facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Travel
    • Wisata Indonesia
    • Wisata Asia Tenggara
    • Wisata Turki
  • LifeStyle
    • Beauty
    • Healthy
  • About Me
  • Kontak Informasi

Melalak Cantik- Travel Blog Ririn Wandes

Review Staycation di OYO 429 Skyview Setiabudi Premium Medan - Nikmati staycation dengan budget terjangkau di OYO 429 Skyview Setiabudi Premium Medan sangat nyaman bersama mommy tercinta.




Silahkan dibaca juga yah Review Hotel Royal Penang.

Perayaan Liburan Chinese New Year


Berhubung libur dari sekolah sejak hari jum'at maka aku pun berniat untuk menghabiskan liburan ini dengan staycation. Menjadi single lady enaknya sih bisa bermalam dimana aja dan kapan aja tanpa khawatir dilarang pasangan. Well, aku pun selalu mengutamakan mengajak mommy yang merupakan support system segala aktifitasku.

Dari sekian banyak kudapatkan endorsment menginap di hotel namun mommy belum pernah bisa ikutan bersamaku. Kebetulan minggu kemarin bapake sedang ada acara pesta keluarga di Pekanbaru maka aku dan mommy pun bisa bermalam di hotel. Yeah, mommy enggak ikut berhubung mobil rombongan memang sudah penuh.

Hmm, seorang Ririn Wandes yang memang pecinta petualangan dan susah menghabiskan liburan di rumah saja langsung deh staycation ke OYO 429 Skyview Setiabudi Premium Medan. Jarak dari rumah kesana sih tidak terlalu jauh namun menghabiskan waktu juga sekitar 30 menit lebih dengan mengendarai kereta (red: sepeda motor).



Pelayanan Kurang Memuaskan

1. Resepsionis Lambat

Kenapa langsung membahas pelayanan?. Well, sebenarnya lokasi dan ruangan akan sangat nyaman namun pelayana dan sistem kerja dari para petugas kurang memuaskan dan terkesan lambat. Aku dan mamake harus menunggu sekitar satu jam lebih hanya untuk check in loh. Berhubung memang ini bersatu dengan apartment ditambah lagi akhir pekan sudah pasti tamu membludak donk.




Hmm, saat masuk ke pintu lobby langsung deh ditanya satpam tentang tujuan kedatangan. Kemudian, ia memberikan kartu antrian dan kami mendapatkan nomor 37. Hmm, sungguh ramai pikirku karena memang ruangan lobby pun penuh dengan para tamu yang menunggu. Aku pun bertanya sudah nomor antrian yang ke berapa gitu dan ternyata baru nomor 19. Well, artinya aku dan mamake harus menunggu nomor antrian yang cukup banyak.

Nah, tidak cukup sampai disitu sih menurutku pelayanan  kurang memuaskannya. Selanjutnya, kami pun menunggu hingga nomor antrian ke 37 dipanggilkan. Aku dan mamake pergi ke mini market yang berada di depan lobby (sepertinya memang masih bagian dari apartment ini). Kami pun menunggu di dalam sambil membeli cemilan dengan harga dua kali lipat dari supermarket pada umumnya (red: indomaret/alfamart).

2. Kunci Tak Kunjung Datang


Setelah giliran nomor dipanggil, kami pun langsung masuk ke lobby. Well, masih harus menunggu lagi meskipun sudah melakukan check in. Ternyata kunci kamar masih berada di lantai atas bersama petugas. Aku masih sabar menunggu meskipun mamake mulai menunjukkan ekspresi tidak nyaman atas pelayanan dari petugas. Resepsionis seolah mencoba menelepon petugas yang memegang kunci namun tak kunjung datang.

Akhirnya mamake bangkit dari bangku dan hanya berdiri namun sepertinya resepsionis sadar bahwa kami mulai tidak nyaman sudah menunggu terlalu lama. Tak lama kemudian, pemegang kunci pun datang, aku pun langsung membayar 200 ribu untuk deposit yang bisa diambil ketika check out.

Apakah kamu cari penginapan lainnya di kota Medan?. Silahkan baca juga Review Capsule Inn Medan.

Kebersihan Kamar

1. Kamar Bau Asap Rokok


Baru kali ini deh punya pengalaman kurang asik saat bermalam di OYO padahal selama ini selalu nyaman dan puas baik dari segi pelayanan maupun ruangan kamar. Nah, mamake langsung deh berfikiran bahwa ini ruangan bau rokok akibat petugas tadi yang merokok di dalamnya. Hmmm, pantesan aja petugasnya lama turun dari lantai atas untuk mengantar kunci.

Ruangan kamar ber-AC, sudah tau donk gimana aroma rokok yang bau menyengat di hidung. Mamake lagi tidak nyaman dengan bau asap rokok maka berkali-kali mengomentari aroma di kamar. Saat itu, kami mendapatkan kamar di lantai 6 dengan nomor 32A dengan tulisan OYO di depan pintunya. Sepertinya jika pintu tanpa tulisan merupakan apartment yang disewakan mulai dari perbulan.

2. Fasilitas Kamar 


Well, so far sih memang kamar dalam keadaan bersih ketika aku memasukinya. Namun, memang dari segi aroma rokok saja yang tidak nyaman. Linen tanpa bersih dan tertata rapi, aroma sprei juga masih wangi dan ingin rasanya menjatuhkan badan untuk bersantai.

Properti kamar lainnya juga masih tampak bagus, terdapat televisi, wastafel pencuci piring, meja dan sebuah kursi kayu, lemari es, lemari penyimpanan piring, lemari pakaian, meja kecil diantara bed, AC, kamar mandi with shower, toilet, dan brankas.

3. Kebersihan Kamar Mandi


Menurutku yang biasa menginap di hotel baik dormitory, hotel OYO lainnya bahkan bintang 5 sudah pasti suka memperhatikan kondisi kamar mandi. Biasanya toilet OYO selalu bersih, wangi dan buat nyaman. Namun, kali ini memang sudah sempit dan kurang bersih lantainya. Selama ini juga amenities di kamar mandi selalu banyak dan lengkap. Kali ini hanya toothbrush, toothpaste, body and hair shower gel. Bahkan handuk baru diberikan ketika kami sudah di kamar dan kondisinya juga sudah sedikit koyak. Hmm, memang sepertinya sedang kebanjiran tamu hingga lupa pelayanan kebersihan.



View Kamar Menyegarkan Mata 

1. Pemandangan Sawah


Dari sekian kekurangan dari OYO 429 Skyview Setiabudi Premium Medan ini tentunya ada juga donk kelebihannya. Nah, bangun tidur dengan pemandangan hijau persawahan sungguh menyegarkan mata. Mamake dan aku merasa senang melihat ke luar jendela karena berwarna hijau. So far, memang lokasinya cukup jauh dari keramaian tapi pemandangan yang disajikan menyenangkan mata.



Bahkan teman-temanku yang melihat instastory langsung banyak yang membalas DM dan menanyakan lokasi penginapan tersebut. Nah, berarti kan dari segi view aja sudah bisa memancing orang untuk berdatangan kan. Apalagi menghabiskan malam disana pasti memang lebih menyenangkan seperti yang kurasakan bersama mamake. Kami sungguh santai dan asik dengan view persawahan.

2. Fasilitas Lainnya


Fasilitas di OYO Skyview Setiabudi Premium Medan ini pun sudah cukup oke sebenarnya karena adanya supermarket, kolam renang (bayar 100 ribu untuk tamu OYO yang mau renang), cafetaria, parkiran luas sehingga para tamu maupun penghuni apartment masih bisa menikmati tinggal disana.




Well, aku sebenarnya sangat suka memesan kamar di OYO karena selama ini memang menyenangkan. Dengan harga mulai 100 ribuan bisa puas dengan kamar dan pelayanan yang memuaskan. Kamu sudah pernah bermalam menggunakan OYO?. Oh ya, kawan melalak cantik bisa nikmati potongan sampai dengan 50 %, klik aja link yang ada di BIO Instagramku yah @ririnwandes.

Skyview Setiabudi Premium Medan

Alamat: Jalan Abdul Hakim, Padang Bulan Selayang 1
( Belakang kampus USU)























Restoran Kapitan George Town Penang Sajikan Curry Lani Garlic Naan Enak - Liburan di Penang selama 10 hari membuatku mencoba aneka menu masakan yang ada disana. Mulai dari yang lokal Melayu, olahan menu Chinese, masakan Timur Tengah hinga ala ala India dan Pakistan pun tidak ketinggalan untuk dicoba.

Sajian Restoran Kapitan George Town


Dari sekian banyak restoran ala India maupun Pakistan yang pernah dicoba, biasanya tidak terlalu menyukai masakan kari. Entah mengapa aroma karinya itu sering menyentuh hidung secara berlebihan. Eh, saat tidak sengaja singgah ke Restoran Kapitan George Town justru suka dengan sajikan Curry Lani Garlic Naan nya.



Bukan pertama kali menginjakkan kaki di restoran ini, sebelumnya sudah kesini beberapa kali bersama teman-teman. Namun, sebelumnya hanya minum saja karena berfikir semua masakan kari mirip dengan aroma rempah yang menyengat.

Well, kali ini memang ingin mencoba berhubung udah sangat lapar baru pulang dari pantai. Apalagi malam nanti ada pertemuan couchsurfing, khawatir cuma bisa minum saja. Eh, keseruang meet up couchsurfing boleh loh dibaca di artikel Menghadiri Meet up Couchsurfing dan Christmas Gift Exchange.

Desain ruangannya memang tidak instagramable namun ada banyak sajian menu makanan yang bisa dicoba loh. Saya sangat tertarik dengan menu kari doank saat ke restoran India gitu padahal masih banyak lainnya sih. Restoran Kapitan pun menyajikan claypot briyani, tandoori, milani, kebab, menu dining, take away juga bisa plus catering tentunya.

Asiknya lagi restoran ini buka 24 jam sehingga kelaparan tengah malam yah masih bisa makan. Sst, anak digital seperti kita juga senang berhubung ada wifi loh yang siap melancarkan aktifitas pamer-pamer di sosial media. Lokasinya pun berada di kawasan ramai turis sehingga enggak perlu takut kan saat ingin makan di malam hari. Selesai makan juga bisa main di sekitar Little India loh karena memang tidak jauh dari situ dan di depannya ada masjid juga yang khas desainnya ala India.


Menyantap Curry Lani Hingga Selesai


Btw, awalnya tidak ingin memesan menu tersebut tapi tergoda dengan tetangga meja sebelah sih. Aku kan duduk sendirian di restoran tersebut, sedikit kesal karena pelayanan sangat lambat. Saat itu, justru diutamakan warga kulit putih yang baru datang padahal aku sudah menunggu lebih lama untuk meminta buku menu.

Nah, tetangga yang duduk di sebelahku sepertinya keturunan India, mereka sekeluarga dimana seorang ibu dan dua orang anaknya. Saat itu, si ibu juga sepertinya memperhatikan ekspresiku yang mulai tidak nyaman. Terus kan, makanan mereka sudah datang di atas meja, aku pun langsung mengatakan kepada pelayannya bahwa ingin menu yang sama seperti si anak lelaki tersebut. Yeah, hanya melihat tampilan yang ciamik sih tapi belum pernah coba gimana rasanya nanti.



Finally, Curry lani garlic naan datang menggoda untuk segera disantap deh. Tampilan bumbu yang mencolok sempat membuatku ragu untuk menyantapnya. Warna merah dan kuning yang mencolok memang terlihat aneh bagiku untuk sebuah masakan. Ayam gulai sudah menggoda dengan roti di wadah yang sama.

Aku pun mulai menyantap perlahan-lahan roti yang digabung dengan saos berwarna kuning dan merah dimana komposisinya terdiri dari bumbu-bumbu rempah. Seporsi naan ini seharga RM 11.10 dan aku pun minum teh O seharga RM 1.30. Dikarenakan udara panas maka tidak cukup seporsi minuman dingin,nambah satu lagi deh hingga total RM 2.60.

Btw, kamu penyuka masakan kari enggak sih?. Ceritakan donk pengalaman menyantap menu kari yang kamu suka, boleh berbagi di kolom komentar yah.




Restoran Kapitan George Town Penang
Alamat:
93 Lebuh Chulia, George Town, Pulau Pinang,10200, Malaysia


















ASUS Exclusive Store Ketiga Resmi Hadir di Medan -  Sebagai pengguna ASUS pastinya senang banget akhirnya ada nambah exclusive store di kota tercinta. Toko terbaru yang bertempat di Mall Centre Point ini menjadi store ketujuh di Indonesia. Siapa yang suka masuk ke semua store nya?

Well, aku bersama teman-teman Blogger Medan menghadiri keseruan opening exclusive store tersebut pada tanggal 21 Januari 2020 lalu. ASUS Exclusive Store Mall Centre Point ini merupakan pusat penjualan produk sekaligus tempat mendapatkan informasi terkini mengenai notebook ASUS. Selain itu, tentunya bisa menjajal langsung berbagai produknya loh. Kemarin, aku tergiur dengan laptop seharga 28 juta yang desainnya cocok untuk cewek sepertiku dan minimalis bisa dibawa traveling kemana aja. Menarik kan?



Di kota Medan ada banyak pengguna ASUS tentunya makanya bertambah lagi store disini. Menurut Mr. Jimmy Lin selaku Country Manager ASUS Indonesia bahwa dengan kehadiran exclusive store yang baru ini menggambarkan betapa pentingnya kota Medan. Masyarakat Medan ingin juga bisa langsung membeli produk secara langsung di toko karena tentunya keuntungan membeli produk di ASUS Exclusive Store adalah terjminnya garansi resmi karena produk-produk ASUS dijamin orisinil.


Acara Pembukaan Seru dan Meriah

Saat aku bersama teman-teman blogger dan media yang hadir di pembukaan merasakan sekali keseruan dan kemeriahannya. Sebelum pemotongan pita, aku bersama tamu lainnya mengikuti games seru yaitu mencatat aneka produk yang tersedia di dalam ASUS Exclusive Store Mall Center Point. Pemenang akan dipilih berdasarkan yang paling banyak mencatat. Hmm,berhubung awalnya aku tidak berniat ikutan maka masuk paling belakangan. Eh, syukurnya tetap bisa menjadi ketiga terbanyak mencatat dan pastinya mendapatkan hadiah donk.




Setelah selesai games, dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Mr. Henry Chien selaku ASUS Indonesia Gaming Product Manager , kemudian Bapak Tjipta Wiriyan selaku owner ASUS Exclusive Store by Daya Mega. Selesai sambutan dilanjutkan pemotongan pita dan tumpeng kemudian dengan foto bersama.




Exclusive Store Lengkap, Nyaman dan Modern


Saat pertama kali masuk ke dalam store nya, kulihat ada banyak varian produk dari ASUS yang menggoda untuk dimiliki. Merasakan sekali kenyamanan di dalamnya, ada shopkeeper ramah siap melayani seluruh customer yang datang kesana. Kenyamanan paling diinginkan oleh pengunjung untuk akhirnya tertarik membeli produknya.

ASUS Exclusive Store Mall Centre Point ini menggunakan konsep modern yang mengedepankan experience.  Nah, aku bersama Nesya yang merupakan beauty blogger langsung merasakan experience nya di experience zone. Para staff yang berpengalaman di experience zone akan setia menemani kok sambil menjelaskan saat kita menanyakan produk yang tersedia disana. Kita akan mendapatkan informasi yang akurat dari setiap produk yang ditawarkan.

Produk notebook yang dihadirkan adalah mulia dari consumer notebook kelas mainstream seperti lini VivoBook dan kelas premium seperti ZenBook. Btw, saat aku berada di ASUS Exclusive Store Mall Centre Point ini ku juga melihat kehadiran produk terbaru seperti ZenBook generasi terbaru yang dilengkapi dengan ScreenPad 2.0 serta ZenBook Pro Duo dilengkapi dengan ScreenPad Plus yang diciptakan secara khusus untuk para content creator profesional.

Gimana teman-teman?, sudah siap mau berkunjung ke ASUS Exclusive Store di Mall Center Point?


Menghadiri Meet up Couchsurfing dan Christmas Gift Exchange - Couchsurfing menjadi salah satu solusi ketika liburan sendirian. Cari tempat tinggal atau sekedar untuk kawan di perjalanan. Nah, couchsurfer bisa dari warga lokal maupun sesama traveler juga loh.

Saat melakukan perjalanan liburan 10 hari di Penang beberapa minggu lalu. Aku menghadiri meet up couchsurfing dan christmas gift exchange.  Acaranya sudah pasti seru dan menyenangkan karena dihadiri oleh banyak traveler dari berbagai negara. Btw, kamu boleh juga baca Tips Gunakan Aplikasi Couchsurfing Agar Aman Saat Liburan.


Pencarian Kado Meet up Couchsurfing


Sejak awal kedatangan memang sudah berencana untuk hadir acara mingguan couchsurfing. Apalagi saat setelah ketemu Aya, kami langsung sepakat akan datang. Berhubung masih nuansa natal maka meet up sekaligus kegiatan pertukaran kado. Well, mencari kado memang bukan hal yang mudah apalagi untuk acara bersama. Sepulang dari Batu Ferringhi Beach, aku langsung menuju Watsons Perangin Mall untuk mencari hadiah untuk malam nanti..

Berhubung bus melewati terminal KOMTAR makanya sekalian aja berhenti disitu kemudian jalan kaki menuju hotel. Ternyata memang bingung membeli hadiah yang pertimbangannya bisa dipakai semua gender dengan minimum RM 10. Yeah, menurutku masker wajah uda bisa deh dipakai oleh semua apalagi produk Watsons kan memang bagus. Btw, review masker wajah bisa dibaca di Pond's Sheet Mask.

Pukul 19.18, Tido Hostel Penang


Ada masuk chat whatssapp dari Aya menanyakan meet up cs malam ini. Aku pun lupa beli pembungkuisnya sementara sudah tiba di hotel. Aya menggunakan paper bag biar enggak ribet membungkus hadiah. Finally, aku pun menuju mini market sejenis Seven Eleven yang berada di seberang Tido Hostel. Syukurlah menemukan sebuah kertas kado yang bagus dan langsung membungkus di lobi. Seluruh perlengkapan seperti lakban dan gunting sudah pasti pinjam ke resepsionis.

Malam ini, event cs meet up diadakan di Constant Gardener Coffee. Duh, aku pun belum pernah kesana makanya memutuskan untuk naik Grab aja deh. Meskipun diinfokan berada di sekitar Padang Kota Lama tapi tetap aja enggak mau ribet mencari di malam hari. Well, dengan biaya Grab sekitar RM 5 bisa sampai di tujuan kok. Yeah, memang tidak jauh sih dan memang bisa jalan kaki kalo sekalian mau berkeliling.

Bertemu Kawan Baru dari Berbagai Negara


Liburan sendirian itu memang menyenangkan saat bertemu kawan baru dari tempat lain yang bisa jadi kita pun belum pernah kesana. Inilah yang kusuka menggunakan couchsurfing karena bisa saling berkenalan dan mengenal satu sama lain dari negara berbeda. Aku pun turun dari Grab perlahan tepat di seberang Constant Gardener Coffee. Menyeberang dan masuk ke dalam gedung tua itu yang desainnya sudah pasti seperti ke masa lalu. Namun, interior di dalam cafe sudah ada sentuhan modern dan ruangan tidak terlalu luas.

Di dalam Constant Gardener Coffee sudah ramai para couchsurfers. Ada yang asik mengobrol, memainkan games, memotret dan segala aktifitas lainnya. Kulihat kumpulan kado yang sudah tersusun apik di sebuah meja cafe. Aku pun langsung menyapa beberapa yang sudah dikenal, tentunya juga senyum dan berkenalan dengan orang baru.



Senang rasanya malam itu bertambah kenalan baru dari negara yang berbeda. Aku pun berkenalan dengan cewek dari Tajikistan yang merupakan seorang sinematografer, ada lelaki dari India,Iran, Australia dan masih banyak lagi. Well, ada kejadian lucu antara aku dan beberapa anak couchsurfing. Ternyata beberapa member yang rencananya mau hangout denganku juga disitu. Kami kan belum pernah ketemu makanya saat ketemu disitu yah tertawa saja padahal sudah janjian mau hangout barengan.

 Hal lainnya yang kusuka saat bertemu teman dari berbagai negara ini adalah bisa saling berbagi informasi baru. Sering menemukan semangat dan ide baru dari obrolan yang terjalin. Mereka suka bercerita tentang kehidupan sebagai traveler dan menghasilkan uang. Hmmm, tentunya itu sebagai salah satu impianku untuk menjadi digital nomad. Berpindah dari satu negara ke negara lainnya dan tetap menghasilkan uang.

Aku pun sempat mengobrol dengan seorang cewek dari Eropa yang masih muda. Ia mengatakan bahwa kehidupannya memang berpindah dari satu negara ke negara lainnya. Bekerja sebagai penulis cerita perjalanan membuatnya harus berkeliling dunia. Duh, aku makin pengen saat mendengar pengalamannya bekerja darimana saja.

Christmas Gift Exchange


Well, setelah mengobrol dan saling sapa dilanjutkan dengan sesi pertukaran hadiah. Semua hadiah peserta sudah dikumpulkan dan diberi nomor. Hmm, member yang tidak bawa hadiah tidak bisa ikutan mendapat kado. Rohan selaku penyelenggara sudah menyiapkan nomor untuk diambil oleh para peserta. Pengambilan nomor pun dimulai hingga akhirnya semua mendapatkan hadiah.





Aku senang karena mendapatkan hadiah yang isinya semua cemilan seperti coklat, snacks, roti dan lainnya. Ini menyenangkan donk bisa punya stock jajanan untuk beberapa hari di Penang. Berhubung aku tuh memang penyuka jajanan ringan. Hadiah yang kudapatkan ini ternyata dari Rohan dengan paper bag brand Fosil. Member lain saling senyum dan gembira mendapatkan hadiahnya. Ada yang mendapat T-shirt, mug, voucher, tumbler dan lain sebagainya. Intinya semua bahagia atas kegiatan malam ini.


Hang out with couchsurfers


Nah, selesai acara utama di cafe ini, beberapa memutuskan untuk makan di tempat lain. Awalnya satu kelompok semua menjadi beberapa kelompok sesuai minat masing-masing. Aku dan Aya bergabung dengan beberapa orang untuk santai mendengarkan musik di kawasan Love Lane. Salah seorang member mereferensikan untuk ke Rockafellas Kitchen and Bar Penang. Kami pun berjalan menuju tempat tersebut beramai-ramai.

Rockafellas menyajikan musik yang sudah pasti disukai oleh banyak pengunjungnya sehingga tempat ini memang sangat ramai. Kami pun tidak kebagian tempat duduk di dalam berhubung memang sudah penuh. Aku hanya memesan orang juice karena sudah haus berjalan lumayan jauh dari Constant menuju Rockafellas Penang. Itulah kalo berjalan bersama-sama, tidak terasa sudah berjalan jauh dan justru senang saling ngobrol dan tertawa.

Ternyata Rockafellas tidak terlalu menarik untuk dijadikan tempat kami menghabiskan malam. Selanjutnya, pergi menuju cafe lainnya yang masih di seputaran Love Lane. Seorang cewek dari Spanyol mereferensikan Jupiter Cafe yang mana ada permainan pool serta tersedia musik sehingga kami bisa lebih happy disana.

couchsurfing penang
Kawan-kawan traveler yang semuanya baru dikenal malam itu


Mereka asik bermain sedangkan aku lebih suka mendengarkan musik dari penyanyi cafe sambil ikutan bernyanyi. Segelas es milo menemani malam di cafe tersebut sambil memperhatikan permainan pool yang dilakukan oleh mereka. Berhubung aku tuh enggak pernah main makanya lebih memilih diam dan memperhatikan. Hmm, tapi mereka maunya aku juga ikutan giliran permainan padahal sama sekali enggak bisa donk.

Nah, rasanya malu aja gitu saat cewek lain diajarin langsung bisa loh. Beberapa teknik bisa dikuasai sedangkan aku tetap aja dengan cara permainan anak bawang. Hufft, syukurnya mereka tetap memberi semangat meskipun kusadari permainanku berantakan. Intinya saling senang sih bisa berkumpul dan bermain bersama. Malam itu, kami bubar sekitar pukul 2 pagi yang kemudian masing-masing kembali ke hotelnya. Aku dan dua orang teman mengantarkan Zarni yang berasal dari Tajikistan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka mengantarkanku kembali ke Tido Hostel. Btw, kami jalan kaki loh kesana kesini dan tetap happy sih karena sambil bercerita dan tertawa.

Berakhir deh cerita malam itu tentang aktifitas menghadiri couchsurfing Penang. Nah, aku masih punya cerita seru lainnya di hari berikutnya. Tungguin semua cerita selama di Penang yang 10 hari itu yah. Kamu boleh komentar donk jika ada yang mau didiskusikan.


















Review Hotel Royal Penang, Rasakan Kolam Renang Seperti Milik Pribadi - Bermalam sendirian di hotel bukan lagi sesuatu hal yang asik bagiku. Seorang solo traveler memang harus siap segala kondisi apalagi untuk sekedar tidur malam.

Review Hotel Royal Penang


Aku sudah ceritakan sebelumnya bahwa perjalanan ke Penang 10 hari ini memang tanpa perencanaan. Pemesanan hotel juga baru dilakukan H-2 setelah tiket pesawat selesai dipesan. Biasanya sih saat takut sendiri langsung cari penginapan tipe dormitory agar terasa lebih ramai.



Namun, saat itu sedang ingin menikmati santai di hotel sendiri sambil berenang di pagi harinya. Well, keinginan tercapai apalagi saat itu bisa mendapatkan Hotel Royal Penang dengan harga yang lebih murah dari biasanya padahal saat itu malam natal.

Review Hotel Royal Penang


Pelayanan Hotel Royal Penang Menyenangkan


Solo traveler yang tidak memiliki alokasi dana besar tentunya mencari jalan hemat namun harus tetap elegan dan mewah donk. Nah, perjalanan dari Penang Int. Airport menuju KOMTAR bus station dengan menggunakan bus agar biaya lebih murah. Tetapi, tentuya dari stasiun bus menuju hotel harus naik Grab donk. Meskipun barang bawaan tidak banyak, hanya dua backpack saja tetep harus elegan masuk hotel.

Review Kolam Renang Hotel Royal Penang


Berhubung kedatangan masih pukul 12.00 siang yang mana belum memasuki jadwal check in hotel maka aku memilih untuk titip barang. Setelah itu, mencari tempat makan siang terdekat seputaran hotel yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Pelayanan pihak concierge maupun receptionist memang memuaskan dalam artian mereka bisa bersikap asik ke tamu yang datang.

Sekitar pukul 02.30 pm, aku kembali ke hotel untuk melakukan check in. Aku menikmati minuman dingin yang tersedia di lobby untuk para tamu berhubung udara saat itu panas maka fasilitas fresh water begini tidak ingin dilewatkan.

Oh yeah, aku bertemu resepsionis hotel ganteng dan buat betah dipandangi dalam waktu lama. Ia pun ramah melayani dengan senyumannya yang menggoda naluri. Bahkan ia mengupgrade kamarku dan tidak perlu membayar deposit berhubung hanya menginap satu malam. Uh, senangnya pindah kamar menjadi Deluxe Room.



Well, aku langsung menuju kamar hotel setelah semua informasi didapatkan baik dari segi fasilitas dan tentunya juga password wifi. Para pekerja di hotel ini kelihatan sih ramah dalam melayani. Beberapa kali ketemu di lobby suka senyum gitu. Apalagi aku merasakan yang di bagian concierge dan receptionist kelihatan mau membantunya.

Fasilitas Hotel Royal Penang


Hampir sama dengan fasilitas hotel pada umumnya sih tapi aku tuh paling suka dengan kolam renangnya apalagi bisa dinikmati seorang diri seperti milik pribadi. Pertama ketika memasuki lift, aku tuh enggak memperhatikan lantai kamar. Hanya melihat nomor dan langsung jalan aja. Eh, ketika di dalam lift bingung mau naik ke lantai berapa kan. Syukurlah kecerdasan ini bisa digunakan, melihat nomor kamar langsung tebak aja lantainya.

Review Kolam Renang Hotel Royal Penang


Finally, aku tiba di lantai 11 lanjut deh berjalan menuju kamar nomor 1120. Lorong tampak sepi tapi berhubung hotel tidak terlihat horor yah santai aja sih. Ketika sudah berada di dalam kamar, senangnya bisa mengistirahatkan badan setelah banyaknya drama sejak kedatangan. Silahkan baca di artikel Drama Kedatangan Hari Pertama di Penang.

Hal pertama yang dilakukan untuk menikmati fasilitas hotel tentunya memperhatikan seluruh isi kamar termasuk toilet donk. Ruangan kamar lumayan luas dikarenakan sudah dapat hasil upgrade dari Superior Twin menjadi Deluxe Room (non breakfast) dan tentunya ada bathtub donk di kamar mandi.

Btw, akibat keasikan ngevlog dan sibuk lakukan pemotretan di beberapa sudut hingga akhirnya keluar pintu kamar tanpa bawa kunci. Kamu tahu apa yang terjadi?, yeah terkunci dari dalam dan sudah pasti tidak bisa masuk ke kamar. Waduh, aku tuh malu banget mau turun lagi minta kartu baru tapi kalau tidak melakukan itu maka tidak bisa masuk donk. Well, akhirnya memberanikan diri turun dan minta kartu lagi ke resepsionis. Malunya itu yah kan, kelihatan banget ceroboh dikarenakan sibuk ngevlog.

Seperti kuceritakan sebelumnya bahwa pelayanan sangat bagus. Aku bertemu dengan resepsionis yang berbeda, tuh resepsionis tetap ramah saat memberikan kartu baru untukku sambil tersenyum dan bergurau sedikit. Selesai urusan nambah kartu kamar, langsung mulai penjelajahan sudut lainnya di kamar.

Isi Kamar Tidur 

Di dalam kamar tidur terdapat sebuah kulkas mini, dua botol minuman mineral, meja kerja dan lampunya, sofa dan meja kecil, telepon, televisi, setrika, brankas, hairdryer, sandal, perlengkapan pembuat teh dan isi lainnya yang ada di dalam kamar hotel bintang 4 pada umumnya. Malam itu memang ingin menikmati suasana kamar sendirian hingga esok hari.




Isi Kamar Mandi


Penjelajahan melihat fasilitas dalam kamar dilanjutkan menuju kamar mandi yang juga berada di dalam kamar tentunya. Isi kamar mandi yang buat tergoda memang bathtub. Aku tidak pernah mau membiarkan bathtub tanpa sentuhan setiap ku bermalam di hotel. Isi kamar mandi tentunya dilengkapi dengan handuk, peralatan mandi, shower dan isi kamar mandi pada umumnya.

Memanjakan diri di dalam bathtub memang paling asik. Malam itu sebelum keluar jalan-jalan tentunya relaksasi terlebih dahulu di dalam bathtub. Asiknya bisa bermanjaan di dalamnya sambil mendengarkan musik relaksasi kesukaan. Salah satu alasan memilih liburan sendiri memang mau santai begini di dalam hotel.



Kolam Renang ala Milik Pribadi


Pemilihan hotel ini tentunya dikarenakan melihat foto kolam renang di salah satu aplikasi online travel yaitu Traveloka. Warna kolam renangnya sungguh menggoda dengan view gedung-gedung pencakar langit disana. Berenang kulakukan mulai dari malam hingga esok sebelum check out. Malam dan pagi hari memang paling santai karena tidak ada gangguan dari tamu lainnya. Yeah, menikmati suasana kolam renang seperti miliki pribadi.

Review Kolam Renang Hotel Royal Penang


Kolam renang outdoor yang bersih serta tidak sembarangan juga orang lain masuk kecuali tamu. Saat ingin menuju kolam tentunya harus menggunakan kartu kamar hotel yang ditempelkan pada bagian pintu masuk. Lokasi kolam renangnya dekat dengan fitness centre, aku bisa lakukan itu di lantai yang sama.

Food and Drinks


Yeah, kawan melalak cantik yang mau nikmati breakfast, lunch maupun dinner bisa banget donk. Ada a la carte dinner, a la carte lunch, breakfast, buffet breakfast dan ada cafe tentunya. Mau santai sambil mengobrol dengan keluarga maupun kolega asik loh. Merasakan banget suasana desain yang model lama tapi tidak horor dan justru seperti pada era masa lalu.

Fasilitas Transportasi


Well, kamu yang tipe traveler tidak mau ribet maka bisa gunakan nih fasilitas airport transfer, car rental dan town car service. Kamu cukup duduk santai dan siap membayar maka kebutuhan transportasi aman deh.

Hotel Service Lainnya


Terkadang kita datang ke hotel sebelum waktu check in atau sudah waktu check out namun masih mau ada waktu sebelum melanjutkan ke tujuan berikutnya. Nah, tentunya tidak mau ribet membawa semua barang-barang sehingga penitipan di bagian concierge menjadi solusi donk. Di Hotel Royal Penang ini tentunya ada bagian concierge, doorman, front desk, resepsionis yang siap siaga 24 jam, pengamanan pun 24 jam, pelayanan laundry, serta terdapat tours.

Sudut asik lainnya di hotel adalah tumpukan buku yang tertata di dekat bar. Selain itu, ada ruangan yang juga terdapat alat permainan sehingga bisa menambah hiburan di hotel. Lobby memang tidak terlalu luas namun sofa yang tersedia membuat kita nyaman untuk duduk santai sambil menunggu. Dan, ada ruang tempat permainan yang kuceritakan tadi juga menyediakan sofa, tamu pun bisa duduk disitu.

Tempat-tempat Terdekat

Saat memilih hotel untuk menginap pasti tempat-tempat terdekat menjadi pertimbangan begitu juga akses menuju hotel tersebut. Hotel Royal Penang ini memang di kawasan kota namun bukan area backpacker sih menurutku. Tempat sekitar yang dekat adalah 7 Village Noodle House, Glass Museum, Gleneagles Penang Medical Center, dan KOMTAR. Nah, solo traveler yang mau hemat budger bisa manfaatkan Rapid Penang yang lewat di depan hotel. Tapi, seandainya mau cepat yah bisa order Grab langsung dari lobby hotel.




Hotel Royal Penang
Alamat: 3, Jalan Larut, Georgetown, Pulau Pinang, Penang, Malaysia, 10050
Telepon: +60 4-226 7888
Check in : 14.00
Check out: 12.00 


























Menyantap Laksa Sendirian di Batu Ferringhi Beach (Day 4) - Hari ke empat berada di Penang, ku masih punya energi untuk melalak cantik. Sendirian bukan menjadi penghalang untuk bisa kesana kesini. Transportasi umum yang mudah dijangkau tentunya semakin memudahkan dalam melakukan perjalanan.

Batu Ferringhi Beach



Petualangan tanpa itinerary serta dilakukan sendiri memang asik seperti ini. Aku bisa sesuka hati menuju lokasi wisata yang diinginkan tanpa menunggu orang lain. Mau pergi pagi buta atau siang terik juga tidak ada yang melarang. Keseruan Aktifitas Hari Pertama Solo Traveling 10 Hari ke Penang, Malaysia boleh baca di artikel tersebut dan untuk hari kedua juga silahkan singgah di artikel ini Keseruan Aktifitas Hari Kedua Solo Traveling 10 Hari ke Penang, Malaysia.

Breakfast di Tido Hostel


Hari ini memang tanpa tujuan untuk mengunjungi tempat wisata. Tetapi, pantai Batu Ferringhi sudah menjadi incaran untuk dikunjungi. Sarapan pun segera dihabiskan yang mana hanya dua potong roti dengan selai strawberry dan blueberry. Satu gelas teh hangat menemani pagi agar menghangatkan body yang kedinginan tidur di kamar malam tadi.

Aku memandangi tamu lain yang sedang sarapan, sesekali kami saling tersenyum agar tidak terlalu kaku di ruangan itu. Melihat sekeliling yang tidak terlalu ramai dan masing-masing sibuk berdamai dengan kegiatan. Pencarian informasi tentang transportasi dan pantai pun dimulai di lantai 5 ruang makan. Ingin segera beranjak agar tidak terlalu kesiangan meskipun memang sudah siang.

Menuju Bus Station Lebuh Campbell

Berjalan kaki dari Tido Hostel menuju bus station bukanlah hal yang sulit. Namun, perjuangan untuk menggerakkan kaki ini memang butuh usaha. Awalnya hanya ingin santai di hotel sambil internetan. Eh, memang melalak cantik begitu susah stay dalam waktu lama di satu tempat saja. Kaki langsung ingin melangkah ke tempat yang indah.

Demi penghematan biaya maka naik bus adalah salah satu caranya. Aku pun harus berjalan dari hostel menuju bus station Lebuh Campbell. Sekitar 15 menit berjalan santai di bawah terik matahari hingga tiba di stasiun. Perjalanan menuju Batu Ferringhi Beach selama kurang lebih 30 menit karena banyaknya perhentian bus. Namun, naik Grab juga akan menghabiskan banyak uang. Pilihan pun jatuh kepada waktu lebih lama namun duit yang dikeluarkan standard saja.

Biaya bus dari stasiun Lebuh Campbell sampai Tropical Spice Garden sekitar RM 2.70. Tujuan awal sih turun di seputaran Jalan Batu Ferringhi hingga akhirnya berhenti di depan Tropical Spice Garden. Menurutku pantainya juga masih bagian Batu Ferringhi, hanya nama jalan aja yang berbeda.

Efek Bus Kelewatan Bisa Nikmati Pantai Dengan Tenang


Tiba di Jalur Pertengahan a.k.a Batu Ferringhi dan Teluk Bahang, aku pun langsung ikut turun dengan beberapa foreigners. Well, lokasinya tepat di depan Tropical Spice Garden yang memang sedang ramai pada hari itu. Sebenarnya tidak berniat turun disini tapi berhubung kelewatan ketika mau turun di Jalan Batu Ferringhi. Yeah, tempatnya juga bagus kok sehingga tidak ada masalah sih.

Batu Ferringhi Beach



Menyantap Laksa Sendirian 

Menurut beberapa orang bahwa makan sendirian itu tidak nyaman. Aku sih memang sudah terbiasa melakukan banyak aktifitas sendiri maka sudah dinikmati. Siang itu memang sangat terik, tepat 27 Desember 2019, minuman segar sepertinya cocok dimasukkan ke tenggorokan. Perut pun mulai keroncongan berhubung sudah waktunya untuk dilakukan pengisian.

Rumah makan yang berada di dekat pantai menggoda untuk dikunjungi. Aku pun langsung masuk dan ambil posisi. Syukurlah masih ada bangku kosong tepat menghadap pantai. Indahnya bisa mendengar suara ombak sambil makan siang. Dari sekian banyak menu masakan, piihan jatuh ke laksa. Kenapa? karena memang ini salah satu kuliner yang terkenal di Penang meskipun bukan di tempat ini yang terenak.

Batu Ferringhi Beach


Bagaimana rasanya makan sendirian?
Aku sih sangat menikmati perjalanan ini, sendirian berteman laksa bukan berarti langsung gila. Yeah, kadang ku memang suka lakukan aktifitas gila agar hati gembira. Perjalanan 10 hari di Penang ini pun sebenarnya kegiatan gila yang tak terencana.

Batu Ferringhi Beach


Laksa di rumah makan ini enak, kusuka campuran rasa di dalamnya. Selain itu, harganya juga sangat murah loh. Ketika ingin membayar, kaget juga dengan harga yang masih standard biasa. Seporsi laksa dan ice tea sekitar RM 6 yang pasti harganya tidak mengoyak kantong.

Kalian suka laksa juga gak sih?

Oh yeah, kawan melalak canitk yang ingin tau tentang laksa itu apa maka akan kujelaskan yah. Menurut Wikipedia, laksa adalah makanan berjenis mi yang ditaruh bumbu dengan kebudayaan peranakan, yang digabung dengan elemen Tionghoa dan Melayu. Nah, yang paling dikenal ini adalah laksa Penang bentuknya bulat putih dan sedikit tebal. So, kamu sudah tahu kan tentang laksa?

Nikmati Gerakan Air Pantai Sendirian


Setelah selesai makan siang, aku berjalan menyusuri pantai. Indah sekali rasanya menikmati gerakan air pantai yang sebenarnya tidak santai. Suaranya yang cukup meramaikan suasana hati yang sepi membuat terhibur sudah pasti. Melihat kanan dan kiri, hampir semua yang datang bersama keluarga maupun teman atau pasangan.

Batu Ferringhi Beach


Well, apakah aku bersedih?, jawabannya tentu saja tidak. Aku pergi melakukan perjalanan yang cukup lama sendiri tentunya mempunyai alasan tersendiri. Oleh karena itu, melihat sekitar yang tidak berjalan sendiri bukan sesuatu hal yang menyentuh hati, Aktifitas normal yang sudah terbiasa kulakukan sebagai solo traveler.

Batu Ferringhi Beach


Kaki mulai lelah berjalan, saatnya duduk di atas pasir. Tidak peduli baju yang indah akan kotor atau kulit yang sudah berwarna makin mencolok. Intinya sebuah perjalanan harus dinikmati dengan segala cara untuk membuat pikiran dan jiwa tenang. Setiap perasaan maupun permasalahan yang muncul selama perjalanan bukan menjadi halangan namun sebuah tantangan.

Batu Ferringhi Beach


Oh yeah, dalam setiap perjalanan pastinya ada campur tangan Tuhan yang menghendaki segal yang terjadi. So, memasuki waktu shalat zuhur, aku mencari mushola yang ada di sekitar pantai. Terdapat sebuah mushola mini yang seperti kurang perawatan karena terlihat kotor dan barang-barang tertumpuk. Hmm, syukurlah ada keran air untuk berwudhu di dalam mushola nya sehingga tidak harus keluar mencari toilet.

Setelah bersih dan segar, aku berniat untuk segera kembali pulang ke hostel. Berhubung malam ini ada meet up couchsurfing Penang sekaligus perayaan christmas. Aku belum membeli hadiah untuk dtukarkan makanya ingin pulang lebih awal. Berjalan menuju perhentian bus yang dekat dengan penjual jagung rebus sambil menanyakan informasi.

Kawan melalak cantik yang ingin pulang kembali naik bus tentunya jangan merasa kesulitan karena ada informasi nomor bus beserta tujuan. Aku sempat terlewat dua kali bus yang melintas di depanku. Kupikir akan berhenti dengan sendirinya namun ternyata harus melambaikan tangan untuk menghentikan bus.

Menunggu tanpa kegiatan pastinya buang waktu. Aku menuju toilet sebentar berhubung memang sudah tidak tahan mau buang air kecil. Biaya dikeluarkan sekitar 50 sen untuk sekali masuk kamar mandi. Sstt, itu bukan biaya untuk mandi maupun ganti baju yah, hanya buang air kecil.

Selesai dari toilet, aku berdiri dekat dengan penjual jagung rebus. Obrolan pun dimulai sejak kumulai bertanya tentang bus. Bapak penjual cukup ramah dan ternyata punya menantu orang Indonesia. Hmm, ia pun mengatakan bahwa penjual laksa itu berasal dari Padang, Indonesia yang sudah bertahun-tahun di Malaysia.

Pembicaraan tentang kehidupan warga negara Indonesia di negeri jiran memang selalu menarik dibahas. Aku pun senang bercerita dengan bapak tersebut apalagi ia pun bisa berbahasa Inggris. Sebagai penjual di lokasi wisata tentunya bukan cuma memasarkan barang dagangan namun ada skill yang harus ditunjukkan yaitu kemampuan komunikasi. Btw, aku tertarik menulis terpisah tentang cerita kehidupan warga Indonesia di Malaysia yang sebagai pekerja biasa agar kita tidak selalu memandang semua indah tanpa tau perjuangan orang untuk bertahan disana.

Hmm, pembicaraan kita sampai disini dulu yah tentang keseruan menyantap laksa sendirian di Batu Ferringhi Beach. Aku buru-buru naik bus dan ingin segera mencari toko kosmetik. Kenapa? karena mau beli kado masker untuk event couchsurfing pada malam itu. Nah, ada juga cerita khusus keseruan bermain sepanjang malam bersama para couchsurfer dari berbagai negara, tungguin yah.













Shalat Gerhana Matahari di Masjid Kapitan Keling Hingga Berkeliling Armenian Street Sendirian (Day 3) - Berhubung seharian ini tidak punya tujuan tempat wisata yang ingin dikunjungi maka sekedar berkeliling kota saja sepertinya sudah menyenangkan. Aku pun memilih untuk pergi ke Masjid Kapitan Keling dan melihat para traveler di Kawasan Armenian Street.





Breakfast di Tido Hostel

Sarapan pagi dibutuhkan agar semangat menjalani hari. Meskipun hanya roti dan teh namun perut yang diisi akan menambah energi. Bangun pagi langsung naik ke lantai 5 dimana ruang dapur dan komunal berada di lantai tersebut. Aku memilih bangun pagi agar semangat tidak diambil alih oleh ayam. Mengawali hari dengan suasana hati yang baik akan membuat kegiatan harian jauh lebih menyenangkan. Tahun yang baru pun harus lebih membahagiakan sehingga muncul tulisan tentang Kisah Perjalanan Menyambut 2020.

Tido Hostel Penang, Malaysia


Membuat sarapan memang tidak sering kulakukan namun ketika solo traveliing begini semua kegiatan harus dilakukan sendirian. Hostel sudah menyediakan bahan sarapan seperti roti, teh, kopi dan lainnya. Tamu hanya harus siap untuk membersihkan setelah selesai menggunakan semua peralatan. Aku menghabiskan waktu lebih dari sejam di lantai 5 tersebut. Memandangi aktifitas warga lokal dari lantai atas ternyata mengasikkan.

Aku masih duduk santai di atas ayunan berwarna putih dekat dapur sekitar pukul 08.30 am. Nikmat sekali bersantai-santai di ruang komunal sambil berfikir rencana petualangan hari ini. Tido Hostel memang memberikan kenyamanan untuk tamu yang menginap disini sehingga aku pun menuliskan review terpisah nantinya tentang hostel tersebut.

Tido Hostel Penang, Malaysia


Shalat Gerhana Matahari di Masjid Kapitan Keling


Masjid Kapitan Keling merupakan masjid yang dibangun pada abad ke-19 oleh pedagang India di George Town, Penang. Awal pertama ke Penang tahun 2016 lalu, ku pun sudah melihat langsung masjid tersebut. Saat itu belum berkesempatan untuk beribadah disana, hanya sekedar melihat pada malam hari berhubung tidak memiliki waktu yang banyak untuk liburan.

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia


Setelah kunjungan pertama ternyata ada berikutnya hingga sekarang sudah ke empat kalinya. Kali ini pun lebih lama dan bisa mengikuti ibadah shalat zuhur berjamaah. Ketika shalat gerhana berlangsug, ku hanya duduk di bagian belakang bersama jamaah lainnya. Imam pada hari itu memang orang India yang terlihat dari layar televisi.

Masjid Kapitan Keling Penang, Malaysia


Masjid Kapitan Keling ini memiliki desain interior dan eksterior yang khas. Aku pun terkagum ingin membaca informasi yang tertera di halaman depan. Masjid ini tentunya merupakan bagian sejarah di kota George Town. Oh yeah, kawan melalak cantik yang belum pernah kesini akan mudah menemukannya kok, masuk gratis dan yang penting berpakaian yang sopan. Lokasinya juga memang berada di kota tepatnya di Jalan Buckingham, George Town. Kamu juga akan melihat ramainya antrian pemberli nasi kandar beratur di luar halaman masjid yang berada di sisi kiri.

Lunch di Restoran Kassim Mustafa

Setelah selesai shalat zuhur dan asik berkeliling di masijid maka selanjutnya adalah mengisi perut yang mulai keroncongan. Makan siang ini sepertinya bingung mau nikmati menu apa di Penang. Pilihan jatuh ke Restoran Kassim Mustafa yang tidak jauh dari Masjid Kapitan Keling. Aku pun berjalan menuju Chulia Street dimana lokasi restoran tersebut.

Restoran Kassim Mustafa Penang


Saat sudah berada di dalam, mulai bingung ingin makan apa siang itu. Sebenarnya sedang tidak ingin makan kari tapi setiap ke Malaysia pasti tidak ketinggalan untuk nikmati masakan India. Hanya modal RM 8 sudah bisa makan dengan nasi dan ayam. Berhubung cuaca Penang sedang tidak bersahabat alias panas setiap hari maka es menjadi solusi yang diminum untuk menyegarkan.

Restoran Kassim Mustafa Penang


Berkeliling Armenian Street


Kawasan yang ramai turis alias pelancong memang di sekitar Armenian Street. Ada banyak mural art menarik dan tentunya penjual souvenir lucu dan gemas disana. Aku pun entah sudah berapa kali melalak cantik di kawasan ini namun tidak pernah bosan berhubung memang kawasannya ramai dan menyenangkan.

Aku memilih untuk berjalan dari lorong ke lorong, cuaca memang panas tapi syukurnya ada payung Aya yang ketinggalan. Aku pun tidak lupa dengan kacamata agar tetap santai berjalan sendirian. Berhubung memang hari libur natal, libur sekolahan juga maka banyak pelancong yang berdatangan. Jalanan pun padat dengan pemandangan pejalan kaki, tukang becak hias yang membawa penumpang, pelancong yang bersepeda hingga penjual souvenir yang mayoritas memang warga lokal.

Cycling Armenian Street Penang

Cycling Armenian Street Penang

Souvenir Armenian Street Penang


Kawan melalak cantik yang juga ingin berkeliling di Kawasan Armenian Street tidak akan sulit menemukan. Dari Masjid Kapitan Keling cukup berjalan lurus ke arah kanan hingga menemukan Choo Chay Keong di Lebuh Armenian. Selanjutnya bisa memulai petualangan di kawasan tersebut hingga malam hari.

Choo Chay Keong Lebuh Armenian Penang


Berhubung aku sendirian maka lebih banyak berjalan memperhatikan orang sekitar.saja. Memotret hal yang menarik dipandang mata dan membeli air mineral sudah pasti agar tidak dehidrasi. Panas siang itu memang tidak bisa diajak kompromi, syukurnya menemukan Armenian Park yang memiliki bangku dan pepohonan menyejukkan. Berhenti sambil menghirup udara segar memang asik siang itu apalagi bisa tersenyum dengan warga lain yang melintas. Kicauan burung juga menambah keramaian suasana hati yang sepi, caelah baper yah,sis.

Armenian Park Lebuh Armenian Penang


Menjelang maghrib selanjutnya ku memilih untuk kembali ke hostel. Ingin bebersih terlebih dahulu sebelum nanti malam berjalan lagi mencari sesuatu yang baru. Sepertinya malam ingin dinikmati di Kawasan Love Lane. Sekian lama sudah tidak duduk santai di Holy Guacamole yang ala ala Meksiko itu.

Nikmati Musik Malam di Holy Guacamole


Kawasan Love Lane ini memang kebanyakan bar dan cafe tapi untuk bersantai memang enak sambil mendengarkan musik. Aku lebih suka menikmati musik di Holy Guacamole meskipun harga menu kuliner yang tersedia lumayan menguras kantong. Hal yang kusuka adalah restoran ini tidak hanya menyajikan minuman beralkohol. Pilihan minuman lainnya ada termasuk jus yang menyegarkan tenggorokan setelah ikutan bernyanyi dengan penyanyi cafe tersebut.

Love Lane Penang


Malam itu, ku memilih apple juice seharga RM 12 dan beef satay seharga RM 26. Well, malam itu saja budget sudah keluar sekitar RM 40.30. Menurutku, memang itu kemahalan untuk sekedar jus dan sate. Tapi hiburan musik yang menyenangkan serta pelayan yang asik mau diajak ngobrol maka harga bukan menjadi patokan untuk santai disitu.

Holy Guacamole Penang




Menghabiskan malam hingga tengah malam hingga sudah lelah, ku pun memutuskan untuk kembali ke hostel dan bersantai di lobby. Malam ini tidur lebih awal berhubung sudah tidak berminat melakukan aktifitas lainnya lagi apalagi sendirian bisa suka hati mau ngapain aja sih.

















Newer Posts
Older Posts

Total Tayangan Halaman

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!
My name is Ririn Famur Wandes Rahayu Lubis. I am from Medan, North Sumatera, Indonesia.

Find More



LET̢۪S BE FRIENDS


recent posts

Labels

Blogger Medan Cafe Medan English Article Lifestyle Blogger Review Cafe Solo Backpacker Tips Melalak Cantik Tips Traveling Wisata Asia Tenggara Wisata Indonesia

Blog Archive

Postingan Populer

  • T-Garden Medan,Resort and Ranch Instagramable ala Bali
    T-Garden Medan Resort and Ranch menambah daftar tempat wisata baru yang santai dengan konsep nuansa kekinian ala Bali yang instagram...
  • Pengalaman Pertama Nge-Grab ke Kualanamu International Airport
    Rasa bahagia dan syukur tak terhingga dihaturkan kepada Sang Pencipta sejak membaca sebuah email pengumuman yang menyatakan bahwa aku te...
  • Asian Make Up with PIXY TWC Cover Smooth and PIXY Lip Cream
    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Definisi cantik dari setiap wanita pun berbeda-beda,begitu juga kaum lelaki y...
  • Menikmati Wisata Seni 3D Art Magic Eye Museum Kawasan Bandara Kualanamu
    Menikmati wisata seni 3 dimensi di hari libur memang menyenangkan dan semakin seru apabila dinikmati bersama keluarga, para sahabat mau...
  • Imajinasi, Creativity, dan Teknologi Ciptakan Konten Kreatif Masa Kini
    Kehidupan manusia melalui banyak proses yang tidak sederhana. Manusia yang diciptakan juga berproses hingga akhirnya kembali lagi ke s...

Community

selebgram medan

Intellifluence Trusted Blogger


 

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates