facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

 Bepergian jauh sampai ke tanah suci namun masih saja mencari makanan cepat saji. Apakah salah? Tentu saja tidak ada yang melarang jika mau mencoba makanan mendunia namun ada sentuhan citarasa lokal. Jika sebelumnya bercerita tentang minum Starbucks di Arab Saudi. Kini tentang makan McDonald's di depan Masjidil Haram, selengkapnya baca artikel sampai selesai yuk!

Sebelum umroh atau pada masa berada di Indonesia tentu berfikir bahwa produk-produk Amerika tidak akan ada di tanah Arab. Namun ternyata ada beragam brand terkenal dunia yang juga ada disana. Salah satu teman pun ada yang memberikan komentar bahwa memang sebenarnya Amerika dan Arab Saudi itu berteman baik.

Well, saya tidak membahas mengenai hal politik maupun aneka ragam yang berhubungan dengan hubungan bilateral kedua negara tersebut. Kita akan ngobrol mengenai makanan yang dicoba di McDonald's The Clock Towers Mekkah.



Cerita Awal Makan McDonald's

Awal mula bisa makan cepat saji di McD ini adalah beberapa teman mengomentari menu yang ada di hotel. Ternyata berbeda dengan beragam menu yang kita nikmati selama di Madinah. Sebelumnya makanan yang disajikan lebih beragam dan rasanya pun enak. Tetapi ketika di hotel Mekkah ternyata sudah tidak sesuai ekspektasi lagi dan tetap saja dimakan donk.

Nah, kami pun memutuskan untuk mencoba fast food yang ada di tanah Arab agar punya pengalaman bisa coba beragam McD di berbagai negara, caelaahhh. Selain itu, salah satu teman sekamar yang berasal dari Papua mengatakan bahwa tidak ada McD di sekitar rumahnya disana. Oleh karena itu, kami pun berniat makan di McD saja pada siang hari itu.

McDonald's The Clock Towers

Kami pun mulai mencari tahu lokasi McDonald's yang ada di tanah suci. Saya tentu memanfaatkan Google dalam pencarian posisi resto cepat saji tersebut. Ternyata berada di The Clock Towers namun tepatnya belum diketahui. Tetap memanfaatkan tanya jawab dengan security agar lebih meyakinkan lokasi pastinya.

Setelah menaiki beberapa eskalator maka sampailah kami di McD yang ada di The Clock Towers. Siang itu, cukup ramai pula pekerja yang sedang makan maupun beberapa jamaah juga. Kami tidak memakai pakaian ihram pastinya karena siang itu memang tidak jadwal pelaksanaan umroh. Hanya kami selalu berusaha tetap melaksanakan shalat di Masjidil Haram.



Mari lanjut cerita makan burger di McD nya, setelah tiba di depan counter McD maka mulai melihat menu yang disajikan. Kami pun punya pilihan menu yang berbeda-beda dan pastinya disesuaikan dengan selera masing-masing.



Saya pun makan memesan paket burger, kentang dan minuman yang harganya jika dirupiahkan lebih dari 100 ribuan. Kami pun membayar masing-masing dan ternyata mereka tidak menerima rupiah saat itu. Jadi salah seorang teman yang kehabisan riyal meminjam dari teman lainnya.

Pelayanan cukup ramah meskipun Bahasa Inggris yang digunakan sebagaimana standardnya untuk komunikasi. Ia pun tahu beberapa kata dalam Bahasa Indonesia hingga kami pun tertawa pula. Beberapa pria ada yang melirik ke arah kami, hmmm hal ini sepertinya bukan asing lagi ya.

Kami pun menikmati sajian McDonald's tersebut sambil memandangi bangunan Masjidil Haram. Kebetulan sekali McD berada di lantai atas sehingga bisa makan dengan view yang indah. Saya pun tidak bisa menghabiskan semuanya karena porsi cukup besar bagi saya seorang diri.



Sepertinya memang tidak ada menu nasi dan diganti dengan kentang. Namun minuman yang dipilih saat itu jus jeruk dikarenakan cuaca cukup panas siang itu di tanah suci. Beribadah tetap dilakukan namun mencoba hal baru di sekitarnya juga tidak ada salahnya donk.

Ini menjadi pengalaman pertama saya bisa makan McD di tanah suci karena awalnya berfikiran bahwa tidak ada makanan dari Amerika di tanah Arab. Sebelumnya pernah makan McD di Malaysia, Singapura, Thailand dan Qatar. Saat di Turki dan Dubai tidak berkesempatan coba McDonald's nya, sepertinya nanti akan kembali lagi dan mencobanya. Bagaimana dengan kalian? Apakah pernah coba aneka fast food di negara lainnya?














 Pernahkah melihat begitu banyak yang bepergian umroh maupun haji itu orang-orang yang sudah tua? Bagaimana perasaan melihat sosok-sosok tersebut yang sudah kesulitan berjalan di tanah suci? Tentu tidak ada yang salah mau usia berapapun untuk berangkat umroh. Namun, alangkah lebih baik jika bisa bepergian saat masih muda? kenapa? Yuk baca selengkapnya artikel ini.

Perlu diketahui pula bahwa umroh ini bukan saja ibadah yang membutuhkan uang. Tetapi sebagai jamaah yang akan melaksanakan ibadahnya diperlukan fisik yang masih kuat. Energi semangat sangat dibutuhkan untuk bisa mengikuti serangkaian kegiatan dalam ibadah umroh.

Dalam hal ini, bukan berarti tidak boleh umroh usia lanjut. Atau mungkin ada yang memberi perspektif lainnya bahwa bagaimana jika duitnya baru ada ketika sudah tua. Tentu bukan kita yang berkehendak atas segala hal dalam hidup ini. Namun lebih baik jika dipersiapkan sejak awal dan memang diniatkan untuk bisa sampai ke tanah suci sejak sekarang.



Pengalaman Saat Umroh

Kenapa saya membahas mengenai usia saat berangkat umroh? Hal ini dikarenakan sudah melihat langsung begitu sulit melakukan rangkaian ibadah saat umroh jika sudah tidak kuat lagi. Menggunakan kursi roda memang tidak salah tetapi pastinya akan lebih lambat pergerakannya. Atau jika sudah terlalu tua akan mudah kelelahan saat mau tawaf maupun sa'i.



Saya memperhatikan beberapa jamaah dari rombongan kami pun banyak yang harus ditungguin oleh jamaah lainnya karena sudah susah berjalan. Atau ada pula yang terus merangkul karena sudah kesulitan berjalan sendiri.

Intinya bukan mengenai usia tua tetapi melihat beberapa hal tersebut semakin memantapkan hati bahwa memang bersyukur sekali ketika kita bisa berangkat umroh usia muda. Selain itu, kita pun bisa memantapkan hati untuk bisa kembali lagi berkali-kali karena kondisi fisik yang masih bisa melakukan perjalanan kesana.

Jika Masih Muda, Bisa Apa?

Menurut saya, jika masih muda pun kita bisa lebih aktif melaksanakan rangkaian ibadah sunah lainnya di tanah suci. Ketika berangkat umroh dengan fasilitas biasa pastinya mendapatkan hotel yang tidak dekat dengan Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Kita harus berjalan beberapa kilometer sehingga bisa mencapai kedua masjid tersebut.

Bayangkan jika sudah berusia begitu lanjut maka merasa lelah berkali-kali pulang pergi ke hotel. Sekali lagi, tentu tidak ada yang salah dengan namanya usia. Kita tidak pernah tahu kapan tergerak hati untuk berangkat dan rejeki datang menghampiri. Namun ini untuk memotivasi kawan-kawan yang masih muda.

Jika masih muda tentu lebih banyak aktifitas yang bisa dilakukan. Memang jika sakit di Indonesia ada beberapa yang mengatakan memang sehat saat berada di tanah suci. Atau orang tua yang tidak kuat bisa berusaha menjadi kuat selama disana. Namun, poinnya tetap jika masih muda pasti akan berbeda energi yang dimiliki untuk bisa beraktifitas selama di tanah suci.

Nah, kali ini saya hanya ingin memotivasi kawan-kawan melalak cantik agar berangkat umroh saat masih muda. Jika kalian sudah meniatkan sejak dini maka InsyaAllah akan diberikan kemudahan dan jalan oleh Allah SWT.



Sejak usia muda sudah mengalokasikan dana untuk umroh maka nantinya akan dimudahkan membayar segala biaya keberangkatan. Yuk kita pasti bisa umroh usia muda dan yakin saja bahwa tidak ada yang enggak mungkin jika sungguh-sungguh berusaha dan punya kemauan yang kuat untuk beribadah.















 Bepergian dalam melaksanakan ibadah umroh pasti tidak lengkap rasanya tanpa membawa buah tangan untuk sanak saudara, kerabat, sahabat maupun orang-orang terdekat. Biasanya sebelum pergi sudah ada saja yang menitipkan pesan agar dibawakan oleh-oleh dari tanah suci.

Beragam pilihan oleh-oleh bisa dibeli di Mekkah dan Madinah. Namun, apa saja yang dibeli dikembalikan lagi kepada jamaah sesuai dengan isi kantongnya. Ada yang suka membeli perhiasan dari Arab Saudi namun tentunya tidak bisa dijual kembali di Indonesia. Beberapa suka pula membeli beragam coklat, kurma maupun pakaian seperti jubah atau kaftan.



Ketika saya umroh beberapa bulan lalu, ustadz maupun teman-teman sesama jemah menyarankan beli oleh-oleh di Madinah saja karena harganya lebih murah dibandingkan di Mekkah. Tetapi tentunya ini dikhususkan untuk beli barang-barang yang tidak mudah membusuk atau butuh waktu lama masa habisnya seperti pakaian, sajadah, aneka coklat atau produk makanan yang memang tidak cepat habis berlakunya atau busuk.

Kenapa Beli di Madinah?

Sebagai jemaah yang baru pertama kali berangkat umroh maka saya sangat butuh informasi seperti ini. Hal ini dikarenakan perlunya mengalokasikan dana yang dimiliki untuk membagi jumlah sanak saudara maupun teman yang mau dibawakan oleh-oleh.



Jika sudah tahu tempat yang murah maka lebih baik dibeli terlebih dahulu di kota Madinah. Kami pun beli beberapa items seperti coklat, permen, kismis dan beberapa pakaian. Memang harganya lebih murah karena sejak awal dibuka harga tidak terlalu tinggi. Beruntungnya belanja bersama ustadz yang menjadi pembimbing kami sehingga lebih paham sistem belanja warga lokal.

Harga yang memang lebih murah ketika sudah dibandingkan dengan di Mekkah. Saya akhirnya beli beberapa pakaian pula di Mekkah dan harganya melambung tinggi. Kurang tahu apakah itu dikarenakan kualitas yang jauh lebih bagus atau bukan. Memang bahan kainnya tebal tapi rasanya jika untuk beli oleh-oleh dalam jumlah banyak lebih baik dapat harga yang lebih murah sih.

Beli Apa di Mekkah?

Berhubung sudah sampai di Mekkah maka tetap ada oleh-oleh yang mau dibawa dari sini. Nah, sejak awal saya berfikir untuk belanja di Mekkah saja karena tidak mau membawa barang terlalu banyak dari Madinah menuju Mekkah. Ternyata sebenarnya lebih murah belanja di Madinah saja sih dan barang juga kan berada di dalam bus ya.

Nah, hal yang utama saya beli dari Mekkah adalah kurma karena ini menjadi penghasil utama yang terkenal dibawa dari tanah arab. Sebelumnya kami memang ke kebun kurma di Madinah tetapi saya tidak beli disana karena memikirkan perjalanan yang masih beberapa hari lagi menuju Mekkah.

Kurma pun dibeli di Bin Dawood dengan kemasan yang bagus dan sudah dilumuri wijen. Rasanya pun lebih enak meskipun harganya juga termasuk tidak murah. Selain beli kurma, saya pun beli sajadah diberi tulisan nama untuk beberapa teman dengan harga yang tidak sampai 40 ribuan per item.

Tentunya titipan bukan hanya itu saja, beberapa sepupu pun sudah mengingatkan agar tidak melupakan oleh-oleh untuk mereka. Saya pun membelikan aneka aksesoris yang bisa dibeli di serba 3 riyal. Memang termasuk murah jika hanya bayangkan angka 3 tersebut namun sesungguhnya termasuk kategori mahal untuk barang-barangnya.



Kalian termasuk yang suka belanja dimana? Mekkah atau Madinah? Pastinya kita semua punya preferensi masing-masing sih disesuaikan dengan budget dan kebutuhan yha.











Sebelum berangkat umroh tahun 2022 lalu, saya suka mencari informasi berbagai hal tentang umroh termasuk tempat membeli oleh-oleh. Ternyata banyak youtuber yang mengulas tentang Bin Dawood sehingga membuat penasaran ingin langsung melihat di Mekkah dan Madinah. Apa sih Bin Dawood ini?



Well, awalnya saya pikir hanya sekedar menjadi tempat penjualan oleh-oleh saja. Namun ternyata memang sebuah supermarket yang banyak menjual beragam hal dengan harga yang masih masuk di kantong pula.

Sejak tiba di Madinah, sudah bertanya tentang Bin Dawood ke pak ustadz pembimbing ibadah umroh kami. Begitu pula ketika ngobrol dengan teman-teman seperjalanan yang sudah pernah umroh sebelumnya. Mereka pun merekomendasikan untuk mencari oleh-oleh makanan atau sekedar ingin coba cemilan lokal juga bisa ditemukan di Bin Dawood.



1. Beli 7 Days Croissant Aneka Rasa

Nah, saya akan bercerita pengalaman saat memasuki Bin Dawood ini pertama kali di kota Madinah. Saat itu, kami sedang jalan-jalan bersama ustadz pembimbing dan langsung saja meminta dibawa ke Bin Dawood. Alasannya adalah ingin cari roti seven days yang hits itu lho. Tentunya akan mudah dicari di Bin Dawood karena supermarket yang besar.



Varian rasa yang lebih beragam bisa ditemukan di Bin Dawood, bukan hanya rasa biasa pada umumnya saja. Tetapi saya pun beli aneka rasa lain yang akan dinikmati di kamar hotel nantinya. Ingin beli lebih banyak untuk dibawa pulang ke Indonesia namun lebih baik beli di Mekkah saja agar tidak terlalu kelamaan disimpan dalam koper.

Harga untuk croissant ini akan lebih murah jika beli satu box sih yang mana isinya sekitar 6 karena ada promo isi 5 plus 1 sehingga totalnya ada 6 bungkus. Saat di Madinah, saya hanya beli eceran dengan beragam rasa saja. Saat sudah di Mekkah langsung beli beberapa box untuk dibawa pulang ke Indonesia. Harganya sekitar hampir 10 ribuan untuk satuannya dan seingat saya sekitar 40 ribuan untuk per box.

2. Beli Aneka Coklat

Penggemar coklat mana suaranya? Well, kalian bisa memasukkan Bin Dawood juga deh untuk mencari coklat. Saya pun menemukan beragam brand coklat dengan bermacam bentuk pula. Ini sih memang puas memilih deh karena banyak pilihannya disesuaikan pula dengan budget yang mau dikeluarkan. Sebut saja beli Cadbury, Nutella B ready dan masih banyak jenis lainnya.

3. Beli Kurma

Kenapa beli kurma di supermarket? Nah, memang lebih murah atau lebih seru bisa beli langsung di kebun kurma. Tetapi saya tetap beli kurma juga di Bin Dawood karena menemukan yang sudah dibaluri dengan wijen. Rasanya semakin gurih pastinya karena saya beli dua box untuk dinikmati selama di Indonesia. 

Beragam kemasan lainnya juga ada kok, saya dan teman perjalanan banyak yang beli kurma disini aja. Dengan aneka pilihan kemasan dan harga bisa disesuaikan dengan selera sih dan isi kantong pula tentunya.

4. Beli Snacks

Jauh ke Arab beli snacks? Ih ngapain sih, mungkin itu yang bakalan diucapkan oleh beberapa teman. Hmm, tentu snacks dengan rasa yang berbeda donk. Jika rasa rumput laut, ayam panggang pasti sudah biasa. Kali ini, saya beli snacks dari brand yang sudah ada di Indonesia tapi varian rasa yang tidak ada donk. Sebut saja rasa kurma dan olive untuk brand Lays yang pastinya belum pernah saya temukan di Indonesia sih.



Selain itu, saya pun beli beragam snacks lainnya dari brand berbeda. Tentunya ini untuk dinikmati di hotel sih. Eh, tetapi akhirnya ada juga yang dibawa pulang ke Indonesia termasuk pop corn rasa caramel yang nikmat banget. Nyesal ketika cuma beli satu bungkus doank ih.

5. Beli Parfum

Nah, untuk parfum ini sih memang saya tidak beli di Bin Dawood. Tetapi teman-teman yang bepergian pada hari itu ke Bin Dawood belanja parfum sih. Harga terjangkau yang akhirnya membuat mereka beli parfum. Saat itu, saya belum berkeinginan beli parfum sehingga tidak ada membawa satu pun dari Bin Dawood. Harga parfumnya pun bervariasi lho, ada yang sekitar 20 ribuan juga dengan isi lumayan banyak.

Well, tentunya masih ada banyak lagi yang dijual di Bin Dawood donk. Beragam kebutuhan sehari-hari termasuk buah dan sayuran juga ada disana. Yogurt atau susu serta keju pun tersedia donk. Saya juga beli beberapa items lainnya dari sana. Bin Dawood ini memang sangat familiar baik di Mekkah maupun Madinah. Pastikan kamu singgah juga disana saat mengunjungi Arab Saudi yha.










 Pengalaman umroh 2022 lalu masih meninggalkan banyak kesan dan memori yang tidak begitu mudah terlupakan. Banyak yang penasaran cerita pengalaman umroh beberapa bulan yang lalu itu. Hanya saja, saya pun masih mengumpulkan niat dan beberapa kepingan cerita agar tersusun lebih menarik dan buat kawan melalak cantik lebih tertarik membacanya.

Well, kali ini mau bahas cerita ngopi di Madinah. Sebelum umroh, saya membayangkan bahwa tidak ada produk asal Amerika di Saudi Arabia. Namun ternyata dugaan salah karena sudah ada beberapa Starbucks store di beberapa kota di negara Arab. Saya pun sudah coba kopinya di dua kota yang berbeda, nantinya akan diulas secara terpisah saja.

Berbicara tentang Starbucks memang sudah cukup dikenal donk. Jaringan kedai kopi yang besar dan sudah banyak tersebar di berbagai negara seluruh dunia. Saya pun sudah coba pula di beberapa kota lainnya terutama untuk Starbucks Medan. Hampir semua store yang ada di kota Medan sudah pernah dikunjungi, bahkan untuk Starbucks Reserve Medan juga lho. Kalian bisa baca pada artikel Nongkrong Sendiri di Starbucks Reserve.



Cerita Ngopi di Starbucks

Awal mula bisa singgah di kedai kopi Starbucks yang ada di Madinah ini adalah saat bertemu kawan sesama jamaah yang ternyata hobi ngopi. Kakak ini sebut saja Kak Nov begitu bersemangat ngopi sejak berada di bandara Soetta. Saya sudah memperhatikan sejak awal mau keberangkatan meskipun pada saat itu belum saling kenal. Pemantauan hanya sebatas melihat cangkir Starbucks yang dipegang kesana kesini.

Setelah tiba di bandara Dubai, saya pun bercerita mau coba Starbucks yang ada di kota tersebut. Namun, saat tiba sudah tengah malam yang artinya bukan waktu tepat untuk nikmati kopi. Nah, saat keesokan harinya, saat kembali ke bandara sebelum ke Madinah, kami sudah masuk melewati bagian imigrasi yang artinya tidak bisa lagi donk menuju store Starbucks yang ada di luar.

Finally, kami pun merencanakan untuk ngopi di Arab Saudi saja. Ternyata, ada kedai kopi Starbucks di Madinah yang lokasinya pun tidak jauh dari Masjid Nabawi. Keputusan pun dibuat untuk berkeliling sepulang shalat, tentunya sambil berjalan-jalan melihat keindahan kota Madinah.

Akhirnya kami pun memutuskan melihat toko pakaian seperti H&M yang juga berada satu gedung dengan gerai Starbucks. Well, ternyata ada dua Starbucks di sekitar kawasan tersebut. Hanya saja dikarenakan cuaca panas siang itu maka kami memutuskan untuk naik ke Starbucks yang berada di lantai atas saja.

Sebuah pengalaman baru pastinya bisa nikmati Starbucks di kota berbeda bahkan negara baru yang pertama kali dikunjungi. Nah, apalagi di tanah Arab lho! Awalnya membayangkan bahwa tidak akan ada produk Amerika di negara tersebut.



Apakah Ada Hal Berbeda?

Dari segi varian minuman dan aneka cake sih tidak jauh berbeda, hanya ada beberapa saja yang menunya ada di Indonesia tetapi tidak ada di Saudi. Melihat jajaran cake yang terpampang di stelling pun hampir mirip semua kok. Pastinya paling mencolok yang berbeda adalah para pengunjungnya, sudah jelas terlihat wajah para warga lokal. Kegantengan maksimal terpampang nyata di hadapan saat sedang mengantri untuk memesan. Ada juga anak perempuan cantik ikut antri bersama kami dan tentunya jadi rebutan teman jamaah lainnya untuk diajak berfoto bersama.




Dari segi suasana pastinya juga beda sih karena suara yang terdengar lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa Arab. Keriuhan pun terdengar syahdu dengan intonasi dan aksen khas Arab. Pastinya suasana ngopi makin asik deh melihat yang ganteng ngobrol dengan tampang menyejukkan untuk dipandang berlama-lama.

Harga Starbucks di Madinah

Beragam makanan dan minuman yang dijual masih hampir mirip dengan yang ada di Indonesia. Namun, menurut saya untuk harga masih ada perbedaan sih meskipun tidak terlalu jauh. Disana memang lebih mahal sih, ini pastinya efek kurs juga. Biasanya pegang uang rupiah saja, eh ini pembayaran sudah pakai Riyal. Bayangin aja 1 Riyal sudah Rp 4.400 lho! Secangkir Starbucks masih dapat Rp 50.000 di Indonesia dan di Madinah bisa sampai Rp 100.000.

Overall, ini bukan tentang harga sih. Bagi saya yang memang hobi melakukan perjalanan dan mencoba banyak hal baru maka ini bukan menjadi sebuah permasalahan utama.  Suasana berbeda dengan sentuhan tangan yang beda pula maka dapat dijadikan sebuah kenangan dari perjalanan umroh di Madinah. 



Well, apakah kalian punya pengalaman ngopi juga di negara lain? Yuk share ceritanya di kolom komentar bawah ini!












 Kenapa bisa dibilang ini sebuah pengalaman baru lagi? Karena sebelumnya bisa nikmati kesegaran kuah dari tomyam yang dimasak di Nana Tomyam itu sebelum pandemi dan kini ada pengalaman baru bisa bepergian lagi pasca pandemi. Apakah rasa tetap sama atau ada sensasi yang berbeda?

Bisa saya katakan bahwa namanya bepergian itu selalu ada cerita dan kenangan yang berbeda. Meskipun punya tujuan ke tempat yang sama namun tetap saja momen dan orang-orang yang ditemui sudah pasti berbeda.

Nikmati Nana Tomyam Pasca Pandemi

Sebelumnya saya pernah mengulas tentang Nana Tomyam Penang pada artikel di tahun 2020 yang mana saat itu belum bisa bepergian ke Malaysia tetapi saya masih memiliki memori yang indah dari perjalanan akhir tahun 2019. 

Well, sebelum mengunjungi Penang pada tahun 2023 ini, saya pun sudah ke Penang pada akhir tahun 2022 lalu tepatnya bulan November. Hanya saja, saya belum beruntung bisa makan disana karena saat itu warungnya tutup. Perlu kalian ketahui bahwa sudah bersusah payah mengingat lokasinya dan sampai menyasar menelusuri lorong-lorong.

Itulah dinamakan pengalaman yang berbeda meskipun negara tujuan sama atau lokasinya sekalipun berada di tempat yang sama. Saya pun mengambil pelajaran untuk semakin mahir membaca peta agar tidak mudah menyasar terbawa petunjuk yang kurang dipahami.

Kenapa Akhirnya Bisa Nikmati Nana Tomyam Pasca Pandemi?

Dikarenakan sudah terlalu lama tidak menelusuri jejak sejarah dan kuliner di Penang maka akhirnya memutuskan untuk kembali saat tahu border alias perbatasan sudah buka. Tepatnya ketika pemerintah Malaysia sudah mengizinkan warga pemilik passport Indonesia bisa masuk kembali ke negara tersebut untuk sekedar jalan-jalan.

Walaupun hanya memiliki jatah libur 3 hari bukan berarti tidak bisa nikmati beberapa kuliner disana lho. Saya pun sudah mengulas cerita perjalanan tersebut pada artikel Ngapain Aja 3 Hari di Penang. Kawan melalak cantik bisa langsung klik artikel itu agar bisa baca selengkapnya dan lebih tahu pengalaman saya selama 3 hari disana.



Apakah bosan main ke Penang? Menurut saya pribadi sih tidak bosan yha. Hal ini bukan karena ada seseorang menanti disana atau ada pacar yang mau ditemui. Namun memang ada sensasi berbeda ketika berkeliling nikmati lorong-lorong di kawasan George Town.

Well, kembali ke topik Nana Tomyam yang ternyata masih dengan ruangan yang sama lho. Tidak ada banyak perubahan karena masih dengan ukuran tempat yang sama pula. Bisa jadi chef yang memasak ada yang bertambah atau pelayannya juga. 

Saat saya menyeruput kuahnya beberapa waktu lalu tepatnya Januari 2023 lalu, rasanya masih sama lho. Khas aromanya dan isi dari seafood pun masih tetap sama. Bisa jadi ada yang berkurang jumlah udang atau cumi-cuminya tapi itu tidak menjadi perhatian saya sih.

Selama porsinya masih banyak dengan mangkuk yang besar serta rasa tetap autentik maka tidak menjadi sebuah masalah yang terlalu signifikan. Tentunya sangat bahagia ketika kembali lagi setelah pandemi bisa bertemu dengan masakan kesukaan.

Menjadi Pusat Perhatian di Nana Tomyam

Kenapa bisa seperti itu? Kalian pasti bertanya-tanya penyebabnya deh. Bukan dikarenakan saya membuat keributan atau mengganggu orang lain disana. Namun, ada efek dari sepatu boots yang dipakai deh,ahhaahha.



Selain itu, mungkin menjadi perhatian karena makan sendirian. Kelihatan banget donk seorang single lady yang bisa makan di warung sendiri. Saya sih sebenarnya tidak mempermasalahkan apalagi memang tidak ada mengusik orang lain.

Sepertinya mereka saja yang sedikit aneh melihat orang yang makan di warung sendirian. Menurut saya sih seharusnya sudah biasa aja ya apalagi memang banyak turis berdatangan ke Penang. Tidak semua orang harus pergi beramai-ramai bukan?

Hmmm, perasaan memang sulit dibohongi yah. Pandangan saya sih tentu juga karena sepatu boots yang dipakai deh. Mereka mungkin berfikir kenapa sepatu itu keren banget yah atau berkeinginan pula mau pakai sepatu boots milik saya juga.

Intinya saya menikmati Nana Tomyam dengan hati gembira saja sih. Tidak ada hal yang terlalu mencolok dan mengusik orang lain. Cukup lama menikmatinya dengan segelas es teh manis dan dilanjutkan dengan duduk sedikit lebih lama untuk membalas beberapa pesan di instagram dan whatsapp. Setelah itu bayar ke kasir dan lanjutkan perjalanan mengelilingi kawasan George Town.






 Kawan melalak cantik pastinya suka bertanya-tanya mengapa saya begitu sering menghabiskan akhir pekan yang singkat di Penang. Tidak sedikit pula yang berfikiran bahwa ada seseorang yang menanti disana. Pastinya aktifitas bepergian ke Penang ini bukan baru kali ini saja sih karena sudah mulai sering ke Penang sejak pertama kali mengenalnya.

Apakah mengenalnya yang dimaksud adalah seseorang? Tentu bukan ya tetapi sejak tahu bahwa negara bagian tersebut sangat asik dan tenang untuk bersantai. Dulu pada tahun 2016 adalah kali pertama melihat langsung kehidupan masyarakat di Penang. Rasanya bahagia bisa langsung mencium aroma khas masyarakat lokal disana.

Beberapa hal yang perlu diketahui bahwa terdapat beberapa ras dan paling mendominasi memang para chinese. Saya sangat suka dengan perpaduan antara budaya, sejarah dan sisi modern dengan bangunan-bangunan apartemen yang semakin cantik.

Nah, selain itu, saya juga bisa bersantai di pantai tanpa harus bepergian jauh bahkan bisa hanya dengan naik bus berbiaya murah. Kalian mungkin berfikir bahwa untuk liburan ke Penang itu harus dengan budget besar namun tentunya bisa disesuaikan dengan budget dan gaya liburan masing-masing.



Ngapain Aja Cuma 3 Hari di Penang?

Kawan kerja suka memberikan komentar begini,"kok bisa udah di Medan aja nih,kak?". Perasaan ketika lihat story masih di Penang, tapi dalam hitungan jam sudah balik ke Medan lagi nih.

Terdengar berlebihan pastinya namun faktanya sih memang hanya waktu singkat juga sudah cukup untuk bepergian ke Penang. Apalagi jika ingin sekedar makan tomyam atau laksa di pinggir pantai Batu Feringgi.

Nah, baru jangka waktu 3 bulan saja sudah sampai di Penang lagi nih. Kemarin terakhir November 2022 dan ini akhir bulan Januari 2023 sudah kembali lagi. Saya baru menuliskan momen selama di Penang itu pada awal Februari.

Banyak hal yang bisa dilakukan sebenarnya meskipun hanya punya waktu 3 hari di Penang. Minimal kalian bisa melakukan penjelajahan di sekitar George Town. Sejak awal pertama main ke Penang tuh selalu suka menelusuri kawasan rumah-rumah tua di daerah George Town. 

Beragama nama lebuh ada di daerah tersebut bahkan bisa juga melihat ke sekitar Little India. Nah, saya pun suka mampir di restoran India tetapi cuma makan nasi kandar sesekali saja dikarenakan tidak terlalu suka dengan bau karinya.

Pada saat terakhir ke Penang bulan Januari ini hanya ingin makan tomyam di Nana Tomyam karena pada November lalu ternyata sedang tutup. Padahal saya sudah berjuang sekali untuk mengingat lokasinya karena pertama kali dulu tuh tahun 2019 makan disana saat malam hari sehingga sudah lupa posisi tepat dari Nana Tomyam tersebut.

1. Jelajah Kota Jalan Kaki atau Naik Bus

Kalian mau liburan hemat? Bisa banget di Penang lho! Cukup berjalan kaki menelusuri setiap lebuh untuk mencari beragam street art yang instagrammable. Tentunya tidak mau melewatkan mengabadikan momen dengan berfoto di depan beragam mural. 

Memang cukup butuh usaha untuk mencari setiap mural yang berada di lorong-lorong kecil. Tetapi kalian bisa menemukannya kok dengan melihat peta wisata yang biasanya tersedia di hotel atau tempat kalian menginap.

Mau melihat spot wisata yang sedikit lebih jauh atau ingin nikmati jalan-jalan dalam mall di Penang, bisa juga naik bus saja bahkan ada yang gratisan lho! Hanya saja beberapa spot tidak terjangkau oleh bus CAT yang gratis maka kamu bisa coba Rapid Penang yang nomor lainnya dan bayar dengan biaya yang lebih hemat.



2. Hunting Kuliner

Siapa sih yang jalan-jalan tanpa makan? Akankah kuat untuk menelusuri beragam spot wisata? Hmm, tentunya ide bagus jika kamu hunting kuliner di Penang karena hampir semuanya sangat lezat. Tetapi pastikan tahu apakah halal atau tidak karena ada banyak juga street food atau tempat makan yang menyajikan makanan non halal.

3. Foto di Mural

Kalian pernah dengar pelukis terkenal asal Lithuania? Yah, ia adalah Ernest Zacharevic yang hampir seluruh mural di Penang adalah karyanya bahkan di Medan juga ada lho! Kalian pasti ingin berfoto di depan setiap street art tersebut apalagi memang ada makna dari setiap mural yang ada.

Gimana? Apakah sudah tertarik buat main ke Penang dalam waktu singkat saja? Yeah, why not? Kalian bisa santai dengan suasana disana tanpa harus mengeluarkan budget cukup besar.









 Ketika bepergian mengunjungi sebuah negara terutama untuk menginjakkan kaki di sebuah lokasi baru, saya selalu suka melakukan review terutama tempat tinggal yang digunakan selama bermalam disana. Kali ini melanjutkan artikel yang berhubungan dengan Dubai yaitu tempat bermalam selama satu hari satu malam di Dubai. Apa sih nama hotelnya saat one night in Dubai? Penasaran kan? Selengkapnya diulas di bawah ini yuk!

Review Holiday Inn Dubai Al-Maktoum Airport, UEA

Berhubung jatah liburan sangat singkat dimana cuma bisa menghabiskan waktu sehari semalam maka sudah dipastikan hanya sebentar saja di Holiday Inn Dubai Al-Maktoum Airport ini. Meskipun hanya menghabiskan beberapa jam saja untuk merebahkan badan namun tetap memiliki kesan mendalam dikarenakan merupakan pertama kalinya bisa tidur manja di Dubai lho.



Menelusuri Kamar Nyaman Holiday Inn Dubai Al-Maktoum

Saya beserta rombongan tiba di Dubai sudah menjelang tengah malam. Perjalanan dari bandara sampai ke hotel menghabiskan kira-kira sekitar 45 menitan dengan menggunakan bus. Kami menunggu di luar bandara sampai bus tiba. Ternyata ada kejadian yang dimana tas mini kabin salah satu jemaah hilang di bandara. Lebih tepatnya sih salah meletakkan sehingga tour leader mencoba menghubungi pihak lost and found.

Hingga beberapa jam belum juga ditemukan maka kami pun segera naik ke bus dan segera menuju hotel. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat sehingga ekspresi semuanya sudah tidak bersemangat. Ingin menemukan tempat tidur saja dan beristirahat sebelum esok harinya akan melakukan one day tour.

Ketika tiba di hotel masih harus menantikan kunci kamar dikarenakan kami semua berjumlah 50 orang maka harus sabar menunggu koordinasi dari tour leader. Syukurnya kunci kamar saya segera diberikan dan segera masuk lift menuju kamar.

Ternyata kamarnya tidak mengecewakan karena ruangan cukup lebar dengan pencahayaan kamar yang juga bagus. Begitu pula ada jendela yang bisa memandang ke luar melihat suasana kota. Selain itu, ada beberapa fasilitas kamar yang membuat nyaman dan betah berada di dalamnya.

Seperti biasa memasuki kamar hotel maka tidak lupa melakukan sesi pemotretan dan membuat video tour buat kenang-kenangan. Saat ini sedang berada di Dubai dan merasakan langsung one night in Dubai maka harus ada donk video suasana kamarnya.

Beberapa fasilitas kamar yang ada di Holiday Inn Dubai Al-Maktoum ini yaitu:

1. Setrika

Bagi seorang traveler yang suka tampil cantik dan rapi maka adanya setrika itu sangat penting. Pakaian yang sudah di dalam koper tetap saja tidak akan sama tampilannya dengan baju yang baru disetrika kembali saat itu juga. Maka senang saat tahu ada setrika yang tersedia di dalam lemari kamar.

2. Lemari Pakaian

Nah, selain setrika maka dibutuhkan lemari pakaian dengan beberapa hanger sehingga kita akan mudah menyimpan pakaian dengan rapi dan tidak terlihat. Suasana kamar pun tetap rapi dengan pakaian dan barang yang bisa dimasukkan ke lemari.

3. Teko Air Panas

Meskipun kami mendapatkan sarapan dari hotel di pagi hari dan tentu saja bisa nikmati minuman hangat namun tetap saja perlu adanya teko air panas ini. Kami perlu untuk menghangatkan minuman yang bisa dinikmati pada malam hari. Begitu pula dengan kopi dan gula juga ada lho.

4. Televisi

Saat liburan sangat jarang menghabiskan waktu di kamar untuk menonton namun biasanya saya suka menghidupkan televisi sekedar untuk mengenal channel lokal dari sebuah negara.

5. Meja Kerja

Ini penting sekali pula bagi traveler yang suka mengerjakan pekerjaan dari mana saja. Semakin nyaman bekerja di depan laptop jika ada meja proper untuk digunakan.



6. Telepon

Sebagaimana biasanya kamar hotel, telepon juga tersedia di Holiday Inn dimana memudahkan jalin komunikasi ke resepsionis jika ada hal-hal yang diinginkan.

7. Kamar Mandi Shower

Jika menginap di sebuah hotel, hal yang menjadi perhatian utama juga suasana kamar mandinya. Hal ini meliputi pencahayaan dan apa saja yang terdapat di dalam kamar mandi tersebut. Beberapa amenities tersedia seperti sabun, shampoo, sikat gigi, odol, tissue dan lainnya. Hanya saja untuk sabun dan shampoo sudah menempel di kamar mandi dalam ukuran besar sehingga tidak bisa dibawa. Ini ide yang bagus sekali menurut saya karena ada banyak orang yang suka bawa beragam barang dari hotel.



Fasilitas Holiday Inn Dubai Al-Maktoum Airport

Berhubung saya beserta rombongan jamaah lainnya tidak terlalu menghabiskan waktu di Holiday Inn Dubai Al-Maktoum Airport ini maka tidak semua fasilitas bisa dinikmati. Nah, namun nantinya jika kembali lagi atau kawan melalak cantik ingin bermalam disini maka sudah tahu apa saja fasilitas yang tersedia di antaranya sebagai berikut:

1. Front Desk 24 Hours

Ketika menginap di sebuah hotel atau penginapan manapun pastinya sangat mengharapkan jika bagian front desk selalu stand by selama 24 jam donk. 

2. Newly Built

Bangunan dari hotel ini semua baru karena memang baru saja dibangun sehingga sangat nyaman sekali dengan suasana yang tampak modern.

3. Airport Transfer

Ingin bepergian ke bandara tentu semakin dimudahkan dengan adanya fasilias airport transfer meskipun harus tetap bayar juga sih. Setidaknya tidak repot mencari transportasi lagi terutama jika dibutuhkan pada malam hari ya.

4. Fitness Center

Serunya bisa nikmati fasilitas fitness di sebuah hotel, bisa makan banyak dan tetap berolahraga untuk jaga kebugaran tubuh.

5. Swimming Pool (Outdoor)

Ketika melihat foto kolam renangnya langsung pengen nyebur aja deh. Sayangnya sih memang tidak ada persiapan mau berenang kali ini makanya cuma bisa memandangi saja. Padahal suasana kolamnya cakep dan dijamin betah deh berendam di dalamnya.

6. Restoran

Sajian makanan dan minuman yang tersedia di restoran bervariasi dan rasanya enak. Saya mencoba beberapa menu baik yang ala western maupun middle east. Pelayanan dari para staf juga baik sehingga kita pun nyaman lho saat makan di restorannya.



Well, kamu harus banget deh nikmati bermalam di Hoilday Inn Dubai Al-Maktoum, UEA karena selain fasilitasnya tentu para staf yang melayani dengan baik membuat nyaman berlama-lama disana.







Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates