Penampilannya mungkin biasa saja seperti masakan India atau Pakistan pada umumnya. Roti tentu tidak ketinggalan untuk dicampurkan dengan ayam dan bumbu. Makan langsung menggunakan tangan jauh lebih nikmat karena bisa mengaduk roti dan bumbu bersamaan. Restoran yang buka 24 jam itu selalu ramai pengunjung dan sepertinya memang favorit menyajikan masakan terbaik. Oh yeah, curry lani garlic naan ini seharga RM11.10.

4. Tomyam


Makanan ini entah berapa kali dimakan saat berada di Penang bahkan sejak malam pertama kedatangan langsung menyantap sajian tomyam tersebut. Masakan ini memang bukan berasal dari Malaysia tetapi Thailand. Namun,rasa sup ini sungguh menggoyang di lidah apalagi dengan campuran aneka seafood yang lezat. 



Ketika menyantap di Penang,saya mencoba di beberapa restoran mulai dari sebuah tempat makan di daerah Jalan Dato Koyah hingga menikmati langsunng di salah satu restoran hits yaitu Nana Tomyam. Tidak heran jika dipenuhi oleh pembeli sebab rasanya pun sungguh nikmat dengan ketajaman rempah dan asam yang segar. Saat itu,saya langsung makan di tempat sebab posisinya tidak jauh dari penginapan yaitu Tido Hostel. Hmm, Nana Tomyam ini berada di Jalan Transfer sehingga bisa berjalan kaki atau naik GRAB. Oh yeah,meskipun sendirian dan banyak dilihat oleh orang-orang tapi cuek aja yang penting bahagia.

5. Laksa


Siapa yang tak kenal laksa saat di Penang?. Kuliner yang satu ini memang dikenal di Malaysia. Laksa Penang ini pun cukup tajam apalagi aroma kincong yang menyengat di hidung dan saat masuk ketonggorokan. Kecombrang adalah nama yang sesuai di wikipedia namun di beberapa kota memiliki nama tersendiri untuk nama tumbuhan tersebut. Di Malaysia dan Singapura,kecombrang memang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.



Saya menikmati laksa di sebuah kedai makan sekitar Batu Ferringhi. Rasanya mungkin bukan yang terbaik di antara laksa lainnya yang ada di Penang. Namun,berhubung suasana yang indah dengan suara ombak menjadikan kenikmatan tersendiri dalam menyantap laksa tersebut. Cerita selengkapnya boleh dibaca Menyantap Laksa Sendirian di Batu Ferringhi Beach. 

6. Ikan Bakar Restoran Padang


Setelah berhari-hari makan dengan masakan yang tidak sesuai lidah. Akhirnya menemukan rumah makan yang dimasak oleh orang Indonesia. Masakan yang disajikan pun khas restoran Padang,rasanya sudah pasti tidak diragukan. Pengunjung pun sangat ramai saat jam makan siang dari berbagai etnis. Saya memilih ikan bakar dengan sayur gori saat pertama kali makan disana. Hari berikutnya masih makan siang di restoran tersebut dan tetap memilih ikan bakar.



Well,itulah aneka makanan halal yang dicobain selama di Penang,tentunya masih banyak aneka kuliner lainnya. By the way, kamu sudah coba makanana apa disana?. Silahkan komentar di bawah yah.
Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates