facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Hello kawan melalak cantik, bagaimana puasa hari ini?. Tetap semangat dan jaga kesehatan. Bulan ramadhan menjadikan kita lebih banyak beribadah dan fokus untuk memperbaiki diri. Sebelum masa pandemi biasanya saat bulan suci,saya suka menjelajahi masjid di sekitar rumah untuk melihat nuansa keramaian. Namun,sekarang hanya bisa di rumah bahkan shalat tarawih yang biasanya berjamaah di masjid. Rasa rindu memasuki masjid menjadikan saya menuliskan kenangan selama mengunjungi masjid di kawasan Asia Tenggara yang dikunjungi selama traveling di luar negeri.

Masjid Sultan Singapura


Masjid Kawasan Asia Tenggara 


Setiap traveler itu punya cara berbeda untuk menikmati proses perjalanannya. Ada yang sekedar duduk diam saja di sebuah tempat favorit sudah bahagia. Ada yang harus mengejar banyak tempat yang sudah diimpikan. Ada yang harus mengunjungi tempat-tempat ibadah ketika melakukan perjalanan. Tipe yang manapun tidak masalah selama menyenangkan diri dan tidak merugikan orang lain.

Saya memilih untuk melakukan banyak hal tergantung dengan mood dan situasi. Biasanya mengunjungi tempat ibadah selalu masuk list dalam perjalanan baik yang merupakan bagian dari agama saya atau bukan. Saat ini, saya ingin membagikan masjid di kawasan Asia Tenggara yang pernah saya kunjungi. Nanti, akan ada kelanjutan untuk tempat ibadah lain yang juga pernah mengisi daftar perjalanan saya selama traveling di luar negeri.

Well, berikut masjid di kawasan Asia Tenggara yang dikunjungi selama traveling di luar negeri:

1. Masjid Jamek Sultan Abdul Samad, Kuala Lumpur, Malaysia


Menurut wikipedia bahwa Masjid Jamek Sultan Abdul Samad ini merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid yang terletak dekat dengan Dataran Merdeka ini dibangun oleh pedagang-pedagang islam yang berasal dari India di persimpangan Sungai Klang dan Sungai Gombak pada penjajahan Britania. Nah,masjid ini begitu indah didesain oleh Arthur Benison Hubback dan dibuka secara resmi oleh Sultan Selangor pada tahun 1909.



Saya pertama kali melangkahkan kaki ke masjid ini pada tahun 2016. Saat itu sedang berlibur dengan teman-teman yang berniat melakukan perjalanan seminggu di Malaysia. Sebelum kedatangan sudah mencari referensi terlebih dahulu masjid indah di Kuala Lumpur dan inilah salah satu yang ada dalam rekomendasi. Bangunan arsitekturnya bergaya Moor,ketika melihat payung-payung di luar mengingatkan akan keindahan masjid di Arab Saudi.

Saat itu,saya sedang berhalangan sehingga tidak bisa melaksanakan shalat di masjid. Saya pun hanya berkeliling di sekitarnya dan menunggu teman yang beribadah. Rezeki memang masih berkesempatan terus datang ke masjid ini hingga akhirnya saya bisa masuk dan melihat interior di dalam. Pada tahun 2017, saya datang lagi ke masjid ini meskipun saat itu juga belum shalat karena kebetulan hari jumat sehingga hanya menunggu teman menjalankan ibadah dan saya berkeliling di pasar dekat masjid.



Selanjutnya pada tahun berikutnya hingga terakhir 2019 lalu,saya pun masih mengunjungi masjid ini. Memang indah dan banyak bermacam ras yang beribadah. Terlihat wajah-wajah Melayu,Pakistan,Arab,Bangladesh dan lainnya yang shalat disana. Hanya saja saya punya kejadian lucu pada tahun 2019. Saat itu,saya bersama seorang teman laki-laki dari Mesir dan satu lagi perempuan yang juga dari Indonesia sedang menjelajah di masjid tersebut.

Seperti biasa membuat update lokasi yang dikunjungi di sosial media,eh ada kawan orang Pakistan yang stay di Malaysia langsung mengejar saya ke masjid tersebut. Saya dan teman pun langsung kabur saja dan mengajak teman yang orang Mesir tadi padahal karena tidak mau bertemu lelaki yang tiba-tiba muncul meskipun sebelumnya memang sudah pernah kenal di Malaysia juga.

Kawan melalak cantik yang baru mau pergi liburan ke Kuala Lumpur,saya rekomendasikan deh untuk mengunjungi Masjid Jamek Sultan Abdul Samad tersebut. Apalagi bisa naik bus go KL gratis atau naik LRT juga bisa kok turun langsung di dekat masjid. Rasakan keindahan dan kedekatan kita kepada sang pencipta. Oh yeah, sekitar masjid juga banyak jualan dan tidak jauh dari pasar seni,bisa sekalian berbelanja setelah mengunjungi masjidnya.

2. Masjid Negara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia


Well,masjid yang dikunjungi berikutnya masih dari kawasan Malaysia maklum inilah negara yang pertama dikunjungi saat itu. Masjid Negara Malaysia atau disebut juga National Mosque ini juga tidak kalah indah dengan Masjid Jamek Sultan Abdul Samad,hanya saja ini terlihat lebih kesan modern. Mengunjungi pertama kali juga pada tahun 2016 bersama teman yang sama ke Masjid Jamek.



Menurut wikipedia,masjid ini dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1965. Masjid yang bisa menampung hingga 15.000 orang jamaah ini merupakan lambang keagungan islam sebagai agama resmi di Malaysia. Masjid ini pun didesain oleh warga lokal Malaysia yang merupakan arsitek yaitu Dato' Baharuddin Kassim.



Saat melihat dari luar langsung terlihat warna modern biru yang indah. Namun, rupa bentuk masih mencirikan khas arsitektur lokal dengan bentuk selasar dan gerbang masuk yang menyerupai rumah panggung Melayu yang dibangung di atas tonggak.



Saya pun berniat untuk berkeliling masjid,menemukan banyak keindahan di sekitarnya. Suara air pancuran yang indah dan bunga-bunga yang ditata secara baik sehingga jamaah yang datang pun akan nyaman melihat sekeliling. Banyak turis yang berdatangan untuk sekedar berfoto maupun benar-benar menikmati keindahan arsitekturnya.



Baik muslim maupun bukan banyak yang mengunjungi namun harus diingat untuk tetap berpakaian tertutup dan sopan. Jika tidak bisa menggunakan jubah yang tersedia di masjid. Biasanya para turis asing yang menggunakannya untuk masuk ke dalam sambil melihat keindahan interiornya. Jika kita melihat dari luar akan tampak menara yang juga indah. Bentuk menara dan atap berpuncak yang ada pada masjid melambangkan kesetiaan. Nah,ternyata konsep ini berdasarkan kepada bentuk payung kerajaan. Menaranya pun berbentuk gambar payung yang menguncup sedangkan atapnya berbentuk seperti sebuah payung yang terbuka.

Kedua kalinya saya pun datang lagi ke masjid ini rombongan bersama sanak saudara yang kebetulan tinggal di Selangor. Yeah,senang sekali rasanya meskipun tidak mengunjungi bersama keluarga ini namun terobati bisa ketemu sanak saudara di negeri orang. Kami pun menggunakan Grab dari Selangor menuju Masjid Negara Malaysia tersebut. Sst,kawan melalak cantik sekalian berfoto di bangunan-bangunan heritage yang tidak jauh dari masjid yah karena semua indah sekali seperti foto saya di bawah ini.





3, Masjid Kapitan Keling, Penang, Malaysia


Saat pertama kali mengunjungi Masjid Kapitan Keling ini memang belum sempat melihat sekeliling halaman apalagi shalat di dalam. Saya dan seorang teman hanya punya waktu sebentar di Penang sehingga ketika malam datang sudah tutup. Lokasinya berada di kawasan George Town dan mudah dijangkau bahkan dengan berjalan kaki jika menginap di sekitar Lebuh Chulia,Lebuh Armenian maupun Lebuh lainnya yang berdekatan.



Masjid Kapitan Keling ini merupakan masjid yang dibangun pada abad ke-19 oleh pedagang muslim India di George Town. Masjid yang posisinya berada di Lebuh Buckingham dan Jalan Pitt (Jalan Masjid Kapitan Keling) ini menjadi pusat bersejarah islam terkemuka yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia George Town dan terletak di pusat lingkungan muslim Tamil di kota tersebut.



Kedua kali mengunjungi masjid tersebut berkesempatan untuk memasuki hingga ke dalam dan melihat langsung keindahan eksterior dan interior. Di bagian halaman samping, ada terdapat makam namun saya kurang tau pasti makam siapa. Masjid ini memiliki desain dengan ornamen yang unik dimana adanya ornamen bunga dan adanya mimbar yang dipengaruhi model Turki Usmani,bentuknya tinggi dengan bulan bintang di ujungnya. Saat terakhir kembali kesana pada akhir tahun 2019 lalu berkesempatan untuk shalat lagi disana dan melihat pelaksanaan shalat gerhana. Saya sangat merekom

4. Masjid Sultan Singapura


Berniat mengunjungi Singapura pada tahun 2017 langsung mencari referensi masjid yang ada disana berhubung memang di negara tersebut cukup sulit menemukan masjid. Mayoritas warga juga bukan beragama muslim sehingga menurut informasi yang pernah saya dengar hanya ada sekitar 5 masjid di negara tersebut. Mata langsung tertuju ke Masjid Sultan ini ketika membaca artikel yang mereferensikan tempat ibadah umat islam di Singapura. Bangunan pun unik serta berada di kawasan yang memang banyak turis berdatangan serta mudah dijangkau.



Masjid Sultan di Kampung Glam merupakan masjid pertama yang dibangun di negara tersebut. Menurut informasi wikipedia bahwa struktur awal masjid ini dibangung sekitar tahun 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan pedagang awal di Singapura yang menjalankan aktifitas perdagangan dengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan saudagar Tionghoa.



Sudah dua kali mengunjungi masjid tersebut tapi sampai sekarang belum berkesempatan untuk shalat di dalam. Mungkin akan ada kunjungan berikutnya hingga bisa beribadah disana. Sejauh ini hanya bisa memandangi keindahan bangunannya dari luar saja. Turis asing pun banyak yang tertarik untuk melihat masjid tersebut sebab merupakan bagian pariwisata Singapura. Saya merekomendasikan kawan melalak cantik untuk kesini sebab mudah terjangkau juga bisa naik MRT dan pastinya jangan lupa sekalian berbelanja di sekitar Arab Street.



5. Songkhla Central Mosque, Hat Yai, Thailand


Akhirnya bisa sampai juga ke Thailand dan mengunjungi masjid yang ada disana. Pada tahun 2018 awal sempat shalat juga di salah satu masjid di Bangkok yang lokasinya tidak jauh dari Asiatique tapi bukan merupakan masjid yang digunakan untuk sekaligus kawasan wisata. Saat itu, saya datang di waktu zuhur sehingga sekalian shalat dan melihat orang-orang yang beribadah berwajah warga lokal Thailand.



Nah, kita lanjut membahas Songkhla Central Mosque yang dikunjungi pertama kali pada tahun 2018 akhir bersama beberapa kawan traveler. Kami menyewa one day trip mengelilingi kawasan Hat Yai kemudian driver membawa kami ke masjid ini. Itulah kami bisa mengetahui bangunan masjid tersebut dan lokasinya sangat sepi bahkan kami tidak melihat warga yang berlalu lalang. Saat shalat di dalam pun melihat banyak juga warga Malaysia yang sedang liburan dan shalat disana.

Bangunan masjid masih tampak terlihat baru dan memang baru dibangun pada tahun 2001. Di sekitar masjid akan menemukan keindahan alam Songkhla. Pada bagian halaman depan masjid terdapat kolam air yang indah ditambah bukit barisan yang berjajar di depannya menambah keindahan. Bagian dalam masjid cukup luas dan bersih. Saya merekomendasikan untuk kawan-kawan mengunjungi masjid tersebut namun coba dengan sewa one day trip saja karena supir akan menunggu kok hingga kita selesai beribadah.



Oh yeah,kedua kalinya saya berkunjung ke masjid ini tahun 2019 bersama rombongan ibu-ibu yang saya pandu untuk berkeliling 3 negara. Btw, kawan melalak cantik yang mau liburan tapi bingung boleh loh bareng dengan melalak cantik saja.

6. Masjid Putra Malaysia, Putrajaya, Malaysia


Well,meskipun sudah beberapa kali ke Malaysia namun mengunjungi Masjid Putra ini baru sekitar Maret 2019. Berhubung kesana memang cukup jauh dari pusat kota Kuala Lumpur,kebetulan saat itu naik mobil teman yang stay di Malaysia sehingga tidak terlalu sulit menjangkaunya. Masjid ini sangat indah dari segi bentuk arsitekturnya. Saya pun senang karena dari sekian kali ke Malaysia baru ini berkesempatan datang melihat langsung.



Masjid ini bernama Masjid Putra yang diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yaitu Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj dibangun pada tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Saya melihat keindahan di sekitar masjid dan tampak seperti terapung-apung karena terletak di bibir danau buatan ini. Tentunya dari masjid ini pun bisa terlihat keindahan danau yang luas dan kawasan Putrajaya yang asri.



Bagaimana kawan-kawan?. Semoga cukup membantu informasinya yah untuk semua. Ketika wabah ini berakhir,silahkan kunjungi satu persatu jika belum pernah. Saya pun berkeinginan mengunjungi masjid indah lainnya di belahan dunia,berdoa tahun ini bisa shalat di benua Amerika. Doa di bulan ramadhan semoga dijabah Allah SWT,aamiin ya rabb. Kamu yang punya rekomendasi masjid lainnya di kawasan Asia Tenggara boleh komentar di kolom bawah yah.




















Halo kawan melalak cantik, gimana menjalani ramadan selama di rumah aja?. Semoga semua tetap kuat dan bahagia selalu yah. Meskipun sedang puasa tapi kali ini saya mau membagikan kuliner yang dimakan selama di Penang ketika liburan tahun baru yang lalu. Siapa yang penasaran dengan makanannya?. Hmmm, akhirnya menemukan masakan Indonesia juga disana dan rasanya pun tidak diragukan lagi sehingga penuh pengunjung ketika jam makan siang. Mari kita baca satu persatu di bawah ini. Oh yah, mencari referensi hotel bisa juga singgah ke Hotel Royal Penang.

Makanan Halal yang Dimakan Selama di Penang


1. Honey Chicken


Well, saat itu saya sedang menunggu teman di Queensbay Mall sehingga makanan yang dicari pun berada di sekitar mall tersebut. Setelah berkeliling foodcourt,akhirnya memutuskan untuk menuju stand kuliner Thailand bernama Sukhothai Thai Food. Dari semua kuliner yang tersedia ingin dicoba namun sudah pasti tidak akan cukup perut untuk menampung semuanya.



Finally, memutuskan untuk menyantap honey chicken pada siang itu. Aroma madu yang manis terhirup ke hidung. Ayam yang sudah dipotong beberapa bagian disiram kuah madu kental yang manis. Yeah,ayam yang disajikan hanya digoreng kemudian diberi hiasan daun sop diatasnya serta dua buah timun di pinggirannya. Syukurnya nasi yang disajikan juga standard pada umumnya sehingga tidak terlalu kekenyangan saat menghabiskan honey chicken tersebut. Harga pun kategori normal untuk ukuran makanan di dalam mall,sekitar RM13.90.

2. Rumput Lekor


Nah,makanan selanjutnya yang dimakan adalah rumput lekor. Awalnya mencari tau seperti apa bentuknya karena Aya yang memesan kuliner tersebut. Ia cukup banyak mengetahui makanan di Penang sebab sudah beberapa tahun kerja di negeri jiran tersebut. Setelah dilihat dan dirasakan maka menyimpulkan rumput lekor ini terbuat dari tepung yang kemudian dicampurkan ikan. Bentuknya panjang dan digoreng kering seharga RM3. Di Indonesia sih lebih seperti jajanan yang biasa dijual di sekolahan dan disiram kuah.



3. Curry Lani Garlic Naan


Menu masakan berikutnya adalah curry lani garlic naan. Saya biasanya bukan penikmat masakan India tapi kali ini sungguh menikmati di Restoran Kapitan George Town. Rasanya tergolong tajam dengan berbagai bumbu yang diracik di dalamnya. Aromanya pun menajam di hidung saat staf restoran meletakkan di atas meja.

Curry Garlic Naan


Penampilannya mungkin biasa saja seperti masakan India atau Pakistan pada umumnya. Roti tentu tidak ketinggalan untuk dicampurkan dengan ayam dan bumbu. Makan langsung menggunakan tangan jauh lebih nikmat karena bisa mengaduk roti dan bumbu bersamaan. Restoran yang buka 24 jam itu selalu ramai pengunjung dan sepertinya memang favorit menyajikan masakan terbaik. Oh yeah, curry lani garlic naan ini seharga RM11.10.

4. Tomyam


Makanan ini entah berapa kali dimakan saat berada di Penang bahkan sejak malam pertama kedatangan langsung menyantap sajian tomyam tersebut. Masakan ini memang bukan berasal dari Malaysia tetapi Thailand. Namun,rasa sup ini sungguh menggoyang di lidah apalagi dengan campuran aneka seafood yang lezat. 



Ketika menyantap di Penang,saya mencoba di beberapa restoran mulai dari sebuah tempat makan di daerah Jalan Dato Koyah hingga menikmati langsunng di salah satu restoran hits yaitu Nana Tomyam. Tidak heran jika dipenuhi oleh pembeli sebab rasanya pun sungguh nikmat dengan ketajaman rempah dan asam yang segar. Saat itu,saya langsung makan di tempat sebab posisinya tidak jauh dari penginapan yaitu Tido Hostel. Hmm, Nana Tomyam ini berada di Jalan Transfer sehingga bisa berjalan kaki atau naik GRAB. Oh yeah,meskipun sendirian dan banyak dilihat oleh orang-orang tapi cuek aja yang penting bahagia.

5. Laksa


Siapa yang tak kenal laksa saat di Penang?. Kuliner yang satu ini memang dikenal di Malaysia. Laksa Penang ini pun cukup tajam apalagi aroma kincong yang menyengat di hidung dan saat masuk ketonggorokan. Kecombrang adalah nama yang sesuai di wikipedia namun di beberapa kota memiliki nama tersendiri untuk nama tumbuhan tersebut. Di Malaysia dan Singapura,kecombrang memang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.



Saya menikmati laksa di sebuah kedai makan sekitar Batu Ferringhi. Rasanya mungkin bukan yang terbaik di antara laksa lainnya yang ada di Penang. Namun,berhubung suasana yang indah dengan suara ombak menjadikan kenikmatan tersendiri dalam menyantap laksa tersebut. Cerita selengkapnya boleh dibaca Menyantap Laksa Sendirian di Batu Ferringhi Beach. 

6. Ikan Bakar Restoran Padang


Setelah berhari-hari makan dengan masakan yang tidak sesuai lidah. Akhirnya menemukan rumah makan yang dimasak oleh orang Indonesia. Masakan yang disajikan pun khas restoran Padang,rasanya sudah pasti tidak diragukan. Pengunjung pun sangat ramai saat jam makan siang dari berbagai etnis. Saya memilih ikan bakar dengan sayur gori saat pertama kali makan disana. Hari berikutnya masih makan siang di restoran tersebut dan tetap memilih ikan bakar.



Well,itulah aneka makanan halal yang dicobain selama di Penang,tentunya masih banyak aneka kuliner lainnya. By the way, kamu sudah coba makanana apa disana?. Silahkan komentar di bawah yah.
Pecinta traveling pasti mulai merasa kegelisahan sebab tidak bisa melangkah keluar rumah apalagi untuk melakukan perjalanan jauh. Tidak sedikit yang harus bersedih merelakan sobek tiket atau perjalanan impian harus tertunda sebab kehadiran covid-19. Menurut saya,apalah arti liburan jika tidak menikmati dan penuh kerisauan atas keselamatan. Marilah kita bertahan di rumah saja,berada di rumah tercinta hingga masa tiba kembali untuk traveling keliling kota di Indonesia maupun menikmati keindahan belahan dunia lainnya.



Traveling Means Life


Saya paham sekali bahwa melakukan perjalanan artinya masih ada kehidupan ini. Merasakan langsung dinamika kehidupan melalui sebuah perjalanan yang dilihat di berbagai tempat dan dari sudut pandang beranekaragam. Berhubung kedatangan covid-19 maka para traveler harus sabar di rumah saja. Suntuk sudah pasti karena biasanya lebih banyak di luar rumah namun sekarang justru lebih banyak di rumah. Nah, saya sendiri sudah jelas merasakan suntuk tapi tidak mau larut dalam kesuntukan sehingga nikmati buku-buku perjalanan yang dimiliki.

Baca Juga Yuk Kegiatan Asik Lainnya Bisa Dilakukan di Rumah Aja

Well, apakah kawan melalak cantik ingin tahu buku-buku perjalanan menarik yang saya baca?. Baca selengkapnya yuk di bawah ini:



1. Scandinavian Explorer


Buku bercerita tentang 18 hari backpacking mengintip Fjord,Viking dan Salmon. Asanti Astari menceritakan pengalaman perjalanan yang menarik hingga saya makin terobsesi segera mengunjungi negara-negara Scandinavian. Sejak dulu bermimpi bisa menjelajahi beberapa kota Scandinavian terutama Swedia yang mana suka baca dongeng dari negara tersebut tentang putri-putri cantik.



Selain Swedia tentunya ingin ke Denmark,Norwegia yang juga bagian dari Scandinavian. Negara-negara Scandinavian memang terkenal sebagai kawasan negara-negara mahal yang membuat takut untuk mengunjunginya. Dari membaca buku ini menambah referensi tentang budget yang perlu dikeluarkan jika ingin kesana dan semakin memotivasi agar berani melangkahkan kaki meskipun negaranya dikenal mahal.



Penulis pun membuka pola pikir bahwa backpacker sekalipun bisa menaklukan Scandinavian ini. Dalam catatan perjalanannya selama kurang lebih 3 minggu, penulis mengajak menembus birunya fjord dan hijaunya hutan pinus Norwegia,menjelajahi negaranya ABBA dan menyaksikan gemerlapnya Tivoli Denmark.

2. Crossroad


Kenapa membeli buku ini?. Well,mungkin kawan melalak cantik bertanya-tanya tentang alasan saya untuk mengkonsumsi buku tersebut. Cerita perjalanan ke Toraja yang selalu saya impikan sejak kuliah namun belum tercapai hingga saat ini. Sepertinya akan segera menghampiri Toraja sebentar lagi setelah menikah tahun ini bersama suami.



Rossa Indah sebagai penulis mampu menciptakan imajinasi saya semakin liar untuk berpergian ke Toraja meskipun cukup menyeramkan jalur menuju kesana dengan kondisi jalur yang sempit. Cerita road trip menarik hingga menemukan pilihan hati. Memang jika kita bosan dengan keriuhan kota sudah sangat cocok untuk berpergian ke daerah. Yeah, begitulah juga yang dirasakan Rossa dengan kegerahan dan kelelahan rutinitas dan suasana Jakarta.



3. Keliling Sumatera Luar Dalam


Sebagai putri kelahiran Sumatera rasanya senang membaca buku ini. Awal melihat cover bukunya pun langsung jatuh cinta untuk membeli. Alhasil baca lebih dari sekali ternyata tidak membosankan apalagi penulis bisa mengisahkan berbagai cerita perjalanannya. Saya pun semakin bersemangat memenuhi daftar provinsi yang ingin dikunjungi di Pulau Sumatera terutama Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.



Selain mengunjungi provinsi yang belum pernah didatangi pastinya juga ingin kembali ke provinsi kelahiran deh. Sejak lahir hingga sekarang belum pernah kesana lagi yaitu provinsi Sumatera Barat. Yeah, saya kelahiran Ophir yang terletak di sekitar Pasaman Barat. Membayangkan ingin kembali kesana pasti menyenangkan sekali meskipun saya bukan suku minang tapi ada feel yang berbeda.


4. The Naked Traveler


Siapa yang tak kenal Trinity?. Seorang backpacker wanita Indonesia yang keliling dunia membagikan cerita serunya yang memiliki lika-liku dalam perjalanan. Saya baca seri yang pertama dan beberapa seri lanjutannya. Membuka mata untuk melihat dunia semakin luas bahwa ada banyak cerita yang seharusnya tidak sekedar dibaca tapi bisa dirasakan langsung di tempat tujuan.



Buku ini juga ditulis dengan gaya bahasa yang santai dan ringan sehingga mudah dipahami apalagi cerita-ceritanya ditambah dengan catatan dan ada foto setidaknya bisa membayangkan dan melihat visual hitam putih. So far, saya selalu suka baca bukunya bahkan ikut serta berkunjung ke blognya juga.

5. Flashpacking Australia


Sebagai pekerja 7 to 4 yang masuk senin hingga sabtu maka buku ini cocok banget menjadi referensi untuk liburan singkat. Yeah,sudah pasti butuh budget yang lumayan sebab negara yang dikunjungi pun Australia. Tapi Deedee Caniago mampu menyemangati kita dengan cerita perjalanannya apalagi banyak trik untuk mengurus urusan administrasi dan lain sebagainya. Oh yah, ia juga menyertai tips asyik traveling ke Melaka dan Singapura. Saya pun punya cerita traveling ke Singapura,boleh banget loh baca nambah referensi yang mau kesana.



Baiklah, kelima buku tersebut yang menemani aktifitas di rumah aja. Meskipun saat seperti ini tidak bisa ke toko buku tapi tetep bisa belanja online kan. Eh, melalak cantik juga punya referensi toko buku menarik di Penang bernama Book Excess. Kamu harus banget deh main kesana melihat aneka koleksi mereka.

Oh yeah,tentunya masih ada banyak koleksi buku menarik lainnya yang saya baca sebab saya punya alasan kenapa harus baca buku setiap hari. Buku itu sudah seperti teman harian yang selalu menemani meskipun sedang sendiri.

Silahkan Baca Juga 5 Alasan Harus Membaca Buku Setiap Hari
Pandemi covid-19 ini masih mendekati,berada di sekitar kita seperti tidak ada rasa bersalah . Warga dunia dimana pun berada masih resah dengan keberadaannya. Apalagi para pelaku pariwisata pasti terpukul dengan keadaan ini. Biasanya ada penghasilan untuk guide, tour leader, supir bus, penjual souvenir, pedagang jajanan pasar maupun travel blogger. Namun, kali ini sungguh merasakan dampak dari kehadiran covid-19.

Boleh Baca Juga Suasana Tahun Baru di Pattaya,Thailand

Meskipun keadaan sedang tidak bersahabat tetapi impian tetap harus berlanjut. Hal-hal yang ingin dicapai harus tetap dilakukan meskipun tertatih ketika akan meraih. Saya pun memiliki beberapa negara impian yang akan dikunjungi namun tahan dulu hingga semua ini sudah selesai kembali normal. Nah, dari sekian banyak negara impian yang belum pernah dikunjungi nantinya akan dituliskan dalam artikel khusus. Kali ini hanya ingin berbagi alasan ingin kembali ke Bangkok lagi yang merupakan surga belanja murah meriah bagi pecinta fashion seperti saya.

Liburan Melalak Cantik di Bangkok,Thailand


Alasan Ingin Kembali ke Bangkok


So, apakah kawan melalak cantik penasaran dengan alasannya?. Check it out,selengkapnya sebagai berikut:



1. Bangkok itu Bebas


Mungkin kawan melalak cantik yang suka kebebasan dalam artian bebas yang tidak meluas akan senang untuk kembali ke Bangkok. Yeah, kota ini bebas untuk bersenang-senang menikmati musik,party,berpakaian dan lain sebagainya. Lihatlah bagaimana para turis bisa sangat menyukai Bangkok karena bisa bebas melakukan banyak hal.



2. Bangkok itu Murah


Bayangin aja jika liburan ke Singapura sehari bisa habis hingga satu juta rupiah untuk makan,tempat tinggal dan transportasi. Nah, saat di Bangkok bisa lebih banyak yang dibeli dengan uang satu juta rupiah. Banyak jualan yang murah termasuk makanan,alat make up, pakaian dan lain sebagainya.



3. Bangkok itu Fashionable


Penggila fashion pasti senang ke Bangkok apalagi harganya yang murah meriah. Yeah, dengan kualitas kain yang bagus,model menarik dengan harga di bawah seratus ribuan bisa didapatkan. Saya pun saat liburan kesana beberapa tahun lalu menyempatkan untuk belanja pakaian pribadi. Hmm, coba lihat deh banyaknya penjual pakaian di Indonesia yang ambil barang ke Bangkok meskipun saya pernah dengar bahwa orang sana juga ambil ke Bandung. Berhubung saya tidak tahu kebenarannya maka tetap saja suka belanja di Bangkok karena modelnya unik dan tidak pasaran.

4. Bangkok itu Ramah


Saya mengkategorikan Bangkok itu ramah,tidak beda jauh kok dengan keramahan orang Indonesia. Eh,bisa jadi beda orang yah beda persepsi. Selama ini sih senang saja dengan senyum dan keramahan warganya. Bahkan sebagai solo traveler sering berkeliaran sendiri masih terbantu dengan orang lain yang justru menegur dan mau memberikan informasi. Apalagi ketika di jalan raya,para petugas mau memberi info tentang nomor bus dan lainnya meskipun bahasa masih menjadi kendala komunikasi.



5. Bangkok itu Candu


Well, saya bertanya dengan beberapa teman yang sudah pernah ke Bangkok juga mengatakan bahwa liburan ke Bangkok itu candu. Saat sudah sekali maka ingin berkunjung lagi dan selalu senang saat berkunjung kesana. Seperti tidak ada beban saat liburan termasuk untuk solo traveler tetep bisa menikmati setiap sudut kotanya.



Liburan Melalak Cantik di Bangkok,Thailand


Well,itulah yang saya rasakan saat berada di Bangkok dan hal-hal tersebut yang menjadi alasan ingin kembali. Semoga covid-19 segera berakhir agar bisa liburan kesana lagi dalam waktu dekat. Mari tetap jaga kesehatan yah,kawan melalak cantik.

Boleh Baca Juga Aktifitas di Rumah Aja Masa Pandemi
Hai kawan melalak cantik,melanjutkan cerita perjalanan selama berhari-hari di Penang yang masih meninggalkan kesan. Sebelumnya sudah berbagi kisah makan laksa sendirian di Batu Ferringhi pada hari ke empat. Kemudian saya pun melanjutkan aktifitas traveling sendirian ini dengan orang-orang baru yaitu jalan-jalan ke Penang National Park di hari kelima.

Teknik Fotografi Malam Hari Melalak Cantik
Mencoba Teknik Memainkan Cahaya


Perjalanan Sendirian di Awal Malam


Setelah seharian berjalan-jalan pada hari sabtu, 28 Desember 2019 bersama teman-teman baru yang merupakan mahasiswi dari Selangor. Pada malam harinya, mereka melanjutkan pencarian kuliner di Penang sedangkan saya belum ada rencana menghabiskan malam.

Kemudian, saya pun memutuskan berjalan kaki ke kawasan Lebuh Chulia untuk mencari makan malam di sekitarnya. Setelah itu,berkeliling kota sambil memotret beberapa sudut bangunan yang menarik pada malam hari. Bahkan malam itu pun sempat video call bersama teman-teman grup lalap dari Medan sepanjang jalan saat berjalan kaki.

Mee Goreng Penang
Mee Goreng di Kawasan Lebuh Chulia




Love Lane Merupakan Lorong Cinta


Saya pun berjalan cukup jauh sehingga keringat mulai bercucuran. Melihat ke kanan dan kiri yang tidak terlalu ramai atau mungkin memang kawasan ini bukan tempat keramaian. Berjalan lebih cepat menuju Love Lane karena ada banyak cafe menarik untuk menghibur diri sendiri disana. Kemudian,saya pun mengecek smartphone bahwa ada janji bersama seorang lelaki dari Arab Saudi. Finally,kami putuskan untuk bertemu di Love Lane yang setidaknya ada banyak pilihan tempat untuk duduk santai.

Berhubung ia tidak mengenal banyak tempat di sekitar Love Lane maka saya merekomendasikan cafe yang pernah dikunjungi sebelumnya saat meet up couchsurfing tahun 2018. Yeah, cafe tersebut cukup ramai sebab bersebelahan dengan Guacamole yang menyajikan live music dan sudah pasti penuh traveler juga. Kami pun mengambil posisi duduk di bagian luar Wheeler's cafe  agar lebih menikmati udara malam. Pesanan pun jatuh ke strawberry juice yang tampak segar sehingga obrolan pun mengalir menyenangkan dimulai dari saling cerita diri sendiri.

Wheeler's cafe Penang
Wheeler's Cafe Sebelah Guacamole

Wheeler's cafe Penang
Strawberry Juice Wheeler's Cafe Penang


Belajar Fotografi Keliling Kota di Malam Hari


Mengobrol hingga hampir 2 jam rasanya mulai bosan apalagi tidak tertarik untuk memesan makanan di cafe sekitar. Ia pun mengajak untuk berkeliling kota sambil berjalan kaki agar santai sambil berbicara tentunya. Banyak bangunan heritage yang dijumpai,sekeliling terlihat lampu yang menerangi setiap sudut tempat. Bahkan beberapa lokasi belum saya jelajahi sebelumnya makanya ini senang banget bisa menambah lokasi penjelajahan.

Teknik Fotografi


Ketika dalam perjalanan,ia pun meminjam kamera saya dan kemudian memotret dengan berbagai teknik. Ia pun menunjukkan beberapa cara mengambil objek yang menarik. Cukup lama berhenti di setiap tempat sebab ia begitu fokus mengajarkan saya sementara yang diajarin malah kurang semangat. Kami terus berjalan hingga melewati Masjid Kapitan Keling kemudian kembali lagi ke kawasan Lebuh Chulia.

Teknik Fotografi di Malam Hari

Teknik Fotografi di Malam Hari


Menikmati Malam di Micke's Place Love Lane


Sekitar sejam lebih berjalan keliling kota hingga akhirnya tidak ada tujuan lagi. Ternyata kebersamaan ini belum selesai,ia meminta untuk ditemani menikmati sisha di kawasan Love Lane. Yeah,berhubung saya tidak ada rencana malam itu maka bukan hal yang sulit untuk menerima tawarannya. Kami pun pergi menikmati live music di halaman luar Micke's Place Love Lane. Ia memesan sisha dan saya pun menikmati segelas jus sirsak.

Micke's Place Love Lane


Musik malam itu menyenangkan dari para penyanyi band yang memiiliki suara bagus. Sesekali saya pun ikut bernyanyi hingga ia menawarkan untuk tampil di cafe tersebut. Di antara suara yang riuh tetap kami bisa bercanda tawa dan memainkan beberapa permainan untuk seseruan. Malam itu pun dihabiskan hingga tengah malam kemudian kembali pulang sebab saya harus berjalan kaki menuju Tido Hostel.

Yeah,begitu menyenangkan sekali malam itu hingga masih ada cerita kebersamaan di hari berikutnya. Tungguin yah moment pemotretan bersama lelaki tersebut yang memang merupakan fotografer dan videografer di stasiun televisi di Arab Saudi. Btw, ada yang punya cerita perjalanan bersama orang baru yang seru?. Ayo silahkan bercerita di kolom komentar yah,kawan melalak cantik.




Saya masih teringat sensasi berada di sebuah hotel sendirian dan sedikit menakutkan. Kenapa bisa? Yeah,mari menikmati cerita selengkapnya yang membuat televisi dalam kamar hidup dari malam hingga pagi hari untuk menemani.

Deluxcious Luxurious Heritage Hotel Penang

Sensasi Bermalam di Deluxcious Luxurious Heritage Hotel Penang


Saat traveling tentu pemilihan tempat tinggal sangat menjadi pertimbangan. Nah,sebenarnya saya sudah antisipasi untuk tidak mengambil hotel ini. Awalnya memang tergoda karena penampilan luar yang mewah namun saat melihat lebih jauh mulai merasa ada hal yang aneh hingga membuat takut. Well,akhirnya lebih memilih Hotel Royal Penang pada malam pertama tiba di Penang. Tapi,kenapa bisa kembali ke Deluxcious Luxurious Heritage Hotel?.

Awal Cerita Bermalam yang Menyeramkan


Saya berada di Deluxcious Luxurious Heritage Hotel itu pada malam terakhir di Penang. Awalnya itu dikarenakan teman yang memesankan. Yeah,ini mirip kejadian saya dan Kiki menginap di Red Inn Court Penang yang juga sedikit menyeramkan itu. Memberikan wewenang ke teman untuk memesankan sesuka hati sehingga akhirnya nikmati sendiri.

Saya berfikir bahwa akan ada teman menemani disini,Yuyun pun sudah dihubungi namun tidak bisa pergi malam itu. Finally, saya pun memutuskan untuk pergi keluar terlebih dahulu dan kembali ke hotel sekitar hampir tengah malam dan area hotel ini memang sangat sepi. Teman yang memesankan berfikiran ini yang paling bagus di kawasan itu berhubung lokasinya juga tidak jauh dari Tido Hostel dimana saya bermalam disana sebelumnya.

Baiklah,saya ingin langsung menceritakan pengalaman di hotel tersebut yang penuh sensasi pastinya. Mulai dari biaya deposit yang cukup tinggi hingga resepsionis yang kurang ramah saat mengetahui bahwa saya tidak mau membayar sesuai yang diminta. Kawan melalak cantik juga pasti berfikir deh mau bayar deposit yang lebih mahal daripada harga kamarnya. 

Resepsionis Kurang Kooperatif


Saat saya tiba dan turun dari grab, melihat nuansa hotel yang cukup sepi di bagian halaman. Melirik ke samping ada sebuah cafe yang cukup menarik. Dengan dua backpack tentu tidak terlalu sulit namun tetap saja berat ditambah ada satu goody bag isi pakaian kotor. Menghampiri resepsionis tentu menjadi tujuan utama dan memberikan bukti pemesanan yang dilakukan oleh seorang teman. Terlihat sih ekspresi wajah yang standard tanpa kesan baik.

Biasanya bertemu resepsionis pasti ramah melayani dan tersenyum. Seorang cewek yang menjadi resepsionis di hotel tersebut. Dia menjelaskan tentang kamar dan meminta bayaran deposit yang lumayan besar sekitar RM 150. Berhubung sudah mendekati hari mau pulang maka uang cash menipis. Mau pergi ke ATM tentu tidak tepat saat itu berhubung jauh dari tempat keramaian.

Saya pun mengatakan akan membayar esok hari tetapi ia sempat memaksa harus dibayarkan pada saat itu. Finally, saya pun berhasil bicara untuk meyakinkannya meskipun dengan wajah asam. Ia pun mengantarkan ke ruangan yang berada di luar. Sempat shock saat melihat jalur yang dibawanya keluar dari gedung utama. Saya mulai kesal namun berusaha sabar dan akhirnya tiba di kamar bagian luar yang berada di lantai 2. Duh,ekspresi mulai makin tidak manis melihat nuansa yang menyeramkan. Mulai terbayang deh ada yang akan datang menghantui saat malam.

Kamar Sempit Tidak Sesuai Pesanan


Berhubung teman yang memesankan maka saya pun konfirmasi kepadanya tentang kondisi kamar. Ia pun kaget karena tidak sesuai yang dipesan. Awalnya minta single bed malah dikasi double bed,yah namanya tidur sendirian pasti maunya dengan ukuran bed besar. Room pun terlalu sempit dan sudah pasti kamar mandi juga sempit.




Saat masuk ke dalam kamar,saya mulai memperhatikan sekeliling ruangan. So far, bersih dan rapi untuk sprei dan sarung bantal. Ada tambahan bantal kecil juga selain bantal besar utama dengan warna sarung hitam keemasan. Meletakkan tas dan langsung deh rebahan berhubung sudah sangat lelah melakukan perjalanan.

Fasilitas Kamar Standard


Air minum ternyata habis dan lupa beli sebelum ke hotel. Mencari di meja tidak ketemu hingga menghubungi teman minta tolong belikan jika sempat singgah. Eh, ternyata tak kunjung datang sementara sudah kehausan. Saya tidak berfikiran untuk membongkar lemari dan laci sebab takut menemukan hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan pertama kalinya merasa takut dengan makhluk halus saat berada di hotel sendirian.

Saya pun mulai mengintip ke kamar mandi. Ruangan cukup bersih dengan beberapa amenities. Handuk tersedia dengan adanya shower air panas juga. Selesai berkeliling kamar mandi,saya pun keluar dan mulai menghidupkan televisi dan pendingin ruangan. Kamar dengan fasilitas dua tempat tidur,sebuah meja,lemari,pendingin ruangan,televisi,mini lemari es, dan kamar mandi di dalamnya cukup sesuai dengan harganya.



Interior dan Eksterior Hotel 


Kawan melalak cantik yang melihat dari luar pasti akan tergoda dengan tampilan mewah. Begitu juga saat masuk di lobby dan melihat ke sekelilingnya. Lampu mewah bergantungan,cat berwarna putih di setiap tembok ruangan menambah kemewahan. Saat melewati beberapa kamar yang terbuka juga tampak isinya mewah. Tapi menyedihkan ketika diberikan kamar di luar bangunan utama dengan interior yang standard saja. 




Well, sejauh bermalam disana memang tidak nyaman karena bagian luar itu terlihat sangat menyeramkan apalagi kawasan sepi. Berada di bagian samping dengan pintu yang terbuka selalu sehingga orang bisa masuk tanpa diketahui sudah pasti buat takut. Selain makhluk halus tentunya juga takut dengan penjahat atau orang asing yang menggedor dari luar. Overall, saya tidak mau menginap disana lagi karena tidak ada kesan yang begitu menyenangkan apalagi kawasan cukup sepi.

Deluxcious Luxurious Heritage Hotel Penang

Alamat:
15, Jalan Sultan Ahmad Shah, George Town, 10050,George Town,Pulau Pinang,Malaysia

Nomor Telepon:
+60 4-226 9993

Check in time: 15.00
Check out time: Before 12.00
Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates